Anda di halaman 1dari 111

MANAJEMEN PENGHIMPUNAN DAN PENDAYAGUNAAN

ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH (ZIS) DAN WAKAF UANG


MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI
PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT (LAZ) PORTALINFAQ












Oleh :

WAHYUDDIN
NIM : 102053025719



JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1427 H / 2006 M
MANAJEMEN PENGHIMPUNAN DAN PENDAYAGUNAAN
ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH (ZIS) DAN WAKAF UANG
MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI
PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT (LAZ) PORTALINFAQ

Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Untuk memenuhi syarat-syarat mencapai
Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I)


Oleh :

WAHYUDDIN
NIM : 102053025719

Di bawah Bimbingan :



Drs.Hasanuddin Ibnu Hibban M.A
NIP : 150 270 815


JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1427 H / 2006



PENGESAHAN PANITIA UJIAN
Skripsi yang berjudul MANAJEMEN PENGHIMPUNAN DAN
PENDAYAGUNAAN ZAKAT,INFAQ, SEDEKAH DAN WAKAF UANG
MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT
(LAZ) PORTAL INFAQ telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas
Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ada tanggal 22 November
2006. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I) pada Jurusan Manajemen Dakwah dan
Komunikasi.
Jakarta, 22 November 2006
Sidang Munaqasyah
Ketua Merangkap Anggota Sekretaris merangkap
Anggota
Drs.Mahmud Jalal,M.A Drs.Cecep
Castrawijaya,MA
Nip : 150 202 342 Nip : 150 287 029
Anggota :
Penguji I Penguji II
Drs.H.Tarmi, MM Noor Bekti Negoro, SE, STP,
M.Si
Nip : 150 062 569 Nip : 150 293 230
Pembimbing
Drs.Hasanuddin Ibnu Hibban, MA
Nip : 150 270 815

KATA PENGANTAR



Alhamdulillah atas dasar berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini dalam rangka memenuhi syarat mencapai gelar sarjana.
Dalam penulisan ini, tentu saja tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan berbagai
pihak baik berupa dorongan, semangat, penerimaan, pelayanan, kerjasama, maupun
pemberian bahan informasi yang diperlukan bagi penyusun skripsi ini.
Oleh karena itu dalam kesempatan ini, penulis sampaikan rasa hormat dan
mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian skripsi ini, diantaranya adalah :
1. DR.Murodi,M.A, selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta beserta Pudek I, Pudek II dan Pudek III.
2. Drs. Hasanuddin Ibnu Hibban M.A, selaku Ketua Jurusan Manajemen Dakwah
dan Dosen pembimbing.
3. Drs.Cecep Castrawijaya M.A, selaku Sekretaris Jurusan Manajemen Dakwah
4. Drs. Mahmud Djalal M.A, selaku Dosen Penasehat akademik yang telah
memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis.
5. Ayahanda H.Ibrahim Abdullah S.Pd dan Ibunda Hj.Hadijah Ismail A.md tercinta,
yang penuh keikhlasan dan kesabaran memberikan motivasi dan arahan, serta
doanya yang merupakan senjata yang paling berharga buat ananda dalam
menyelesaikan pendidikan ini, semoga Allah SWT tetap memberikan curahan
rahmat serta kasih sayangnya kepada beliau. dan Juga ungkapan bangga dan
terima kasih kepada kakakku Fadlik al Iman,SE dan Mawardinnr,SE yang sudah
memberikan motivasi dan supportnya kepada adinda.
6. Para dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi dengan penuh kesabaran
memberikan banyak ilmu pengetahuan dan wawasan yang sangat berharga bagi
penulis. Penulis menyadari banyak yang harus diperbuat dan betapa besar
tanggungjawab yang harus dipikul.
7. Pimpinan beserta staff Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas Dakwah
dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membantu
melengkapi literature yang diperlukan dalam penyelesaian skripsi ini.
8. Epri Abdurrahman Rafi selaku General Manager portalinfaq yang telah membantu
memberikan informasi kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.
9. Teman-teman SMART FOUNDATION, bapak H.Anton, Ibu Rahmawati, Andri
Salman.ST, Handik Setiawan.ST, Anugrah.ST, Pamuji.ST, Harijaya.ST, Us.Rebo
pardi, Ifan Ibrahim, Teguh Iman, Sofyan dan yang terhormat bapak Indra
Gunawan yang banyak memberikan support dan motivasinya.
10. Teman-teman LDK. Akhuna Yamani, Hafidz, Ghulam Arrosyad, M.Yasin, Bani,
Solihin Rusydi, Musthofa Makhdor, Dwi.S, Nurniawati, bang Iim dan pengurus
komda FDK.
11. Teman-teman saya kelas jurusan Manajemen Dakwah A, Ahmad Qurthubi,
Dwi.Budi, Afif Amarullah, Arif R.H, A.Jayadi, A.Noval, Abdullah, Yuliansyah
Sadiqin, Kholil Daulay, A.Khaerullah, Ani Rohyani, Solihat, Siti Masropah, Nuri,
Akmalia, Emi.
12.Teman-teman di Petamburan, Topik,SP, Saepulloh.Amd, Sugiharto.Amd,
Nanang.Amd, Heru, Abdillah, Fauzi, Deni, Azis, Saidah, Nilma, Kartikasari.ST,
Yati, Lativah, Mimin, Assyurawati S.Ag, Erna, Muthmainah.
13. Kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah
membantu demi terselesaikan skripsi ini, semoga Allah SWT memberikan pahala
yang sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang diperbuatnya.
Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, walaupun
demikian penulis tidak berkecil hati, dan berharap semoga skripsi ini dapat
bermanfaat di masa yang akan datang, sebagai suatu gambaran tentang peranan
teknologi informasi terhadap zakat.
Akhirnya, penulis menyadari dengan berbagai keterbatasan yang ada pada diri
penulis dalam penyajian laporan, bentuk tulisan maupun isi dan bahasa laporan
skripsi ini, oleh karena itu kritik, saran maupun perbaikan yang bertujuan untuk
penyempurnaan skripsi ini lebih lanjut sangat penulis harapkan.


Jakarta, November 2006











DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR....................................................................................................
iii
DAFTAR ISI..................................................................................................................
vi


BAB I. PENDAHULUAN..........................................................................................
1
A. Latar Belakang Masalah............................................................................
1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah.......................................................
5
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian.................................................................
7
D. Metodologi Penelitian...............................................................................
8
E. Tinjauan Pustaka.......................................................................................
11

BAB II. TINJAUAN TEORITIS TENTANG MANAJEMEN, ZIS, WAKAF
UANG, PENGHIMPUNAN, PENDAYAGUNAAN DAN
TEKNOLOGI INFORMASI

A. Manajemen................................................................................................
14
1. Definisi Manajemen..........................................................................
14
2. Fungsi-fungsi manajemen................................................................
16
B. Zakat, Infaq, sedekah (ZIS) dan Wakaf Uang...........................................
21
1. Definisi Zakat, Infaq, Sedekah..........................................................
21
a. Pengertian Zakat...........................................................................
21
b. Pengertian Infaq............................................................................
24
c. Pengertian Sedekah.......................................................................
25


2. Tujuan dan Hikmah Zakat, infaq dan sedekah..................................
26
a. Tujuan Zakat, infaq dan sedekah...................................................
26
b. Hikmah Zakat, Infaq dan Sedekah.................................................
30
3. Wakaf uang........................................................................................
32
a. Definisi Wakaf Uang .................................................................
32
b. Hikmah Wakaf Uang.................................................................
34
C. Penghimpunan dan Pendayagunaan.........................................................
36
1. Pola Penghimpunan Zakat, Infaq, sedekah (ZIS) dan
Wakaf Uang......................................................................................
36
2. Pola Pendayagunaan Zakat, Infaq, sedekah (ZIS) dan
Wakaf Uang....... ..............................................................................
37
D. Teknologi Informasi.................................................................................
41
1. Definisi Teknologi Informasi...........................................................
41
2. Fungsi Teknologi Informasi.............................................................
45
3. Kaitannya Penghimpunan dan Pendayagunaan
ZIS dan Wakaf uang dengan Tehnologi Informasi
pada LAZ PortalInfaq......................................................................
46

BAB III. GAMBARAN UMUM TENTANG LAZ PORTALINFAQ
A. Sejarah Ringkas LAZ Portalinfaq.............................................................
48
B. Visi, Misi dan Tujuan LAZ Portalinfaq....................................................
50
C. Struktur Organisasi LAZ Portalinfaq........................................................
51
D. Program LAZ Portalinfaq.........................................................................
54

BAB IV EFEKTIFITAS MANAJEMEN PENGHIMPUNAN
DAN PENDAYAGUNAAN ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH (ZIS)
DAN WAKAF UANG MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI
PADA LAZ PORTALINFAQ

A. Manajemen Penghimpunan Zakat, Infaq, sedekah
dan wakaf Uang pada LAZ PortalInfaq..................................................
59
B. Manajemen program Pendayagunaan Zakat, Infaq, sedekah
dan Wakaf Uang pada LAZ PortalInfaq...............................................
79
C. Efektivitas Manajemen Penghimpunan dan Pendayagunaan
ZIS dan Wakaf Uang melalui Tekhnologi Informasi
pada LAZ PortalInfaq............................................................................
84

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................................
88
B. Saran-saran...................................................................................................
89
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................
91
LAMPIRAN




































BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah
Islam merupakan agama umat manusia sepanjang zaman. Syariatnya
mencakup nilai-nilai ajaran yang berdimensi hablun minallah dan hablun minannas
serta nilai-nilai ajaran yang berdimensi ukhrowi dan nilai-nilai yang berdimensi
duniawi, dengan sumber utamanya al-quran dan al-hadits.
Pada hakekatnya agama Islam mempunyai sumbangsih yang sangat besar,
untuk berpartisipasi dalam pembangunan guna meningkatkan taraf hidup dan
kesejahteraan masyarakat. Adapun potensi yang digali dan dikembangkan dalam
pembangunan di bidang sosial tersebut adalah pengumpulan dana zakat yang
terorganisir dengan baik dan benar.
Islamlah yang pertama kali meletakkan asas dan aturan yang indah ini dalam
sejarah kemanusiaan. Kewajiban zakat ini dikenakan kepada semua golongan
pemilik harta, pedagang dan orang kaya, kemudian negara membagikannya kepada
orang miskin dan orang lemah dan warganya. Oleh karena itu aturan Islam ini
membuktikan bahwa ia tidak didasarkan pada asas mementingkan diri sendiri.
1

Kewajiban zakat pada dasarnya adalah kewajiban ilahiyah yang pasti dan
perolehan zakat dianggap sebagai pemberdayaan dan pengembangan harta benda

1
Yusuf Qardawi, Hukum Zakat ( Jakarta : PT Pustaka MIZAN, 1999), h. 1121
serta tidak menimbun harta yang mengakibatkan mendapat ancaman siksa api neraka
bagi penimbun harta.
2
Firman Allah SWT dalam Surat Attaubah(9) ayat 35 ;
4O4C _OE^47 E_^1U4 O)
jO4^ =ELE_E_ O4O'+- Ogj
_-4:_ gONLN_4
-+OO_4 W -OE- 4`
>uO46 7O^ W-O~7O
4` u7+L7 ]+Og4'> ^@)
Artinya ;

35. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu
dibakar dengannya dahi mereka, Lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan)
kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri,
Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS. Attaubah :
35)

Menunaikan zakat merupakan upaya menolong kaum lemah, membantu orang
yang membutuhkan pertolongan dan menopang mereka yang lemah agar mampu
melaksanakan apa yang diwajibkan Allah SWT dalam segi tauhid dan ibadah.
Selain itu zakat juga berguna untuk merealisasikan pengembangan sosial
masyarakat secara totalitas. Zakat dapat mengarahkan pada ketaatan Allah, dan dapat
merasakan tanggungjawabnya yang beriman dan solidaritasnya bersama teman-
temannya yang fakir, zakat mampu menciptakan rasa kecintaan , persaudaraan, tolong
menolong dan sebagai pendidik moralitas manusia, pengembangan sosial, spiritual
dan membersihkan dari kotoran, sifat kikir dan barang haram.
3


2
Gaji Inayah, Teori komprehensif tentang zakat dan pajak, (Yogyakarta : PT Tiara Wacana,
1999), h.218
3
Ibid, h.232

Secara substantif, zakat, infaq, dan sedekah adalah bagian dari mekanisme
keagamaan yang berintikan semangat pemerataan pendapatan. Dana zakat
diambilkam dari harta orang yang berkelebihan dan disalurkan kepada orang yang
kekurangan. Zakat tidak dimaksudkan memiskinkan orang kaya, juga tidak
melecehkan jerih payah orang kaya. Hal itu karena zakat diambil dari harta yang
wajib dizakati untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima
(mustahiq).
Seperti halnya dengan zakat, walaupun infaq, dan sedekah tidak wajib, tiga
institusi ini merupakan media pemerataan pendapatan bagi umat Islam yang sangat
dianjurkan. Dengan kata lain, infaq dan sedekah merupakan media untuk
memperbaiki taraf kehidupan, di samping adanya zakat yang diwajibkan kepada
orang Islam yang mampu. Dengan demikian, dana zakat, infaq dan sedekah bisa
diupayakan secara maksimal untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
4

Dilihat dari fungsi dan tujuan dari zakat sangatlah penting bagi penyelesaian
masalah kemiskinan dan pembangunan umat. Karena zakat merupakan faktor utama
dalam pemerataan harta benda di kalangan masyarakat Islam, dan juga perasaan
senasib sepenanggungan dan persaudaraan di kalangan umat manusia.
Namun persoalannya adalah masih banyak pemahaman masyarakat yang
masih sedikit terhadap pentingnya zakat, bagaimana urgensi zakat bagi pemerataan
pendapatan, pada umumnya masih terbatas pengertian, padahal ada yang lebih
penting lagi yaitu zakat bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu

4
Djamal doa, Pengelolaan zakat oleh negara untuk memerangi kemiskinan, (Jakarta :NM
PRESS, 2004), h. 92

pembahasan yang penting dalam fiqh zakat adalah menentukan sumber-sumber harta
yang wajib dizakati dan bagaimana menjelaskan pentingnya zakat untuk membantu
orang yang lemah.
Dari hal tersebut maka urgensi muzakki (orang yang berzakat) bagi persoalan
umat sangatlah penting dan yang akan menentukan solusi bagi ekonomi umat, karena
banyak sedikitnya nominal zakat yang terkumpul sangat tergantung pada sosok
muzakki., mulai dari tinggi rendahnya tingkat kesadaran muzakki untuk
mengeluarkan zakat sampai keseriusan para muzakki dalam membantu kelompok
dhuafa dengan mengelola zakat secara profesional. Hal ini saling berkaitan dengan
kenyataannya bahwa semakin banyak kalangan muslim yang menyadari akan
kewajiban untuk berzakat, maka akan semakin banyak pula jumlah materi yang akan
dizakatkan.
Sebaliknya, kalau makin sedikit kalangan muslim yang menyadarkan bahwa
dalam harta yang telah diperolehnya dengan susah payah sekalipun, ternyata ada hak
orang lain, maka akan semakin sedikit pula nominal barang atau uang yang
dizakatkan. Tentu saja ini sangat berpengaruh dalam proyek pengentasan kemiskinan
yang menjadi tujuan utama dari adanya kewajiban zakat.
5

Di era globalisasi saat ini semakin berkembang teknologi yang begitu pesat.
Dimana orang bisa lebih mudah dalam mendapatkan sesuatu hal misalkan melalui
teknologi informasi seperti komputer. Dengan komputer orang semakin mudah
melakukan pekerjaan seperti, menulis, mencatat, menyimpan memori file sampai
pada membuat program dan bermain segala bentuk game.

5
Ibid, h.72

Disamping itu, komputer bisa juga digunakan sebagai alat mencari informasi
seluas-luasnya yang dinamakan dengan istilah internet. Dengan adanya teknologi
informasi seperti ini bisa dimanfaatkan oleh orang dalam melakukan sesuatu
pekerjaan. Kalau dilihat sejak saat ini orang lebih memilih internet dalam melamar
pekerjaan, berkomunikasi dengan jarak jauh, mencari informasi dan masih banyak
lagi kegunaan yang bisa di dapat dari media teknologi ini. Walaupun terkadang
internet dalam pemakaiannya masih ada yang menyalahgunakan untuk melakukan
hal-hal yang negatif.
Dari sisi lain Internet juga bisa dimanfaatkan untuk memudahkan muzakki
dalam menginfaqkan atau menyalurkan zakat, infaq,sedekah dan wakaf uang. Dengan
kemudahan yang didapat melalui fasilitas teknologi informasi yaitu internet maka
tujuan dan hikmah zakat,infaq, sedekah dan wakaf uang akan dapat mudah tercapai,
dan keresahan para muzakki untuk menyalurkan zakatnya dapat teratasi dengan baik.
Dilihat dari uraian permasalahan diatas maka penulis membuat atau
mengajukan skripsi dengan judul Manajemen Penghimpunan dan
Pendayagunaan Zakat, Infaq dan sedekah (ZIS) dan Wakaf Uang Melalui
Teknologi Informasi pada Lembaga Amil Zakat (LAZ) PortalInfaq.

B. Pembatasan Dan Perumusan Masalah
Dari penjelasan yang tertera di atas menggambarkan bahwa begitu pentingnya
peranan zakat dalam pemerataan pendapatan, membantu kaum dhuafa dan pada
proyek pengentasan kemiskinan yang menjadi tujuan utama dari adanya kewajiban
zakat. Maka perlunya eksistensi dari seorang muzakki dalam membantu persoalan
tersebut. Ditambah dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
khususnya berkaitan dengan kemajuan teknologi informasi, memberikan kemudahan
bagi para muzakki dalam mendistribusikan zakatnya. Zakat online yang menjadi alat
untuk menghimpun zakat, infaq, dan sedekah lalu didayagunakan kepada para
mustahiq.
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka dalam hal ini, penulis
memberikan batasan-batasan sebagai berikut ;
1. Dalam penelitian ini penulis membatasi pada masalah manajemen penghimpunan
zakat, infaq, dan sedekah dan wakaf uang melalui teknologi informasi, khususnya
penghimpunan zis dan wakaf uang dengan fasilitas internet yang dilakukan oleh
LAZ PortalInfaq.
2. Manajemen pendayagunaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf uang yang
dilakukan oleh LAZ PortalInfaq.

Selain itu penulis juga mencoba merumuskan masalah tersebut agar lebih spesifik
dan tegas yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana manajemen penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infaq,
sedekah dan wakaf uang dengan teknologi informasi yang dilakukan oleh
LAZ PortalInfaq?
2. Bagaimana efektifitas manajemen penghimpunan dan pendayagunaan zakat,
infaq, dan sedekah (ZIS) dan wakaf uang dengan teknologi informasi yang
dilakukan oleh LAZ Portalinfaq?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui manajemen penghimpunan dan pendayagunaan zakat,
infaq, dan sedekah yang dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi
khususnya dengan fasilitas internet.
b. Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas penghimpunan dan pendayagunaan
zakat, infaq, sedekah dan wakaf uang melalui Teknologi Informasi yang
dilakukan oleh LAZ PortalInfaq.

