Anda di halaman 1dari 70

TEKNIK OTOPSI PADA BAYI

( Chek Natrah, Nurul Aqilah, Enny Muliani, Costatinus William S )


I. Pendahuluan
Otopsi dikenal sebagai pemeriksaan postmortem, nekropsi (terutama
untuk tubuh manusia), autopsia cadavarum atau obduction yang merupakan
prosedur bedah khusus yang terdiri dari pemeriksaan mayat se!ara menyeluruh
untuk memastikan penyebab kematian, !ara kematian dan melakukan e"aluasi
setiap penyakit atau !edera yang mungkin ada# $rosedur ini biasanya dilakukan
oleh seorang dokter khusus yang disebut ahli patologi#
%,&
Otopsi dilakukan untuk tu'uan hukum atau medis# Sebagai !ontoh, otopsi
(orensik dilakukan ketika penyebab kematian mungkin men'adi masalah kriminal,
sementara otopsi klinis atau akademik dilakukan dokter untuk menemukan
penyebab kematian se!ara medis dan digunakan dalam kasus kematian yang tidak
diketahui atau tidak pasti penyebabnya, 'uga untuk tu'uan penelitian#
%,&
Otopsi
dapat diklasi(ikasikan pada pemeriksaan eksternal dan pemeriksaan internal
(tubuh dibedah)# )'in mungkin diperlukan untuk keperluan otopsi internal dalam
beberapa kasus# Setelah otopsi internal selesai, tubuh direkonstitusi dengan
men'ahit kembali bersamasama#
%,&
*u'uan utama dari otopsi adalah untuk menentukan penyebab kematian,
kondisi kesehatan seseorang sebelum meninggal dan apakah ada diagnosis medis
dan pengobatan sebelum kematian sesuai# +i kebanyakan negaranegara barat,
'umlah otopsi yang dilakukan di rumah sakit telah berkurang setiap tahun se'ak
tahun %,--# .ritikus, termasuk ahli patologi dan mantan editor /AMA 0eorge
1undberg telah mengatakan bah2a penurunan 'umlah pada otopsi telah
mempengaruhi pera2atan di rumah sakit se!ara negati(, karena ketika kesalahan
mengakibatkan kematian, mereka sering tidak diperiksa dan pela'aran karena itu
tetap tidak dipela'ari# .etika seseorang telah memberikan i'in sebelum kematian
mereka, otopsi 'uga dapat dilakukan untuk tu'uan penga'aran atau penelitian
medis#
%,&
1
Otopsi sering dilakukan dalam kasuskasus kematian mendadak, di mana
seorang dokter tidak mampu menulis sebuah surat kematian atau ketika kematian
diyakini berasal dari penyebab yang tidak 2a'ar# $emeriksaan ini dilakukan di
ba2ah otoritas hukum (pemeriksa medis 3 koroner 3 prokurator (iskal) dan tidak
memerlukan persetu'uan dari kerabat almarhum# Contoh paling ekstrim adalah
pemeriksaan korban pembunuhan, terutama ketika pemeriksa medis sedang
men!ari tandatanda kematian atau !ara pembunuhan seperti luka peluru, tanda
tanda pen!ekikan, atau 'e'ak ra!un#
%,&
Otopsi sangat penting dalam kedokteran klinis karena dapat
mengidenti(ikasi kesalahan medis dan membantu perbaikan se!ara terusmenerus#
Menurut ka'ian yang dilakukan, diperkirakan bah2a sebanyak &-4 dari otopsi
akan mengungkapkan kesalahan mayor dari diagnostik yang telah dilakukan#
Namun, angka ini menurun dari 2aktu ke 2aktu# .a'ian metaanalisis
menyatakan bah2a sekitar sepertiga dari serti(ikat kematian adalah salah dan
setengah dari otopsi yang dilakukan mendapatkan temuan yang tidak diduga
sebelum orang tersebut meninggal# Selain itu, diperkirakan sebanyak %3- temuan
tak terduga hanya dapat didiagnosa se!ara histologi yaitu dengan !ara biopsi atau
otopsi, dan kirakira %35 temuan tak terduga tersebut dapat didiagnosa dari
'aringan#
%,&
*erdapat empat 'enis otopsi utama yang dikenal yaitu 6
%,&
a) Otopsi medikolegal 3 (orensik 3 koroner
Otopsi yang dilakukan untuk menemukan penyebab dan !ara kematian untuk
mengidenti(ikasi mayat# 7mumnya otopsi ini dilakukan sebagaimana yang
ditentukan oleh proses hukum dalam kasuskasus kekerasan, kematian yang
men!urigakan maupun mendadak, kematian tanpa bantuan medis atau selama
prosedur bedah#
b) Otopsi klinis atau patologis
Otopsi yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit tertentu atau untuk tu'uan
penelitian# *u'uannya adalah untuk menentukan, men'elaskan atau
mengkon(irmasi diagnosa medis yang tetap tidak diketahui atau tidak 'elas
sebelum kematian pasien#
2
!) Otopsi anatomi atau akademik
Otopsi yang dilakukan oleh sis2a dari bagian anatomi untuk tu'uan
pembela'aran#
d) Otopsi virtual atau pen!itraan medis
Otopsi yang dilakukan dengan meman(aatkan teknologi pen!itraan terutama
Magnetic Resonance Imaging (M8)) dan computed tomography (C*)#
II. Pemeriksaan Roentgenografik
$emeriksaan roentgenogra(ik, yang dilihat dari posisi anteroposterior dan
lateral seluruh tubuh diperlukan dengan menggunakan 9a:itron# ;ray
kon"ensional dapat dilakukan apabila tidak ada 9a:itron# <eberapa diagnosis
tidak dapat dibuat tanpa pemeriksaan sinar ;# )ni berlaku terutama pada displasia
tulang# 9a:itron tidak hanya terbatas pada sur"ey tulang tetapi dapat 'uga
digunakan untuk menun'ukkan anomali "is!eral dengan studi suntikan# +engan
menyuntikan !airan radiopak seperti barium atau kontras ionotropik, suatu (istula
akan dapat dilihat# *eknik ini sangat membantu dalam mengidenti(ikasi mor(ologi
bronkial dan saluran bilier ekstrahepatik dan intrahepatik tanpa mengganggu
anatomi# =al ini sangat berman(aat pada 'anin ke!il (> &? minggu kehamilan)
dimana strukturnya sangat ke!il# Mal(ormasi dengan ini ditun'ukkan sebelum
diseksi dimulai# Sinar ; diambil menggunakan mammogram film. <eberapa
ukuran kateter tabung ke!il harus tersedia# Cairan radiopak selain barium sering
optimal untuk digunakan pada 'anin ke!il# Cairan ini kurang kental dan !enderung
mengalir lebih mudah melalui kateter terke!il# <agian radiologi mempunyai
!airan radiopak kadaluarsa yang tidak dapat digunakan pada pasien hidup tetapi
adekuat untuk digunakan pada pemeriksaan patologik# 7ntuk mendapatkan ;ray
optimal pada 'anin yang meringkuk atau menyimpang sebagai akibat dari (iksasi,
masking tape atau pita sangat berguna# Apabila 'anin sangat menyimpang yang
menarik ke atas tepi film setelah menahan dengan pita, sudutnya dapat diturunkan
dengan menggunakan pita atau dengan bobot ke!il dari skala balance-type# $ita
ditempatkan pada bagian tubuh yang perlu diluruskan tepat pada pembungkus luar
dari mammogram film.
@,A
3
III. otograf
9oto adalah yang paling penting terutama pada saat melakukan otopsi
embrio, 'anin atau bayi# 9itur eksternal dapat memberikan satusatunya in(ormasi
yang diperlukan untuk membuat diagnosis sindrom mal(ormasi# 9oto(oto harus
!ukup dekat untuk menggambarkan (itur yang tidak normal dengan titik a!uan
yang memadai yang tersisa di lapangan dan latar belakang yang minimal# 9oto
(oto in situ dapat sangat membantu, men'aga hubungan anatomi dan
menggambarkan lesi "is!eral sebelum pengeluaran isi dan (iksasi# $ada otopsi
pediatri, (oto yang bagus lebih berharga daripada se'umlah besar bagian
mikroskopik#
@,A
9oto dan ilustrasi 'uga dapat membantu dalam mengidenti(ikasi 'aringan
yang dikirimkan untuk pemeriksaan mikroskopis# $ada beberapa kasus yang
kompleks, bagian mikroskopik diperlukan untuk identi(ikasi 'aringan#
@,A

