Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN PENDAHULUAN

TUBERCULOSIS PARU
DIPUSKESMAS RAMPAL CELAKET






OLEH :
SITI KHOLIDAH
09010001








PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2012


A. Pengertian

Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menahun menular yang
disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Kuman tersebut
biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara (pernapasan) ke dalam
paru-paru, kemudian menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain
melalui peredaran darah, yaitu : kelenjar limfe, saluran pernafasan atau
penyebaran langsung ke organ tubuh lain (Depkes RI, 2002).
Tuberkulos adalah penyakit infeksius, yang terutama menyerang
parenkim paru. Tuberculosis dapat juga ditularkan ke bagian tubuh lainnya
termasuk meningen, ginjal, tulang dan nodus limfe (Smeltzer 2001).
TBC adalah penyakit infeksi menular dan menahun yang disebabkan
oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis, kuman tersebut biasanya
masuk kedalam tubuh manusia melalui udara (pernafasan) kedalam paru -
paru, kemudian kuman tersebut menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang
lain melalui penyebaran darah, kelenjar limfe, saluran pernafasan, penyebaran
langsung ke organ tubuh lain (Sylvia Anderson 1995 : 753)

B. Etiologi

Penyebab tuberculosis adalah Mycobacterium Tuberkulosis. .Kuman
Mycobacterium Tuberkulosis adalah kuman berbentuk batangaerobik tahan
asam yang tumbuh dengan lambat dan sensitive terhadap panas dan sinar
ultraviolet (Smelzer, 2001: 5584).
Sebagian besar kuman terdiri atas asam lemak (lipid). Lipid inilah
yang membuat kuman lebih tahan terhadap asam dan lebih tahan terhadap
gangguan kimia dan fisik. Kuman dapat tahan hidup pada udara
keringmaupun dalam keadaan dingin (dapat tahan bertahun-tahun
dalam lemaries). Hal ini terjadi karena kuman berada dalam sifat
dormant.Dari sifatdormant ini kuman dapat bangkit kembali dan menjadikan
tuberculosis aktif lagi (Bahar, 1999: 715)
Sifat lain kuman ini adalah kuman aerob, sifat ini menunjukkan bahwa
kuman lebih menyenani jaringan yang lebih tinggi kandungan
oksigennya.Dalam hal ini tekanan oksigen pada bagian apikal paru-parulebih
tinggi daripada bagian lain, sehingga bagian apikal ini merupakan tempat
prediksi penyakit tuberculosis.
Kuman TBC menyebar melalui udara ( batuk, tertawa dan bersin )
dan melepaskan droplet. Sinar matahari langsung dapat mematikan kuman,
akan tetapi kuman dapat hidup beberapa jam dalam suhu kamar (Dep Kes RI
2002).

C. Tanda & Gejala
Tanda dan gejala pada klien secara obyektif adalah :
1. Keadaan postur tubuh klien yang tampak etrangkat kedua bahunya.
2. BB klien biasanya menurun; agak kurus.
3. Demam, dengan suhu tubuh bisa mencapai 40 41 C
4. Batu lama, > 1 bulan atau adanya batuk kronis.
5. Batuk yang kadang disertai hemaptoe.
6. Sesak nafas.
7. Nyeri dada.
8. Malaise, (anorexia, nafsu makan menurun, sakit kepala, nyeri otot,
berkeringat pada malam hari).

D. Komplikasi
Komplikasi Penyakit TB paru bila tidak ditangani dengan benar akan
menimbulkan komplikasi seperti: pleuritis, efusi pleura, empiema,
laringitis,TB usus. Menurut Dep.Kes (2003) komplikasi yang sering terjadi
pada penderita TB Paru stadium lanjut:
1. Hemoptisis berat (perdarahan dari saluran nafas bawah) yang dapat
mengakibatkan kematian karena syok hipovolemik atau tersumbatnya
jalan nafas.
2. Kolaps dari lobus akibat retraksi bronkial.
3. Bronkiectasis dan fribosis pada Paru.
4. Pneumotorak spontan: kolaps spontan karena kerusakan jaringan Paru.
5. Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, ginjal
dan sebagainya.
6. Insufisiensi Kardio Pulmoner


E. Patofisiologi

Individu rentan yang menghirup basil tuberculosis dan terinfeksi.
Bakteri dipindahkan melalui jalan nafas ke alveoli untuk memperbanyak diri,
basil juga dipindahkan melalui system limfe dan pembuluh darah ke area paru
lain dan bagian tubuh lainnya.
Sistem imun tubuh berespon dengan melakukan reaksi inflamasi.
Fagosit menelan banyak bakteri, limfosit specific tuberculosis melisis basil
dan jaringan normal, sehingga mengakibatkan penumpukkan eksudat dalam
alveoli dan menyebabkan bronkopnemonia.
Massa jaringan paru/granuloma (gumpalan basil yang masih hidup dan
yang sudah mati) dikelilingi makrofag membentuk dinding protektif.
Granuloma diubah menjadi massa jaringan fibrosa, yang bagian sentralnya
disebut komplek Ghon. Bahan (bakteri dan makrofag) menjadi nekrotik,
membentuk massa seperti keju. Massa ini dapat mengalami klasifikasi,
membentuk skar kolagenosa. Bakteri menjadi dorman, tanpa perkembangan
penyakit aktif. Individu dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan atau
respon inadekuat sistem imun, maupun karena infeksi ulang dan aktivasi
bakteri dorman. Dalam kasus ini tuberkel ghon memecah, melepaskan bahan
seperti keju ke bronki. Bakteri kemudian menyebar di udara, mengakibatkan
penyebaran lebih lanjut. Paru yang terinfeksi menjadi lebih membengkak
mengakibatkan bronkopnemonia lebih lanjut (Smeltzer, 2001).


















