Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL MEDICAL SERVICES

PENDAHULUAN

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Oleh karena itu kesehatan
merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Tanpa kesehatan, manusia tidak
dapat melakukan aktivitas sehari-hari mereka, baik dalam produktif secara sosial atau
ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Banyak manusia yang sering kali
mengacuhkan kesehatan mereka karena menganggap dirinya sehat. Padahal lingkungan
manusia saat ini sangat kurang dari garis standarisasi kesehatan dengan berbagai macam
pencemaran dan polusi yang terjadi di ibukota. Hingga banyak timbulnya berbagai
macam penyakit yang dapat mengintai kesehatan manusia setiap saat. Penyakit dapat
menyerang siapa saja, dimana saja, dan kapan saja tanpa memandang latar belakang dan
status sosial manusia itu sendiri.

Suatu organisasi atau perusahaan dapat berjalan efektif apabila fungsi-fungsi manajemen
seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang ada di
dalamnya berfungsi dengan baik, serta unsur-unsur penunjangnya tersedia dan memenuhi
persyaratan. Salah satu unsur terpenting yang dapat mendukung jalannya perusahaan
dalam menentukan keberhasilan perusahaan mencapai tujuan adalah Sumber Daya
Manusia (karyawan). Salah satu faktor penunjang produktifitas SDM diantaranya adalah
faktor kesehatan dari karyawan, dimana perusahaan akan dapat mencapai tujuan bila
memiliki karyawan yang handal dengan kondisi kesehatan yang baik. Dibandingkan
dengan perusahaan yang memiliki karyawan dengan tingkat kesehatan rendah, maka
tujuan perusahaan dalam memenuhi target usaha menjadi sulit tercapai.


TUJUAN KESEHATAN KERJA

Kesehatan kerja bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan guna
meningkatkan kapasitas kerja, mencegah penyakit pada pekerja sebagai akibat dari
kondisi kerjanya, penempatan dan pemeliharaan pekerja dalam lingkungan kerja sesuai
dengan fisik dan psikologis. Sejalan dengan tujuan inilah maka penting untuk dilakukan
pemeriksaan kesehatan kepada para pegawai sebagai screening terhadap status kesehatan
mereka. Jelas tampak adanya korelasi antara status kesehatan pegawai dengan
produktivitas atau kerugian suatu institusi atau organisasi.

Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sangat penting untuk meningkatkan derajat
kesehatan dan produktivitas kerja serta mencegah terjadinya penyakit pada pekerja akibat
dari kondisi kerjanya. Kapasitas dan produktivitas pegawai juga ditentukan oleh keadaan
kesehatannya. Dimana hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk kebiasaan hidup
sehari-hari dan kondisi lingkungan pekerjaan, yang pada akhirnya akan ikut menentukan

kinerja masing-masing pegawai. Bersandar pada pengertian inilah maka penting untuk
dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada seluruh pegawai.

Tujuan dari pemeriksaan kesehatan kepada pegawai adalah untuk memberi jaminan
pegawai tersebut cocok untuk dipekerjakan dan tetap dalam keadaan bugar sepanjang
masa kerja. Selain itu juga sebagai deteksi dini dan penanganan penyakit akibat kerja /
penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan.

Tujuan Umum :
Terselenggaranya pelayanan kesehatan kerja dasar secara optimal di klinik
perusahaan terhadap masyarakat pekerja sehingga mampu menigkatkan produktivitas
kerja.

