Anda di halaman 1dari 9

Beranda

About
Konsultan M/E online Blog
Just another WordPress.com weblog
Materi HVAC
Arsip Tulisan untuk Kategori ini

November 6, 2012
Prinsip Kerja Penyejuk Udara Type Split VRV
Posted by konsultanmeonline under Materi HVAC
Leave a Comment
Beberapa kemajuan teknologi dibidang penyejuk udara antara lain adalah sistem split VRV. Vrv
adalah kependekan dari Variable Refrigerant Volume. Pengertian dari variable disini adalah
tidak konstan atau tetap karena volume yg bersikulasi di dalam pipa tembaga akan selalu berubah
tekanannya tergantung dari kebutuhan pendinginannya. Ada banyak perbedaan mendasar dari
sistem pendahulunya yaitu ac split diantarannya adalah sistem pemipaan, kompressor dan
instalasi di lapangan. Dari segi biaya ac type VRV sangat jauh berbeda dengan ac split biasa jauh
lebih mahal salah satu faktor yang membuat ac VRV lebih mahal adalah sistem kerja kompresor
dan sistem pemipaannya. Beberapa pertimbangan bila ingin memutuskan menggunakan type
VRV diantaranya.
1. Dari segi lokasi indoor dan outdoor. Jika lokasi tidak memungkinkan untuk menggukanan ac
split biasa alangkah baiknya menggunakan type vrv.
2. Dari segi efisiensi volume ruangan. Jika ruang yang tersedia untuk penempatan outdor yang
dirasa kurang type vrv adalah solusi yang bijak.
3. Dari segi maintenance atau perawatan. Ac type vrv akan lebih mudah untuk perawatan karna
sistemnya yang sentralisasi.
Tiga poin di atas adalah sebagian dari keuntungan menggunakan sistem ac vrv tetapi sitem ac
type ini juga memili beberapa kekurangan diantarannya :
1. Investasi yang sangat mahal di bandingkan menggunakan ac split
2. Instalasi yang rumit terutama sistem pipa refrigerant.
3. Suara yang dihasilkan dari outdoor unit akan lebih besar karna memiliki kapasitas kompresor
besar.
Beberapa hal yang harus di berikan perhatian khusus dalam mendesign sistem ac vrv adalah
sistem pemipaan karna instalasi pipa refrigerant menuju ke semua indor unit dengan berbagai
macam type. Beberapa merk ac vrv memiliki metode yang berbeda dalam menentukan diamete
pipa refrigerant untuk gas maupun liquid. Saya ambil contoh adalah merk pelopor pertama ac ini
adalah daikin. Daikin memiliki tabel yang menentukan range diameter ukuran untuk pipa
refrigerant sesuai dengan kebutuhan ac nya. Setiap percabangan harus menggunakan refnet joint
sebagai shock ataupun cabangan pembagi. Dari tiap tiap beban ac yang ada sangat berpengaruh
untuk menentukan kapasitas total outdoor unitnya. Jarak antara indoor dan outdoor juga sangat
mempengaruhi kinerja dari sistem ac ini. Demikian penjabaran singkat tentang ac VRV (
Variable Refrigerant Volume ) semoga bermanfaat bagi kita smua.

Januari 7, 2010
Dasar Perancangan Ukuran Ducting pada intalasi tata
udara part 1.
Posted by konsultanmeonline under Materi HVAC | Tag: bjls, distribusi, ducting, sluran udara.
vac, tata udara |
[10] Comments
Apa itu ducting ?
Ducting merupakan bahasa ingris yang kalau di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah
penyaluran pipa.
Dan jika di jabarkan kira-kira adalah bahan atau material yang digunakan untuk mengarahkan
atau menyalurkan udara atau lainya ke arah tertentu dengan mempertimbangkan tiap-tiap tujuan
akhir tersebut manjadi bagian beban terhadap dimensi atau diameter media penyalur pada
sepanjang perjalanan hingga titik akhir beban tersebut keluar dari media penyalur.
Jenis material ducting itu sendiri beraneka ragam disesuaikan dengan udara yang akan di
salurkan. Pengunaan material yang di gunakan akan mempengaruhi suhu udara di sepanjang
perjalanan menuju titik akhir keluarnya udara.
Beberapa jenis material ducting itu sendiri diantara nya :
1. Ducting BJLS (Seng) tanpa isolasi.
Adalah jenis ducting yang di gunakan untuk menyalurkan udara dimana ducting ini tidak
mempertahankan kesetabilan suhu udara yang akan di salurkan. Hanya berfungsi sebagai
penyalur saja dari satu tempat ke tempat yang lain atau dari beberapa tempat ke dalam satu
tempat.
Contohnya :
1. Ducting exhaust. Yaitu sirkulasi udara pada suatu ruangan misalnya toilet, tempat parkir dll
2. Ducting fresh air. Yaitu ducting yang di gunakan untuk menyalurkan udara segar dari luar
ruangan menuju indoor unit ac seperti AHU ataupun FCU.
3. Ducting Intake. Untuk menyalurkan udara dari luar gedung menuju ruangangan yang
membutuhkan udara segar. Seperti lahan parkir yang tertutup atau lainya.
4. Dan sebagainya.
Gambar detail dari ducting tanpa isolasi.