F. Pemeriksaan Diagnostik
Menurut Depkes RI (2002) ada tiga jenis pemeriksaan untuk TB paru yaitu :
1. Pemeriksaan sputum BTA
Diagnosa TB paru pada orang dewasa dapat ditegakkan dengan ditemukan
BTA pada pemeriksaan dahak secara mikroskopis. Hasil pemeriksaan
dirinya akan positif apabila sedikitnya 2 dan 3 sputum SPS (Sewaktu Pagi
Sewaktu) BTA positif. Pemeriksaan sputum juga dapat memberikan
evaluasi terhadap pengobatan yang sudah diberikan.

2. Rontgen
Foto rontgen dada dapat menunjang menegakkan diagnosa TB. Paling
mungkin bila ditemukan infiltrat dengan pembesaran kelenjar hilus atau
kelenjar paratrakeal.

3. Tes Montoux / Tuberculin
Tes ini sering digunakan untuk membantu menegakkan diagnosa TB paru
anak-anak. Biasanya dipakai montoux tes dengan menyuntikkan 0,1 cc
tuberkulin secara intrakutan. Pembacaan dilakukan 48-72 jam setelah
penyuntikan.

G. Penatalaksanaan Medis
Penanggulangan TB paru menurut Depkes RI (2002) adalah dengan
menggunakan obat anti TB (OAT).Dimana tujuan pemberian OAT adalah :
1. Membuat konversi sputum BTA positif menjadi negatif secepat mungkin
melalui kegiatan bakterisid.
2. Mencegah kekambuhan dalam tahun pertama setelah pengobatan dengan
kegiatan sterilisasi.
3. Menghilangkan atau mengurangi gejala dan lesi melalui perbaikan daya
tahan imunologis.

H. Diagnosa Keperawatan
1. Resiko penyebaran infeksi sehubungan dengan perilaku kurang higienis
2. Kurang pengetahuan tentang penyakit, penyebab, cara pencegahan,
perawatandan pengobatann s.d kurangnya informasi dan
keterbatasan mencerap informasi
3. Resiko kerusakan manajemen terapeutik / tatalaksana pengobatan dirumah
(pengobatan terputus) s.d. efek samping obat dan pengobatan jangka
panjang
4. Resiko terjadinya kekambuhan penyakit s.d Ketidaktahuan keluarga dalam
mengerti tentang rumah sehat.
5. Tidak efektifnya bersihan jalan nafas pada salah satu anggota keluarga b.d
Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit











I. Intervensi Keperawatan
Diagnosa Keperawatan : 1. Resiko penyebaran infeksi sehubungan dengan
perilaku kurang higienis
Tujuan umum :
terhindarnya penularan dan penyebaran kuman TBC ke orang-orang terdekat
maupun pada masyarakat sekitar
Intervensi
1. Jelaskan penyebab TB paru adalah basil mycobacterium tuberculosa, dimana
dapat menyerang semua orang baik kecil, tua, muda, kaya,miskin
2. Jelaskan dengan bahasa sederhana tentang cara penularan TB paru yaitu
melalui percikan ludah atau sputum pada waktu klien TB paru : bersin , batuk
dan menguap. Daya tahan tubuh yang dipengaruhi oleh usia, nutrisi dan faktor
faali.
3. Kaji cara keluarga dalam mengambil keputusan untuk mencegah terjadinya
penularan penyakit TB paru.
4. Jelaskan akibat bila tidak dilakukan perawatan pada anggota keluarga
misalnya penularan pada anggota keluarga.
5. Jelaskan cara menghindari penularan TB paru seperti menjaga kondisi tubuh
sebaik mungkin karena dalam kondisi tubuh yang buruk mudahtertular.
6. Motivasi keluarga untuk melakukan usaha pencegahan
7. Jelaskan dan demontrasikan cara hidup sehat seperti : pada saat
batuk, bersin dan menguap sebaiknya mulut dan hidung ditutup, cara
membuang dahak atau ludah yaitu di kloset kemudian di siram, apabila dahak
dibuang dihalaman maka harus diuruk dengan tanah ; alat makan sebaiknya
tersendiri, setelah dipakai sebaiknya disiram dengan
air mendidih kemudian dicuci bersih.
8. Jelaskan dan demontrasikan tentang rumah yang mendukung tidak terjadinya
penularan TB paru, seperti menjaga kebersihan lingkungan dari polusi udara,
ventilasi rumah harus cukup sehingga udara dapat tertukar dengan leluasa,
pencahayaan dalam rumah harus cukup, sinar matahari bisa masuk
secukupnya karena kuman TB dan beberapa kuman lain akanmati bila terkena
sinar matahari.
9. Jelaskan bahwa klien TB perlu dukungan semangat untuk hidup panjangumur
dan jangan putus asa .
10. Jelaskan bahwa klien butuh udara segar.-Demontrasikan cara menciptakan
linkungan rumah yang sehat.
11. Motivasi keluarga untuk mewujudkan lingkungan rumah yang sehat
dengan syarat yaitu fisik (kontruksi harus baik dan kuat serta tidak lembab.).
psikologis (pembagian ruangan yang baik, penataan perabot yang rapi,
kelengkapan fasilitas sanitasi) dan fisiologis (fentilasi
harus baik, pencahayaan harus cukup dan terhindar dari kebisingan)
12. Kaji pengetahuan keluarga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yangada
di masyarakat
13. Jelaskan kepada keluarga tentang manfaat fasilitas keluarga-jelaskan bahwa
pengobatan TB paru perlu kesabaran karena harus rajin berobat dan paling
sedikit 6 bulan.
14. Jelaskan tentang jadwal pemeriksaan spetum yaitu , kantrol sputum
BTAdilakukan sebulan sekali, bila sudah negatif sputum BTA tetap diperiksa
sedikitnya sampai tiga kali berturut-turut
15. Jelaskan bahwa pemeriksaan radiologis dilakukan tiap tiga bulan sekali.
16. Jelaskan bila klien di runah mengalami sesuatu misal batuk darah, maka
anjurkan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan meskipun belum waktunya
kontrol.