2. Manfaat Penelitian
a. Manfaat bagi penulis adalah mengetahui manajemen metode penghimpunan dan
pendayagunaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf uang pada lembaga amil zakat
PortalInfaq yang dilakukan dengan fasilitas yang pada umumnya masyarakat
belum mengetahui bagaimana melakukan membayar zakat melalui media
internet tersebut.
b. Bagi kampus UIN Syarif Hidayatullah jakarta adalah memberikan informasi
baru bagi kampus khususnya mengelola zakat, infaq, sedekah dan wakaf uang
secara tekhnologi melalui media internet.
c. Bagi pemerintah adalah memberikan sebuah gambaran akan pentingnya
membangun ekonomi umat dan menyelesaikan proyek kemiskinan di negara ini
melalui zakat, infaq, sedekah dan wakaf uang, sehingga pemerintah dapat
mengoptimalkan peran zakat tersebut dengan mewajibkan masyarakat untuk
membantu kaum dhuafa dengan program zakat.
d. Bagi masyarakat adalah dalam rangka membantu serta mensosialisasikan
mengenai potensi zakat yang begitu penting bagi kita semua yang
menghilangkan atau meminimalisir kemiskinan di negara kita. Yaitu salah
satunya dengan cara menghimpun dan mendayagunakan ZIS dan wakaf uang
melalui media internet yang dilakukan oleh lembaga amil zakat Portalinfaq.

D. Metodologi Penelitian
1. Metode Penelitian
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif
yaitu metode penelitian dengan pengamatan langsung yang bersifat interaktif dan
memaparkannya sesuai data-datanya yang didapat.
6
Metode kualitatif yaitu dengan
melakukan penelitian berdasarkan pengamatan penulis, berinteraksi dengan mereka,
berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya. Dengan
metode deskriptif, dilakukan dengan cara memaparkan data dengan apa adanya sesuai
yang didapat di lapangan.

2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Dalam hal ini penulis langsung meneliti di Lembaga Amil Zakat (LAZ)
PortalInfaq yang beralamat di Jl. Radio IV No.8A Kebayoran baru Jakarta selatan
12130 dan waktu penelitian selama 4 bulan, terhitung mulai tanggal 13 juli 2006 21
oktober 2006.


6
S.nasution, Metode penelitian naturalistik kualitatif, (Bandung : Tasiti, 1989) h.9
3. Subyek dan Obyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah Lembaga Amil Zakat (LAZ) PortalInfaq sebagai
layanan zakat, infaq, sedekah dan wakaf uang melalui teknologi informasi dengan
media internet.
Obyek penelitian ini adalah manajemen penghimpunan dan pendayagunaan
zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dan wakaf uang.

4. Tehnik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada beberapa yaitu :
a. Wawancara : Untuk mendapatkan informasi, penulis melakukan
wawancara mendalam (depth interview), berbentuk terbuka dan berstruktur. Dalam
hal ini penulis melakukan wawancara kepada pihak terkait yakni pihak manajemen
dari organisasi LAZ PortalInfaq dengan key Information yaitu Bapak Epri
Abdurrahman Rafii selaku General Manager pada lembaga tersebut.
b. Observasi : Teknik ini dilakukan untuk mengkonfrontir berbagai temuan
dalam wawancara dengan situasi riil lapangan. Observasi juga sekaligus merupakan
teknik untuk membaca secara obyektif pengelolaan ZIS di LAZ PortalInfaq.
Disamping instrumen-instrumen di atas digunakan juga kajian kepustakaan
yang bertujuan untuk mencapai pemahaman yang komprehensif tentang konsep yang
akan dikaji.
c. Dokumentasi : Teknik ini dilakukan dengan cara mengumpulkan sumber
data berupa catatan atau dokumen yang tersedia. Dalam hal ini penulis
mengumpulkan data-data lembaga baik data-data yang tertulis maupun data-data yang
bersifat online.
Adapun pedoman yang dijadikan sandaran penulis dalam penulisan skripsi ini
adalah berpedoman pada buku pedoman penulisan skripsi, tesis dan disertasi UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta.

5. Teknik Analisis Data
Analisis data menunjuk pada kegiatan mengorganisasikan data kedalam
susunan-susunan tertentu di dalam rangka penginterpretasian data sesuai dengan
susunan sajian data yang dibutuhkan untuk menjawab masing-masing masalah
dan/atau hipotesis penelitian.
7

Data-data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi atau yang disebut
dengan catatan-catatan lapangan dirangkum, diseleksi dan dimasukkan ke dalam
tema, fokus dan permasalahan yang mana, hal inilah yang termasuk ke dalam
kategori analisis yang disebut reduksi data.
8

Muara dari seluruh kegiatan analisis data kualitatif terletak pada pelukisan
atau penuturan tentang apa yang berhasil kita mengerti berkenaan dengan suatu
masalah yang diteliti.

E. Tinjauan Pustaka

7
Sanapiah Faisal, Format-format penelitian Sosial, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2001),
cet ke-5, h.33
8
Ibid, h.257

Panca Mardisiswanto, manajemen penghimpunan dan pendistribusian zakat
melalui teknologi Informasi pada M-zakat Jakarta, skripsi mahasiswa fakultas
dakwah dan komunikasi jurusan manajemen dakwah, disusun pada tahun 2005,
berisi tentang ; Penerapan fungsi manajemen untuk menghimpun dan
mendistribusikan zakat melalui media teknologi informasi dengan fasilitas SMS
(Short message Service) . Berbeda dengan skripsi penulis yaitu objek penilitian
yang penulis teliti yaitu menggunakan media teknologi informasi dengan fasilitas
internet serta efektivitasnya menggunakan media tersebut .
Sri Sugianti, Manajemen Pendayagunaan hewan qurban melalui usaha
pengkornetan pada rumah zakat indonesia, skripsi mahasiswa fakultas dakwah
dan komunikasi jurusan manajemen dakwah disusun pada tahun 2006, berisi
tentang ; Penerapan fungsi manajemen pendayagunaan hewan qurban dengan
proses
pengkornetan yang dilakukan oleh rumah zakat indonesia. Berbeda dengan
skripsi penulis, yakni objek penelitian yang penulis teliti adalah tentang
pendayagunaan zakat yang dihimpun melalui media teknologi informasi.


F. Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan ini terdiri dari 5 bab dan tiap-tiap bab terdiri dari sub-
sub bab yang dirinci sebagai berikut;
Bab I PENDAHULUAN
Yang terdiri dari Latar Belakang Masalah, Pembatasan dan
Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi
Penelitian dan Tinjauan Pustaka
Bab II TINJAUAN TEORITIS TENTANG MANAJEMEN, ZIS,
WAKAF UANG, PENGHIMPUNAN,
PENDAYAGUNAAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Berisi tentang Pengertian Manajemen, Fungsi-fungsi Manajemen,
Definisi Zakat, Infaq, dan Sedekah ,dan Wakaf uang , Tujuan dan
Hikmah Zakat, Infaq,Sedekah ,dan Wakaf uang, Definisi Wakaf
Uang , Hikmah Wakaf Uang, Pola Penghimpunan Zakat, Infaq,
Sedekah dan Wakaf Uang, Pola Pendayagunaan Zakat, Infaq,
Sedekah dan Wakaf Uang , Definisi Teknologi Informasi, Fungsi
Teknologi Informasi,. Kaitannya Penghimpunan dan Pendayagunaan ZIS
dan Wakaf uang dengan Teknologi Informasi pada LAZ PortalInfaq
Bab III GAMBARAN UMUM TENTANG LAZ PORTALINFAQ
Berisi Tentang Sejarah Ringkas Berdirinya PortalInfaq, Visi,Misi
dan Tujuan, Struktur Organisasi, Program LAZ PortalInfaq.
Bab IV EFEKTIFITAS MANAJEMEN PENGHIMPUNAN DAN
PENDAYAGUNAAN ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH (ZIS) DAN
WAKAF UANG MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI
PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT (LAZ) PORTALINFAQ
Bab ini berisikan tentang Manajemen Penghimpunan ZIS dan Wakaf
Uang Pada LAZ PortalInfaq, dan Manajemen Pendayagunaan ZIS
dan Wakaf Uang pada LAZ PortalInfaq, Efektifitas Manajemen
Penghimpunan dan Pendayagunaan ZIS dan Wakaf Uang melalui
Teknologi Informasi Pada LAZ PortalInfaq
Bab V PENUTUP
terdiri dari ; Kesimpulan dan Saran



















BAB II
TINJAUAN TEORITIS TENTANG MANAJEMEN,ZIS ,WAKAF
UANG, PENGHIMPUNAN, PENDAYAGUNAAN DAN TEKNOLOGI
INFORMASI

A. Manajemen
1. Definisi Manajemen
Istilah manajemen berasal dari kata kerja to manage berarti control. Dalam
bahasa Indonesia dapat diartikan : mengendalikan, menangani atau mengelola.
Sebagai contoh dapat dilihat dalam berbagai pengertian dari penggunaan kalimat
berikut ini.
Mengendalikan seekor kuda
Mengendalikan sebuah perahu
Menangani, mengelola suatu perusahaan atau rumah tangga.
Selanjutnya, kata benda manajemen atau management dapat mempunyai
berbagai arti. Pertama sebagai pengelolaan, pengendalian atau penanganan
(managing). Kedua, perlakuan secara terampil untuk manangani sesuatu berupa
skillful treatment. Ketiga, gabungan dari dua pengertian tersebut, yaitu yang
berhubungan dengan pengelolaan suatu perusahaan, rumah tangga atau suatu bentuk
kerjasama dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
Selain itu ada beberapa yang mendefinisikan manajemen berbeda-beda pengertian
istilah, antara lain ;

Drs.H.Malayu S.P.Hasibuan
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya
manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu
tujuan tertentu.
9


Andrew F.Sikula
Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas perencanaan,
pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi,
dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan
untuk mengkoordinasikan berbagai sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan
sehingga akan dihasilkan suatu produk dan jasa secara efisien.

G.R.Terry
Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk
menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.

Harold Koontz dan Cyril ODonnel
Manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang
lain. Dengan demikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang
lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan dan
pengendalian.


Jika kita simak definisi-definisi di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa :
a. Manajemen mempunyai tujuan yang ingin dicapai.
b. Manajemen merupakan perpaduan antara ilmu dengan seni

9
H.Malayu S.P.Hasibuan, Manajemen,Dasar,Pengertian & masalah, (Jakarta : Bumi aksara,
2005), h.2
c. Manajemen merupakan proses yang sistematis, terkoordinasi, koperatif dan
terintegrasi dalam memanfaatkan unsure-unsurnya.
d. Manajemen baru dapat diterapkan jika ada dua orang atau lebih melakukan
kerjasama dalam suatu organisasi.
e. Manajemen harus didasarkan pada pembagian kerja, tugas, dan tanggung
jawab.
f. Manajemen terdiri dari beberapa fungsi.
g. Manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan.

2. Fungsi-fungsi manajemen
Fungsi dalam hal ini adalah sejumlah kegiatan yang meliputi berbagai jenis
pekerjaan yang dapat digolongkan dalam suatu kelompok sehingga membentuk suatu
kesatuan adminstratif.
Menurut George R.Terry, seperti dikutip oleh Yayat.M.Herujito dalam bukunya
Dasar-dasar manajemen merumuskan fungsi manajemen menjadi empat fungsi
pokok yaitu ;
a. Planning
b. Organizing
c. Actuating
d.. Controlling
10




10
Yayat.M.Herujito, Dasar-dasar Manajemen (Jakarta : PT.Grasindo, 2001), h. 18


a. Perencanaan ( Planning)
Perencanaan adalah penentuan sasaran yang ingin dicapai, tindakan yang
seharusnya dilaksanakan, bentuk organisasi yang tepat untuk mencapainya dan orang-
orang yang bertanggungjawab terhadap kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.
11

Proses perencanaan menurut Abdul Rosyad Shaleh dalam bukunya manajemen
dakwah Islam, terdiri dari beberapa langkah, yaitu :
1). Perkiraan dan penghitungan masa depan (forecasting)
2). Penentuan dan perumusan sasaran dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
3). Penetapan tindakan-tindakan dan prioritas pelaksanaannya.
4). Penetapan metode
5). Penetapan penjadwalan waktu
6). Penempatan lokasi
7). Penetapan biaya, fasilitas dan faktor-faktor lainnya yang diperlukan
12


b. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah membagi pekerjaan yang telah ditetapkan tersebut
kepada para anggota organisasi sehingga pekerjaan terbagi habis kedalam unit-unit
kerja. Pembagian pekerjaan ini disertai pendelegasian kewenangan agar masing-

11
.A.M. Kadarman, dan Yusuf udaya, Pengantar Ilmu manajemen. (Jakarta :
PT.Prenhallindo, 2001), h. 54
12
Abdul Rasyad shaleh, manajemen dakwah Islam, (Jakarta : Bulan bintang, 1993) Cet, ke-3
h.54
masing melaksanakan tugasnya secara bertanggungjawab. Untuk mengatur urutan
jalannya arus pekerjaan perlu dibuat ketentuan mengenai prosedur dan hubungan
kerja antar unit.
Pengorganisasian adalah penetapan struktur peran-peran melalui penentuan
berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dan
bagian-bagiannya, pengelompokkan aktivitas-aktivitas, penugasan, pendelegasian
wewenang untuk melaksanakannya, serta pengkoordinasian hubungan-hubungan
wewenang dan informasi baik secara horizontal maupun vertikal dalam struktur
organisasi.
13

Langkah-langkah pokok proses pengorganisasian menurut Ernest Dale dalam
Stoner James A.F. (1988) ;
1). Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan
organisasi.
2). Pembagian kerja ke dalam aktivitas-aktivitas yang secara logis dapat
dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang.
3). Mengelompokkan aktivitas-aktivitas yang sama secara logis menjadi
departemen- departemen dan menyusun skema kerjasama antardepartemen.
4). Menetapkan mekanisme (aturan main) untuk mengkoordinasikan pekerjaan
anggota organisasi dalam kesatuan yang harmonis.
5). Membantu efektifitas organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian
untuk mempertahankan atau untuk meningkatkan efektivitas.
14


13
Ibid. h.82
14
Yayat. M.Herujito. Op.cit, h. 126-127

c. Penggerakkan (Actuating)
Penggerakkan adalah upaya manajer dalam menggerakkan orang-orang untuk
melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien berdasarkan perencanaan dan
pembagian tugas masing-masing untuk menggerakkan orang-orang tersebut
diperlukan tindakan Memberikan motivasi, Menjalin hubungan, Penyelenggaraan
komunikasi, dan Pengembangan atau peningkatan pelaksana
15
.
Ada 5 Fungsi Penggerakkan , yaitu ;
1). Untuk mempengaruhi seseorang untuk mau menjadi pengikut.
2). Melunakkan daya resistensi pada seseorang/orang-orang.
3). Untuk membuat seseorang/orang-orang suka mengerjakan tugas dengan
sebaik-baiknya.
4). Untuk mendapatkan serta memelihara dan memupuk kesetiaan, kesayangan,
kecintaan kepada pemimpin, tugas serta organisasi tempat mereka bekerja.
5). Untuk menanamkan, memelihara, dan memupuk rasa tanggung jawab secara
penuh pada seseorang atau orang-orang terhadap Tuhannya, Negara,
masyarakat, serta tugas yang diembannya.
16


d. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan dan pengendalian dilakukan agar aktivitas organisasi berjalan
sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Bila terjadi deviasi (penyimpangan),

15
Abdul Rosyad shaleh,Op,Cit. h.112
16
Adi kadarman & Yusuf udaya, Pengantar Ilmu Manajemen, (Jakarta : Gramedia pustaka
utama, 1991), h. 87-88
maka manajer segera memberikan peringatan untuk meluruskan kembali langkah-
langkah yang telah dilakukan oleh anggota organisasi agar sesuai dengan apa yang
telah direncanakan.
Pengawasan adalah suatu upaya yang sistematis untuk menetapkan kinerja
standar pada perencanaan, untuk merancang system umpan balik informasi, untuk
membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk
menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan dan mengukur signifikansi
penyimpangan tersebut, serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan
untuk menjamin bahwa semua sumber daya telah digunakan seefektif dan seefesien
mungkin guna mencapai tujuan tersebut.
Langkah-langkah proses pengawasan ;
1). Menetapkan standar
2). Mengukur kinerja
3). Memperbaiki penyimpangan
17





B. Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS)
1. Definisi Zakat, Infaq, Sedekah. (ZIS)
a. Pengertian Zakat

17
A.M.Kadarman dan Yusuf Udaya. Op.Cit. h. 161
Ditinjau dari segi bahasa zakat berasal dari 3 , < - _ , - 1 yang
berarti : Kesuburan, kesucian, keberkahan, dan kebaikan. Zakat juga memiliki arti
lain, yaitu : al-barakah (keberkahan), an-nama (pertumbuhan dan perkembangan), at-
thaharah (kesucian), dan al-shalah (keberesan).
18

Dalam kamus Bahasa Indonesia, zakat diartikan sebagai Jumlah harta
tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam dan diberikan kepada golongan yang
berhak menerimanya, menurut yang telah ditetapkan oleh syara.
19

Adapun zakat menurut istilah syara nama bagi sejumlah harta tertentu yang
telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah SWT untuk dikeluarkan
dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu.
20

Abdurrahman al-Jaziri mengatakan bahwa zakat itu adalah ;
Memberikan hak milik harta tertentu kepada orang yang berhak dengan
syarat-syarat tertentu.
21


Adapun Asy-syaukhani mengatakan bahwa zakat itu adalah ;
Memberi suatu bagian dari harta yang sudah sampai nisab kepada orang
fakir dan sebagainya, yang tidak bersifat dengan sesuatu halangan syara yang tidak
membolehkan kita memberikan kepadanya.
22

Sedangkan menurut BAZIS ; Zakat adalah salah satu rukun Islam yang
merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan dalam wujud
mengkhususkan sejumlah harta atau nilainya dari milik perorangan atau badan hukum
untuk diberikan kepada yang berhak dengan syarat-syarat tertentu untuk mensucikan

18
Majmalughah al arabiyah, h.396
19
Depdikbud, Kamus Besar Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1989),h.1017
20
Didin Hafidhudin, Panduan Praktis tentang zakat, infaq, sedekah, (Jakarta : Gema Insani
Press, 2002), h.13
21
Abdurrahman al-jaziri, Kitabu al fiqhi ala Mazahibi al arbaah, (Kairo: al-Istiqamah, TT),
h.590
22
Asy-Syaukani, Nail al authar, Juz.IV, h.170
dan mempertumbuhkan harta serta jiwa pribadi para wajib zakat, mengurangi
penderitaan masyarakat, memelihara keamanan, serta meningkatkan pembangunan.
23