!am"ar #. (A) /anin pada minggu ke%5 kehamilan dengan dugaan asplenia pada
ultrasound# <ronkus simetris dikon(irmasikan dengan in'eksi bahan radiopak ke
dalam trakea (*)# (<) Studi in'eksi pada bayi dengan sirenomelia, menun'ukkan
dua arteri umbili!us# $anah hitam menun'uk tempat di mana aorta diikat sebelum
disuntik dan panah putih menun'uk ikatan pada tali pusar (Sspi
4
!am"ar $. (A) $andangan anteroposterior dan (<) lateral pada 'anin yang
diletakkan diatas mammogram film untuk studi dengan menggunakan 9a:itron#
I%. Oto&si &ada Pediatri
$ada saat ini, otopsi pediatri lebih banyak diterima daripada otopsi orang
de2asa karena orang tua ingin mengetahui in(ormasi lebih lan'ut tentang kematian
anak mereka dan implikasi untuk masa depan kehamilan# .eadaan ini memang
rumit, namun pemeriksaan patologis yang sangat berharga dapat dilakukan dari
tahap embrionik sehingga masa kanakkanak# .etika dikombinasikan dengan
in(ormasi klinis, pemeriksaan yang sangat teliti ini dapat memberikan in(ormasi
yang diperlukan untuk mendidik keluarga mengenai kehamilan di masa depan#
$emeriksaan post-mortem meningkatkan standar pengobatan dan pera2atan untuk
masa depan#
B,5,-,C,@
Anatomi normal orang de2asa dan anak adalah sama, namun otopsi
prenatal 3 pediatri adalah sangat berbeda# .eragaman dan kompleksitas anomali
kongenital ditemukan pada otopsi perinatal dan (etal ini tidak ada habisnya dan
prose!tor harus siap untuk menghabiskan 2aktu yang diperlukan untuk
mendemonstrasi anomali ini# $rosedur yang rin!i ini dapat diubah untuk
5
mempertahankan anomali yang ditemukan, tanda mende(ormasi tubuh# Mayoritas
anomali yang ditemukan pada populasi ini tidak memungkinkan kelangsungan
hidup sampai de2asa#
C,@
a' Peralatan
)nstrumen khusus harus digunakan ketika melakukan otopsi perinatal atau
pediatri karena ukuran ke!il 'anin atau bayi# +a(tar instrumen yang digunakan
dapat dilihat pada *abel %# )nstrumen ini terlalu ke!il untuk keperluan otopsi
umum# )nstrumen o(talmik merupakan peralatan yang paling baik untuk
pembedahan ke!il ini# Mikroskop diseksi dengan kamera 'uga penting saat
melakukan pembedahan yang rumit# Sebuah penimbang spring-type berskala
besar dibutuhkan untuk menimbang tubuh# $enimbang digital digunakan untuk
menimbang berat organ#
@,A
!am"ar (# $eralatan yang digunakan pada otopsi pediatri (Courtesy of
MOPECInc !"#$% Coolidge &'y Oak Park MI ()!#)#)
"' Informasi Klinis
$emeriksaan lengkap tidak dapat dilakukan tanpa in(ormasi klinis yang
penting# )'in yang diperlukan harus dalam urutan dan ditandatangani dengan benar
sebelum memulai otopsi# $embedahan khusus seperti mengeluarkan mata
memerlukan i'in khusus# Se'arah keluarga yang baik sangat penting terutama
6
in(ormasi tentang kematian perinatal atau neonatal lainnya# 1aporan dan (oto
7S0 sangat bermakna termasuk studi dari kehamilan sebelumnya dan3atau
kematian 'anin#
@,A
Apabila bayi dira2at inap di rumah sakit, gra(ik (chart) harus diperiksa
se!ara teliti dan menyeluruh# +iskusi bersama dokter yang mera2at adalah hal
yang baik karena ini memungkinkan otopsi yang lebih terarah pada kasuskasus
tertentu# <ayi prematur, terutama yang berumur kurang dari B@ minggu biasanya
dira2at dalam 'angka 2aktu yang lama dan dapat memperlihatkan karekteristik
penemuan (isik yang berkaitan selama proses ra2at inap# =al ini men!akup
diameter kepala biparietal yang datar atau doli!ho!ephali yang ter'adi akibat
baring yang lama pada salah satu sisi kepalaD mata menon'ol keluar atau proptosis
akibat dari tertundanya proses perkembangan mata# $ertumbuhan pan'ang tubuh
dan lingkar kepala lebih besar dari pertumbuhan berat badan#
@,A
Ta"el # 6 +e(inisi 7mum
$rematuritas .elahiran kurang dari B@ minggu
kehamilan#
<erat badan lahir rendah <erat badan lahir kurang dari persentil -
yang diharapkan untuk usia kehamilan 3
gestasi#
7sia .ehamilan 7sia pada saat kelahiran yang dihitung
dari hari pertama haid terakhir
(=$=*)
7mur postkonsepsi *otal usia yang diukur dari perkiraan hari
konsepsi termasuk usia postnatal#
$ostmaturity .elahiran pada atau setelah 5& minggu
kehamilan#
Neonatal &A hari pertama kehidupan
Early neonatal period @ hari pertama kehidupan
*rimester pertama %& minggu pertama kehamilan
*rimester kedua %& E &5 minggu kehamilan
*rimester ketiga &5 5& minggu kehamilan
)' Pertim"angan Pre*oto&si
7
Apabila !atatan medis mengungkapkan bukti bah2a terdapatnya salah satu
prosedur bedah sebelumnya, ahli bedah atau dokter yang mera2at harus
dihubungi# Si(at operasi harus dibahas supaya pembedahan dan proses
pengeluaran isi bisa dilakukan tanpa menganggu operasi perbaikan sebelumnya#
Ahli bedah dan dokter yang mera2at harus diundang untuk mengikuti otopsi#
@,A
d' Pemeriksaan Eksternal+luar
$emeriksaan eksternal termasuk menimbang berat dan mengukur 'anin#
Semua tabung dan kateter harus dibiarkan di tempat sehingga akhir distal dapat
diperiksa se!ara in-situ atau dipalpasi selama pemeriksaan internal# /anin tersebut
ditimbang setelah otopsi dan dikurangi dari berat badan a2al untuk mendapatkan
berat badan sebenarnya (true 'eight)# $engukuran dapat dilakukan dengan pita
ukur atau tali# $engukuran terdiri dari6
@,A
i# 1ingkar kepala (head circumference)
ii# 1ingkar dada (chest circumference)
iii# 1ingkar perut (abdominal circumference*
i"# $an'ang u'ung kepala sampai bokong (cro'n - rump length)
"# $an'ang u'ung kepala sampai tumit (cro'n - heel length)
"i# $an'ang kaki (foot length)
"ii# /arak !anthus dalam dan luar
"iii# /arak interpupiler
i:# $an'ang !elah
Semua pengukuran ini adalah pengukuran dasar yang minimal yang harus
dilakukan pada setiap otopsi pediatri atau 'anin#
@,A
$an'ang u'ung kepala sampai bokong (cro'n - rump length) biasanya dua
pertiga dari pan'ang u'ung kepala sampai tumit (cro'n - heel length)# $an'ang
u'ung kepala sampai bokong (cro'n - rump length) dan lingkar kepala (head
8
circumference) tidak berbeda lebih dari %,? !mD perbedaan yang bermakna
menandakan megaense(ali atau mikroense(ali# $erut yang besar mungkin
menandakan terdapatnya pembesaran gin'al atau tumor# $an'ang kaki (foot length)
sangat berguna terutama pada 'anin dengan usia gestasi a2al, bayi dengan
kelainan utama (anense(ali) dan dalam pelebaran dan e"akuasi spesimen dimana
kaki yang utuh merupakan satusatunya pengukuran yang bisa dilakukan#
$engukuran 2a'ah sangat membantu dalam menentukan hipo atau hipertelorism#
@,A
$emeriksaan eksternal dilakukan se!ara sistematis pada semua 'anin tanpa
memperkirakan usia gestasi# Waktu kematian 'anin ditentukan oleh tingkat
maserasi# +erni, caseosa dapat dideteksi kirakira pada minggu B? gestasi# $ada
kasus bayi lahir mati, verni, caseosa tidak ditemukan atau hanya sedikit
ditemukan pada a2al kelahirannya# Sebaliknya, pada 'anin dengan maserasi, dapat
ditemukan dalam 2aktu yang lama pada lipatan kulit seperti a:illa, pangkal paha
dan di belakang telinga# +erni, caseosa biasanya ber2arna kuningputih# Warna
hi'au menandakan penyakit pada saat kehamilan# Apabila diduga adanya
mekonium, kapas (cotton s'ab) ditempatkan pada kanalis auditoris eksternal
dan3atau lubang hidung# Warna hi'au pada kapas menandakan terdapatnya
mekonium# Edema 'uga harus diperiksa terutamanya pitting-edema pada bagian
anterior tungkai ba2ah bagian distal dan permukaan dorsum kaki# /aundi!e dapat
diperiksa dengan melihat sklera dan sianosis diperiksa pada kuku tangan#
@,A
9
!am"ar ,# ( A ) $engukuran pan'ang u'ung kepala tumit (cro'n - heel length)
dan pan'ang u'ung kepala bokong (cro'n - rump length)# (1ingkar kepala, dada
dan perut# (C) $an'ang kaki#
$emeriksaan eksternal se!ara sistematis dapat dilakukan dengan
menggunakan protokol otopsi# )ni untuk memastikan bah2a tidak ada komponen
10
yang dihilangkan# $endekatan se(alik ke kaudal merupakan prosedur standar#
)nspeksi umum pada kulit dibuat dengan memberi perhatian khusus pada turgor
atau elastisitas kulit# +ehidrasi didapatkan pada bayi baru lahir apabila kulit yang
ditekan tidak kembali ke bentuk asal atau disebut sebagai FtentingG# .eadaan ini
'uga menandakan bah2a terdapat ketidakseimbangan elektrolit# <ekas tusukan
'arum dan lesi yang bersangkutan dan kateter yang intak seharusnya dida(tarkan
menurut 'umlah dan lokasi# 8igor mortis dinilai pada rahang dan di semua empat
ekstremitas#
@,A
$emeriksaan eksternal kepala dimulai dengan dekskripsi rambut dan
melihat apakah ada kelainan abnormal atau lingkaran pada rambut# $alpasi pada
tengkorak akan menun'ukkan apakah ada massa dan men'elaskan status tulang
kranial apakah bebas bergerak dan3atau tumpang tindih# 9ontanel anterior dan
posterior diukur dan dipalpasi untuk menilai apakah !ekung atau tegang#
@,A
*elinga diperiksa dengan memberi perhatian khusus pada bentuk heliks
dan posisinya pada kepala# Apabila telinga pada posisi normal, garis ima'iner
seharusnya bisa ditarik dari takik tulang oksipital (o!!ipital notch) sampai sudut
mata# 0aris tersebut akan mele2ati bagian tengah heliks# Mata diperiksa dari
aspek ukuran, bentuk dan orientasinya# $engukuranya termasuk 'arak kantus
bagian dalam, 'arak orbital bagian luar, 'arak interpupiler, 'arak (issure dan ukuran
pupil# Adanya perbedaan atau kelainan pada pupil harus diberi perhatian dan
di!atat# )ris 'uga harus diidenti(ikasi dan diinspeksi untuk melihat ada tidaknya
kelainan#
@,A
=idung harus diperiksa dan koana harus diselidiki# Manu"er ini dilakukan
dengan menempatkan u'ung bulat alat di dalam lubang hidung dan
mengarahkannya ke arah kaudal# Apabila tidak ada atresia koana (tulang atau
membrane), alat tersebut akan masuk dengan mudah menu'u naso(aring# 9iltrum
diukur dan bibir diperiksa untuk menilai kelainan atau sumbing# +agu dinilai
untuk menilai mikrognatia (rahang yang ke!il) atau agnatia (tidak ada rahang
ba2ah)# Mal(ormasi dagu akan mempengaruhi posisi telinga# +i dalam mulut,
palatum durum dan palatum molle diperiksa untuk menilai ada tidaknya kelainan#
11
Warna dan kondisi hidrasi gingi"a dan mukosa diperiksa# .emudian beralih ke
lidah dan permukaannya dan diikuti oleh leher#
@,A
!am"ar -# $engukuran pada
muka# %) .antus bagian
dalam, &) .antus bagian
luar, B) /arak interpupiler, 5)
/arak (iltrum
12
!am"ar .# $enentuan posisi normal telinga# $anah putih E Occipital notch panah
hitam sudut mata# 0aris ima'iner seharusnya bisa ditarik dan garis tersebut akan
mele2ati bagian tengah heliks (midupper portion)
<agian dada dan perut diperiksa apakah simetris atau tidak dan 'arak
antara puting diukur# /ika sebagian dari tali pusat masih melekat pada pada perut,
itu harus diukur dan tempat penyisipannya diperiksa# Ekstremitas dinilai untuk
menentukan pertumbuhan normal dan 'umlah 'ari di!atat# Sendi diperiksa untuk
menentukan tingkat maserasi dan rentang 2aktu kematian 'anin intrauterine#
A:illa, (ossa antikubital dan (ossa popliteal diperiksa untuk pterygia#
@,A

0enitalia eksterna diperiksa untuk (enotip lakilaki atau perempuan dan
pertumbuhan normal menurut usia gestasi# $ada bayi lakilaki, kantung skrotum
harus dipalpasi untuk menentukan ada tidaknya testis# $enis dan urethra turut serta
diidenti(ikasi# $ada perempuan, "agina dan pembukaan urethra diidenti(ikasi dan
"agina diperiksa# Anus turut diperhatikan dan diselidiki# *ubuh bagian belakang
diperiksa apakah ada kelainan atau skoliosis#
@,A
e' Pemeriksaan Internal+dalam
13
#. Sa/atan A0al
*ubuh diletakkan pada sebuah blok sehingga bahu dan dada dinaikkan
melebihi permukaan diseksi dan leher berada pada posisi hiperekstensi# =al ini
memungkinkan e:posur yang optimal pada sayatan a2al# Sayatan berbentuk H
digunakan, memperpan'ang lengan H sampai ke atas bahu untuk membebaskan
kulit di atas aspek anterior dari leher# 1engan H diperpan'ang di sekitar aspek
lateral dan mele2ati ba2ah puting untuk bertemu kemudian pada bagian ba2ah di
garis tengah pada prosessus :iphoideus# Sayatan "ertikal kemudian dilakukan di
garis tengah dari prosessus :iphoideus hingga ke sim(isis pubis# Sayatan ini harus
diperpan'ang di sekitar bagian kiri umbilikus#
@,A
1ipatan kulit atas dada ditarik ke atas pada saat pemisahan perlengketan
pada dinding dada# Otot dan 'aringan (ibrosa harus sepenuhnya dilu!uti supaya
tulang rusuk dan kla"ikula terlihat# *orehan yang ke!il dilakukan berdekatan
dengan "ena umbilikalis dan gunting digunakan untuk membuka ka"um
abdominalis# Apabila terdapat !airan as!ites, sampel diambil untuk tu'uan kultur
dengan menggunakan 'arum suntik yang steril# Satu 'ari dimasukkan pada bagian
ba2ah umbilikus dan di sepan'ang dinding abdominal bagian dalam untuk meraba
arteri umbilikalis, yang pan'ang sampai kedua sisi kandung kemih#
@,A
14
A
B
!am"ar 1# A) <ayi ditempatkan pada blok sebagai dukungan dan hiperekstensi
leher untuk paparan yang lebih baik <) Sayatan a2al (bentuk H) pada dada dan
abdomen#
!am"ar 2# 0unting dengan u'ung bulat ditempatkan ke ni!k di dinding perut#
+inding perut dibuka dengan !ara mengangkatnya ke atas untuk menghindari
!edera organ abdominal#
Elips dibuat pada sisi kanan umbilikus untuk mempertahankan ura!hus
dan arteri umbilikalis dan3atau "ena umbilikalis# <eberapa orang lebih memilih
untuk memotong "ena umbilikalis dan mempertahankan arteri dengan ura!hus
dan kandung kemih, beberapa yang lainnya memilih untuk memotong arteri
umbilikalis, meninggalkan "ena yang melekat pada hati# .eputusan ini dapat
dibuat pada saat otopsi, tergantung pada metode yang mana terbaik dalam
mempertahankan anomali yang diketahui atau di!urigai# .ulit dan 'aringan
subkutan dilepaskan dari perlengketan dari aspek anterior lateral tulang rusuk
bagian ba2ah yang kemudian akan memperlihatkan organorgan perut# *ulang
rusuk dihitung di setiap sisi dan diperiksa untuk kelainan yang mungkin ada#
@,A