2. Diagnosa Keperawatan : Kurang pengetahuan tentang penyakit, penyebab, cara
pencegahan, perawatandan pengobatann s.d kurangnya informasi dan
keterbatasan mencerap informasi
Tujuan Umum :
keluarga mampu melakukan tindakan untuk mencegahterjadinya penularan
penyakit TB paru pada anggota.
Intervensi
1. Jelaskan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah
dimengerti tentang gejala penyakit Tb paru seperti klien merasa lesu, pucat,
anorexia, demam dimalam hari dengan atau tanpa berkeringat dingin, sesak
nafas, batuk/batuk darah.
2. Jelaskan bahwa batuk darah yang hebat dapat mengakibatkan pneumonia
aspirasi, tersumbatnya jalan nafas.-kaji pengetahuan keluarga tentang cara
cara pemecahan masalah yang tepat.
3. Jelaskan cara prinsip pemecahan masalah pada TB
paru yaitu dengan pengobatan dan perawatan yang tepat dan teratur.
4. Jelaskan akibat bila Tb paru tidak diobati dalam jangka waktu yang lama
dapat menimbulkan komplikasi seperti batuk darah.
5. kaji pengetahuan keluarga tentang tata cara perawatan klien TB paru.
6. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti tentang perawatan klien
TB paru : makan yang banyak dan bergizi tinggi, istirahat yang cukup
, pikiran diusahakan santai hindari stres yang berlarut larut, berhenti
merokok dan hindari polusi udara. Gerak badan dianjurkan bila penyakit
tampak sembuh.
7. Jelaskan pengobatan TB paru dan cara minum obat serta berapa lama harus
minum obat

3. Diagnosa Keperawatan :
Resiko kerusakan manajemen terapeutik / tatalaksana pengobatan dirumah
(pengobatan terputus) s.d. efek samping obat dan pengobatan jangka panjang
Tujuan : Keluarga memahami tentang kondisi, tindakan pencegahan
infeksi, penatalaksanaan stress, faktor pemberat, tanda dan gejala
komplikasi, dan sumber-sumber di komunitas yang dapat digunakan.
Kriteria hasil :
a. Menunjukkan niat untuk berbagi masalah dengan anggota keluarga
yanglain atau teman yang dapat dipercaya.
b. Menyebutkan efek samping obat.
c. Mengidentifikasi strategi untuk mengurangi stress.
d. Mengidentifikasi tanda - tanda dan gejala yang harus dilaporkan pada
tenaga kesehatan.
e. Menggambarkan penatalaksanaan jangka panjang penyakit.
f. Menyebutkan manfaat penggunaan gelang Kewaspadaan-Medis.
Intervensi :
1. Ajarkan mengenai diagnosis dan penatalaksanaan penyakit
jangka panjang untuk menentukan tingkat pembelajaran klien-keluarga.
2. Ajarkan inkompatibilitas obat - obatan
3. Ajarkan pemberian obat-obatan.
4. Ajarkan strategi penatalaksanaan stess : gunakan tehnik
relaksasi, bimbingan imajinasi, rujuk ke sumber komunitas untuk progra
m penatalaksanaan stress.
5. Ajarkan konservasi energi.
6. Informasikan klien tentang faktor yang diketahui mencetuskaneksaserbasi
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 10

DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer and Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC
Adrian Taufik. 2009. Tuberkulosis Paru
http://www.scribd.com/doc/79178917/askep-keluarga-tbc
http://assalamualaikum-indah.blogspot.com/2011/07/asuhan-keperawatan-
keluarga-ny-s-dengan.html






















D3 Keperawatan FIKES UMM Page 11

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA NY. M
DENGAN TUBERCULOSIS
DIKEDIAMAN NY. M










OLEH :

SITI KHOLIDAH
09010001











PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2012



D3 Keperawatan FIKES UMM Page 12

KEPERAWATAN KELUARGA


I. PENGKAJIAN Tanggal : 16 mei 2012

A. Identitas Klien/Keluarga
Nama : Ny. M
Umur : 66 Tahun
Alamat : Jl.
No. Telp : -
Pendidikan : SD ( Belum Tamat )
Suku : Jawa
Agama : Islam
Status Sosial Ekonomi Keluarga : Rata rata semua anggota keluarga mencari
penghasilan dengan cara berbisnis. Penghasilan yang paling sering didapatkan
melalui penjualan burung burung peliharaan yang dirawat.
Aktifitas Rekreasi Keluarga: Keluarga hanya berpergian ke luar kota jika ada
kepentingan keluarga atau kepentingan pekerjaan.