Dari pengertian-pengertian tentang zakat di atas, dapat kita pahami bahwa
walaupun secara lahiriah harta itu diambil dan menyebabkan pengurangan dari segi
jumlah, namun pada hakikatnya justru akan melipatgandakan dan menumbuh
kembangkan nilai harta secara kualitatif dan spiritual. Dengan demikian,
mengeluarkan zakat berarti mengharap tambahan dan pertumbuhan kualitas bagi
harta itu sendiri dan juga meningkatkan pahala bagi pembayar zakat. Mengeluarkan
zakat adalah upaya menjadikan harta kita sebagai barang yang bersih dan suci. Hal ini
diibaratkan membayar zakat seperti membuang kotoran pada harta tersebut.
Dalam al-Quran zakat memiliki beberapa istilah yaitu ;
1). Zakat
W-O1g~4 E_OUO-
W-O>-474 E_OEO-
W-ONO-4 E74`
4-ggO- ^j@

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang
yang ruku. (QS.Al-Baqarah/2;43)


2). Sedekah
W-EONUu4C Ep -.-
4O- N4l^4C O4O+-- ;}4N
jg14lgN 7O4C4

23
BAZIS DKI, Rekomendasi dan Pedoman Pelaksanaan Zakat, (Jakarta : BAZIS DKI, 1981)
h.xii
ge~EO- ]4 -.- 4O-
C-O+-- O1gOO- ^j

Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari
hamba-hambanya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha penerima
taubat lagi maha Penyayang? (QS. At-Taubah/9 :104)


3). Hak
4O-4 -Og~-.- 4=e eE4E_
e-^OuE` 4OON4
e-+Ou+4` uCEL-4
4vOEO-4 )U4^C`
Nq-q ]O+-uCEO-4
]E`OO-4 6g4=4N`
4OON4 lO)l4=4N` _ W-OU
}g` j@OE .-O) 4OE^
W-O>-474 +OOEO 4O4C
jg1=EO W 4 W-EO)O;O _
+O^^) OUg47 --g)O;O^-
^j

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak
berjunjung, pohon kurma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya,
zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya).
Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan
tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya) ; dan
janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang
yang berlebihan. (QS.Al Anam : 141)

4). Nafaqah
4O4C _OE^47 E_^1U4 O) jO4^
=ELE_E_ O4O'+- Ogj
_-4:_ gONLN_4
-+OO_4 W -OE- 4`
>uO46 7O^ W-O~7O
4` u7+L7 ]+Og4'> ^@)
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari
orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib nasrani benar-benar memakan harta
orang dengan jalan yang batil dan mereka mengahalang-halangi (manusia) dari
jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak
menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa
mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (QS. At-Taubah : 35)

5). AlAfwu
O 4O^E^- O4
ON^) @O;N4 ^}4N
--)U)_O_^- ^__


Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang maruf serta
berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. (QS.Al-Araf :199)


b. Pengertian Infaq
Ditinjau dari segi bahasa infaq berasal dari kata . J 1 - , l J - . J
yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta). Menurut Kamus Bahasa Indonesia infaq
berarti Pemberian (sumbangan) harta dan sebagainya (selain zakat wajib) untuk
kebaikan
24
. Sedangkan menurut syara infaq diartikan Mengeluarkan sebagian dari
harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran
islam.
25

Infaq menurut Daud Ali ; Pengeluaran sukarela yang dilakukan seseorang
setiap kali ia menerima rezki sebanyak yang ia kehendaki sendiri.

24
Depdikbud, Op.cit., h.330
25
Didin Hafiduddin, Panduan Praktis tentang,op.cit., h.14
Sedangkan dalam buku pengelolaan ZIS propinsi Jawa Barat, infaq adalah
kewajiban pengeluaran harta kekayaan seorang muslim, sejumlah yang dikehendaki
secara ikhlas tanpa memperhatikan nishabnya dan disalurkan menurut syariat Islam.
Perbedaan infaq dengan zakat adalah ; Jika zakat memiliki nishab sedangkan
infaq tidak memakai syarat nishab. Zakat dikeluarkan oleh orang-orang yang memang
sudah wajib zakat (muzakki) kepada para mustahiq (orang yang berhak menerima
zakat), sedangkan infaq dikeluarkan oleh orang yang beriman baik itu orang yang
berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia disaat lapang maupun sempit yang
diberikan kepada keluarga maupun orang lain.

c. Pengertian Sedekah
Sedekah ditinjau dari bahasa barasal dari kata : 3 < - , a : - :
yang berarti benar. Menurut Yusuf Al-Qardhawi bahwa sedekah itu berarti bukti
kebenaran iman dan membenarkan adanya hari kiamat
26
. Dalam kamus Bahasa
Indonesia sedekah berarti derma kepada orang miskin dan sebagainya (berdasarkan
cinta kasih kepada manusia).
27
Dalam syariat Islam sedekah memiliki arti yang sama
dengan infaq, akan tetapi dalam hal cakupunnya berbeda, jika infaq lebih mengarah
kepada pengertian materil, sedang sedekah memiliki cakupan yang lebih luas
menyangkut hal-hal yang bersifat materil dan immateril.
Perbedaan sedekah dengan zakat adalah ; sedekah berarti memberi derma
termasuk memberi derma untuk mematuhi hukum dimana kata zakat digunakan

26
Yusuf Qardawi, Hukum Zakat, (Jakarta;Litera Antar Nusa,1991) h.39
27
Depdikbud, Op.cit., h.792
didalam al-quran dan sunnah. Zakat telah disebut pula dengan sedekah karena zakat
merupakan sejenis derma yang diwajibkan, hanya saja dapat kita bedakan bahwa
zakat adalah pemberian wajib sedangkan sedekah adalah sukarela, zakat dikumpulkan
oleh pemerintah sebagai pungutan wajib sedangkan sedekah lainnya dibayarkan
secara sukarela.
28
Jumlah dan nishab zakat ditetapkan sedangkan sedekah yang
sepenuhnya tergantung pada keinginan orang yang menyumbangkannya.

2. Tujuan dan Hikmah Zakat, Infaq, sedekah
a. Tujuan Zakat, Infaq, sedekah
Tujuan Zakat, Infaq, sedekah dapat dikelompokkan menjadi dua jika kita
tinjau dari sisi pemberi dan penerima yaitu ;
1). Bagi Pemberi
a). Mensucikan para mukmin dari penyakit bakhil yang menjadi penghalang
bagi keberuntungan dan membiasakan para mukmin bersifat murah tangan
yang membawa kepada keberuntungan.
4g~-.-4 +7O4l> 4O-O.-
=}ECe"-4 }g` gUl~
4pOclg47 ;}4` 4OE_E-
jgO) 4 4p_ O)
g-jO LOE_~4 .Og)`
W-O>q ]NOguNC4 -O>4N
jgO^ O4 4p~ jgj
O==E= _ }4`4 -ONC O7-

28
Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam, (Yogyakarta : Dana Bhakti Prima Yasa,
2002),jilid III h.241

gOO^4^ Cj^q N-
]O)U^^- ^_

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman
(Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang
berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka
terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang muhajirin); dan mereka
mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka
memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari
kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr : 9)

b). Mendekatkan para mukmin kepada Allah swt, dan menimbulkan perasaan
bahwa kebahagiaan itu adalah dapat mengaluarkan harta di jalan Allah
SWT.
c). Membawa para mukmin menepati tauhidnya dan tasyahudnya, apabila
orang gemar mengeluarkan harta yang menjadi hiasan hidupnya di jalan
Allah SWT. Menjadilah suatu bukti tentang kebenaran tauhidnya dan
kebenaran syahadatnya.
d). Membawa para mukmin mensyukuri Tuhan yang telah memliharanya dari
meminta-minta dan memberi harta yang banyak kepadanya, hingga
terhindarlah ia menjadi orang fakir. Barang siapa mengeluarkan zakat,
infaq dan sedekah karena rasa syukur kepada nikmat, niscaya mendapat
tambahan dari Allah SWT.

^O)4 ]-O> 74O '
>O:- 7^^EC)eV W
'4 u7O Ep) O).-O4N
/Cg4= ^_


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan ;Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nimat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim :
7)

e). Menghindari jalan yang gelap dan tidak berujung dan menggariskan tujuan
hidup untuk mencari keridhaan Allah SWT.
f). Menyedikitkan kecurangan yang membawa kesesatan.
Ep) =}=Oee"- -/;C41
^g p +-47O -/E_^4-c-
^_
Ketahuilah ! Sesungguhnya manusia benar-benar malampau batas, karena dia
melihat dirinya serba cukup:. (QS. Al-Alaq : 6 - 7)

g). Berperangai dengan perangai Allah SWT. Yaitu mencurahkan kebajikan
dan rahmat kepada sesama manusia.
h). Memelihara diri jatuh kelembah kikir yang merugikan.
i). Memindahkan orang yang menerima nikmat itu ke derajat yang lebih baik
yaitu dari derajat kekurangan ke derajat mencukupi.
j). Memelihara harta dari hilang percuma, jelasnya harta yang kita berikan di
jalan Allah SWT. Itulah yang akan tinggal sepanjang masa, di dunia kita
mendapat pujian di akhirat memperoleh nikmat.
k). Membentengkan diri dari binasa.
l). Menolak bencana kemelaratan, apabila orang fakir merasa diri tidak
diperhatikan oleh orang kaya, timbullah dendam dan dengki kepada
orang-orang kaya itu dan amat mudah untuk di hasut.
m). Menunaikan kewajiban dan melaksanakan anjuran Allah SWT untuk
menitipkan harta-Nya kepada seorang hamba-Nya. Orang-orang fakir itu
adalah orang-orang yang dibelanjai Allah SWT. Maka apabila orang-orang
kaya menyampaikan harta-harta Allah SWT kepada orang-orang fakir itu,
berarti ia telah menunaikan tugasnya.
n). Mengobati penyakit hati dan cinta dunia.
o). Menarik rasa simpati/cinta.
29


2). Bagi Penerima
a).Memelihara orang fakir dan orang miskin dari kehinaan kefakiran dan
kemiskinan.
b).Menetapkan orang yang dijinakkan hatinya atas iman serta membangkitkan
yang lainnya untuk masuk ke dalam islam.
c). Menolong orang-orang yang berhutang untuk mencapai kemerdekaannya.
d). Membantu orang-orang yang berhutang untuk menyelesaikan perselisihan
yang terjadi.
e). Menyokong orang-orang yang berjihad di jalan Allah SWT.
f). Menguatkan persekutuan manusia.
g). Memenuhi hajat orang-orang yang menyelesaikan urusan zakat.
h). Memudahkan ibnu sabil dalam perjalanannya.
30



29
Yusuf Qardawi, Op.cit,. h.848
30
Ibid,. h.867
b. Hikmah Zakat, Infaq, sedekah
Zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi ganda, transedental dan
horizontal. Oleh karena itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan manusia,
terutama umat Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkaitan dengan
hubungan manusia dan Tuhannya maupun hubungan sosial kemasyarakatan dianatara
manusia, antara lain ;
1). Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa dan lemah
papa, untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Dengan kondisi
tersebut mereka akan mampu melaksankan kewajiban terhadap Allah
SWT
2). Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri manusia
yang biasa timbul di kala ia melihat orang orang di sekitarnya
berkehidupan cukup apalagi mewah, sedang ia sendiri tak punnya apa
apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka (orang kaya) kepadanya.
3). Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa, memurnikan jiwa
(menumbuhkan akhlak mulia, menjadi rendah hati, memiliki rasa
kemanusian yang tinggi) dan mengikis sifat bakhil (kikir) dan serahkan
yang menjadi tabiat manusia, sehingga dapat merasakan ketenangan batin
karena terbebas dari tuntunan Allah dan tuntunan kewajiban
kemasyarakatan.
4). Dapat menunjang terwujudnya system kemasyarakatan Islam yang berdiri
atas prinsip-prinsip ; Ummatan wahidan (Umat yang satu), musawah
(persamaan derajat, hak dan kewajiban), Ukhuwah Islamiyah
(persaudaraan islam), dan takaful ijtimai (tanggung jawab bersama).
5). Menjadi unsur penting dalam mewujudkan keseimbangan dalam distribusi
harta (social distribution) keseimbangan dalam kepemilikan harta (social
ownership), dan keseimbangan tanggung jawab individu dalam
masyarakat.
6). Zakat adalah ibadah maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi
ekonomi atau pemerataan karunia Allah dan merupakan perwujudan
solidaritas social, pembuktian persaudaraan Islam, pengikat persaudaraan
ummat dan bangsa sebagai penghubung antara golongan kuat dan lemah.
7). Dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan
seseorang dengan lainnya rukun, damai dan harmonis yang dapat
menciptakan situasi yang harmonis aman dan tenteram lahir dan bathin.
Dalam masyarakat seperti itu tidak akan timbul lagi bahaya komunisme
(atheis) dan paham atau ajaran yang sesaat dan menyesatkan, sebab
dengan dimensi dan fungsi ganda zakat, persoalan yang dihadapi
kapitalisme sudah terjawab. Akhirnya sesuai dengan janji Allah akan
tercipta sebuah masyarakat baladatun thoyyibatun wa rabbun ghofur.
31



1. Wakaf Uang

31
Drs.A Hasan Rifai al-Faridy, Panduan zakat praktis, (Jakarta;Dompet dhuafa Republika,
2003) h.41-43
a. Definisi Wakaf Uang
Sebelum mendeskripsikan arti dari wakaf uang, ada baiknya jika kita kilas
balik ke pengertian awal wakaf itu sendiri guna mendapat pemahaman menurut term
fikih.
Kata wakaf ditinjau dari bahasa berasal dari kata 3 J 1 - , J J - 3 J
yang berarti berdiri atau berhenti.
32

Sedangkan menurut istilah ada beberapa definisi yang diberikan oleh ulama antara
lain ;
1). Menurut Sayyid sabiq, wakaf adalah menahan harta dan memberikan
manfaatnya dijalan Allah.
33

2). Menurut Abu Hanifah, wakaf adalah menahan suatu benda yang menurut
hukum tetap milik si wakif dalam rangka mempergunakan manfaatnya untuk
kebaikan.
34

3). Menurut Muhammad Ibn Ismail ash-Shanani bahwa wakaf adalah menahan
harta, yang tahan lama dan mungkin diambil manfaatnya tanpa menghabiskan
atau merusak bendanya (ainnya) dan digunakan untuk kebaikan.
35

Dalam hukum positif di Indonesia secara jelas definisi wakaf termaktub dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 1997 pasal 1, Instruksi Presiden Nomor 1
tahun 1991 tentang penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam dan Keputusan Mentri

32
H. Muhammad Yunus, Kamus Arab Indonesia, (Jakarta; Hidakarya agung, 1989), h.505
33
Al-Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah, (Beirut; Dar al-fikr, 1989) Cet.IV, Jilid.14, h.148
34
Wahbah al-Zuhaili, Fiqh al-Islam wa adillatuhu, Beirut; Dar-al-Fikr, 1989. Cet.III, Juz.8
h.153
35
Muhammad Ibn Ismail Ash-Ahanany, subulu as salam, (Bandung : Dahlan, 1995) Jilid
III.,h. 87
Agama RI Nomor 154 tahun 1991 tentang pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1
tahun 1991, tanggal 10 juni 1991, bab 1 pasal 215 (1), pasal 1 (1) Peraturan
pemerintah Nomor 28 tahun 1997 menyatakan :
Wakaf adalah perbuatan hokum seseorang atau badan hokum yang memisahkan
sebagian dari harta kekayaannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan
peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam

Pasal 215 Inpres Nomor 1 tahun 1991 menyatakan :
Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan
hukum yang memisahkan sebagian dari miliknya dan melembagakannya uselama-
lamanya guna kepentingan ibadah dan keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran
Islam.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, wakaf diartikan sebagai Badan yang
dibentuk yang berkaitan dengan agama yang diperuntukkan bagi kepentingan umum
sebagai derma atau untuk kepentingan yang berhubungan dengan agama.
36

Kendatipun para mujtahid berbeda pendapat mengenai wakaf, dan perbedaan
pendapat itu tercermin dalam perumusan mereka, namun semuanya sependapat
bahwa untuk pembentukan lembaga wakaf diperlukan beberapa rukun. Adapun rukun
yang dimaksud adalah :
1. Orang yang mewakafkan hartanya / wakif.
2. Harta yang diwakafkan atau maukuf bih.
3. Tujuan wakaf atau yang berhak menerima hasil wakaf disebut maukuf
alaih.
4. Pernyataan wakaf dari wakif, yang disebut sighat atau ikrar wakaf.

36
Depdikbud, Op.cit., h.1006
Sedangkan menurut Fatwa dari MUI wakaf uang adalah wakaf yang
dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hokum dalam bentuk
uang tunai, termasuk di dalam pengertian uang adalah suarat-surat berharga.
37

Menurut Mulya E. Siregar Wakaf Uang adalah Penyerahan asset wakaf
berupa uang tunai yang tidak dapat dipindahtangankan dan dibekukan untuk selain
kepentingan umum yang tidak mengurangi ataupun menghilangkan jumlah pokoknya.
Adapun definisi versi Jumhur Ulama (Abu Yusuf Ahmad Yusuf Ahmad dan
golongan Syafii) Wakaf adalah Menahan harta yang memungkinkan diambil
manfaatnya, tetap ainnya, dibelanjakan wakif untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan diwakafkannya itu, harta keluar dari pemilikan wakif dan harta tersebut
secara hukum milik Allah. Bagi Wakif terhalang untuk memanfaatkannya dan wajib
mendermakan hasilnya sesuai tujuan.
38


b. Hikmah wakaf uang
Hikmah wakaf kata Ahmad Jarjawi, dapat membantu pihak yang miskin, baik
miskin dalam artian ekonomi maupun miskin tenaga. Dilain pihak juga bertujuan
untuk meningkatkan pembangunan keagamaan. Disamping itu hikmah lain ialah
dapat membentuk jiwa sosial di tengah-tengah masyarakat. Dapat juga mendidik
manusia agar manusia mempunyai tenggang rasa terhadap sesamanya.
Pada sisi lain dapat dilihat bahwa tujuan untuk meningkatkan pembangunan
disegala bidang baik pembangunan pisik rumah ibadah, pendidikan dan sarana sosial.

