Anda di halaman 1dari 13

Definisi Hukum Ekonomi

Kata ekonomi sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti keluarga, rumah tangga dan
(nomos), atau peraturan, aturan, hukum, dan secara garis besar diartikan sebagai aturan rumah
tangga atau manajemen rumah tangga.
Jadi, Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan
kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang
tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.

Menurut M. Manulang, ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya
untuk mencapai kemakmuran (kemakmuran suatu keadaan di mana manusia dapat memenuhi
kebutuhannya, baik barang-barang maupun jasa). Hukum ekonomi lahir disebabkan oleh semakin
pesatnya pertumbuhan dan perkembangan perekonomian. Hukum berfungsi untuk mengatur dan
membatasi kegiatan ekonomi denganharapan pembangunan perekonomian tidak mengabaikan hak-hak
dan kepentingan masyarakat. Jadi, Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam
memilih dan menciptakan kemakmuran.

Dalam hal ini, Hukum Ekonomi dapat didefinisikan sebagai suatu hubungan sebab akibat atau pertalian
peristiwa ekonomi yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kehidupan ekonomi sehari-hari
dalam masyarakat. Atau juga, Hukum ekonomi adalah suatu hubungan sebab akibat atau pertalian
peristiwa ekonomi yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kehidupan ekonomi sehari-hari
dalam masyarakat. Selain itu Hukum ekonomi lahir disebabkan oleh semakin pesatnya pertumbuhan dan
perkembangan perekonomian.

Hukum Ekonomi di bedakan menjadi 2,yaitu :

1. Hukum ekonomi pembangunan, adalah yang meliputi pengaturan dan pemikiran hukum mengenai
cara-cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi Indonesia secara Nasional.
2. Hukum Ekonomi social, adalah yang menyangkut pengaturan pemikiran hukum mengenai cara-cara
pembangian hasil pembangunan ekonomi nasional secara adil dan martabat kemanusiaan (hak asasi
manusia) manusia Indonesia.

Menurut Sunaryati Hartono, hukum ekonomi adalah penjabaran hukum ekonomi pembangunan dan
hukum ekonomi social, sehingga hukum ekonomi tersebut mempunyai 2 aspek yaitu :
1. Aspek pengaturan usaha-usaha pembangunan ekonomi
2. Aspek engaturan usaha-usaha pembagian hasil pembangunan ekonomi secara serta merata diantara
seluruh lapisan masyarakat.
pembangunan dan hukum ekonomi sosial sehingga hukum tersebut mempunyai dua aspek berikut:

1. Aspek pengaturan usaha-usaha pembangunan ekonomi.
2. Aspek pengaturan usaha-usaha pembangunan hasil dan pembangunan ekonomi secaramerata di seluruh
lapisan masyarakat. Hukum ekonomi Indonesia dibedakan menjadi 2, yaitu :

a) Hukum Ekonomi Pembangunan
Hukum ekonomi pembangunan adalah yang meliputi pengaturan dan pemikiran hukummengenai cara-
cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi Indonesia secara nasional,
b) Hukum Ekonomi Sosial
Hukum ekonomi sosial adalah yang menyangkut peraturan pemikiran hukum mengenaicara-cara
pembegian hasil pembangunan ekonomi nasional secara adil dan merata dalam HAM manusia Indonesia.
Namun ruang lingkup hukum ekonomi tidak dapat diaplikasikan sebagai satu bagian darisalah satu
cabang ilmu hukum, melainkan merupakan kajian secara interdisipliner dan multidimensional. Atas dasar
itu, hukum ekonomi menjadi tersebar dalam pelbagai peraturan undang-undangyang bersumber pada
pancasila dan UUD 1945.Sementara itu, hukum ekonomi menganut azas, sebagi berikut :
a) Azas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan TME.
b) Azas manfaat.
c) Azas demokrasi pancasila.
d) Azas adil dan merata.
e) Azas keseimbangan, keserasian, dan keselarasan dalam perikehidupan.
f) Azas hukum.
g) Azas kemandirian.
h) Azas Keuangan.
i) Azas ilmu pengetahuan.
j) Azas kebersamaan, kekeluargaan, keseimbangan, dan kesinambungan dalam kemakmuranrakyat.
k) Azas pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
l) Azas kemandirian yang berwawasan kenegaraan.
Dengan demikian, dalam era globalisasi membuat dunia menjadi satu sehingga batas-batas Negara dalam
pengertian ekonomi dan hukum menjadi kabur. Oleh karena itu, pertimbangantentang apa yang
berkembang secara internasional menjadi begitu penting untuk dijadikan dasar-dasar hukum ekonomi.