Data Anggota Keluarga
No Nama (Inisial) Gender (L/P) Umur Hub. Kelg dg
KK
Pendidikan Pekerjaan
1 Bpk. M L 75 thn Suami SD Swasta
2 Ibu. M W 66 thn Istri ( Klien) SD IRT
3 Ny. U W 30 thn Anak SMP IRT
4 Tn. R L 28 thn Anak SMA Swasta
5 Tn. T L 30 thn Menantu SMP Swasta
6 By. S L 8 bln Cucu - -
7

Tipe keluarga :
Keluarga inti ( ) Keluarga besar ( ) Keluarga campuran ( +) Single Parent ( )

D3 Keperawatan FIKES UMM Page 13

Genogram :








`= Orang Tua ( Meninggal )

= Orang Tua ( Meninggal )

= Suami Klien

= Klien

+ = Anak Klien


B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap perkembangan keluarga saat ini : Semua keluarga mengembangkan
usahanya dengan cara bekerja sama dengan orang lain ( atau rekan kerja )
Tugas perkembangan keluarga : Dpt dijalankan ( + ) Tdk dpt dijalankan ( )
Riwayat kesehatan keluarga saat ini : Semua anggota keluarga tidak
merasakan kesehatannya terganggu terkecuali klien yang sedang melakukan
pengobatan jalan.
Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya (yang lalu) : Sebelum Ny. M terkena
penyakit TB Paru, salah satu anggota keluarga ada yang mengidap penyakit yang
sama seperti Ny. M yaitu Bapak dari Ny. M. Akan tetapi beliau sudah meninggal
sekitar 60 tahun yang lalu. Selain itu, suami dari Ny. M 2 tahun yang lalu juga
menderita penyakit seperti Ny. M, hal itu disebabkan karena suaminya pada saat
itu adalah perokok berat.

D3 Keperawatan FIKES UMM Page 14

C. Data Lingkungan
Karakteristik rumah :
Ventilasi : ( + ) < 10 % luas lantai ( ) 10 % luas lantai
Pencahayaan : ( ) baik ( + ) kurang
Lantai : ( ) semen ( + ) tegel ( ) keramik ( ) tanah
( ) lainnya, ...........................
Kebersihan Rumah : ( + ) baik ( ) kurang
Jenis Bangunan : ( +) permanen ( ) semi permanen ( ) non permanen

Denah rumah:

Kamar



Kamar Kamar Kamar
Tn. R Ny. U Bpk. M
Tn. T Tempat Ibu. M
By. S Peliharaan

Karakteristik tetangga dan komunitasnya : Padat penduduk ( + )
Tdk padat penduduk ( )
Mobilitas geografis keluarga : Baik ( + ) Kurang ( )
Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat : Baik ( + ) Kurang ( )
Sistem pendukung keluarga : Ada ( + ) Tidak ada ( )

D. Struktur Keluarga
Pola komunikasi keluarga : Baik ( + ) Disfungsional ( )
Peran dalam keluarga : Tdk ada masalah (+) Ada masalah ( )
Nilai atau norma keluarga : Tdk ada konflik nilai (+) Ada konflik nilai ( )




D3 Keperawatan FIKES UMM Page 15

E. Fungsi Keluarga
Fungsi afektif : Berfungsi (+) Tidak berfungsi ( )
Fungsi sosial : Berfungsi (+ ) Tidak berfungsi ( )
Fungsi ekonomi : Baik (+) Kurang baik ( )
Fungsi perawatan kesehatan:
Pengetahuan tentang masalah kesehatan : Baik ( ) Tidak (+)
Pencegahan penyakit : Baik ( ) Tidak (+)
Perawatan penyakit : Baik ( ) Tidak (+)
Pemanfaatan layanan kesehatan : Baik (+) Tidak ( )

F. Stress dan Koping Keluarga
Stresor yang dihadapi keluarga : Semua keluarga hanya mengalami stres jika
penghasilan ekonominya menurun
Kemampuan keluarga berespons terhadap stresor : Baik (+) Tidak ( )
Strategi koping yang digunakan : Efektif (+) Tidak Efektif ( )

G. Pemeriksaan Fisik (Klien/keluarga)
Tanda-tanda vital
TD : 100/80 mmHg Nadi: 82
x
/mnt RR: 22
x
/mnt
Suhu: 365
o
C TB :155Cm BB: 51 Kg

Status mental Sistem Kardiovaskular Nyeri Spesifik
( - ) Bingung ( - ) Aritmia Lokasi : ............................
( - ) Cemas (+) Nyeri dada Tipe : ............................
( - ) Disorentasi ( - ) Distensi vena jugularis Durasi : ............................
( - ) Depresi ( - ) Jantung berdebar Itensitas: ...........................
( - ) Menarik diri
Sistem pernafasan Sistem Integumen Sistem Perkemihan
( - ) Stridor ( - ) Sianosi ( - ) Disuria
( - ) Wheezing ( - ) Akral Dingin ( - ) Hematuria
( - ) Ronchi ( - ) Diaporesis ( - ) Frekuensi
( + ) Akumulasi sputum ( - ) Jaunice ( - ) Retensi
( - ) Luka ( - ) Inkontinesia
( - ) CRT >2detik
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 16

Sistem Pencernaan Sistem Musculoskeletal Sistem Persarafan
( - ) Intake cairan kurang ( - ) Tonus otot kurang ( - ) Nyeri kepala
( - ) Mual/muntah ( - ) Paralisis ( - ) Pusing
( - ) Nyeri perut ( - ) Hemiparesis ( - ) Tremor
( - ) Muntah darah ( - ) ROM kurang ( - ) Reflek pupil anisokor
( - ) Flatus ( - ) Gangg.Keseimbangan Paralisis:
( - ) Lengan kanan/kiri
( - ) Distensi abdomen ( - ) Kaki kanan/kiri
( - ) Colostomy ( - ) Anestesi daerah perifer
( - ) Diare
( - ) Konstipasi
( - ) Bising usus
( - ) Terpasang sonde

