Anda di halaman 1dari 14

KEBEBASAN BERSERIKAT

DAN BERORGANISASI

KELOMPOK 3


Defenisi Berserikat
Sekumpulan individu yang ikut serta atau
bergabung menjadi satu dalam suatu
kesamaan profesi, baik dalam bidang
sosial, ekonomi, maupun politik yang
akhirnya membentuk suatu organisasi.
Organisasi adalah perkumpulan dua orang atau
lebih yang bekerja sama untuk mencapai
tujuan bersama. Sekumpulan orang saja
belum dapat disebut organisasi, untuk dapat
disebut sebagai organisasi kumpulan orang
tersebut harus memiliki tujuan.
Suatu organisasi mempunyai tujuan yang
sama, serta bekerja sama untuk mencapai
tujuan yang diinginkan bersama. Banyak hal
yang harus ada di dalam organisasi.
Semua itu harus dipenuhi agar tujuan bisa
tercapai. Unsur-unsur itu adalah sebagai
berikut.

Defenisi Organisasi

kebebasan berserikat adalah pemberian
Negara melalui undang-undang.
Amandemen UUD 45 tahap ke-2 tahun
2000 mempertegas dan sekaligus
memperluas makna kebebasan berserikat
dalam UUD 45. Isi Pasal 28 tersebut di
atas Kebebasan berserikat dan
berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan
lisan dan tulisan dan sebagainya
ditetapkan dengan undang-undang.
Kebebasan Berserikat Dalam UUD 1945
Pembentukan partai-partai politik adalah
manifestasi yang nyata dari kebebasan
berserikat, berkumpul dan menyatakan
pendapat. Manifestasinya juga terjadi
dalam lingkup minat masyarakat secara
luas: budaya, olah-raga, sosial-
kemanusiaan, rekreasi, dan sebagainya.
Kemudian, sebagai buah berkembangnya
kebebasan berserikat yang sehat adalah
terbentuknya organisasi kemasyarakatan
dan pada gilirannya masyarakat sipil yang
matang dan dewasa.

Hal-hal yang bersangkutan dengan Organisasi
Masyarakat diatur dalam Undang-Undang
Nomor 8 Tahun1985 Tentang Organisasi
Kemasyarakatan, yang isinya memuat
eksistensi adanya suatu organisasi dimana
mencakup Asas & tujuan, Fungsi, hak,
kewajiban, dll.
Organisasi Dalam UUD
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud
dengan Organisasi Kemasyarakatan adalah
organisasi yang dibentuk oleh anggota
masyarakat Warga negara Republik
Indonesia
secara sukarela atas dasar kesamaan
kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan
kepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, untuk
berperanserta dalam pembangunan dalam
rangka
mencapai tujuan nasional dalam wadah
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berdasarkan Pancasila.
ASAS DAN TUJUAN
Pasal 2
(1) Organisasi Kemasyarakatan berasaskan
Pancasila sebagai satu-satunya asas.
(2) Asas sebagahnana dimaksud dalam ayat (1)
adalah asas dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pasal 3
Organisasi Kemasyarakatan menetapkan tujuan
masing-masing sesuai dengan sifat
kekhususannya dalun rangka mencapai tujuan
nasional sebagaimana termaktub dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dalam
wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia

Pasal 4
Organisasi Kemasyarakatan wajib
mencantumkan asas sebagaimana
dimaksud dalam
Pasal 2 dan tujuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 3 dalam pasal
Anggaran
Dasarnya.
FUNGSI, HAK, DAN KEWAJIBAN
Pasal 5
Organisasi Kemasyarakatan berfungsi sebagai :
a. wadah penyalur kegiatan sesuai kepentingan
anggotanya;
b. wadah pembinaan dan pengembangan
anggotanya dalam usaha mewujudkan tujuan
organisasi:
c. wadah peranserta dalam usaha
menyukseskan pembangunan nasional;
d. sarana penyalur aspirasi anggota, dan
sebagai sarana komunikasi sosial timbal balik
antar anggota dan/atau antar Organisasi
Kemasyarakatan, dan antara Organisasi
Kemasyarakatan dengan organisasi kekuatan
sosial politik, Badan Permusyawaratan/
Perwakilan Rakyat, dan Pemerintah.
Pasal 6
Organisasi Kemasyarakatan berhak :
a.melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan
organisasi;
b. mempertahankan hak hidupnya sesuai dengan tujuan
organisasi.
Pasal 7
Organisasi Kemasyarakatan berkewajiban :
a. mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga;
b. menghayati, mengamalkan, dan mengamankan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945;
c. memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.
Pasal 8
Untuk lebih berperan dalam melaksanakan fungsinya,
Organisasi Kemasyarakatan
berhimpun dalam satu wadah pembinaan dan
pengembangan yang sejenis.
Kebebasan berserikat adalah perubahan
yang paling signifikan dalam tonggak
sejarah pergerakkan serikat pekerja di
Indonesia melalui Ratifikasi Konvensi
ILO No. 87/1948 tentang Kebebasan
Berserikat dan Perlindungan Hak
untuk Berorganisasi, konvensi
tersebut diratifikasi pada tanggal 9
Juni 1998.
TONGGAK SEJARAH
Sebelumnya terjadi monopoli serikat pekerja
dan larangan berserikat untuk pegawai
BUMN dan Pegawai Negeri Sipil. Tujuan dari
Konvensi ini adalah untuk memberikan jaminan
kepada pekerja/buruh dan pengusaha akan
kebebasan untuk mendirikan dan menjadi
anggota organisasinya, demi kemajuan dan
kepastian dari kepentingan-kepentingan
pekerjaan mereka, tanpa sedikitpun ada
keterlibatan negara, pasal 2 Para pekerja dan
pengusaha, tanpa perbedaan apapun, berhak
untuk mendirikan dan, menurut aturan organisasi
masing-masing, bergabung dengan organisasi-
organisasi lain atas pilihan mereka sendiri tanpa
pengaruh pihak lain.


TERIMA KASIH