Tujuan Khusus :
1. Terlaksananya pelayanan kesehatan baik promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif dan rujukan di klinik perusahaan
2. Terlaksananya pencatatan dan pelaporan khususnya tentang penyakit akibat kerja,
penyakit akibat hubungan kerja dan kecelakaan akibat kerja di klinik perusahaan.
3. Tersedianya tenaga, sarana dan prasarana di klinik perusahaan sesuai dengan
standar


LANDASAN HUKUM PEMERIKSAAN KESEHATAN KERJA

Pelaksanaan dari pemeriksaan kesehatan karyawan juga memiliki landasan hukum yang
mengatur, yaitu :
1. Undang-undang No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. Undang-undang No 3 tahun 1992 tentang J aminan Sosial Tenaga Kerja
3. Undang-undang No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
4. Undang-undang No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
5. Undang-undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
6. Undang-undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
7. Undang-undang No 40 tahun 2004 tentang Sisitem J aminan Sosial Nasional
8. Kepres RI no 102 tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan,
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen
9. Kepres no 22 tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul Akibat Hubungan Kerja
10. Inpres no 7 tahun 1999 tentang Wajib Laporan Penyakit Akibat Hubungan Kerja
11. Permenkes no 920/Menkes/Per/XII/1986tentang Pelayanan Kesehatan Swasta di
Bidang Medik
12. Permenkes no 363/Menkes/Per/IV/1998 tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat
Kesehatan pada Sarana Pelayanan Kesehatan
13. Kepmenkes RI no 1758/MENKES/SK/XII/2003 tentang Standar Pelayanan
Kesehatan Kerja Dasar
14. Kepmenkes no 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional








MEDICAL SERVICES

1. KLINIK PERUSAHAAN (IN HOUSE CLINIC)

PENGERTIAN

Klinik Perusahaan adalah tempat untuk memberikan pelayanan kesehatan terutama
bidang pelayanan kesehatan kerja minimal peningkatan, pencegahan, pengobatan,
pemulihan) yang diselenggarakan oleh perusahaan atau badan hokum sesuai dengan
ketentuan berlaku.

Untuk mengadakan pelayanan kesehatan karyawan yang lebih mudah, murah dengan
besar biaya yang tidak ditentukan berdasarkan jumlah kunjungan pelayanan kesehatan,
maka kami akan memberikan solusi dengan sistem berdasarkan jiwa (kapitasi) yang
merupakan tugas dan tanggung jawab sebuah Health Provider yang ditunjuk tanpa
memperhatikan jumlah pelayanan pada suatu periode tertentu, tetapi tetap memperhatikan
mutu pelayanan. Pelayanan kesehatan terpadu dapat dengan cepat mengatasi kecelakaan
kerja pada suatu perusahaan terutama bagi perusahaan yang kondisi kerjanya rentan
terjadi kecelakaan, serta menyediakan program pengobatan yang sesuai dengan situasi
dan kondisi lingkungan setempat.

Pelayanan kesehatan yang terpadu juga dapat menghindari wabah dan penyakit menular
yang sangat rentan terjadi pada suatu perusahaan yang mempunyai karyawan dalam
jumlah besar sehingga akan berakibat terganggunya suatu proses produksi. Pelaksanan
pelayanan kesehatan juga akan lebih efesien melalui perubahan orientasi pelayanan ke
arah tindakan yang bersifat promotif dan preventif.

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka perlu dikembangakan adanya suatu program
pelayanan kesehatan secara terpadu, dimana dalam pelaksanaanya dituangkan dalam
bentuk Poliklinik yang berada dalam lingkup perusahaan.


TUJUAN

Tujuan pendirian poliklinik adalah :
1. Mempercepat pemberian pelayanan kesehatan.

2. Mengatasi dengan cepat kecelakaan kerja.
3. Memberikan kemudahan bagi karyawan untuk berobat, pelayanan KB, dan
mempercepat rujukan.
4. Menyediakan program pengobatan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
5. Memberikan jaminan kesehatan secara berkesinambungan dan berkelanjutan
kepada seluruh karyawan / karyawati perusahaan.
6. Menekan biaya kesehatan yang harus dikeluarkan.
7. Meningkatkan produktifitas dari para karyawan / karyawati perusahaan.
8. Memperkecil angka indisipliner dengan alasan sakit.
9. Menciptakan komunikasi dan saling pengertian dengan perusahaan.
10. Menghindari terjadinya wabah dan penyakit menular.
11. Adminitrasi Kesehatan
12. Pelatihan P3K & K3
13. Penyediaan tenaga medis dan paramedis.
14. Pengelolaan operasional fasilitas kesehatan (Klinik dan Rumah Sakit).
15. Penyediaan Program Kesehatan Kerja
16. Pengkajian risiko kesehatan di tempat kerja.
17. Penilaian hasil pemeriksaaan kesehatan berkala dan status kesehatan pekerja.
18. Pelatihan dan evaluasi alat pelindung diri.