2. Ducting BJLS (seng) Isolasi Luar.
Kalau ducting yang ini sangat berbeda dengan ducting yang pertama tadi. Kalau yang pertama
tadi ductingnya tipe yang porno aksi karna tidak memakai pakaian sehelai benang pun alias
telanjang bulat. Untuk ducting yang pertama kita juluki ducting porno aksi .. setuju kan.
Naah ducting yang ini mengunakan pakaian atau isolasi ducting. Pakaian yang di gunakan juga
beraneka ragam jenisnya layaknya wanita sexy jenis pakaian yang di gunakan juga ada yang tipis
ataupun yang tebal hehe enakan yang tipis kayanya lebih keliatan bentuknya.
Pakaian tipis disini bukan pakaian tidur sutra dengan tali kecilnya lho tapi pakaian glaas wool
yang menyelimuti ducting. Jenis glass wool ada yang tebal dan tipis sesuai dengan suhu
udaranya yang akan di salurkan. Semakin dingin udara yang di salurkan semakin tebal isolasi
yang di gunakan. Biar ductingnya gak masuk angin sich .. capek kan kalo nyampe masuk angin ..
masa mau ngerokin ducting yg panjang n keras gitu .. hehehe. Jenis tebal glasswool yang biasa di
gunakan adalah 24Kg / m3 dengan tebal isolasi 25mm.
Gambar detail isolasi luar.
3. Ducting BJLS (seng) Isolasi Luar dan
dalam.
Ducting paling sopan y ini. Pakeannya super rapet ada yang bercadar juga d kayanya. jangankan
mo liat bentuk lengkuk ductingnya. Liat mukanya aj susah banget. Dari namanya aj udah luar
dalem di isolasi mesti rapet bgt tuch. Ducting kaya dini biasanya untuk ngalirin udara yang
super dingin berrrr dinginnya. Di mulut unit indoor suply udara yang baru keluar kan masih
cold cold nya tuch. Nah .. untuk mencegah ducting berkeringat atau kondensasi makannya
ducting disini kaga boleh setengah2 pakeannya di jamin langsung beku deh kalo setengah2
bukan masuk angin lagi. Selain itu jg untuk mencegah suara yang berlebihan dari hembusan
angin yang buaanter dari mulut unit. Karna suara bisa di redam dengan isolasi bagian yang
dalem. Bahan isolasinya jg ada yang di tambah yaitu speandel pin. Semacam jarum-jarum untuk
menahan glasswool bagian dalam.
Neeh gambar yang ada yg saya dapet. Ducting muslimah hmmm rapet bgt



April 27, 2009
SISTEM HEAT, VENTILATING AND AIR
CONDITIONER ( HVAC )
Posted by konsultanmeonline under Materi HVAC
[4] Comments
Lingkaran Pendinginan (Refrigerant Cycle)
Semua bagian dari sistem pendinginan adalah serupa, kecuali ukuran ukurannya, tergantung dari
kerangka pendinginan tersebut. Lingkaran pendingin merupakan suatu rangkaian pertukaran dari
bagian-bagian bahan pendingin, didalam proses ini bahan pendingin diubah dari bentuk cairan
menjadi uap kemudian diolah kembali menjadi suatu bentuk cairan. Tenaga yang berbentuk
panas yang merubah cairan menjadi uap adalah bentuk panas yang merupakan hawa panas yang
ditarik dari udara didalam ruangan yang diinginkan. Lingkaran pendinginanterdiri dari 4 proses,
yaitu :
1. Kenaikkan tekanan didapat dari dalam kompresor
2. Menghilangkan panas didalam Kondensor
3. Mendapatkan hawa panas di dalam Evaporator.
4. Menghilangkan tekanan didalam Capillary tube