15
!am"ar 3# +inding perut yang telah dibuka, memperlihatkan "ena umbilikalis
yang utuh (satu panah) dan arteri umbilikalis kanan (dua panah) yang
membentang sepan'ang perbatasan kandung kemih (7<)# *itiktitik sepan'ang sisi
kanan sayatan menun'ukkan di mana elips kulit dibuat sekitar tali pusat (7C
umbili!al !ord, 1 li"er, $ penis)#
16
!am"ar #4# $enampilan tubuh setelah re(leksi kulit dari chest plate dan abdomen
lateral#
$. Pemeriksaan in situ a"domen
.ubah dia(ragma (dome of diaphragm) diperiksa dan posisinya di!atatkan#
=al ini dilakukan dengan menempatkan 'ari pada setiap sisi dia(ragma dan tulang
rusuk dihitung dan di!atat pada protokol# <atas rendah hati kemudian diukur#
Apabila ter'adi pneumothoraks, dia(ragma pada sisi yang terkena akan tergeser ke
ba2ah dari posisi asal dan men'adi datar atau menggembung ke dalam !a"um
abdominalis# Organorgan abdomen diperiksa posisinya# Warna, ukuran dan
hubungan antara organ di!atat# $osisi mesenterik dan appendiks diperiksa dan
di!atat# 7ntuk memeriksa dasar mesenterik dan kelen'ar getah bening
mesenterika, usus ke!il harus ditarik ke arah kanan# $erlekatan mesenterika yang
normal meman'ang se!ara oblik mele2ati dinding posterior abdomen dari
ligamentum *reitI di bagian kiri atas ke bagian ba2ah gin'al kanan# $an'ang
normalnya adalah kirakira & !m# $ada perempuan, uterus, tuba (allopi dan
o"arium diidenti(ikasi, sedangkan pada lakilaki, testis terletak di dalam abdomen,
kanalis inguinalis atau kantung skrotum#
@,A
17
!am"ar ### )lustrasi pengukuran hati se!ara in situ# Metode ini menilai dera'at
batas ba2ah hati yang meman'ang se!ara kaudal ke dalam abdomen#
(. Pemeriksaan in situ toraks
/ika diduga ter'adi pneumotoraks, pelat dada (chest plate) tidak bisa
dibuka sebelum pneumotoraks didokementasikan# ;ray postmortem 'uga dapat
membantu memprediksi pneumotoraks#
@,A
)denti(ikasi pneumotoraks
/ika diduga ter'adi pneumotoraks, dinding dada dan dia(ragma harus
dibiarkan utuh# Setelah kulit, 'aringan subkutan dan otot telah dipisahkan dari
tulang rusuk, palung dapat dibentuk pada sudut di mana 'aringan lunak bertemu
tulang rusuk# +aerah ini dapat diisi dengan air dan dada kemudian ditusuk di
ba2ah garis air ('ater line) dengan menggunakan 'arum suntik atau skalpel# /ika
ada udara di dada, gelembung udara akan terlepas dan masuk ke dalam air dan
menandakan terdapatnya pneumotoraks# /arum suntik yang berisi air 'uga dapat
digunakan di mana 'arum disuntik pada dinding dada anterior lateral di ruang
interkostal# Setelah ditusuk dengan 'arum, gelembung udara akan terlihat masuk
ke dalam air di dalam 'arum suntik#
@,A
$elat dada (chest plate) diangkat dengan memisahkan sendi
sternokla"ikular pada kedua sisi menggunakan skalpel# <agian kondral dari tulang
rusuk dipotong dalam betuk J terbalik, kirakira 5 mm dari costochondral
-unction# $ro!essus :iphoideus diperiksa untuk menilai kelainan# *ulang rusuk
diangkat menggunakan (orsep bergigi yang memegang pada prosessus :iphoideus
dan perlekatan (ibrous (fibrous attachments) dipotong sedekat mungkin dengan
tulang# .antung perikardium harus diusahakan agar tetap utuh#
@,A
18
!am"ar #$# $otongan berbentuk J terbalik pada pelat dada (chest plate)#
(; E prosessus :iphoideus)#
19
!am"ar #(# $enampilan toraks3dada setelah pengangkatan dinding dada (chest
plate)# *imus normal pada bayi normal adalah besar dan menutupi 'antung bagian
atas (base) K1 E hati 3 li"er, 8+ dia(ragma kanan 3 right diaphragm, 1+ E
dia(ragma kiri 3 left diaphragm)#
+alam beberapa kasus, kultur paru mungkin diperlukan# )ni harus
dilakukan segera setelah pelat dada diangkat supaya tidak terkontaminasi 3 steril#
Cairan pleura 'uga diambil untuk tu'uan kultur# .ultur bisa dilakukan pada salah
satu atau kedua paru# *epi paruparu dapat diklem menggunakan haemostat dan
paruparu dapat diangkat dari !a"um pleura# +engan menggunakam pisau steril 3
gunting dan (or!eps, irisan paruparu dikeluarkan dan ditempatkan dalam media
yang tepat untuk kultur bakteri, 'amur atau "irus#
@,A
$embuluh darah besar dan 'antung akan kelihatan setelah perikardium dan
timus diangkat# )risan ke!il dibuat pada perikardium dan potongan dilakukan
20
se!ara paralel 3 se'a'ar dengan dia(ragma meman'ang hingga ke bagian dasar dari
"ena ka"a in(erior ()JC) di sebelah kanan dan tepat diba2ah "ena pulmoner ($J)
di sebelah kiri# +i sebelah kiri, gunting ditempatkan se!ara tegak lurus 3
perpendikuler dari dia(ragma dan datar terhadap "ena pulmoner yang memasuki
atrium kiri# $otongan dibuat sehingga men!apai arteri pulmoner kiri#
@,A
!am"ar #,# )risan ke!il dibuat pada perikardium dan aspek in(erior dari
perikardium dipotong se!ara parallel 3 se'a'ar dengan dia(ragma (tanda panah)#
$otongan meman'ang hingga ke bagian dasar dari "ena ka"a in(erior ()JC) di
sebelah kanan dan tepat diba2ah "ena pulmoner ($J) di sebelah kiri# K* E timusD
81 E paru kananD 11 E paru kiriD 1 E hatiL#
21
!am"ar #-# 0unting ditempatkan se!ara tegak lurus 3 perpendikuler dari
dia(ragma dan datar terhadap "ena pulmoner yang memasuki atrium kiri#
$otongan dibuat sehingga men!apai arteri pulmoner kiri# M Apeks 'antung
$erikardium pada bagian kanan dipotong sedekat mungkin dengan "ena
ka"a in(erior ()JC) dan se!ara paralel 3 se'a'ar# $otongan dibuat meman'ang
sepan'ang aspek lateral atrium kanan (8A) dan "ena ka"a superior (SJC)
sehingga men!apai "ena innominate kiri# $ada saat ini, dengan terpaparnya "ena
ka"a superior (SJC) dan atrium kanan (8A), kultur darah dapat dilakukan
sekiranya diperlukan# /arum suntik steril dapat dimasukkan ke dalam dinding
lateral atrium kanan# $enekanan pada hati dan peninggian kepala dapat membantu
pengambilan darah# $erikardium diangkat dengan hatihati dari arteri pulmoner
kiri dan "ena innominate.
@,A
22
!am"ar #.# +i sebelah kanan, gunting ditempatkan se!ara tegak lurus atau
perpendikuler terhadap dia(ragma, dan perikardium dipotong sedekat mungkin
dengan "ena ka"a# (A E aorta, 8A E atrium kanan, M "ena ka"a superior, 81 E
paru kanan, panah E "ena ka"a in(erior)
!am"ar #1# /arum suntik steril dimasukkan ke dalam atrium kanan (panah)
untuk mendapatkan kultur darah (* E timus, = E 'antung, + E dia(ragma)#
*imus kemudian dipisahkan dari perikardium dan ditimbang# /ika "ena
bra!hio!ephali! (innominate) kiri tidak dapat diidenti(ikasi, harus di!urigai
23
adanya persistent left superior vena cava .P/0+C*# Cardiothoracic ratio dihitung#
<agian toraks diperiksa dengan memperhatikan lobus paru serta posisi dan apeks
'antung# $embuluh darah besar diperiksa termasuk pembuluh darah yang
ber!abang dari arkus aorta dan duktus arteriosus# +uktus arteriosus, arkus aorta
dan aorta des!endens yang terletak distal dari duktus dapat dilihat lebih baik
dengan mengangkat paru kiri dari !a"um pleura#
@,A
!am"ar #2# $enampilan dada setelah pengangkatan perikardium dan timus (A E
Aorta, SJC E "ena ka"a superior, )J E "ena innominate (bra!hio!ephali!), $A E
arteri pulmoner, 81 E paru kanan, = 'antung)#
24
!am"ar #3# A) Persistent left superior vana cava ($1SJC) K1L, pandangan
anterior# Jena ka"a superior di sebelah kanan K8L pada posisi biasa, dengan "ena
bra!hio!ephali! hipoplastik (panah) K8A E right atrial appendage A E AortaL# <)
)lustrasi pandangan posterior persistent left superior vana cava ($1SJC) KA E
Aorta, $A E arteri pulmoner, SJC E "ena ka"a superior, )JC E "ena ka"a in(erior,
8A atrium kananL#
25
!am"ar $4. 0ambaran duktus arteriosus (panah), arkus aorta (AA) dan aorta
des!endens (+A) ketika paru kiri diangkat dari rongga pleura#
+uktus arteriosus harus selalu diperiksa apakah terdapat stenosis atau
atresia# $osisi trunkus aorta terhadap trunkus pulmoner 'uga harus diperhatikan#
$embuluh darah yang ber!abang dari arkus aorta dan origo arteri koroner
diidenti(ikasi# *opogra(i arteri koroner dapat menentukan posisi septum "entrikel
dan men'adi indikator yang sangat baik untuk posisi dan ukuran "entrikel#
Manu"er *aussig dapat digunakan untuk menilai koneksi "ena pulmonalis in-situ.
<anyak in(ormasi yang dapat diperoleh dari pemeriksaan eksternal 'antung yang
dapat digunakan untuk memprediksi penyakit 'antung kongenital# Sebelum
26
e"is!erasi, 'antung harus dibuka se!ara in-situ terutama 'ika penyakit 'antung
!ongenital di!urigai# $rosedur ini akan mengiden(itikasi dan mempertahankan
koneksi "askular yang abnormal yang mungkin hilang 'ika tidak diidenti(ikasi
sebelum e"is!erasi#
@,A
,. Pem"ukaan 5antung in situ
$embukaan 'antung in situ memungkinkan dokumentasi semua hubungan
normal dan3atau abnormal sebelum organ diangkat dari tubuh# $rosedur ini
tampak kompleks tetapi merupakan satu prosedur langsung ketika mengikuti
aliran darah, memeriksa setiap ruang se2aktu dibuka, dan menggunakan arteri
koroner sebagai panduan untuk menghindari septum# $endekatan sistematis ini
dapat diubah untuk mengakomodasi kasus indi"idu masingmasing# Enam
langkah dasarnya adalah sebagai berikut6
@,A
%) Satu irisan dibuat pada aspek lateral atrium kanan# 0unting dimasukkan
dan "ena ka"a superior dibuka, potongan dibuat sampai ke "ena
bra!hio!ephali! kiri# Jena ka"a in(erior yang terletak pada bagian in(erior
dari dia(ragma 'uga dibuka#
&) +inding atrium kanan diangkat dengan (orsep dan satu u'ung dari gunting
dimasukkan ke dalam atrium kanan, aspek in(erior pada dinding atrium
kanan kemudian dipotong# Atrium kanan dan lubang katup trikuspid
diperhatikan# $otongan dilan'utkan dari katup trikuspid ke apeks "entrikel
kanan, menggunakan posterior descending coronary artery ($+CA)
sebagai panduan untuk septum# $otongan ini harus dibuat sekitar % !m di
atas $+CA untuk menghindari terpotongnya septum inter"entrikuler#
Jentrikel kanan diperiksa#
B) +engan menggunakan anterior descending coronary artery (A+CA)
sebagai panduan, potongan dibuat pada bagian luar "entrikel kanan dari
ape: mele2ati katup pulmoner dan ke arteri pulmonalis kiri# $embukaan
arteri pulmonalis kiri memungkinkan duktus arteriosus tetap utuh# /ika
duktus arteriosus dibuka ke aorta, hal ini dapat membuat sebuah gambaran
yang membingungkan untuk prosectors yang tidak berpengalaman#
5) )ris u'ung atrium kiri dan masukkan gunting, potongan dilakukan ke setiap
27
"ena pulmonalis kiri# Jena pulmonalis kanan diperiksa untuk
mengkon(irmasi koneksi keduanya# 1ubang katup mitral 'uga turut
diperiksa#
-) +inding posteriorlateral "entrikel kiri dipotong mele2ati katup mitral ke
ape: menggunakan $+CA sebagai panduan ke septum#
C) +ari bagian apikal pada potongan -, dinding anterior "entrikel kiri
dipotong ke katup aorta, menggunakan A+CA sebagai panduan ke septum#
7ntuk menghindari pemotongan arteri pulmonalis, diseksi tumpul
digunakan untuk memisahkan trunkus pulmoner dari aorta as!endens#
Setelah 'alan telah dibuat, letakkan satu u'ung dari gunting di aorta dan
yang lain di ba2ah arteri pulmonalis melalui 'alan yang dibuat# .atup
aorta, aorta as!endens, dan arkus aorta dibuka dengan potongan akhir ini#
!am"ar $#. )risan dibuat pada dinding lateral atrium kanan dan potongan dibuat
ke ba2ah (in(erior) dan atas (superior) KpanahL untuk membuka "ena ka"a
in(erior dan superior# (8AA right atrial appendage, A E aorta)#
28
!am"ar $$. $otongan kedua dibuat dari atrium kanan mele2ati katup trikuspid
dan ke dalam "entrikel kanan dengan menggunakan posterior descending
coronary artery ($+CA) sebagai panduan ke septum# .atup trikuspid dan
trabekula kasar "entrikel kanan dapat dilihat (9OE(oramen o"ale, SJC E "ena
ka"a superior, )JC E "ena ka"a in(erior, A E aorta)
!am"ar $(. $otongan dibuat dari apeks "entrikel kanan melalui saluran keluar
"entrikel kanan, melalui arteri pulmonalis utama ($A) dan ke arteri pulmonalis
kiri (panah putih) menggunakan anterior des!ending !oronary artery (MMM)
sebagai panduan untuk septum# (A E aorta, SJC E "ena ka"a superior, pahan
hitam Eduktus arteriosus, *J E katup trikuspid, 81 paruparu kanan)#
29
!am"ar $,. Apeks 'antung diangkat dari dada dan ke arah kanan untuk
memperlihatkan atrium kiri# )risan dibuat di atrium kiri dan "ena pulmonalis kiri
(panah) dibuka# (1AA E le(t atrial appendage, $A E arteri pulmonalis)#
!am"ar $-. $otongan dibuat di sepan'ang dinding posterior atrium kiri, mele2ati
katup mitral dan ke dalam "entrikel kiri (1J)# Posterior descending coronary
artery sekali lagi digunakan sebagai panduan untuk septum# (panah E "ena
pulmonalis kiri)
30
!am"ar $.. $otongan terakhir dibuat dari pun!ak "entrikel kiri (1J) sepan'ang
dinding anterior "entrikel kiri untuk membuka saluran keluar "entrikel kiri#
1nterior dencending coronary artery digunakan sebagai panduan untuk septum#
Ada serat kesinambungan (panah) antara katup aorta dan selebaran anterior dari
katup mitral#
!am"ar $1. /antung in situ dengan ikatan pada pembuluh darah yang ber!abang
dari arkus aorta# $embuluh darah yang diikat adalahD %) arteri subkla"ian kanan,
&) arteri karotis komunis kanan, B) arteri karotis komunis kiri, 5) arteri subkla"ian
kiri ($ arteri pulmonalis, 8A E right atrial appendage * E trakea)#
31
-. Evisceration + Pengeluaran Isi Dalam
$engeluaran isi dalam pada otopsi pediatrik dapat dilakukan dengan teknik
8okitansky, memungkinkan leher, dada, dan organ abdomen untuk diangkat
sebagai satu unit# 1idah dan (aring biasanya diangkat pada otopsi pediatrik#
.eputusan untuk melakukan hal ini dibuat berdasarkan kasus per kasus, terutama
ketika berurusan dengan macerated stillborn# )Iin otopsi mungkin melarang
prosedur ini#
@,A
.etika mempersiapkan untuk pengeluaran isi dalam, pendekatan se(alik ke
kaudal biasanya beker'a paling baik# $rosedur dimulai dengan diseksi tumpul
'aringan lunak di ba2ah eso(agus dan aorta dengan melepaskannya dari tulang
belakang# +iseksi tumpul dilakukan dengan menyebarkan dan memisahkan
'aringan dengan gunting dan3atau dengan 'ari'ari# 1etakkan 'ari telun'uk di ba2ah
eso(agus dan trakea dan kemudian diangkat# +engan gunting, potong 'aringan
lunak di sepan'ang tulang belakang ke leher pada kedua sisi# +iseksi tumpul
dilakukan dengan hatihati menggunakan gunting untuk membuka tiroid# .etika
mengeluarkan lidah, diseksi ini dilan'utkan lebih 'auh ke dalam leher# Arteri
karotis harus di'aga, bersama dengan ikatan mereka# 1idah dapat dipisahkan dari
sisi dalam mandibula menggunakan u'ung sebuah pisau bedah, dipandu oleh
u'ung 'ari telun'uk# /aringan lunak dipotong dari sisi dalam rim pada mandibula#
@,A
$otongan ini akan membuat luka di dasar mulut, di ba2ah u'ung lidah dan
belakang gingival ridge# 1idah kemudian dapat ditarik ke dalam dada dengan
menggunakan (orsep bergigi pada u'ungnya# Satu potongan yang melengkung
dibuat pada bagian posterior untuk memasukkan tonsul, u"ula, (aring, dan laring#
/ika tidak mengeluarkan lidah, trakea dan eso(agus dilepaskan dengan membuat
satu potongan berbentuk J terbalik tepat di atas tulang hyoid# $otongan ini
diperpan'ang ke tulang belakang# +ia(ragma dipotong sepan'ang kontur dinding
tubuh se!ara bilateral# Organ dari leher dan rongga dada dapat dipisahkan dari
tulang belakang dengan memotong 'aringan lunak di lateral superior mediastinum,
meninggalkan arteri karotis komunis terikat dan utuh#
@,A
32
!am"ar $2. 6A' +iseksi tumpul trakea dan eso(agus dari tulang belakang (* E
trakea, A E aorta, 81 E paru kanan, + E dia(ragma), 6B' 0unting digunakan untuk
membebaskan 'aringan lunak sebagai persiapan untuk mengangkat keluar lidah
dan3atau pengeluaran bagian dalam (11 E paru kiri, +A E aorta des!endens, + E
dia(ragma)#
33
+engan mengangkat organ toraks dengan satu tangan dan dengan
menggunakan pisau bedah, 'aringan lunak di posterior aorta di sebelah kiri dan
"ena aIigos di sebelah kanan dapat dipotong dengan mudah dari tulang belakang
sehingga ke gin'al# Organ ini dapat diletakkan kembali dalam tubuh# Arteri iliaka
dapat diikat dan dipotong dengan ikatan ditinggal di tubuh# /aringan lunak sekitar
kandung kemih dan rektum dapat dilepaskan dengan menggunakan diseksi
tumpul# +engan menggunakan (orsep pada kandung kemih atau 'ari diletakkan di
ba2ah struktur ini memungkinkan sedikit tekanan ke atas untuk diterapkan pada
urethra, prostate, rektum, dan pada 2anita, "agina, dan transeksi dapat dilakukan
dengan memasukkan skalpel antara kandung kemih bagian anterior dan bagian
posterior pubis# .etika terdapat alat kelamin eksterna yang tidak normal atau
uretra dan3atau atresia anus, alat kelamin eksternal harus diangkat dan dibiarkan
melekat pada organ block# $ada lakilaki dengan atresia uretra, uretra penis harus
diangkat se!ara keseluruhan, meninggalkan kulit penis utuh# $ada lakilaki, ketika
testis berada dalam skrotum atau sebagian turun ke kanalis inguinalis, mereka
dapat diangkat dengan mudah# +engan organorgan abdomen yang utuh, u'ung
tumpul gunting dapat diletakkan dalam kanalis inguinalis# 0unting kemudian
dibuka untuk melebarkan seluruh kanalis inguinalis ke kantung skrotum# Jas dan
pembuluh darah kemudian dapat ditarik dengan lembut, mengangkat testis ke
dalam abdomen# Jas kemudian didiseksi dari tulang pel"is ke dasar kandung
kemih dan diangkat dengan block#
@,A
Arteri iliaka komunis dapat diikat se!ara terpisah atau aorta dapat diikat
tepat di atas bi(ur!atio# Aorta dan3atau arteri iliaka dipotong, dan ikatan ditinggal
di dalam tubuh# Saat organ pel"is dilepaskan dari penyambungan, seluruh block
dapat dilepaskan dari tubuh dengan memotong 'aringan lunak dari tulang
belakang, memastikan pisau sedekat mungkin dengan !orpus "ertebra, bergabung
dengan bukaan sebelumnya pada diseksi di toraks#
@,A
34
!am"ar $3. +iseksi 'aringan lunak di leher, memperlihatkan tiroid (panah) dan
laring# Organorgan toraks diangkat dengan lembut dan potongan J terbalik
dibuat di atas tulang hyoid dalam persiapan untuk pengeluaran isi dalam 3
evisceration.(* E trakea, A Eaorta)#
!am"ar (4. +ia(ragma kanan (8+) dipotong sepan'ang kontur dinding tubuh
menggunakan gunting sebagai persiapan untuk pengeluaran isi dalam 3
evisceration =al yang sama dilakukan di sebelah kiri, memperluas kedua
potongan hingga ke tulang belakang (1 E hati)#
35
!am"ar (#. Organ toraks diangkat dari rongga dada sebelah kiri setelah reseksi
dia(ragma (panah)# $isau bedah digunakan untuk memotong 'aringan
lunak di bagian posterior aorta des!endens (A) sepan'ang tulang belakang (S)
sampai ke gin'al# $otongan yang sama dibuat di sisi kanan# (= 'antung, C
!olon)#
!am"ar ($. $engeluaran kandung kemih (7<) dengan menggunakan (orsep
bergigi# $otongan dibuat berdekatan dengan sim(isis pubis ke pel"is dan mele2ati
kandung kemih, prostat dan re!tum# (C E kolon)#
36
Sebelum membedah block organ, beberapa 'aringan harus diangkat dari
tubuh untuk sectioning dan stock bottle# *ulang rusuk harus dihitung sekali lagi di
kedua sisi, dan dua costochondral -unctions harus diangkat (sekitar % !m
pan'ang)# /aringan lunak diangkat dari sternum pada kedua aspek anterior dan
posterior dan harus diangkat untuk memeriksa pusat osi(ikasi# Otot psoas dan
sara( skiatik disampelkan# Salah satu atau kedua kelen'ar subma:illary harus
diangkat hatihati, tanpa merusak kulit yang melapisi leher# /aringan padat yang
ber2arna merah muda ini tepat di ba2ah dan di tengah dengan sudut rahang di
sisi masingmasing# )ni 'uga dapat dilakukan ketika mengangkat lidah#
@,A
.. Kultur 7airan Sere"ros&inal
Sebelum mengangkat otak dan medulla spinalis, !airan spinal harus
dikultur# )ni bisa dilakukan di daerah lumbal tulang belakang atau di !isterna
magna# 1umbal tulang belakang terekspos setelah evisceration# /arum suntik steril
dimasukkan melalui diskus# Setelah 'arum masuk di dalam kanalis spinalis, !airan
spinal dapat ditarik keluar untuk kultur# 7ntuk mendapatkan !airan serebrospinal
dari !isterna magna, kulit di atas occipital notch dibersihkan dan 'arum suntik
steril dimasukkan antara tulang o!!ipital dan atlas, dengan tubuh dalam posisi
tegak dan leher hiper(leksi#
@,A
1. Pengangkatan Otak
)nsisi pada kulit harus diperpan'ang dari belakang salah satu telinga, ke
atas, mele2ati pun!ak kranium dan kemudian turun ke belakang telinga yang lain#
.ulit kepala terbuka pada bagian anterior di atas mata dan posterior di arah
!audal# Satu insisi berbentuk tanda tanya sangat berguna untuk pemeriksaan
batang otak dan untuk mengungkapkan bukti herniasi melalui (oramen magnum#
)nspeksi dari (ontanel penting dalam beberapa kasus# *ingkat ketegangan
(!ekung atau tegang dan menggembung), terutama (ontanel anterior, harus
diperhatikan#
@,A
37
!am"ar ((. )nsisi (titik) kulit kepala sebagai persiapan untuk pengangkatan otak#
$otongan diperpan'ang dari belakang salah satu telinga, ke atas, mele2ati pun!ak
kranium dan kemudian turun ke belakang telinga yang lain#
!am"ar (,. $andangan lateral kal"arium setelah re(leksi dari kulit kepala#
38
!am"ar (-. A) 0ambaran insisi berbentuk tanda tanya di kulit kepala sebagai
persiapan pengangkatan otak dan melihat isi ser"ikalis dari kanalis spinalis#
$andangan aspek posterolateral kiri#
!am"ar (-. <) 0ambaran insisi berbentuk tanda tanya di kulit kepala sebagai
persiapan pengangkatan otak dan melihat isi ser"ikalis dari kanalis spinalis#
$andangan aspek posterolateral kiri#
39
$an'ang dan luasnya (ontanel diukur# 7ntuk membuka tengkorak, dimulai
dengan dua irisan ke!il, setiap satu di sudut lateral pada (ontanel anterior# 0unting
dengan u'ung tumpul dimasukkan ke dalam bukaan yang dibuat di setiap sisi dan
hampir satu bulatan lengkap dipotong, meninggalkan sebagian yang utuh pada
aspek lateral# $emotongan dibuat melalui tulang tepat lateral pada sinus sagital,
meninggalkan ia utuh# <agian ini yang utuh pada aspek lateral akan bertindak
sebagai engsel, memungkinkan penutup tulang untuk dilipat 'auh dari otak#
Memotong sepan'ang sutur masingmasing adalah metode lain untuk mengekspos
otak# )ni menghasilkan penutup tulang (rontal dan parietal yang tersisa melekat
pada tengkorak dan dilipat kembali# .edua metode bisa diterima#
@,A
!am"ar (.. A) )nsisi di tengkorak dimulai dengan irisan ke!il (garisgaris hitam)
pada aspek anterior lateral (ontanel anterior (A9) (panah, sinus sagital)# <)
)lustrasi potongan (garis titiktitik) yang dibuat di kal"arium untuk mengekspos
otak# C) )lustrasi kranium yang dibuka dan sutura sagital# 0aris patah
40
menun'ukkan dimana sinus sagital akan dipotong untuk mengangkatnya# +)
$andangan lateral kiri kal"arium setelah potongan dibuat sepan'ang sutura,
menghasilkan dua lipatan tulang di setiap sisi# Satu dari lipatan tersebut adalah
tulang (rontal dan yang lain adalah tulang parietal
Otak harus diperiksa in situ dengan memiringkan kepala ke depan,
belakang, dan kedua sisi# 9al: dan tentorium diperiksa untuk robekan atau
ke!a!atan, dan setiap akumulasi darah di atas atau di ba2ah tentorium di!atat#
9al: dipotong dari perlengketannya pada tulang (menggunakan sebilah pisau
bedah atau gunting ke!il) pada aspek anterior dan posterior, bersama dengan sinus
sagital# 7ntuk mengangkat otak, posisikan tangan kiri di atas o!!iput, menimang
tengkorak dan otak di telapak tangan supaya tulang tengkorak tidak dipotong ke
dalam otak# Miringkan kepala kembali dengan lembut dan otak akan men'auhi
kal"arium# =asil yang sama dapat di!apai dengan meletakkan kepala di atas me'a
pembedahan#
@,A
Sara( kranial pertama diperiksa dan diangkat dengan lembut dari dasar
tengkorak untuk ditinggalkan melekat pada otak# =emis(era serebral dapat ditarik
lembut dengan 'ari telun'uk dan 'ari tengah tangan kanan, dan sisa sara( kranial
dapat ditranseksi, dari depan ke belakang# Sara( kranial harus dipotong dekat
dengan tulang dan tangkai pituitari dipotong dekat dengan otak# .etika otak bebas
dari kal"arium, tangan harus sentiasa memegang otak supaya tidak ter'adi
stretching artifact pada midbrain# $ermukaan dalam batang otak dan anterior
ser"ikalis medulla spinalis harus dilihat# *entorium dapat dipotong dengan pisau
bedah atau gunting di sekitar pinggiran tanpa merusak serebelum di ba2ahnya#
Medulla spinalis bagian ser"ikal dapat ditranseksi dengan pisau bedah yang ta'am
se'auh mungkin ke dalam (oramen magnum# 0unting seharusnya tidak digunakan
karena akan menyebabkan crush artifact yang signi(ikan pada medulla spinalis
bagian ser"ikal# Otak diinspeksi, ditimbang, dan diletakkan dalam (ormalin# Otak
harus tetap dalam posisinya sampai %? hari#
@,A
Otak dengan maserasi yang 'elas atau hydro!ephalus dapat diangkat di
ba2ah air dengan metode sama yang di'elaskan di atas# Otak akan mengapung di
air, mengelakkan robekan parenkim yang disebabkan oleh gra"itasi dan berat
otak# 9etus dan bayi dapat diletakkan ke dalam sebuah 2adah air yang besar atau
yang biasanya ditemukan di kamar otopsi#
@,A
41
$ada bayi yang lebih tua di mana kal"arium telah men'adi lebih tebal,
gunting tidak bisa digunakan lagi# 0erga'i diperlukan dan satu potongan yang
hampir sirkular dibuat untuk mengangkat penutup tengkorak# $otongan ini dibuat
mengelilingi satu daerah angulasi pada setiap sisi# +ekat dengan aspek temporal
dan o!!ipital, tulang sering men'adi sangat tebal dan lebih sulit untuk gerga'i#
.al"arium kemudian dapat diangkat keluar dan otak dapat diangkat seperti yang
di'elaskan#
@,A
Satu metode alternati( untuk pengangkatan otak adalah dengan membuat
satu potongan sirkular di dalam kal"arium dan kemudian mengangkat otak
bersama dengan penutup tengkorak# Otak kemudian dapat mengapung keluar dari
kal"arium di dalam air atau (ormalin# =al ini memelihara otak agar tetap intak
tanpa perlu dipegang# Otak dapat ditimbang dengan tengkorak dan setelah
pengapungan otak, berat penutup tengkorak dikurangi dari berat
sebelumnya#Setelah pengangkatan otak, dasar tengkorak dan (oramen magnum
diinspeksi dan sinus dura dibuka dengan menggunakan skalpel (pisau bedah)#
+ura harus dilepaskan dari penutup tengkorak bagian atas bersama sinus sagital
dan tetap dengan otak#
@,A
!am"ar (1. Otak yang diangkat dari dalam penutup tengkorak bagian atas#
8. 8i&ofisis
42
7ntuk mengeluarkan hipo(isis, perlengketan dengan tentoriumnya
dipotong sepan'ang aspek anterior dan lateral dari sella# +i bagian posterior,
prosesus klinoideus dilepaskan dari sella dengan menggunakan skalpel#
*entorium dipegang dengan (orsep bergigi ke!il, kemudian hipo(isis se!ara hati
hati dilepaskan dari tulang#
@,A

