Anda di halaman 1dari 3

Awad Zami Z. (12.1.01.

08031)
Fauzan Al-Farizi (12.1.01.08036)
Ahmad Tri K. (12.1.01.08046)
IV SA-6 M. Yuga P. (12.1.01.8049)

PERTEMUAN II
ANGGARAN BERDASARKAN FUNGSI DAN AKTIVITAS

2.1 Deskripsi Anggaran
Tujuan: Mendiskusikan Anggaran dan perannya dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan
keputusan
Anggaran adalah rencana keuangan untuk masa depan, rencana tersebut mengidentifikasi tujuan
dan tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.
Perencanaan adalah pandangan ke depan untuk melihat tindakan apa yang seharusnya dilakukan
agar dapat mewujudkan tujuan-tujuan tertentu. Pengendalian adalah melihat ke belakang,
memutuskan apakah yang sebenarnya telah terjadi dan membandingkannya dengan hasil yang
direncanakan sebelumnya.
Komponen utama dari perencanaan adalah anggaran, yaitu rencana keuangan untuk masa depan,
rencana tersebut mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.
Kelebihan yang didapat dari anggaran :
1. Memaksa manajer untuk melakukan perencanaan
2. Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan
3. Menyediakan standar untuk operasi kinerja
4. Memperbaiki komunikasi dan koordinasi
2.2 Menyiapkan Anggaran Induk
Tujuan : Mendefinisikan dan mempersiapkan anggaran induk, mengidentifikasi komponen-komponen
utamanya, dan menjelaskan keterkaitan antara berbagai komponennya
Anggaran Induk (master budget) adalah rencana keuangan komprehensif bagi organisasi secara
keseluruhan, Anggaran kontinu (continuous budget) adalah anggaran untuk 12 bulan. Anggaran
Induk yang terdiri dari:
a. Anggaran Operasional (Operational Budget), mendeskripsikan aktivitas yang
menghasilkan pendapatan bagi perusahaan, hasil akhir anggaran operasional adalah suatu
proforma atau perkiraan laporan laba rugi, yang menggambarkan pendapatan bersih yang
akan didapat jika rencana-rencana yang dianggarkan terlaksana dengan baik. Anggaran
pendukung untuk anggaran operasional biasanya terdiri dari :
- Anggaran Penjualan, merinci jumlah yang diantisipasi dan harga semua produk yang
dijual.
- Anggaran Produksi, menyajikan perkiraan produksi dalam unit, untuk memenuhi
prediksi penjualan dan tujuan persediaan akhir yang diinginkan, perkiraan produksi
dilengkapi dengan persediaan awal.
- Anggaran Pembelian BB langsung, menyajikan pembelian-pembelian yang dibutuhkan
selama tahun berjalan untuk tiap tipe bahan mentah agar dapat memenuhi produksi dan
tujuan persediaan akhir yang diinginkan.
- Anggaran TKL, menyajikan jumlah sumber daya (TKL) yang dibutuhkan untuk
produksi tahun yang akan datang.
- Anggaran BOP, menyajikan jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk produksi tahun
yang akan datang dan dapat dibagi ke dalam komponen tetap dan variable untuk
memfasilitasi persiapan anggaran.
- Anggaran beban penjualan dan administrasi, menyajikan prediksi biaya untuk fungsi ini.
- Anggaran persediaan akhir barang jadi, merinci biaya produksi untuk perkiraan
persediaan akhir.
- Anggaran harga pokok penjualan, merinci biaya produksi untuk perkiraan unit yang
dijual.
b. Anggaran Keuangan (Financial budget), merinci aliran masuk dan keluar kas serta posisi
keuangan secara umum. Anggaran pendukung untuk anggaran keuangan biasanya terdiri dari:
- Anggaran Kas, terdiri dari saldo awal dalam akun kas, plus penerimaan yang
diantisipasi, minus pinjaman yang diperluakan.
- Anggaran Neraca, menyajikan saldo akhir aktiva, kewajiban dan modal jika rencana
yang dianggarkan berjalan sesuai dengan rencana
- Anggaran untuk Pengeluaran Modal, berisi rencana untuk pembelian aktiva jangka
panjang.
2.3 Menggunakan Anggaran untuk Evaluasi Kinerja.
Tujuan : Menjelaskan anggaran fleksibel, dan mendaftar berbagai fitur yang seharusnya dimiliki sebuah
sistem anggaran, untuk mendorong para manajer menerapkan perilaku yang sesuai tujuan
Pertimbangan yang harus diperhatikan agar anggaran dapat digunakan untuk evaluasi kinerja :
1. Menetapkan jumlah yang dianggarkan dibandingkan dengan hasil aktual
2. Melibatkan dampak anggaran terhadap perilaku manusia
Anggaran Statis (static budget ), Adalah anggaran untuk tingkat aktivitas tertentu, anggaran ini
tidak terlalu berguna untuk menyiapkan laporan kinerja. Fleksibel (flexible budget) adalah
anggaran yang memungkinkan suatu perusahaan untuk menghitung perkiraan biaya dalam suatu
tingkat aktivitas, sehingga :
a. Anggaran Fleksibel dapat digunakan untuk menyusun anggaran sebelum adanya tingkat
aktivitas yang diharapkan
b. Anggaran fleksibel dapat digunkan untuk menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan pada
tingkat aktivitas aktual.
c. Anggaran fleksibel membantu manajer mengatasi ketidakpastian dengan memungkinkan
mereka untuk melihat perkiraan hasil pada suatu tingkat aktivitas. Hal ini dapat digunakan
untuk menghasilkan nilai keuangan pada sejumlah scenario yang masuk akal
2.4 Dimensi Perilaku dari Anggaran
Sistem anggaran yang ideal adalah yang mencapai kesesuaian tujuan secara utuh dan secara
simultan menciptakan suatu penggerak bagi manajer untuk mencapai tujuan organisasi secara etis.
Fitur penting yang harus ada untuk mendorong perilaku positif :
a. Umpan balik berkala atas kinerja
b. Insentif uang dan bukan uang
c. Anggaran Partisipatif
d. Standar yang realistis
e. Kemampuan mengendalikan biaya
f. Beberapa pengukuran kinerja
2.5 Anggaran Berdasarkan Aktivitas (Activity Based Budgeting)
Tujuan : Menjelaskan bagaimana cara kerja anggaran berdasarkan aktivitas
Sistem anggaran pada tingkat aktivitas dapat menjadi pendekatan yang berguna untuk mendukung
manajemen perbaikan dan proses yang berkelanjutan, karena dapat digunakan untuk menekan
penurunan biaya melalui peniadaan aktivitas yang tidak berguna dan untuk memperbaiki efisiensi
aktivitas yang diperlukan.
Langkah membangun anggaran berdasarkan aktivitas :
1. Identifikasi aktivitas dalam organisasi
2. Perkirakan permintaan tiap output aktivitas
3. Menilai biaya sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi tingkat aktivitas ini.
Perbedaan prinsip dalam pendekatan anggaran berdasar aktivitas adalah daftar terinci atas aktivitas
dan perkiraan biayanya dalam kategori overhead, penjualan dan administrasi. Anggaran berdasar
aktivitas memiliki potensi untuk lebih akurat daripada anggaran tradisional (anggaran berdasar
fungsi) karena berfokus pada ukuran output untuk tiap aktivitas dan kemudian memungkinkan
seorang manajer untuk memahami perilaku biaya dengan tingkat yang jauh lebih rinci. Anggaran
fleksibel aktivitas juga lebih akurat karena menggunakan rumusan biaya yang tergantung pada
ukuran output tiap aktivitas.