Anda di halaman 1dari 16

Oleh

WINDI PERTIWI
20070310128
PEMBIMBING : dr. Anik Dwiani
Nama : by. X
Umur : 1 hari
Alamat : Bantul
Masuk RS : 02 Oktober2011
Nomor RM : 451599
Berat badan : 2100 gram

Bayi lahir dari ibu G2POA1 pada tanggal 2-
10-2011 pukul 22.30 WIB secara spontan
dengan UK : 33 minggu dan AK jernih.
JK: laki2, berat badan : 2100 gram
PB : 44 cm; LK : 31; LD : 28; LLA : 9
Apgar skor 5/7
Pemeriksaan fisik
vital sign :
HR : 135 x/menit ; RR : 89x/menit ;
suhu : 36,8 C
Kepala : simetris; molase (-)
Mata : simetris; sekret (-); sklera putih;
konjungtiva merah muda
Hidung : sekret (-) pernafasan cuping hidung
(-)
Mulut : mukosa merah; kandidiasis (-)
Telinga : simetris; sekret(-)
Leher : pembesaran kelenjar (-)
Thoraks : pengembangan dada simetris;
retraksi supra sternal, interkostal;
suara nafas vesikuler;
bunyi jantung : S1S2 reguler
bising jantung (-)
Abdomen : distensi (-); peristaltik (+)
Ekstremitas : simetris; akral hangat (+)
Refleks primitive : babinski (+); sucking (-);
grasping (-); morrow (-); rooting (-)

Tanggal 06 Oktober 2011, bayi tampak
ikterik, krammer 3-4.
BBLR/KB/SMK
SINDROME DISTRESS PERNAFASAN
IKTERIK NEONATORUM GRADE 4 ET KAUSA
HIPOALBUMINEMIA, GANG. SEKRESI
Bayi kurang bulan---> paru belum matur --
> surfaktan belum terbentuk --> alveolus
tidak bisa mengembang --> takipneu,
retraksi supra sternal dan interkostal-->
sindrom distress pernafasan

Bayi kurang bulan ---> protein tubuh sedikit
---> hipoalbuminemia ---> pembawa
bilirubin indirek ke hati kurang --- >
peningkatan bilirubin indirek---> ikterik
neonatorum


RIWAYAT KEHAMILAN : IBU RUTIN ANC; KONSUMSI
MAKANAN BAIK ; MINUM SUSU (+)

PX LAB :
BILIRUBIN TANGGAL 5/10/2011
TOTAL : 18,15 mg%; DIREK : 0,74 mg%; INDIREK : 17,41
mg%

BILIRUBIN TGL 09/10/2011
TOTAL : 21,77 mg% ; DIREK : 1,56 mg%; INDIREK : 20,63
mg%

BILIRUBIN TGL 15/10/2001
TOTAL : 11,57 mg%; DIREK : 0,7 mg%; INDIREK : 10,8 mg%
Bagaimana kriteria diagnosis untuk ikterik
neonatorum?
Bagaimana fototerapi bekerja pada ikterik
neonatorum?
Apakah umur kehamilan kurang bulan
menjadi faktor resiko dari ikterik neonatorum
dan distress pernafasan?
Apakah aminofilin diperlukan pada distress
pernafasan ?

Kriteria diagnosis untuk ikterik neonatorum adalah
1. Ikterus terjadi pada 24 jam pertama
2. Peningkatan konsentrasi bilirubin 5 mg% atau lebih setipa 24
jam
3. Konsentrasi bilirubin serum sewaktu 10 mg% pada neonatus
kurang bulan dan 12,5% pada neonatus cukup bulan
4. Ikterus yang disertai proses hemolisis (inkompatabilitas darah,
defisiensi G6PD, atau sepsis)
5. Ikterus yang disertai oleh: Berat lahir <2000 gram
Masa gestasi 36 minggu
Asfiksia, hipoksia, sindrom gawat napas pada neonates (SGNN)
Infeksi
Trauma lahir pada kepala
Hipoglikemia, hiperkarbia
Hiperosmolaritas darah
6. Ikterus klinis yang menetap setelah bayi berusia >8 hari (pada
NCB) atau >14 hari (pada NKB)
(8).

Fototerapi bermanfaat untuk ikterik karena
penyinaran ini menyebabkan perubahan
struktural bilirubin (foto-isomerisasi) menjadi
isomer terpolarisasi yang larut dalam air,
isomer ini diekskresikan dengan cepat
kedalam empedu tanpa harus dikonjugasi
terlebih dahulu

umur kehamilan kurang bulan menjadi faktor
resiko dari ikterik neonatorum dan distress
pernafasan
Menurut jurnal dari
www.pediatrics.aappublications.org
aminofiline berguna pada distress
pernafasan.
Decision Making
Berdasarkan anamnesis, px fisik, hasil lab yang
terjadi dapat disimpulkan bahwa pasien mengarah
menderita distress pernafasan dan ikterus
neonatorum et kausa hipoalbuminemia dan
gangguan ekskresi.
Perlu adanya pemeriksaan tambahan kadar
hemoglobin untuk mengetahui penyabab pasti ikterik

Diagnosis
BBLR/KB/SMK, DISTRESS PERNAFASAN, IKTERIK
NEONATORUM KRAMMER 4 e.c Hipoalbuminemia dan
gang ekresi.
Treatment
O2 HEADBOX
Infus D5% 5tpm
Inj. Ampisilin 2x105 mg
Inj. Cefotaksim 2x105 mg
Inj. Aminofilin 3x3 mg
Tgl 10 injeksi antibiotik stop dignti ijn.
ampisulbactam 2x105 mg dan inj. Amikasin
2x15 mg
Dan ditambah urdafalk 2x10 mg
Tgl 13 infus, injeksi antibiotik, dan urdafalk
stop, diganti cefixime 2x12,5 mg
Tgl 15 turun box, KMC

ALHAMDULILLAH

TERIMA KASIH