9. 9engeluarkan Korda S&inalis Pendekatan Anterior
Setelah e"iserasi, bagian thoraks dan lumbar dari tulang belakang dapat
dilihat seluruhnya# Mentranseksi salah satu diskus inter"ertebralis lumbar yang
paling ba2ah dengan menggunakan skalpel# Menyisipkan salah satu u'ung dari
sepasang gunting bulat ke dalam pembukaan ini dan memotong pedikel tulang
belakang pada kedua sisi sepan'ang seluruh tulang belakang# +ura yang tersisa
utuh# Setelah semua pedikel telah dipotong (sedekat mungkin dengan basis
!ranii), angkat kolumna "ertebralis yang dibebaskan, memperlihatkan korda
spinalis# Seorang asisten dapat menahan kolumna "ertebralis atau dapat dipotong
se'auh mungkin ke arah leher# +engan skalpel yang ta'am, transeksi korda pada
u'ung lumbar dan dengan lembut mengangkat dura yang mengelilinginya dengan
(orsep bergigi# +iseksi dura dan korda dari kanalis spinalis sepan'ang seluruh
pan'angnya, tanpa memberikan ketegangan pada korda# +i daerah ser"iks, diseksi
men'adi tak terlihat, dan dengan men'aga gunting dekat ke tulang, kerusakan pada
korda dapat di!egah# +aerah ser"ikal 'uga dapat didekati dari basis !ranii melalui
(oramen magnum# Setelah pengangkatan korda spinalis, dua korpus "ertebralis
dapat dikeluarkan dari kolumna spinalis dengan memotong melalui diskus
inter"ertebralis di ser"ikal bagian atas dan daerah lumbar bagian ba2ah# )ni dapat
dipertahankan dalam (ormalin dalam botol stok untuk pembedahan lebih lan'ut#
$ada anakanak yang lebih tua, sebuah gerga'i diperlukan untuk melakukan
prosedur di atas#
@,A
.orda spinalis 'uga dapat diangkat dengan pendekatan posterior untuk
men'aga dari !a!at atau untuk membiarkannya tetap melekat pada otak,
mengangkat mereka sebagai satu bagian#
@,A
%?# Rekonstruksi Tu"uh
43
+i beberapa daerah, anggota keluarga dapat memba2a 'anin atau bayi
mereka ke kamar 'enaIah# *ubuh tersebut harus hatihati direkonstruksi dan diberi
pakaian dengan tepat# +alam hal ini, pedoman yang ditetapkan oleh lembaga
harus diikuti sebaik mungkin#
@,A
*ubuh harus dibilas dan dibersihkan dari semua darah dan !airan tubuh#
8ongga tengkorak, dada, dan perut harus bebas dari !airan dan diisi dengan kapas
atau material absorban lain yang !o!ok# Materi ber'ahitan tebal sebaiknya
dihindari karena si(at kulit yang rapuh# <eberapa lembaga dan3atau kamar
'enasah, membutuhkan tubuh di'ahit tertutup# /ika hal ini ter'adi, bahan 'ahitan
yang sangat halus boleh digunakan# $ada beberapa kasus, 'aringan subkutan akan
memberi bentuk 'ahitan yang lebih baik daripada kulit# =al ini terutama berlaku
dalam kasuskasus maserasi dan edema yang parah# /uga terdapat perekat 'aringan
ker'a !epat yang tersedia seperti histoacryl blue# =arus berhatihati untuk
menghindari penggunaan lem yang berlebihan karena hal ini menghasilkan reaksi
eksoterm# +i beberapa lembaga, diperbolehkan untuk melekatkan tepitepi kulit
yang diinsisi di atas bahan penyerap dan se!ara adekuat membungkus 'anin atau
bayi dalam kain ka(an berlabel# $emilik perusahaan pemakaman kemudian dapat
mempersiapkan tubuh tersebut tanpa adanya kerusakan a2al pada 'aringan
subkutan atau kulit# =al yang sama berlaku untuk kranial# .ulit dari skalp
ditempatkan kembali pada tulang dan u'ungu'ungnya dilekatkan#
@,A
$erbaikan de(ek pada kulit atau tubuh yang disebabkan pada autopsi harus
dilakukan dengan hatihati, terutama 'ika kulit edema# <eberapa perbaikan
mungkin menambah de(ek, sehingga sangat sulit untuk melakukan perbaikan#
Memberitahukan kepada pemilik perusahaan pemakaman mengenai de(ek yang
ada dan memperbolehkannya untuk melakukan perbaikan mungkin men'adi
alternati( terbaik#
@,A
11. Diseksi Blok Organ
<lok organ ditempatkan pada permukaan "entralnya# Organ harus
ditempatkan pada spons besar atau di atas papan pemotong dengan pen!ahayaan
yang memadai# Sebuah ka!a pembesar atau mikroskop dan protokol yang tepat
tersedia untuk men!atat hasil obser"asi dan berat organ, harus telah tersedia# <lok
44
organ dapat dengan mudah dipindahkan atau dirotasikan untuk mem(asilitasi
diseksi, tidak seperti blok organ besar pada autopsi orang de2asa#
@,A

