Anda di halaman 1dari 25

Kamera.

Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi.


Nama ini didapat dari Camera Obscura, bahasa Latin untuk
"ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan
di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera
fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu
untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual
mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan
suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan
potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa
membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya.
Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran
bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu
diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera
potret.

Empat bagian dasar kamera


Minimal terdiri atas:
• Kotak yang kedap cahaya atau badan.
• Sistem lensa.
• Pemantik potret (shutter).
• Pemutar film

Badan
Adalah bagian yang sama sekali kedap cahaya. Di dalam bagian
ini cahaya yang sudah difokuskan oleh lensa akan diatur agar
tepat membakar film.
Untuk kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan
beberapa tombol pengatur, antara lain:
• Pengatur ISO/ASA Film.
• Shutter Speed.
• Aperture (Bukaan Diafragma).
Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan:
• Blitz (atau lebih umum disebut lampu kilat atau flash)
• Tripod

• Lightmeter

Sistem lensa.
Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah
lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah
lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam.
Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau
bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar
bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan
ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu
diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur
bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang
masuk sesuai keinginan fotografer.
Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang
nilai F yang dapat digunakan.
Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide
lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel
(variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah
lensa zoom.
Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil
daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada
lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35
milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135
milimeter akan disebut lensa telefoto.
Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan
mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa
akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai
ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length
(jarak antara kedua lensa).
Focal lenght mempengaruhi besar komposisi gambar yang
mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal
dengan istilah zoom.

Pemantik Potret.
Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa
atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai
mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-
ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik
potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya
mengenai film.
Beberapa masyarakat awam menganggap kemampuan kamera
sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter speed yang
bisa digunakan.

Bagian lain.
Bagian lain sebuah kamera, antara lain:
1. Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film
itu bergantian dapat disingkapkan pada objek .
2. Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara
lensa dan film,.
3. Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang
menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah
objek utama akan terfokuskan .
4. lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan
pemetik potret dan atau besarnya, bukan agar banyaknya
cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga
diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak
memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.

Jenis kamera berdasarkan media


penangkap cahaya.
Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai
perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel
pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci
film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran
yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama
sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan
pengembang (developer).

Kamera film.
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter,
yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya
saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan
tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera
itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan
kadang lebih.

Jenis film.
Pembagian film berdasarkan ukuran:
• Small format (35mm) .
• Medium format (100-120mm) .
• Large format .
Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan.
Setiap jenis ukuran film haru menggunakan kamera yang
berbeda pula.
Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:
• Film hitam putih .
• Film warna .
• Film positif .
• Film negatif .
• Film daylight .
• Film tungsten .
• Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan
permukaan objek)
Kamera Polaroid.

Kamera Polaroid atau lebih dikenal dengan kamera langsung jadi


adalah model kamera yang dapat memproses foto sendiri di
dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan. Kamera
polaroid ini menggunakan film khusus yang dinamakan film
Polaroid. Film polaroid yang dapat menghasilkan gambar
berwarna dinamakan film polacolor. Menurut sejarahnya, kamera
polaroid atau kamera gambar seketika jadi ini dirancang untuk
pertama kalinya oleh Dr. Edwin Land dari perusahaan Polaroid
dan dipasarkan sejak tahun 1947. Nama Polaroid itu sebetulnya
adalah merek dagang, seperti orang menyebut semua pasta gigi
dengan nama Pepsodent, atau orang menyebut sepeda motor
dengan nama Honda.

Kamera digital.

Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa


menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah
menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya
melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar
memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital
menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang
kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-
beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan
internal memory ataupun external memory yang menggunakan
memory card.

Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja:

Kamera single lens reflect.


Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di
belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam
jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada
film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika
dipotretkan.

Kamera instan.
Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada
kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau
fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret
secara otomatis telah diatur.

Pembagian kamera berdasarkan


teknologi viewfinder.
Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan
komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih
viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan
gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.
Kamera saku.

Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa


utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan
sedikit penyetelan Cahaya yang melewati lensa langsung
membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang
ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan
film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela pembidik
(viewfinder)) dengan lensa.

Kamera TLR

Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela


bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya.
Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan, sebab
sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.

Kamera SLR (Single Lens Reflect).


Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera
dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan
bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat
fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan
dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR
dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli
foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda
benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut
lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50
mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi.
Kamera digital.

adalah sebuah alat elektronik untuk mengubah gambar (atau


video) dengan mengganti pita film dengan sensor elektronik
sehingga data gambar yang dihasilkan tidak lagi optis dan kimia,
melainkan digital.
Pada 2005, kamera digital instan mulai menyingkirkan kamera
film saku dari pasaran. Ukurannya yang mengecil telah membuat
kamera digital dapat dikombinasi dengan telepon genggam dan
PDA.
Kamera digital bisa memiliki banyak fungsi dan alat yang sama
dapat menyimpan foto, gambar video, ataupun rekaman suara.
Klasifikasi.
Kamera digital dapat dibagi menjadi beberapa grup:

Kamera video.

• Kamera video profesional seperti yang digunakan dalam


pembuatan acara televisi dan film. Biasanya alat ini
memiliki beberapa sensor gambar (satu untuk setiap
warna) untuk meningkatkan resolusi dan gamut warna.
• Camcorder digunakan para amatir. Ini merupakan
gabungan antara kamera dan VCR untuk menciptakan unit
produksi yang sudah terintegrasi. Mereka biasanya
termasuk mikrofon dan LCD kecil.

Kamera diam.
Kamera diam digital (dari baehasa Inggris digital still
camera)adalah kamera yang digunakan untuk menangkap
gambar diam. Biasanya golongan ini dibagi lagi menjadi tiga
kelompok:
• Kamera digital kompak atau kamera saku: Ini merupakan
kamera digital yang paling umum, dan paling mudah
digunakan, karena fungsinya yang serba otomatis, dengan
bentuk yang kecil dan mudah dibawa. Rata-rata kamera
jenis ini, pada jaman skarang, juga sudah dilengkapi fitur-
fitur seperti kamera SLR atau prosumer, dan sudah bisa
digunakan untuk zoom (jarak jauh) maupun makro (jarak
dekat).
• Kamera digital prosumer: Merupakan kamera digital kelas
menengah dengan fungsi yang hampir menyerupai SLR,
biasanya bentuknya sudah mirip SLR, namun dengan berat
lebih ringan dan lebih kecil. Kamera jenis ini, lensanya
tidak bisa diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan, namun
sudah dilengkapi dengan lensa tetap seperti fungsi zoom
yang lebih jauh dibanding kamera saku (sampai di atas
10x), foto makro, dll.
• SLR digital biasanya memiliki sensor sembilan kali lebih
besar dari kamera digital standar, dan ditujukan untuk para
fotografer profesional dan pehobi serius. Lensa kamera SLR
dapat diganti-ganti sesuai keperluan. Biasanya, produsen
sudah menawarkan lensa standar (lensa kit), namun
berbagai jenis lensa juga dijual secara terpisah, sesuai
kebutuhan dan kemampuan finansial. Kamera jenis SLR
masih terbagi dari dua jenis, yakni SLR untuk sekedar hobi,
atau SLR untuk pemakaian profesional murni yang
tentunya kualitas hasil di atas kamera SLR hobi, tentunya
tingkat harganya juga berbeda. Untuk kelas kamera SLR
sendiri, menurut tingkat kualitas dan harganya juga sangat
beragam. Termurah, berkisar 5-6 juta, kemudian puluhan
juta, bahkan sampai ratusan juta rupiah seperti kamera
merk Hasselblad.

Webcam.
• Webcam adalah kamera digital yang dikoneksikan ke
komputer, digunakan untuk telekonferensi video atau
tujuan lain. Webcam dapat menangkap gambar video
gerak-penuh, dan beberapa model termasuk mikrofon dan
kemampuan zoom.

Konektivitas.
Kebanyakan digital kamera dihubungkan ke komputer melalui
USB, meskipun ada beberapa yang menggunakan firewire.

Integrasi.
Beberapa alat, seperti telepon genggam dan PDA memiliki
kamera digital yang terpasang.

Media Penyimpanan.
Kamera digital menyimpan data menggunakan sebuah kartu
memori. Sampai sekarang ada 43 tipe kartu memori, yang paling
terkenal biasanya di kenal dengan sebutan CF (Compact Flash)
dan juga SD (Kartu Secure Digital) yang merupakan generasi
lebih baru dari MMC atau MultiMediaCard. File yang tersimpan
bisa bermacam tipe, bisa JPEG, GIF, TIFF, dsb. Biasanya jenis
gambar yang di simpan di kamera digital dihitung berdasarkan
jumlah pixel.

