Anda di halaman 1dari 7

Sering kali kita melihat orang yang memilki kecepatan pernapasan dan kedalaman

pernapaan berbeda dari orang yang normal atau yang paling sering kita temukan adalah
penyakit asma. Penyakit-penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan gangguan
ventilasi sehingga bagian dari paru-paru akan melakukan adaptasi seperti penyempitan
jalan napas dan inflamasi yang mengakibatkan seseorang menjadi sesak napas atau batuk.
Penyakit-penyakit seperti ini dapat dideteksi melalui suatu tes (Peak Flow Rate dengan
menggunakan alat yang sederhana! yaitu Peak Flow "eter. Peak Flow "eter (PF"
adalah alat untuk mengukur jumlah aliran udara dalam jalan napas (PFR. #ilai PFR
dapat dipengaruhi beberapa faktor misalnya posisi tubuh! usia! kekuatan otot pernapasan!
tinggi badan dan jenis kelamin.
$lehnya itu! sebagai seorang yang berkecimpung di dunia kesehatan seharusnya kita
mengetahui cara-cara pemeriksaan dengan alat ini yang bertujuan untuk menegtahui ada
tidaknya masalah pada sistem pernapasan seseorang yang akan dipelajari dalam
praktikum ini.
%.& 'ujuan Percobaan
'ujuan dari percobaan ini adalah menentukan Peak Flow Rate("a)imal Flow Rate.
*+* ,,
',#-+.+# P.S'+/+
-alan pernapasan yang menghantarkan udara ke paru-paru adalah hidung! faring! laring!
trakea! bronkus dan bronkhiolus. Saluran pernapasan dari hidung sampai bronkhiolus
dilapisi oleh membran mukosa bersilia. /etika udara masuk melalui rongga hidung! maka
udara disaring! dihangatkan dan dilembabkan (www.portakalbe.co.id! &000.
Rongga 1idung (2avum #asalis
.dara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis. Rongga hidung
berlapis selaput lendir! di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea dan
kelenjar keringat (kelenjar sudorifera. Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing
yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu! terdapat juga rambut pendek dan tebal
yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. -uga terdapat
konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang
masuk (http3((ilmupedia.com! &004.
b. Faring ('enggorokan
.dara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan & saluran!
yaitu saluran pernapasan (nasofarings pada bagian depan dan saluran pencernaan
(orofarings pada bagian belakang. Pada bagian belakang faring (posterior terdapat
laring (tekak tempat terletaknya pita suara (pita vocalis. "asuknya udara melalui faring
akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. "akan sambil
berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran
pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. 5alaupun demikian! saraf kita akan
mengatur agar peristiwa menelan! bernapas! dan berbicara tidak terjadi bersamaan
sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan (http3((ilmupedia.com! &004.
c. 'enggorokan ('rakea
'enggorokan berupa pipa yang panjangnya 6 %0 cm! terletak sebagian di leher dan
sebagian di rongga dada (torak. 7inding tenggorokan tipis dan kaku! dikelilingi oleh
cincin tulang rawan! dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi
menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan (http3((ilmupedia.com!
&004.
d. 2abang-cabang 'enggorokan (*ronki
'enggorokan (trakea bercabang menjadi dua bagian! yaitu bronkus kanan dan bronkus
kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea! hanya tulang rawan bronkus
bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya
melingkari lumen dengan sempurna. *ronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus
(http3((ilmupedia.com! &004.
e. Paru-paru (Pulmo
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas! di bagian samping dibatasi oleh otot
dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada
dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster yang terdiri atas 8 lobus dan paru-paru
kiri (pulmo sinister yang terdiri atas & lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang
tipis! disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut
pleura dalam (pleura visceralis dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang
bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis. +ntara selaput
luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai
pelumas paru-paru. 2airan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi.