Aorta dibuka se!ara posterior ke lengkung aorta# Arteri renalis dibuka dan
dapat dibiarkan menempel pada gin'al bersama dengan segmen dari aorta, atau
dapat dipotong, memisahkan gin'al dari aorta# Aorta ter!ermin dari blok organ dan
dapat dibiarkan melekat pada 'antung se!ara keseluruhan atau dipotong hanya
sebelah distal dari duktus arteriosus# /ika ada
kelan'utan aIygos dari )JC yang tidak diidenti(ikasi sebelum e"iserasi, "ena
aIigos akan terletak posterior dan sedikit ke kanan dari aorta abdominal# .etika
aorta dibuka pada aspek posteriornya, "ena aIigos dan3atau "ena renalis kiri akan
ditranseksi#
@,A
!am"ar (2. <lok Organ ditempatkan pada permukaan diseksi dengan aspek
"entral menghadap ke ba2ah# Aorta (A) di buka dari posterior di sepan'ang
pan'ang aorta hingga tepat di ba2ah duktus arteriosus# Arteri renalis kiri (panah)
telah dibuka, dan gunting berada di dalam arteri renalis kanan (8., gin'al kananD
1., gin'al kiriD E, eso(agusD 11, paruparu kiriD 81, paruparu kanan)#
45
!am"ar (3# $erlangsungan aIigos dari "ena ka"a in(erior# Jena aIigos (AJ)
terletak sedikit ke kanan dan posterior ke aorta (A) ketika meman'ang ke
abdomen# Jena renalis kiri (1J) akan ber'alan posterior ke aorta berla2anan
dengan posisi normalnya yang berada di anterior (1., gin'al kiriD 8., gin'al
kananD panah, arteri renalis kiri dan kanan)#
)JC dibuka dari posterior ke tempat masuknya di hati, dan pembuluh
darah gin'al dibuka# $embuluh darah gin'al dapat dibiarkan melekat atau
dipisahkan# /ika dipisahkan, )JC harus ter!ermin pada porta hepatis#
Men!erminkan daun dia(ragma 'auh dari adrenal dan dengan berhatihati
mengangkat setiap adrenal dengan sebagian besar menggunakan diseksi tumpul#
46
Menggunakan pembuluh adrenal dan3atau 'aringan ikat yang terpasang untuk
men!abut akan men!egah kerusakan pada parenkim#
@,A
!am"ar ,4# Jena ka"a in(erior ()JC) telah dibuka ditempat masuknya ke hati#
Jena renalis kiri dan kanan dibuka dengan !ara yang sama seperti arteri renalis#
$un!ak dia(ragma (+) telah di re(leksi, dan adrenal kiri (1A) sedang dilepaskan
dari perlengketannya (8A, adrenal kananD 8., gin'al kananD 1., gin'al kiriD S,
limpa)#
Melepaskan adrenal pada titik ini memungkinkan untuk memudahkan
identi(ikasi, karena gin'al masih dalam posisi anatominya# *imbang adrenal
bersamasama# Adrenal adalah dibelah se!ara serial# 0in'al dapat didiseksi dari
blok, berhatihati untuk men'aga ureter# .andung kemih dan genitalia interna
pada 2anita dapat didiseksi bebas dari rektum dan anus ke!uali ada sebuah
anomali (yaitu, (istel rekto"esikal)# .andung kemih, "agina dan uterus dibuka
bersama dengan ureter# 7terus, ser"iks, dan "agina dapat dipisahkan dari kandung
kemih# 0in'al ditimbang dan dibagi# <alikkan blok organ, dengan sisi anterior
menghadap atas, potong duodenum di sekitar tingkat ligamentum *rietI#
1epaskan mesenterium usus ke!il dengan gunting MetIenbaum sedekat mungkin
dengan usus# /ika beberapa mesenterium yang tersisa melekat pada usus, ia akan
47
melengkung, men!egah mudahnya pembukaan# .elen'ar getah bening
mesenterika diperiksa dan dibelah# 7sus ke!il dan besar dibuka dan isinya dan
status dari mukosa di!atat#
@,A
Struktur $ortal diperiksa dengan mengekspos "ena portal dan arteri
hepatik# Jena portal dibuka# Sebelum memotong "ena portal, "ena lienalis dibuka
karena meman'ang dari "ena portal di bagian atas pankreas ke hilus splenikus#
Arteri hepatik dibuka# $ada bayi yang lebih besar, saluran empedu diperiksa dan
dapat dibuka, memperpan'ang pemotongan melalui duktus komunis ke ampula
Jater#
@,A
!am"ar ,#. (A) Jena porta yang utuh (panah)# =emostat menarik "ena ka"a
in(erior (0<, kandung empeduD $, pankreasD S, limpaD panah, "ena splenikus)# (<)
untuk membuka "ena splenikus (panah), potongan diperpan'ang dari "ena porta
($J) yang terbuka, mele2ati bagian atas pankreas ($) ke hilus splenikus (S,
limpaD 1, hatiD 0<, kandung empedu)#
Meremas kantong empedu se!ara lembut akan menun'ukkan beberapa
empedu melalui duktus sistikus, mengkon(irmasi patensinya# Meremas kantong
48
empedu dapat menilai patensi saluran empedu di 'anin ke!il# Empedu akan
ber'alan melalui ampula Jater ke dalam duodenum# +alam hal ini, kandung
empedu harus dibedah dari tempatnya sehingga hati tidak rusak di ba2ah
tekanan# Jena umbilikalis dan duktus "enosus ('ika paten) harus dibuka# 1emak
perispleni! diperiksa untuk aksesori limpa, dan limpa diangkat, ditimbang, dan
dibagi#
@,A
!am"ar ,$# )lustrasi posisi duktus "enosus
.erongkongan selalu harus dibuka dari posterior sebelum dibedah dari
trakea karena menghilangkannya akan menyebabkan (istula# Setelah esophagus
dibedah dari trakea, kerongkongan, lambung, duodenum, dan pankreas dapat
diangkat sebagai satu blok# $erut dibuka sepan'ang kur"atura mayor# $ankreas
dapat dibiarkan melekat pada duodenum atau dilepaskan dan ditimbang#
+ia(ragma ini dilepaskan dari hati, meninggalkan )JC utuh# =ati dipisahkan dari
blok organ thoraks, meninggalkan sepotong hati melekat pada )JC# =al ini dapat
dilakukan dengan skalpel dan menyediakan titik orientasi untuk melihat hati
dengan anomali kongenital kompleks# =ati ditimbang dan dibelah# .andung
empedu dibuka dan isinya di!atat#
@,A
/antung dan paruparu biasanya berada dalam satu blok dan dapat
ditimbang bersamasama# +alam kasus kardiomiopati atau penyakit metabolik,
'antung dapat dipisahkan dari paruparu dan ditimbang sendiri# $aruparu dapat
dipisahkan 'uga ketika ada hipoplasia paru# /ika 'antung dan3atau paruparu akan
49
dikembungkan dengan (ormalin, hal itu dilakukan pada titik ini# *rakea dibuka
dari posterior ke karina dan ke setiap bronkus utama# Mor(ologi bronkial dinilai#
$aruparu dibelah dan hati diperiksa lagi dengan mengikuti aliran darah# $ada titik
ini, setiap anomali kongenital didokumentasikan dan di(oto dengan baik#
*ergantung pada anomali yang diidenti(ikasi, blok organ dapat dibiarkan utuh
atau sebagian utuh# Anomali mempertahankan hubungan mereka dan spesimen
penga'aran yang sangat baik#
@,A
!am"ar ,(. 6A'# Eso(agus (E) dibuka sepan'ang aspek posterior (81, paru kananD
11, paru kiriD +, dia(ragma)# 6B'# Eso(agus (E) dengan hatihati dibelah dari
trakea (*) dengan gunting (81, paru kananD 11, paru kiri#
50
!am"ar ,,# (A) /antung (=) dan hati (1) tetap melekat oeh "ena ka"a in(erior
(panah)# +engan (orsep memegang "ena ka"a in(erior, skalpel digunakan untuk
mmbuat potongan elips ke hati# (<) sepotong hati (1) tetap melekat ke "ena ka"a
in(erior untuk orientasi !epat pada 'antung# )ni sebagai titik a2al untuk orang
yang tidak berpengalaman saat melihat ke setiap 'antung, normal atau tidak#
*abel 5
$emeriksaan Mikroskopik 8utin
*rakea dengan tiroid, eso(agus, dan paratiroid (potongan
silang)
/antung (& potongan)6 atrium kanan, katup trikuspid dan
"entrikel kanan
Atrium kiri, katup mitral dan "entrikel kiri (potongan diambil
selama insisi dibuat ketika 'antung dibuka)
$aruparu, kiri dan kanan (setidaknya satu potongan dari tiap
lobus)
0astroesophageal 'un!tion
$ilorus
7sus ke!il
7sus besar
$ankreas (kaput dan ekor)
=ati
0in'al (kiri dan kanan)
51
.andung kemih
8ib 2ith !osto!hondral 'un!tion
$rostat
7terus, ser"iks, dan "agina
*estis atau o"arium
$ayudara
*imus
1impa
Nodus lim(atikus mesenterika
1idah
+ia(ragma
M#$soas
.ulit
7mbilikus ('ika satu bagian tetap melengket pada abdomen)
.orpus "ertebra
12. 9em"elah Otak Setelah iksasi
Otak harus di!u!i dalam air, biasanya semalam, sebelum dipotong#
Sebelum membelah otak, harus diperiksa untuk kon(igurasi umum, termasuk lebar
sulkus dan girus, dan untuk simetri# *ingkat perkembangan dibandingkan dengan
apa yang normal untuk usia kehamilan# $enampilan umum dari serebellum dinilai,
dan komponen batang otak diidenti(ikasi# Setiap bukti herniasi tonsilar serebellar
harus di!atat# Arteri di dasar otak harus diperiksa, dan berat pas!a (iksasi
ditimbang# 1eptomeninges diperiksa, dan dura, (al:, dan tentorium diperiksa#
Sinus dural dibuka# 9oto yang men!olok harus diambil 'ika ada kelainan yang
diidenti(ikasi pada pemeriksaan eksternal#
@,A
52
!am"ar ,-# $erkembangan otak dari minggu && hingga minggu 5? gestasi#
Otak harus dipotong pada papan potong yang besar, menggunakan pisau
yang besar# Nampan yang besar dan datar harus tersedia untuk meletakkan irisan
otak se!ara berurutan# )risan harus ditempatkan dengan permukaan anterior pada
nampan, tepi !embung menun'uk 'auh dari yang membuat irisan, dengan sisi
kanan di sebelah kanan# Setiap potong harus dibuat dengan satu gerakan tunggal
untuk menghindari tanda gerga'i# $embelahan dapat diubah untuk men'aga lesi
tertentu#
@,A
+engan menggunakan skalpel, serebelum dan batang otak dipisahkan dari
otak dengan memotong melalui pedunkel serebral se'auh mungkin dari rostral#
Otak besar ditempatkan pada papan pemotong dengan dasar menghadap ke atas
dan se!ara serial dibelah dari (rontal ke oksipital# )risan harus dilakukan pada
53
inter"al % !m di otak# Otak yang lebut harus dipotong pada inter"al yang lebih
besar untuk men'aga bentuk anatomi# 7kuran dan bentuk dari "entrikel
di!atat bersama dengan penampilan ependima#
@,A