MENGENAL LENSA KAMERA DIGITAL.

Saat melihat hasil foto yang tajam dari sebuah kamera digital,
biasanya orang akan bertanya “Wah,berapa megapixel nih?”.
Pertanyaan ini cenderung slaah kaprah karena ukuran sensor
tidak memiliki relevansi yang erat dengan ketajaman gambar.
Bagian kamera yang sangat berpengaruh pada ketajaman hasil
adalah lensanya. Sekedar info, resolusi hanya 320×240pixel
(tepatnya 352×240 (NTSC) or 352×288 (PAL)), dan gambarnya
bisa tajam bukan?.

Pada prinsipnya, lensa pada kamera digital dan kamera film


sama saja.

Panjang fokus.
Tugas lensa adalah memproyeksikan obyek di depan lensa ke
sensor pada kamera (pelajaran SMP), lha jarak dari pusat lensa
ke titik fokusnya itu yang dimaksud panjang fokus, jarak fokus,
atau focal length.
Terdapat 2 jenis panjang fokal lensa pada kamera digital: lensa
tetap (fixed length), dan lensa zoom.
- Lensa tetap hanya memiliki satu panjang fokus, biasanya
sekitar 6-7mm. Untuk mengenali kamera ini, biasanya tidak ada
keterangan ‘optical zoom’.
- Lensa zoom memiliki mekanisme yang memungkinkan
panjang fokusnya berubah-ubah. Pada umumnya panjang fokus
berkisar dari 6-7mm sampai 18-28mm (yang lebih besar juga
banyak).

Panjang fokal yang bisa berubah-ubah ini bisa diperoleh dengan


menggunakan susunan lensa yang rumit. Pada kamera digital
kelas konsumer, perubahan susunan lensa ini digerakkan oleh
motor. Sedangkan pada kamera DSLR yang digunakan
profesional, BISA digerakkan secara manual.

Susunan lensa ini akan memakan tempat yang cukup besar, oleh
karena itu kamera digital dengan lensa zoom pada umumnya
memiliki lensa yang menjulur kedepan. Semakin besar focal-
length terbesarnya, semakin panjang pula moncong lensa.
Moncong ini semakin panjang lagi jika kamera memiliki feature
‘Optical Image stabilizer’, dimana terdapat lensa tambahan yang
dirancang untuk mengurangi efek akibat goncangan. Contoh
kamera jenis ini adalah Canon PowerShot S2 IS (akhiran IS berarti
Image Stabilizer).

Akan tetapi, beberapa model kamera digital dirancang stylish


tipish dengan menyusun lensa ini secara vertikal, sejajar badan
kamera. Cahaya masuk dibelokkan dengan prisma, dilewatkan
susunan lensa yang berjajar vertikal, menuju sensor yang
terdapat di dasar badan kamera. Dengan cara ini, kamera bisa
begitu tipis, hingga cuma 1 cm saja. Walaupun berakibat
terjadinya sedikit distorsi cahaya, kamera jenis ini cukup larish
Manish. Contoh kamera ini adalah Sony seri T (T3, T5), dan
Pentax WP5.

Sudut gambar.
Penggunaan panjang fokus yang berbeda menimbulkan efek
sudut pandang yang berbeda terhadap suatu obyek.

Lensa dengan fokus yang pendek sering disebut lensa lebar


(wide lens), digunakan untuk pemotretan obyek yang luas.
Sedangkan lensa panjang digunakan untuk memotret obyek
yang lebih sempit, atau obyek yang jaraknya lebih jauh.
35mm Ekuivalen.

Di majalah atau situs panduan belanja seringkali dituliskan


bilangan panjang fokus 35-105mm ekuivalen, padahal ketika
dilihat pada spesifikasinya kamera cuma tertulis 6-18mm. Begini
sebenarnya:

Sudah bertahun-tahun lamanya orang menggunakan kamera


film, ukuran film ada bermacam-macam, tapi yang paling
dominan adalah film ukuran 35mm. Sehingga para tukang poto
sudah terbiasa dengan efek yang dihasilkan untuk tiap-tiap
panjang fokus. Misalnya, untuk memotret close-up digunakan
panjang fokus 80-100mm,untuk mengambil gambar
pemandangan dengan lensa lebar 28mm, dan seterusnya.