Aspek Lain dari Hukum Ekonomi
Aspek dalam hukum ekonomi adalah semua yang berpengaruh dalam kegiatan ekonomi antara lain adalah
pelaku dari kegiatan ekonomi yang jelas mempengaruhi kejadian dalam ekonomi, komoditas ekonomi
yang menjadi awal dari sebuah kegiatan ekonomi, kemudian aspek-aspek lain yang mempengaruhi
hukum ekonomi itu sendiri seperti contoh yang ada di atas, yaitu kurs mata uang, aspek lain yang
berhubungan seperti politik dan aspek lain dalam hubungan ekonimi yang sangat kompleks. Selain aspek
dalam hukum ekonomi ada juga norma dalam hukum ekonomi yang juga sudah digambarkan dalam
berbagai contoh yang sudah disebutkan di atas, dimana jika suatu aspek ekonomi itu mengalami suatu
kejadian yang menjadi sebab maka norma ekonomi itu berlaku untuk menjadikan bagaimana suatu sebab
mempengaruhi kejadian lain yang menjadi akibat dari kejadian pada sebab tersebut. Dapat diartikan
bahwa norma hukum ekonomi adalah aturan-aturan yang berlaku dalam hukum ekonomi tersebut.
Sunaryati Hartono mengatakan bahwa hukum ekonomi adalah penjabaran ekonomi pembangunan dan
hukum ekonomi sosial sehingga hukum tersebut mempunyai dua aspek berikut:
Aspek pengaturan usaha usaha pembangunan ekonomi.
Aspek pengaturan usaha usaha pembangunan hasil dan pembangunan ekonomi secara merata di
seluruh lapisan masyarakat.

Hukum ekonomi Indonesia dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Hukum Ekonomi Pembangunan
Hukum ekonomi pembangunan adalah yang meliputi pengaturan dan pemikiran hukum mengenai cara
cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi Indonesia secara nasional.
b. Hukum Ekonomi Sosial
Hukum ekonomi sosial adalah yang menyangkut peraturan pemikiran hukum mengenai cara cara
pembegian hasil pembangunan ekonomi nasional secara adil dan merata dalam HAM manusia Indonesia.
Namun ruang lingkup hukum ekonomi tidak dapat diaplikasikan sebagai satu bagian dari salah satu
cabang ilmu hukum, melainkan merupakan kajian secara interdisipliner dan multidimensional.
Atas dasar itu, hukum ekonomi menjadi tersebar dalam pelbagai peraturan undang undang yang
bersumber pada pancasila dan UUD 1945. Sementara itu, hukum ekonomi menganut azas,sebagi berikut:

1. Azas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan TME.
2. Azas manfaat.
3. Azas demokrasi pancasila.
4. Azas adil dan merata.
5. Azas keseimbangan, keserasian, dan keselarasan dalam perikehidupan.
6. Azas hukum.
7. Azas kemandirian.
8. Azas Keuangan.
9. Azas ilmu pengetahuan.
10. Azas kebersamaan, kekeluargaan, keseimbangan, dan kesinambungan dalam kemakmuran rakyat.
11. Azas pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
12. Azas kemandirian yang berwawasan kenegaraan.

Dengan demikian, dalam era globalisasi membuat dunia menjadi satu sehingga batas batas Negara
dalam pengertian ekonomi dan hukum menjadi kabur. Oleh karena itu, pertimbangan tentang apa yang
berkembang secara internasional menjadi begitu penting untuk dijadikan dasar dasar hukum ekonomi.

Hukum ekonomi dalam era sekarang ini memiliki fungsi memfasilitasi kegiatan ekonomi dan
perdagangan untuk kesjahteraan masyarakat, sedangkan hubungan hukum dalam hal ini adalah hukum
pidana terhadap aktivitas ekonomi adalah bagaimana hukum pidana dalam hal ekonomi tersebut menjadi
hal yang berfungsi mencegah perilaku penyimpangan dalam bidang ekonomi yang merugikan masyarakat
dan bangsa dalam pelaksanaan globalisasi ekonomi. Sehingga dengan hukum pidana dalam hal ekonomi
ini mencegah semua tindakan atau aktivitas yang merugikan masyarakat, karena saat ini masyarakat lebih
memperhatikan dan lebih takut akan hukum pidana sebagai konsekuensi dari suatu perbuatan yang
menyimpang. Diharapkan dengan adanya hukum yang mengatur kegiatan ekonomi maka akan didapatkan
kegiatan ekonomi yang tidak menyimpang dan tetap memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dan
bangsa.