7inding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan 9at-9at lain. Paru-paru
tersusun oleh bronkiolus! alveolus! jaringan elastik! dan pembuluh darah. Paru-paru
berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar
untuk pertukaran gas. 7i dalam paru-paru! bronkiolus bercabang-cabang halus dengan
diameter 6 % mm! dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus. *ronkiolus
tidak mempunyi tulang rawan! tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian
ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal kemungkinan
tidak bersilia. *ronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus. +lveolus
terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka
sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon. $leh karena alveolus berselaput tipis
dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas
pernapasan (http3((ilmupedia.com! &004.
Parameter yang sering diukur dalam uji faal paru ialah isi paru dengan beberapa
bagiannya. :olume paru ini menggambarkan fungsi statik paru. +da dua golongan
volume paru! yaitu yang biasa disebut voume paru dan kapasitas (www.portakalbe.co.id!
&000.
%. :olume Paru
+da empat jenis volume paru yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri! tidak saling
tercampur! yaitu 3
; volume tidal! yaitu volume udara yang dihirup atau yang dihembuskan pada satu siklus
pernapasan selama pernapasan biasa (http3((advertising.microsoft.com! &004.
; 2adangan inspirasi! yaitu jumlah maksimal udara yang masih dapat dihisap sesudah
akhir inspirasi tenang (www.portakalbe.co.id! &000.
; 2adangan ekspirasi! yaitu jumlah maksimal udara yang masih dapat dihembuskan
sesudah akhir ekspirasi tenang. Pada pernafasan tenang! ekspirasi terjadi secara pasif!
tidak ada otot ekspirasi yang bekerja. <kspirasi hanya terjadi oleh daya lenting dinding
dada dan jaringan paru semata-mata. Posisi rongga dada dan paru pada akhir ekspirasi ini
merupakan posisi istirahat. *ila dari posisi istirahat ini dilakukan gerak ekspirasi sekuat-
kuatnya sampai maksimal! udara cadangan ekspirasi itulah yang keluar
(www.portakalbe.co.id! &000.
; ,si residu! yaitu jumlah udara yang masih ada di dalam parusesudah melakukan
ekspirasi maksimal (www.portakalbe.co.id! &000.
&. /apasitas paru
#ilai kapasitas ini mencakup dua atau lebih nilai isi paru pada
butir (% di atas.
; /apasitas parutotal(/P'! yaitu jumlah maksimal udara yang dapat dimuat paru pada
akhir inspirasi maksimal (www.portakalbe.co.id! &000.
; /apasitas vital (/:!volume yang mengubah paru-paru diantara inspirasi maksimal dan
ekspirasi maksimal (www.spir)pert.com! &004
,ni juga bisa diartikan menjadi volume maksimum dari udara yang setiap orang hirup
setelah ekspirasi maksimum. 2apasitas vital setiap orang bisa diukur melalui spirometer.
-ika dikombinasikan dengan ukuran fisiologi! kapasitas vital bisa membantu untuk
mendiagnosis adanya penyakit pada paru-paru (www.en.wikipedia.com! &004.
; /apasitas ,nspirasi! yaitu jumlah maksimal udara yangdapat dihisap dari posisi istirahat
(akhir ekspirasi tenang (www.portakalbe.co.id! &000.
; /apasitas residu fungsional (/RF! yaitu jumlah udara yang masih tertinggal dalam
paru pada posisi istirahat (www.portakalbe.co.id! &000.
P<+/ F=$5 "<'<R
Peak Flow "eter (PF" adalah alat untuk mengukur jumlah aliran udara dalam jalan
napas (PFR. #ilai PFR dapat dipengaruhi beberapa faktor misalnya posisi tubuh! usia!
kekuatan otot pernapasan! tinggi badan dan jenis kelamin (www.en.wikipedia.com!
&004..
Peak Flow "eter adalah alat ukur kecil! dpat digenggam! digunakan untuk memonitor
kemampuan untuk menggerakkan udara! dengan menghitung aliran udara bronki dan
sekarang digunakan untuk mengetahui adanya obtruksi jalan napas
(www.en.wikipedia.com! &004.
