Anda di halaman 1dari 18

RIWAYAT PSIKIATRI

a. Identitas Pasien
Nama : Ny Tina
Usia : 36 tahun
TTL : februari 1969
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Jl. Pucanggading Mranggen Demak
Pekerjaan : Cleaning service
Pendidikan Tertinggi : SD
Status Pernikahan : Menikah
No. Rekam Medis : 029A/13
Tanggal MRS : 11 April 2013
b. Identitas Sumber Alloanamnesis (tidak ada/ pasien datang sendiri)
Nama : -
Alamat :
Jenis kelamin :
Pekerjaan :
Hubungan dengan pasien :

ANAMNESIS
Diperoleh dari autoanamnesis pada hari kamis, 11 April 2013.30 WIB jam 08 di ruang
pemeriksaan psikiatri:
A. Keluhan Utama
Pasien sulit tidur
B. Perjalanan Penyakit Sekarang
- Satu tahun yang lalu; pasien mengeluh sulit tidur, perasaan tidak enak, tidak
tenang, berdebar-debar, cemas dan gelisah. pasien juga merasa seperti akan
trtabrak mobil saat di jalan raya dan akan jatuh bila berjalan. Aktivitas sehari-hari
masih berjalan lancar dan pekerjaan berjalan baik. Kemudian pasien datang ke
klinik 24 jam periksa ke dokter dan disarankan untuk periksa EKG dan cek
laboratorium tetapi pasien tidak melakukan pemeriksaan penunjang tersebut.
- 8 bulan yang lalu; pasien merasa keluhan semakin bertambah. Mengeluh
keringat dingin dan pekerjaan mulai kacau. Pasien periksa lagi ke dokter dan
dilakukan pemeriksaan EKG dan laboratorium tetapi dari pemeriksaan tersebut
tidak menunjukkan adanya kelainan. Kemudian oleh dokter disarankan untuk
periksa ke psikiater, tetapi pasien tidak melakukan saran tersebut karena merasa
tidak gila.
- 1 minggu yang lalu; pasien diberi surat peringatan pemecatan dari atasan karena
pekerjaannya yang semakin kacau. Semenjak itu pasien semakin cemas dan sering
merasa akan dimarahi atasan, takut saat melihat atasan lewat. Karena keluhan
dirasa semakin mengganggu maka pasien datang ke dokter spesialis jiwa.
C. Riwayat Penyakit Dahulu
1. Psikiatri
Pasien mengaku tidak pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya. Hanya
mengalami keluhan gejala sulit tidur dan cemas sejak satu tahun yang lalu.
2. Medis Umum
a. Riwayat Hipertensi disangkal
b. Riwayat DM disangkal
c. Riwayat asma disangkal
d. Riwayat kejang disangkal
e. Riwayat trauma kepala disangkal
3. Riwayat Penggunaan Obat-Obatan, Alkohol dan NAPZA :
Pasien tidak pernah mengkonsumsi alkohol dan zat terlarang

