Anda di halaman 1dari 4

PERUBAHAN STRUKTURAL OTAK DAPAT

DIDETEKSI PADA INFEKSI AWAL HIV



abstract
Tujuan : perubahan otak yang terjadi pada awal infeksi hiv tidak tampak dengan
jelas. Sebuah lembaga penelitian infeksi awal HIV di Chicago untuk mengevaluasi
keberadaan dan tingkat perubahan otak dengan menggunakan MRI secara
kuantitatif.
Metode: 43 penyandang hiv dan 21 orang control yang terdaftar. Rata rata terpapar
hiv diperkirakan kurang dari 1 tahun. Didapatkan adanya gambaran resolusi
neuroanatomi yang tinggi. Analysis gambaran secara otomatis digunakan untuk
mendapatkan pengukuran dari keseluruhan otak, volume ventrikel, dan tingkat
jaringan. ( keseluruhan dari substansia grisea, substansia alba, dan csf). Sebuah
analisa algoritma yang terpisah digunakan untuk menghitung ukuran area area otak
secara individu. Fungsi kognitif dinilai oleh evaluasi neuropsikologi.

Hasil: secara kuantitatif terdapat pengurangan subtstansia nigra total (p=0.0547) dan
kortikal (p=0.0109) pada group HIV. Analisa individu pada regio otak dengan
menggunakan analisa algoritma yang terpisah, mengungkapkan penemuan yang
konsisten adanya pengurangan dari korteks serebri (p=0.042) dan pelebaran dari
ventrikel 3 (p=0.046). test neuropsikologl pada group dengan infeksi dini HIV
menunjukan nilai yang rendah, dengan adanya perbedaan yang paling jelas pada
kecepatan psychomotor(p=0.001)
Kesimpulan: penelitian volumetrik otak secara cross-sectional mengindikasikan
bahwa adanya perubahan struktur pada awal infeksi hiv. Penemuan ini
menyanggah tentang asumsi sebelumnya yang menyatakan bahwa jaringan otak
tidak terlibat dalam periode infeksi awal HIV. Berdasarkan bahwa adanya keraguan
tentang kerentanan jaringan otak terhadap proses interaksi awal virus Host dan
perjalanan awal penyakit dapat menghasilkan suatu pandangan baru tentang
adanya kerusakan neurologi pada infeksi hiv sehingga memerlukan suatu strategi
neuroproteksi.

Hiv menyebar secara luas ke seluruh tubuh segera setelah terpapar
transmisi virus. Virus terdeteksi pertama kali di kelenjar lymph dan kemudian di
plasma kurang dari 5 hari. Meskipun virus telah stabil, invasi virus di otak terjadi
pada tahap awal infeksi, sehingga terjadi perubahan karakteristik yang tidak jelas
pada periode ini. Atropi otak, perubahan substansia alba, dan kerusakan area area
subkortikal, seperti basal ganglia , telah memperlihatkan perjalanan infeksi yang
lanjut. Gejala gejala dari otak seperti penurunan fungsi kognitif, hal ini berhubungan
dengan resiko kematian yang tinggi, meskipun kerusakan neurology awal tidak
dapat ditentukan. Adalah hal yang penting dalam memahami perjalanan awal dari
cedera otak terkhususnya pada tahap tahap awal terjadinya infeksi.
Penelitian Infeksi Awal HIV di Chicago telah menetapkan bahwa
diperlukan penggunaan MRI untuk mengevaluasi tingkat kerusakan otak tingkat
awal dan lanjut secara kuantitatif. Didapatkan bahwa adanya sebuah penelitian
tentang pengukuran volumetrik otak yang di rancang untuk mencari adanya
perubahan struktur otak yang dapat dideteksi lebih awal dalam perjalanan infeksi.
Pengukuran yang berdasarkan volume total otak, volume ventrikel, dan tingkat
lapisan jaringan termasuk didalmnya substansia grisea, area kortikal, substansia
alba, dan csf, dengan menggunakan SIENAX, sebuah alat analsis gambar otomatis.
Untuk menilai adanya perubahan lokal, maka diperlukan adanya pengukuran area
otak secara individu dengan menggunakan sebuah algoritma terpisah, Freesurfer.
Fungsi kognitif dinilai oleh evaluasi neuropsychological.