PERHITUNGAN BEBAN PENDINGINAN
Contoh dari Perhitungan beban pendinginan melalui dinding, dilakukan studi kasus pada proyek
rumah tinggal sebagai berikut :
Ruangan rumah tidak dikondisikan seluruhnya. Ruangan yang dikondisikan sebanyak 11 ruang
yaitu: ruang tidur utama, ruang tidur anak 1, ruang tidur anak 2, ruang tidur anak 3, ruang tidur
anak 4, ruang tidur anak 5, ruang keluarga, ruang tidur tamu 1, ruang tidur tamu 2, ruang tidur
tamu 3, dan ruang musik/studio. Adapun luas keseluruhan rumah adalah: panjang 29 m (95,14
ft), lebar 21 m (68,90 ft), tinggi 2 x 3 m (2x 9,84 ft), luas 609 m2 (1998,03 ft2), volume 3654 m3
(11988,19 ft3). Ukuran pintu 6,9 x 4,9 = 33,81 ft2.
a. Beban pendinginan melalui dinding
Besar beban pendinginan melalui dinding tergantung pada luas dinding, harga koefisien
perpindahan panas dinding (U) dan perbedaan temperatur luar dengan temperatur ruangan.
Menurut Carrier (1965: 1-77) harga U dapat dihitung menggunakan persamaan: U = 1/ R
Di mana:
U = Koefisien perpindahan panas dinding (Btu/hr.ft2.oF)
R = Tahanan dinding (hr.ft2.oF/Btu)
Besar beban pendinginan melalui dinding dihitung berdasarkan persamaan:
Q = U x A x Dte (Carrier, 1965: 1-59)
Di mana:
Q = Laju perpindahan panas (Btu/hr)
U = Koefisien perpindahan panas dari dinding (Btu/h.ft2.oF)
A = Luas permukaan dinding (ft2)
Dte = Perbedaan temperatur diantara dua sisi dalam dan luar(oF)
Konstruksi gedung terdiri dari beberapa ruangan. Konstruksi semua dinding sama kecuali
konstruksi lantai, dan konstruksi atap. Dinding semuanya terbuat dari bata merah yang diplester
pada kedua sisinya. Tahanan lapisan udara partisi dan tahanan lapisan udara ruangan dalam
keadaan tenang. Konstruksi dan tahanan panas dinding harga R dapat dilihat adalah sebagai
berikut:
b.Beban pendinginan melalui atap
Beban pendinginan melalui atap adalah besar panas yang melalui atap, perpindahan panas secara
konduksi dari luar ke dalam ruangan yang dikondisikan, menggunakan persamaan: Q = U x A x
Dte (Carrier, 1965: 1-59) Di mana: Q = Laju perpindahan panas (Btu/hr) U = Koefisien
perpindahan panas dari atap(Btu/h.ft2.oF)
A = Luas permukaan atap(ft2) Dte = Perbedaan temperatur antara dua sisi dalam dan luar (oF)
Atap bangunan terbuat dari asbes. Konstruksi dan tahanan panas atap bangunan adalah sebagai
berikut:
c. Beban pendinginan melalui lantai
Beban pendinginan melalui lantai adalah besar panas yang melalui lantai, perpindahan panas
secara konduksi dari luar ke dalam ruangan yang dikondisikan, menggunakan persamaan: Q = U
x A x D (Dossat,R..J, 1961: 147) Di mana: Q = Laju perpindahan panas (Btu/hr) U = Koefisien
perpindahan panas dari lantai(Btu/h.ft2.oF) A = Luas permukaan lantai(ft2) D = Perbedaan
temperatur pada dua sisi lantai (oF) Lantai 2 bangunan terbuat dari beton yang dilapisi keramik.
Konstruksi dan tahanan panas lantai adalah sebagai berikut:
d. Beban Pendinginan dari manusia
Beban pendinginan dari manusia diakibatkan panas yang dikeluarkan tubuh yang berada di
ruangan. Beban panas yang dikeluarkan tubuh bergantung dari aktvitas manusia tersebut.
e. Beban pendinginan dari lampu
Beban pendinginan dari lampu didasarkan pada asumsi bahwa semua lampu yang berada di
ruangan menyala selama unit mesin pendingin beroperasi dapat dilihat pada Carrier (1965: 1
10). Beban panas dari lampu dapat dihitung dengan persamaan:
Q = Daya x 1,25 x 3,4 (Btu/hr) (Carrier 1965: 110)
Di mana: Daya dalam satuan Watt Lampu yang digunakan adalah jenis flurosen. Data-data dari
lampu adalah sebagai berikut:
