Anda di halaman 1dari 5

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Insiden infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering
ditemukan di praktik umum, walaupun bermacam-macam antibiotika sudah tersedia luas
di pasaran. Data penelitian epidemiologi klinik melaporkan hampir !-"!# semua
perempuan dewasa pernah mengalami ISK selama hidupnya.
Infeksi saluran kemih (ISK) tipe sederhana (uncomplicated type) $arang dilaporkan
menyebabkan insufisiensi gin$al kronik walaupun sering mengalami ISK berulang.
Sebaliknya kelompok pasien ISK berkomplikasi (complicated type) terutama terkait refluks
%esikoureter se$ak lahir sering menyebabkan insufisiensi gin$al kronik yang berakhir dengan
gagal gin$al terminal.
TERMINOLOGI
&akteriuria bermakna (significant bacteriuria)' &akteriuria bermakna menun$ukkan
pertumbuhan mikroorganisme (()) murni lebih dari *+! colony forming units (cfu,ml)
pada biakan urin. &akteriuria bermakna mungkin tanpa disertai presentasi klinis ISK
dinamakan bakteriuria asimtomatik (co%ert bacteriuria). Sebaliknya bakteriuria bermakna
disertai presentasi klinis ISK dinamakan bakteriuria bermakna simtomatik.
lnfeksi Saluran Kemih (ISK) &awah
-resentasi klinis ISK bawah tergantung dari gender'
-erempuan
- Sistitis. Sistitis adalah presentasi klinis infeksi kandung kemih disertai bakteriuria
bermakna
- Sindrom uretra akut (S./). Sindrom uretra akut adalah presentasi klinis sistitis tanpa
ditemukan mikroorganisme (steril), sering dinamakan sistitis bakterialis. -enelitian terkini
S./ disebabkan () anaerobik.
0aki-laki
- -resentasi klinis ISK bawah pada laki-laki diantaranya sistitis, prostitis, epidimidis dan
uretritis
lnfeksi Saluran Kemih (ISK) /tas
- -ielonefritis akut (-1/). -ielonefritis akut adalah proses inflamasi parenkim gin$al yang
disebabkan infeksi bakteri.
- -ielonefritis Kronis (-1K). -1K biasanya disebabkan akibat lan$utan dari infeksi bakteri
berkepan$angan atau infeksi se$ak masa kecil. )bstruksi saluran kemih dan refluks
%esikoureter dengan atau tanpa bakteriuria kronik sering diikuti pembentukan $aringan ikat
parenkim gin$al yang ditandai pielonefritis kronik yang spesifik. &akteriuria asimtomatik
kronik pada orang dewasa tanpa faktor predisposisi tidak pernah menyebabkan
pembentukan $aringan ikat parenkim gin$al
EPIDEMIOLOGI
Infeksi saluran kemih (ISK) tergantung banyak faktor2 seperti usia, gender, pre%alensi
bakteriuria, dan faktor predisposisi yang menyebabkan perubahan struktur saluran kemih
termasuk gin$al. Selama periode usia beberapa bulan dan lebih dari 3! tahun perempuan
cenderung menderita ISK dibandingkan laki-laki. ISK berulang pada laki-laki $arang
dilaporkan, kecuali disertai faktor predisposisi (pencetus).
-re%alensi bakteriuri asimtomatik lebih sering ditemukan pada perempuan. -re%alensi
selama periode sekolah *# meningkat men$adi !# selama periode aktif secara seksual.
-re%alensi infeksi asimtomatik meningkat mencapai "+#, baik laki maupun perempuan bila
disertai faktor predisposisi.
Faktor Predisposisi (Pencetus) ISK
Litiasis
Obstruksi saluran kemih
Penyakit ginial polikistik
Nekrosis papilar
Diabetes ellitus
Ne!ropati analgesik
Senggama
Kehamilan
Kateterisasi
4abel *. 5aktor predisposisi ISK
MIKROORGANISME SALURAN KEMIH
4abel . 5amili, 6enus dan Spesies () yang paling sering menyebabkan ISK
PATOGENESIS ISK
-atogenesis bakteriuri asimtomatik men$adi bakteriuri simtomatik dengan presentasi klinis
ISK tergantung dari patogenitas bakteri dan status pasien sendiri (host).
*. -eranan patogenesis bakteri.
Se$umlah flora saluran cema termasuk 7scherichia coli diduga terkait dengan etiologi ISK.
-enelitian melaporkan lebih dari *8+ serotipe + (antigen) 7.coli yang patogen. -atogenisitas
7. 9oli terkait dengan bagian permukaan sel polisakarida dari lipopolisakarin (0-S). Diduga
strain 7.coli ini mempunyai patogenisitas khusus. -enelitian intensif berhasil menentukan
faktor %irulensi 7.coli dikenal sebagai %irulence determinalis, seperti terlihat pada tabel ".
4abel ". :irulensi 7. 9oli
. -eranan faktor tuan rumah (host)
5aktor predisposisi pencetus ISK.
