Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS 3 ALIRAN FILSAFAT

1. EMPIRISME
a. Pengertian
Empirisme adalah aliran yang menjadikan pengalaman sebagai sumber pengetahuan.
Aliran ini beranggapan bahwa pengetahuan diperoleh melalui pengalaman dengan cara
observasi/pengindraan. Pengalaman merupakan faktor fundamental dalam pengetahuan,
ia merupakan sumber dari pengetahuan manusia. Empirisme berasal dari kata Yunani
empiris yang berarti pengalaman indrawi. Karena itu, empirisme dinisbatkan kepada
faham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalan, baik pengalaman
lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi
manusia. Kelemahan empirisme ini karena keterbatasan indra.
Tokoh aliran ini:
- Francis Bacon (1210-1292 M)
- Thomas Hobbes (1588-1679 M)
- John locke (1632-1704 M)
- David Hume (1711-1776 M)
- George Berkeley (1665-1753 M)
- Herbert Spencer (1820-1903M)
- Roger Bacon (1214-1294 M)
b. Perbedaan Pandangan Filsafat Barat Dan Timur Mengenai Aliran Empirisme
- Filsafat barat menyatakan bahwa pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Jiwa
seseorang dianggap sebagai kertas kosong, pengalamanlah yang mengisinya dan
membentuk karakter seseorang yang dilandasi dengan kebebasan.
- Filsafat timur menyatakan bahwa pengetahuan dapat diperoleh melalui pengalaman
tetapi dibatasi dengan norma-norma atau aturan agama dan budaya timur yang
cenderung berlandaskan spiritualisme.

c. Persamaan Pandangan Filsafat Barat dan Timur Menganai Aliran Empirisme
- Filsafat Barat dan Filsafat Timur sama-sama menyatakan bahwa ilmu pengetahuan
bersumber dari pengalaman yang diperoleh melalui indra.


2. RASIONALISME
a. Pengertian
Rasionalisme adalah faham atau aliran yang berdasar rasio, ide-ide yang masuk akal.
Selain itu, tidak ada sumber kebenaran yang hakiki. Sebagai aliran dalam filsafat yang
menggunakan rasio untuk memperoleh pengetahuan dan kebenaran, rasionalisme selalu
berpendapat bahwa akal merupakan faktor fundamental dalam suatu pengetahuan. Dan
menurut rasionalisme, pengalaman tidak mungkin dapat menguji kebanaran hokum
sebab akibat, karena peristiwa yang tak terhingga dalam kejadian alam ini tidak
mungkin dapat diobservasi. Bagi aliran ini kekeliruan pada aliran empirisme disebabkan
kelemahan alat indera tadi, dan dapat dikoreksi seandainya akal digunakan.
Tokoh aliran ini:
- Rene Descrates (1596-1650 M)
- Nicholas Malerbranche (1638-1775 M)
- B. De Spinoza (1632-1677 M)
- G.W.Leibniz (1646-1716 M)
- Christian Wolff (1679-1754)
- Blaise Pascal (1623-1662 M)

b. Perbedaan Pandangan Filsafat Barat Dan Timur Mengenai Aliran Rasionalisme
- Pandangan filsafat barat sejak masa Yunani mengenai pengetahuan telah
menekankan akal budi dan pemikiran yang rasional sebagai pusat kodrat manusia.
Budaya Barat menekankan analisis pengetahuan yang kritis dengan mencari unsur
sebab akibat dan membangun argumentasi-argumentasi. Hal ini dikarenakan kodrat
manusia diletakkan pada akal budinya. Unsur rasionalitas amat ditekankan seperti
terlihat pada konsep anima rationale (makhluk berakal budi) dari Aristoteles atau
motto cogito ergo sung (aku berpikir, maka aku ada) dari Descartes. Puncak
rasionalitas dalam sejarah filsafat Barat terletak pada Hegel dengan filsafatnya yang
mengatakan bahwa yang nyata adalah rasional dan yang rasional adalah nyata. Maka
orang Barat sibuk dengan usaha-usaha mengabstraksikan pengetahuan secara
simbolis. Bahkan sekarang muncul begitu banyak pengetahuan-pengetahuan
spesialis, yang membuat orang semakin terkotak dalam spesialisasinya sendiri.

- Filsafat Timur lebih menekankan hati daripada akal budi (rasio), sebab hati
dipahami sebagai instrumen yang mempersatukan akal budi dan intuisi, serta
intelegensi dan perasaan. Tujuan utama berfilsafat adalah menjadi bijaksana dan
menghayati kehidupan, dan untuk itu pengetahuan harus disertai dengan moralitas.
Menurut filsafat timur, sesuatu yang nyata tidak harus selalu bisa dijelaskan secara
rasional. Mereka mengakui bahwa ada hal-hal yang tidak dapat dijelaskan akal budi
seperti misteri dan irasionalitas.

c. Persamaan Pandangan Filsafat Barat dan Timur Menganai Aliran Rasionalisme
- Sama-sama berpandangan bahwa pengetahuan itu didasari oleh unsur akal budi
(rasio) yang sesuai dengan pandangan aliran filsafat rasionalisme.
- Mengenai Persamaan falsafah dibarat dan timur, berangkat dari pendidikan di timur
menekankan bagaimana untuk menjalani proses kehidupan yang bermakna dalam
membentuk kesempurnaan hidup. Dan juga pendidikan di barat pula berfokuskan
kepada proses pembelajaran di institusi seperti sekolah untuk menjadikan murid
mendapat pengetahuan dan mengaplikasinya secara berkesan.
- Dan juga mengenai falsafah pendidikan, timur juga berfokus kepada nilai-nilai
murni dan bagaimana ilmu yang diperolehi membawa kesan dalam kehidupan. Kalau
falsafah pendidikan Barat menekankan nilai sesuatu ilmu sebagai keperluan untuk
membedakan taraf individu dengan individu yang lain.