D. Kurva Perjalanan GAF (Global Assesment of Function)












Riwayat Pramorbid:
a. Riwayat prenatal dan perinatal:
Pasien merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Pasien merupakan anak yang
diharapkan.
b. Riwayat masa anak awal (0-3 tahun):
Ibunya sudah meninggal sejak pasien berumur 2 bulan. Lalu pasien diasuh oleh bibinya.
Riwayat sakit dan trauma kepala disangkal. Toilet training baik.
c. Riwayat masa anak pertengahan (3-11 tahun):
Pasien mulai masuk sekolah dasar pada usia 11 tahun. Di sekolahnya pasien sering diejek
oleh teman-temannya. Namun, pasien tidak pernah menghiraukan ejekan teman-temannya
dan tetap berhubungan baik dengan teman-teman sekolahnya. Di kalangan keluarganya,
pasien merasa dikucilkan oleh keluarga kandungnya karena merasa paling jelek. Pasien
mengalami menstruasi pertama kali pada usia 11 tahun.
d. Riwayat masa anak akhir (masa pubertas sampai remaja):
Pasien adalah pribadi yang periang, namun tidak pernah menceritakan masalah pribadinya.
Pasien putus sekolah pada usia 12 tahun, dikarenakan tidak mempunyai biaya. Setelah
putus sekolah, pasien kemudian bekerja pada orang Australia tetapi tidak lama. Lalu
bekerja di toko sebagai penjaga toko.
e. Riwayat masa dewasa:
Riwayat pekerjaan:
Pasien bekerja sebagai cleaning service dari usia 21 tahun sampai sekarang. Hubungan
dengan teman kerja baik tetapi tidak pernah menceritakan masalahnya.
Riwayat perkawinan dan persahabatan:
Pasien menikah umur 25 tahun dengan laki-laki pilihannya sendiri. Pasien mempunyai
1 orang anak laki-laki berumur 4 tahun.
Riwayat militer:
Tidak mengalami masalah tentang militer.
Riwayat pendidikan:
Pasien mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SD. Pasien tidak pernah memiliki
masalah serius dengan guru dan teman-temannya.
Keagamaan:
Pasien beragama islam dan merupakan orang yang taat beribadah. Sering mengikuti
pengajian di sekitar tempat tinggalnya.
Aktvitas sosial:
Hubungan pasien dengan tetangganya baik, tetapi pasien jarang bergaul dengan
tetangga-tetangganya.
Situasi hidup sekarang:
Pasien hidup dengan suami dan anaknya. Hubungan pasien dengan suami dan anaknya
cukup baik.
Riwayat hukum:
Tidak mengalami masalah tentang hukum.
f. Riwayat psikososial:
Dahulu pernah dikucilkan oleh keluarga kandungnya dan diejek oleh teman sekolahnya.
g. Riwayat keluarga: (Tiga generasi keatas)
Tidak ada keluarga yang mengalami seperti ini atau memiliki gangguan jiwa.











h. Mimpi, khayalan, dan nilai hidup:
Pasien mempunyai impian hidup yang tentram dan memiliki kehidupan yang lebih layak.


PEMERIKSAAN STATUS MENTAL
a. Gambaran Umum
- Penampilan : cukup rapih
- Perilaku dan aktivitas psikomotor
Tn A
Tn C Tn E
Almh. Ny B
Ibu Tinah Ny D
Tn Z
An TZ
1) Tingkah laku :
normoaktif : (+) echopraxia : (-)
hipoaktif : (-) stereotipi : (-)
stupor : (-) ambivalensi : (-)
gelisah : (-) gerakan kompulsif : (-)
agresif : (-) verbigerasi : (-)
echolalia : (-) gerakan automatism : (-)
kleptomania : (-) perseverasi : (-)
2) Sikap :
apatik : (-) curiga : (-)
kooperatif : (+) berubah-ubah : (-)
negavitisme pasif : (-) tegang : (-)
infantil : (-) pasif : (-)
rigid : (-) katalepsi : (-)
3) Sikap terhadap pemeriksa : kooperatif
4) Kontak psikis : ada, wajar, dapat di pertahankan
b. Mood dan Afek
- Mood:
disforik : (+) poikilothyme : (-) iritable : (-)
euthyme : (-) parathyme : (-)
hiperthyme : (-) tension : (-)
hipothyme : (-) anxietas : (-)
eksaltase : (-) euphoria : (-)
- Afek :
sesuai : (+) datar : (-)
tidak sesuai : (-) tumpul : (-)
terbatas : (-) labil : (-)
- Kesesuaian : sesuai (appropriate)
- Ekspresi emosi yang lain :
1) Pengendalian : (+) cukup
2) Stabilitas : (+) stabil
3) Echt unecht : cukup
4) Dalam / dangkal : (+) cukup
5) Arus emosi : (+) cukup
6) Empati : (+) dapat diraba rasakan
7) Skala diferensiasi : cukup
c. Pembicaraan
- Kualitas : (+) circumstantial
- Kuantitas : (+) cukup
- Bicara spontan : (+) cukup
- Sulit mulai bicara / sulit ditarik : (+) sulit
- Kecepatan bicara / lambat bicara : (+) cukup
d. Gangguan persepsi
- Halusinasi
visuil : (-) taktil : (-)
akustik : (-) haptik : (-)
olfaktorik : (-) kinestetik : (-)
gustatorik : (-) autoskopi : (-)
- Ilusi
visuil : (-) gustatorik : (-)
akustik : (-) taktil : (-)
olfaktorik : (-)
e. Pikiran
- Bentuk pikir : (+) realistik
- Arus pikir :
flight of idea : (-) retardasi : (-)
asosiasi longgar : (-) blocking : (-)
inkoherensi : (-) lancar : (-)
jawaban irrelevan : (-) sirkumstansial : (+)
- Isi pikir :
waham kebesaran : (-) though of echo : (-)
waham berdosa : (-) though of insertion : (-)
waham kejar : (-) though of withdrawal : (-)
waham curiga : (-) though of broadcasting: (-)
waham curiga : (-) though of control : (-)
waham cemburu : (-) delution of influence : (-)
waham somatis : (-) delution of passivity : (-)
waham hipokandri : (-) delution of perception : (-)
waham magic mistic : (-) over valued idea : (-)
fobia : (-) obsesif kompulsif : (-)
gagasan bunuh diri atau membunuh : (-)
f. Sensorium dan kognitif
- Kesiagaan dan tingkat kesadaran : jernih
- Orientasi : tempat (baik) , waktu (baik), personal (baik), sitiasional (baik)
- Daya ingat : jangka panjang (baik), jangka pendek (baik)
- Konsentrasi dan perhatian : kurang
- Kemampuan visuo spasial : cukup
- Pikiran abstrak : baik
- Sumber informasi dan kecerdasan : baik
- Tes MMSE : tidak dilakukan
g. Pengendalian impuls
h. Tilikan : baik
i. Empati : dapat diraba rasakan
j. Intelegensia : kurang
k. Pertimbangan :
l. Realibilitas