f. Beban pendinginan melalui udara ventilasi
Ventilasi udara adalah udara luar yang sengaja dimasukkan ke ruangan yang dikondisikan.
Tujuannya agar udara di ruangan bersirkulasi sehingga kondisinya tetap segar. Jumlah udara
ventilasi tergantung pada jumlah orang, aktivitasnya, dan luas ruangan. Jumlah udara ventilasi
dihitung berdasarkan debit udara tiap orang. Debit udara, dapat dihitung beban panas sensibel
dan beban panas latennya. Menurut Harris N.C (1974: 146) beban panas sensibel dan beban
panas laten dapat dihitung dengan persamaan: Untuk beban panas sensibel yang disebabkan
udara adalah:
Qs = cfm x 1,08 x (to ti)
Di mana: cfm = Jumlah udara (cfm) 1,08 = Faktor kali untuk beban panas sensibel
to = Temperatur udara luar (oF)
ti = Temperatur udara ruangan (oF)
Qs = Beban panas sensibel (Btu/hr)
Sedangkan untuk beban panas laten yang disebabkan udara adalah:
Ql = cfm x 0,68 x (Wo Wi)
Di mana:
cfm = Jumlah udara (cfm)
0,68 = Faktor kali untuk beban panas laten
Wo = Spesific humidity udara luar (grain/lb)
Wi = Spesific humidity udara ruangan (grain/lb)
Ql = Beban panas laten (Btu/hr) Specifik humidity udara didapat berdasarkan psychrometric
chart atau menggunakan perankat lunak CATH. Jumlah ventilasi untuk tiap orang yang berada di
dalam rumah adalah 7,5 Cfm dengan asumsi tidak ada orang yang merokok di dalam ruangan.
g. Infiltrasi udara
Infiltrasi udara adalah udara yang masuk ke ruangan melalui celah-celah di sekitar pintu, jendela,
dan melaui pintu terbuka. Jumlahnya tergantung pada kualitas konstruksi jendela atau pintu,
kecepatan angin, dan kerapatan udara ruangan dengan sekelilingnya. Karena infiltrasi udara tidak
bisa dihindari, maka diperlukan suatu cara agar infiltrasi tidak terlalu besar. Proses pengondisian
tekanan udara di dalam ruangan lebih tinggi dari tekanan udara di luar ruangan. Beban
pendinginan yang disebabkan infiltrasi udara melalui dinding dapat dicari menggunakan
persamaan:
Karena beban ventilasi udara lebih besar dari beban pendinginan akibat infiltrasi udara, maka
beban pendinginan yang diperhitungkan dalam perancangan ini adalah beban pendinginan akibat
ventilasi udara. Setelah dilakukan perhitungan, beban pendinginan melalui udara infiltrasi
adalah:
h. Beban pendinginan dari sumber lain
Beban pendinginan dari sumber lain adalah beban yang disebabkan oleh peralatan yang dapat
menimbulkan panas. Beban pendinginan ini dapat juga disebabkan adanya kebocoran pada
saluran udara, penambahan panas ini memiliki toleransi 10% dari room sensible heat (RSH).
-Perhitungan cepat untuk menentukan cooling capacity.
600 btu/h / m2
Contoh :
Ruang kantor yang berukuran 10 x 8 m
Maka cooling capacity dapat ditentukan dengan cara
Luas ruangan x 600 btuh/h
10 x 8 = 80m2
80 x 600 = 48,000 btu/h
Maka pada ruangan berukuran 80 m2 membutuhkan cooling capacity sebesar 48,000 btu/h
Dari berbagai sumber
M. Nur .S

Tentang situs ini:
Just another WordPress.com weblog
Tautan
WordPress.com
WordPress.org
Pages
About
Kategori:
Materi Elektonik (2)
Materi Elektrikal (4)
Materi Fire Fighting (1)
Materi HVAC (3)
Materi Plumbing (1)
Uncategorized (3)
Pencarian:


Cari

Bulanan:
April 2013 (3)
November 2012 (2)
Juli 2012 (4)
Mei 2012 (2)
Januari 2010 (1)
April 2009 (2)
Blog pada WordPress.com. Tema: Connections oleh www.vanillamist.com.
Ikuti
Follow Konsultan M/E online Blog
Get every new post delivered to your Inbox.
subscribe 7519247 http://konsultanme loggedout-follow d444ae05b1 /category/materi-

Sign me up

Powered by WordPress.com