Sedangkan sekarang, ukuran sensor kamera digital (fisik, bukan


megapixelnya) yang diproduksi berbeda-beda. Pada umumnya
kamera kelas konsumer memiliki sensor yang lebih kecil (1/1.8
inch-1/2.5 inchi) dibanding kamera kelas prosumer, apalagi
dibanding kamera profesional. Sensor berukuran sama dengan
film 35mm disebut juga Full Frame Sensor, kamera model ini
harganya bisa mencapai 80juta rupiah.
Perbedaan ukuran sensor ini menimbulkan perbedaan sudut
gambar yang dihasilkan, walaupun dengan lensa dengan panjang
fokus yang sama.

Untuk memudahkan konsumen membayangkan bagaimana


sudut gambar yang bisa dihasilkan, produsen biasanya
menyertakan bilangan ekuivalen jika dibandingkan dengan
kamera 35mm.

Jadi jangan heran kalau ada kamera dengan tulisan pada lensa :
6-18mm, tapi dituliskan 36-108mm, ini maksudnya angka
ekivalensi dibanding lensa 35mm.

Optical Zoom.
Selain ukuran megapixel sensor, optical zoom paling sering
muncul di spek kamera digital. Optical zoom adalah
perbandingan antara panjang fokus terjauh dibanding panjang
fokus terdekat. Misal, lensa 35-105mm (ekv) berarti memiliki 3x
(105/35) optical zoom.

Faktor lain.
Selain lensa, faktor yang mempengaruhi kualitas hasi
pemotretan adalah kualitas sensor, dan tentu saja the man
behind the lens yang memegang kendali atas pengaturan
diafragma (aperture), pencahayaan, kecepatan rana (shutter
speed), dan komposisi.

Tentang kamera berlensa ganda dari Kodak.

Kamera Kodak yang baru diluncurkan kemarin (28/2) ini benar-


benar mengundang decak kagum pengguna kamera saku.
Bagaimana tidak, seri anyar Easy Share V570 ini selain memiliki
bentuk yang stylish juga punya keunikan lain, yaitu dua buah
lensa yang terpasang di badan kamera.
Dua lensa Schneider-Kreuznach C-Variogon yang dibekali Kodak
ternyata memiliki tugas dan kemampuan yang berbeda. Lensa
pertama (atas) yang memiliki panjang fokal 23mm khusus
bertugas untuk mengambil gambar dengan sudut lebar sekaligus
untuk mendukung feature panorama kamera yang dapat
mengambil tiga gambar sekaligus dan menggabungkannya
menjadi gambar dengan lebar sudut sampai 180 derajat.
Sementara lensa ke dua (bawah) berfungsi untuk pemotretan
yang membutuhkan pembesaran (zoom). Dengan panjang fokal
39mm sampai 117mm, lensa ini mampu melakukan 3 kali
pembesaran optis. Jika kedua kemampuan lensa ini digabungkan,
maka total pembesaran yang dapat dicapai adalah 5 kali
pembesaran optis.

Uniknya, meskipun memiliki kemampuan pembesaran optis total


sampai 5 kali, lensa Kodak EasyShare V570 ini tidak memiliki
desain yang menjorok keluar dari kamera. Ini berkat pergerakan
lensa yang dilakukan di dalam badan kamera menggunakan
sistem prisma. Kamera dengan resolusi maksimal 5 megapixel ini
juga dapat merekam gambar bergerak sampai dengan 30fps.
Saat merekam gambar bergerak, lensa dapat bekerja melakukan
pembesaran gambar sampai 3 kali sekaligus menjaga kestabilan
gambar agar hasil rekaman tetap tajam. Hasil rekaman ini juga
dapat dicetak dengan pilihan tampilan 4, 9 dan 16 frame gambar
sekali cetak. Untuk penjualannya, Kodak memaket EasyShare
V570 dengan Photo Frame Dock 2 yang dapat digunakan untuk
melakukan pemindahan gambar ke komputer atau mencetak
langsung ke printer. Di Indonesia paket Kodak easyShare V570
beserta Photo Frame Dock 2 dibundel dengan harga 4,400,000
rupiah.
Sejarah Fotografi, Sejarah Teknologi.

