Anda di halaman 1dari 15

Rencana perawatan & desain

piranti ortodonti lepas


By: Kelompok A2
Skenario Kasus
Seorang ibu membawa anaknya ke RSGMP FKG USU karena
susunan giginya tidak teratur. Anak bernama Ezra dengan usia
9 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Hasil anamnesis bahwa
anak minum susu botol hingga kelas satu SD dan memiliki
kebiasaan mengunyah pada sisi sebelah kiri. Pemeriksaan
ekstra oral bentuk wajah mesofasial, simetris, proporsi normal
serta profil cembung. Pemeriksaan intraoral gingiva mudah
berdarah, banyak terdapat kalkulus, frenulum, tonsil, lidah,
saliva normal. Pola penelanan, bicara, penutupan mulut,
mandibula normal. Analisis panoramik menunjukkan semua
benih gigi permanen lengkap.
APEL GIGI
Vk IV III II I I II III IV Vk
8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8
8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8
Vk IVk IIIk II I I II IIIk IVk V
8
8
7
7
3 4 5
3 4
8
8
7
7
3
3
4
4
5
5
1. Penegakkan diagnosis kasus
Diagnosis: Kelas I disertai protusi bimaksiler dengan
crowded anterior rahang atas dan bawah dengan
malposisi gigi:
- 12, 22 : Mesiopalatotorsiversi
- 21 : Palatoversi
- 32 : Distolabiotorsiversi
- 36,46 : Mesioversi
- 42 : Linguoversi

2. Faktor-faktor etiologi
Minum susu botol menyebabkan gigi depan atas proklinasi
Karies pada gigi 55,83,84,85 menyebabkan pasien mengunyah
pada sisi sebelah kiri sehingga menyebabkan gigi 65,73,74
karies
OH pasien yang buruk (banyak terdapat kalkulus gingivitis)
Premature loss gigi 82 menyebabkan pergeseran midline ke
kanan dan malposisi pada gigi 42 (linguoversi)
Malposisi pada gigi 12, 22,32 bisa disebabkan oleh persistensi
gigi 52,62, 72 yang berupa radiks atau karena benih gigi
12,22,32 yang sudah mengalami rotasi
Material gigi yang besar dengan lengkung rahang yang kecil

3. Faktor-faktor spesifik yang perlu
dipertimbangkan
Tipe pergerakan gigi: tipping dan rotasi ringan
Kebutuhan pasien: estetis
Tumbuh kembang: pasien masih dalam tahap tumbuh
kembang ( 9 tahun)
Ketrampilan operator: cukup mampu (kompetensi S1)
Biaya perawatan : karena pekerjaan ibu pasien sebagai
pembantu rumah tangga, jadi dapat dilakukan perawatan
dengan pesawat lepas.
4. Menyusun daftar masalah dan tujuan
perawatan
1. Penanggulangan OH
- Skeling kalkulus untuk menyembuhkan gingivitis
- Karies pada gigi 55,65,73,83: ditambal
- Gigi 84 dan 85 (karies sudah besar) : pembuatan SSC
(propedo)
- Aplikasi Fluor untuk pencegahan karies
2. Pencabutan gigi 74 karena persistensi
3. Memperbaiki pergeseran midline pada gigi rahang bawah
4. Memperbaiki malposisi gigi 12,22,21,32,36,42, dan 46
5. Instruksikan pasien untuk mengunyah pada kedua sisi dan
menjaga OH
5a. Hasil analisis kebutuhan ruang
Setelah dilakukan pergeseran midline sebesar 2 mm ke kiri,
maka didapatkan kekurangan ruang sebesar -0,8 mm di
sebelah kiri RB.

5b. Hasil analisis sefalometri lateral
Relasi rahang: kelas I
Konveksitas wajah skeletal : cembung (kelas II)
Rotasi mandibula : searah jarum jam
Pola pertumbuhan wajah : vertikal
Inklinasi I atas dan I bawah: proklinasi
Posisi bibir atas dan bawah terhadapa garis estetik: bibir di
depan garis estetik.




6. Alternatif perawatan
Observasi tanpa alat
Menggunakan metode proksimal stripping untuk
mengasah gigi 53 dan 63 untuk mendapatkan ruang
pada regio anterior RA

Observasi dengan menggunakan alat akan
dijelaskan pada bagian mekanoterapi


7. Pemilihan mekanoterapi
1. Rujuk ke bagian periodonsia: scalling kalkulus dan
penyembuhan gingivitis
2. Rujuk ke bagian konservasi: untuk menambal gigi yang
karies
3. Rujuk ke bagian BM : untuk mencabut gigi 74
4. Rujuk ke bagian pedodonsia: untuk pembuatan SSC
pada gigi 84 dan 85
5. Penanganan pergeseran midline dan malposisi gigi
oleh ortodontis
RAHANG ATAS

- Labial bow active : untuk mengatasi proklinasi pada gigi
anterior
- Pegas S : untuk menggerakkan gigi 12 dan 22 yang
mesiopalatotorsiversi ke labial
- Matress spring : untuk menggerakkan gigi 21 yang
palatoversi ke labial
- Klamer Adam : sebagai retensi diletakkan pada gigi 16
dan 26
- Triangle: sebagai retensi diletakkan antara gigi 54 dan
55, 64 dan 65
- Plat basis akrilik : sebagai basis komponen lain pesawat
dan sebagai retensi.

RAHANG BAWAH

- Setelah dilakukan pencabutan gigi 74, baru dilakukan
pergeseran midline ke sebelah kiri dengan
menggunakan: finger spring (letakkan pada masing-
masing gigi, yaitu gigi 42,41,32,31, dan 73
- Labial bow active: untuk menggerakkan gigi 32 yang
distolabiotorsiversi ke lingual
- Klamer Adam : sebagai retensi dan untuk mencegah
pergerakan gigi 36 dan 46
- Plat basis akrilik : sebagai basis komponen lain pesawat
dan sebagai retensi.

8. DESAIN DAN KOMPONEN PESAWAT
ORTODONTI
9. Prognosis
Prognosis baik apabila pasien mendapatkan perawatan
yang maksimal dan pasien kooperatif serta pasien masih
dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

10. Retainer

Tidak diperlukan



TERIMA KASIH

^-^