Anda di halaman 1dari 21

Departemen Pendidikan Nasional

U N I V E R S I T A S D I P O N E G O R O
M O D U L 9 :
ZOOPLANKTON : M O L L U S C A
OLEH :
H A D I E N D R A W A T I

Phylum : Mollusca
Class : Gastropoda
Subclass : Prosobranchia
Ordo : Mesogastropoda
Subordo : Heteropoda
Genus : Atlanta
Genus : Carinaria
Genus : Hydrobia,
Genus : J anthina,
Genus : Pterotrachea

Klasifikasi Zooplankton Phyllum Mollusca

Phylum : Mollusca
Class : Gastropoda
Subclass : Opistobranchia
Ordo : Thecosomata ( Pteropoda )
Genus : Cavolina,
Genus : Clio,
Genus : Creseis,
Genus : Spiratella ( Limacina )
Ordo : Gymnosomata ( Pteropoda )
Genus : Clione,
Genus : Pneumoderma
Ordo : Nudibranchia
Genus : Glaucus

Klasifikasi Zooplankton Phyllum Mollusca

Zooplankton Phyllum Mollusca
Wimpeny ( 1966 ) :

1. Mollusca terdiri dari beberapa kelompok
dengan jumlah lebih dari 100.000 species
2. Mollusca mempunyai badan yang relatif
lunak dan tertututp oleh cangkang yang
keras, meskipun beberapa species tidak
memiliki cangkang
3. Mollusca sebagian besar adalah bentik,
kecuali pada Heteropoda dan Pteropoda.

Zooplankton Phyllum Mollusca
Wimpeny ( 1966 ) :
1. Amphineura, yang berarti sebuah bentuk dengan potongan
cangkang berjumlah delapan
2. Gastropoda, biasanya bercangkang tunggal dengan bentuk
melingkar membentuk kerucut
3. Sachopoda, adalah kelompok kecil yang dicirikan dengan bentuk
gading dan terbuka pada kedua ujung
4. Lamellibranchiata, berbentuk sepasang cangkang bivalvia
5. Cephalopoda, dengan bentuk kepala yang dikelilingi dengan
tentakel
Keempat klas pertama hidup dari awal hingga dewasa kontak dengan air laut.
Kecuali pada Cephalopoda, biota biota tersebut pada stadia larva awal hampir
sebagian speciesnya mengalami phase plankton yang melayang pasif.

Zooplankton Phyllum Mollusca
Phase pertama, kadang
kadang melalui phase
telur, tetapi akan menetas
menjadi plankton, yaitu
trocophore. Ukurannya
sangat kecil, mempunyai
mulut menghadap
kebawah berbentuk
cincin equatorial, yang
dilengkapi dengan cilia,
berlanjut ke lambung dan
berakhir di anus.

Zooplankton Phyllum Mollusca
Pada tahap berikutnya, kelenjar cangkang tunggal atau ganda
beserta cangkang akan berkembang pada satu sisi. Pada
daerah sekitar mulut akan berkembang dua cuping ciliata yang
akan membentuk organ pergerakan bernama VELUM.
Selanjutnya diantara mulut dan anus, akan tumbuh semacam
kaki, yang akan memodifikasi trocophore menjadi berbentuk
keong keongan, dan disebut tahap larva VELLIGER .

Zooplankton Phyllum Mollusca
Pada tahap berikutnya, stadia velliger akan berubah menjadi biota
dewasa, namun masih dalam bentuk plankton, dan secara bertahap
akan tenggelam dan berada pada lapisan dasar hingga menjadi
dewasa. Khusus untuk keong-keong laut dan bivalvia, stadia juvenil
tersebut dapat dengan mudah dikenali baik species maupun
genusnya ketika dijumpai dalam stadia plankton, akan tetapi sangat
sulit untuk mengenalinya pada stadia larva.
Pada Klas Gastropoda,
sebagian species, bersifat
sebagai holoplankton.
Contohnya : Janthina fragilis.

Zooplankton Phyllum Mollusca
Pada Cephalopoda, phase plankton mempunyai
kecenderungan pergerakan aktif sebagaimana
nekton, dan berenang baik pada kedalaman
maupun permukaan. Hal ini dikarenakan pada
cumi-cumi dilengkapi dengan sepuluh tentakel
disekeliling mulutnya dan delapan tentakel pada
gurita. Pada klas ini tidak terdapat stadia larva,
sehingga bentuk pada waktu muda tidak berbeda
jauh dengan bentuk dewasa. Meskipun demikian,
khusus untuk Toxeuma belone dan Cirrothauma
murray Chun, ukurannya kecil dan pergerakannya
pasif mengikuti arus, meskipun sampai dewasa,
sehingga seringkali bersifat planktonik.