<atang otak dipisahkan dari serebellum dengan memotong melalui
pedunkel serebellar menggunakan skalpel yang ta'am# $embelahan serial dari
serebellum dibuat pada bidang horisontal, mulai dari permukaan superior# )risan
ditambahkan ke nampan dengan !erebrum dengan permukaan in(erior di atas
nampan, tepi "entral menun'uk 'auh dari pembuat irisan dan dengan sisi kanan di
sebelah kanan#
@,A
<atang otak dibelah se!ara serial dengan inter"al & mm dari rostral ke
kaudal# =al ini ditampilkan di atas nampan dengan sisa otak# $ermukaan kaudal di
atas nampan dengan sisi "entral menghadap atas dan sisi kanan di sebelah kanan#
7kuran aquaduktus sil"ii dan "entrikel keempat dinilai, dan anatomi normal
diidenti(ikasi#
@,A
+ura yang mengelilingi korda spinalis diinsisi pada garis tengah aspek
"entral dan dorsal di sepan'ang seluruh pan'angnya# Aspek anterior dan posterior
korda diperiksa, dan korda dipotong melintang di berbagai tingkat tanpa
memotong melalui dura# .orda harus dibiarkan menempel pada dura untuk
mempertahankan orientasi anatomi#
@,A
Setiap lesi yang diidenti(ikasi harus diukur dan lokasi anatomi mereka
di'elaskan dengan tepat# Sebelum pembelahan, (oto harus diambil# 1esi spesi(ik
harus dibelah# /ika otak tampak normal, pembelahan representati( harus dilakukan
dan lokasi mereka ter!atat pada da(tar blok#
@,A
+iameter trans"ersal !erebellar ditetapkan dengan baik dalam 7S0
sebagai parameter yang dapat diandalkan untuk memperkirakan lama kehamilan#
/ika pertumbuhan dibatasi, otak ke!il biasanya terhindar, membuat diameter
!erebellar trans"eral yang penun'uk usia kehamilan yang dapat diper!aya bahkan
ketika parameter lainnya 'atuh dari kur"a pertumbuhan yang sesuai#
@,A