37
Dari Artikel berjudul Wakaf Tunai Mendorong Kemandirian Bangsa, Dian Masyita Telaga,
www.Pikiran rakyat.com, 12 mei 2003
38
Ahmad farah Husain, Ahkam al wasiat wa al Auqaf fi syariati al Islamiyah, (Damsyik :
Dar al-Fikr, 1994),. h.6
Sedangkan pembangunan non pisik dari aspek spiritual menambah ketaqwaan kepada
Allah SWT.
Selain itu Banyak hikmah yang dapat diambil dari wakaf, baik bagi wakif
(orang yang berwakaf) maupun bagi mayarakat secara luas, diantaranya :
1). Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat.
2). Keuntungan moril bagi wakif dengan mendapatkan pahala yang akan mengalir
terus menerus didunia dan akhirat.
3). Memperbanyak asset-aset yang digunakan untuk kepentingan umum yang
sesuai dengan ajaran islam.
4). Merupakan sumber dana potensial bagi kepentingan peningkatan kualitas
umat, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, dakwah dan lain
sebagainya.
5). Sebagai peluang amal sholeh untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
6). Menumbuhkan jiwa yang peka terhadap kehidupan social ummat, (Sosial
Intelligent).
7). Sebagai Instrumen penting dalam membangkitkan sistem ekonomi islam.
39




C. Penghimpunan dan Pendayagunaan
1. Pola Penghimpunan Zakat, infaq, sedekah dan Wakaf uang

39
.Taufik Ridho, Panduan Wakaf Praktis, (Jakarta : Tabung Wakaf Indonesia,2006) h.53
Pengumpulan, pada bagian ini zakat, infaq, sedekah dan wakaf uang di pungut,
diambil atau bahkan dijemput dari muzakki atas pemberitahuan muzakki, dengan
perhitungan diserahkan kepada pribadi muzakki atau bahkan ditangani lembaga
pengelola zakat yang ditunjuk.
Tugas yang biasa dilakukan oleh petugas bagian penghimpunan sebagai berikut
40

:
a. Melakukan pendataan terhadap muzakki dan sumber zakat, infaq, sedekah lainnya.
b. Melakukan usaha penggalian sumber zakat, infaq, dan sedekah baru.
c. Melakukan pengumpulan zakat, infaq, dan sedekah dan menyetor hasilnya ke bank
yang ditunjuk serta menyampaikan tanda bukti penerimaan setoran kepada LAZ.
d. Mencatat dan membuktikan hasil penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah.
e. Mengkoordinasikan kegiatan penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah.
f. Menyiapkan bahan laporan penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah.
Strategi penghimpunan zakat
a. Pembentukan Unit Pengumpul Zakat
Untuk memudahkan pengumpulan zakat, baik kemudahan bagi lembaga
pengelola zakat dalam menjangkau para muzakki untuk membayar zakatnya, maka
setiap Badan Amil Zakat dapat membuka Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai
tempat sesuai tingkatannya.

b. Pembukaan Kounter Penerimaan Zakat

40
Lili Bariadi, Muhammad Zen,M.Hudri, Zakat dan wirausaha (Jakarta : Centre for
Entrepreneurship Development, 2005), h.100
Selain membuka unit pengumpul zakat di berbagai tempat, lembaga pengelola
zakat dapat membuka kounter atau loket tempat pembayaran zakat di kantor atau
secretariat lembaga yang bersangkutan. Kounter atau loket tersebut harus dibuat yang
representative seperti layaknya loket lembaga keuangan professional yang dilengkapi
dengan ruang tunggu bagi muzakki yang akan membayar zakat.
c. Pembukaan rekening Bank,
Suatu kemudahan lain bagi para muzakki untuk membayar zakat dan juga
kemudahan bagi lembaga- lembaga pengelola zakat dalam menghimpun dana zakat
dari para muzakki adalah dibukanya rekening pembayaran zakat, infaq dan sedekah
di bank dan dipublikasikan secara luas kepada masyarakat.
41


2. Pola Pendayagunaan zakat,infaq, sedekah dan wakaf uang
Pendayagunaan, merupakan fungsi bagaimana dana yang telah terkumpul dapat
menghasilkan multimanfaat bagi si mustahik. Dalam hal ini berarti dana ZIS dan
Wakaf Uang berorientasi pada usaha-usaha yang bersifat produktif, bukan hanya
untuk dikonsumsi saja. Sedangkan prosedur pendayagunaan hasil pengumpulan zakat
untuk usaha produktif, sebagaimana diatur pasal 29 Keputusan Mentri Agama
Republik Indonesia Nomor 581 tahun 1999 ditetapkan sebagai berikut ;
a. Melakukan studi kelayakan
b. Menetapkan jenis usaha produktif
c. Melakukan bimbingan dan penyuluhan

41
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam & Peny. Haji DEPAG RI, Manajemen Pengelolaan
Zakat, (Jakarta : Ciputat Press, 2005) h. 31-33
d. Melakukan pemantauan, pengendalian dan pengawasan
e. Mengadakan evaluasi
f. Membuat pelaporan
Pembagian atau pendayagunaan zakat, menurut Pedoman Pelaksanaan Zakat di
DKI Jaya itu ditentukan sebagai berikut ;
a. Bersifat edukatif, produktif dan ekonomis agar para penerima zakat pada
suatu masa tidak memerlukan zakat lagi, bahkan diharapkan menjadi orang
yang membayar zakat.
b. Untuk fakir miskin, muallaf, dan ibnu sabil, pembagian zakat itu
dititikberatkan pada pribadinya bukan pada lembaga hukum yang
mengurusnya. Kebijaksanaan ini dilakukan agar unsur pendidikan yang
dikandung dalam pembagian zakat itu lebih kentara dan terasa.
c. Bagi kelompok amil, gharim, dan sabilillah. Pembagian dititikberatkan pada
badan hukumnya atau kepada lembaga yang mengurus atau melakukan
aktivitas-aktivitas keislaman.
d. Dana-dana yang tersedia dari pengumpulan zakat itu yang belum dibagi atau
diserahkan kepada para mustahiq dimanfaatkan untuk pembangunan dengan
jalan menyimpannya di bank pemerintah berupa giro, deposito atau sertifikat
atas nama Badan Amil Zakat yang bersangkutan.
42



42
Mohammad Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam Zakat & Wakaf (Jakarta : UI-Press, 1988)
h.68-70
Bertitik-tolak dari nash al-Quran suarah at-Taubah (9) ayat 60 serta
memperhatikan bobot permasalahan yang dihadapi oleh penerima zakat, Bazis DKI
Jaya membuat ketentuan umum yang merupakan kebijaksanaan pendayagunaan zakat
ke dalam 4 sektor, yaitu ; (1) Sektor fakir miskin 35% (dua puluh lima persen untuk
dana produktif dan sepuluh persen untuk dana konsumtif); (2) Sektor amil: 10%
(yang pelaksanaannya dialihkan ke sector fakir miskin dan sector sabilillah karena
amil sebagai pegawai negeri mendapat gaji dan subsidi dari APBD); (3) Sektor
Muallaf,gharim dan Ibnussabil; 10% (4) Sektor sabilillah: 45% (dua puluh lima
persen untuk bantuan fisik, lima belas persen pembinaan lembaga dakwah, dan lima
persen untuk bantuan sosial.
43

Pemanfaatan dan pendayagunaan alokasi dana zakat dapat digolongkan sebagai
berikut
44
:
a. Konsumtif tradisional , zakat dimanfaatkan dan digunakan langsung oleh mustahik,
untuk pemenuhan kebutuhan hidup.
b. Konsumtif kreatif, zakat yang diwujudkan dalam bentuk lain dari jenis barang
semula, misalnya beasiswa.
c. Produktif tradisional, yaitu zakat yang diberikan dalam bentuk barang-barang
produksi, seperti sapi, mesin jahit.
d. Produksi Kreatif, yaitu pendayagunaan zakat diwujudkan dalam bentuk modal,
baik untuk membangun suatu proyek social maupun menambah modal pedagang
untuk berwirausaha.
45


43
Ibid., h. 69
44
Depag RI, Pedoman zakat 9 seri (Jakarta : Bagian proyek peningkatan zakat & wakaf,
2002), h.243-244
Dari hasil penelitian atau laporan-laporan tentang pendayagunaan zakat yang ada
selama ini, maka dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Dipergunakan untuk meringankan penderitaan masyarakat
Pada umumnya zakat itu diberikan kepada fakir miskin atau asnaf lainnya dengan
tujuan untuk meringankan beban hidup sekelompok masyarakat (mustahik). Zakat
yang diberikan itu berupa materi, adakalanya berupa bahan makanan pokok dan ada
pula yang berupa uang.
b. Dipergunakan untuk pembangunan dan usaha-usaha yang produktif
Hal ini sangat dirasakan manfaatnya bagi daerah-daerah pedesaan, daerah pertanian
yang sangat bergantung pada musim kemarau biasanya terancam oleh paceklik.
Contoh-contoh yang dikemukakan di atas, memberikan gambaran bahwa
pandangan keagamaan (khususnya tentang zakat) di beberapa daerah menunjukkan
adanya tahap kemajuan. Langkah-langkah yang ditempuh, dapat dikembangkan di
tempat lain sesuai kondisi masyarakat setempat. Dan apabila pandangan itu telah
menyebar ke daerah-daerah lain, maka usaha untuk mendayagunakan zakat agar
berfungsi sebagai amal ibadah dan konsep sosial tersebut dapat dikembangkan lebih
luas.


D. Teknologi Informasi
1. Definisi Teknologi Informasi
Teknologi Informasi (information technology) biasa disebut TI, IT atau infotech.

45
Ibid., h. 61-63
Ada berbagai definisi Teknologi Informasi diantaranya ;
Menurut Pendapat Haag dan Keen, Teknologi Informasi adalah
Seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan
tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

Martin mendefinisikan Teknologi Informasi adalah ;
Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi Komputer (perangkat keras
dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi,
melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.

Sedangkan Williams dan Sawyer Mendefinisikan Teknologi Informasi ;
Teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi
berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.

Dari definisi teknologi informasi diatas terlihat bahwa teknologi informasi baik
secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga
mencakup teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain, yang disebut teknologi
informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi
telekomunikasi.
46

Setelah kita mengetahui pengertian dari teknologi informasi yang merupakan
penggunaan teknologi dalam berbagai informasi terutama menyangkut kepada
komponen komputer dan telekomunikasi, maka dalam hal pembahasan penelitian ini
kita membatasi teknologi informasi pada komponen komputer. Oleh karena itu,
terlebih dahulu kita mengenal dunia komputer khususnya pada internet.

46
Abdul Kadir & Terra CH. Triwahyuni, Pengenalan Teknologi Informasi, (Yogyakarta :
Penerbit ANDI, 2003) h.2
Internet berasal dari kata Interconnection Networking. Inter yang disingkat dari
kata International berarti seluruh dunia. Connection berarti hubungan komunikasi
dan Networking ialah jaringan komputer pribadi. Jadi dapat dikatakan bahwa internet
adalah sistem jaringan komunikasi yang terhubung di seluruh dunia.
47

Internet adalah jaringan komunikasi global yang terbuka dan menghubungkan
ribuan jaringan komputer, melalui sambungan telepon umum maupun pribadi
(pemerintah maupun swasta).
48

Internet adalah media komunikasi yang menggunakan sambungan seperti halnya
telepon, yang tentunya disambungkan dengan komputer serta modem. Namun,
berbeda dengan telepon yang komunikasinya harus dilakukan dengan oral dan
dilaksanakan secara bersamaan atau simultan. Maka pada internet komunikasi yang
dilakukan umumnya tertulis tanpa perlu dilakukan secara bersamaan antara pengirim
dan penerima pesan.
49

Internet bagaikan sebuah kota elektronik yang sangat besar dimana setiap
penduduk memiliki alamat (Internet address) yang dapat untuk berkirim surat atau
informasi. Jika penduduk itu ingin berkeliling kota, cukup dengan menggunakan
komputer sebagai kendaraan.
Internet adalah jaringan puluhan juta (mungkin ratusan juta) komputer yang
saling terhubung dan saling berkomunikasi. Internet seakan menjadi satu dunia

47
Michael.R.wijela, Kursus kilat 24 jurus internet Explorer 3.02. (Jakarta : PT.Dinastindo,
1997) cet ke 1 h.2
48
Mac Bride, (terj) oleh Sugeng panut dan kawan-kawan, Internet , (Jakarta : Kesaint Balne,
2001) cet ke-2 h.1
49
Gatot subroto, Internet sebagai sumber belajar anak dan keluarga
(http://www.Pustekkom.go.id/teknodik/7-11/htm)
terpisah dari dunia nyata, satu dunia yang tidak bisa dilihat dan dirasakan secara fisik,
tetapi dimengerti ada.
50

Dari kesimpulan pengertian internet diatas, hakikatnya internet ialah kumpulan
atau jaringan dari jaringan komputer yang ada di seluruh dunia. Dalam hal ini
komputer yang dahulunya stand alone dapat berhubungan langsung dengan host-host
atau komputer-komputer yang lainnya yang telah memiliki modem dan terhubung
dengan line telepon.
Internet berawal dari ide bagaimana memindahkan data melalui perangkat
komputer. Ide tersebut tercetus sekitar tahun 1940-1950-an. Salah satu ide yang
cukup terkenal saat itu adalah dari Vannervarbush, seorang doktor dari Massachusetts
Institute of tehnology, yang mencetuskan alat bernama Memex, yaitu alat canggih
yang bisa ditempatkan dimana saja dan bisa dioperasionalkan dari jarak jauh.
Internet sifatnya berupa ruang yang mirip dengan dunia kita sehari-hari. Maka
internet bisa disebut dengan ruang maya (Cyberspace). Pada mulanya internet dikenal
dikalangan akademis untuk keperluan riset, akhirnya jaringan yang memuat informasi
yang luar biasa banyaknya merambah ke segala kehidupan masyarakat.
Untuk menghubungkan komputer satu dengan yang komputer lainnya maka yang
harus dilakukan yaitu berlangsungnya ke salah satu ISP (Internet service provider),
istilah lainnya ialah penyelenggara jasa internet. Setelah berlangganan pada salah satu
provider, maka dapat dengan mudah berkomunikasi dengan pemakai internet lainnya,

50
Harry Surjadi, Konsep situs Web, Belajarlah dari kebutuhan manusia (memanfaatkan
kebutuhan manusia untuk kembangkan konsep) (http ; www.rad.co.id).
juga dapat melakukan pertukaran teks. Teks berbagai pesan dengan berjuta manusia
dalam bisnis, akademis, pemerintah dan organisasi lain.
Internet merupakan satu teknologi yang berkembang sangat pesat dan cepat, yang
mana dalam kurun waktu yang singkat internet telah merambah ke seluruh pelosok
dunia dengan informasi-informasi yang sangat cepat tersaji.
Kehadiran internet ditengah-tengah kehidupan kita membawa dampak yang
sangat signifikan bagi perkembangan manusia, dimana dengan adanya internet
beberapa pekerjaan dapat dilakukan dengan waktu yang sangat singkat.
World Wide Web (WWW) atau Web merupakan sumber daya internet yang sangat
populer dan dapat digunakan untuk memperoleh informasi atau bahkan melakukan
transaksi pembelian barang. Web menggunakan protokol yang disebut HTTP
(Hypertext Transfer Protocol) yang berjalan pada TCP/IP. Adapun dokumen web
ditulis dalam format HTML (HyperText Markup Language). Dokumen ini diletakkan
dalam web server (server yang melayani permintaan halaman web) dan diakses oleh
klien (pengakses informasi) melalui perangkat lunak yang disebut web browser atau
sering disebut browser saja.
Istilah Web site (situs web) menyatakan lokasi dari nama domain web. Contoh,
toko buku online amazone memiliki situs web; www.amazone.com, sedangkan situs
web republika online adalah www.republika.co.id. Informasi yang terdapat pada web
disebut halaman web (web page). Untuk mengakses sebuah halaman web dari
browser, pemakai perlu menyebutkan URL (Uniform Resource Locator). URL
tersusun ada tiga bagian ;
a. Format Transfer
b. nama host,
c. path berkas dokumen
sebagai contoh, URL dapat berupa ; http;//www.pesona.com/thias/index.html
Setiap situs memiliki sebuah home page, yaitu sebuah halaman utama bagi sebuah
situs. Halaman inilah yang mengaitkan dengan halaman halaman web yang lain.

2. Fungsi Teknologi Informasi
Fungsi Teknologi Informasi dalam hal ini internet antara lain :
a. Pertukaran pesan antar manusia dengan elektronoc mail (E-mail). Seseorang
dapat berkomunikasi dengan berjuta-juta orang diseluruh dunia, tanpa surat,
amplop, perangko atau memijat pesawat telapon. Dengan Electronic mailing list
kita dapat mengirim pesan keratusan orang pada saat yang sama.
b. Kita dapat mencari software, essay, data dan program dari ribuan titik distribusi
ke seluruh dunia.
51

c. Internet yang multifungsi ini, bisa juga digunakan sebagai sarana untuk
mempromosikan sesuatu hal, baik untuk pemasaran, iklan, image, company,
pengenalan dan pemesanan produk.