Plankton Mollusca SubClass Prosobranchia

Biota zooplankton Mollusca SubClass Prosobranchia secara
umum adalah stadia larva dari biota Mollusca. Newell dan
Newell ( 1977 ) menyatakan bahwa pada daerah bermusim
sedang zooplankton larva Mollusca dapat dijumpai pada
perioda musim semi, musim panas dan musim gugur, namun
sebagian besar species muncul di musim panas. Sebagian
besar ( 60 % ) biota zooplankton larva Mollusca melalui fase
larva yang panjang di daerah pelajik, dimana berkaitan dengan
keberadaan induknya yang bersifat epifaunistik.
Sebagian besar biota prosobranchia melapisi telurnya dengan
massa gelatinous atau berbentuk terompet untuk alat
menempel pada substrat. Hal ini yang menyebabkan tidak
banyak telur Prosobranchia yang dijumpai sebagai plankton.

Plankton Mollusca Sub Ordo Heteropoda

1. Heteropoda hidup dalam kolom air secara
planktonik, dimana mengalami reduksi pada
cangkanya, dan terdapat kaki dayung yang
bertindak sebagai dayung renang.
2. Hampir sebagian besar bentuk Heteropoda
mendekati bentuk gastropoda
3. Ukuran heteropoda relatif besar ( diantara 1 4
cm panjangnya ) dan menyerupai bentuk cacing
4. Heteropoda bersifat karnivora dengan memakan
zooplankton yang lain

Plankton Mollusca Ordo Archaeogastropoda

Telur Archaegastropoda biasanya dikeluarkan
langsung ke air, seperti Acmaea virginea dan
Gibbula cineraria, dan larvanya akan menetas dalam
bentuk trochopore. Tetapi sebagian besar biota ini
akan meletakkan telurnya pada massa gelatinous
dimana akan menempel pada substrat dan menetas
dalam bentuk veliger, sedangkan tahapan
trocophore terabaikan. Biasanya, veliger tersebut
akan dilengkapi di sekeliling tubuhnya dengan
velum ciliata.

Plankton Mollusca Ordo Archaeogastropoda

Telur Archaegastropoda biasanya dikeluarkan
langsung ke air, seperti Acmaea virginea dan
Gibbula cineraria, dan larvanya akan menetas dalam
bentuk trochopore. Tetapi sebagian besar biota ini
akan meletakkan telurnya pada massa gelatinous
dimana akan menempel pada substrat dan menetas
dalam bentuk veliger, sedangkan tahapan
trocophore terabaikan. Biasanya, veliger tersebut
akan dilengkapi di sekeliling tubuhnya dengan
velum ciliata.

Plankton Mollusca Ordo Mesogastropoda

Kelompok ini adalah kelompok prosobranchia yang
mayoritas tinggal didaerah intertidal. Telurnya
berbentuk non-viviparous dan dilapisi dengan
bahan gelatinous serta melekat pada substrat. Telur
biota ini jarang dijumpai sebagai plankton kecuali
pada Littorina littorea dan Littorina neritoides.

Plankton Mollusca Ordo Mesogastropoda

Bentuk stadia pertama adalah veliger ( gambar 5
dan 6 ). Hal ini dicirikan dengan munculnya lobus
velum. Jumlah dari lobus velum bervariasi,
biasanya dua buah, terkadang ada yang empat,
khusunya pada larva yang baru menetas,


Plankton Mollusca Ordo Mesogastropoda

sedangkan pada perkembangan berikutnya bisa
menjadi empat atau enam. Keseluruhannya akan
berkembang terus menerus sepanjang tahapan
larva, dan akan menjadi berjumlah delapan
sebelum tahapan metamorfosa selanjutnya.


Plankton Mollusca Sub Ordo Pteropoda

1. Pteropoda dikenal
dengan sebutan kupu
kupu laut dan sangat
melimpah.

2. Ukuran Pteropoda relatif
lebih kecil dibandingkan
dengan heteropoda,
dengan kisaran panjang
1 2 cm

Plankton Mollusca Sub Ordo Pteropoda


3. Pteropoda bermakna kaki
yang melayang, dalam
hal ini karena terdapat
modifikasi yang bertin
dak sebagai dayung
renang

4. .Pteropoda memiliki dua bentuk :
a. Ordo Thecosomata : bercangkang
b. Ordo Gymnosomata : Tanpa cangkang

Plankton Mollusca Sub Ordo Pteropoda


5. Cangkang Pteropoda pada
bagian luarnya tersusun
atas bahan aragonit,
yaitu sejenis calcium
catbonat yang
merupakan salah satu
komponen penting dalam
sedimen

6. Pteropoda tanpa
cangkang merupakan
salah satu pakan yang
penting bagi paus


Plankton Mollusca Sub Ordo Pteropoda


7. Setiap bentuk pteropoda mempunyai cara /
kebiasaan makan yang berbeda :
a. Cangkang Pteropoda akan menjebak partikel
makanan, seperti phytoplankton, beberapa
bakteri dan zooplankton kecil, dengan
menggunakan lapisan mucus yang transparan
b. Partikel makanan tersebut selanjutnya akan
dijebak kedalam jaring jaring, mucus dan
secara perlahan akan terretraktasi (tergeser)
menuju ke mulut Pteropoda
c. Pteropoda tanpa cangkang bersifat carnivora
eksklusif dengan makanan selain zooplankton
TERIMA KASIH MOHON MAAF ATAS KEKURANGAN YANG ADA