Anda di halaman 1dari 16

ADMINISTRASI PERADILAN

Disampaikan Oleh :
R. JAYA RAHMAT, S.Ag., M.Hum.
Dalam Ssialisasi Pen!elengga"aan A#minis$"asi Pe"a#ilan
A. Pengertian Administrasi
Administrasi adalah literature Inggris sering disebut istilah tat usaha, pekerjaan kantor
(office works), pekerjaan tulis (clerical work), atau pekerjaan kertas (peper work). Suatu
leseluruhan kegiatan mencatat segala kejadian bagi pemimpin atau organisasi, atau
kegiatan catat mencatat berbagai keterangan. Pengertian administrasi diatas adalah dalam
arti sempit. Sedangkan administraisi dalam arti luas menurut The iang !ie, adalah
segenap proses pen"elenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok orang untuk
mencapai tujuan tertentu. #angkaian perbuatan pen"elenggaraan ini terbentang diantara
saat ditentukann"a tujuan "ang ingin cicapai sampai detik terpenuhn"a tujuan itu.
Pengertian senada dikemukakan oleh $ann Sugandha, menurutn"a
administrasi adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan manusia untuk mencapai
sesuatu, usaha ini han"a bersifat kerjasama sehingga akan terlihat beberapa orang
dalam gerakan%gerakan "ang teratur, gerakan orang%orang "ang mengandalkan
kerjasama ini harus bersatu padu, tertib, dan terarah. Arahn"a tidak lain adalah tujuan
"ang telah ditetapkan sebelum kegiatan dimulai dan telah disetujui oleh berbagai
pihak "ang berkepentingan. Sedangkan #obins berpendapat bahwa administrasi
adalah proses "ang bersifat uni&ersal bersama%sama dan melalui orang lain.
Prosesn"a adalah perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengawasan.
$lam pengertian "ang terakhir ini administrasi sama haln"a dengan manajemen "aitu
aktifitas kelompok memimpin artin"a bahwa tugas atau peranan administrator sama
dengan tugas atau perana managemen.
'eseluruhan serangkaian kegiatan tata usaha diatas dalam proses
pen"elenggaraann"a dapat dijelaskan dalam ( (enam) pola perbuatan)
*) +enghimpun, "aitu kegiatan%kegiatan mencari dan menguasakan tersedian"a
segala keterangan "ang terjadin"a belum ada dan berdasarkan dimana%mana
sehingga siap untuk digunakan bilamana diperlukan.
,) +encatat, "aitu kegiatan membubuhkan dengan pelbagai peralatan tulis
keterangan%keterangan "ang diperlukan sehingga terwujud tulisan "ang dapat
dibaca, dikirim dan disimpan. $alam perkembangan teknologi moderen sekarang
ini termasuk pula materi keterangan%keterangan itu dnegan alat perekam suara
hingga dapat didengar, misaln"a pencatatan pada pita tape.
-) +engolah, "aitu bermacam%macam kegiatan mengerjakan keterangan%keterangan
dengan maksud menjanjikann"a dlam bentuk "ang lebih berguna.
.) +enggandakan, "aitu kegiatan memperban"ak dengan pelbagai cara dan alat
seban"ak jumlah "ang diperlukan.
/) +engirim, "aitu kegiatan men"iapkan dengan pelbagi cara dan aalat dan satu pihak
kepada pihak "ang lain.
() +en"impan, "aitu kegiatan menaruh dengan pelbagai cara dan alat ditempat
tertentu "ang mau.
%. A#minis$"asi Pe"a#ilan se&agai 'ungsi
Penga(asan
$i depan disinggung bahawa administrasi sama haln"a dengan fungsi managemen
dimana didalamn"a terdapat aspek pengawasan. Sebelum membahas administrasi
peradilan secara lebih jauh terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa pengertian
penting tentang pengawasan.
+enurut Prof. $#. Pra"udi Atmosudiro, pengawasan merupakan keseluruhan
dari pada akti&itas atau tindakan (measures maatregelen) kita untuk menjamin atau
membuat agar semua pelaksanaan dan pen"elenggaraan (operation) berlangsung dan
sesuai dengan apa "ang telah direncanakan, diputuskan, dan komandokan.
Sedangkan Sondang P. Siregar mengidentifikasi pengawasan sebagai suatu
proses pengamatan dari pelaksaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar
semua kegiatan "ang sedag dilaksanakan dapat berjalan sesuai rencan.
Pengawasan penting dan mutlak dilakukan untuk mengetahui apakah proses
"ang sedang berlangsung sudah sesuai dnegan rencana, dengan hasil akhir dan dari
segi efisien. $alam konteks ini dilakukan suatu perbandingan "ang negatif antara
pemasukan (input) dan pengeluaran (out put). +aka negatif disini, karena sumber alat
dan tenaga "ang dilakukan harus lebih kecil dari hasil "ang diperoleh, untuk
melakukan pengawasan dapat digunakan berbagai pendekatan "ang disebut dengan
metode0teknis pengawasan. +etode0teknis pengawasan tersebut adalah )
*) 1bser&asi langsung, metode ini adalah "ang paling tepat karena dapat dilihat
secara langsung kondisi ob"ektif "ang terjadi dilapangan, melalui pengawasan ini
dapat diperoleh data%data0 keterangan primer.
,) Statistik
+etode pengawasan dnegan mengawasi kegiatan "ang mendukung ban"ak
rincian. Pengawasan "ang mengandalkan angka%angka statistik perjalanan
organisai dalam rentan waktu tertentu.