FOTOGRAFI secara umum baru dikenal sekitar 150 tahun lalu. Ini
kalau kita membicarakan fotografi yang menyangkut teknologi.
Namun, kalau kita membicarakan masalah gambar dua dimensi
yang dihasilkan dari peran cahaya, sejarah fotografi sangatlah
panjang. Dari yang bisa dicatat saja, setidaknya "fotografi"
sudah tercatat sebelum Masehi.

DALAM buku The History of Photography karya Alma Davenport,


terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, disebutkan
bahwa pada abad ke-5 sebelum Masehi, seorang pria bernama
Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala. Apabila pada dinding
ruangan yang gelap terdapat lubang, maka di bagian dalam
ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara
terbalik lewat lubang tadi. Kemudian, pada abad ke-10 Masehi,
seorang Arab bernama Ibn Al-Haitham menemukan fenomena
yang sama pada tenda miliknya yang berlubang. Hanya sebatas
itu informasi yang masih bisa kita gali seputar sejarah awal
fotografi karena keterbatasan catatan sejarah. Bisa dimaklumi,
di masa lalu informasi tertulis adalah sesuatu yang amat jarang.

Demikianlah, fotografi lalu tercatat dimulai resmi pada abad ke-


19 dan lalu terpacu bersama kemajuan-kemajuan lain yang
dilakukan manusia sejalan dengan kemajuan teknologi yang
sedang gencar-gencarnya. Adalah tahun 1839 yang
dicanangkan sebagai tahun awal fotografi. Pada tahun itu, di
Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah
terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang
dilihat mata sudah bisa dibuat permanen.