LAPORAN PSIKIATRI
a. Pemeriksaan fisik umum :
Tanggal : 11 April 2013 Jam : 08.30 WIB
Status generalis :
- KU : baik
- Kesadaran : compos mentis GCS 15
- Tekanan darah : 120/90 mmHg
- Nadi : 110x/menit
- Respiroty rate : 20x/menit
- Suhu : 37
0
C
- Kulit : normal sama dengan daerah sekitar, ikterik (-)
- Kepala : mesosefal
- Mata : konjungtiva palpepbra pucat (-/-), ikterik (-/-)
- Telinga : warna kulit sama dengan warna kulit sekitar, nyeri tekan
aurikula (-/-), nyeri tekan mastoid (-/-), nyeri tekan tragus (-/-), serumen (-/-),
MAE hiperemis (-/-), MAE terdapat massa (-/-), membrane timpani intake
(+/+).
- Hidung : warna kulit sama dengan warna kulit sekitar, nafas cuping
hidung (-), deformitas (-), septum deviasi (-), konka hiperemis (-), pembesaran
konka (-), sekret (-).
- Tenggorok : hiperemis (-), kripte melebar (-), uvula hiperemis (-), uvula
memanjang (-)
- Leher : kulit seperti warna sekitar, pembesaran kelenjar tiroid (-),
pembesaran kelenjar getah bening (-), deviasi trakea (-), otot bantu pernafasan
(-)
- Jantung : Tidak dilakukan
- Paru : Tidak dilakukan
- Hati : Tidak dilakukan
- Limpa : Tidak dilakukan
- Limfe : Tidak dilakukan
- Ekstremitas : kelainan kulit (-), deformitas (-), lesi (-)
- BB : 55 Kg
- TB : 150 cm
- Status gizi : kesan gizi cukup
b. Status neurologis : tidak dilakukan
motorik : 5-5-5/5-5-5
sensorik : +/+
reflek fisiologis : +/+
reflek patologis : -/-
Nervus Cranialis : N.I-NXII dalam batas normal
c. Tes psikometrik : tidak dilakukan
d. Pemeriksaan penunjang
- Pemeriksaan psikiatri / psikologis : tidak diusulkan
- Pemeriksaan elektromedik : tidak diusulkan
- Pemeriksaan laboratorium : T3 T4
- Pemeriksaan lain : Tidak diusulkan