-) aporan
aporan ini bisa dalam bentuk lisan maupun tulisan.
). Pla P"se#u" Pen!elengga"aan
A#minis$"asi Pe"ka"a
'emampuan aparat peradilan dalam mehami pengertian administrasi secara luas akan
memudahkan terselenggaran" tertib administrasi perkara "ang pada akhirn"a akan
mewujudkan Peradilan "ang mandiri
Sesuai dengan ketentuan pasal , 2ndang%undang 3o. *. tahun *456 tentang
ketentuan%ketentuan pokok Pengadilan "aitu menerima, memeriksa, mengadili dan
men"elesaikan perkara "ang diajukan kepadan"a. 7ang melaksanakan tugas%tugas
administrasi dalam rangka mencapai tugas%tugas pokok tersebut adalah Panitera.
'etentuan ini disebutkand alam pasal ,5 2ndang%undang 3o., tahun *48( tentang
Peradilan 2mum dan pasal ,( 2ndang%undang 3o.5 tahun tentang Pengadilan
Agama.
+enurut ketentuan di atas, Penitera sebagai pelaksana kegiatan administrasssi
Peradilan memililki - (tiga) macam tugas pokok)
*) Pelaksanaan adiminstrasi perkara
,) Pendamping hakim dalam persidangan
-) Pelaksanaan putusan0penetapan pengadilan dan tugas%tugas kejurusitaan lainn"a.
Sebagai pelaksanaan administrasi perkar Panitera berkewajiban mengatur tugas dan para
pembantun"a, "aikni 9akil Panitera dan Panitera +uda. Sebagai pendamping
:akin0+ajelis dalam persidangan, panitera berkewajiban mencatat dan jalann"a
persidangan dan dari catatan%catatan tersbeut, hendakn"a disusun berita persidangan.
$alam hal panitera berhalangan maka panitera dibantu oleh para Panitera Pengganti.
Sebagai pelaksanaan putusan dan pelaksanan tugas kejurusitaan lainn"a, penitera
dibantu oleh juru kejurusitaan lainn"a, panitera dibantu oleh jurusita Pengadilan dan
;urusita Pengganti. 3amun untuk Panitera Pengadilan Tinggi, tidak melaksanakan
tugas%tugas 'ejurusitaan dan eksekusi.
Sebagai pelaksana administrasi perkara Panitera berkewajiban untuk melaksanakan
dengan tertib ketentuan seperti tersbeut dalam pasal (* 2ndang%undang 3o., tahun
*48( a"at (*) dan (,).
+enurut ketentuan kedua undang%undang tersebut, peanitera wajib membuat daftar
semua perkara perdata dan pidan (pasal (*) "angditerima dikepaniteraan serta
memberi nomor urut dab pasal 44 2ndang%undang 3o.5 tahun *484 "aitu membuat
semua daftar perkara "ang diterima dikepaniteraan serta memberi nomor urut dan
dibubuhi catatan singkat tentang isin"a.
Adapun tanggung jawab Panitera adalah sebagaiman pasal *6* 2ndang%undang 3o.5
tahun *484 dan pasal (- 2ndang%undang 3o., tahun *48( "aitu bertanggung jawab
atas pengurusan perkara, penetapan, atau putusan, dokumen, akta, buku daftar, bia"a
perkara, uang titipan pihak ketiga, surat%surat berharga, baran gbukti dan surat%surat
lain "ang disimpan dikepaniteraan.
D. Pla Ten$ang Pelap"an Pe"ka"a
1. Dasar Hukum
Pasal *6 a"at (.) 2ndang%undang 3o.*. tahun *456 jo. Pasal *6 2ndang%undang 3o.*.
tahun *48/ menentukan bahwa +ahkamah Agung melakukan pengawasan terteingi atas
perbuatan Pengadilan "ang lain "aitu terhadap pen"elenggaraan peradilan dan tingkah
laku serta perbuatan para :akim di semua lingkungan badan peradilan dalam
menjalankan kekuasaan kehakiman.
#unag lingkup pengawasan +ahkamah Agung #I terhadap jalann"a
peradilan meliputi)
Pengawasan terhadap pen"elenggaraan peradilam dalam menjalankan
kekuasaan kehakiman (pasal -, a"at (*) 2ndang%undang 3o.*. tahun *48().
Pengawasan atau tingkah laku dan perbuatan para hkim dalam menjalankan
tugasn"a (pasal -, a"at (,) 2ndang%undang 3o.*. tahun *48/)
Pengawasan atas Penasehat hukum dan 3otaris (pasal -( 2ndang%undang
3o.*. tauhn *48/).
Pengawasan terhadap :akim hendkn"a dilakukan dengan tugas%tugas
pen"elenggaraan peradilan dalam menjalankan kekuasaan kehakiman, sehingga
didalamn"a termasuk pula aparat peradilan "ang menjalankan kekuasaan
kehakiman "ang meliputi Panitera, Panitera Pengganti dan ;urusita.
Pengawasan terhadap aparat Pengadilan sebagaimana tersebut diatas
dilakukan oleh 'etua Pengadilan dalam hal ini 'etua Pengadilan Tinggi dan
'etua Pengadilan Tingkat Pertama disemua lingkungan badan Peradilan "ang
merupakan pengawasan melekat, dengan cara memberikan petunjuk, tegoran dan
peringatan dalam kedudukann"a sebagai atasan langsung, sesuai dengn pasal /-
2ndang%undang 3o.5 tahun *4484 dan pasal /- 2ndang%undang 3o., tahun
*48(.