Hubungan hukum dan ekonomi pada era sekarang ini bisa dibilang sangat penting karena hukum dapat
dijadikan sebagai kontrol alam semua tindakan ekonomi yang berlangsung di Negara ini. Karena tanpa
kontrol hukum yang jelas, kegiatan ekonomi dapat dijadikan suatu kegiatan yang menyimpang dan
mengakibatkan kerugian bagi masyarakat sebagai pelaku ekonomi dan juga merugikan negara.

Asas-asas hukum ekonomi indonesia :
a) Asas manfaat
b) Asas keadilan dan pemerataan yang berperikemanusiaan.
c) Asas keseimbangan, keserasian dan keselarasan dalam perikehidupan.
d) Asas kemandirian yang berwawasan kebangsaan.
e) Asas usaha bersama atau kekeluargaan
f) Asas demokrasi ekonomi.
g) Asas membangun tanpa merusak lingkungan.
Dasar hukum ekonomi Indonesia :
a) UUD 1945
b) Tap MPR
c) Undang-Undang
d) Peraturan Pemerintah
e) Keputusan Presiden
f) Sk Menteri
g) Peraturan Daerah
Ruang lingkup hukum ekonomi :
Ruang lingkup hukum ekonomi jika didasarkan pada klasifikasi internasional pembagiannya sbb:
a) Hukum ekonomi pertanian atau agraria, yg di dalamnya termasuk norma-norma mengenai pertanian,
perburuan, peternakan, perikanan dan kehutanan.
b) Hukum ekonomi pertambangan.
c) Hukum ekonomi industri, industri pengolahan.
d) Hukum ekonomi bangunan.
e) Hukum ekonomi perdagangan, termasuk juga norma-norma mengenai perhotelan dan pariwisata.
f) Hukum ekonomi prasarana termasuk gas, listrik air, jalan.
g) Hukum ekonomi jasa-jasa, profesi dokter, advokad, pembantu rumah tangga, tenaga kerja.
h) Hukum ekonomi angkutan.
i) Hukum ekonomi pemerintahan termasuk juga pertahanan dan keamanan (hankam) dll.

Sumber Hukum Ekonomi :
a) Meliputi:perundang-undangan;perjanjian;traktat;jurisprudensi; kebiasaan dan pendapat sarjana
(doktrin)
b) Tingkat kepentingan dan penggunaan sumber-sumber hukum. Hal ini sangat tergantung pada
kekhususan masing-masing masalah hukum atau sistem hukum yang dianut di suatu negara.
Fungsi Hukum Ekonomi dalam Pembangunan :
a) Sebagai sarana pemeliharaan ketertiban dan keamanan
b) Sebagai sarana pembangunan
c) Sebagai sarana penegak keadilan
d) Sebagai sarana pendidikan masyarakat
Keempat fungsi tersebut dapat diterapkan dalam hukum ekonomi yang merupakan suatu sistem hukum
nasional yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyat .
Tugas Hukum Ekonomi :
a) Membentuk dan menyediakan sarana dan prasarana hukum
b) Peningkatan pembangunan ekonomi
c) Perlindungan kepentingan ekonomi warga
d) Peningkatan kesejahteraan masyarakat
e) Menyusun & menerapkan sanksi bagi pelanggar
f) Membantu terwujudnya tata ekonomi internasional baru melalui sarana & pranata hukum
Tujuan Hukum :
Dengan adanya hukum di Indonesia maka tiap perkara dapat di selesaikan melaui proses pengadilan
dengan prantara hakim berdasarkan ketentuan hokum yang berlaku,selain itu Hukum bertujuan untuk
menjaga dan mencegah agar setiap orang tidak dapat menjadi hakim atas dirinya sendiri.

