Anda di halaman 1dari 3

TUGAS LINGKUNGAN BERKELANJUTAN

RINGKASAN
CHAPTER 5 PLAN B 3.0 MOBILIZING TO SAVE CIVILIZATION
NATURAL SYSTEMS UNDER STRESS
Oleh
Alexander Kevin Utomo (Teknik Sipil/1206237284)

Salah satu permasalahan pada alam adalah erosi tanah yang dampaknya semakin
buruk dari tahun ke tahun. Misalnya, permasalahan erosi tanah, degradasi lahan, dan
penurunan tingkat kesuburan tanah di Lesotho, sebuah negara kecil di Afrika Selatan, telah
menyebabkan penurunan hasil panen di negara tersebut dan menyebabkan banyak
penduduknya jatuh kelaparan.
Dari salah satu contoh peristiwa ini, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan hidup
manusia tidak bisa dipisahkan dari kualitas tanah itu sendiri. Hutan, lahan, dan sektor
perikanan tidak sanggup menahan laju peningkatan permintaan kebutuhan hidup manusia.
Selain itu, manusia turut menghancurkan banyak spesies binatang dan tumbuhan sehingga
proses kepunahan spesies menjadi sangat cepat dibandingkan dengan perkembangan spesies
itu sendiri.
Hutan Menyusut : Banyak Biaya
Pada awal abad ke-20, luas daerah hutan di bumi diperkirakan mencapai 5 miliar
hektar, namun akhirnya menyusut hingga di bawah 4 miliar hektar. Hal ini disebabkan oleh
aktivitas industri yang terus mengubah hutan menjadi lahan industri ataupun perkebunan.
Lebih buruknya lagi, hutan yang telah ditebang atau dibakar seringkali dibiarkan begitu saja
menjadi lahan tandus.
Proses ini terus berlanjut akibat meningkatnya kebutuhan manusia akan penggunaan
material kayu untuk membuat kertas, bahan bangunan, dan untuk keperluan bahan bakar.
Sedangkan, pembabatan hutan untuk dijadikan lahan pertanian dan peternakan umum terjadi
di beberapa wilayah seperti hutan Amazon di Brazil, daerah cekungan Kongo, dan Borneo
yang menyebabkan penyusutan luas daerah hutan secara global.
Kegiatan deforestasi yang tidak diikuti dengan reboisasi atau penanaman kembali
akan menyebabkan kurangnya daerah resapan air sehingga mempercepat aliran air hujan ke
sungai atau laut. Kondisi ini juga menyebabkan hutan menjadi kering dan rentan mengalami
kebakaran akibat sambaran petir. Ketika pohon-pohon di hutan semakin berkurang, ini akan
berdampak pada penurunan curah hujan yang diikuti dengan penurunan jumlah hasil panen.
Semakin banyak negara yang menyadari resiko dan kerugian akibat kegiatan
deforestasi ini. Maka, beberapa negara seperti China, Selandia Baru, Filipina, Sri Lanka,
Thailand, dan Vietnam menerapkan pelarangan secara total ataupun sebagian untuk
melakukan penebangan liar di hutan-hutan primer.
Kehilangan Tanah
Lapisan tipis tanah humus yang menyelimuti permukaan tanah di bumi merupakan
dasar dari peradaban. Pada lapisan ini, tumbuhan dapat tumbuh dan pada saatnya, tumbuhan
memproteksi tanah tersebut dari erosi. Namun, seringkali kegiatan manusia merusak
hubungan ini.
Erosi tanah yang terjadi sedemikian cepatnya pada abad ini dapat dilihat dari
fenomena mangkok debu yang terjadi akibat perusakan vegetasi di atas permukaan tanah dan
angin kencang. Erosi tanah ini disebabkan oleh kegiatan deforestasi dimana daerah resapan
air menjadi berkurang dan lapisan atas permukaan tanah yaitu lapisan humus terbawa oleh air
hujan yang langsung melimpas di daerah tersebut. Proses ini dapat mengurangi kesuburan
tanah yang dapat berdampak pada kekurangan bahan pangan di suatu wilayah seperti yang
terjadi di Ethiopia.
Fenomena lainnya yang terjadi akibat erosi tanah adalah badai debu yang pernah
melintasi wilayah Atlantik dan membawa deposit debu yang cukup banyak ke Laut Karibia
sehingga menutupi air laut dan merusak terumbu karang yang ada di dalam laut tersebut.
Dari Padang Rumput menjadi Padang Pasir
Padang rumput menjadi salah satu tempat untuk memelihara hewan ternak dan hewan
ruminansia. Banyak negara yang kebutuhan pangannya dan perekonomiannya bergantung
dari usaha peternakan mereka seperti beberapa negara di Afrika, Asia Tengah, Mongolia, dan
bagian utara China.
Namun, pada kenyataannya banyak padang rumput yang mengalami degradasi lahan
karena karena hewan ternak seperti kambing dan domba merusak vegetasi pada lahan
tersebut sehingga tanah menjadi rentan terhadap erosi. Hal ini menyebabkan lahan tersebut
menjadi kurang subur dan produktif dan lama kelamaan terkonversi menjadi daerah gurun.
Peningkatan Daerah Gurun
Desertifikasi merupakan proses koversi dari tanah yang produktif menjadi daerah
gurun akibat penggunaan lahan yang berlebihan untuk wilayah peternakan atau pertanian
serta pengelolaan lahan yang buruk. Desertifikasi dalam skala besar terjadi di Afrika dan
Asia. Peristiwa ini dapat menimbulkan badai pasir seperti yang pernah terjadi di China dan
Mongolia.
Keruntuhan Sektor Perikanan
Keruntuhan di sektor perikanan disebabkan oleh banyak faktor mencakup akibat
polusi dan pendangkalan air akibat erosi tanah. Gas polutan seperti karbon dioksida dan
kenaikan suhu di laut dapat merusak terumbu karang di laut sehingga turut mematikan ikan-
ikan atau mahluk hidup lain yang berlindung di dalamnya. Kemudian, akibat sedimentasi,
dapat terjadi ledakan jumlah alga di perairan yang banyak mengonsumsi okigen terlarut
dalam air sehingga mematikan ikan-ikan di dalamnya.
Kehilangan Hewan dan Tumbuhan
Banyak spesies hewan dan tumbuhan yang mengalami kepunahan yang disebabkan
oleh rusaknya habitat tempat mereka tinggal. Salah satu habitat tersebut adalah hutan hujan
tropis yang rusak akibat kegiatan deforestasi yang dilakukan oleh manusia. Faktor lainnya
yang turut merusak habitat mereka adalah kenaikan temperatur dan pencemaran. Salah satu
usaha yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian spesies-spesies tersebut adalah
dengan membangun penangkaran satwa atau tumbuh-tumbuhan seperti suaka margasatwa
atau taman hutan lindung. Tentunya, diperlukan usaha dan inisiatif dari kita sebagai manusia
untuk bisa menjaga keseimbangan bumi dan menjaga peradabannya agar tidak cepat rusak.