54
!am"ar ,.# Sebuah ilustrasi otak yang dilihat dari basisnya, dengan batang otak
dan serebellum diangkat, memperlihatkan posisi untuk pemotongan dan potongan
menyilang# $otongan standar untuk pemeriksaai mikoskopik di tun'ukkal oleh
persegi empat pada gambar#
13. Artefak
8obekan yang tidak teratur di dinding abdomen merupakan ke'adian yang
sering ter'adi# 8obekan tersebut ter'adi sebagai akibat dari maserasi atau
persalinan manual# 7'ung E u'ung robekan biasanya tidak teratur dan, 'ika dekat
dengan umbilikus, tidak boleh dikelirukan dengan gastros!hisis atau om(alokel#
.andung kemih yang membesar disebabkan oleh rupturnya katup uretra posterior#
8i2ayat persalinan biasanya akan mengklari(ikasi hal ini#
@,A

55
!am"ar ,1# 8obekan pada dinding abdomen kanan dengan lengkungan usus
menon'ol keluar dari robekan
14. Oto&si :ahir 9ati
$ada pemeriksaan eksternal, dera'at maserasi harus dinilai dan
dibandingkan dengan ri2ayat klinis pergerakan 'anin dan3atau detak 'antung 'anin
yang terakhir diketahui# +engan mengamati dera'at keli!inan dan lepuh kulit,
kelemahan sendi dan ada atau tidak adanya tumpang tindih tulang tengkorak akan
memungkinkan Anda untuk memprediksi lamanya 2aktu 'anin tersebut
meninggal di rahim#
@,A

Seberapa luas pemeriksaan yang harus dilakukan pada maserasi bayiN
$emeriksaan harus dilakukan menyeluruh, dengan konsep unit maternal(etal
plasenta digunakan untuk mengeksplorasi banyaknya "ariabel untuk penyebab
kematian 'anin di dalam rahim#
@,A
.etika memeriksa tubuh bayi lahir mati, penting untuk mengidenti(ikasi
setiap anomali kongenital, se!ara eksternal maupun internal# Anamnesis ri2ayat
persalinan yang baik, bersama dengan pemeriksaan 7S0, dapat sangat berman(aat
ketika berhadapan dengan 'anin maserasi# Mengidenti(ikasi kelainan genetik
seperti salah satu trisomi atau penyakit polikistik gin'al penting untuk dilakukan#
Suatu pemeriksaan eksternal dan in situ yang menyeluruh harus dilakukan seperti
yang di'elaskan sebelumnya dalam bab ini, bersama dengan pemeriksaan plasenta
yang terperin!i# <erat dan ukuran tubuh sangat membantu untuk memperkirakan
56
usia kehamilan dan menge"aluasi adanya pembatasan pertumbuhan intrauterin#
$an'ang kaki sangat berguna sebelum usia kehamilan &@,A minggu#
@,A

Ta"el -
Ta"el ;aktu Peru"ahan /ang Dise"a"kan 9aserasi setelah Kematian <anin
Intraunterin
+urasi
8etensi
)ntrauterina
$emeriksaan 9etus =istologi Organ 9etus
=istologi
$lasenta
5 'am 0in'al 6 hilangnya
baso(ilia tubular nuklear
C 'am <er!ak
deskuamasi O %
!mD perubahan
2arna !oklat atau
merah pada u'ung
umbilikus
.ariorheksis
inra"askular
%& 'am +eskuamasi pada
2a'ah, punggung,
abdomen
%A 'am +eskuamasi &-4
dari tubuh, atau
dua regio tubuh
atau lebih
&5 'am $erubahan 2arna
men'adi !okelat
pada abdomen
+eskuamasi
moderat
=ati 6 hilangnya baso(ilia
nuklear hepatosit
<agian dalam miokard6
hilangnya baso(ilia nu!lear
57
@,AC 'am Setiap kompresi
kranialis
5A 'am +eskuamasi P-?4
tubuh
<agian luar miokard6
=ilangnya baso(il nuklear
.elainan lumen
pembuluh darah
multi(okal
@& 'am +eskuamasi P@-4
tubuh
,C 'am *umpang tindih
sutura kranialis (5
E - d)
=ilangnya baso(il nuklear
pada sel epitel bronkial
dan di semua sel hati
% minggu Mulut terbuka
lebar
Saluran gastrointestinal6
kehilangan maksimal
baso(il nuklear#
.elen'ar adrenal6
kehilangan maksimal
baso(il nuklear
*rakea6 hilangnya baso(ili
nuklear kondrosit#
& minggu Mumi(ikasi
(dehidrasi,
kompresi,
ber2arna
ke!oklatan)
$erubahan luas
pada lumen
"askular
9ibrosis luas
pada "ilii
terminal
&A hari 0in'al6 kehilangan
maksimal baso(ilia nu!lear
58
+ata dari 0enest +8, Williams MA, 0reene M9# Estimating the time of death in
stillborn fetuses2 I. &istologic evaluation of fetal organs2 1n autopsy study of "$%
stillborns# Obstet 0yne!ol %,,&DA?6-@-D 0enest +8# Estimating the time of death
in stillborn fetuses2 II. &istologic evaluation of the placenta2 1 study of #"
stillborns. Obstet 0yne!ol %,,&DA?6-A-D 0enest +8# Estimating the time of death
in stillborn fetuses2 III. E,ternal fetal e,amination2 1 study of )3 stillborns
Obstet 0yne!ol %,,&DA?6-,@,A#
59
60
!am"ar ,2# Stadium maserasi berbeda pada kelahiran mati# (A) A2al kematian,
sekitar 5C 'am# 9etus menun'ukkan hiperemia pada kulit 2a'ah dan perdarahan
peteki pada dada# (<) <er!ak deskuamasi kulit sekitar % !m dengan bulla#
.ematian (etus sekitar A%? 'am# (C) 9etus dengan deskuamasi kulit sekitar &-4
dengan perubahan 2arna kulit# .ematian (etus sekita %A&5 'am# (+) 9etus dengan
kulit li!in dan kompresi kranialis# .ematian diperkirakan @,AC 'am# (E) 9etus
dengan kompresi kranialis (panah), yang menun'ukkan tanda spalding.
#
*ergantung pada tingkat maserasi, menimbang berat organ mungkin
berguna atau tidak berguna# $enentuan ini harus dilakukan pada berdasarkan
kasus per kasus# =al ini 'uga berlaku untuk pemeriksaan mikroskopis# .asus
maserasi berat tidak perlu dibelah terlalu luas# *ulang seringkali tera2at dengan
baik pada bayi lahir mati yang maserasi# $aruparu dan plasenta harus se!ara rutin
diperiksa se!ara histologis, terlepas dari tingkat maserasi# Sel merah bernukleasi
bertahan di paruparu ketika mor(ologi nu!lear telah menghilang dari semua
"is!eral lainnya# =al ini dapat memberikan bukti yang baik dari eritroblastosis
(etalis# /ika ini parah, perubahan lipoid dalam korteks adrenal 'anin biasanya
masih bisa dilihat# <eberapa in(eksi seperti sitomegalo"irus 'uga dapat
diidenti(ikasi dalam paruparu, dan noda sitokeratin dapat menekankan adanya
aspirasi epitel amnion# )denti(ikasi organ dapat sulit pada organ dengan maserasi
menggunakan hemato:ylin dan pe2arnaan eosin# Masson tri!hrome dan3atau
pe2arnaan reti!ulin akan membantu dalam mendeteksi arsitektur organ# 0onad
harus dipotong untuk mengkon(irmasi 'enis kelamin pada pemeriksaan
mikroskopis#
@,A
/ika diperlukan atau diminta pemeriksaan genetik, sampel (asia lebih
disukai dibanding kulit pada 'anin maserasi# Sampel ini dapat diambil dari daerah
inguinal, paha, atau dari tendon A!hilles# /aringan lain 'uga dapat digunakan,
termasuk6 paruparu, otot skelet, kartilago, gin'al, dan hati#
@,A
15. Diagnosa Anatomi Sementara
)n(ormasi ini harus diberikan kepada dokter yang hadir dalam 2aktu &5
hingga 5A 'am dari pemeriksaan postmortem# +iagnosa anatomi sementara
61
(Provisional 1natomic 4iagnosis K$A+L) adalah kumpulan penemuan yang
penting dari autopsi, yang sering dapat di'elaskan lebih lan'ut pada saat autopsi
dengan potong beku (fro5en se!tion) atau pe2arnaan gram di tempat yang
ditentukan# Suatu diagnosis utama dipilih dari penemuan autopsi dan harus
merupakan proses penyakit pokok yang mendasari# Semua diagnosa lainnya harus
ter!antum dalam urutan kepentingannya dan dalam bentuk bagan# =al ini bisa
dilakukan dengan membuat da(tar setiap diagnosis sesuai sistem organ yang tepat
dan harus dilakukan segera setelah autopsi# $enyelesaian $A+ yang !epat
memberikan man(aat maksimal dari autopsi untuk dokter# 7mpan balik yang
!epat penting untuk dokter dan men!iptakan hubungan ker'a yang baik antara
departemen patologi dan semua disiplin ilmu pera2atan anak# $A+ kemudian
akan men'adi diagnosis anatomi akhir setelah pemeriksaan mikroskopis
dilakukan# 8ingkasan keseluruhan kasus dan komentar ahli biasanya bagian dari
laporan akhir, terutama 'ika diagnosa tidak umum atau menarik# 8e(erensi yang
bersangkutan 'uga turut disertakan#
@,A
16. Diseksi Khusus
+uktus thorasikus berhubungan dekat ke aorta, kerongkongan, dan "ena
'ugularissubkla"ia# Semua struktur harus dibiarkan utuh sampai duktus tersebut
telah dibedah# Chyli sisterna adalah pembesaran sa!!ular pada 'alur lim(atik
utama dari abdomen dan tungkai ba2ah# .adangkadang berbentuk bulat, terletak
pada permukaan anterior korpus "ertebra lumbalis pertama dan kedua, tepat di
sebelah kanan aorta dan anterior ke pembuluh darah lumbal# .emudian ditutupi
oleh tepi medial inti kanan dia(ragma# $ada bentuk yang lebih meman'ang, -@ !m
pan'angnya, 'uga dapat meman'ang dari lumbal ketiga ke "ertebra thorakal kedua
belas, tetapi biasanya dengan ukuran pan'ang @,A5 !m dan diameter &@,A !m#
+iameter duktus 5C mm, !ukup ke!il untuk dikelirukan dengan ner"us "agus dan
(renikus 'ika anatominya tidak diketahui#
@,A

+isepan'ang 'alannya di thoraks, duktus thorasikus terletak retropleural#
+uktus ini paling mudah diambil tepat di atas dia(ragma, dimana ia melintas ke
sebelah kanan aorta# +i sini ditemukan dalam 'aringan antara aorta dan "ena
aIigos# /alannya lurus ke atas antara pembuluh darah tersebut dan dibelakang
62
eso(agus, yang dengan hatihati dibebaskan dan ditarik ke kanan# $ada tingkat
korpus "ertebra keempat atau kelima, duktus ini !ondong ke tepi kiri eso(agus,
tepat di ba2ah pleura parietalis# )ni adalah tempat yang penting, karena !edera
pada duktus thorasikus di ba2ahnya dapat menyebabkan !hylothora: kanan, dan
yang !edera di atasnya dapat menyebabkan !hylothora: di sebelah kiri#
@,A