Riwayat pengobatan: Alergi Obat ( ) Tdk Alergi ( +)
Sebutkan: .................................................................................................................
Jenis obat yang dikonsumsi : Pyrazinamide 400 mg / Ethambutol
Dosis pakai : Tiap pagi 3 kapsul langsung minum dalam 1 hari.
Pengobatan Fase : Awal intensif
Pemeriksaan Laboratorium:
Gula darah puasa/2jam PP/Acak : -
BUN : -
Kadar asam urat : -
Ureatinin : -
Bilirubin : -
SGOT : -
SGPT : -

Pemeriksaan penunjang lainnya:
.Cek Sputum : 16 MEI 2012 Sewaktu ( - )
16 MEI 2012 Pagi ( - )
16 MEI 2012 Sewaktu ( - )
Hasil : Negatif

D3 Keperawatan FIKES UMM Page 17

Tingkat Kemandirian Dalam Kehidupan Sehari-hari, dengan memberikan
tanda pada kolom yang sesuai.















Harapan Keluarga (Petugas Kesehatan)
Keluarga Ny. M menginginkan dari pihak kesehatan / perawat dari memberikan
sebuah pengetahuan tentang penyakit yang diderita salah satu anggota
keluarganya.


Malang, Tgl 20 MEI 2012
Nama Perawat / tanda tangan


( SITI KHOLIDAH )






No. Jenis Kegiatan Sehari-hari Mandiri Dengan
Bantuan
1 Makan dan minum
2 Berpindah dari kursi ke tempat tidur dan sebaliknya
3 Kebersihan diri: cuci muka, menyisir, mencukur
dan aktifitas di kamar mandi.

4 Berjalan dijalan yang datar
5 Naik turun tangga
6 Berpakaian termasuk mengenakan sepatu
7 Mengontrol buang air besar
8 Mengontrol buang air kecil
9 Olah raga/Latihan fisik
10 Pemanfaatan waktu luang
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 18

ANALISA DATA
No Data fokus Masalah Penyebab
1






















2.



DS : Klien mengatakan masih
sering batuk dalam tiap harinya.
Keluarga klien mengatakan
apakah penyakit ini
menular.
DO :
Klien tampak kurus.
BB 51 KG
TTV klien normal :
TD : 110/90 mmHg, RR :
20x/menit
Keluarga bertanya tanya
kepada petugas kesehatan
tentang penyakit ibunya.
Tidak ada pemisahan alat
makanan antara klien dan
anggota keluarga
Baik Klien dan keluarga
tidak menggunakan
pemakaian masker saat
berkomunikasi

DS : Keluarga klien mengatakan
tidak tahu apa yang menyebabkan
ibunya terkena penyakit TBC
DO :
Keluarga klien selalu
bertanya kepada petugas
kesehatan tentang penyakit
TBC
Tidak ada pemisahan alat
Resiko terjadinya
penularan penyakit





















Kurangnya pengetahuan







Ketidaktahuan keluarga
dalam mengenal masalah
kesehatan penyakit




















Ketidakmampuan
keluarga mengenal
masalah kesehatan





D3 Keperawatan FIKES UMM Page 19













3.











makanan antara klien dan
anggota keluarga
Baik Klien dan keluarga
tidak menggunakan
pemakaian masker saat
berkomunikasi.
DS : Keluarga klien mengatakan
bahwa kondisi rumahnya
dipenuhi dengan peliharaan
hewan.
DO :
Terdapat hewan Peliharaan
didalam rumah seperti (
ayam dan burung )
ventilasi/ sirkulasi udara
didalam rumah kurang,
Lingkungan padat
penduduk
Pencahayaan rumah kurang

DS : Keluarga mengatakan tidak
tahu bahwa lingkungan yang
tidak sehat dapat berpengaruh
terjadinya penyakit TBC.

DO :
Terdapat hewan Peliharaan
didalam rumah seperti (
ayam dan burung )
ventilasi/ sirkulasi udara
didalam rumah kurang,
Lingkungan padat







Resiko terjadinya
kekambuhan penyakit












Kondisi lingkungan
yang tidak sehat







Ketidaktahuan keluarga
dalam mengerti tentang
rumah sehat.











Ketidakmampuan
keluarga memelihara
lingkungan yang sehat

D3 Keperawatan FIKES UMM Page 20




4












PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
No Diagnosa Keperawatan Keluarga ( PES )

1

Resiko tinggi terjadinya penularan penyakit b/d Ketidaktahuan keluarga dalam
mengenal masalah kesehatan


2

Kurangnya pengetahuan tentang penyakit, penyebab, cara pencegahan dan perawatan
b/d ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan

3

Resiko kekambuhan penyakit b/d ketidaktahuan keluarga dalam mengenal tentang
rumah sehat

4

Kondisi lingkungan yang tidak sehat b/d ketidakmampuan keluarga memelihara
lingkungan yang sehat
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 21


5



PERENCANAAN
Prioritas diagnosa keperawatan keluarga ( perhitungan skor terlampir )
Prioritas Diagnosa Keperawatan Keluarga Skor

1

Resiko tinggi terjadinya penularan penyakit b/d Ketidaktahuan
keluarga dalam mengenal masalah kesehatan

4 1/3

2

Kurangnya pengetahuan tentang penyakit, penyebab, cara
pencegahan dan perawatan b/d ketidakmampuan mengenal masalah
kesehatan
3 1/3

