Anda di halaman 1dari 4

1) Otak.

Manusia di dunia mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda. Ada orang yang sangat pandai atau
sering disebut jenius, ada orang yang kecerdasannya sedang atau biasa, dan adapula orang yang
bodoh atau kurang cerdas. Mengapa terdapat perbedaan kecerdasan pada setiap orang? Pusat
kecerdasan tersebut terletak di dalam otak.

Gambar 1.5 Otak
Otak manusia dewasa memiliki berat 1,5 kg dan wujudnya dalam keadaan lembek seperti
alpukat yang matang. Berkat adanya tulang tengkorak itulah, maka otak dapat terlindung dari
benturan yang datang dari luar. Otak manusia itu ibarat komputer, dapat terisi data atau program
tertentu dan banyak file yang dapat tersimpan di sana. Apabila Anda ingin mengingat peristiwa
yang telah terjadi, maka otak akan menampilkan kembali semacam rekaman atas peristiwa itu.
Otak manusia terdiri atas bagian kiri dan kanan. Masing-masing bagian mempunyai tugas
tersendiri. Otak kiri mengatur kegiatan bagian kanan tubuh, sebaliknya otak kanan mengatur
kegiatan bagian kiri tubuh. Otak dibungkus oleh tiga membran pelindung yang disebut meninges.
Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis. Di antara
dua membran sebelah dalam ada cairan serebrospinal yang berfungsi sebagai bantalan bagi otak
terhadap goncangan atau benturan. Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah
sebagai berikut.
1. Durameter; merupakan lapisan terluar dan selaput yang kuat serta bersatu dengan
tengkorak.
2. Araknoid; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Terletak
diantara duramater dan parameter. Di dalamnya terdapat cairan serebrospinalis; semacam
cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput araknoid adalah
sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.
3. Piameter. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan
otak. Agaknya lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut
bahan sisa metabolisme.
Otak memiliki empat kamar berupa ventrikel yang terisi juga oleh cairan serebrospinal.
Sel-sel yang melapisi ventikel dilengkapi dengan silia yang berfungsi untuk menjaga agar cairan
serebrospinal tetap beredar. Antara dua ventrikel terdapat alas kapiler yang luas sehingga dapat
memungkinkan pertukaran bahan antara darah dan cairan serebrospinal. Di dalam otak terdapat
12 pasang saraf kranial. Adapun otak sendiri dapat dibedakan menjadi otak depan, otak tengah,
dan otak belakang untuk mengetahui lebih mendetail dapat Anda simak penjelasan di bawah ini!
A. Otak Depan
Forebrain adalah otak yang terletak di bagian depan. Otak pada bagian ini bertanggung jawab
dalam berbagai fungsi, seperti menerima dan memroses informasi, berpikir, merasakan, mengerti
dan mengeluarkan bahasa, serta mengendalikan fungsi motorik otot. Otak depan terdiri dari :
a. Otak Besar (Cerebrum)
Pertumbuhan otak lebih baik daripada pertumbuhan sumsum tulang belakang. Makin tinggi
nilai perbandingan antara otak dan sumsum tulang belakang, makin tinggi tingkat
kecerdasannya. Otak besar terletak di bagian paling depan dengan struktur yang menonjol yang
disebut dengan serebrum. Bagian ini memiliki dua belahan, yaitu kiri dan kanan. Bagian kiri
mengkoordinasikan bagian tubuh sebelah kanan, sedangkan otak bagian kanan mengatur dan
mengkoordinasikan bagian tubuh sebelah kiri. Otak besar merupakan sumber dari semua
kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan
refleks otak. Bagian ini juga merupakan pusat kesadaran, ingatan, kemauan, dan kegiatan
fisiologis selain itu otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu
yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan
pertimbangan. Berikut ini adalah bagian dari otak besar, yaitu
(1) Korteks
Korteks merupakan bagian luar dari serebrum. Bagian ini terbuat dari bahan abu-abu, yaitu
massa badan sel. Keadaan korteks memiliki permukaan yang berlipat-lipat sehingga dapat
memperluas permukaannya.
(2) Lapisan Dalam
Pada lapisan ini terdapat serabut saraf bermielin yang disusun dari bahan putih.
Di bagian otak besar ini terdapat talamus, hipotalamus, bagian dari kelenjar pituitari, dan
kelenjar pineal. Talamus merupakan penjaga pintu gerbang pada korteks serebrum. Semua pesan
sensori yang sampai ke otak harus melalui talamus terlebih dahulu agar dapat dirasakan secara
sadar, kecuali bau semua rangsangan dari reseptor diterima talamus dan kemudian diteruskan ke
area sensorik serebrum.
Hipotalamus berfungsi sebagai pusat koordinasi bagi banyak kegiatan organ-organ
dalam. Selain itu, hipotalamus juga berfungsi untuk mengatur suhu dan kandungan air dalam
darah. Hipotalamus juga merupakan penghasil hormon. Hormon yang dihasilkan, antara lain
oksitosin dan ADH (antideuretik hormon) yang tersimpan di lobus posterior pada pituitari, serta
TSH (hormon perangsang tiroid) dan LH (Luteinizing hormon) yang tersimpan di lobus anterior
pada pituitari.
Otak besar dibagi menjadi beberapa bagian penting sebagai berikut.
(1) Lobus Osksipitalis
Daerah ini berperan penting terhadap penglihatan. Seseorang yang mengalami kecelakaan dan
mengalami kerusakan pada bagian ini, maka akan mengalami kebutaan. Apabila kita membuka
mata dan melihat suatu pemandangan, jumlah radioaktifnya sangat meningkat di daerah
penglihatan pada lobus oksipitalis.