LOKASI

Lokasi klinik perusahaan berada di lingkungan/wilayah perusahaan, mudah dicapai dan
terhindar dari gangguan kebisingan, panas, sumber getar serta bahan berbahaya.


JENIS PELAYANA KESEHATAN

J enis-jenis pelayanan kesehatan kerja di Klinik Tempat Kerja/Perusahaan meliputi
pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

A. Pelayanan Promotif
Kegiatan promosi kesehatan yang berhubungan dengan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3), maupun penyakit yang sedang terjadi di masyarakat, dan penyakit medis
lainnya.
1. Pendidikan dan penyuluhan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) di tempat kerja
2. Perbaikan gizi pekerja, menu seimbang dan pemeliharaan makanan sehat dan
aman serta hygiene kantin
3. Pemeliharaan di tempat kerja, proses kerja dan lingkungan kerja yang sehat
4. Konsultasi kesehatan meliputi psikologi kerja, KB dan masalah kerja lainnya
5. Koordinasi di dalam perusahaan dan ke luar perusahaan dengan pihak yang terkait

B. Pelayanan Preventif

Kegiatan upaya pencegahan terhadap kemungkinan ganguan kesehatan yang dialami oleh
karyawan perusahaan baik yang disebabkan lingkungan kerja maupun di luar lingkungan
kerja. Hal Ini berhubungan dengan Penyakit Akibat Kerja (PAK) maupun Penyakit
Akibat Hubungan Kerja (PAHK).
1. Pemeriksaan kesehatan awal, berkala maupun khusus pada karyawan
2. Identifikasi dan pengukuran potensi kesehatan di tempat kerja/lingkungan kerja
3. Pengendalian bahaya lingkungan kerja (fisik, kimia, biologi, psikososial,
ergonomi)
4. Surveilans Penyakit Akibat Kerja (PAK), Kecelakaan Kerja dan penyakit
dominan di kalangan pekerja
5. Surveilans kesehatan kerja, monitoring lingkungan kerja dan monitoring biologis
6. Hearing Conservation Program
7. Respiratory Protection Program
8. Pemeriksaan kualitas air minum dan kualitas kebersihan makanan/pekerja kiantin
9. J umat Tensi
10. Canteen Auditing
11. Evaluasi karyawan yang memiliki kunjungan terbanyak ke klinik
12. Pencatatan dan pelaporan data pasien secara akurat
13. Mengadakan hubungan kerjasama dengan Team Emergency Respons
14. Medical Check Up
15. Foging
16. Kegiatan vaksinasi
17. Plant Tour
18. Check list first aid
19. Check Ambulance

C. Pelayanan Kuratif .
1. Pertolongan pertama pada kasus emergency
2. Pemeriksaan karyawan
3. Pemberian obat-obatan
4. Pemberian tindakan medis
5. Penanganan PAK dan PAHK
6. Melakukan rujukan bila diperlukan

D. Pelayanan Rehabilitatif
1. Case monitoring
2. Evaluasi PAK dan PAHK
3. Merekomendasikan penempatan kembali tenaga kerja yang cacat dan sesudah
perawatan yang lama secara selektif sesuai dengan kemampuannya

Semua program diatas tertuang dalam Program Kerja Tahunan dan SOP yang akan
diterapkan dan dikombinasikan dengan program kerja yang telah dibuat oleh HRD
dan HSE