3

Resiko kekambuhan penyakit b/d ketidaktahuan keluarga dalam
mengenal tentang rumah sehat
2 1/3

4

Kondisi lingkungan yang tidak sehat b/d ketidakmampuan keluarga
memelihara lingkungan yang sehat
2 1/3

5







SKORING PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
Diagnosa Keperawatan Keluarga : Resiko tinggi terjadinya penularan penyakit b/d
Ketidaktahuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan

Kriteria Skore Pembenaran
1. Sifat Masalah ( bobot 1 )
Skala :
3 = aktual
2 = resiko
1 = sejahtera







3/3 x 1
- Perlu adanya pencegahan dengan
pendidikan kesehatan yang tepat
- Dapat dicegah dengan pendidikan
kesehatan
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 22


2. Kemungkinan masalah dapat
diubah ( bobot 2 )
Skala :
2 = Mudah
1 = Cukup
0 = Tidak dapat







x 2
- Lingkungan rumah tidak mendukung
- Resiko tinggi dapat dikurangi dengan
pendidikan kesehatan
3. Potensi masalah untuk dicegah
( bobot 1 )
Skala :
3 = Tinggi
2 = Cukup
1 = Rendah







2/3 x 1
- Untuk mengatasi masalah
membutuhkan pemeliharaan
lingkungan yang mendukung
kesehatan
4. Menonjolnya masalah
Skala : ( bobot 1 )
2 = Berat, segera ditangani
1 = Tidak perlu segera ditangani
0 = Tidak dirasakan






0/2 x 1
- Masalah dirasakan dan sudah berusaha
melakukan pengobatan

SKORING PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
Diagnosa Keperawatan Keluarga : Kurangnya pengetahuan tentang penyakit, penyebab, cara
pencegahan dan perawatan b/d ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan
Kriteria Skore Pembenaran
1. Sifat Masalah ( bobot 1 )
Skala :
3 = aktual
2 = resiko
1 = sejahtera






3/3 x 1
- Perlu adanya pencegahan dengan
pendidikan kesehatan yang tepat
- Dapat dicegah dengan pendidikan
kesehatan
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 23


2. Kemungkinan masalah dapat
diubah ( bobot 2 )
Skala :
2 = Mudah
1 = Cukup
0 = Tidak dapat







2/2 x 2
Kurangnya pengetahuan tentang penyakit
dapat diubah melalui pemberian
pendidikan kesehatan
3. Potensi masalah untuk dicegah
( bobot 1 )
Skala :
3 = Tinggi
2 = Cukup
1 = Rendah







2/3 x 1
Untuk mengatasi kurangnya pengetahuan
dibutuhkan informasi yang cukup tentang
kesehatan
4. Menonjolnya masalah
Skala :
2 = Berat, segera ditangani
1 = Tidak perlu segera ditangani
0 = Tidak dirasakan







0/2 x 1
Keluarga tidak merasakan jika
pengetahuannya tentang penyakit itu
rendah


SKORING PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
Diagnosa Keperawatan Keluarga : Resiko kekambuhan penyakit b/d ketidaktahuan keluarga
dalam mengenal tentang rumah sehat
Kriteria Skore Pembenaran
1. Sifat Masalah ( bobot 1 )
Skala :
3 = aktual
2 = resiko
1 = sejahtera





2/3 x 1
Perlu pendidikan kesehatan tentang
pentingnya rumah sehat
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 24



2. Kemungkinan masalah dapat
diubah ( bobot 2 )
Skala :
2 = Mudah
1 = Cukup
0 = Tidak dapat







x 2
Masalah dapat dicegah dengan pendidikan
kesehatan
3. Potensi masalah untuk dicegah
( bobot 1 )
Skala :
3 = Tinggi
2 = Cukup
1 = Rendah







2/3 x 1
Dengan tindakan nyata keluarga dapat
memelihara lingkungan yang sehat
4. Menonjolnya masalah
( bobot 1 )
Skala :
2 = Berat, segera ditangani
1 = Tidak perlu segera ditangani
0 = Tidak dirasakan







0/2 x 1
Keluarga merasa tidak ada masalah
terhadap keadaan rumah dan
lingkungannya

SKORING PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
Diagnosa Keperawatan Keluarga : Kondisi lingkungan yang tidak sehat b/d ketidakmampuan
keluarga memelihara lingkungan yang sehat
Kriteria Skore Pembenaran
1. Sifat Masalah ( bobot 1 )
Skala :
3 = aktual
2 = resiko
1 = sejahtera




2/3 x 1
Perlu pendidikan kesehatan tentang
pentingnya rumah sehat
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 25




2. Kemungkinan masalah dapat
diubah ( bobot 2 )
Skala :
2 = Mudah
1 = Cukup
0 = Tidak dapat







x 2
Masalah dapat dicegah dengan pendidikan
kesehatan
3. Potensi masalah untuk dicegah
( bobot 1 )
Skala :
3 = Tinggi
2 = Cukup
1 = Rendah







2/3 x 1
Dengan tindakan nyata keluarga dapat
memelihara lingkungan yang sehat
4. Menonjolnya masalah
Skala :
2 = Berat, segera ditangani
1 = Tidak perlu segera ditangani
0 = Tidak dirasakan






0/2 x 1
Keluarga merasa tidak ada masalah
terhadap keadaan rumah dan
lingkungannya



RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

No Diagnosa
Keperawatan
Tujuan Umum
dan Khusus
Kriteria Hasil Rencana Tindakan
1







Resiko tinggi
terjadinya penularan
penyakit b/d
Ketidaktahuan
keluarga dalam
Terhindarnya
penularan dan
penyebaran
kuman TBC ke
orang-orang
- Keluarga klien
dapat
membedakan
kebutuhan
sehari-hari
1. Jelaskan pengertian
tentang TBC
2. Jelaskan dengan
bahasa sederhana
tentang cara
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 26






































2












mengenal masalah
kesehatan























Kurangnya
pengetahuan tentang
penyakit, penyebab,
cara pencegahan dan
perawatan b/d
ketidakmampuan
mengenal masalah
kesehatan
terdekat dan
masyarakat
sekitar






















Setelah dilakukan
kunjungan
selama 2 x 40
menit Keluarga
mampu
melakukan
tindakan untuk
mencegah
dengan klien
- Keluarga dapat
terhindar dari
penularan
penyakit TBC
- Menunjukan
keantusiasan
dalam
diberikan
penyuluhan
tentang TBC
- Klien maupun
keluarga dapat
mengerti
tentang
penyakit TBC
- Klien dan
keluarga dapat
mengetahui
pencegahan
dan penularan
TBC



- Menunjukan
keantusiasan
dalam
diberikan
penyuluhan
tentang TBC
- Klien maupun
keluarga dapat
penularan TBC
3. Jelaskan cara
menghindari
penularan TBC
4. Motivasi keluarga
untuk melakukan
usaha pencegahan
5. Berikan penyuluhan
tentang penyakit TBC
















1. Berikan penyuluhan
tentang TBC
2. Jelaskan dengan
bahasa yang
sederhana dan mudah
dimengerti
3. Kaji pengetahuan
keluarga tentang TBC
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 27

































3














4










Kondisi lingkungan
yang tidak sehat b/d
ketidakmampuan
keluarga
memelihara
lingkungan yang
sehat















Resiko kekambuhan
terjadinya
penularan TBC
pada lainanggota
keluarga dan
orang





Setelah dilakukan
kunjungan
selama 2 x 40
menit keluarga
mampu
memelihara
lingkungan yang
sehat disekitar
rumah













Setelah dilakukan
mengerti
tentang
penyakit TBC
- Klien dan
keluarga dapat
mengetahui
pencegahan
dan penularan
TBC

- Dapat
melakukan
tindakan nyata
memelihara
lingkungan
sekitar rumah
- Keluarga tidak
ada masalah
dengan
keadaan rumah
dan
lingkungan
rumah









- Dapat
4. Jelaskan akibat dari
penyakit TBC jika
tidak diobati







1. Kaji keadaan
lingkungan sekitar
rumah
2. Diskusikan dengan
keluarga tentang
pemeliharaan
lingkungan yang
sehat
3. Anjurkan kepada
keluarga untuk
membersihkan
lingkungan rumah
4. Anjurkan kepada
keluarga untuk tidak
meletakkan hewan
peliharaan didalam
rumah
5. Berikan penyuluhan
tentang rumah sehat



1. Kaji keadaan
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 28

penyakit b/d
ketidaktahuan
keluarga dalam
mengenal tentang
rumah sehat
















kunjungan
selama 2 x 40
menit keluarga
mampu
memelihara
lingkungan yang
sehat disekitar
rumah
mengurangi
resiko
kekambuhan
penyakit
- Dapat
melakukan
tindakan nyata
memelihara
lingkungan
sekitar rumah
- Keluarga tidak
ada masalah
dengan
keadaan rumah
dan
lingkungan
rumah

lingkungan sekitar
rumah
2. Diskusikan dengan
keluarga tentang
pemeliharaan
lingkungan yang
sehat
3. Anjurkan kepada
keluarga untuk
membersihkan
lingkungan rumah
4. Anjurkan kepada
keluarga untuk tidak
meletakkan hewan
peliharaan didalam
rumah
5. Berikan penyuluhan
tentang rumah sehat








IMPLEMENTASI
No
DX
Tanggal
Tindakan
Tindakan Keperawtatan Keluarga TTD
1 & 2




20 MEI 2012
Jam 11.00
selesai


1. Menjelaskan pengertian tentang TBC
2. Menjelaskan dengan bahasa sederhana
tentang cara penularan TBC

D3 Keperawatan FIKES UMM Page 29












3 & 4











20 MEI 2012
Jam 11.00 -
selesai

3. Menjelaskan cara menghindari penularan
TBC
4. Memberikan motivasi keluarga untuk
melakukan usaha pencegahan
5. Memberikan masker untuk mencegah
terjadinya penularan
6. Berikan penyuluhan tentang penyakit TBC

1. Kaji keadaan lingkungan sekitar rumah
2. Diskusikan dengan keluarga tentang
pemeliharaan lingkungan yang sehat
3. Anjurkan kepada keluarga untuk
membersihkan lingkungan rumah
4. Anjurkan kepada keluarga untuk tidak
meletakkan hewan peliharaan didalam
rumah
5. Berikan penyuluhan tentang rumah sehat












Evaluasi

No Kunjungan Pertama Kunjungan Kedua Kunjungan Ketiga
1



S :
Klien mengatakan masih
sering batuk dalam tiap
S :
Kelurga mengatakan jika
klien hanya memakai masker
S :
Keluarga mengatakan sangat
mau untuk dilakukan
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 30









































2









harinya.
Keluarga klien mengatakan
apakah penyakit ini menular.