Peak Flow "eter (PF" mengukur jumlah aliran udara dalam jalan napas. Peak Flow
Rate (PFR adalah kecepatan (laju aliran udara ketika seseorang menarik napas penuh!
dan mengeluarkannya secepat mungkin. +gar uji (tes ini menjadi bermakna! orang yang
melakukan uji ini harus mampu mengulangnya dalam kelajuan yang sama! minimal
sebanyak tiga kali (www.statcounter.com! &00>.
'erdapat beberapa jenis alat PF". +lat yang sama harus senantiasa digunakan! agar
perubahan dalam aliran udara dapat diukur secara tepat. Pengukuran PFR membantu
menentukan apakah jalan napas tebuka atau tertutup.
PFR menurun (angka dalam skala turun ke bawah jika asma pada anak memburuk. PFR
meningkat (angka dalam skala naik ke atas jika penanganan asma tepat! dan jalan napas
menjadi terbuka. Pengukuran PFR dapat membantu mengetahui apakah jalan napas
menyempit! sehingga penanganan asma dapat dilakukan dini! juga membantu mengenali
pemicu (penyebab asma pada anak! sehingga dapat dihindari (www.statcounter.com!
&00>.
'erdapat perbedaan nilai pengukuran (siklus PFR dalam satu harinya. 7engan mengukur
nilai PFR dua kali dalam sehari menunjukkan gambaran PFR sepanjang hari. +nak yang
berbeda usia dan ukuran badan memiliki nilai PFR yang berbeda (www.statcounter.com!
&00>.
:<#',=+S, P+R.
:entilasi dapat terselenggara kalau arus udara ke dan dari alveoli melalui saluran napas!
lancar. +rus udara ini kecuali ditentukan oleh isi paru! juga ditentukan tekanan yang
menimbulkan aliran! dan tahanan saluran napas (Raw. 'ekanan yang menimbulkan
aliran ada dua macam! yaitu tekanan oleh kontraksi otot pernapasan (P mus dan tekanan
daya lenting jaringan paru (P el. /edua tekanan tadi dilawan oleh tahanan saluran napas
(www.portkalbe.co.id! &000.
:etilasi merupakan saluran napas yang dilalui udara sehingga mulai dari udara masuk ke
hidung sampai terjadinya pertukaran udara di alveoli. :entilasi dapat mengalami
gangguan secara patologi 3
:entilasi $bstruktif
Respirasi abnormal ini mempunyai karekteristik yaitu kekuatan kecepatan ekspirasi yang
lambat (F<:%(F:2 lambat. ,ni terjadi pada orang yang asma atatu empisemia!
peningkatan voume residu dan residu fungsional kapasitas dan penurunan kapasitas vital
adalah hal yang paling mudaj dilihat. Pada seseorang yang mengalami penyakit ini
volume parunya sama dengan orang normal.
+sma! bronchitis! empisemia adalah penyakit yang disebabkan karena ventilai obstruktif!
tapi penyebab sehingga terjadinya obstruktif sama ekai berbeda.
+sma
+sma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena
hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu! yang menyebabkan peradangan?
penyempitan ini bersifat sementara (http3((id.wikipedia.org! &004.
Pada suatu serangan asma! otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang
melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan
pelepasan lendir ke dalam saluran udara. 1al ini akan memperkecil diameter dari saluran
udara (disebut bronkokonstriksi dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus
berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas (http3((id.wikipedia.org! &004.
Spirometri mungkin dibutuhkan untuk membuat inisial diagnosis dan biasanya membantu
mengikuti proses jalannya penyakit-memberi keterangan respon terhadap pemberian
pengobatan (1ueston! &008.
*ronchitis
*ronchitis adalah kondisi klinik yang didefenisikan sebagai batuk kronik dengan
produksi mucus selama berbulan-bulan samapi menahun. Secret mucus dan inflamasi di
bronchi sebagai reaksi menjadi menyempit dan menyebabkan terjadinya ventilasi
obstruktif! perubahan ini merupakan reaksi pertahanan dari jalan napas. *ronchitis juga
bisa disebabkan karena symptom pulmonary obstruktif (http3((oac.med.jhmi.edu! &004.