Kami menyediakan tenaga medis dan paramedis yang berkompeten dan pengalaman di
perusahaan dengan kualifikasi sebagai berikut :
1. Dokter
a. Memiliki Ijazah Dokter dan STR
b. Memiliki Surat Izin Praktek
c. Memiliki sertifikat ATLS/PPGD, ACLS dan Hiperkes
d. Fasih berbahasa Inggris (lisan dan tulisan)
e. Sehat J asmani dan Rohani
f. Berpengalaman kerja di rumah sakit dan sector industry
g. Memiliki J ob Description

2. Paramedis
a. Memiliki Ijazah Perawat, Hiperkes, BTCLS
b. Memiliki Surat Izin Praktek
c. Fasih berbahasa Inggris (lisan dan tulisan)
d. Sehat J asmani dan Rohani
e. Berpengalaman kerja di rumah sakit dan sector industry
f. Memiliki J ob Description


Obat-obatan dan alkes yang disediakan sesuai standar poliklinik seperti:
1. Anti biotik 17. Penyetop diare
2. Anti alergi 18. Infeksi saluran kencing
3. Anti jamur 19. Obat sariawan
4. Anti virus 20. Obat laksativum
5. Anti radang 21. Vitamin
6. Anti asma 22. Salep kulit
7. Anti kejang 23. Obat telinga
8. Anti rematik 24. Obat mata
9. Anti vertigo 25. Spuit / suntikan
10. Anti spasmodik 26. Cairan infus
11. Anti migrain 27. ATS (anti tetanus serum)
12. Anti hipertensi 28. Suntik KB 3 bulan
13. Obat batuk 29. Pil KB
14. Obat flu
15. Obat maag
16. Analgetik

SISTEM PELAKSANAAN

1. Perusahaan cukup menyediakan tempat poliklinik
2. Fasilitas di dalam poliklinik akan disediakan
3. Perusahaan wajib memberikan data-data karyawan/karyawati yang akan
disertakan

4. Perusahaan diwajibkan membayar premi berdasarkan jumlah karyawan/karyawati
dengan sistem pembayaran di akhir setiap bulannya
5. Poliklinik hanya memberikan pelayanan kepada karyawan/karyawati yang
terdaftar saja



2. MEDICAL CHECK UP

PAKET PREEMPLOYMENT
Adalah Paket Pemeriksaan Kesehatan untuk para calon karyawan untuk menilai apakah
mereka fit untuk posisi kerja mereka atau tidak.

Paket Preemployment 1
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum
2. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dan tes buta warna
3. Rontgen dada, untuk mendeteksi adanya penyakit J antung dan Paru paru
4. EKG, untuk mendeteksi adanya kelainan J antung
5. Laboratorium
a. Hematologi Lengkap
b. Golongan darah & Rhesus
c. Gula darah puasa
d. Fungsi Liver: SGOT, SGPT
e. Fungsi Ginjal: Ureum, Creatinine
f. Urinalysis (Urine routine)

Paket Employment 2
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum
2. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dan buta warna
3. Rontgen dada, untuk mendeteksi adanya penyakit pada J antung dan Paru paru
4. EKG, untuk mendeteksi adanya kelainan J antung
5. Audiometry, untuk mendeteksi adanya gangguan pada fungsi pendengaran
6. Spirometry, untuk mendeteksi adanya kelainan pada fungsi pernapasan
7. Laboratorium:
a. Hematologi Lengkap
b. Golongan darah & Rhesus
c. Gula darah puasa
d. Fungsi Liver: SGOT, SGPT
e. Fungsi Ginjal: Ureum, Creatinine
f. Urinalysis (Urine routine)
g. Feces Routine