3. Kaitannya Penghimpunan dan Pendayagunaan ZIS dan wakaf uang
dengan teknologi Informasi.

51
Khoe yao tung,MM dan Markus isan limas, cara menjadi kaya dan pintar melalui internet
(Jakarta; Dinastindo, 2002) cet.ke-7 h.15-16
Zakat yang merupakan salah satu rukun islam memiliki makna strategis dalam
kehidupan sosial umat. Menunaikan zakat selain sebagai implementasi kewajiban
seorang muslim, juga merupakan wujud solidaritas sosial terhadap sesama. Dalam
kehidupan keseharian, kita dihadapkan pada realitas sosial ekonomi umat yang masih
memerlukan perhatian dan solusi, sebagai akibat dari krisis multidimensi yang
dialami bangsa kita dalam tahun-tahun belakangan ini.
Konsepsi pemberdayaan ekonomi umat melalui pengamalan ibadah zakat yang
diajarkan dalam islam merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh dalam
mengatasi masalah sosial yang dimaksud. Potensi zakat yang cukup signifikan
tersebut perlu digali secara optimal agar dapat digunakan untuk ikut menggerakkan
perekonomian umat disamping potensi-potensi yang lain sehingga taraf hidup umat
menjadi terangkat.
Namun yang menjadi masalah selama ini antara lain adalah masalah pengelolaan
zakat yang belum profesional sehingga pengumpulan dan penyaluran zakat menjadi
kurang terarah disamping masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap
permasalahan zakat terutama maslah aktual dan kontomporer.
Undang-undang Nomor 38 tahun 1999 muncul dalam semangat agar lembaga
pengelola zakat tampil dengan professional, amanah dan mandiri. Masih rendahnya
kepercayaan terutama para muzakki terhadap para amil zakat, juga menjadi salah satu
masalah perlu mendapat perhatian. Selain itu kesadaran umat untuk berzakat,
berinfaq dan bersedekah juga masih harus ditumbuhkan.
Karena itu kegiatan-kegiatan yang menagarah pada sosialisasi sadar zakat dan
yang menjadikan badan atau Lemabaga Amil Zakat lebih professional, amanah dan
mandiri perlu terus digalakkan. Disamping itu harus ditumbuhkan desa-desa binaan
zakat dan kegiatan-kegiatan lainnya sebagai salah satu contoh konkrit dari
pengelolaan zakat.
Kegiatan pelayanan dan sosialaisasi yang dilaksanakan selama ini dengan
menggunakan pola-pola tradisional dan konvensional, perlu diinovasikan dengan
menggunakan sistem manajemen modern, dan memanfaatkan teknologi
komputerisasi atau teknologi informasi sehingga setiap data maupun informasi dapat
diolah secara akurat dan dengan cepat dapat diakses oleh masyarakat.
52




























52
Proyek peningkatan pemberdayaan zakat. Dirjen BIMAS Islam dan penyelenggaraan haji,
Manajemen Pengelolaan zakat, 2004 h.2-3
BAB III
GAMBARAN UMUM TENTANG LAZ PORTALINFAQ

A. Sejarah Ringkas Berdirinya PortalInfaq
PortalInfaq sebagai lembaga non profit dan non government organization
didirikan atas kepedulian para pendirinya, yang sebagian besar merupakan
professional muslim yang aktif menyalurkan, infaq maupun sedekahnya ke lembag-
lembaga penghimpun dana tersebut, namun kala itu mereka masih melihat ada
beberapa hal yang mesti diperbaiki terutama masalah transparansi yang utuh dari
sejumlah lembaga amil zakat atas dana zakat yang terkumpul dan digayagunakan,
jika ingin melihat berapa jumlah dana yang terkumpul dan besarnya dana yang telah
digunakan tidak dapat dilakukan setiap saat. Dari ketidakutuhan system yang ada
ternyata menjadi inspirasi dan motivasi bagi para pendiri untuk mendirikan lembaga
yang sejenis namun lebih menekankan pada profesionalitas dan networking yang luas
yang outputnya tidak hanya berupa laporan keuangan yang dapat
dipertanggungjawabkan namun juga kejelasan alur distribusi dana ZIS dan Wakaf
Uang muzakki kapada mustahik.
53

Atas dasar itulah maka lahirlah sebuah lembaga yang bernama PortalInfaq
dengan badan hukum berupa yayasan yang resmi berdiri pada tanggal 4 Mei 2001,
yang telah dicatatkan dihadapan Nyonya Diah Guntari ListianingsihSoemarwoto,
Sarjana Hukum Notaris di Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi dan resmi beroperasi

53
Epri Abdurrahman Rafi, General Manager PortalInfaq, wawancara pribadi, Jakarta, 5
September 2006
pada tanggal 17 mei 2005.
54
Dapat disimpulkan PortalInfaq didirikan sebagai salah
satu bentuk kepedulian professional muslim Indonesia untuk turut serta
menanggulangi masalah social ekonomi umat dengan memanfaatkan jaringan internet
sebagai sarana pengelolaan dana ZIS dan Wakaf Uang.
55

Sebagai sebuah lembaga Amil Zakat PortalInfaq menjunjung tinggi nilai-nilai
dasar yang mutlak diperlukan, antara lain ;
1. Amanah
2. Transparan
3. Profesional
4. Inovatif
5. Efisien.
Sedangkan dalam operasionalnya PortalInfaq memegang prinsip-prinsip sebagai
berikut ;
56

1. Taat syariah sepenuhnya dalam setiap kegiatan.
2. Non profit. Semua dana yang terhimpun digunakan untuk pemberdayaan umat
dan pengembangan jaringan.
3. Manajemen professional lewat prosedur yang baku, tekhnologi pendukung
yang memadai, dan personil yang tampil.
4. Efisiensi dalam penggunaan biaya dan sumber daya lain.

B. Visi, Misi dan Tujuan

54
Profil PortalInfaq,h.4
55
Brosur LAZ PortalInfaq edisi 8
56
Profil PortalInfaq, Op.Cit, h.6
Visi yang ingin diwujudkan oleh PortalInfaq adalah Membangun jaringan
dan memberdayakan umat. Sedangkan Misi utama PortalInfaq adalah untuk
Menggalang dan menyalurkan dana ZIS dan Wakaf Uang dengan mengoptimalkan
nilai ZIS dan Wakaf Uang untuk mustahik.
Adapun tujuan dari didirikannya lembaga amil ini adalah Memanfaatkan
perkembangan teknologi Internet untuk mengoptimalkan dana ZIS dan Wakaf
Uang.
57


C. Struktur Organisasi
PortalInfaq berbentuk yayasan yang terstruktur organisasinya mengambil pola
dasar sesuai dengan organisasi lembaga amil dengan menggunakan kaidah-kaidah
good corporate governance. Adapun struktur organisasinya dapat digambarkan
sebagai berikut.










57
Ibid, h.7




















Dibawah ini adalah uraian singkat dari fungsi dan tanggung jawab masing-masing
bagian dalam struktur organisasi tersebut.
58

1. Dewan syariah
Memberi petunjuk dan masukan kepada Dewan Pendiri dan pelaksana mengenai
masalah-masalah syariah.
2. Dewan Penasehat Manajemen dan Keuangan
Memberi petunjuk dan masukan kepada Dewan Pendiri dan Direktur Utama
mengenai masalahmanajemen dan keuangan.
3. Dewan Pendiri
Mempunyai tanggung jawab akhir dalam yayasan. Mengontrol Direktur utama
dan staff agar operasi selalu sejalan dengan kebijakan dan prosedur. Mencari
masukan dari Dewan Syariah dan penasehat manajemen dan keuangan secara
berkala serta memberikan arahan organisasi kepada direktur utama.
4. Ketua Pengurus
a. Mengelola kegiatan yayasan secara keseluruhan pada tingkat strategis.
b. Memberi masukan strategis untuk keputusan-keputusan dewan pendiri.
c. Mengawasi kegiatan operasional yang dikepalai oleh general manager.
5. Bendahara
a. Mengelola keuangan Yayasan secara keseluruhan
b. Mengawasi pembukuan Yayasan yang dikelola sehari-hari oleh finance
Manager.
6. Sekretaris

58
Ibid, h. 16-18
a. Mengelola adminstrasi Yayasan secara keseluruhan
b. Mengawasi pelaksanaan adminstrasi dalam operasi yayasan
7. General Manager
a. Bertanggung jawab terhadap operasi Yayasan sehari-hari.
b. Review dan approval untuk klasifikasi program kerjasama dengan pihak
ketiga.
c. Memonitor pemasukan dan distribusi
d. Memberikan laporan kepada Dewan Pengurus dan Dewan Pendiri.
8. Finance manager
A. Menjalankan Proses akutansi
B. Menjalankan adminstrasi, korespondensi, dukungan, perkantoran dan lain-
lain.
9. Operation Manager
a. Manajemen hubungan Amil dan Mustahik
b. Manajemen hubungan Muzakki
c. Manajemen Program
d. Manajemen pengembangan operasional.
10. Web Adminstrator
a. Operasi situs Web.
b. Pengembangan situs Web.
c. Manajemen dan security situs Web.


11. Fundrising Department
Mensosialisasikan kesadaran berzakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf pada
masyarakat dan memaksimalkan penghimpunan dana-dana sosial masyarakat
melalui PortalInfaq.
12. Perwakilan
Merupakan representatif kegiatan PortalInfaq, baik dalam pemberdayaan maupun
penghimpunan di luar negeri dan juga daerah-daerah lain di Indonesia.

D. Program LAZ PortalInfaq
Program yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ) PortalInfaq berbagai
macam jenis, diantaranya ;
1. Santunan ;
b. Santunan kesehatan
c. Santunan Anak yatim Dhuafa
d. Santunan Untuk Penderita Tumor
e. Santunan Untuk keluaraga korban Bencana seperti bencana Yogyakarta.
Dari program santunan yang ada bisa dikatakan program sudah dimulai walaupun
sebenarnya dana yang dikumpulkan belum memenuhi target. Muzakki masih dapat
mengalokasikan dananya ke program ini.



2. Pendidikan ;
a. Beasiswa Kaum Dompet dhuafa
b. Pemberian beasiswa untuk yatim di Bengkulu
c. Pusat kegiatan belajar masyarakat plus rumah masa depan khusus anak putus
sekolah
d. Beasiswa Mahad Darul Marhamah Lil Aytam
e. Membentuk masyarakat robbani dengan proses pembinaan yang Islami
f. Pengentasan dan pemberdayaan Anak jalanan
g. Pendirian TPA/TKA AL-ANWAR & Pendidikan Agama untuk korban
banjir
h. Peduli pendidikan anak kurang mampu di petukangan utara Jakarta selatan
i. Upaya peningkatan akses pendidikan bagi anak di LPA BantarGebang Bekasi
j. Pemberdayaan anak putus sekolah & Anak yatim piatu melalui pendidikan
ketrampilan, pendidikan tambahan di perkampungan Aur Medan.
Dari program yang tertera diatas hampir semua program sudah dimulai dan sudah
mempunyai cukup dana. Namun dari 50 program pendidikan masih banyak juga
program yang belum cukup dana atau dana yang terkumpul belum memenuhi target.

3. Pembangunan/ Perbaikan fisik ;
k. Renovasi SDN I dan SDN 5 Cidokom Rumpin Bogor
l. Pembuatan sumur air minum desa Mauloo NTT
m. Perpustakaan bagi anak-anak pemulung di LPA
n. Pembangunan sumur bor pasca gempa dan tsunami Aceh
Dari program pembangunan yang ada, program sudah di mulai walaupun dana
yang terkumpul belum memenuhi target.

4. Pembinaan Umat ;
a. Pembinaan muallaf masjid Salam Gamais ITB
b. Pengiriman dai-dai ke daerah terpencil di sekitar Tabanan Bali dalam rangka
peningkatan aqidah
Dari program pembinaan umat yang ada, ada yang sudah selesai dan ada
juga program yang masih berjalan dan masih membutuhkan dana.

5. Pemberdayaan Umat ;
a. Program pelatihan lifeskill bagi para pemuda putus sekolah
b. Pemberdayaan ekonomi untuk petani tambak udang

6. Penaggulangan bencana ;
a. Peduli korban bencana gempa dan tsunami Aceh dan Sumatera utara
b. Program penanggulangan bencana kebakaran
c. Peduli tsunami dan gempa di yogyakarta dan pengandaran
d. Peduli banjir dan longsor di Manado
Dari program yang sudah dilaksanakan lebih banyak program yang masih amat
banyak membutuhkan dana yang diperlukan karena dana yang targetkan belum
tercapai.artinya bagi si Muzakki masih dapat mengalokasikan dananya ke program
ini.
Program Ramadhan 1427 H LAZ PortalInfaq ;
1. Rihlah Ruhiyah Jelajah Empati Jogja
PortalInfaq bersama muzakki/donatur akan melakukan kunjungan yang bernuansa
ruhiyah dan berempati ke lokasi bencana di Jogja. Kita akan mengunjungi dusun-
dusun binaan PortalInfaq dan Pondok Yatim PortalInfaq. Dengan satu harapan,
muzakki/ donatur mengetahui secara nyata kondisi jogja terkini.

2. ANSOR (Anjangsana Sosial Ramadhan)
Sebuah program kunjungan Muzakki/donatur ke lokasi warga di penampungan
sampah dengan satu harapan, Muzakki/donatur mengetahui secara nyata kondisi
masyarakat perkotaan disekitar kita. Bantar Gebang, tahun ini juga sekaligus
peresmian SD Alternatif Gratis yang dibuat PortalInfaq dengan program Waqaf
Gawabu (Gerakan waqaf dua ribu rupiah). Lokasinya berbeda dengan yang
dilakukan tahun sebelumnya jadi bagi para donatur yang berminat terbuka
kesempatan untuk hal ini.

3. Counter Zakat
Sebuah Program EDUKASI, KONSULTASI, dan Menjemput ZIS dan Wakaf Uang
di perkantoran di sekitar Jabotabek.




4. Sketsa Ramadhan
Sebuah program pelayanan kepada Muzakki/donatur yang bekerja sama dalam
program ramadhannya, dan LAZ PortalInfaq berperan sebagai fasilitator serta
menghubungkan antara Muzakki dengan Mitra Amil ataupun Mustahiq.

5. Kunjungan Kesehatan
Sebuah program kunjungan kepada mustahiq yang dilakukan oleh PortalInfaq
bersama muzakki/donatur. Mustahiq ini merupakan mustahiq yang memerlukan biaya
pengobatan atau mustahiq yang perlu perawatan kesehatan. Keluarga Janda Ibu
Fatimah (pemulung yang terkena kanker Payudara) di perkampungan Pemulung
Tangerang. Keluarga almarhum bapak Sadeli (Penderita Kanker Kelenjar Getah
Bening, Guru Honorer dengan gaji Rp. 250.000/bulan) di daerah Perung Serap
Tangerang.










BAB IV
EFEKTIVITAS MANAJEMEN PENGHIMPUNAN DAN PENDAYAGUNAAN
ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH (ZIS) DAN WAKAF UANG MELALUI
TEKNOLOGI INFORMASI PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT (LAZ)
PORTALINFAQ

A. Manajemen Penghimpunan Zakat,Infaq, Sedekah (ZIS) dan Wakaf Uang
pada LAZ PortalInfaq
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan fungsi utama dari semua fungsi dalam manajemen.
Dengan perencanaan yang dibuat atau di rancang sebelumnya dapat menentukan
maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Perencanaan dimaksudkan untuk mendapatkan
sesuatu di waktu yang akan datang, usaha dan cara yang paling efektif untuk
pencapaiannya. Setiap usaha apapun tujuannya hanya dapat berjalan secara efektif
dan efisien manakala sudah dipersiapkan secara baik sebelumnya. Dengan
perencanaan yang baik dan tepat kegiatan penghimpunan dana zakat yang dilakukan
oleh portalinfaq dapat diatur sebaik mungkin, agar mengarah kepada pencapaian
sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Misalnya yang dilakukan dalam kerjasama
program portalinfaq dengan lembaga-lembaga mitra amil zakat. Langkah-langkah
yang dilakukan dalam perencanaan oleh portalinfaq dalam upaya menghimpun dana
zakat sebagai berikut :


a. Perhitungan dan asumsi masa yang akan datang
Perkembangan teknologi informasi yang sangat berkembang begitu pesat dan
semakin tinggi mutunya menjadikan pengiriman dan penyebaran informasi juga
semakin memiliki mutu yang tinggi, jaraknya semakin jauh lebih teliti, lebih tepat,
lebih banyak khalayak yang dijangkau dan lebih cepat tiba penerimaannya.
Internet yang berkembang pada saat ini semakin diminati banyak orang untuk
keperluan pribadi sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Bagi umat Islam, media
internet bisa digunakan sebagai media informasi untuk berdakwah memberikan
informasi tentang ilmu agama pada semua orang khalayak orang banyak. Karena
tidak dibatasi dengan ruang dan batas waktu serta jarak yang jauh. Selain itu internet
juga bisa digunakan bagi kemudahan bagi muzakki yang ingin menyalurkan dana
zakat,infaq, sedekah dan wakaf uang yang nantinya akan disalurkan kepada para
mustahik.
Semakin banyaknya pengguna internet secara terus menerus sehinga
memberikan kemungkinan lebih besar yang akan membayar zakat,infaq, sedekah dan
wakaf uangnya juga akan semakin banyak, karena dengan kemudahan menggunakan
media internet orang akan lebih memilih media tersebut yang dianggap lebih efektif
dan efisien dibandingkan menggunakan media yang lain. Hingga saat ini jumlah
member on line Portalinfaq telah mencapai angka 1166 orang , sehingga Portalinfaq
sangat yakin bahwa perhitungan kedepan, muzakki yang akan membayar zakat
melalui media internet akan semakin bertambah dan semakin banyak.
Kaitanya dengan target dana zis yang direncanakan, pengurus menghitung
berawal dari anggaran yg diperlukan untuk operasional, gaji dan seterusnya,
ditambah pengurus juga membuat laporan pemasukan dan pengeluaran dana yang
sudah dihimpun sebagai perbandingan dan tolok ukur ketika ingin membuat
perhitungan kedepan. Dari tahun ketahun target Portalinfaq semakin terus meningkat,
maka diperlukan penambahan SDM untuk merealisasikan dana yang terhimpun,
biasanya Portalinfaq meng-estimasi terlebih dahulu berapa persen target yang akan
dihimpun, dari tahun ke tahun rata-rata minimal sekitar 80% - 100% peningkatannya.
Berikut tabel dana yang terhimpun setiap tahunnya
59
.
Tabel. 1

Dana yang terhimpun
Tahun pertama 2002
Rp. 1 00 300 Juta
Tahun kedua 2003
Sekitar Rp. 500 Juta
Tahun ketiga 2004
Sekitar Rp. 1 Milyar
Tahun keempat 2005 Sekitar Rp. 2 Milyar

Tahun kelima 2006 (target) Sekitar Rp. 3 Milyar

Sumber : Dari Manager Keuangan Portalinfaq
Target dana yang harus terhimpun sudah direncanakan oleh Pengurus (Amil) pada
Tahun ini adalah sekitar Rp. 3.000.000.000,-


b. Penentuan dan perumusan sasaran
Sebelum menjalankan program-program yang sudah dirumuskan berkaitan
dengan kegiatan penghimpunan dana zakat, portalinfaq selalu melakukan atau

59
Vajar alum, Manajer Keuangan Portalinfaq, wawancara pribadi, Jakarta, 7 desember 2006
menentukan target yang ingin dicapai dalam pelaksanaannya, sehingga dalam
melakukan pekerjaannya tidak menjadi kesia-siaan dan tidak salah sasaran apa yang
sudah dirumuskan diawal.
Tujuan dari penghimpunan zakat (fund raising) portalinfaq yaitu membantu
mengentaskan kemiskinan pada masyarakat. Maka portalinfaq selalu giat dalam
melakukan penghimpunan dana zakat tersebut agar bisa mengurangi angka
kemiskinan dan bisa memberdayakan orang miskin dan mengangkat harkat martabat
bagi mustahik. Di portalinfaq para muzakki yang menyalurkan dana zakatnya dapat
memilih sendiri sesuai dengan keinginan muzakki baik untuk kategori program
maupun kategori jenis program pendayagunaan yang ditawarkan oleh amil. Dalam
hal ini, portalinfaq memasarkan dan menawarkan produknya diprioritaskan kepada
muzakki yang memiliki komputer, jaringan internet yang karena kesibukannya
sehingga tidak dapat menyalurkan dana zakatnya kepada lembaga amil zakat,
sehingga dengan kehadiran portalinfaq lebih memudahkan muzakki dalam
menyalurkan dana zakatnya kepada mustahik.
Adapun Penentuan langkah-langkah yang ditempuh Portalinfaq dalam
menghimpun dana adalah sebagai berikut :
60

1). Meluaskan jaringan di dunia maya, atau melalui fasilitas internetnya dengan cara;
Mailing list, Newsgroup, pertukaran iklan dan memaksimalkan media promosi.
2). Membentuk jaringan