Penemu fotografi dengan pelat logam, Louis Jacques Mande


Daguerre, sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Tapi,
Pemerintah Perancis, dengan dilandasi berbagai pemikiran
politik, berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke
seluruh dunia secara cuma-cuma. Maka, saat itu manual asli
Daguerre lalu menyebar ke seluruh dunia walau diterima dengan
setengah hati akibat rumitnya kerja yang harus dilakukan.
Meskipun tahun 1839 secara resmi dicanangkan sebagai tahun
awal fotografi, yaitu fotografi resmi diakui sebagai sebuah
teknologi temuan yang baru, sebenarnya foto-foto telah tercipta
beberapa tahun sebelumnya. Sebenarnya, temuan Daguerre
bukanlah murni temuannya sendiri. Tingkat pertama
perancangan alat kamera yang bisa berfungsi tidak berhasil. Di
tahun 1827 ia bertemu Joseph Nicephore Niepce yang juga
sedang mencoba (dan sejauh itu lebih sukses) menciptakan
kamera. Dua tahun kemudian mereka menjadi kongsi. Di tahun
1833 Niepce meninggal, tetapi Daguerre tetap tekun
meneruskan percobaannya. Menjelang tahun 1837 dia sudah
berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang
disebutnya "daguerreotype."Seorang peneliti Perancis lain,
Joseph Nicephore Niepce, pada tahun 1826 sudah menghasilkan
sebuah foto yang kemudian dikenal sebagai foto pertama dalam
sejarah manusia. Foto yang berjudul View from Window at Gras
itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS. Niepce
membuat foto dengan melapisi pelat logam dengan sebuah
senyawa buatannya. Pelat logam itu lalu disinari dalam kamera
obscura sampai beberapa jam sampai tercipta imaji. Metode
Niepce ini sulit diterima orang karena lama penyinaran dengan
kamera obscura bisa sampai tiga hari. Pada tahun 1827,
Daguerre mendekati Niepce untuk menyempurnakan temuan itu.
Dua tahun kemudian, Daguerre dan Niepce resmi bekerja sama
mengembangkan temuan yang lalu disebut heliografi. Dalam
bahasa Yunani, helios adalah matahari dan graphos adalah
menulis. Karena Niepce meninggal pada tahun 1833, Daguerre
kemudian bekerja sendiri sampai enam tahun kemudian hasil
kerjanya itu diumumkan ke seluruh dunia. Tahun 1839 Daguerre
memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya.
Sebagai imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun
seumur hidup kepada baik Daguerre maupun anak Niepce.
Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan
penduduk. Daguerre merupakan seorang pahlawan saat itu,
ditaburi rupa-rupa penghormatan, sementara metode
"daguerreotype" dengan cepat berkembang menjadi hal yang
digunakan oleh umum. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia
meninggal tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris. Tak banyak
penemuan teknologi yang begitu banyak digunakan awam
seperti halnya fotografi. Dia digunakan di hampir tiap bidang
penyelidikan ilmu. Begitu juga di bidang industri dan militer.
Sarana yang vital di kalangan rakyat biasa, hobbi menyenangkan
buat berjuta orang. Fotografi ambil bagian dalam penyebaran
penerangan (atau penipuan untuk mengelabui orang lewat
informasi palsu), di bidang pendidikan, jurnalistik dan iklan.
Berhubung fotografi mampu dengan cepat mengingatkan orang
akan masa lampaunya, dia menjadi sarana suvenir dan kenang-
kenangan yang tersebar luas. Sinematografi, tentu saja,
merupakan perkembangan berikutnya yang punya arti penting-
selain melayani dan merupakan sarana hiburan yang tak bisa
diabaikan juga, selain banyak digunakan dan setara dengan foto
"diam."
Tak ada penemuan ilmiah yang dilakukan oleh seseorang
sendirian tanpa ada petunjuk dari orang-orang sebelumnya
seperti Daguerre. "Kamera obscura" (alat serupa dengan kamera
tetapi tanpa film) telah diketemukan orang delapan abad
sebelum Daguerre. Di abad ke-16, Girolamo Cardano membuat
langkah menempatkan lensa di muka "kamera obscura" terbuka.
Ini merupakan langkah penting menuju lahirnya kamera modern.
Tetapi karena bayangan yang dihasilkan tidak tahan lama
samasekali, sulitlah dianggap sebuah fotografi. Penemuan
pemula lainnya diketemukan tahun 1727 oleh Johann Schulze
yang menemukan bahwa garam perak sangat sensitif terhadap
cahaya. Meskipun dia gunakan penemuan ini untuk membuat
gambar sementara, Schulze tak punya gambaran bagaimana
cara semestinya meneruskan gagasannya.
Pendahulu yang dekat dengan apa-apa yang berhasil diperbuat
Daguerre adalah Niepce yang kemudian menjadi partner
Daguerre. Sekitar tahun 1829 Niepce menemukan bahwa batuan
tebal hitam dari Judea, sejenis aspal, sangat peka terhadap
cahaya. Dengan menggabungkan benda peka cahaya dengan
"kamera obscura," Niepce berhasil membuat foto pertama di
dunia (salah satu yang dijepretnya tahun 1826 masih ada hingga
sekarang). Atas dasar itu, beberapa orang menganggap Niepce-
lah yang layak dianggap sebagai penemu fotografi. Tetapi sistem
fotografi Niepce sepenuhnya tidak praktis karena memerlukan
tidak kurang dari delapan jam untuk pengambilannya dan itu
pun cuma menghasilkan gambar yang guram.
Kamera resmi Daguerre yang diprodusir iparnya, Alphonse
Girous, dibubuhi cap yang berbunyi: "Tanpa tanda tangan
M. Daguerre dan tanda M. Giroux, tidak terjamin". Karena
itu punya arti praktis yang berlebih.