Method :
Pendekatan protocol standard, registrasi dan persetujuan pasien
Partisipan : 43 orang pengidap hiv ( 38 laki laki, 5 wanita, umur rata rata
32,9 9,8 tahun) dan 21 orang seronegatif ( 16 laki laki, 5 wanita, umur rata rata
31,4 8,8 tahun) keseluruhan terdaftar antara maret 2008 samapi july 2010. Criteria
eksklusi kronik nerologik disorder, cedara kepla, radiasi/chemoterapi (bulan bulan
pertama), kejang tak terkontrol, pengguna obat atau vaksinasi yang melebihi 15 hari,
suatu kondisi mental ketidakmampuan untuk memahami, ketergantungan alcohol,
penyalahgunaan obat, kehamilan, infeksi oportunistik, kanker, penyakit penyakit
medis( jantung, ginjal dan hati) atau kontra indikasi dengan MRI. Penyebaran dan
informasi klinis diperlihatkan pada table 1. Subjek hiv yang terdaftar diserahkan dari
klinik penyakit menular seksual di Northwestern memorial hospital atau datang
dengan keinginan pribadi. Pasien yang datang dengan kehendak pribadi di skrining
dahulu sebelum penelitian dimulai, karena adanya kemungkinan tes hasil yang
negative atau riwayat gejala klinis akibat adanya infeksi terbaru ( contoh gejala
gejala yang menetap dengan infeksi akut setelah hubungan seksual dengan resiko
tinggi yang tidak terproteksi atau teman seksual yang baru terdeteksi hiv) semua
subjek yang terinfeksi dilaporkan terinfeksi melalui hubungan seksual. Subjek
seronegatif didapatkan dari daerah yang sama di cicago pada daerah perkotaan. Hiv
dan seronegatif group tidak dibedakan secara usia, jenis kelamin, ras, tingkat
pendidikan, NARTV test, atau alcohol atau pemakai obat obatan, table 1
Pemakai obat iv tidak dilaporkan pada kedua grup ini. contoh darah
diperoleh dari semua subjek, serostatus dihasilkan oleh ELISA dan western blot.
Penilain infksi awal menggunakan penilaian infeksi terbaru yang relative ( blood
system, san fransisco, CA). 15 subjek dimana paling tidak 6 bulan terinfeksi,
termasuk 9 yang kurang 2 bulan (contoh nonreaktif : 95 % CI : 47-75 hari) rentang
waktu rata rata terkena infeksi diperkirakan mendekati 1 tahun ( rata-rata : 367 hari,
95 % CI 258-495 hari ) hitung jenis cd4 absolute berada di antara 162 1,282/mm
3

(rata rata: 550254.4/mm
3
: median 506/mm
3
); plasma viral load (log
10
) jarak dari
yang tak terdeteksi sampai 5,54 copies / mL ( mean : 3,17 1,38 copies / mL;
median 3,30 copie/ mL). Plasma viral load yang tak terdeteksi (< 50 copies/ mL)
terdapat pada 8 subjek HIV.23 subjeks hiv telah menggunakan ARV. Untuk 20
subjek yang sementara dalam pengobatan ARV, efektivitas penetrasi pada SSP di
nilai berdasarkan Skala 2010 yang telah direvisi.

Magnetic resonance imaging;
Data imagingdiperoleh pada scanner resonance magnetic tunggal, sebuah 3T
MAGNETOM Tim Trio (Siemens, Erlangen, germany) dengan maksiumum tingkatan