60
Epri Abdurrahman Rafi, General Manager PortalInfaq, wawancara pribadi, Jakarta 5
September 2006


Jaringan yang dimaksud disini adalah jaringan keseluruhan pihak yang terkait
dalam ibadah maaliyah ini yang terdiri dari.
61

a). Jaringan Muzakki
Jaringan Muzakki yang ingin dibentuk adalah jaringan muzakki yang global,
aktif dan peduli atas kesejahteraan umat. Saat ini jaringan muzakki ini tidak hanya
terfokus pada muzakki on line (pengguna internet) saja melainkan sudah mencakup
luas semua orang. Tetapi untuk segmen muzakki PortalInfaq memiliki kriteria sendiri
yaitu kategori A dan kategori B. Kategori A merupakan para eksekutif perusahaan
dengan pendapatan yang tinggi, seperti pemimpin maupun pemilik suatu perusahaan.
Sedangkan untuk kategori B yaitu para professional dengan pendapatan menengah ke
atas diberbagai perusahaan maupun lembaga serta pengguna aktif computer on line.
Untuk jaringan muzakki sendiri di dalam situsnya PortalInfaq menawarkan muzakki
apakah ia ingin menjadi member atau non member. Untuk muzakki yang menjadi
member biasanya mereka memiliki account member sendiri dan bebas menyalurkan
dana ZIS dan Wakaf Uangnya ke program yang telah di listing di situs PortalInfaq.
Untuk muzakki yang menjadi member ada yang bersifat on line (via Internet) dan ada
juga yang off line (seperti perkumpulan pengajian perkantoran). Sedangkan untuk
yang non member mereka cukup ikrar zakat melalui situs portalinfaq di
www.portalinfaq.org dan seterusnya penyaluran dilakukan oleh manajemen
portalinfaq dengan konfirmasi terlebih dahulu dengan muzakki non member. Hingga
saat ini jumlah member on line telah mencapai angka 1166 orang termasuk

61
Ibid.,
perusahaan-perusahaan dan untuk yang off line mencapai ribuan orang dari sejak
portalinfaq didirikan.
Dalam memberikan layanan untuk muzakki, sasaran kami adalah memberikan :
1). Transparansi
Muzakki mendapatkan laporan yang detail mengenal penggunaan dana pada
masing-masing program, sehingga meningkatkan transparansi sistem.
2). Pilihan
Muzakki dapat melihat secara langsung rincian program yang ada, sehingga
muzakki dapat menilai secara langsung program yang akan didukung muzakki
dapat memilih secara langsung program yang ingin didukungnya.
3). Feedback
Muzakki mendapatkan feedback tentang hasil dari program yang didukungnya.
4). Kemudahan
Muzakki dapat mengatur zakat dan infaqnya secara on line sehingga memudahkan
proses penyaluran zakat dan infaq.

b). Jaringan Amil
PortalInfaq yakin dalam kegiatannya membutuhkan sinergi dari berbagai
pihak, oleh karena itu kerjasama antar amil mutlak diperlukan, saat ini portalinfaq
menjalin networking tidak hanya dengan amil yang berada di Indonesia tetapi juga
dengan pihak luar yang memiliki visi yang sama.

c). Jaringan Mustahik
PortalInfaq memandang bahwa mustahik bukanlah sebagai obyek, melainkan
sebagai salah satu subyek penting dalam penyaluran dana maupun pelaksanaan
program. PortalInfaq pada saat ini memfokuskan diri pada mustahik yang terdapat di
Indonesia saja. Dari jaringan yang di bentuk tadi kini portalInfaq memiliki
perwakilan di Inggris, Nusa Tenggara Timur, Nangroe Aceh Darussalam, dan
Sulawesi Selatan.

c. Penetapan Program Kerja
Untuk mencapai target yang ditetapkan, Portalinfaq menyusun dan
menetapkan program kerja sebagai upaya menghimpun dana zis dan wakaf uang para
muzakki. Program yang ditetapkan lalu ditawarkan kepada muzakki melalui media
internet ada pelbagai macam kegiatan, sehingga muzakki bisa dengan mudah memilih
langsung program yang akan dipilih.
Berikut Program yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ) PortalInfaq,
diantaranya ;
1). Santunan
a). Santunan kesehatan
b). Santunan Anak yatim Dhuafa
c). Santunan Untuk Penderita Tumor
d). Santunan Untuk keluaraga korban Bencana seperti bencana Yogyakarta.
Dari program santunan yang ada bisa dikatakan program sudah dimulai walaupun
sebenarnya dana yang dikumpulkan belum memenuhi target. Muzakki masih dapat
mengalokasikan dananya ke program ini.
2). Pendidikan
a). Beasiswa Kaum Dompet dhuafa
b). Pemberian beasiswa untuk Yatim di Bengkulu
c). Pusat kegiatan belajar masyarakat plus rumah masa depan khusus anak putus
sekolah
d). Beasiswa Mahad Darul Marhamah Lil Aytam
e). Membentuk masyarakat robbani dengan proses pembinaan yang Islami
f). Pengentasan dan pemberdayaan Anak jalanan
g). Pendirian TPA/TKA AL-ANWAR & Pendidikan Agama untuk korban banjir
h). Peduli pendidikan anak kurang mampu di petukangan utara Jakarta selatan
i). Upaya peningkatan akses pendidikan bagi anak di LPA BantarGebang Bekasi
j). Pemberdayaan anak putus sekolah & Anak yatim piatu melalui pendidikan
ketrampilan, pendidikan tambahan di perkampungan Aur Medan.
Dari program yang tertera diatas hampir semua program sudah dimulai dan
sudah mempunyai cukup dana. Namun dari 50 program pendidikan masih banyak
juga program yang belum cukup dana atau dana yang terkumpul belum memenuhi
target.
3). Pembangunan/ Perbaikan fisik
a). Renovasi SDN I dan SDN 5 Cidokom Rumpin Bogor
b). Pembuatan Sumur Air minum desa Mauloo NTT
c). Perpustakaan Bagi anak-anak pemulung di LPA
d). Pembangunan sumur Bor Pasca Gempa dan Tsunami Aceh
Dari program pembangunan yang ada, program sudah di mulai walaupun dana
yang terkumpul belum memenuhi target.
4). Pembinaan Umat
a). Pembinaan muallaf masjid Salam Gamais ITB
b). Pengiriman dai-dai ke daerah terpencil di sekitar Tabanan Bali dalam rangka
peningkatan aqidah
Dari program pembinaan umat yang ada, ada yang sudah selesai dan ada juga
program yang masih berjalan dan masih membutuhkan dana.
5). Pemberdayaan Umat
a). Program pelatihan Lifeskill bagi para pemuda putus sekolah
b). Pemberdayaan ekonomi untuk petani tambak udang
6). Penaggulangan bencana
a). Peduli korban bencana gempa dan tsunami Aceh dan Sumatera utara
b). Program penanggulangan bencana kebakaran
c). Peduli tsunami dan gempa di yogyakarta dan pengandaran
d). Peduli banjir dan longsor di Manado
Dari program yang sudah dilaksanakan lebih banyak program yang masih amat
banyak membutuhkan dana yang diperlukan karena dana yang targetkan belum
tercapai.artinya bagi si Muzakki masih dapat mengalokasikan dananya ke program
ini.

d. Penetapan metode
Secara rinci metode penghimpunan ZIS dan Wakaf Uang ala PortalInfaq
dapat dibagi menjadi 3 cara ;
1).Sistem jemput bola, yaitu cara dimana petugas menjemput dana ZIS dan Wakaf
Uang yang akan dibayarkan secara langsung baik itu bersifat rutin untuk member
maupun tidak rutin non member, biasanya cara ini ditempuh di wilayah
perkantoran yang memiliki komunitas pengajian lintas kantor.
2).Via Internet, yaitu cara dimana muzakki cukup on line ke situs PortalInfaq di
www.PortalInfaq.org. di situs tersebut muzakki dapat berinteraksi dengan petugas
atau dapat dengan sendirinya membuka room-room yang terdapat pada situs
tersebut, seperti adanya kalkulator zakat yang digunakan untuk menghitung
berapakah dana zakat yang akan dikeluarkan muzakki, form ikrar ziswaf yang
berisi rincian nominal yang akan dibayarkan beserta pilihan program yang sedang
maupun akan dilaksanakan.
Berikut cara menghimpun dana zis dan wakaf uang via internet ;
Ketika Muzakki membuka www.portalinfaq.org maka dalam waktu yang cepat
sekitar 1-2 menit tampilan home pada website portalinfaq akan muncul ; beberapa
pilihan di layar seperti yang ada pada posisi atas yaitu gambar pilihan ;
a). Home (Tampilan awal/pembuka)
b). Bayar infaq
c). Program
d). Mitra amil
e). Artikel
f). Diskusi
Didalam tampilan home juga ada petunjuk pilihan pada menu lain seperti, info
umum /FAQ, tentang Portal Infaq, search isi situs, peta situs, link situs ke situs lain.
Kirim kami e-mail. Selain itu yang paling mendominasi dari ruang tampilan home
yaitu tentang berita program.
Ketika kita ingin menjadi muzakki maka yang dilakukan ketika kita membuka
tampilan home pada web maka klik atau pilih pilihan bayar infaq lalu akan tampil
pada layar:
Selamat datang di www.Portalinfaq.org. lalu terdapat 3 pilihan untuk
membayar zakat atau infaq.
(1). Pilihan pertama yaitu Membayar zakat tanpa menjadi anggota jika anda ingin
langsung membayar, klik disini
Ketika kotak bayar zakat di klik atau di tekan maka akan muncul tampilan di
layar :
Langkah-langkah pembayaran Infaq atau zakat.
(a). Ikrar zakat/infaq
(b). Pilih program amal
(c). Alokasikan zakat/infaq


Langkah Membayar Infaq/Zakat
Jumlah Zakat : Rp.
Jumlah Infaq : Rp.
TOTAL: Rp.
Bayar Zakat
0
0
0

Catatan : Yayasan Portalinfaq akan mengambil maksimum 10% dari jumlah
infaq atau zakat yang disumbangkan untuk pendanaan operasional lembaga.
Metode Pembayaran :
Transfer ke Bank Syariah Mandiri Cab.warung buncit No.Rek.0030035790 a/n
Yayasan Portalinfaq, Transfer ke Bank Mandiri Cab.Kuningan No.Rek.124-
0001079798 a/n Yayasan Portalinfaq, Transfer ke BCA Cab. Arteri Pondok Indah
No.Rek.291-300-5244 a/n Yayasan Portalinfaq dan metode yang lain adalah Ambil
ke tempat. Pengambilan ke tempat hanya bisa diambil minimal dana yang dizakatkan
atau diinfaqkan sebesar Rp. 500.000 ke atas daerah semanggi/kuningan jakarta.
Dengan metode Pembayaran :
Harap cantumkan kode pembayaran di atas pada saat menstransfer dana. Kami
tunggu transfer dana bapak/ibu/saudara selambat-lambatnya dalam 1 minggu. Jika
dalam satu minggu kami belum menerima transfer, kami akan membatalkan transaksi
ini. Kami akan mengirimkan e-mail kepada bapak/ibu/saudara sebagai konfirmasi
transaksi ini dan akan kami kirimkan faktur penerimaan ke alamat bapak setelah dana
kami terima. Terima kasih atas kepercayaan bapak/ibu/sdr untuk berinfaq melalui
Portalinfaq. Insya allah akan kami gunakan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT
memberi amalan bapak/ibu/sdr dengan berlipat ganda.Amin

(2). Pilihan kedua, yaitu Mendaftar menjadi anggota
Jika Anda menjadi anggota, anda akan mendapatkan fasilitas sebagai berikut:
(a). Anda dapat mengatur penggunaan infaq anda sesuai keinginan anda dengan
memilih program yang diinginkan secara langsung
(b). Anda dapat mengalokasikan zakat atau infaq anda sesuai dengan program
yang dipilih
(c). Semua informasi perkembangan program yang anda bantu akan dapat
dikirimkan kepada anda lewat e-mail
Walaupun masih belum mendekati hingga pencapaian target, pengurus masih
yakin akan tercapai dengan program yang belum berjalan yaitu program qurban yang
biasanya ia selalu mendapatkan penambahan banyak.
3). Via SMS, muzakki cukup mengetik zakat (spasi) portal kirim ke 92528.
Ketik : zakat (spasi) pilihan (spasi) mustahik/penerima yang dipilih 92528
Contoh :
- zakat portal muallaf, kirim ke 92528
- zakat portal fisabilillah, kirim ke 92528
- zakat portal fakir, kirim ke 92528
keterangan : Portal maksudnya (portalInfaq)
Pembayaran zakat sebesar Rp. 12.500-. Sementara baru berlaku untuk
pelanggan prabayar SIMPATI dan kartu AS dari TELKOMSEL dengan biaya jasa
layanan Rp. 2.500,-. Sementara untuk pelanggan MENTARI dan SMART IM3
dari Indosat, biaya jasa layanan Rp. 1.500,-.
4). Mambuka stand zakat, cara ini ditempuh ketika terdapat sesuatu event-event besar
yang biasanya dihadiri oleh orang banyak seperti di acara seminar ekonomi islam,
konferensi internasional dan lain sebagainya.

e. Penetapan Biaya
Dalam penetapan biaya, Portalinfaq menetapkan sebesar 12,5% untuk
pembiayaan operasional dalam melakukan penghimpunan dana zis melalui media
internet dan dengan cara yang lainnya. Dana yang disepakati 10% untuk operasional
termasuk pembiayaan penggunaan alat komputer, pemasangan internet, operasional
amil untuk mengambil dana tersebut melalui pemabayaran rekening dan pengeluaran
dana yang lainnya. Sedangkan 2,5% untuk biaya tak terduga atau pendanaan taktis
manakala ada sesuatu yang harus dikeluarkan untuk operasional tersebut.

2. Pengorganisasian (organizing)
Untuk SDM portalinfaq menghire orang-orang yang profesional dibidangnya
mengingat lembaga ini berbasis teknologi informasi, maka setiap divisi yang ada
haruslah orang-orang yang mengetahui dan memahami dunia teknologi infomasi,
sebab secanggih apapun sistem yang dibangun dan yang digunakan jika faktor
SDMnya tidak mendukung maka hasilnya nihil, oleh sebab itu orang-orang yang
bekerja di lembaga ini adalah mereka yang memiliki minimal dua keahlian sekaligus
seperti divisi keuangan, ia harus pandai betul menggunakam media teknologi
informasi guna berhubungan dengan perbankan misalnya, maupun interaksi tidak
langsung dengan calon muzakki, begitu pun divisi-divisi lainnya yang dibawahi oleh
seorang general manager. Untuk sistem dan prosedur organisasi portalinfaq tidak jauh
berbeda dengan lembaga-lembaga profesional lainnya seperti memiliki standar
operasional prosedurnya (SOP) yang berfungsi sebagai kontrol dari kegiatan sehari-
hari.
Pada tahun pertama portalinfaq hanya melayani kliennya melalui dunia maya
atau yang biasa disebut dengan on line, tetapi pada tahun berikutnya portalinfaq
melihat peluang dan harapan dimasyarakat yang sadar zakat untuk dapat berkiprah
tidak hanya via internet saja tetapi juga terjun langsung (jemput bola) ke tempat-
tempat potensial seperti ke berbagai forum pengajian antar perkantoran, acara-acara
amal maupun event-event penting lainnya yang dimungkinkan untuk membuka
sebuah stand atau counter zakat.
Untuk kualifikasi SDM jika kita mengacu di zaman rasulullah yang dipilih
dan diangkat sebagai amil zakat merupakan orang-orang pilihan, yaitu orang-orang
yang memiliki kualifikasi tertentu. Secara umum kualifikasi yang harus dimiliki oleh
amil zakat adalah dia harus seorang muslim, amanah dan paham fiqih zakat. Berikut
kualifikasi SDM yang akan dipilih sebagai amil zakat pada portalinfaq :
a. Pimpinan
Seorang pimpinan itu baik dia berada di posisi puncak maupun madya haruslah
orang-orang yang memiliki sifat :
1). Amanah dan jujur
2). Memiliki kemampuan sebagai pemimpin
3). Memiliki kemampuan manajerial
4). Paham fiqh zakat
5). Memiliki visi pemberdayaan
6). Inovatif dan kreatif
7). Mampu menjalin hubungan dengan berbagai lembaga
8). Mampu bekerja sama dalam tim
b. Bagian fundrising
Fundrising atau orang-orang yang bertugas sebagai pengumpul dana ZIS dan
Wakaf uang haruslah orang-orang yang memiliki sifat :
1). Amanah dan jujur
2). Berlatar belakang dan memiliki pengalaman dibidang marketing
3). Memiliki communication skill yang baik
4). Mampu bekerja sama dalam tim
c. Bagian pendayagunaan
1). Amanah dan jujur
2). Berlatar belakang community development atau memiliki kecendrungan dan
pengalaman di bidang community development.
3). Mampu bekerjasama dalam tim
Terakhir komposisi SDM pada LAZ portalinfaq yang sebagian besar relatif
muda dan berpendidikan sarjana memungkinkan adanya dinamika dan
progresivitas proses manajerial. Karena, lazimnya pegawai berusia muda
relatif lebih tanggap terhadap perubahan dan lebih dapat menerima adanya
sistem baru secara mudah sehingga proses organisasi akan lebih berorientasi
ke efektivitas dan efisien.

3. Penggerakkan (Actuating)
Penggerakkan merupakan fungsi manajemen yang sangat penting, berhasil
tidaknya rencana yang ditetapkan tergantung pada mampu tidaknya seorang
pemimpin melaksanakan fungsi penggerakkan kepada bawahannya.
62

Penggerakkan yang dilakukan di Portalinfaq dalam upaya menghimpun dana
zis dengan baik, sehingga tujuan yang ditetapkan dalam rencana dapat terlaksana
dengan sebaik mungkin, yaitu dengan memberikan motivasi, penjalinan hubungan
serta penyelenggaraan komunikasi.
a. Motivasi
Pemberian motivasi merupakan salah satu usaha yang harus dilakukan oleh
pimpinan dalam rangka penggerakkan. Motivasi yang efektif dimulai dari adanya
tauladan yang baik kepada bawahannya atau anggota yang lainnya. Dalam hal
motivasi untuk melakukan penghimpunan dana zis Portalinfaq memegang prinsip-
prinsip sebagai berikut ;
63

1). Taat syariah sepenuhnya dalam setiap kegiatan.
2). Non profit. Semua dana yang terhimpun digunakan untuk pemberdayaan
umat dan pengembangan jaringan.
3). Manajemen professional lewat prosedur yang baku, teknologi pendukung
yang memadai, dan personil yang tampil.
4). Efisiensi dalam penggunaan biaya dan sumber daya lain.

b. Penjalinan hubungan

62
Soebani Mochtar, Dasar-Dasar Manajemen, (Surabaya : Institut Dagang Mochtar.1994)
63
Profil PortalInfaq, Op.Cit, h.6
Berkaitan dengan penjalinan hubungan, portalinfaq membagi menjadi 2 kategori ;
1). Penjalinan hubungan antar sesama pengurus atau pengelola Portalinfaq
Biasanya dilakukan didasarkan atas saling membantu antara satu bidang dengan
bidang lainnya agar tidak terjadi adanya kekacauan dan tumpang tinggi penugasan
dalam melakukan pekerjaan.
2). Penjalinan hubungan dengan mitra Amil
Jumlah mitra Amil hingga saat ini sebanyak 74. Penjalinan hubungan ini
dilakukan kepada Mitra Amil dengan memberikan keuntungan layanan, antara lain:
(a). Akses ke komunitas muzakki yang lebih besar
(b). Kontinuitas ketersedian dana
(c). Adminstrasi yang tertib dan lebih mudah
(d). Akses ke knowledge capital jaringan.

c. Penyelenggaraan Komuniksai
Komunikasi antara pimpinan dengan bawahan ataupun juga antara para pengurus
itu sangat penting dilakukan, karena itu salah satu tolok ukur suksesnya pengelola
dalam melakukan pekerjaan dan juga menunjang keberhasilan suatu lembaga dalam
menjalankan roda organisasi.