Tata cara pengawasan terhadap <adan Peradilan dpat dilaksanakan dengan
acra memeriksa pekerjaan dan meneliti proses kerja, mendadak, dan juga dengan
meneliti laporan sebagaimana "ang telah ditetapkan dalam pola <indalming.
2. Fungsi-fungsi Laporan
aporan mengenai perkara meliputi keadaan perkara kegiatan hakim, keadaan perkara
"angdimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kemballi, perkara eksekusi dan juga
laporan tentang keuangan perkara.
aporan tentang keadaan perkara hendakn"a menggambarkan keadaan
keadaan perkara "ang sebenarn"a sejak dari perkara diterima hingga selesai dan
diminutasi.
$engan demikian fungsi%fungsi laporan%laporan "angdibuat oleh Pengadilan
sebagai berikut)=
a. Sebagai alat pemantau segala tingkah laku dan perbuatan hakim dan pejabat
kepaniteraan oleh +ahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi sebagai kawal
dengan dari +ahkamah Agung.
b. Sebagai bahan untuk meliputi kebenaran dari e&aluasi "ang dibutuhkan oleh
Pengadilan dan Pengadilan Tinggi sebagaimana "ang ditentukan dalam
keputusan +ahkamah Agung 3o.'+A06650S'0II0*488.
c. Sebgai bahan dan dasar bagi +A%#I untuk menge&aluasi hasil pengawasan
"ang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi dan sebagai dan bahan dasar bagi
Pengadilan Tinggi untuk menge&aluasi hasil pengawasan "ang dilakukan oleh
Pengadilan Tingkat Pertama.
d. Sebagai bahan untuk mengetahui kemajuan%kemajuan "ang telah
dicapai,sehingga dalam mengambil keputusan dalam rangka pembinaan lebih
lanjut dapat dilaksanakan sesuai dengan rencna.
1leh karena laporan sebagai sarana pengawasan "ang mudah dan efektif,
maka wajib membuat laporan harus dilaksanakan dengan sumngguh%sungguh
tanpa intensifikasi sisitim laporan maka tugas%tugas pengawasan akan sangat sulit
dilaksanakan.
3. Macam-Macam Laporan
Pola laporan "ang ditetapkan di Peradilan 2mum dan Peradilan Agama tidak
sama. $i lingkungan Pengadilan 2mum baik Pengadilan 3egeri (P3) maupun
Pengadilan Tinggi, laporan perkara meliputi dua hal "aitu perkara perdata dan
perkara pidana. Sedangkan di Pengadilan Agama tidak ada laporan perkara pidana
karena PA memang tidak mempun"ai kewenangan mengenai perkara pidana.
'ewenangan han"a perkara perdata (perdata khusus).
E. Pla Ten$ang Lap"an Pe"ka"a
$asar hukum pola tentang pelaporan perkara adlah pasa *6 2ndang%undang 3o.*. tahun
*456 jo pasal *6 2ndang%undang 3o.*. tahun *448/, dimana +A melakukan
pengawasan tertingi atas perbuatan Pengadilan "ang lain "aitu terhadap pen"elenggaraan
peradilan dan tingkah laku serta perbuatan para hakim di semua lingkungan badan
peradilan dan dalam menjalankan 'ekuasaan 'ehakiman.
$alam rangka pengawasan tersbeut maka tata cara pelaksanaan dengan cara
memeriksa pekerjaan dan meneliti proses kerja, meneliti dan menilai hasil kerja,
inspeksi rutin dan inspeksi mendadak, dan juga dengan meneliti laporan%laporan
sebagaimana "ang telah ditetapkan dalam Pola <indalmin.
aporan%laporan "ang dibuat oleh Pengadilan Agama dnegan demikian
memiliki fungsi sebagai berikut )
a. Sebagai alat pantau segala tingkah laku dan perbuatan hakim dan pejabat
kepaniteraan oleh +ahkamah Agung dan Pengadilan Tingi Agama sebagai kawal
depan dari +ahkamah Agung #I.
b. Sebagai bahan untuk menelliti kebenaran dari e&aluasi "ang dibutuhkan oleh PA
dan PTA sebagaimana "ang ditentukan dalam Surat 'eputusan +A 3o.
'+A06640S'0II0*488.
c. Sebagai bahan bagi +ahkamah Agung #I untuk menge&aluasi hasil pengawasan
"ang dilakukan oleh PTA dan sebagai bahan dan dasar bagi PTA untuk
menge&aluasi hasi lpengawasan "ang dilakukan oleh PA.
d. Sebagai bahan untuk mengetahui kemajuan%kemajuan "ang telah dicapai,
sebagaimana dalam mengambil keputusan dalam rangka pembinaan lebih lanjut
dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.
Pola pelaporan perkara dilaksanakan sesuai dengan pola <ildanmin berdasar
Surat 'eputusan 'etua +ahkamah Ahung #I 3o. '+A066*0S'0I0*44*tanggal ,.
;anuari *44* di Pengadilan Agama, dan diperkuat lagi dengan surat edaranh +A
nomor , tahun *44- sampai tanggal *( ;anuari *44- tentang Pengiriman aporan
oleh Pengadilan Agama dan PTA.