-enelitian epidemiologi klinik mendukung hipotesis peranan status saluran kemih
merupakan faktor risiko atau pencetus ISK. ;adi faktor bakteri dan status saluran kemih
pasien mempunyai peranan penting untuk kolonisasi bakteri pada saluran kemih.
Kolonisasi bakteria sering mengalami kambuh (eksaserbasi) bila sudah terdapat kelainan
struktur anatomi saluran kemih. Dilatasi saluran kemih termasuk pel%is gin$al tanpa
obstruksi saluran kemih dapat menyebabkan gangguan proses klirens normal dan sangat
peka terhadap infeksi.
Status imunologi dari pasien (host)
-enelitian laboratorium mengungkapkan bahwa golongan darah dan status sekretor
mempunyai kontribusi untuk kepekaan terhadap ISK. -re%alensi ISK $uga meningkat
terkait dengan golongan darah /&,& dan -I (antigen terhadap tipe fimbriae bakteri) dan
dengan fenotipe golongan darah lewis. Kepekaan terhadap ISK rekuren dari kelompok
pasien dengan saluran kemih normal (ISK tipe sederhana) lebih besar pada kelompok
antigen darah non-sekretorik dibandingkan kelompok sekretorik.
PATOFISIOLOGI ISK
.retro distal merupakan tempat kolonisasi mikroorganisme nonpathogenic fastidious gram
positif dan gram negatif. <ampir semua pasien dengan ISK disebabkan in%asi
mikroorganismeasending dari uretra ke dalam kandung kemih. -ada beberapa
pasientertentu in%asi mikroorganisme dapat mencapai gin$al. -roses ini dipermudah refluks
%esikoureter. 6in$al diduga merupakan lokasi infeksi sebagai akibat lan$ut septikemi atau
endokarditis akibat stafilokokus aureus. Kelainan gin$al yang terkait dengan endokarditis
(stafilokok aureus) dikenal 1ephritis 0ohlein. &eberapa peneliti melaporkan pielonefritis
akut (-1/) sebagai akibat lan$ut in%asi hematogen dari infeksi sistemik gram negatif.
PRESENTASI KLINIK ISK
6ambar *. -resentasi ISK berdasarkan lokasi
Pielonefritis akut (PNA. -resentasi klinis -1/ seperti panas tinggi ("=.! > ?+,!@9),
disertai menggigil, sakit pinggang. -resentasi kliiis -1/ ini sering didahului ge$ala-ge$ala
ISK bawah (sistitis)
ISK !a"a# (sistitis. -resentasi klinis sistitis seperti sakit suprapubik, polakisuria,
nokturia, disuria dan stranguria
Sin$ro% uretra akut (SUA. -resentasi klinis S./ sulit dibedakan dengan sistitis.
-asien dengan S./ sering ditemukan pada perempuan usia antara +-!+ tahun.
PEMERIKSAAN PENUN&ANG
/nalisa urin rutin, pemeriksaan mikroskop urin segar tanpa putar, kultur urin serta $umlah
kuman,ml urin merupakan protokol standar untuk pendekatan diagnosis ISK.
Aenal imaging procedures untuk in%estigasi faktor predisposisi ISK'
- .ltrasonogam (.S6)
- Aadiografi (5oto polos perut , -ielogra%i I:)
ISK kambuh (relapsing in!ection)
Pasien laki
"e#ala urologik$ kolik gin#al% piuria% hematuria
&ematuria persisten
ikroorganisme (O) #arang$ Pseudomonas spp dan Proteus spp
ISK berulang dengan inter'al <6 minggu
4abel ?. Indikasi in%estigasi ISK
MANA&EMEN
-rinsip mana$emen ISK meliputi intake cairan yang banyak, antibiotika yang adekuat, dan
kalau perlu terapi simtomatik untuk alkalinisasi urin'
<ampir B+# pasien akan memberikan respon setelah ?B $am dengan antibiotika tunggal.
&ila infeksi menetap disertai kelainan urinalisis (lekosuria) diperlukan terapi kon%ensional
selama !-*+ hari. -emeriksaan mikroskopik urin dan biakan urin tidak diperlukan bila
semua ge$ala hilang dan tanpa lekosiuria.
Aeinfeksi berulang (freCuent re-infection)
Disertai faktor predisposisi. 4erapi antimikroba yang intensif diikuti koreksi faktor risiko
4anpa faktor predisposisi
- /supan cairan banyak
- 9uci setelah melakukan senggama
4abel !. 4erapi antibiotik ISK
Indikasi rawat inap pasien dengan PNA
Kegagalan untuk mempertahankan hidrasi normal atau toleransi terhadap antibiotika oral
Pasien sakit berat atau debilitasi
(erapi antibiotik oral selama ra)at #alan mengalami kegagalan
Diperlukan in'estigasi lan#utan
Faktor predisposisi untuk ISK tipe berkomplikasi
Komorbiditas seperti kehamilan* Diabetes melitus% usia lan#ut
4abel 3. Indikasi rawat inap pasien dengan -1/