Kesimpulan:
Pasien wanita, usia 36 tahun dengan status sudah menikah, datang ke Rumah Sakit dengan
keluhan susah tidur. Keluhan dirasakan sudah sejak satu tahun yang lalu. pasien mengaku
sudah berobat ke dokter dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dan
EKG, namun pasien menolak.
Delapan bulan yang lalu, keluhan pasien bertambah. pasien merasa semakin cemas,
berkeringat dingin, dan takikardi. Pasien memutuskan untuk periksa laboratorium, namun
hasil yang didapatkan normal. Dokter menyarankan pasien untuk memeriksakan diri ke
psikiater, namun pasien menolak.
Satu minggu yang lalu, pasien mendapatkan surat peringatan pemecatan dikarenakan
pekerjaannya menjadi kacau akibat kecemasannya. Pasien merasa semakin depresi dan
memutuskan untuk berobat ke psikiater.
Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan hasil :
Sikap : Kooperatif
Kontak psikis : ada, wajar, dapat di pertahankan
Afek : Sesuai
Kesesuaian : Appropriate
Pengendalian : (+) cukup
Stabilitas : (+) stabil
Dalam / dangkal : (+) cukup
Arus emosi : (+) cukup
Empati : (+) dapat diraba rasakan
Pembicaraan
- Kualitas : (+) circumstantial
- Kuantitas : (+) cukup
- Bicara spontan : (+) cukup
- Sulit mulai bicara / sulit ditarik : (+) sulit
- Kecepatan bicara / lambat bicara : (+) cukup
Bentuk pikir : Realistik
Orientasi : Baik
Daya ingat : Baik
Konsentrasi dan perhatian : kurang
Pikiran abstrak : Baik
Sumber informasi dan kecerdasan : baik
Tilikan : Baik
Empati : Dapat diraba rasakan
Intelegensia : Kurang

FORMULASI DIAGNOSTIK
DIAGNOSIS :
Axis :
I. F.41.1 Gangguan cemas menyeluruh
II. Z. 03. 2 Tidak ada diagnosis aksis II
III. Tidak ada (none)
IV. Tidak ada (none)
V. GAF satu tahun terakhir = 90 81
GAF delapan bulan yang lalu = 80 71
GAF mutakhir = 60 51

TERAPI
Farmakoterapi
1. Benzodiazepine : Golongan ini paling banyak digunakan. Kisaran dosis yng
digunakan 2- 60 mg/oral/hari dalam dosis terbagi, kebanyakan kasus ansietas sudah
dapat diatasi dengan dosis 6-40 mg/oral/hari. dimulai dengan dosis rendah dan setelah
3-4 hari dinaikkan menjadi dosis pengobatan penuh. Pada kasus ansietas akut dapat
diberikan diazepam 10-20 mg IM atau IV. Pada pemberian diazepam IV lakukan
secara perlahan-lahan; dianjurkan 1 cc/menit. Bila telah dicapai dosis pengobatan
penuh, biasanya diazepam dengan dosis 0-15 mg/oral/hari, dosis ini dipertahankan 5-8
minggu; dan lalu diturunkan secara bertahap 10-15% per 7-10 hari. Bila gejala
ansietas muncul kembali, berarti diperlukan jangka waktu penurunan yg lebih lama
(misal 15-20 hari)
2. Non Benzodiazepine
Derivat Gliserol : Meprobamat
Derivat barbiturat : Fenobarbital
Antipsikotik (dosis kecil)

Psikoterapi : Tx Wawancara
1. Suportif = dukungan
2. Analitik = membongkar kondisi jiwa & mencari permasalahan

PROGNOSIS : Dubia et bonam
Genetik : Tidak ada
Onset : Lama
Faktor pencetus : Tidak ada
Kepribadian premorbid : Baik
Status marital : Kawin
Status ekonomi : Kesan kurang
Kekambuhan : Tidak ada
Support lingkungan : Ada
Gejala positif : Tidak ada
Gejala negatif : Tidak ada
Respon terapi : -




