Anda di halaman 1dari 19

AVI- 2013

POST-MODERN
Munculnya dualisme ( double coding ) arsitektur
Post-Modern Architecture is doubly-coded, half-
Modern and half conventional, in its attempt to
communicate with both the public and a concerned
minority, usually architects ( Charles Jencks )

Arsitektur Post-Modern adalah percampuran
antara tradisional dengan non-tradisional ,
gabungan setengah modern dengan setengah non -
modern , perpaduan antar yang lama dengan yang
baru. Mempunyai style yang hybrid ( perpaduan
dua unsur ) dan bermuka dua ( double coding )


POSTMODERN
Komunikatif yg bersifat LOKAL
atau POPULAR
Membangkitkan kenangan
HISTORIK
Berkonteks URBAN
ornamentasi
BUDI SUKADA
CIRI CIRI ARSITEKTUR POST-MODERN

representasional
metaforik
Dihasilkan dari partisipasi
Bersifat plural / jamak
Bersifat eklektik

BUDI SUKADA
CIRI CIRI ARSITEKTUR POST-MODERN
Elemen-elemen yang menyebabkan bangunan
bersifat komunikatif adalah :

Sintaks , berarti cara/teknik penyusunan
kata-kata hingga bermakna dalam semiologi .
Demikian juga dalam arsitektur ,penyusunan
komponen bangunan secara tepat akan
menghasilkan penampilan visual yang
bermakna .

KOMUNIKATIF
Sematik, dalam semiologi elemen ini
menentukan gambaran keseluruhan yang
tercipta dalam ingatan seseorang manakala
mendengar serangkaian kata atau kalimat
yang diucapkan oleh orang lain. Mengikuti
pandangan tersebut, Jencks berpendapat
bahwa sejak dulu masyarakat sudah
mempunyai prototype bangunan yang
berkaitan dengan penggunaannya .

KOMUNIKATIF
Metaphor, dalam semiologi berarti suatu
kiasan yang dihasilkan setelah kata-kata
dirangkaikan. Dalam Arsitektur mengambil
bentuk-bentuk alam yang fungsional dan
mempunyai tanda-tanda atau simbol-simbol
tertentu . Berdasarkan analogi itu ,Jencks
menguraikan perkembangan Arsitektur yang
menyimpang dari arus utama fungsionalisme

KOMUNIKATIF
Manusia sebenarnya memiliki budaya GENERIK dan
DIFFERENSIAL

GENERIK ( historik) : diturunkan oleh suatu budaya
mis : seseorang dilahirkan di Solo , dalam
budaya Jawa -Solo, kemudian pindah ke Amerika,
karena dia terlahir dg konsep budaya Solo maka
walaupun pindah ke Amerika dia tetap membawa
budaya itu . ( pemasangan gebyok di rumah
tinggalnya di Amerika )
BERKONTEKS URBAN
DIFFERENSIAL
Terbangun dari hasil interaksi dengan dunia luar ( tawar-
menawar )

Urban :: - pendatang JAKARTA
- kolonial kompleks
- minimalis
- sunda,madura , padang , dll


BERKONTEKS URBAN

I D E
REPRESENTASIONAL
Pengetahuan
generik &
differensial

Diwujudkan dalam
karya DESAIN






Pantulan ide
=========
REPRESENTASIONAL
HISTORICISM
STRAIGHT REVITALISM
NEO-VERNACULARISM
CONTEXTUALISM
POST-MODERN SPACE
ALIRAN- ALIRAN MENURUT
CHARLES JENCKS
Pemakaian elemen-elemen
Classicism (mis :: Ionic, Doric, dll )
pada bangunan, yang digabungkan
dengan pola pola modern
Contoh : Robert Venturi, Kisho
Kurokawa, dll )



HISTORICISM
Allusionisme , desain arsitektural
yang memasukkan nilai-nilai sejarah
arsitekturnya .
Contoh : sejarah bangunan lama
dilibatkan untuk desain bangunan
yang baru .

HISTORICISM
Pembangkitan kembali l anggam Neo- Klasik ke dal am
bangunan yang bersifat monumental, dengan i rama komposisi
yang berulang dan si metris. Contoh : Al do Rossi , Mari o Botta
dl l

Neo- Kl asi k : : kel uar dari Kl asi k

Kl asik : : sesuatu yang ada tetapi mampu bertahan
kontekstual
Tradisional : : pengulangan ( pengulangan tanpa tahu
maksud pengulangan ) mi s ; j ari t hanya
di pakai untuk j ari t
STRAIGHT REVITALISM

Menghidupkan kembali suasana / elemen
tradisional dengan membuat bentuk dan pola-
pola bangunan lokal
Contoh ; Aldo Van Eyck , dll

Produk-produk pada bangunan ini tidak murni
menerapkan prinsip-prinsip bangunan
vernacular ,melainkan menampilkan karya baru
( mengutamakan penampilan visualnya )
NEO-VERNACULARISM

Memperhatikan lingkungan dalam
penempatan bangunan sehingga didapatkan
komposisi lingkungan yang serasi. Aliran ini
juga disebut URBANISM

Kontekstualisme , desain bangunan dibuat
sesuai dengan desain bangunan di lingkungan
sekitarnya, misalnya dalam bentuk warna,
ukuran .
Contoh ; Antonio Gaudi ,dll

CONTEXTUALISM

Post Modern Space , difokuskan pada
rancangan spatial interpenetration, dimana dua
atau lebih ruang yang berlainan dapat
digabung secara overlap dan saling bertemu
sehingga menghasilkan aliran ruang yang
menerus . Pendukung aliran ini mencoba untuk
mendefinisikan ruang lebih dari sekedar ruang
abstrak dan menghasilkan arti ganda ,
keanekaragaman dan kejutan .
Contoh : Peter Eisenman, dll

POST-MODERN SPACE

Menurut Venturi ,
Estetika Arsitektur Modern berbeda dengan
estetika Arsitektur Post Modern dimana
estetika Arsitektur Modern lebih menekankan
pada struktur, keseimbangan, irama, skala,
titik berat, dan proporsi .

POSTMODERN: arsitektur harus mampu
mewadahi kompleksitas dan kontradiksi .

VENTURI

Anda mungkin juga menyukai