(2) Lobus Temporalis
Bagian ini berperan sebagai pusat pendengaran. Adanya bunyi dapat meningkatkan
metabolisme daerah pembicaraan pada lobus temporalis.
(3) Lobus Frontalis
Daerah ini berperan dalam koordinasi dan pengendalian gerak otot dan berpikir, belajar,
memori, pandangan ke depan, analisis logis, kreativitas, dan beberapa emosi bergantung kepada
kegiatan saraf di lobus frontalis. Berdasarkan sebuah penelitian (tahun 1848 oleh Phineas P.
Gage) ternyata kerusakan pada lobus frontalis dapat mengakibatkan perubahan pada perilaku
manusia. Pada penelitian yang sudah dilakukan pada manusia ditemukan ternyata kerusakan ini
mengakibatkan karakter seseorang yang sebelumnya tenang dan bersungguh-sungguh bisa
berubah menjadi sembrono, tidak bertanggung jawab, resah, kepala batu, dan tidak sopan.
(4) Lobus Parientalis
Daerah ini terletak di bagian belakang. Antara lobus frontalis dengan lobus parientalis
terdapat lekukan atau parit yang disebut dengan sulkus sentralis atau celah Rolando. Lobus
parientalis ini berfungsi untuk menerima rangsang panas, dingin, tekanan, dan sentuhan.
B. Otak Tengah
Otak tengah disebut juga disensefalon terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Otak
tengah ini berukuran kecil dan tidak mencolok. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan
impuls antara otak depan dengan otak belakang dan otak dengan mata. Di samping itu juga
berfungsi menjaga keseimbangan.Melalui pusat medula oblongata dan otak tengah menuju ke
atas merupakan jaringan serabut saraf yang disebut dengan formasi retikuler yang berfungsi
dalam mengaktifkan atau membangunkan otak depan. Aksi formasi retikular sangat selektif,
artinya formasi retikular ini dapat mengakibatkan kematian. Di depan otak tengah terdapat
talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas
(dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan
pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.
C. Otak Belakang
Otak belakang terbagi menjadi dua bagian, yaitu medula oblongata (sumsum lanjutan) dan
serebelum (otak kecil). Masing-masing bagian tersebut memiliki koordinasi dan fungsi sendiri-
sendiri.
(1) Medula Oblongata
Bagian ini tampak seperti ujung bengkak pada tali spinal. Sebenarnya ukurannya kecil tetapi
fungsinya sangat besar, karena jika terjadi kerusakan pada bagian medula oblongata ini dapat
mengakibatkan kematian. Fungsi medula oblongata, antara lain menstimulasi otot-otot
antartulang rusuk dan diafragma sehingga dapat memungkinkan untuk pernapasan;
mengkoordinir saraf yang mengatur detak jatung diameter arteriola, tekanan darah, suhu tubuh,
gerakan alat-alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan; mengkoordinir gerak refleks,
misalnya kedipan mata, bersin, bersendawa, dan muntah. Medula oblongata ini akan diteruskan
ke bawah yang disebut sumsum tulang belakang. Bagian sumsum lanjutan yang menghubungkan
antara sumsum lanjutan dengan otak disebut vons varolii (jembatan varoli). Jembatan varol
berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan
otak besar dan sumsum tulang belakang.

(2) Serebelum (otak kecil)
Serebelum terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam. Fungsinya adalah
untuk mengkoordinasikan kegiatan lokomotor tubuh, antara lain pengaturan otot, posisi, dan
keseimbangan tubuh. Rusaknya bagian serebelum ini dapat mengakibatkan seseorang kehilangan
koordinasi gerakan otot tubuh. Di depan otak kecil ini terdapat jembatan varol, yang merupakan
jalan penghantar impuls dari otak bagian kiri ke bagian kanan tubuh dan sebaliknya. Serebelum
mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar,
keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka
gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.