ANXIETAS
Anxietas adalah perasaan yang difus, yang sangat tidak menyenangkan, agak tidak
menentu dan kabur tentang sesuatu yang akan terjadi. Perasaan ini disertai dengan suatu atau
beberapa reaksi yang khas dan yang akan datang berulang bagi seseorang tertentu. Perasaan
ini dapat berupa rasa kosong di perut, dada sesak, jantung berdebar, keringat berlebihan, sakit
kepala atau rasa mau kencing atau buang air besar. Perasaan ini disertai dengan rasa ingin
bergerak dan gelisah.
1. Etiologi
Gejala muncul biasanya disebabkan interaksi dari aspek-aspek biopsikososial termasuk
genetik dengan beberapa situasi, stres atau trauma yang merupakan stressor muneulnya
gejala ini. Di sistem saraf pusat beberapa mediator utama dari gejala ini adalah.
norepinephrine dan serotonin. Sebenarnya anxietas diperantarai oleh suatu system
kompleks yang melibatkan system limbic, thalamus, korteks frontal secara anatomis dan
norepinefrin, serotonin dan GABA pada sistem neurokimia.
2. Penyebab gangguan cemas
a. Faktor biologis
Faktor biologis kecemasan akibat dari reaksi syaraf otonom yang berlebihan dan
terjadipelepasan katekholamine. Dilihat dari aspek psikoanalisis kecemasan dapat
terjadiakibat impuls-impuls bawah sadar yang masuk ke alam sadar. Mekanisme
pertahanan jiwa yang tidak sepenuhnya berhasil dapat menimbulkan kecemasan
yangmengambang, displacement dapat mengakibatkan reaksi fobia, undoing, reaksi
formasi,dan dapat mengakibatkan gangguan obsesi kompulsif. Sedangkan ketidak-
berhasilanrepresi mengakibatkan gangguan panik. Dari pendekatan sosial, anxietas
dapatdisebabkan karena konflik, frustasi, krisis atau tekanan
b. Faktor gangguan fisik
Gangguan fisik yang dapat menyebabkan ansietas adalah antara lain gangguan otak
dan saraf (neurologis) seperti cedera kepala, infeksi otak, dan gangguan telinga
dalam, gangguan jantung, seperti kelumpuhan jantung dan irama jantung yang
abnormal (aritma), gangguan hormonal (Endrokrin) seperti kelenjar andrenal atau
thyroid terlalu aktif, gangguan paru-paru (pernafasan) berupa asma, paru-paru
obstruktif kronis atau COPD

c. Faktor Sosial Budaya
Cara hidup orang di masyarakat juga sangat mempengaruhi pada timbulnya ansietas
(Tarwoto & Wartonah, 2003; Agustarika, 2009). Individu yang mempunyai cara
hidup sangat teratur dan mempunyai. falsafah hidup yang jelas maka pada umumnya
lebih sukar mengalami ansietas. Budaya seseorang juga dapat menjadi pemicu
terjadinya ansietas. Hasil survey yang dilakukan oleh Mudjadid,dkk tahun 2006 di
lima wilayah pada masyarakat DKI Jakartadidapatkan data bahwa tingginya angka
ansietas disebabkan oleh perubahan gaya hidup serta kultur dan budaya yang
mengikuti perkembangan kota (dalam Agustarika, 2009). Namun demikian, factor
predisposisi di atas tidaklah cukup kuat menyebabkan sesorang mengalami ansietas
apabila tidak disertai factor presipitasi (pencetus)

3. Gejala
a. Gejala psikologis
- Ketegangan
- Kekuatiran
- Panik
- perasaan tak nyata
- takut mati
- takut gila
- takut kehilangan kontrol

b. Gejala klinis
- Berkeringat
- Gemetar
- jantung berdebar-debar
- pusing
- kepala terasa ringan
- ketegangan otot
- mual
- sulit bernafas
- diare
- gelisah
- gatal
- nyeri ulu hati

Pasien dengan anxietas kronik biasanya memiliki keluhan seperti: rasa sesak nafas, dada
terasa sakit, kadang merasa harus menarik nafas dalam, dada terasatertekan,
jantung berdebar, mual, vertigo, tremor; kaki dan tangan merasa kesemutan;kaki dan
tangan tidak dapat diam ada perasaan harus bergerak terus menerus, kakimerasa lemah,
sehingga langkah kaki dirasakan berat kadang- kadang ada gagap