PAKET BASIC

Adalah paket pemeriksaan dasar tahunan untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan
pada seseorang. Paket pemeriksaan ini kami rekomendasikan untuk mereka yang berusia
di bawah 35 tahun.
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum
2. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dan tes buta warna
3. Pemeriksaan Gigi oleh Dokter Gigi
4. Rontgen dada : Untuk mendeteksi adanya penyakit pada J antung dan Paru paru
5. EKG : Untuk mendeteksi adanya kelainan J antung
6. Laboratorium:
a. Hematologi Lengkap
b. Golongan darah & Rhesus
c. Gula darah puasa & setelah 2 jam setelah makan
d. Fungsi Liver: SGOT, SGPT
e. Lipid Profile: Total Cholesterol, HDL, LDL, Triglycerides, CRR
f. Fungsi Ginjal: Ureum, Creatinine, Asam Urat
g. Serologi: HBsAg, Anti HBs
h. Urinalysis


PAKET PREMIUM
Adalah paket premium pemeriksaan tahunan untuk mendeteksi adanya gangguan
kesehatan pada seseorang. Paket pemeriksaan ini kami rekomendasikan untuk mereka
yang berusia di atas 35 tahun dimana menurut statistik sudah mulai banyak terdapat
gangguan metabolisme yang dapat berisiko menyebabkan terjadinya penyakit J antung
dan Pembuluh Darah.
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum
2. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dan tes buta warna
3. Pemeriksaan Gigi oleh Dokter Gigi
4. Rontgen dada, untuk mendeteksi adanya penyakit pada J antung dan Paru paru
5. Treadmill test, untuk mendeteksi adanya kemungkinan Penyakit J antung Koroner
6. USG Abdomen, untuk melihat adanya kelainan pada organ organ dalam rongga
perut seperti batu empedu, perlemakan hati ataupun batu ginjal.
7. Pap Smear (untuk wanita), untuk deteksi dini penyakit kanker leher rahim.
8. Laboratorium:
a. Hematologi Lengkap
b. Golongan darah & Rhesus
c. Gula darah puasa & setelah 2 jam setelah makan
d. Fungsi Liver: SGOT, SGPT, Gamma GT
e. Lipid Profile : Total Cholesterol, HDL, LDL, Triglycerides, CRR
f. Fungsi Ginjal: Ureum, Creatinine, Asam Urat
g. Serologi: HBsAg, Anti HBs
h. Serologi penyakit menular seksual: VDRL
i. Urinalysis



PAKET EXECUTIVE
Adalah paket pemeriksaan tahunan yang komprehensif yang direkomendasikan untuk
mereka yang berusia di atas 45 tahun, termasuk di dalamnya adalah screening
pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kemungkinan penyakit keganasan atau kanker.

Male Execitive MCU
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum
2. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dan buta warna
3. Pemeriksaan Mata oleh Dokter Spesialis Mata
4. Pemeriksaan Telinga, Hidung dan Tenggorokan oleh Dokter Spesialis THT
5. Pemeriksaan Gigi oleh Dokter Gigi
6. Rontgen dada
7. Treadmill test
8. USG Abdomen, untuk melihat adanya kelainan pada organ organ dalam rongga
perut seperti batu empedu, perlemakan hati ataupun batu ginjal.
9. Spirometry, untuk mendeteksi adanya gangguan pada fungsi pernafasan
10. Audiometry, untuk mendeteksi adanya gangguan pada fungsi pendengaran
11. Laboratorium:
a. Hematologi Lengkap
b. Golongan darah & Rhesus
c. Gula darah puasa & setelah 2 jam setelah makan
d. Fungsi Liver: SGOT, SGPT, Gamma GT, Bilirubin Total/Indirect/Direct ,
Total Protein /Albumin / Globulin.
e. Lipid Profile : Total Cholesterol, HDL, LDL, Triglycerides, CRR
f. Fungsi Ginjal: Ureum, Creatinine, Asam Urat
g. Serologi: HBsAg, Anti HBs, Anti HAV
h. Fungsi thyroid : T3, FT4, TSHS
i. Serologi penyakit menular seksual: VDRL, TPHA
j. Tumor Marker: CEA, PSA, AFP
k. Urinalysis