Contoh Kasus Hukum dalam Ekonomi :
a) Jika harga sembako atau sembilan bahan pokok naik maka harga-harga barang lain biasanya akan ikut
merambat naik.
b) Jika nilai kurs dollar amerika naik tajam maka banyak perusahaan yang modalnya berasal dari
pinjaman luar negeri akan bangkrut.
c) Semakin tinggi bunga bank untuk tabungan maka jumlah uang yang beredar akan menurun dan terjadi
penurunan jumlah permintaan barang dan jasa secara umum.
d) Apabila pada suatu lokasi berdiri sebuah pusat pertokoan hipermarket yang besar dengan harga yang
sangat murah maka dapat dipastikan peritel atau toko-toko kecil yang berada di sekitarnya akan
kehilangan omset atau mati gulung tikar.
e) Jika nilai kurs dollar amerika naik tajam maka banyak perusahaan yang modalnya berasal dari
pinjaman luar negeri akan bangkrut.
f) Turunnya harga elpiji / lpg akan menaikkan jumlah penjualan kompor gas baik buatan dalam negeri
maupun luar negeri.





(1) Hukum ekonomi kurang tepat.
Sifat hukum ekonomi adalah bahwa mereka kurang tepat dibandingkan dengan hukum ilmu alam seperti
Fisika, Kimia, Astronomi, dll Seorang ekonom tidak dapat memprediksi dengan pasti untuk apa yang
akan terjadi di masa depan dalam ekonomi domain. Dia hanya bisa mengatakan seperti apa yang mungkin
terjadi dalam waktu dekat. Ini alasan mengapa hukum-hukum ekonomi tidak sama persis seperti yang
dilakukan oleh ilmu alam adalah sebagai berikut:

Pertama, ilmu alam menangani kasus tersebut yang tak bernyawa. Sementara ekonomi, kita prihatin
dengan orang yang diberkahi dengan kebebasan atau ia dapat bertindak dengan cara apapun yang dia
suka. Tidak ada yang bisa memprediksi dengan nya tindakan kepastian masa depan. Unsur ketidakpastian
dalam hasil perilaku manusia dalam membuat hukum ekonomi kurang tepat dari hukum-hukum ilmu
alam.

Kedua, dalam ilmu ekonomi sangat sulit untuk mengumpulkan data faktual di mana hukum-hukum
ekonomi harus didasarkan. Bahkan jika data yang dikumpulkan itu bisa berubah setiap saat karena
perubahan mendadak pada selera masyarakat atau sikap mereka.

Ketiga, ada banyak faktor yang tidak diketahui mana yang mempengaruhi tentu saja diharapkan tindakan
dan dengan demikian dapat dengan mudah memalsukan prediksi ekonomi. Dr Marshall telah
mengabdikan satu bab dalam bukunya yang terkenal "Prinsip Ekonomi" dalam membahas sifat hukum
ekonomi. Dia menulis, bahwa hukum ekonomi yang harus diperbandingkan dengan hukum pasang surut
daripada dengan yang sederhana dan tepat hukum gravitasi.
Alasan untuk membandingkan hukum-hukum ekonomi dengan hukum pasang surut oleh Marshall adalah
bahwa hukum pasang juga tidak tepat. Munculnya pasang tidak dapat diprediksi secara akurat. Ini hanya
dapat dikatakan bahwa air pasang diperkirakan akan meningkat pada waktu tertentu. Ini mungkin atau
mungkin tidak naik. angin yang kuat dapat mengubah arah ke sisi yang berlawanan. Mereka bukannya
meningkat dapat jatuh. Begitu juga halnya dengan hukum ekonomi.

(2) Hukum ekonomi adalah dasarnya hipotesis. Ekonomi undang-undang,Seligman menulis,
pada dasarnya hipotetis. Mereka adalah benar dalam kondisi tertentu tertentu. Jika kondisi ini terpenuhi,
kesimpulan yang diambil dari mereka akan benar dan tepat sebagai orang-orang hukum ilmu fisika. Dari
pernyataan bahwa hukum ekonomi yang hipotetis, kita tidak boleh menyimpulkan bahwa, mereka tidak
berguna atau nyata. Unsur hipotesis juga ada dalam hukum ilmu fisika. Ambil contoh, hukum
gravitasi. Hal ini menyatakan bahwa tubuh cenderung-jatuh ke tanah tetapi tubuh tidak dapat jatuh
segera. jatuh mereka mungkin dihambat oleh tekanan atmosfir. Begitu juga halnya dengan hukum
Ekonomi. Ambil contoh, hukum mengurangi utilitas marjinal . Ini menyatakan, hal-hal lain makhluk
sama, manfaat tambahan yang seseorang berasal dari kenaikan saham tertentu tentang suatu hal berkurang
dengan setiap kenaikan saham yang ia sudah memiliki, tapi ini tidak mungkin terjadi. Pemanfaatan unit
tambahan mungkin meningkat karena perubahan mendadak dalam mode, selera, dll Satu-satunya
perbedaan antara hukum ekonomi dan hukum-hukum ilmu fisika adalah bahwa unsur hipotesis di bekas
lebih permanen dibandingkan dengan nanti . Dalam kata-kata Samuelson menulis "Meskipun perkiraan
karakter hukum ekonomi, itu diberkati dengan prinsip-prinsip berlaku banyak".