Bentuk gangguan cemas
1. Gangguan fobik
Fobia adalah ketakutan yang berlebihan yang disebabkan oleh benda, binatangataupun
peristiwa tertentu. sifatnya biasanya tidak rasional, dan timbul akibat peristiwatraumatik
yang pernah dialami individu. Fobia juga merupakan penolakan berdasar ketakutan
terhadap benda atau situasi yang dihadapi, yang sebetulnya tidak berbahayadan penderita
mengakui bahwa ketakutan itu tidak ada dasarnya. Fobia simpel: sumber binatang,
ketinggian, tempat tertutup, darah. Yang menderita banyak wanita, dimulai semenjak
kecil.
a. Fobia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1) Fobia Spesifik
Sebuah fobia spesifik adalah rasa takut, intens irasional dari sesuatu yang sedikitatau
tidak menimbulkan bahaya yang sebenarnya. Beberapa fobia spesifik lebih
umumdipusatkan di tempat-tempat tertutup, ketinggian, eskalator, terowongan, jalan
rayamengemudi, air, terbang, anjing, dan cedera yang melibatkan darah. fobia
seperti ini tidak hanya sangat takut, mereka ketakutan irasional terhadap suatu
haltertentu. Ketakutan berlebih yang disebabkan oleh benda, atau peristiwa
traumatiktertentu, misalnya: ketakutan terhadap kucing (ailurfobia), ketakutan
terhadapketinggian (acrofobia), ketakutan terhadap tempat tertutup (agorafobia),
fobia terhadapkancing baju, dsb.
2) Fobia Sosial
Fobia sosial, juga disebut gangguan kecemasan sosial, didiagnosa ketika orang-
orang menjadi sangat cemas dan terlalu sadar diri dalam situasi sosial sehari-
hari.Orang dengan fobia sosial memiliki ketakutan yang kuat, gigih, dan kronis
sedangdiawasi dan dinilai oleh orang lain dan melakukan hal-hal yang akan
mempermalukanmereka. Mereka bisa khawatir selama berhari-hari atau berminggu-
minggu sebelumsituasi yang ditakuti. Ketakutan berlebih pada kerumunan atau
tempat umum. ketakutanini disebabkan akibat adanya pengalaman yang traumatik
bagi individu pada saat adadalam kerumunan atau tempat umum. misalnya
dipermalukan didepan umum, ataupunsuatu kejadian yang mengancam dirinya pada
saat diluar rumah.
b. Terapi
Konseling dan medikasi: dorong pasien untuk dapat mengatur pernafasan,
membuatdaftar situasi yang ditakuti atau dihindari, diskusikan cara-cara menghadapi
rasa takuttersebut. Dengan konseling banyak pasien tidak membutuhkan medikasi. Bila
adadepresi bisa diberi antidepresan lmipramin 50 150 mg/ hari. Bila ada anxietas beri
antianxietas dalam waktu singkat, karena bisa menimbulkan ketergantungan.
Betabloker dapat mengurangi gejala fisik. Konsultasi spesialistik bila rasa takut
menetap.

2. Gangguan panik
Gangguan panik ditandai dengan terjadinya serangan panik spontan dan
tidakdiprediksikan. Serangan panik adalah suatu periode kecemasan atau ketakutan
yangkuat dan relative singkat (biasanya < satu tahun), yang disertai oleh gejala
somatikstertentu seperti takipneu dan palpitasi. Frekuensi pasien dengan gangguan
panikmengalami serangan panik bervariasi dari beberapa serangan dalam satu hari
sampaihanya beberapa serangan selama setahun.

a. Gejala Penyerta
Gejala depresi seringkali ditemukan pada serangan panik dan agorafobia, padabeberapa
pasien suatu gangguan depresi ditemukan bersama-sama dengan gangguanpanik. Penelitian telah
menemukan bahwa resiko bunuh diri selama hidup pada orangdengan gangguan panik
adalah lebih tinggi dibandingkan pada orang tanpa gangguanmental.
b. Diagnosa Banding
Penyakit kardiovaskuler: anemia, hipertensi, infark iniokardium, dsb.Penyakit
pulmonum: asma, hiperventilasi, emboli paru-paru.Penyakit neurologis : penyakit
serebrovaskular, epilepsi, inigrain, tumor, dsb.Penyakit endokrin :diabetes,
hipertroidisme, hipoglikemi, sindromapramestruasi, gangguan menopause, dsb.
lntoksikasi obat,putus obat.Kondisi lain : anafilaksis, gangguan elektrolit, keracunan
logam berat,
c. Terapi
Psikoterapi : ajari pasien untuk diam ditempat sampai serangan panik
berlalu,konsentrasikan diri untuk mengatasi anxietas bukan pada gejala fisik, rileks,
latihanpernafasan. Identifikasikan rasa takut selama serangan. Diskusikan cara
menghadapi rasa takut