*. Pembuatan aporan oleh Pengadilan Agama meliputi
Lap"an %ulanan
$ibuat setiap bulan ;anuari s.d $esember dan terdiri atas )
a. >olmulir I ? PA* @ aporan 'eadaan Perkara
b. >olmulir I ? PA5 @ aporan 'euangan Perkara
c. >olmulir I ? PA8 @ aporan ;enis Perkara
Lap"an Empa$ %ulanan
$ibuat bulan April, Agustus, dan $esember terdiri atas
a. >olmulir I ? PA, @ aporan Perkara "ang dimohonkan banding
b. >olmulir I ? PA- @ aporan Perkara "ang dimohonkan kasasi
c. >olmulir I ? PA. @ aporan Perkara "ang dimohonkan
peninjauan kembali
d. >olmulir I ? PA/ @ aporan Perkara "ang dimohonkan eksekusi
Lap"an enam &ulanan
$ibuat bulan ;uni dan $esember
>ormulir I ? Pa( ) aporan tentang kegiatan :akim.
'eterangan )
*) aporan bulanan dibuat pada setiap akhir bulan dan sudah harus dapat diterima
pada akhir bulan dan sudah harus dapat diterima pada tanggal */ bulan
berikutn"a. aporan empat bulanan dibuat pada akhir bulan, April, Agustus
dan $esember. Sedangkan laporan enam bulanan dibuat pada akhir bulan ;uni
dan $esember.
,) Asli laporan dikirim ketua PTA "ang mewakili Pengadilan Agama tersebut,,
dengan lembar rangkap dari setiap laporan tersbeut dikirim kepada +A%#I
AB. $irektur :ukum dan Pengadilan +ahkamah Agung #I.
a) 'asus aporan
I%PA8 @ aporan sejenis perkara, selain dikirim ke Pengadilan Tinggi
Agama juga dikirim kepada $epartemen Agama #I AB. $irektur Pembina
<adan Pengadilan Agama di ;akarta.
-) % aporan I%PA* @ $ipalorkan sejak diteriman"a perkara tersebut, putus dan
diundur.
% aporan I%PA* @ $ipalorkan sejak diteriman"a perkara tersebut, putus dan
diundur.
% aporan I%PA, @ $ipalorkan sejak perkara diputus, diajukan permohonan
banding s0d pengiriman berkas ke PTA.
% aporan I%PA- @ $ipalorkan sejak penerimaan berkas dari PTA s.d
pengiriman berkas ke +ahkamah Agung.
% aporan I%PA. @ $ipalorkan sejak penerimaan berkas dari
PTA0+ahkamah Agung s.d pengiriman berkas ke +ahkamah Agung.
% aporan I%PA/ @ $ipalorkan sejak penerimaan permohonan eksekusi
sampai selesain"a eksekusi dnegan penambhan penjelasan perkara%
perkara "angbergantung permohonan eksekusi.
% aporan I%PA( @ $ipalorkan kegiatan hakim "ang dilaporkan tentang
jumlah perkara "ang diterima, diputus, sisa perkara dan "ang sudah serta
belum diminutir.
% aporan I%PA5 @ merupakan laporan tentang keadaan keuangan perkara.
% aporan I%PA8 @ laporan jenis perkara "ang selama ini tidak dilaporkan
PA "ang dikenal <,. laporan%laporan I%PA8 ini merupakan laporan
semata%mata data tentang jumlah dan jenis perkara, jumlah putusan dan
sisa perkara "ang belum diputus setiap akhir bulan.
.) $ari data%data tersebut dapat ditentukan kelas Pengadilan mengusun anggaran,
jumlah kebutuhan dan kualitas hakim.
/) 'etua Pengdilan Tinggi Agawa 9ajib meneliti dan memeriksa laporan "ang
diteriman"a, dengann tertib dan cermat. Penelitian dan pmeriksaan oleh ketua
Pengadilan Tinggi Agama dapat dilimpahkan kepada :akim Tinggi Pengawas
$aerah, "ang dikoordinir oleh 9akil 'etua Pengadilan Tinggi Agama.
() $ari penelitian dan pemeriksaan "ang tertib dan cermat tersebut, kemudian
dilakukan e&aluasi tentan gtingkah laku para pejabat kehakiman secara
men"eluruh baik hakim maupun pejabat kepaniteraan "ang berhubungan
dengan pen"elenggaraan jalann"a peradilan, sebagaimana dimaksud dalam
'eputusan 'etua +ahkamah Agung #I 3omor ) '+A06640S'0*488.
5) Aara mengisi formullis keadaan perkara
I%PA*
F 'olom * ) Aukup jelas
F 'olom, ) $iisi nomor perkara "ang merupakan sisa perkara bulan lalu dan
perkara "ang diterima dalam bulan "ang bersangkutan.
Aara penulisan nomor perkara harus dimulai nomor perkara
"ang terkecil.
F 'olom - ) 3ama :akim0+ajelis diisi dengan kode sesuai dnegan hakim
"ang bersidang dan Panitera "ang ikut dalam sidang
F 'olom . ) Tanggal penerimaan, diisi dengan tanggal penerimaan berkas
perkara, ditulis secara berurutan dimulai dari tanggal, bulan
dan tahun penerimaan "ang terkecil
F 'olom / ) Tanggal penunjukan :akim0+ajelis, diisi dnegan tanggal
ditetapkan susunan +ajelis :akim
F 'olom ( ) Tanggal dimulain"a sidang, diisi dengan tanggal dimulain"a
sidang pertama, bukan tanggal penetapan hasil sidang.
F 'olom 5 ) Tanggal putusan, diisi dnegan tanggal bulan dan tahun putusan
perkara. Pengisian bulan putusan harus sesuai dengan bulan
laporan.