+uktus thorasikus mele2ati mediastinum superior, masih di ba2ah pleura,
melengkung ke kiri @,A5 !m di atas kla"ikula, dan ber'alan di depan arteri
subkla"ia# Akhirnya membuka ke sudut persimpangan "ena subkla"ia kiri dengan
"ena 'ugularis interna kiri#
@,A
17. Pengangkatan !enitalia Eksterna
$rosedur ini dibenarkan bila ada anomali genitourinaria, alat kelamin
ambigu, atresia ani, di!urigai adanya (istel# +imulai dengan insisi melengkung di
setiap genitalia eksterna untuk memasukkan anus atau lokasi pembukaan anus
pada kasus dengan atresia ani # $ada 2anita, spesimen harus men!akup labia, dan
pada lakilaki itu harus men!akup kantung skrotum# Sim(isis pubis diinsisi di
garis tengah dengan skalpel, dan pinggul dengan lembut didorong ke arah
posterior untuk melebarkan pel"is# .eseluruhan pan'ang urethra dan kolon dapat
dibebaskan dari panggul dan 'aringan disekitarnya menggunakan diseksi tumpul
dengan gunting# +iseksi tumpul tersebut akan menu'u margin dari insisi
melengkung yang a2alnya dibuat di kulit dan 'aringan subkutan# Anomali
genitourinari3anorektal kemudian diangkat utuh, melekat pada blok organ#
@,A
63
a. Memulai dengan insisi melingkar di setiap sisi genitalia eksterna# )nsisi
men!akup pembukaan anus atau lokasi atresia ani (panah)
b. Sim(isi $ubis diinsisi di daerah midline dengan menggunakan skalpel
(panah)#
!# +engan sebuah tangan dimasingmasing panggul, panggul dengan lembut di
dorong ke arah posterior untuk melebarkan pel"is# /aringan lunak disekitar
kandung kemih, urethra, dan kolon dibedah dengan hatihati#
64
!am"ar ,3# )lustrasi pengangkatan genitalia Eksterna
$ada lakilaki dengan katup uretra posterior, keseluruhan urethra harus
diangkat utuh# =al ini dapat dilakukan tanpa mengganggu penampilan luar dari
genitalia eksterna# Sim(isis pubis dipisahkan seperti yang di'elaskan di atas, dan
uretra dibedah dari pel"is# Setelah urethra berada diluar, diseksi tumpul digunakan
untuk membebaskannya se!ara melingkar dari kulit penis# .ulit penis dibiarkan
utuh dan dapat kembali diperluas dengan sepotong kain kasa ke!il untuk
mengembalikannya ke penampilan normalnya#
@,A
18. 9engangkat Otak dan Tulang Belakang =tuh Pendekatan Posterior
$endekatan ini digunakan bila ada anomali dari tengkorak atau tulang
belakang yang perlu dipertahankan, termasuk ense(alokel oksipital, mal(ormasi
+andyWalker, mal(ormasi ArnoldChiari, atau mielomeningokel di sepan'ang
tulang belakang# Sebuah sayatan berbentuk tanda tanya dibuat di kulit (0ambar
@,A-)D prosedur ini telah di'elaskan oleh Emery# <agian yang meluas ke atas leher
dapat diperluas ke arah !audal se'auh yang diperlukan untuk mempertahankan
!a!at# Otot di atas oksiput dengan hatihati diangkat, dan 'aringan lunak diatas
ramus "ertebra ser"ikalis bagian atas dibedah# Atlas dipotong bersama dengan
"ertebra se"ikalis kedua dan ketiga, 'ika perlu# +ura yang terekspos dengan hati
hati diinsisi tanpa memotong ara!hnoid# =al ini men!egah keluarnya !airan
serebrospinal# .ultur dapat diambil pada saat ini, menggunakan 'arum steril# )nsisi
dural diperbesar untuk mengekspos korda ser"ikal dan (oramen magnum# +alam
pengaturan normal, rongga dari "entrikel keempat adalah 'elas, dan tonsil
serebellar hanya dapat di"isualisasi# *onsil serebellar akan diperkirakan ketika
ada edema ringan sampai sedang dan akan herniasi melalui (oramen magnum bila
ada edema berat#
@,A
7ntuk melan'utkan mengangkat korda, dengan atau tanpa de(ek tulang
belakang, gunting tumpul ditempatkan antara tulang dan dura dan tulang dipotong
di setiap sisi# *ulang yang mengelilingi de(ek 'uga dipotong (0ambar -?)# .orda
spinalis dengan hatihati dibedah dari kanalis spinalis, tetap melekat pada kulit
65
dan tulang mengelilingi de(ek, 'ika ada# /angan memotong korda ser"ikal# .orda
dapat ditempatkan kembali ke kanalis spinalis dengan kulit dilipat dan diikat
dengan beberapa hemostat# )ni akan melindungi korda sementara otak sedang
diangkat# Otak diangkat seperti telah di'elaskan sebelumnya, dengan potongan
tambahan pada garis tengah pelat oksipital# =al ini memungkinkan otak dan sara(
diangkat sebagai satu unit (0ambar -%)# Setelah otak terbebas, angkat hemostat
yang menahan (lap kulit pelindung di sekitar sara(, mempermudah pengangkatan
sara(#
@,A
!am"ar -4# $engangkatan korda spinalis dan meningokel lumbar menggunakan
pendekatan posterior#
!am"ar -## Otak dan korda spinalis dengan meningonielokel lumbosa!ral
diangkat sebagai satu bagian#
66
19. 9ele&as Tulang Tem&oral
Melepaskan bagian petrosa dari tulang temporal memungkinkan
pemeriksaan telinga tengah# Menggunakan gunting yang kuat, atau gerga'i pada
bayi yang lebih tua, potongan pertama dibuat sepan'ang aspek lateral (bagian
skuamosa) dari tulang temporal, tegak lurus dengan petrous ridge dan paralel
dengan tengkorak# $otongan berikutnya dibuat pada aspek medial petrous ridge,
tepat medial ke kanalis karotis dan termasuk meatus akustikus interna#
Menempatkan gunting atau melihat ke aspek superior dan in(erior dari dua
potongan sebelumnya dan memotong paralel dengan petrous ridge akan
mengekspos tulang temporal (0ambar -&)# Spesimen kirakira persegi pan'ang,
dan ketika diangkat keluar, telinga tengah akan terlihat# .ultur setiap pus yang
terlihat# *ulang temporal dapat di dekalsi(ikasi dan dibelah#
@,A
!am"ar -$# $anah menun'ukkan potongan yang dibuat saat mengangkat tulang
temporal (19, (rontal kiriD 9M, (ormen magnum#
67
f) Pemeriksaan Penun5ang
I. Pemeriksaan 9ikrosko&ik
$emeriksaan mikroskopis rutin adalah bagian penting dari autopsi,
terutama pada 'anin yang lahir hidup tera2at baik# $ada 'anin yang maserasi berat,
pemeriksaan mikroskopis dapat membantu dalam memperkirakan saat kematian
'anin# Mor(ologinya yang dia2etkan dengan buruk, dapat menghalangi
pemeriksaan histologis akurat, dan untuk alasan ini, pembelahan tidak perlu
terlalu luas# *ulang biasanya dalam kondisi baik pada 'anin yang maserasi#
@,A

$otongan mikroskopis harus diserahkan dalam 2aktu &5 'am dari autopsi
untuk kualitas terbaik dan harus segera diproses# <agianbagian 'aringan harus
ditempatkan dalam kaset yang se!ara tepat berlabelkan angka autopsi dan dengan
nomor kaset yang dapat direkam pada da(tar blok# +a(tar ini akan men'adi bagian
dari laporan permanen#
@,A
II. Tes a&ung &aru
*es apung paru adalah tes yang dilakukan pada mayat bayi untuk
mengidenti(ikasi adanya udara dalam paruparu atau tidak, sehingga pemeriksa
dapat menentukan bayi lahir hidup atau lahir mati#*u'uan dilakukan pemeriksaan
tes apung paru adalah untuk mengetahui keadaan bayi apakah lahir hidup atau
lahir mati sehingga dapat membantu penyidik dalam menentukan tindakan
kriminal atau bukan #
1angkahlangkah pemeriksaan tes apung paru 6
B, @,A, ,,%B
1idah dikeluarkan seperti biasa, diba2ah rahang ba2ah, u'ung lidah di'epit
dengan pinset atau klem, kemudian ditarik ke arah "entrokaudal sehingga tampak
palatum mole# +engan skalpel yang ta'am, palatum mole disayat sepan'ang
perbatasannya dengan palatum durum# 9aring, laring, eso(agus bersama dengan
trakea dilepaskan dari tulang belakang#Eso(agus bersama dengan trakea diikat
bersama dengan kartilago krikoid dengan benang# $engikatan ini dimaksudkan
agar pada manipulasi berikutnya !airan ketuban, mekonium atau benda asing lain
tidak mengalir ke luar melalui trakea (bukan untuk men!egah masuknya udara ke
dalam paru)#
68
$engeluaran organ dari lidah sampai paru dilakukan dengan (orsep atau
pinset bedah dan skalpel, tidak boleh dipegang dengan tangan#.emudian eso(agus
diikat diatas dia(ragma dan dipotong diatas ikatan#$engikatan ini dimaksudkan
agar udara tidak masuk ke dalam lambung dan u'i apung lambungusus (u'i
<reslau) tidak memberikan hasil yang meragukan#
Setelah semua organ leher dan dada dikeluarkan dari tubuh, lalu
dimasukkan ke dalam air dan dilihat apakah mengapung atau
tenggelam#.emudian paruparu kanan dan kiri dilepaskan dan dimasukkan
kembali ke dalam air, dan dilihat apakah mengapung atau tenggelam#Setelah itu
tiap lobus dipisahkan dan dimasukkan ke dalam air, dan dilihat apakah
mengapung atau tenggelam# - (lima) potong ke!il dengan ukuran - mm : - mm
dari bagian peri(er tiap lobus dimasukkan ke dalam air, dan diperhatikan apakah
terapung atau tenggelam#
=ingga tahap ini, paru bayi yang lahir mati masih dapat mengapung oleh
karena kemungkinan adanya gas pembusukan# <ila potongan ke!il itu
mengapung, letakkan di antara & (dua) karton dan ditekan (dengan arah tekanan
yang tegak lurus, 'angan bergeser) untuk mengeluarkan gas pembusukan yang
terdapat pada 'aringan interstisial paru, lalu masukkan kembali ke dalam air dan
diamati apakah masih mengapung atau tenggelam#
7'i apung paru harus dilakukan menyeluruh sampai potongan ke!il paru#
69
Figure 1.Well-aerated lungs floating
in ater in a !ase of alleged
stillbirt" it"out atte#$ted
resus!itation. %"e infant asnot
$utrefa!ti&e.
13
Figure 2.'ar(-red underinflated lungs
fro# a genuine stillbirt" !ontrast it" t"e
sal#on-$in( lungs fro# t"e $re&ious!ase
)Figure 1) t"at s"oed ob&ious inflation.
%"e* failed to float in ater.
13
DATAR P=STAKA
%# E!kert W#0, Wright 8#., eds# 9orensi! $athology, )n 6 )nttrodu!tion to
9orensi! S!ien!es, &
nd
Edition# Ne2 Hork 6 C8C $ressD &???# pg --C,#
&# <arness E#0, Spi!er +#E, eds# 0eneral $rin!iples, )n 6 =andbook o( $ediatri!
Autopsy $athology# Ne2 /ersey6 =umana $ressD &??-# pg 5-#
B# 9einstein /#A, Ernst 1#M, 0anesh /, eds# What Ne2 )n(ormation $ediatri!
Autopsies Can $ro"ide, A 8etrospe!ti"e E"aluation o( %?? Conse!uti"e
Autopsies 7sing 9amily Centered Criteria# Ar!h $ediatr Adoles! Med#
&??@D %C% ( %& )6 %%,?%%,C#
5# .emp C# $ediatri! Autopsies Can <ene(it 9amilies, )n6 Ameri!an A!ademy
o( $ediatri!s Ne2s# )llinois6 Ameri!an A!ademy o( $ediatri!sD &??A#
-# Sulli"an /, Monagie $# <erea"ed $arentsQ $er!eptions o( the Autopsy
E:amination o( *heir Child# )llinois6 Ameri!an A!ademy o( $ediatri!s E Jol
%&@, Number 5D &?%%#
C# $eres 1#C# 8e"ie2 o( $ediatri! Autopsies $er(ormed at a 7ni"ersity
=ospital in 8ibeirao $reto, <raIil# Ar!h $athol 1ab Med E Jol %@,A?, &??C 6
C&CA#
@# <arness E#0, Spi!er +#E, eds# $ediatri! Autopsy, )n 6 =andbook o( $ediatri!
Autopsy $athology# Ne2 /ersey6 =umana $ressD &??-# pg @BA#
A# Sto!ker /#*, ed# *he $ediatri! Autopsy, )n 6 Aiding the 1i"ing by
7nderstanding +eath# North(ield6 College o( Ameri!an $athologistsD &??,#
pg %BB#
9. http633perkembangan(isiologiorganorganbayi # +iakses 9ebruari &?%&#
<rittain 8$# 6he hydrostatic and similar tests of live birth 2 a historical
revie'# Medi!o1egal /ournal# %,CB6B% 6%A,,5#
70