Pada metode Daguerre, gambar direkam di atas lembar yang


berlapis "iodide perak". Waktu pengambilan yang dibutuhkan
antara 15-20 menit sudah cukup memadai walau berabe
bawanya karena berat, toh berguna. Dua tahun sesudah
Daguerre mempertunjukkan ciptaannya di depan umum, orang-
orang usul penyempurnaan: penambahan "cairan perak" pada
"iodide perak" yang peka cahaya. Perubahan kecil ini punya
pengaruh banyak mengurangi waktu yang diperlukan buat
pemotretan, karena itu punya arti praktis yang berlebih.
Tahun 1839, sesudah Daguerre mengumumkan secara terbuka
hasil penemuan fotografinya, William Henry Talbot, seorang
ilmuwan Inggris, memberitahukan pula bahwa dia telah
mengembangkan metode fotografi lain, lewat cara pencetakan
negatif, seperti dilakukan orang sekarang ini. Menarik untuk
dicatat, Talbot sesungguhnya sudah memprodusir alat potret di
tahun 1835, dua tahun sebelum keluarnya model Daguerre.
Talbot, yang juga melibatkan diri dalam pelbagai proyek, tidak
lekas-lekas meneruskan eksperimen fotografinya. Kalau saja hal
ini dilakukannya, mungkin sekali dia bisa memprodusir alat
potret yang komersil sebelum Daguerre melakukannya, dan bisa
dianggap sebagai penemu fotografi.
Tahun-tahun sesudah Daguerre dan Talbot, beruntun dilakukan
orang pelbagai penyempurnaan: proses lembaran basah, proses
lembaran kering, rol film modern, film berwarna, film bioskop,
polaroid dan xerografi. Kendati banyak orang yang terlibat dalam
pengembangan fotografi, kami anggap Louis Daguerre-lah orang
yang paling banyak beri sumbangan pikiran. Tak ada sistem
yang patut dipakai sebelum Daguerre dan sistem yang
dikembangkannya paling praktis dan paling diterima secara luas.
Lebih dari itu, penyiaran yang luas dari hasil penemuannya
merupakan daya dorong buat penyempurnaan-penyempurnaan
selanjutnya. Memang benar, fotografi yang kita kenal sekarang
jauh berbeda dengan sistem Daguerre, tetapi walaupun misalnya
tidak ada penyempurnaan apa pun, toh apa yang dibuat
Daguerre sudah dapat dimanfaatkan.

Fotografi kemudian berkembang dengan sangat cepat. Tidak


semata heliografi lagi karena cahaya apa pun kemudian bisa
dipakai, tidak semata cahaya matahari. Penemuan cahaya
buatan dalam bentuk lampu kilat pun telah menjadi sebuah
aliran tersendiri dalam fotografi. Cahaya yang dinamai sinar-X
kemudian membuat fotografi menjadi berguna dalam bidang
kedokteran. Pada tahun 1901, seorang peneliti bernama Conrad
Rontgen menemukan pemanfaatan sinar-X untuk pemotretan
tembus pandang. Temuannya ini lalu mendapat Hadiah Nobel
dan peralatan yang dipakai kemudian dinamai peralatan
rontgen. Cahaya buatan manusia dalam bentuk lampu sorot dan
juga lampu kilat (blits) kemudian juga menggiring fotografi ke
beberapa ranah lain. Pada tahun 1940, Dr Harold Edgerton yang
dibantu Gjon Mili menemukan lampu yang bisa menyala-mati
berkali-kali dalam hitungan sepersekian detik. Lampu yang lalu
disebut strobo ini berguna untuk mengamati gerakan yang
cepat. Foto atlet loncat indah yang sedang bersalto, misalnya,
bisa difoto dengan strobo sehingga menghasilkan rangkaian
gambar pada sebuah bingkai gambar saja. Demikian pula
penemuan film inframerah yang membantu berbagai penelitian.
Kabut yang tidak tembus oleh cahaya biasa bisa tembus dengan
sinar inframerah. Tidaklah heran, fotografi inframerah banyak
dipakai untuk pemotretan udara ke daerah-daerah yang banyak
tertutup kabut.

Kemajuan Pesat.
KEMAJUAN teknologi memang memacu fotografi secara sangat
cepat. Kalau dulu kamera sebesar mesin jahit hanya bisa
menghasilkan gambar yang tidak terlalu tajam, kini kamera
digital yang cuma sebesar dompet mampu membuat foto yang
sangat tajam dalam ukuran sebesar koran. Temuan teknologi
makin maju sejalan dengan masuknya fotografi ke dunia
jurnalistik. Karena belum bisa membawa foto ke dalam proses
cetak, surat kabar mula-mula menyalin foto ke dalam gambar
tangan. Dan surat kabar pertama yang memuat gambar sebagai
berita adalah The Daily Graphic pada 16 April 1877. Gambar
berita pertama dalam surat kabar itu adalah sebuah peristiwa
kebakaran. Kemudian, ditemukanlah proses cetak half tone
pada tahun 1880 yang memungkinkan foto dibawa ke dalam
surat kabar. Foto pertama di surat kabar adalah foto tambang
pengeboran minyak Shantytown yang muncul di surat kabar New
York Daily Graphic di Amerika Serikat tanggal 4 Maret 1880. Foto
itu adalah karya Henry J Newton.