<mfisema
<mfisema adalah gangguan pengembangan paru-paru yang ditandai oleh pelebaran ruang
udara (alveolus dalam paru-paru disertai destruksi jaringan
+da tiga faktor yang memegang peran dalam timbulnya emfisema yaitu 3
% /elainan radang bronchus dan bronchiolus yang sering disebabkan oleh asap rokok!
debu industri. Radang peribronchiolus disertai fibrosis menyebabkan iskhemia dan parut
sehingga memperluas dinding bronchiolus.
& /elainan atrofik yang meliputi pengurangan jaringan elastik dan gangguan aliran
darah? hal ini sering dijumpai pada proses menjadi tua.
8 $bstruksi inkomplit yang menyebabkan gangguan pertukaran udara? hal ini dapat
disebabkan oleh perubahan dinding bronchiolus akibat bertambahnya makrophag pada
penderita yang banyak merokok. ,nsiden emfisema meningkat dengan disertai
bertambahnya umur (www.portakalbe.co.id! &000.
+da dua bentuk emfisema yaitu 3 % Sentrilobular dan & Panlobular. <mfisema
sentrilobular ditandai oleh kerusakan pada saluran napas bronkhial yaitu pembengkakan!
peradangan dan penebalan dinding bronkhioli. Perubahan ini umumnya terdapat pada
bagian paru atas. <mfisema jenis ini biasanya bersama-sama dengan penyakit bronkhitis
menahun! sehingga fungsi paru hilang perlahan-lahan atau cepat tetapi progresif dan
banyak menghasilkan sekret yang kental. <mfisema panlobular berupa pembesaran yang
bersifat merusak dari distal alveoli ke terminal bronkhiale. Pembendungan jalan udara
secara individual disebabkan oleh hilangnya elastisitas recoil dari paru atau radial traction
pada bronkhioli. /etika menghisap udara (inhale! jalan udara terulur membuka! maka
kedua paru yang elastis itu membesar? dan selama menghembuskan udara (ekshalasi
jalan udara menyempit karena turunnya daya penguluran dari kedua paru itu
(www.portakalbe.co.id! &000.
:entilasi restriktif
Penyakit restriktif ditandai dengan kondisi lebih nyata oleh reduksi pada kapasitas total
paru. :entilasi restriktif mungkin disebabkan kerusakan pulmonary! fibrosi pulmo (kaku
abnormal! non komplikasi paru! atau karena nonpulmo deficit! mencakup kelemahan
otot pernapasan! kelumpuhan! dan kelainan bentuk atau kekakuan dari dinding dada
(http3((oac.med.jhmi.edu! &004.
Pada tes pulmonari! individu yang mengalami ventilasi restriktif memiliki
penurunankapasitas total paru! penurunan residu fungsional! dan penurunan residu
pulmonal. /etika kekuatan kapasitas vital (F:2 mungkin sangat turun! kekuatan volume
ekspirasinya pada waktu satu detik dibagi dengan kekuatan kapasitas vital (F<:%(F:2
biasanya normal atau meningkat dari normal yang seharusnya mengalami penurunan
karena tekanan keelastisan paru menurun (http3((oac.med.jhmi.edu! &004.
/arena tekanan pleura drop memaksa paru menjadii nflamasi! kedalaman pernapasan
pada orang yang mengalami restriktif berbda dibandingkan pada orang yang normal! dan
meraka mengakhiri pernapasan dengan pernapasan dangkal dan cepat
(http3((oac.med.jhmi.edu! &004.
*+* ,,,
"<'$7$=$@, P<R2$*++#
,,,.% +lat
+lat yang dibutuhkan dalam percobaan ini yaitu "ini 5right Peak Flow "eter.
Percobaan yang menggunakan spirometri tidak dilakukan kerena keterbatasan alat
,,,.& 2ara /erja
7alam percobaan ini hanya dilakukan pengukuran Peak Flow Rate (PFR 3
$rang coba diminta memegang Peak Flow "eter dan masukkan pipa tiup ke dalam
mulutnya. Setelah inspirasi maksimal! orang coba diminta meniup sekuat-kuatnya sampai
maksimal dalm Flowmeter. *acalah nilai yang dicapai pada flowmeter (liter(menit.
