Anda di halaman 1dari 3

1

Hubungan Pengetahuan dan Keyakinan


Pengetahuan dan Keyakinan adalah dua hal cukup berlawanan. Meskipun begitu pada
dasarnya ada keterikatan yang kuat antara Pengetahuan dan Keyakinan. Baik pengetahuan
maupun keyakinan sama sama merupakan sikap mental seseorang dalam hubungan pada objek
tertentu yang disadarinya. Dalam keyakinan objek yang disadari sebagai ada tidak perlu harus
ada sebagaimana adanya sebaliknya dalam pengetahuan objek yang disadari ada harus ada
sebagaimana adanya
Dari hal diatas dapat disimpulkan, ada perbedaan antara pengetahuan dan keyakinan.
Keyakinan bisa saja keliru namun tetap disah dianut sebagai keyakinan. Apa yang disadari bisa
saja tidak ada dalam kenyataan. Sebaliknya, pengetahuan tidak bisa salah atau keliru, apabila
pengetahuan salah maka tidak dapat dianggap sebagai pengetahuan. Dalam pengetahuan objek
yang dikaji harus benar benar ada.
Dalam hubungan antara pengetahuan dan keyakinan kita juga mengenal proporsi atau
hipotesis. Proporsi atau hipotesis adalah pernyataan yang mengungkapkan apa yang diketahui
dan diyakini sebagai benar dan perlu dibuktikan lebih lanjut. Pengetahuan selalu mengandung
kebenaran. Kendati begitu, kebenaran dalam pengetahuan bersifat sementara. Berkaitan tentang
hal itu, ada dua pendaoat mendasar tentang pengetahuan.
Pendapat yang pertama, ada tidaknya pengetahuan dapat dibuktikan dengan sadar tidak
sadarnya pihak bersangkuta bahwa dia tahu. Pihak bersangkutan harus memiliki kesadaran
bahwa dia sadar akan sesuatu. Misalnya, seseorang sadar bahwa ia sadar dibelakangnya ada
almari. Sebaliknya, sedikit berbeda dengan pendapat pertama. Pendapat kedua menyebutkan
supaya ada pengetahuan tidak ada kesadaran bahwa subjek itu tahu. Dalam beberapa kasus kita
tahu meskipun seringkali kita tidak sadar bahwa kita tahu.
Pendapat pertama dan kedua sebenarnya tidak saling bertentangan. Pendapat kedua
sebenarnya memperkuat pendapat pertama. Seperti yang disebutkan diatas pada dasarnya kita
tahu namun kita tidak sadar bahwa kita tahu. Pengetahuan baru dapat disebut baru apabila subjek
sadar akan apa yang kita ketahui. Segala sesuatu yang diketahui tanpa disadari merupakan
pengetahuan terselubung.

2
Dapat disimpulkan dari bahasan diatas, ada keterikatan kuat antara pengetahuan dan
keyakinan. Pengetahuan pada dasarnya selalu mengandung keyakinan, keyakinan akan
pengetahuan itu sendiri.
Macam-Macam Pengetahuan Menurut Polanya
Pada dasarnya, pengetahuan dibedakan menjadi;

Pengetahuan Tahu Bahwa
Pengetahuan tentang informasi tertentu; tahu bahwa sesuatu terjadi, tahu bahwa ini atau
itu memang demikian adanya bahwa apa yang dikatakan memang benar. Pengetahuan ini
bersifat teoritis dan kekuatannya adalah informasi yang dia miliki dan orang lain tidak.
Pengetahuan Tahu Bagaimana
Pengetahuan mengenai bagaimana melakukan sesuatu. Pengetahuan jenis ini menyankut
keahlian teknis melakukan sesuatu. Pengetahuan ini lebih menuju pada hal hal yang
bersifat praktis.
Pengetahuan Tahu Tentang
Pengetahuan akan sesuatu melalui pengalaman dan pengenalan pribadi. Unsur paling
penting adalah pengalaman pribadi secara langsung dengan objeknya. Pengetahuan ini
memiliki subjektivitas yang tinggi mengingat pengalaman langsung, selain itu penilaian
Pengetahuan
Pengetahuan
tahu bahwa
Pengetahuan
tahu bagaimana
Pengetahuan
tahu tentang
Pengetahuan
tahu mengapa

3
dibuat oleh subjek sendiri. Pengetahuan ini sangat terbatas pada objek yang dikenal
secara langsung saja.
Pengetahuan Tahu Mengapa
Merupakan pengetahuan yang bersifat lebih serius karena berkaitan dengan penjelasan.
Tidak sekedar informasi namun jauh mendalam lagi. Dalam pengetahuan ini si subjek
melagkah lebih jauh lagi untuk mengetahui mengapa sesuatu bisa terjadi sebagaimana
adanya . Ini merupakan pengetahuan yang paling mendalam, dan pengetahun ilmiah pada
dasarnya. Setelah mendapat informasi akan muncul keinginan bagaimana ini bisa terjadi
sampai menemukan jawaban yang memuaskan pertanyaannya.
Hubungan di antara Empat Macam Pengetahuan
Diantara empat macam pengetahuan ini terdapat keterikatan yang kuat satu sama lain.
Dalam pengetahuan tahu bahwa dan pengetahuan tahu bagaimana terdapat hubungan yang kuat.
Pengetahuan tahu bahwa adalah hal teori yang menjadi dasar pengetahuan tahu bagaimana yang
merupakan hal praktis. Pada pengetahuan tahu bahwa akan berhenti di sekedar tahu. Sedangkan
pada pengetahuan tahu bagaimana akan melangkah lebih jauh untuk menerapkan pengetahuan
tahu bahwa. Pengetahuan yang dibuktikan melalui pengetahuan tahu bagaimana baru dapat
diakui sebagai pengetahuan tahu bahwa.
Unsur utama dalam pengetahuan adalah fakta dalam hal ini disampaikan melalui
informasi.