Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH KIMIA ANALITIK 1

ANALISIS GRAVIMETRI

OLEH
NAMA : SANIYAH RAHAWARIN
NIM : 2012-41-081
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2013


KATA PENGANTAR
Puji syukur sepatutnyalah penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Kuasa, karena
atas berkat, pertolongan dan petunjuknya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul analisis gravimetri tepat pada waktu yang ditentukan.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu saya
dalam menyelesaikan makalah ini, dan juga tak terlupakan kepada bapak selaku dosen pengasuh
mata kuliah kimia analitik.
Saya sadar makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala
saran, kritik, dan masukan yang sangat membangun saya harapkan demi kesempurnaan makalah
ini. Akhirnya besar harapan saya kiranya makalah ini dapat membantu teman-teman sekalian
dalam memahami materi analisis gravimetri.


Ambon, 20 Desember 2013
Penulis





DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..
Daftar Isi .
Bab I Pendahuluan
a. Latar Belakang ..
b. Rumusan Masalah .............
c. Tujuan Penulisan
Bab II Pembahasan
a. Analisa Gravimetri
b. Langkah-langkah dalam proses
gravimetri...
c. Perhitungan Gravimetri..
Bab III Penutup
a. Kesimpulan ..
b. Saran
Daftar Pustaka


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gravimetri merupakan cara pemeriksaan jumlah zat yang paling tua dan yang paling sederhana
dibandingkan dengan cara pemeriksaan kimia lainnya. Analisis gravimetri adalah analisis
kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat konstan)-nya. Dalam analisis ini, unsur atau senyawa
yang dianalisis dipisahkan dari sejumlah bahan yang dianalisis. Bagian terbesar analisis
gravimetri menyangkut perubahan unsur atau gugus dari senyawa yang dianalisis menjadi
senyawa lain yang murni dan mantap (stabil), sehingga dapat diketahui beratnya tetapnya. Berat
unsur atau gugus yang dianalisis selanjutnya dihitung dari rumus senyawa atau berat atom
penyusunnya.

Tahap pengukuran dalam metode gravimetrik adalah penimbangan. Analitnya secara fisik
dipisahkan dari semua komponen lain dari sampel itu maupun dari pelarutnya. Pengendapan
merupakan teknik yangpaling meluas penggunaannya untuk memisahkan analit dari
pengganggu-pengganggunya.








B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana proses penimbangan suatu komponen dalam zat dengan jumlah yang
tertentun dalam konsep analisis gravimetri?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk melaksanakan tugas Kimia Analitik Menjadi Pegangan bagi Mahasiswa Yang
ingin memahami konsep analisis gravimetri.
2. Menjadi referensi tambahan yang menunjang keberhasilan pembelajaran mata kuliah
kimia analisis gravimetri.
3. Menjadi pegangan bagi mahasiswa yang ingin memahami konsep analisis gravimetri.











BAB II
PEMBAHASAN
A. Analisa Gravimetri
Gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif suatu zat atau komponen
yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah
melalalui proses pemisahan.
Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa
tertentu. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri meliputi transformasi
unsure atau radikal senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang
dapat ditimbang dengan teliti. Metode gravimetric memakan waktu yang cukup lama, adanya
pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu faktor-faktor dapat digunakan.
Zat ini mempunyai ion yang sejenis dengan endapan primernya. Postpresipitasi dan
kopresipitasi merupakan dua phenomena yang berbeda. Sebagai contoh pada postpresipitasi,
semakin lama waktunya maka kontaminasi bertambah, sedangkan pada kopresipitasi sebaliknya.
Kontaminasi bertambah akibat pengadukan larutan hanya pada postpresipitasi tetapi tidak pada
kopresipitasi.

Analisis gravimetri dapat berlangsung dengan baik, jika persyaratan berikut dapat terpenuhi:
1. Komponen yang ditentukan harus dapat mengendap secara sempurna (sisa analit yang
tertinggal dalam larutan harus cukup kecil, sehingga dapat diabaikan), endapan yang
dihasilkan stabil dan sukar larut.

2. Endapan yang terbentuk harus dapat dipisahkan dengan mudah dari larutan (dengan
penyaringan).

3. Endapan yang ditimbang harus mempunyai susunan stoikiometrik tertentu (dapat diubah
menjadi system senyawa tertentu) dan harus bersifat murni atau dapat dimurnikan lebih
lanjut.





B. Langkah-langkah dalam proses analisis gravimetri

1. Penyiapan Larutan
Tahap penyiapan larutan berhubungan dengan sifat kelarutan suatu zat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan

1. Suhu
2. Sifat pelarut
3. Ion Sejenis
4. Aktivitas Ion
5. PH
6. Hidrolisis
7. Hidroksida logam
8. Pembentukan senyawa Kompleks

2. Pengendapan
Tahap pengendapan berlaku hokum Van Weimarn
Kecepatan pengendapan = Q-S
Kecepatan pengendapan besar endapan yang diperoleh halus
Kecepatan pengendapatan kecilendapan yang diperoleh besar
Saat pengendapan yang diharapkan bentuk Kristal besar atau kecepatan pengendapatan harus
kecil supaya Kristal tidak lolos melalui kertas saring atau nilai Q harus rendah dan S harus besar.

Kristal yang besar dapat terjadi bila dilakukan


1. Pengendapan dilakukan dalam konsentrasi yang rendah/encer

2. Penambahan pereaksi perlahan-lahan dan pengadukan yang lambat
Z
Dimana WA = bobot analit
WS = Bobot sampel



C. Perhitungan Gravimetri

% A = berat hasil pengeringan / berat sampel x FG x 100%

Perhitungan gravimetri merupakan perluasan dari perhitungan stokiometri. Dalam
prosedur gravimetri, suatu endapan ditimbang darinya nilai analit dalam sampel dihitung. Maka
persentase analit A adalah :
FG (Faktor Gravimetri) = Ar atau Mr yang dicari / Mr endapan yang ditimbang. Pada
umumnya, dua hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan suatu faktor gravimetri. Pertama,
bobot molekul (atau bobot atom) analit berada pada pembilang, bobot zat yang ditimbang pada
pembagi. Kedua, banyaknya molekul atau atom yang muncul dalam pembilang dan pembagi
haruslah ekuivalen secara kimia (Taufik, 2009).












BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Analisis gravimetri adalah analisis kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat
konstan)-nya.
Langkah-langkah dalam proses analisis gravimetri
1. Penyiapan larutan
2. Pengendapan
3. Disgestion
4. Penyaringan/filtrasi
5. Pencucian
6. Pengeringan dalam oven
7. Penimbangan
8. Perhitungan


B. Saran
Adapun saran yang dapat saya sampaikan untuk praktikan selanjutnya adalah sebagai
berikut:
1. Hendaknya praktikan berhati-hati dalam melakukan tahapan-tahapan proses dalam
gravimetri terutama pada proses pengendapan, pencucian, dan pengeringan endapan.
2. Sebaiknya dalam pendinginan endapan, praktikan menggunakan air sebagai media
pendinginan agar waktu yang dibutuhkan lebih singkat.





DAFTAR PUSTAKA

Underwood,R.A.Day. Analisis kimia kuntitatif . 1986. Erlangga. Jakarta
A.I. Vogel. Analisis Anorganok Kualitatif Makro dan Semimikro .1937 London

Anda mungkin juga menyukai