3. NATURALISME
a. Pengertian
Aliran filsafat naturalisme lahir sebagai reaksi terhadap aliran filasafat pendidikan
Aristotalian-Thomistik, dengan tokohnya antara lain. J.J. Rousseau (1712-1778) dan
Schopenhauer (1788-1860 M).Naturalisme lahir pada abad ke 17 dan mengalami
perkembangan pada abad ke 18.Naturalisme berkembang dengan cepat di bidang sains.Ia
berpandangan bahwa Learned heavily on the knowledge reported by mans sense
Secara definitif naturalisme berasal dari kata nature.Kadang pendefinisikan nature
hanya dalam makna dunia material saja, sesuatu selain fisik secara otomatis menjadi
supranatural.Tetapi dalam realita, alam terdiri dari alam material dan alam spiritual,
masing-masing dengan hukumnya sendiri. Era Pencerahan, misalnya, memahami alam
bukan sebagai keberadaan benda-benda fisik tetapi sebagai asal dan fondasi kebenaran.Ia
tidak memperlawankan material dengan spiritual, istilah itu mencakup bukan hanya alam
fisik tetapi juga alam intelektual dan moral
Salah satu ciri yang paling menakjubkan dari alam semesta adalah keteraturan.
Benak manusia sejak dulu menangkap keteraturan ini.Terbit dan tenggelamnya Matahari,
peredaran planet-planet dan susunan bintang-bintang yang bergeser teratur dari malam ke
malam sejak pertama kali manusia menyadari keberadaannya di dalam alam semesta,
hanya merupakan contoh-contoh sederhana. Ilmu pengetahuan itu sendiri hanya menjadi
mungkin karena keteraturan tersebut yang kemudian dibahasakan lewat hukum-hukum
matematika.Tugas ilmu pengetahuan umumnya dapat dikatakan sebagai menelaah,
mengkaji, menghubungkan semua keteraturan yang teramati. Ilmu pengetahuan
bertujuan menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa. Namun khusus untuk
kosmologi, pertanyaan mengapa ini di titik tertentu mengalami kesulitan yang luar
biasa.
Naturalisme merupakan teori yang menerima nature (alam) sebagai keseluruhan
realitas. Istilah nature telah dipakai dalam filsafat dengan bermacam-macam arti, mulai
dari dunia fisik yang dapat dilihat oleh manusia, sampai kepada sistem total dari
fenomena ruang dan waktu. Natural adalah dunia yang diungkapkan kepada kita oleh
sains alam. Istilah naturalisme adalah sebaliknya dari istilah supernaturalisme yang
mengandung pandangan dualistik terhadap alam dengan adanya kekuatan yang ada
(wujud) di atas atau di luar alam.
Aliran filsafat naturalisme didukung oleh tiga aliran besar yaitu realisme,
empirisme dan rasionalisme. Pada dasarnya, semua penganut naturalisme merupakan
penganut realisme, tetapi tidak semua penganut realisme merupakan penganut
naturalisme.Imam Barnadib menyebutkan bahwa realisme merupakan anak dari
naturalisme. Oleh sebab itu, banyak ide-ide pemikiran realisme sejalan dengan
naturalisme. Salah satunya adalah nilai estetis dan etis dapat diperoleh dari alam, karena
di alam tersedia kedua hal tersebut.

b. Perbedaan Pandangan Filsafat Barat Dan Timur Mengenai Aliran Naturalisme
Dalam hal pandangan terhadap alam, filsafat timur berpendapat bahwa manusia
adalah bagian dari alam dan berasal dari zat yang satu dan menekankan unsur harmoni
dengan alam. Filsafat Timur lebih mendorong orang untuk menghayati diri sebagai
bagian dari alam dalam kesatuannya dengan alam.
Menurut filsafat barat, mengatakan bahwa alam ditaklukkan dengan teknologi
untuk kepentingan manusia. Alam sebagai objek yang bila dikuasai dan dimanfaatkan.

c. Persamaan Pandangan Filsafat Barat dan Timur Menganai Aliran Naturalisme
Filsafat Barat dan Filsafat Timur sama-sama berpandangan bahwa fenomena alam
semesta merupakan sumber dari ilmu pengetahuan yang diperoleh baik melalui akal budi
(rasio) maupun melalui pengalaman atau (empiris).


Daftar Pustaka
Kebung, Kondrat. 2001. Fisafat Berfikir Orang Timur, Indonesia, Cina, dan India. Jakarta:
Penerbit Prestasi Pustaka Publisher.
Tim Redaksi Driyarkara. 1993. Jelajah Hakikat Pemikiran Timur. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Tim Redaksi Driyarkara. 1993. Jelajah Hakikat Pemikiran Timur. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Anonim. 2009. Pengertian Filsafat, Cabang-cabang Filsafat dan Agama. Diakses melalui
www.peta-ilmu.blogspot.com. Pada tanggal 17 Oktober 2013.
Banasuru, Aripin. 2013. Filsafat dan Filsafat Ilmu. Bandung: Alfabeta
Suhar AM. 2010. Filsafat Umum; Konsepsi, Sejarah, dan Aliran. Jakarta: Gaung Persada
Press.