(3) Ekonomi hukum kualitatif atau kuantitatif. Hukum ekonomi bersifat kualitatif.Mereka
tidak benar-benar dinyatakan dalam istilah kuantitatif. Mereka mengatakan arah perubahan yang
diharapkan daripada jumlah perubahan. Misalnya, sesuai dengan hukum permintaan , kuantitas yang
diminta berbanding terbalik dengan harga. Kami tidak mengatakan bahwa 10% kenaikan harga akan
menyebabkan jatuh% 30 m kuantitas yang diminta.

(4) Berlaku pada rata-rata di normal kondisi. hukum ekonomi tidak berhubungan dengan
individu tertentu, perusahaan, dll komoditas Dibutuhkan unit ekonomi rata-rata dan menetapkan perilaku
ekonomi.

(5) Hukum ekonomi lebih tepat daripada hukum-hukum ilmu-ilmu sosial lainnya. Kita
mengakui bahwa hukum ekonomi tidak 100% tepat. Mereka adalah, bagaimanapun, lebih tepat daripada
hukum-hukum dari setiap ilmu pengetahuan sosial lainnya.








































1. Pengertian Kontrak
Kontrak atau contracts (dalam bahasa inggris) dan overeenkomst (dalam bahasa belanda) dalam
pengertian yang lebih luas sering dinamakan juga dengan istilah perjanjian. Kontrak adalah Peristiwa di
mana dua orang atau lebih saling berjanji untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu perbuatan
tertentu, biasanya secara tertulis.
Para pihak yang bersepakat mengenai hal-hal yang diperjanjikan, berkewajiabn untuk menaati dan
melaksanakannya, sehingga perjanjian tersebut menimbulkan hubungan hokum yang disebut perikatan
(verbintenis).

2. Syarat Sahnya Kontrak
Menurut Pasal 1320 KUH Perdata Kontrak adalah sah bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a. Syarat Subjektif, syarat ini apabila dilanggar maka kontrak dapat dibatalkan, meliputi :
1. Kecakapan untuk membuat kontrak (dewasa dan tidak sakit ingatan);
2. Kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya.
3.
b. Syarat Objekif, syarat ini apabila dilanggar maka kontraknya batal demi hokum, meliputi :
1. Suatu hal (objek) tertentu;
2. Sesuatu sebab yang halal (kuasa).

3. Asas dalam Berkontrak
Menurut Pasal 1338 Ayat (1) KUH Perdata menyatakan bahwa semua perjanjian yang dibuat secara sah
berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Dari bunyi pasal tersebut jelas sangat
jelas terkandung asas :
1. Konsensualisme, adalah perjanjian itu telah terjadi juka telah consensus antara pihak-pihak yang
mengadakan kontrak;
2. Kebebasan berkontrak, artinya seseorang bebas untuk mengadakan perjanjian, bebas mengenai
apa yang diperjanjikan, bebas pula menentukan bentuk kontraknya;
3. Pacta sunt servanda, artinya kontrak itu merupakan undang-undang bagi pihak yang
membuatnya (mengikat).
Di samping itu, beberapa asas lain dalam standar kontrak :
1. Asas Kepercayaan
2. Asas Persamaan Hak
3. Asas Moral
4. Asas Keseimbangan
5. Asas Moral
6. Asas Kepatutan
7. Asas Kebiasaan
8. Asas Kepastian Hukum

4. Asas dalam Berkontrak
Mengenai sumber hukum kontrak yang bersumber dari undang-undang dijelaskan :
1. Persetujuan para pihak (kontrak);
2. Undang-undang, selanjutnya yang lahir dari UU ini dapat dibagi :
Undang-undang saja
UU karena suatu perbuatan, selanjutnya yang lahir dari UU karena suatu perbuatan dapat dibagi :

3. Yang dibolehkan (zaakwaarnaming);
4. Yang berlawanan dengan hukum, misalnya seorang karyawan yang membocorkan rahasia perusahaan,
meskipun dalam kontrak kerja tidak disebutkan, perusahaan dapat saja menuntut karyawan tersebut
karena perbuatan itu oleh UU termasuk perbuatan yang melawan hukum (onrechtsmatige daad), untuk
hal ini dapat dilihat pasal 1356 KUH Perdata.



