3. Gangguan cemas menyeluruh
Gangguan Kecemasan Menyeluruh merupakan kecemasan dan kekhawatiranyang
berlebihan akan sejumlah aktivitas atau peristiwa, yang berlangsung hampir setiaphari,
selama 6 bulan atau lebih

a. Gejala
Gejala utamanya adalah kecemasan, ketegangan motorik, hiperaktivitas otonom,
dankewaspadaan kognitif. Ketegangan motorik sering ditunjukkan dengan
gemetarmgelisah serta nyeri kepala. Gejala lain yang mengikuti, pasien mudah
tersinggung dandikejutkan. Gangguan seperti ini terjadi secara kronik dan mungkin
bisa berlangsungseumur hidup

b. Terapi
Seperti gangguan kecemasan lainnya, GAD adalah bisa diobati. terapi kognitif-
perilaku yang efektif bagi banyak orang, membantu mereka untuk
mengidentifikasi,memahami, dan memodifikasi pemikiran yang salah dan pola
perilaku. Hal ini memungkinkan orang dengan GAD belajar untuk mengendalikan
kekhawatiran mereka.

Beberapa antidepresan terbaru Reuptake disebut inhibitor serotonin selektif,
atauSSRI. SSRI mengubah tingkat serotonin neurotransmitter di otak, yang,
sepertineurotransmiter lain, membantu sel-sel otak berkomunikasi dengan satu sama
lain



Pedoman Diagnostik
Penderita harus menujukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap
hari untukbeberapa minggu sampai beberapa bulan, yang tidak terbatas atau hanya menonjol
pada keadaansituasi khusus tertentu saja (sifatnya free floating atau mengambang).
Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut:
1. Kecemasan ( khawatir akan nasib buruk, merasa seperti diujung tanduk, sulit konsentrasi,
dsb).
2. Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat santai)
3. Overaktivitas otonomik ( kepala terasa ringan, berkeringat, jantung berdebar-debar, sesak
napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut kering, dsb.).
Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan (reassurance)
sertakeluhan-keluhan somatik berulang yang menojol. Adanya gejala-gejala lain yang
sifatnya sementara ( untuk beberapa hari), khususnya depresi, tidak membatalkan diagnosis
utama
Gangguan Anxietas Menyeluruh, selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari
episode depresif( F32.-), gangguan anxietas fobik (F40.-), gangguan panik (F41.0),atau
gangguan obsesif kompulsif (F42.-)

Terapi
Konseling dan medikasi: informasikan bahwa stres dan rasa khawatir keduanya mempunyai
efek fisikdan mental. Mempelajari keterampilan untuk mengurangi dampak stres merupakan
pertolongan yangpaling efektif. Mengenali, menghadapi dan menantang kekhawatiran yang
berlebihan dapat mengurangigejala anxietas. Kenali kekhawatiran yang berlebihan atau
pikiran yang pesimistik.Latihan fisik yang teratur sering menolong. Medikasi merupakan
terapi sekunder, tapi dapat digunakan jika dengan konseling gejala menetap. Medikasi
anxietas : misal Diazepam 5 mg malam hari, tidak lebihdari 2 minggu, Beta bloker dapat
membantu mengobati gejala fisik, antidepresan bila ada depresi.Konsultasi spesialistik bila
anxietas berat dan berlangsung lebih dan 3 bulan.Untuk mengatasinya biasanya diberikan
obat anti-cemas (misalnya benzodiazepin); tetapi karenapemberian jangka panjang bisa
menyebabkan ketergantungan fisik, maka dosisnya harus dikurangisecara perlahan, tidak
dihentikan secara tiba-tiba. Buspiron merupakan obat lainnya yang juga efektif untuk
mengatasi kecemasan menyeluruh. Pemakaian obat ini tampaknya tidak menyebabkan
ketergantungan fisik. Tetapi efeknya baru tampak setelah 2 minggu atau lebih, sedangkan
efekbenzodiazepin akan tampak beberapa menit setelah pemberian obat. Terapi perilaku
biasanya tidak efektif, karena keadaan yang memicu terjadinya kecemasan tidak jelas.
Kadang dilakukan relaksasi dan teknik biofeed-back. Penyakit kecemasan menyeluruh bisa
berhubungandengan pertentangan psikis.Pertentangan ini seringkali berhubungan dengan rasa
tidak aman dan sikap kritis yang merusak dirisendiri. Pada keadaan ini dilakukan psikoterapi
untuk membantu memahami dan menyelesaikanpertentangan psikis.