Female Executive MCU
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum
2. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dan buta warna
3. Pemeriksaan Mata oleh Dokter Spesialis Mata
4. Pemeriksaan Telinga, Hidung dan Tenggorokan oleh Dokter Spesialis THT
5. Pemeriksaan Gigi oleh Dokter Gigi
6. Rontgen dada
7. Treadmill test
8. USG Abdomen
9. Pap Smear
10. Spirometry, untuk mendeteksi adanya gangguan pada fungsi pernafasan

11. Audiometry, untuk mendeteksi adanya gangguan pada fungsi pendengaran
12. Laboratorium:
a. Hematologi Lengkap
b. Golongan darah & Rhesus
c. Gula darah puasa & setelah 2 jam setelah makan
d. Fungsi Liver: SGOT, SGPT, Gamma GT, Bilirubin Total/Indirect/Direct ,
Total Protein /Albumin / Globulin.
e. Lipid Profile : Total Cholesterol, HDL, LDL, Triglycerides
f. Fungsi Ginjal: Ureum, Creatinine, Asam Urat
g. Serologi: HBsAg, Anti HBs, Anti HAV
h. Fungsi thyroid : T3, FT4, TSHS
i. Serologi penyakit menular seksual: VDRL, TPHA
j. Tumor Marker: CEA, Ca-125, AFP
k. Urinalysis


PERSIAPAN SEBELUM MELAKUKAN MEDICAL CHECK UP:

1. Untuk paket Pre Employment:
a. Calon karyawan peserta Medical Check Up berpuasa minimal 10 jam sebelum
melakukan check up (makan terakhir adalah jam 10 malam sebelumnya)
b. Calon karyawan peserta Medical Check Up diharapkan membawa :
i. satu (1) lembar pas foto berwarna ukuran 3x4
ii. Surat jaminan (guarantee letter) dari perusahaan
iii. Harap membuat appointment minimal sehari sebelumnya


2. Untuk paket lainnnya (Basic, Premium dan Excecutive)
a. Peserta Medical Check Up diharapkan puasa minimal 10 jam sebelum medical
check up
b. Untuk peserta dalam group, jadwal appointment dapat dikoordinasikan dengan
pihak HRD dan diberikan kepada kami minimal satu minggu sebelumnya.
c. Untuk wanita : tidak sedang dalam keadaan haid pada saat pelaksaanaan Medical
Check Up

Saat Medical Check Up:
1. Peserta Medical Check Up akan mendapatkan breakfast / makan pagi .
2. Pelaksanaan Medical Check Up secara keseluruhan akan memakan waktu kira kira 3-
4 jam. Kecuali jika ada treadmill test, maka akan dibutuhkan waktu lebih lama yaitu
sekitar 4-5 jam.

Setelah Medical Check Up:
1. Laporan hasil Medical Check Up untuk Pre Employment paling lambat akan
diberikan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja.

2. Laporan Medical Check Up individual untuk pemeriksaan tahunan akan diberikan
paling lambat 7(tujuh) hari kerja.
3. Pihak HRD akan mendapat Summary Report sebagai gambaran umum dari keadaan
kesehatan karyawannya dan rekomendasi yang dianjurkan seperti misalnya follow up
ke spesialis, vaksinasi ataupun program dental treatment.
4. RS Omni International akan mengadakan Health Talk kepada karyawan mengenai
penyakit yang memang paling banyak ditemukan dan keterangan singkat mengenai
hasil medical check up


PENUTUP

Demikian proposal ini kami sampaikan, semoga penawaran ini mendapat sambutan yang
baik dari perusahaan Bapak/Ibu pimpin, sehingga kita dapat bersama-sama menciptakan
kondisi yang produktif dan berkualitas dan mempunyai kontribusi yang nyata dalam
kemajuan perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.