Pengertian Hukum Ekonomi Internasional
- Ilmu yang mempelajari alokasi sumber daya yang langka guna memenuhi kebutuhan manusia,
problematika ekonomi dipelajari dalam ruang lingkup internasional, artinya masalah alokasi dianalisis
dalam hubungan antar pelaku ekonomi satu negara dengan negara lain.
- Louis Henkin, Segala hukum internasional dan perjanjian internasional tentang transaksi ekonomi
yang telah melewati batas wilayah negara atau memiliki implikasi terhadap lebih dari satu negara, seperti
kegiatan-kegiatan yang meliputi perdagangan barang, dana, orang, teknologi, atau pesawat terbang,
maupun hal-hal yang tidak berwujud.
- J.H Jackson, Hukum yang memiliki subyek hukum yang mengandung elemen internasional dan
ekonomi dalam suatu hubungan integral dan tidak memerlukan pembatasan yang jelas antara hukum
ekonomi internasional dan hukum internasional publik.
- Secara sederhana dapat diartikan sebagai hukum yang mengatur kegiatan dan fenomena ekonomi di
dunia internasional.
Ruang Lingkup Hukum Ekonomi Internasional
1. HEI Privat (menekankan pada kontrak)
- Para pihaknya adalah persoon (natuur persoon dan recht persoon) yang berasal dari dua atau lebih
negara atau lokasi bisnis yang berbeda, yang melakukan kegiatan ekonomi (loan, trade, investment, sales
contract)
- Sumber hukum:
a.) Kontrak yang dibuat para pihak
b.) Hukum perdata nasional masing-masing pihak
c.) Hukum perdata internasional
2. HEI Publik (menekankan pada kebijakan negara atau organisasi ekonomi internasional)
- Para pihak :
a.) Negara (State)
b.) Organisasi internasional (WTO, IMF, World Bank, ADB dsb.)
c.) Persoon (natuur dan recht persoon perusahaan internasional dan NGO) yang terkena dampak dari
kebijakan yang dibuat oleh negara dan organisasi ekonomi internasional.
- Sumber hukum :
a.) Konvensi / kesepakatan internasional di bidang ekonomi, baik bilateral maupun mulilateral
b.) Hukum kebiasaan internasional
c.) Prinsip atau asas-asas umum yang diakui oleh negara-negara
d.) Kontrak yang dibuat antara organisasi ekonomi internasional dengan negara atau organisasi ekonomi
internasional dengan recht persoon
e.) Yurisprudensi dan doktrin
f.) Resolusi
g.) Keputusan-keputusan
h.) Pedoman Perilaku
Tujuan dan Peran Hukum Ekonomi Internasional
- Tujuan HEI :
1.) Tujuan ekonomis, mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia
2.) Mengembangkan proses pembangunan negara berkembang
3.) Mengharmoniskan nilai-nilai dalam mewujudkan tujuan ekonomi internasional
- Peran HEI :
1.) Membatasi atau mengatur tindakan-tindakan negara agar tidak merugikan kepentingan negara atau
warga negara lain.
2.) Mewujudkan ketertiban dalam hubungan ekonomi internasional antar pelaku.
3.) Menciptakan kepastian hukum dalam hubungan ekonomi internasional
4.) Melindungi para pihak terutama pihak yang lemah
5.) Mengubah perilaku negara, melalui prinsip, dan kaidah hukum ekonomi internasional
Subyek Hukum Ekonomi Internasional
1. Negara
2.Organisasi Ekonomi Internasional
3.Perusahaan Mulit-Nasional
4.Individu
5.Non Goverment Organization
Sumber Hukum dari Hukum Ekonomi Internasional
1. Perjanjian Internasional
- Fungsi :
a.) Membentuk ketentuan HEI yang belum pernah ada
b.) Merumuskan kembali ketentuan HEI yang sudah ada dan biasanya dalam bentuk hukum kebiasaan
internasional / menguatkan daya ikat.
c.) Merubah ketentuan HEI yang lama, mengikuti perkembangan HEI.