F 'olom 8 ) Sisa akhir bulan "ang merupakan perkara "ang belum dibagi,
diisi dengan nomor perkara "ang belum ditetapkan +ajelis
:akim.
F 'olom 4 ) Sisa akhir "ang merupakan perkara%perkara "ang belum diputus,
diisi dengan semua nomor perkara "ang belum diputus
ditambah dengan nomor perkara "ang belum dibagi
F 'olom *6 ) Sisa akhir bulan "ang merupakan perkara%perkara "ang sudah
diputus tetapi belum diminutir, diisi dengan nomor perkara%
perkara "ang diputus dalam bulan "ang bersangkutan.
F 'olom ** ) 'olom keterangan, memuat - hal )
*. % 3ama 'etua Pengadilan dengan kode A
% 3ama 9akil 'etua Pengadilan dengan kode <
% 3ama%nama :akjim berdasarkan $2S dengan kode A*,
A,, A- dan seterusn"a.
-. % 3ama Panitera dengan kode $
% 3ama Panitera Pengganti berdasarkan $2S dengan
kode A*, A,, A- dan seterusn"a
-. #ekapitulasi memuat)
*. Sisa bulan lalu dan , tambahan bulan ini) diisi sesuai
kolom ,
,. Putus ) diisi sesuai kolom 5
-. Sisa akhir
a. <elum dibagi dus sesuai kolom 8
.. Sisa belum diminutir ) diisi dengan kolom *6 bulan
sebelumn"a dan bukan "ang dilaporkan
8) +engingat kolom * s.d kolom 4 satu dan lainn"a berkaitan dengan
berhubungan erat, maka penulisann"a harus sejajar dengan nomor perkara
dalam kolom ,
4) Pencabutan perkara atau pencoretan dari daftar perkara dimasukan dalam
kolom 5 dengn dibubuhi tanda dan keteranagan sebagai catatan kaki.
*6) Apabila terdapat perkara "ang sudah diputus akan tetapi tidak dilaporkan pada
bulan "ang bersangkjutan, maka dilakukan ralat dengan membuat ulang
laporan "ang bersangkutran.
**) 'etua pengadilan agama sebelum mendatangi laporan bulanan hendak
meneliti sendiri serta memerintahkan hakim untuk meneliti kebenaran
laporan%laporan perkara.
,. Pembuatan laporan oleh pengadilan tinggi agama.
a. Lap"an %ulanan
$alamlaporan bulanan ini dibuat setiap bulan dari bulan ;anuari s.d bulan
$esember laporan dibuat setiap akhir bulan, dan sudah diterima selambat%
lambatn"a pada tanggal */ bulan berikutn"a sebagaimana laporan oleh
pengadilan agama, asli laporan "ang diabuat oleh pengadilan tinggi angama
dikirimkan kepala +ahkamah Angung AB $irektur :ukum dan Pengadilan
+ahkamah #I.
'etua 'pengadilan Tinggi Agama sebelum menandatangi laporan bulanan,
hendakn"a meneliti sendiri, serta memerintahkan hakim untuk meneliti
laporanm%laporan tersebut.
$apun laporan bulanan "ang harus dibuat meliputi )
*. >ormulir II ?PA* ) aporan keadaan perkara perdata
,. >ormulir II%PA- ) aporan keuangan perkara perdata
b. aporan enam bulanan
$ibuat pada bulan ;uni dan $esember "aitu formulir II%PA, ) aporan
tentang kegiatan hakim perkara perdata.
POLA TENTAN* LAPORAN
A. PEN*ADILAN A*AMA
a. aporan 'eadaan Perkara ( I%PA*)
b. aporan Perkara "ang $imohonkan <anding (I%PA,)
c. aporan Perkara "ang $imohonkan 'asasi (I%PA-)
d. aporan Perkara "ang $omohinkan P' (I%PA.)
e. aporan Perkara "ang $omohonkan Cksekusi (I%PA/)
f. aporan Tentang 'egiatan :akim (I%PA()
g. aporan 'euangan Perkara (I%PA5)
h. aporan ;enis Perkara (I%PA8)
%. PEN*ADILAN TIN**I A*AMA
a. aporan 'eadaan Perkara (II%PA*)
b. aporan Tentang 'egitan :akim (II%PA,)
c. aporan 'euangan Perkara (II%PA-)
LAPORAN
*. Pengadilan Agama berkewajiban membuat laporan tentang perkara, keuangan perkara
dan kegiatan hakim.
+acam%macam laporan )
IPA * sampai dengan IPA 8 buku II hal /(
,. Asli laporan dikirim kepada 'etua Pengadilan Tingkat <anding atau Pengadilan Tinggi
Agama dan +ahkamah Agung #I.
-. aporan keadaan perkara, keuangan perkara dan jenis perkara dibuat pada setiap akhir
bulan dan sudah harus diterima oleh +ahkamah Agung pada tanggal */ bulan
berikutn"a.
.. aporan keadaan perkara "ang dimohonkan banding kasasi, peninjauan kembali dan
eksekusi dibuat setiap . (empat) bulan "aitu pada akhir April, Agustus dan
$esember.
/. aporan tentang kegiatan hakim dibuat setiap ( (enam) bulan "aitu pada akhir bulan
;uni dan $esember.