Banyak cabang kemajuan fotografi yang terjadi, tetapi banyak


yang mati di tengah jalan. Foto Polaroid yang ditemukan Edwin
Land, umpamanya, pasti sudah tidak dilirik orang lagi karena kini
foto digital juga sudah nyaris langsung jadi. Juga temuan
seperti format film APSS (tahun 1996) yang langsung mati suri
karena teknologi digital langsung masuk menggeser semuanya.

Bagaimana pun, fotografi adalah bagian penting dari


kebudayaan manusia.

Fotografi Digital .
DUNIA fotografi sekarang ini benar-benar mengalami perubahan
yang drastis. Masa-masa mengisi gulungan plastik yang
dicampur dengan bahan-bahan kimia di belakang sebuah kamera
tampaknya akan berakhir. Kebosanan menunggu film diproses di
lab pun akan berakhir. Era kamera digital sekarang ini sudah
menyeliputi siapa saja, dan semua orang akan mencoba
pengalaman baru dan memanfaatkan kemajuan yang dicapai
dalam teknologi kamera ini. Memang, di sisi lain kita masih
melihat kalau kamera digital sekarang ini masih menyimpan
kemiripan dengan kamera yang selama ini kita kenal. Bentuk
kotak yang terbungkus plastik atau kerangka besi ringan masih
tetap melekat dengan lensa yang mengatur ketajaman fokus
maupun aperture dan shutter yang mengatur berapa banyak
cahaya yang bisa masuk ke dalam kamera. Perbedaannya hanya
tidak adanya rol film yang selama ini kita kenal.

Pengalaman menggunakan kamera digital dan konvensional


memang memberikan beberapa nuansa yang sama sekali baru.
Setidaknya, hasil foto-foto yang diambil bisa langsung dilihat
hasilnya seketika. Hasil seketika ini memang memberikan
dimensi lain, antara lain siapa saja dan di mana saja seseorang
berada bisa berbagi foto hasil jepretannya dalam seketika. Hal
lain yang juga dicermati adalah proses belajar fotografi pun
menjadi semakin cepat dan bisa disimak oleh siapa saja yang
berminat tanpa khawatir akan membuang uang karena harus
membeli beberapa rol film.

Pilihan kamera digital di pasaran sekarang ini pun beragam


macam. Jasa fotografi yang biasanya dilakukan oleh perantara
sebuah lab foto, sekarang mulai diambil alih oleh situ-situ Web di
jaringan Internet. Teknologi kamera digital yang dimulai dengan
gambar-gambar beresolusi rendah, sekarang sudah jauh
berkembang dibanding lima tahun lalu dan tetap mampu
mempertahankan semboyan "lebih indah dari aslinya".

Akan tetapi, di sisi lain, pun sampai pada sebuah taraf


kebingungan ketika memilih kamera mana yang memberikan
hasil terbaik, karena selain teknologi yang dikandung kamera
digital sekarang ini semakin mendekati satu sama lain, harga
yang ditawarkan pun beragam. Apalagi, berbagai aksesori
kamera, seperti tambahan lensa sudut lebar maupun lensa tele,
serta pilihan pencahayaan menggunakan lampu flash juga
beragam.

Megapixel.
Sekilas, persaingan piksel dalam kamera digital menjadi ajang
persaingan yang setara seperti halnya persaingan kecepatan
prosesor komputer PC yang setiap kali selalu diperbarui dalam
kurun waktu tertentu menambah gigahertz yang sudah ada di
pasaran. Oleh karena itu, kita jangan sampai terkecoh dengan
jumlah megapiksel yang digembar-gemborkan penjual kamera
digital, karena benar bahwa ada kamera yang mempunyai
jumlah megapiksel yang lebih banyak tapi tidak serta-merta
kamera ini menjadi yang terbaik.

Yang perlu diingat adalah semakin banyak sel-sel sensitif foto


yang ditampung dalam chip CCD (Charge Coupled Device) yang
mengatur sensitivitas pencahayaan, semakin banyak gangguan-
gangguan elektronik yang dihasilkan. Hanya pembuat sirkit
elektronik yang cerdik dan canggih yang mampu menangani
persoalan ini. Dan sekarang ini memang menjadi persoalan
serius, karena belum terlihat siapa penghasil chip CCD terbaik
sekarang ini yang menurut pengamatan memang akan
didominasi oleh banyak perusahaan seperti Canon, Nikon, Fuji,
Sony, dan lainnya.
dunia
.
kamera.