*+* ,:
1+S,= 7+# P<"*+1+S+#
,:.% 1asil
#ama orang coba 3 =aode +ndrias
-enis /elamin 3 laki-laki
.mur 3 %A tahun
PFR 3
800 =(menit
8B0 =(menit
84C =(menit
PFR rata-rataD (800E8B0E84C(8
D &0FC(8D8F4 =(menit
,:.& Pembahasan
Percobaan dilakukan dengan meminta orang coba melakukan ekspirasi ke dalam Peak
Flow "eter sebanyak tiga kali untuk memastikan keakuratan kemudian PFR diambil dari
rata-rataketiga pengukuran tadi. 1asil pengukuran yang didapatkan adalah 8F4 =(menit.
-ika dilihat dari standar normal dari PFR! orang coba berada di bawah standar normal.
+kan tetapi! PFR setiap orang berbeda-beda dan banyak faktor yang mempengarugi. -adi!
bisa saja meskipun dengan penghitungan PFR menunujukkan bahwa PFR dibawa normal!
akan tetapi dengan nilai demikian seseorang tidak mengalami gangguan pernapasan. 1al
ini mungkin disebabkan karena beberapa faktor tadi misalnya umur! jrnis kelamin! postur
tubuh! posisi selama pengukuran! ataupun karena standar tersebut hanya diperuntukkan
untuk orang-orang yang berbeda ras dengan orang ,ndonesia pada umumnya.
.sia berpengaruh terhadap PFR dimana saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar
yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara dan luas paru-paru
masih terlalu kecil. Perkembangan paru pada masa bayi belum terl?alu baik sehingga
PFRnya lebih rendah dibandingkan orang dewasa. 7emikian halnya pada usia lanjut!
PFR akan menurun akibat otot-otot pernapasan tidak seelastis dengan orang yang lebih
muda.
Posisi juga berpengaruh terhadap nilai PFR. #ilai PFR pada posisi berbaring terlentang
lebih besar dibandingkan pada saat duduk karena ketika duduk diafragma akan
mendorong rongga dada keatasa sehingga ketoka menghirup udara! udara akan lebih
sedikit masuk ke paru-parudibandingkan ketika berbaring dimana diafragma tidak
mendorong rongga dada sehingga udara yang masuk lebih banyak dan yang akan
diekspirasikan juga lebih banyak.
Selain usia dan posisi! tinggi badan atau ukuran tubuh setiap orang juga berpengaruh
terhadap nilai PFR dimana tubuh yang lebih besar akan memiliki PFR lebih besar karena
orang ini membutuhkan lebih banyak oksigen dari udara untuk memenuhi kebutuhan
jaringan di dalam tubuhnya. Selain itu. $rang yang memiliki ukuran tubuh lebih besar
juga memilki kekuatan menghirup udara lebih banyak.
PFR pada laki-laki juga lebih besar dibandingkan perempuan karena kekuatan otot-otot
pernapasan laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan sehingga udara yang dihirup
dan dihembuskan lebih banyak dibandingkan perempuan.
*+* :
P<#.'.P
:.% /esimpulan
/esimpulan yang dapat ditarik pada praktikum ini adalah 3
:olume dan kapasitas paru dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut
spirometer.
Peak Flow "eter (PF" adalah alat untuk mengukur jumlah aliran udara dalam jalan
napas (PFR. #ilai PFR dapat dipengaruhi beberapa faktor misalnya posisi tubuh! usia!
kekuatan otot pernapasan! tinggi badan dan jenis kelamin.
:entilasi patoogis terdiri dari ventilasi obstruktif! ventilasi restriktif! dan ventilasi
campuran yaitu gabungan dari ventilasi obstruktif dan ventilasi restriktif.
:.& Saran
Sebaiknya alat-alat laboratorium yang digunakan dalam praktikum lebih dilengkapi agar
praktikum dapat berjalan dengan lancar.
7+F'+R P.S+/+
1ueston! 5illiam - dan 5eiss! *arry. &008. &0 2ommond