(. a. aporan tentang keadaan perkara, sejak diterima sampai dengan diputus di minutasi.
b. aporan dimohonkan banding, tentang keadaan perkara "ang dimohonkan banding,
mulai tanggal putusan, tanggal pengiriman berkas perkara ke Pengadilan
Tinggi Agama.
c. aporan 'asasi penerimaan perkara dari Pengadilan Tinggi Agama sampai tanggal
pengiriman berkas perkara ke +ahkamah Agung #I.
d. aporan Peninjauan 'embali (P'), tanggal penerimaan berkas dari +ahkamah Agung
atau Pengadilan Tinggi Agama sampai dengan pengiriman berkas ke
+ahkamah Agung #I.
e. aporan Cksekusi tentang keadaan perkara "ang dimohonkan eksekusi dari tanggal
permohonan sampai dengan selesai eksekusi.
f. $alam setiap laporan terhadap perkara "ang belum dikirim, harus pula disebutkan
alasann"a dalam kolom keterangan.
g. aporan model IPA , sampai dengan IPA /, tetap dilaporkan dalam setiap laporan
sampai perkara diputus atau selesai.
h. aporan kegiatan hakim, berisi tentang jumlah perkara "ang diterima, diputus, sisa
perkara, serta jumlah perkara "ang sudah maupun "ang belum diminutasi.
i. aporan tentang keuangan perkara, data%datan"a harus sesuai dengan buku induk
keuangan perkara.
5. aporan IPA * sampai dengan IPA 5 adalah laporan "ang bersifat e&aluasi, sehingga
dari laporan ? laporan tersebut dapat dipantau tentang kegiatan para Pejabat
Peradilan secara keseluruhan, baik hakim maupun Pejabat 'epaniteraan "ang
berhubungan dengan pen"elenggara jalann"a Peradilan.
8. aporan IPA 8 adalah laporan "ang semata%mata bersifat data tentang )
% ;umlah dan jenis perkara.
% ;umlah putusan.
% Sisa perkara "ang belum diputus pada setiap akhir bulan, dan data tersebut dapat
ditentukan kalau pengadilan setuju secara anggaran, jumlah kebutuhan dan
kualitas hakim.
4. Secara pen"ampaian formasi laporan lihat petunjuk <indalmin.
PEN*A+ASAN
*. aporan ? laporan
*.* aporan IPA *, IPA ,, dan IPA 8 laporan termasuk laporan bulanan.
*., aporan IPA ,, IPA -, IPA ., IPA / dan IPA ( adalah laboran empat bulanan.
*.- aporan ( (enam) bulanan "aitu tentang kegiatan hakim.
,. aporan keadaan perkara
a. 2nsur ? unsur jenis perkara dimulai dinomor * (satu) dan dicatat secara berurutan.
b. 2nsur perkara dibuat berurutan .
c. 3ama hakim 0 majelis termasuk PP.
d. Tanggal penulisan perkara harus berurutan.
e. Tanggal P+: sesuai tanggal P+: "ang dibuat 'etua 0 9akil 'etua.
f. Tanggal dimulaina"a sidang sesuai dengan P:S "ang dibuat 'etua +ajelis.
g. Tanggal putusan sesuai dengan bulan laporan jurnal dan register.
h. Sisa perkara "ang belum dibagi, juga termasuk pada kolom 4 ( belum diputus ).
$iposkan oleh Inside 1f +e di 68)*/
abel) Artikel
, kmen$a":
Poskan 'omentar
http)00areabeku.blogspot.com0,6640680administrasi%peradilan.html
Asas%asas :ukum Acara Peradilan Agama
A.*. Asas 2mum embaga Peradilan Agama
*) Asas <ebas +erdeka
'ekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara"ang merdeka untuk men"elenggarakan
peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila, demi
terselenggaran"a 3egara hukum#epublik Indonesia.
Pada dasarn"a aDas kebebasan hakim dan peradilan "ang digariskan dalam 22 3omor -
Tahun ,66( tentang perubahan atas 22 3omor 5 Tahun *484 Tentang Peradilan Agama
adalah merujuk pada pasal ,. 22$ *4./ dan jo. Pasal * 2ndang%undang 3omor . Tahun
,66. tentang 'ekuasaan 'ehakiman.
$alam penjelasan Pasal * 22 3omor . tahun ,66. ini men"ebutkan E'ekuasaan
kehakiman "ang medeka ini mengandung pengertian di dalamn"a kekuasaan kehakiman
"ang bebas dari campur tangan pihak kekuasaan 3egara lainn"a, dan kebebasan dari
paksaan, direkti&a atau rekomendasi "ang datang dari pihak ekstra "udisial kecuali dalam
hal "ang diiDinkan undang%undang.F
,) Asas Sebagai Pelaksana 'ekuasaan 'ehakiman
Pen"elenggara kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah +ahkamah Agung dan
badan peradilan "ang berada di bawahn"a dalam lingkungan peradilan umum,
lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata
usaha 3egara, dan oleh sebuah +ahkamah 'onstitusi.
Semua peradilan di seluruh wila"ah 3egara #epublik Indonesia adalah peradilan 3egara
dan ditetapkan dengan undang%undang. $an peradilan 3egara menerapkan hukum dan
keadilan berdasarkan Pancasila.
-) Asas 'etuhanan
Peradilan agama dalam menerapkan hukumn"a selalu berpedoman pada sumber hokum
Agama Islam, sehingga pembuatan putusan ataupun penetapan harus dimulai dengan
kalimat <asmalah "ang diikuti dengan irah%irah E$emi 'eadilan <erdasarkan 'etuhan
7ang +aha Csa.F
.) Asas >leksibelitas
Pemeriksaan perkara di lingkungan peradilan agama harus dilakukan dengan sederhana,
cepat, dan bia"a ringan. Adapun asas ini diatur dalam pasal /5 (-) 22 3omor 5 Tahun
*484 "ang tidak diubah dalam 2ndang%undang 3omor - Tahun ,66( tentang Peradilan
Agama jo pasal . (,) dan pasal / (,) 22 3omor . Tahun ,66. Tentang 'ekuasaan
'ehakiman. 2ntuk itu, pengadilan agama wajib membantu kedua pihak berperkara dan
berusaha menjelaskan dan mengatasi segala hambatan "ang dihadapi para pihak tersebut.