4. Pengawasan (Controling)
Pengawasan sesungguhnya merupakan proses amar maruf nahi munkar.
Pengawasan bisa berangkat dari dalam diri sendiri sebagai pengawasan melekat juga
bisa dari luar ke dalam sebagai pengawasan yang di programkan. Tujuan pengawasan
adalah menjamin tercapainya tujuan organisasi. Caranya adalah dengan
mengembalikan atau meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi atau memberi
masukan secara integral mengapa perjalanan sebuah organisasi tersendat, apakah
karena target yang akan dicapai terlalu tinggi atau karena amilnya yang tak mampu
menjalankannya.
64

Secara fungsional, pengawasan telah melekat inheren ke dalam diri setiap
amil. Dengan pengawasan melekat, sejak dini penyimpangan telah dikikis oleh setiap
amil. Pengawasan melekat ini, secara tegas memposisikan amil menjadi pengawas
setiap program yang dipilihnya.
Secara moral, fungsi ini melegakan amil karena bisa bekerja dan beribadah
sekaligus. Secara tak langsung amil dipaksa dewasa, matang dan sangat bertanggung
jawab.
Secara formal, Portalinfaq membuat dewan syariah. Kedudukan dewan
syariah dilembagakan secara struktural oleh Portalinfaq. Pelaksanaan portalinfaq
diawasi dan dibimbing oleh orang-orang yang berwenang dalam melakukan
pengawasan tersebut.
Pengawasan yang telah dilakukan oleh portalinfaq baik dilakukan pengawas
secara fungsional maupun secara formal, dapat kita lihat sebagai berikut :
a. Dalam hal penetapan standar ,
Dimana arti standar mengacu pada ukuran yang sudah ditentukan dalam proses
perencanaan. Ukuran yang menjadi rujukan paling tidak dijelaskan mengacu pada

64
M. Manullang, Dasar-dasar Manajemen, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996), cet. Ke 15
h.23-24
kode etik syariah. Dalam setiap melakukan pekerjaannya dalam mengoperasionalkan
portalinfaq selalu memberikan kemudahan-kemudahan atau fasilitas yang terbaik
agar peran para muzakki bisa lebih maksimal dalam memabantu proses pelaksanaan
program yang sudah dicanangkan.
b. Dalam hal mengukur kinerja
Memberikan koreksian dengan komunikasi yang biasa dilakukan oleh para
pimpinan atau atasan. Pada tahap evaluasi pun selalu melihat perbandingan dari sisi
kekuatan, kekurangan agar bisa berbuat yang terbaik untuk kepentingan umat. Di hal
lain juga biasanya pimpinan melihat dari laporan yang dibuat, apakah dana yang telah
terhimpun sesuai dengan maksimalisasi promosi atau perluasan jaringan yang telah
dibuat oleh portalinfaq. Dari hal tersebut akan terlihat sejauh mana efektivitas dari
maksimalisasi promosi dan iklan yang dibuat oleh portalinfaq untuk menghimpun
dana zis dari media on line. Keseriusan kerja dari pengurus juga akan terlihat dari
hasil yang dicapai dengan menghitung jumlah dana yang terhimpun serta laporan
yang dibuat secara transparan.
c. Dalam hal memperbaiki penyimpangan
Menyesuaikan hasil pekerjaan nyata yang menyimpang, agar sesuai dengan
standar atau rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Tindakan perbaikan
dilakukan jika terjadi penyimpangan terhadap program yang dilakukan oleh manajer
portalinfaq dalam bentuk peneguran.

B. Manajemen Pendayagunaan ZIS dan Wakaf Uang pada LAZ PortalInfaq
Portalinfaq merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang pengelolaan dana-
dana zakat, infaq dan sedekah (zis), Portalinfaq memiliki berbagai program
pemberdayaan yang terus diusahakan secara kontinu dan lebih sempurna.
Portalinfaq menyalurkan dananya dilakukan melalui dua cara yaitu melalui secara
langsung dan secara tidak langsung. Penyaluran secara langsung maksudnya adalah
penyaluran yang langsung di lakukan oleh portalinfaq, baik pusat maupun
perwakilannya dilakukan untuk kebutuhan yang sifatnya mendadak, seperti bencana
alam, longsor, gempa, tsunami dan bencana kemanusiaan.
Untuk penyaluran yang tidak langsung adalah penyaluran yang dilakukan melalui
jaringan mitra amil. Berikut mitra-mitra amil yang sudah bekerjasama dengan
portalinfaq diantaranya ;
1. Yayasan Bina amal Islami.
2. Yayasan Hayatul amal.
3. Yayasan Al-Istianah. Cileungsi.
4. Yayasan anak Nusantara.
5. BMT Masjid sunda kelapa
6. Yayasan Dinamika Indonesia.
7. PKPU Bengkulu.
8. LAZ Dhompet Ummat Pontianak.
9. PAA Gamais ITB Bandung.
10. Sekolah rakyat.
11. LAZ Harapan umat, serang
12. Masjid jami alMakmuriyah Kepulauan seribu utara.
13. Yayasan Mahabbah.
Dan lembaga-lembaga sejenis lainnya yang tersebar di setiap daerah di Indonesia.
Adapun sebelum proses kerjasama antara portalinfaq dengan mitra amil
dilakukan, biasanya portalinfaq melakukan pengecekan mulai dari legalitas lembaga/
yayasan mitra amil tersebut dengan dilihatnya apakah lembaga tersebut berbadan
hukum atau tidak, manakala sudah jelas artinya tidak ada masalah dalam adminstrasi
maka proses selanjutnya portalinfaq melakukan pengecekan ke lokasi program.
Setelah itu proses yang terakhir adalah penyaluran dana kepada mitra amil sesuai
dengan kebutuhan program. Ketika program sedang berjalan, maka portalinfaq
melakukan pengawasan dilokasi program dan yang terpenting juga adalah adanya
laporan (report) hasil kegiatan dari pendayagunaan dana yang sudah digunakan oleh
mitra amil.
Pendayagunaan Zakat menurut Pedoman pelaksanaan zakat DKI Jakarta;
bersifat Edukatif, Produktif dan ekonomis, hal ini dilakukan juga oleh Portalinfaq
dengan cara memberikan bantuan dana dengan pemberian cuma-cuma. Kebijakan ini
diharapkan para mustahik mau berubah untuk membuka peluang usahanya agar
nantinya kedepan tidak lagi menjadi mustahik secara terus menerus, tetapi diharapkan
bisa menjadi muzakki.
Yang kedua untuk fakir miskin, muallaf, dan ibnu sabil. Dalam hal ini
pendayagunaan yang dilakukan oleh portalinfaq adalah dengan cara memberikan
santunan secara berkala dan cuma-cuma untuk kegiatan pendidikan yakni berupa
beasiswa atau pelatihan- pelatihan ketrampilan dan kegiatan pemberdayaan ekonomi
ummat berupa pemberian modal kepada mustahik untuk nantinya bisa digunakan
membuka peluang usaha baru.
Untuk program pendayagunaan Portalinfaq memiliki kriteria tersendiri untuk
siapa saja dana yang telah terkumpul layak dan tepat disalurkan. Untuk program
pendayagunaan ini portalinfaq terkonsentrasi pada program pendidikan yang jika
diprosentasikan mencapai 50% - 70%
65
dari dana yang terkumpul sedangkan sisanya
dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi umat kesehatan dan bencana
alam. Selain itu ada program lain yang dibuat portalinfaq dimana tujuannya tidak
hanya memberikan bantuan begitu saja, tetapi portalinfaq berupaya merubah status
yang semula mustahik menjadi muzakki dengan pemberian modal kepada mustahik,
yang dinamakan dengan program Pemberdayaan ekonomi ummat.
Dalam operasionalnya Portalinfaq mengkategorikan programnya menjadi enam
bagian, yaitu :
66

1. Santunan
Yaitu bantuan ataupun pemberian untuk kegiatan non formal bagi individu atau
kelompok untuk kelangsungan hidup sehari-hari atau kebutuhan hidup lainnya
yang bersifat tidak tetap. Misalnya seperti bantuan kesehatan yang meliputi ;
pelayanan kesehatan, penanggulangan atau pemberantasan penyakit tertentu. Juga
bantuan kegiatan sosial seperti ; pemberian sembako, penanggulangan narkoba,
khitanan, pernikahan massal dan sebagainya.
2. Pendidikan

65
Epri Abdurrahman Rafi, General Manager PortalInfaq, wawancara pribadi, Jakarta, 5
September 2006

66
Ibid, h. 13-15
Yaitu kegiatan atau fasilitas penunjang untuk meningkatkan pengetahuan,
wawasan dan lainnya sebagai bekal bagi pengembangan diri kearah yang lebih
baik daripada sebelumnya yang bersifat formal seperti ; pemberian beasiswa bagi
siswa tak mampu dan berprestasi maupun bantuan operasional pendidikan untuk
sekolah yang fasilitasnya minimalis bahkan tidak layak.
3. Pembangunan fisik
Yaitu bangunan atau fasilitas lainnya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan
fisik atau mental umat dan masyarakat sekitarnya atas inisiatif individu maupun
kelompok, seperti pembangunan maupun renovasi masjid, pembangunan gedung
sekolah yang tidak layak pakai untuk daerah yang hampir tak tersentuh
pemerintah.
4. Pembinaan Umat
Yaitu individu atau kelompok yang melakukan kegiatan syiar islam secara regular
baik secara langsung maupun tidak langsung kepada umat atau masyarakat sekitar
demi perbaikan mental atau peningkatan iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Seperti pemberian subsidi untuk dai yang berada di daerah terpencil dan
kekurangan, musafir dan muallaf.
5. Pemberdayaan ekonomi umat
Yaitu segala bentuk usaha atau kegiatan produktif untuk membantu dan
meningkatkan taraf hidup umat terutama dalam sumber daya ekonomi sehingga
mampu memenuhi kebutuhan praktis dan kebutuhan strategis lainnya, seperti
pemberian modal kerja untuk usaha kecil individu maupun koperasi pesantren.
6. Bencana
Yaitu segala bentuk kerusakan yang disebabkan oleh alam atau kelalaian manusia
dan akibat-akibatnya yang menyebabkan hilangnya nyawa, benda dan bentuk
lainnya bagi manusia sehingga hilangnya kesempatan untuk bekerja dan
beraktivitas.



C. Efektifitas Penghimpunan dan Pendayagunaan ZIS dan Wakaf uang melalui
Teknologi Informasi.
Efektifitas berasal dari kata Efektif yang diartikan dengan : a) adanya efek
(akibat, pengaruhnya, kesannya), b) manjur atau mujarab, c) dapat membawa hasil,
berhasil guna (usaha atau tindakan, d) hal mulai berlakunya (UU Peraturan).
Kemudian dari kata ini muncul kata keefektifan yang diartikan kerelaan, hal terkesan,
kemajuan dan keberhasilan.
Sedangkan dalam Ensiklopedia umum Efektifitas diartikan dengan
menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan. Maksudnya adalah sesuatu dapat
dikatakan efektif kalau usaha tersebut telah mencapai tujuannya secara ideal.
Efektifitas menurut Sondang siagian,

Efektifitas berkaitan erat bukan hanya pada penggunaan suatu daya, dana, sarana
dan prasarana kerja secara tepat, akan tetapi juga dengan tercapainya tujuan dan
sasaran yang telah ditentukan sebelumnya dalam batas waktu yang telah ditetapkan
untuk pencapaiannya.
67



67
Sondang siagian, Tehnik menumbuhkan dan memelihara perilaku organisasi, (Jakarta: CV
Haji Masagung, 1987), Cet ke-1, h.3
Dalam buku Sujadi F.X disebutkan bahwa untuk mencapai efektifitas kerja atau
efisiensi, portalinfaq haruslah dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut
68
:
1. Berhasil guna, yakni untuk menyatakan bahwa kegiatan / program portalinfaq telah
dilaksanakan dengan tepat dalam arti target tercapai sesuai dengan yang telah
ditetapkan. Dalam hal ini Portalinfaq memberikan hasil yang begitu baik terlihat
dari pencapaian target penghimpunan yang setiap tahunnya bertambah kenaikkan
sebesar 80% - 100% sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam
perencanaan. Kemudian dana tersebut didayagunakan dalam bentuk program yang
telah ditetapkan yaitu 6 program yaitu program Santunan, Pendidikan,
Pembangunan fisik, Pembinaan umat, Pemberdayaan ekonomi umat dan yang
terakhir program Bencana.
2. Ekonomis, yaitu untuk menyebutkan bahwa di dalam usaha pencapaian efektif itu
maka biaya, tenaga kerja, material, peralatan, waktu, ruangan dan lain-lainnya
telah dipergunakan dengan setepat-tepatnya sebagaimana yang telah ditetapkan
dalam perencanaan. Di dalam prinsip-prinsip kerjanya portalinfaq menjelaskan
kepada semua pengurus/amil bahwa setiap melakukan pekerjaan harus efisiensi
dalam penggunaan biaya dan sumber daya lainya, seperti pembiayaan dalam
melakukan penghimpunan maupun pendayagunaan. Biaya yang dikeluarkan
Portalinfaq untuk operasional sebesar 10% dari pendapatan penghimpunan, dana
yang digunakan disesuaikan seperti rencana yang sudah ditetapkan yaitu, biaya
sewa kantor, gaji pengurus, operasional penghimpun baik secara online maupun

68
Sujadi F.X, O & M Penunjang Keberhasilan Proses Management, (Jakarta : CV Masagung,
1990) cet. ke-3 h. 36
penghimpun melalui jemput bola yang berada di perkantoran serta biaya-biaya
yang lainnya. Sedangkan untuk dana pendayagunaan portalinfaq disesuaikan
dengan kebutuhan program, baik program yang dikelola langsung oleh portalinfaq
maupun dikelola oleh mitra amil. Selain itu tehnik yang diatur dalam mekanisme
pembayaran zakatpun tidak begitu sulit yaitu hanya dengan cara mentransfer
melalui bank-bank yang sudah ditentukan oleh portalinfaq.
3. Pelaksanaan kerja yang bertanggung jawab, yakni untuk membuktikan bahwa
dalam pelaksanaan kerja sumber-sumber telah dimanfaatkan dengan setepat-
tepatnya haruslah dilaksanakan dengan bertanggungjawab sesuai dengan
perencanaan yang telah ditetapkan. Portalinfaq biasa melakukan laporan
pertanggungjawaban baik secara langsung maupun tidak langsung kepada
muzakki. Laporan Secara langsung biasanya dilakukan antara amil dan muzakki
dengan menggunakan e-mail seperti contoh kecil, Portalinfaq langsung meng-
email muzakki sebagai konfirmasi transaksi sekaligus akan di kirimkan langsung
faktur penerimaan ke alamat muzakki setelah dananya sudah diterima lembaga.
Dan laporan yang tidak langsung biasanya dilakukan oleh portalinfaq yaitu setiap
tutup buku atau akhir tahun melalui majalah-majalah yang menjadi mitra.
4. Pembagian kerja yang nyata, yakni pelaksanaan kerja dibagi berdasarkan beban
kerja, ukuran kemampuan kerja dan waktu yang tersedia. Di portalinfaq setiap
bidang atau departemen sudah mempunyai beban dan tugasnya masing-masing
seperti yang dijelaskan dalam job description yang dibuat Portalinfaq.
5. Rasionalitas wewenang dan tanggungjawab, artinya wewenang harus seimbang
dengan tanggungjawab, Dan harus dihindari adanya dominasi oleh salah satu
pihak atas pihak lainnya. Portalinfaq seperti apa yang sudah dianjurkan dalam
aturan organisasi yaitu bekerja se-profesional mungkin dengan mengacu pada
fungsi dan tanggungjawab dari masing-masing bagian dari struktur tersebut,
sehingga kerja-kerja yang dilakukan oleh pengurus sesuai dengan apa yang sudah
diatur dalam mekanisme kerja portalinfaq.
6. Prosedur kerja yang praktis, yaitu untuk menugaskan bahwa kegiatan kerja adalah
yang praktis, maka target efektif dan ekonomis, pelaksanaan kerja yang dapat
dipertanggungjawabkan serta pelayanan kerja yang dapat dilaksanakan dengan
lancar. Portalinfaq dalam hal ini melakukan penghimpunan dan pendayagunaan
zakat dan wakaf uang melalui teknologi informasi yaitu media internet atau on line
merupakan bagian dari melakukan pekerjaan yang praktis. Karena kelengkapan-
kelengkapan yang sudah ada membuat muzakki lebih mudah untuk melakukan hal
tersebut. Terbukti muzakki tinggal melakukan/ membuka web site
www.portalinfaq.org langsung dengan mudah memahami dan melakukan
kegiatannya selaku muzakki. Karena didalamnya ada petunjuk-petunjuk bagi
muzakki yang ingin berinfaq/zakat. Seperti langkah-langkah membayar
zakat/infaq, sedekah dan wakaf uang, dan metode pembayaran melalui rekening
yang sudah disiapkan.