2. Hukum kebiasaan internasional
- Lahir karena dua faktor, yaitu :
a.) Adanya suatu tindakan yang berulang-ulang dan terus menerus
b.) Masyarakat internasional memandang tindakan tersebut sebagai sesuatu yang mengikat
- Fungsi utamanya adalah untuk merumuskan atau menampung kebutuhan-kebutuhan masyarakat
internasional yang belum dituangkan dalam bentuk kesepakatan atau perjanjian.
- Contoh : Pacta Sunt Servanda, Freedom of the High Seas, Reciprocityi

3. Prinsip-prinsip hukum umum
- Fungsi :
a.) Sebagai dasar pembentukan norma hukum
b.) Sebagai pedoman pelaksana norma-norma hukum
c.) Melengkapi norma hukum yang sudah ada
- Contoh : Good Faith (Itikad baik dalam perundingan dan melaksanakan perjanjian), prinsip tanggung
jawab negara (manakala suatu negara melakukan tindakan-tindakan yang merugikan negara lain, maka
negara tersebut bertanggung jawaban atas tindakan dan akibatnya), dll.
4.Yurisprudensi dan doktrin
5. Resolusi
6. Keputusan-keputusan
7. Pedoman perilaku
Perangkat aturan yang mengatur hubungan bisnis internasional yang disusun oleh negara, organisasi antar
pemerintah juga oleh perusahaan swasta serta organisasi internasional.
Prinsip Hukum Ekonomi Internasional
1. Minimum Standards
- Kewajiban negara untuk sedikitnya memberikan jaminan perlindungan kepada pedagang atau pengusaha
asing atau harta miliknya
2. Reciprocity / Identical Treatment
- Perlakuan timbal balik (negara A mengenakan pajak kepada negara B sebesar 5%, begitu juga
sebaliknya)
3. Prinsip Non-Diskriminasi
A. National Treatment
- Produk dan investor asing (legal) harus diperlakukan sama dengan produk dan investor nasional.
B. Most Favoured Nation (MFN)
- Semua / sesama negara anggota suatu perjanjian internasional haruslah diperlakukan sama oleh anggota
yang lain, tidak boleh ada diskriminasi.
4. Kewajiban menahan diri untuk tidak merugikan negara lain
- Peraturan ini mensyaratkan kepada negera anggota GATT, suatu kewajiban untuk menahan diri dan
tidak memberikan subsidi-subsidi tertentu pada tahap awal produksi bagi produknya.
- Contoh : Dumping, proteksionisme, dll.
5. Klausul penyelamat
- Tindakan penangguhan pelaksaan kewajiban internasional untuk menyelamatkan ekonomi / industri di
dalam negerinya.
- Hanya boleh dilakukan, dengan syarat :
a.) Hanya bersifat temporer
b.) Negara yang bersangkutan harus memberikan notifikasi kepada organisasi ekonomi internasional
c.) Harus bersedia dimonitor organisasi ekonomi tersebut untuk melihat kapan berakhirnya safeguard.

7. Prefensi negara sedang berkembang
- Mensyaratkan perlunya suatu kelonggaran atas aturan-aturan hukum tertentu bagi negara berkembang
(khususnya ketika berhubungan dengan negara-negara maju)
- Contoh : Pengurangan bea masuk terhadap produk-produk negara berkembang di negara maju.

8. Penyelesaian sengketa secara damai
9. Kedaulatan negara atas kekayaan alam, kemakmuran dan kehidupan ekonominya
10. Kerja sama internasional
- Tanggung jawab kolektif dan solidaritas untuk pembangunan dan kesejahteraan bagi semua negara
11. Transparansi
- Setiap kebijakan ekonomi yang diambil oleh negara anggota organisasi ekonomi internasional harus bisa
diketahui secara transparan anggota-anggota lainnya.
- Setiak kebijakan ekonomi tersebut harus diinformasikan terhadap organisasi ekonomi internasional
untuk diregistrasikan, sehingga tidak dapat berubah seenaknya.
- Perubahan kebijakan ekonomi negara anggota harus dapat diketahui dan dapat dimonitor organisasi
ekonomi internasional.