7ang dimaksud sederhana adalah acara "ang jelas, mudah difahami dan tidak berbelit%
belit serta tidak terjebak pada formalitas%formalitas "ang tidak penting dalam
persidangan. Sebab apabila terjebak pada formalitas%formalitas "ang berbelit%belit
memungkinkan timbuln"a berbagai penafsiran.
Aepat "ang dimaksud adalah dalam melakukan pemeriksaan hakim harus cerdas dalam
mengin&entaris persoalan "ang diajukan dan mengidentifikasikan persolan tersebut untuk
kemudian mengambil intisari pokok persoalan "ang selanjutn"a digali lebih dalam
melalui alat%alat bukti "ang ada. Apabila segala sesuatun"a sudah diketahui majelis
hakim, maka tidak ada cara lain kecuali majelis hakim harus secepatn"a mangambil
putusan untuk dibacakan dimuka persidangan "ang terbuka untuk umum.
<ia"a ringan "ang dimaksud adalah harus diperhitungkan secara logis, rinci dan
transparan, serta menghilangkan bia"a%bia"a lain di luar kepentingan para pihak dalam
berperkara. Sebab tinggin"a bia"a perkara men"ebabkan para pencari keadilan bersikap
apriori terhadap keberadaan pengadilan.
/) Asas 3on Ckstra 7udisial
Segala campur tangan dalam urusan peradilan oleh pihak lain di luar kekuasaan
kehakiman dilarang kecuali dalam hal%hal sebagaimana disebut dalam 22$ #I Tahun
*4./. Sehingga setiap orang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud
akan dipidana.
() Asas egalitas
Peradilan agama mengadili menurut hokum dengan tidak membeda%bedakan orang. Asas
ini diatur dalam pasal - (,), pasal / (,), pasl ( (*) 22 3o.. Tahun ,66. Tentang
'ekuasaan 'ehakiman jo. Pasal , 22 3o.- Tahun ,66( Tentang Peradilan Agama.
Pada asasn"a Pengadilan Agama mengadili menurut hukum agama Islam dengan tidak
membeda%bedakan orang, sehingga hak asasi "ang berkenaan dengan persamaan hak dan
derajat setiap orang di muka persidangan Pengadilan Agama tidak terabaikan.
Asas legalitas dapat dimaknai sebagai hak perlindungan hukum dan sekaligus sebagai
hak persamaan hokum. 2ntuk itu semua tindakan "ang dilakukan dalam rangka
menjalankan fungsi dan kewenangan peradilan harus berdasar atas hokum, mulai dari
tindakan pemanggilan, pen"itan, pemeriksaan di persidangan, putusan "ang dijatuhkan
dan eksekusi putusan, semuan"a harus berdasar atas hukum. Tidak boleh menurut atau
atas dasar selera hakim, tapi harus menurut kehendak dan kemauan hukum.
A.,. Asas 'husus 'ewenangan Peradilan Agama
*) Asas Personalitas 'e%islaman
7ang tunduk dan "ang dapat ditundukkan kepada kekuasaan peradilan agama, han"a
mereka "ang mengaku dirin"a beragama Islam. Asas personalitas ke%islaman diatur
dalam 22 nomor - Tahun ,66( Tentang perubahan atas 22 3omor 5 tahun *484
Tentang peradilan agama Pasal , Penjelasan 2mum alenia ketiga dan Pasal .4 terbatas
pada perkara%perkara "ang menjadi kewenangan peradilan agama.
'etentuan "ang melekat pada 22 3o. - Tahun ,66( Tentang asas personalitas ke%
islaman adalah )
a) Para pihak "ang bersengketa harus sama%sama beragama Islam.
b) Perkara perdata "ang disengketakan mengenai perkawinan, waris, wasiat, hibah,
wakaf, Dakat, infaB, shodaBoh, dan ekonomi s"ariGah.
c) :ubungan hukum "ang melandasi berdsarkan hukum islam, oleh karena itu acara
pen"elesaiann"a berdasarkan hukum Islam.
'husus mengenai perkara perceraian, "ang digunakan sebagai ukuran menentukan
berwenang tidakn"a Pengadila Agama adalah hukum "ang berlaku pada waktu
pernikahan dilangsungkan. Sehingga apabila seseorang melangsungkan perkawinan
secara Islam, apabila terjadi sengketa perkawinan, perkaran"a tetap menjadi kewenangan
absolute peradilan agama, walaupun salah satu pihak tidak beragam Islam lagi (murtad),
baik dari pihak suami atau isteri, tidak dapat menggugurkan asas personalitas ke%Islaman
"ang melekat pada saat perkawinan tersebut dilangsungkan, artin"a, setiap pen"elesaian
sengketa perceraian ditentukan berdasar hubungan hukum pada saat perkawinan
berlangsung, bukan berdasar agama "ang dianut pada saat terjadin"a sengketa.
etak asas personalitas ke%Islaman berpatokan pada saat terjadin"a hubungan hukum,
artin"a patokan menentukan ke%Islaman seseorang didasarkan pada factor formil tanpa
mempersoalkan kualitas ke%Islaman "ang bersangkutan. ;ika seseorang mengaku
beragama Islam, pada dirin"a sudah melekat asas personalitas ke%Islaman. >aktan"a
dapat ditemukan dari 'TP, sensus kependudukan dan surat keterangan lain. Sedangkan
mengenai patokan asas personalitas ke%Islaman berdasar saat terjadin"a hubungan
hukum, ditentukan oleh dua s"arat ) Pertama, pada saat terjadin"a hubungan hukum,
kedua pihak sama%sama beragama Islam, dan 'edua, hubungan hukum "ang melandasi
keperdataan tertentu tersebut berdasarkan hukum Islam, oleh karena itu cara
pen"elesaiann"a berdasarkan hukum Islam.