BAB V
PENUTUP

Kesimpulan
1. Manajemen pengelolaan zis dan wakaf uang pada LAZ Portalinfaq mengandalkan
sistem manajemen terpadu yang di back up dengan sarana teknologi informasi
yang memadai dan user frindly. Adapun proses penghimpunan dana zis dan
wakaf uang pada lembaga ini selain menggunakan internet sebagai one stop
servicenya, para personil dari lembaga ini juga melakukan penghimpunan secara
konvensional. Begitu juga dengan proses pendayagunaan dana zis dan wakaf
uang, untuk proses awal mitra amil cukup mempresentasikan programnya,
selanjutnya akan dilakukan pengecekan secara adminstrasi secara badan hkum.
Sasaran muzakkinya tak lain adalah setiap pengguna internet yang notabennya
tidak terhambat secara demografis. Sedangkan untuk mustahiknya portalinfaq
membidik dhuafa kategori fakir miskin baik itu individu maupun komunitas.
2. Adapun upaya-upaya yang dilakukan oleh portalinfaq agar dana yang terkumpul
dapat tepat sasaran ditempuh upaya strategis seperti memberi kebebasan kepada
setiap muzakki, untuk memilih program-program yang sedang berjalan atau yang
akan dilaksanakan melakukan sosialisasi melalui media-media komunikasi yang
ada seperti memasang iklan diberbagai media cetak secara cuma-cuma,
mengirimkan pesan singkat via e-mail yang berisi ajakan untuk membayar zis.
3. Mengenai masalah akuntabilitas, profesional dan transparansi Portalinfaq layak
dikatakan lulus sensor sebagai lembaga nirlaba yang akuntabel karena didukung
oleh sarana, prasarana maupun SDM yang mumpuni dibidangnya.
4. Manajemen penghimpunan dan pendayagunaan Zakat yang dilakukan portalinfaq
dengan media internet atau teknologi informasi memberikan kemudahan bagi
muzakki yang mempunyai pekerjaan kantor, manajer atau pekerja eksekutif yang
biasanya memakan waktu atau ada juga orang-orang yang biasanya dalam
kehidupan sehari-harinya dekat dengan internet (dunia maya).
5. Untuk menghimpun serta mendayagunakan dana zis yang lebih baik, portalinfaq
memberikan pelayanan kepada muzakki dengan 4 cara ; Transparansi, Pilihan
program, feedback dan kemudahan. Selain itu Portalinfaq juga dalam
menyalurkan dana zakatnya dilakukan secara langsung yaitu dilakukan
Portalinfaq dan tidak langsung dilakukan kerjasama oleh Mitra amil yang sudah
lulus verifikasi yang dilakukan portalinfaq.

Saran-saran
1. Untuk pengelolaan dana zis dan wakaf uang hendaknya diperlukan kerjasama
dengan berbagai pihak yang terkait, terutama pihak berwenang, dalam hal ini
pemerintah. Sebab adanya sinergi antara pihak swasta dan pemerintah merupakan
salah satu langka menuju efisiensi dari pengelolaan zis dan wakaf uang yang
bermuara pada tepatnya alokasi dana zis dan wakaf uang yang tentunya
berdasarkan hukum positif di Indonesia sebagaimana diatur dalam UU No. 38
tahun 1999 tentang pengelolaan zakat dan hukum Islam.
2. Manajemen pengelolaan zis dan wakaf uang pada lembaga ini hendaknya harus
dibarengi dengan know hownya masyarakat atas teknologi informasi maupun
pemahaman agama islam yang berkaitan dengan ibadah maaliyah ini. Agar
pemahaman masyarakat akan zakat semakin banyak dan akan semakin banyak
jumlah muzakki yang akan memanfaatkan sarana teknologi informasi sebagai alat
untuk kemudahan dalam membayar zakat atau infaqnya.
3. Sebaliknya diadakan standarisasi untuk SDM amil zakat, agar orang-orang yang
duduk di lembaga amil zakat tersebut merupakan orang-orang yang benar-benar
memenuhi kualifikasi dan profesional, dan tidak tertutup kemungkinan
diadakannya fit and proper test (uji kelayakan) untuk orang-orang yang akan
berkiprah sebagai amil zakat. Selain standarisasi SDM diperlukan juga
standarisasi lembaga amil zakat itu sendiri, hal ini akan berguna sebagai petunjuk
bagi setiap pihak yang akan mendirikan LAZ, agar kelak tujuan dari LAZ ini
benar-benar dapat berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Dengan kemudahan proses transaksi membayar dana zakat di portalinfaq,
diharapkan sarana atau media melalui teknologi ini agar lebih giat
mempromosikan iklannya ke semua media cetak, elektronik dan lain sebagainya
agar pencapaian dana zis akan semakin cepat menjadi lebih banyak dari target
yang sudah ditentukan.










LAPORAN SUMBER DANA DAN PENGGUNAAN DANA
Tahun yang berakhir 31 Desember 2003

01 SUMBER DANA Rp Rp Rp
a. Penerimaan zakat Maal 202,478,201.00
b. Pengelolaan
Infaq untuk pengelolaan 80,132,350.00
Hak amil 32,154,577.50
Jasa knsulting Sismadi Group 4,000,000.00
Dana Hasil Usaha 387,000.00
Bagi Hasil bank syariah 2,610,798.73
c. Infaq 105,595,220.00
d. Qurban 38,850,000.00
e. Zakat Fitrah 5,947,000.00
f. Dana dilarang syariah
Bunga bank 2,021,834.25
Total Sumber Dana 474,176,981.48

02 PENGGUNAAN DANA
a. Zakat
Program 104,645,300.00
Hak amil PortalInfaq 19,946,120.10
Bantuan pada Mitra Amil -
b. Pengelolaan
Personalia 86,563,312.16
Beban ATK 1,910,750.00
Beban Telepon 5,246,012.00
Beban Teknology 5,182,891.00
Beban Peralatan kantor 2,023,250.00
Beban Promosi 6,358,150.00
Beban transport 932,950.00
Beban Fundrising 1,785,579.00
Beban Listrik 2,536,500.00
Biaya bank syariah 1,141,502.66
Beban lain-lain 2,014,000.00
c. Infaq
Program 19,011,912.00
Hak amil PortalInfaq 11,825,957.40
d. Zakat Fitrah 5,999,500.00
e. Qurban 36,120,000.00
f. Dana dilarang syariah
Biaya adm bank non syariah 1,254,866.86
Total Penggunaan Dana 314,498,553.68
03 SURPLUS (DEFISIT) 159,678,427.80

04 SALDO AWAL DANA (1 JANUARI 2003) 147,589,386.66
05 SALDO AKHIR DANA 307,267,814.46

LAPORAN SUMBER DANA DAN PENGGUNAAN DANA
Tahun yang berakhir 31 Desember 2004

01 SUMBER DANA Rp Rp Rp
a. Penerimaan zakat Maal 486,603,812.25
b. Pengelolaan
Infaq untuk pengelolaan 28,090,000.00
Hak amil 98,662,372.61
Bagi Hasil bank syariah 3,354,353.65
Pendapatan lain-lain 250,000.00
c. Infaq 346,946,394.31
d. Qurban 112,663,670.00
e. Zakat Fitrah 1,539,500.00
f. Dana dilarang syariah
Bunga bank 6,339,869.54
Total Sumber Dana 1,084,449,972.36 1,084,449,972.36

02 PENGGUNAAN DANA
a. Zakat
Program 150,738,975.00
Hak amil PortalInfaq 56,206,073.32
Bantuan pada Mitra Amil -
b. Pengelolaan
Personalia 90,223,698.02
Beban ATK 209,950.00
Beban Telepon 7,792,990.00
Beban Teknology 9,079,271.00
Beban Peralatan kantor 2,411,000.00
Beban Promosi 82,000.00
Beban transport 77,300.00
Beban Fundrising -
Beban Listrik 1,280,000.00
Biaya bank syariah 1,295,294.00
Sewa Gedung 5,000,000.00
Biaya Pelatihan Karyawan 49,300.00
Beban lain-lain 585,000.00
c. Infaq
Program 216,611,337.50
Hak amil PortalInfaq 42,942,984.29
d. Zakat Fitrah 1,239,500.00
e. Qurban 107,853,058.00
f. Dana dilarang syariah
Biaya adm bank non syariah 2,170,960.18
Total Penggunaan Dana 695,848,691.99
03 SURPLUS (DEFISIT) 388,601,280.37

04 SALDO AWAL DANA (1 JANUARI 2004) 307,267,814.46
05 SALDO AKHIR DANA 695,869,094.83
LAPORAN SUMBER DANA DAN PENGGUNAAN DANA
Tahun yang berakhir 31 Desember 2005

01 SUMBER DANA Rp Rp Rp
a. Penerimaan zakat Maal 499,070,719.80
b. Pengelolaan
Infaq untuk pengelolaan 16,100,000.00
Hak amil 130,789,066.88
Jasa knsulting -
Dana Hasil Usaha -
Bagi Hasil bank syariah 5,377,497.70
c. Infaq 546,701,815.05
d. Qurban 158,556,316.00
e. Zakat Fitrah 4,489,500.00
f. Dana dilarang syariah
Bunga bank 8,754,884.78
Total Sumber Dana 1,369,839,800.21

02 PENGGUNAAN DANA
a. Zakat
Program 209,208,000.00
Hak amil PortalInfaq 62,458,839.98
Bantuan pada Mitra Amil -
b. Pengelolaan
Personalia 85,513,962.00
Beban ATK 172,900.00
Beban Telepon 12,873,664.00
Beban Teknology 9,167,614.00
Beban Peralatan kantor 25,000.00
Beban Promosi -
Beban transport 157,300.00
Beban Fundrising 20,767,351.94
Beban Listrik 6,146,200.00
Biaya bank syariah 1,859,280.02
Sewa Gedung 5,000,000.00
Beban lain-lain 3,891,500.00
c. Infaq
Program 567,865,500.00
Hak amil PortalInfaq 68,337,726.88
d. Zakat Fitrah 800,000.00
e. Qurban 164,965,000.00
f. Dana dilarang syariah
Biaya adm bank non syariah 2,965,000.00
Total Penggunaan Dana 1,222,205,315.77
03 SURPLUS (DEFISIT) 147,634,484.44

04 SALDO AWAL DANA (1 JANUARI 2005) 695,869,095.83
05 SALDO AKHIR DANA 843,511,079.25

Kalkulator zakat
a. Uang tunai, tabungan, Rp.
Deposito atau sejenisnya
b. saham atau suarat berharga lainnya Rp.
c. real estate (tidak termasuk rumah tinggal Rp.
yang dipakai sekarang)
d. Emas, perak, permata atau sejenisnya Rp.
e. Mobil (lebih dari keperluan pekerjaan anggota Rp.
Keluarga)
f. Jumlah harta simpanan (A+B+C+D+E) Rp.
g. Hutang pribadi yang jatuh tempo dalam tahun ini Rp.
h. Harta simpanan kena zakat (F-G, jika > nisab) Rp.
i. Jumlah Zakat atas simpanan yang wajib dibayarkan Rp.
Pertahun (2,5% x H)
j. pendapatan / gaji perbulan (setelah Rp.
dipotong pajak)
k. Bonus / pendapatan lain-lain selama setahun Rp.
l. Jumlah pendapatan pertahun Rp.
m. Rata-rata pengeluaran rutin perbulan Rp.
(Kebutuhan fisik,air, listrik, kesehatan,
pendidikan, transportasi dll)
n. Pengeluaran lainnya dalam satu tahun Rp.
(pendidikan , kesehatan, dll)
o. Jumlah pengeluaran pertahun (12 x m + n) Rp.
p. Penghasilan kena zakat (L-O, jika > nisab) Rp.
q. Jumlah Zakat Profesi yang wajib di Rp.
Bayarkan pertahun (2,5% x P)
r. Nilai kekayaan perusahaan (termasuk uang tunai Rp.
Simpanan di bank, real estate, inventori, barang2)
s. Utang perusahaan jatuh tempo Rp.
t. Komposisi kepemilikan (dalam persen) Rp.
u. Jumlah Bersih Harta Usaha (t% x [r-s]) Rp.
v. Harta Usaha kena zakat (u, jika > nisab) Rp.
w. Jumlah Zakat atas harta usaha yang wajib di Rp.
Bayarkan pertahun (2,5% X v)
x. Total Zakat yang harus dibayarkan (I+Q+V) Rp.



































HASIL WAWANCARA

Nama : Wahyuddin
NIM : 102053025719
Semester : IX (Sembilan)
Fakultas/Jurusan : Dakwah & Komunikasi / Manajemen Dakwah
Narasumber : Bapak Epri Abdurrahman Rafi (General Manager)
Instansi : LAZ Portalinfaq
Hari/Tanggal : 18 Oktober 2006


1. Apa yang melatarbelakangi didirikannya Portalinfaq dan bagaimana
sejarahnya ?
Portalinfaq didirikan sebagai bagian dari kepedulian dari para pendirinya yang
sebagian besar itu merupakan profesional muslim yang mereka itu sebenarnya
sudah sering menyalurkan zakatnya ke lembaga-lembaga yang ada. Cuma
permasalahannya, laporan yang diberikan itu umum situasinya, jadi seperti
laporan tahunan seperti lembaga amil zakat yang besar, yang sebagian besar
programnya merupakan program umum saja, kami tidak tahu persis dana itu
mengalir kemana bisa jadi lebih banyak terpakai untuk publikasi dan itu bukan
sesuatu yang tidak mungkin karena ditahap-tahap awal beberapa LAZ itu
pengawasannya agak lemah. Selain itu para pendiri tadi memiliki skill yang
memadai, karena sebagian besar profesi mereka itu konsultan bisnis, jadi mereka
mampu untuk membuat pola-pola laporan yang transparan yang dapat
dipertanggungjawabkan kepada muzakki serta dana yang ada juga sampai pada
mustahik secara tepat sasaran, intinya mereka mempunya sistem yang lebih
lengkap untuk mengakomodir lembaga yang akan didirikan, dan ketika yayasan
ini dibentuk juga bukan atas nama kantornya tetapi atas nama orang-orang
pribadinya yang bekerja di tempat itu. Yayasan resmi berdiri pada tanggal 17
Mei 2001 dan sejak saat itu juga sudah menghire orang untuk bekerja, pada
waktu itu pak Faisal.

2. Apa Tujuan, Visi serta Misi yang diemban Portalinfaq ?
Portalinfaq ini punya visi membuat jaringan, kami memiliki jaringan muzakki,
amil, dan mustahik. Untuk jaringan mustahik ini betul-betul dimanfaatkan begitu
juga dengan amil sendiri. Jadi selama ini lemabaga amil zakat lemah dalam hal
pembangunan jaringan (networking) katakanlah untuk pasca konflik, jika ada
musibah seperti Tsunami di aceh, di nabire dan tempat lainnya. Pernah ada suatu
kejadian di Garut itu ada longsor beberapa tahun yang lalu itu ada cerita
sebuah lembaga amil zakat perkantoran milik dari sebuah bang di DKI jakarta
yang cukup besar, datang kesana dengan membawa uang ratusan juta tetapi
tidak bisa berbuat apa-apa, karena terlalu banyak posko. Nah fungsi koordinasi
ini menjadi penting adanya agar tidak ada misscomunication antara laporan dan
keadaan di lapangan. Jadi antara amil,, muzakki maupun mustahik masing-
masing harus bersinergi agar kejadian seperti di Gasrut tidak terulang lagi.
Sebab jika tidak integral misalnya fokusnya di amil saja lalu muzakki tidak
dirawat nanti lembaganya tidak bisa hidup sebaliknya jika muzakki saja yang
dirawat tapi distribusinya tidak jelas itu juga tidak bagus.

3. Bagaimana Struktur dari LAZ Portalinfaq ?
Struktur lemabaga Amil Zakat Portalinfaq cukup sederhana karena lembaga ini
masih kecil, yang terdiri dari dewan pendiri, dewan penasehat, dewan pengawas
syari,ah dan terakhir pengurus harian yang mengerjakan kegiatan operasional.

4. Bagaimana Perkembangan Portalinfaq dari mulai berdiri sampai hari ini ?
Perkembangan Portalinfaq dari sejak berdiri sampai sekarang itu kalau dari
tahun 2002 ke 2004, tiap tahun sisi fundingnya mengalami peningkatan sebanyak
80% - 100%

5. Bagaimana Mekanisme penghimpunan dana Ziswafu di LAZ Portalinfaq ?
Mekanisme penghimpunan dana zakat yang kita lakukan sesuai dengan
kompetensi kita yaitu via internet, sebab sifatnya anytime seperti sedang chatting,
kirim email, ikut mailing list atau masuk ke room yang positif sambil memasang
iklan di room itu atau surfing ke web site lain, itu untuk on line sedangkan untuk
yang off line (di luar dunia maya) misalnya menjalin kerjasama dengan media-
media lain terutama media Islam. Seperti majalah Tarbawi yang memuat profil
Portalinfaq sampai 6 bulan tidak dipungut biaya dan terkadang media itu sendiri
yang mempublikasikan Portalinfaq.

6. Bagaimana Mekanisme Pendistribusian dari dana yang telah terhimpun ?
Mekanisme penyaluran dana dilakukan dengan 2 cara yaitu, secara langsung
oleh portalinfaq sendiri sedangkan yang kedua secara tidak langsung
bekerjasama dengan Mitra amil. Distribusinya itu yang paling besar untuk sektor
pendidikan setelah itu baru sektor ekonomi, kesehatan, dan sosial. Untuk
pendidikan bentuknya itu berupa beasiswa biasa dan beasiswa terikat,
maksudnya ada yang mendapat fasilitas pendampingan, jadi selain dapat
beasiswa juga dapat mentoring dari psikolog. Alokasi dana untuk pendidikan
sebesar 70% untuk dana yang lainnya dialokasikan untuk sektor ekonomi berupa
penyaluran modal kerja seperti ke pedagang buah yang terdapat di Pasar Induk,
untuk kesehatan biasanya identik dengan penanggulangan bencana.

7. Siapa saja yang menjadi obyek dari pendistribusian dana tersebut ?
Obyek dari Ziswafu Portalinfaq menspesifikasikan mustahik tidak kedelapan
asnaf itu dapat, jadi tidak perlu terfokus pada surat at-Taubah yang penting
sesuai dengan semangat dan filosofi zakat yaitu merubah mustahik menjadi
muzakki.


8. Upaya yang ditempuh Portalinfaq agar dana yang terkumpul dapat
mencapai sasaran?
Upaya yang dilakukan agar dana yang terkumpul dapat mencapai sasaran itu
sebenarnya terdapat kontrol dari dalam diri Portalinfaq atas program-program
yang ada dan berjalan, salah satu bentuknya misalnya ada program yang
dijalankan reguler, maka kita salurkan secara berkala tidak kita berikan
sekaligus mungkin kalau sekaligus laporan yang diberikan hanya laporan yang
sifatnya tahunan saja jadi tidak mungkin ada intervensi.
9. Untuk kegiatan Operasional, setidaknya membutuhkan dana yang tidak
sedikit, selain dari hak amil dari mana saja biaya operasional diperoleh ?
Kegiatan operasional itu ada yang berasal dari hak amil yang semula 10% tetapi
sekarang sudah 12,5% dari dewan pendiri juga turut mensubsidi juga, sebab
biaya operasionalnya agak besar insya Allah pada tahun 2006 cenderung
menurun dan kita tidak disubsidi pemerintah.

10. Dalam menjalankan kegiatannya, Lembaga pengelola zakat pastinya
bersinergi dengan lembaga lain, dengan siapa saja portalinfaq berafiliasi ?
Sinergi yang dilakukan cukup banyak dan sering, dengan sesama amil seperti,
BSM, PKPU, Lintas Artha, sekolah rakyat, corporate sponsor, jadi lembaga
jaringan muzakkinya juga kita manfaatkan seperti Telkomsel, termasuk yang
terbaru itu ada 27 lembaga, dan hampir semua amil yang ada di Indonesia
bersinergi dengan kita.