O :
Klien tampak kurus.
BB 51 KG
TTV : TD : 110/90
mmHg, RR : 20x/menit
Keluarga bertanya
tanya kepada petugas
kesehatan tentang
penyakit ibunya.
Tidak ada pemisahan
alat makanan antara
klien dan anggota
keluarga
Baik Klien dan keluarga
tidak menggunakan
pemakaian masker saat
berkomunikasi
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi



S : Klien mengatakan masih
sering batuk dalam tiap
harinya.
Keluarga klien mengatakan
apakah penyakit ini menular.

O :
jika membersihkan kandang
ayam.
Keluarga klien mengatakan
apakah penyakit ini menular.
O :
Keluarga bertanya tanya
kepada petugas kesehatan
tentang penyakit ibunya.
Tidak ada pemisahan alat
makanan antara klien dan
anggota keluarga
Baik Klien dan keluarga
tidak menggunakan
pemakaian masker saat
berkomunikasi






A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi



S : Keluarga mengatakan jika
klien hanya memakai masker
jika membersihkan kandang
ayam.
Keluarga klien mengatakan
apakah penyakit ini menular.
O :
penyuluhan tentang penyakit
TBC dikediamannya.


O :
Penyuluhan tentang TBC
dilaksanakan pada hari
kamis tanggal 12 april 2012
dikediaman Ny. M
Keluarga bertanya tanya
kepada petugas kesehatan
tentang penyakit ibunya.
Keluarga dapat memahami
dan mengerti tentang
penyuluhan yang diberikan
Keluarga mengucapkan
terima kasih atas pemberian
masker.



A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan



S : Keluarga mengatakan
sangat mau untuk dilakukan
penyuluhan tentang penyakit
TBC dikediamannya.


O :
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 31









































3









Keluarga bertanya
tanya kepada petugas
kesehatan tentang
penyakit ibunya.
Tidak ada pemisahan
alat makanan antara
klien dan anggota
keluarga
Baik Klien dan keluarga
tidak menggunakan
pemakaian masker saat
berkomunikasi




A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi








S :
Keluarga klien mengatakan
bahwa kondisi rumahnya
dipenuhi dengan peliharaan
hewan.
O :
Terdapat hewan
Keluarga bertanya tanya
kepada petugas kesehatan
tentang penyakit ibunya.
Tidak ada pemisahan alat
makanan antara klien dan
anggota keluarga
Baik Klien dan keluarga
tidak menggunakan
pemakaian masker saat
berkomunikasi






A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi








S :
Keluarga klien mengatakan
apakah kondisi rumah yang
seperti ini dapat berpengaruh
terhadap penyakit ibunya.
O :
Terdapat hewan
Penyuluhan tentang TBC
dilaksanakan pada hari
kamis tanggal 12 april 2012
dikediaman Ny. W
Keluarga bertanya tanya
kepada petugas kesehatan
tentang penyakit ibunya.
Keluarga dapat memahami
dan mengerti tentang
penyuluhan yang diberikan
Keluarga mengucapkan
terima kasih atas pemberian
masker.



A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan








S :
Keluarga klien mengatakan
mengapa lingkungan yang
kotor dapat beresiko terjadinya
penyakit TBC
O :
Terdapat hewan
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 32









































4






Peliharaan didalam
rumah seperti ( ayam
dan burung )
ventilasi/ sirkulasi
udara didalam rumah
kurang,
Lingkungan padat
penduduk
Pencahayaan rumah
kurang







A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi







S :
Keluarga klien mengatakan
bahwa kondisi rumahnya
dipenuhi dengan peliharaan
hewan.
O :
Terdapat hewan
Peliharaan didalam
rumah seperti ( ayam
dan burung )
Klien selalu bertanya
tentang faktor resiko
terjadinya kekambuhan
penyakit ibunya
ventilasi/ sirkulasi
udara didalam rumah
kurang,
Lingkungan padat
penduduk
Pencahayaan rumah
kurang



A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi







S :
Keluarga klien mengatakan
apakah kondisi rumah yang
seperti ini dapat berpengaruh
terhadap penyakit ibunya.
O :
Terdapat hewan
Peliharaan didalam
rumah seperti ( ayam dan
burung )
Pemberian penyuluhan
TBC dan pengertian
Rumah sehat
dilaksanakan pada
tanggal 12 April 2012
Klien selalu bertanya
akan lingkungan sekitar
rumahnya beresiko
terjadinya penyakit TBC
atau tidak
Keluarga dapat
memahami penyuluhan
yang diberikan

A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi







S :
Keluarga klien mengatakan
belum memahami tentang
keadaan rumah yang sehat itu
seperti apa
O :
Terdapat hewan
D3 Keperawatan FIKES UMM Page 33





































Peliharaan didalam
rumah seperti ( ayam
dan burung )
ventilasi/ sirkulasi
udara didalam rumah
kurang,
Lingkungan padat
penduduk
Pencahayaan rumah
kurang







A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi

Peliharaan didalam
rumah seperti ( ayam
dan burung )
Klien selalu bertanya
tentang faktor resiko
terjadinya kekambuhan
penyakit ibunya
ventilasi/ sirkulasi
udara didalam rumah
kurang,
Lingkungan padat
penduduk
Pencahayaan rumah
kurang



A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
Peliharaan didalam
rumah seperti ( ayam dan
burung )
Pemberian penyuluhan
TBC dan pengertian
Rumah sehat
dilaksanakan pada
tanggal 12 April 2012
Klien selalu bertanya
akan lingkungan sekitar
rumahnya beresiko
terjadinya penyakit TBC
atau tidak
Keluarga dapat
memahami penyuluhan
yang diberikan

A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi



D3 Keperawatan FIKES UMM Page 34