,) Asas Ishlah (2pa"a perdamaian)
2pa"a perdamaian diatur dalam Pasal -4 22 3o. * Tahun *45. tentang perkawinan jo.
Pasal -* PP 3o. 4 Tahun *45/ Tentang Pelaksanaan 22 3o. * Tentang perkawinan jo.
Pasal (/ dan Pasal 8, (* dan ,) 22 3o. 5 Tahun *484 "ang tidak diubah dalam 22 3o. -
Tahun ,66( Tentang Peradilan Agama jo. Pasal **/ ':I, jo. Pasal *( (,) 22 3omor .
Tahun ,66. Tentang 'ekuasaan 'ehakiman.
Islam men"uruh untuk men"elesaikan setiapperselisihan dengan melalui pendekatan
EIshlahF. 'arena itu, tepat bagi para hakim peradilan agama untuk menjalankn fungsi
EmendamaikanF, sebab bagaimanapun adiln"a suatu putusan, pasti lebih cantik dan lebih
adil hasil putusan itu berupa perdamaian.
-) Asas Terbuka 2ntuk 2mum
Asas terbuka untuk umum diatur dalam pasal /4 (*) 22 3o.5 Tahun *484 "ang tidak
diubah dalam 22 3o. - Tahun ,66( Tentang Peradila Agama jo. Pasal *4 (- dan .) 22
3o. . Tahun ,66..
Sidang pemeriksaan perkara di Pengadilan Agama adalah terbuka untuk umum, kecuali
2ndang%2ndang menentukan lain atau jika hakim dengan alasan penting "ang dicatat
dalam berita acara siding memerintahkan bahwa pemeriksaan secara keseluruhan atau
sebagianakan dilakukan dengan siding tertutup. Adapun pemeriksaan perkara di
Pengadilan Agama "ang harus dilakukan dengan siding tertutup adalah berkenaan dengan
pemeriksaan permohonan cerai talak dan atau cerai gugat (pasal (8 (,) 22 3o. 5 Tahun
*484 "ang tidak diubah dalam 22 3o. - tahun ,66( Tentang Peradilan Agama).
.) Asas CBualit"
Setiap orang "ang berperkara dimuka sidang pengadilan adalah sama hak dan
kedudukann"a, sehingga tidak ada perbedaan "ang bersifat EdiskriminatifF baik dalam
diskriminasi normati&e maupun diskriminasi kategoris. Adapun patokan "ang
fundamental dalam upa"a menerapkan asas EeBualit"F pada setiap pen"elesaian perkara
dipersidangan adalah )
a. Persamaan hak dan derajat dalam proses pemeriksaan persidangan pengadilan atau
EeBual before the lawF.
b. :ak perlindungan "ang sama oleh hukum atau EeBual protection on the lawF
c. +endapat hak perlakuan "ang sama di bawah hukum atau EeBual justice under the
lawF.
/) Asas EAktifF memberi bantuan
Terlepas dari perkembangan praktik "ang cenderung mengarah pada proses pemeriksaan
dengan surat atau tertulis, hukum acara perdata "ang diatur dalam :I# dan #<g sebagai
hukum acara "ang berlaku untuk lingkungan Peradilan 2mum dan Peradilan Agama
sebagaimana "ang tertuang pada Pasal /. 22 3o. - Tahun ,66( Tentang Peradilan
Agama.
() Asas 2pa"a :ukum <anding
Terhadap putusan pengadilan tingkat pertama dapat dimintakan banding kepada
Pengadilan Tinggi oleh pihak%pihak "ang bersangkutan, kecuali 2ndang%undang
menentukan lain.
5) Asas 2pa"a :ukum 'asasi
Terhadap putusan pengadilan dalam tingkat banding dapat dimintakan kasasi kepada
+ahkamah Agung oleh para pihak "ang bersangkutan, kecuali undang%undang
menentukan lain.
8) Asas 2pa"a :ukum Peninjauan 'embali
Terhadap putusan "ang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, pihak%pihak "ang
bersangkutan dapat mengajukan peninjauan kembali kepada +ahkamah Agung, apabila
terdapat hal atau keadaan tertentu "ang ditentukan dalam undang%undang. $an terhadap
putusan peninjauan kembali tidak dapat dilakukan peninjauan kembali.
4) Asas Pertimbangan :ukum (#acio $ecidendi)
Segala putusan pengadilan selain harus memuat alasan dan dasar putusan tersebut,
memuat pula paal tertentu dan peraturan perundang%undangan "ang bersangkutan atau
sumber hukum tak tertulis "ang dijadikan dasar untuk mengadili.
Posted b" 'uliah :ukum at ()-5 A+
http)00kuliahhukumindonesia.blogspot.com0,66406*0hukum%acara%peradilan%agama.html