Anda di halaman 1dari 12

lAPORAN PRAKTIKUM BIOFARMASI

Oleh Kelompok 2 :
Indah Nova Neusi 31110001
Vivie Aprianti 31110012
Eunike Rahmawati D 31110020
Rusnianti Rambu L 31110009
Yolanda Clawdia W 31110025

FAKULTAS BIOTEKNOLOGI
UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA
YOGYAKARTA
2014


PT SidoMuncul bermula dari sebuah industri rumah tangga pada tahun 1940, dikelola oleh Ibu
Rahkmat Sulistio di Yogyakarta, dan dibantu oleh tiga orang karyawan. Usaha terus bertumbuh hingga
kini dengan pabrik baru yang berlokasi di Klepu, Kec. Bergas, Ungaran, dengan luas 29 ha tersebut
diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, dr Achmad Sujudi
pada tanggal 11 November 2000. Saat peresmian pabrik, Sido Muncul sekaligus menerima dua
sertifikat yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang
Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT SidoMuncul sebagai
satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi.
FASILITAS PABRIK
Dengan standar pabrik CPOB ( Standard pabrik Farmasi ), maka fasilitas yang ada di PT. Sido Muncul
antara lain :
1. Laboratorium :
1. Laboratorium Instrumentasi
2. Laboratorium Farmakologi
3. Laboratorium Formulasi
4. Laboratorium Farmakognosi
5. Laboratorium Stabilitas
6. Laboratorium Kimia
Laboratorium ini dilengkapi peralatan HPLC ( High Pressure Liquid Chromatography ), GC ( Gas
Chromatography ) dan TLC Scanner ( Thin Layer Chromatography ). Keseluruhan laboratorium
tersebut dibangun di atas lahan seluas 1200 m.
2. Laboratorium Kultur Jaringan : Kebun percobaan dan budidaya tanaman obat.
1. Extraction Centre.
2. Pengolahan air bersih.
3. Pengolahan air limbah.
4. Perpustakaan.
5. Klinik Holistik.
Selain sebagai tempat pelaksanaan produksi, di lokasi pabrik PT. Sido Muncul juga terdapat
Agrowisata seluas 1,5 hektar. Lahan agrowisata tersebut berisikan berbagai jenis tanaman obat yang
ada di Indonesia dan digunakan sebagai bahan baku produksi produk jamu Sido Muncul.
Preparation Room, Production, Processing dan Distribution
Proses Pengolahan atau Produksi Jamu PT Sidomuncul
Sebelum melakukan proses pengolahan, persediaan bahan baku disimpan di gudang bahan
baku. Di gudang bahan baku terdapat berbagai macam bahan yang akan digunakan, diantaranya yaitu:
laos, jahe, kunyit, lempuyang, kayu pasak bumi dan lain-lain. Bahan-bahan baku tersebut di datangkan
dari berbagai daerah antara lain daerah Jawa Tengah (Boyolali, Tawangmangu, Wonosobo),
Kalimantan dan daerah di seluruh wilayah Indonesia.
Bahan baku diambil dari daerah atau wilayah sekitar pabrik. Selain itu bahan baku yang
diambil adalah bahan baku yang dalam kondisi kering, hal tersebut guna memudahkan proses
penyimpan secara baik agar kualitas bahan baku tetap terjaga. Bahan baku pun didapat dalam rantai
pasokan yang panjang sehingga harus dalam kondisi kering.
Penerimaan bahan baku juga dilakukan dalam gudang bahan baku. Setiap ada bahan baku yang
baru datang, harus dicek terlebih dahulu sebelum disimpan dalam gudang bahan baku. Pengecekan
bahan baku dilakukan oleh tim QC (TQC/ Team Quality Control).
Tahap Dan Proses yang Dikerjakan

1. Proses Pembuatan Jamu

Secara umum proses produksi yang dilakukan oleh PT.Sido Muncul melalui beberapa
tahap yang mengikuti prinsip FIFO (First In First Out). Setiap langkah produksi yang dilakukan
oleh PT.Sido Muncul mengikuti standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Adapun
proses produksi jamu di PT.Sido Muncul adalah sebagai berikut:
a. Tahap persiapan bahan baku
Bahan baku yang diperoleh dari suplier disortir terlebih dahulu untuk dipilah-pilah
sesuai dengan jenisnya, hal ini dikarenakan bahan baku pembuatan jamu mayoritas pada
umumnya bentuk dan warna kulitnya hampir sama. Selain itu hal tersebut juga bertujuan untuk
memilah-milah bahan yang dipakai atau layak dipakai
b. Tahap pencucian bahan
Bahan baku yang sudah dipilah-pilah, maka untuk selanjutnya akan dicuci hingga
bersih.


c. Tahap pengovenan
Setelah bahan baku dicuci bersih, maka bahan tersebut segera dioven untuk mengurangi
kadar air yang terkandung didalam bahan. Sehingga diharapkan bahan tersebut mempunyai
daya tahan yang panjang. Setelah proses pengovenan selesai maka sebagian bahan yang
dihasilkan dari proses pengovenan akan disimpan didalam gudang bahan baku, sedangkan
sebagian lagi dapat segera diproses.
d. Tahap penggilingan I
Setelah bahan dioven, maka bahan tersebut akan menjadi kering sebab kandungan air
yang terkandung didalam bahan sudah berkurang, sehingga sifat bahan menjadi kering dan
mudah untuk digiling.
e. Tahap penggilingan II
Pada tahap penggilingan II ini, bahan yang digunakan dalam pembuatan obat cair dan
serbuk dibedakan. Untuk memproduksi jamu serbuk, maka setelah bahan di giling pada
tahap I maka bahan tersebut akan diperhalus lagi melalui tahap ke-II.
f. Tahap pengayakan
Proses pengayakkan ini hanya digunakan untuk memproduksi jamu serbuk saja. Setelah
bahan digiling, maka bahan akan diayak dengan ayakan yang berukuran 30 mesh.
g. Tahap pembuatan jamu
Ada beberapa cara pembuatan jamu di PT. Sido Muncul, tergantung dari jenisbahan
baku yang digunakan dan jenis fisik jamu yang akan dibuat. Bentuk proses pembuatan jamu
antara lain sebagai berikut:
1) Proses pembuatan jamu serbuk
2) Proses pembuatan jamu cair
3) Proses pembuatan jamu dari daun dan akar-akaran
4) Proses pembuatan jamu instan dari empon-empon
5) Proses pembuatan jamu pil
6) Proses pembuatan jamu kapsul
7) Proses Pembuatan jamu tablet
Proses pembuatan jamu di PT.Sido Muncul ini terkenal dengan sebutan CPOB
(Cara Pembuatan Obat yang Baik).
\


h. Tahap pengemasan
Tahap Jamu yang sudah dibuat kemudian di kemas kedalam pengemas yang sudah
tersedia. Biasanya pengemasan jamu ini memiliki ruang tersendiri, sebab jamu merupakan
produk yang rentan terhadap kontaminasi.
i. Tahap pengepakan
Setelah produk jamu dikemas, maka produk tersebut dimasukkan ke dalam kardus yang
disesuaikan sesuai jenis produk jamunya. Kemudian kardus ditutup rapat dan diberi kode
dan dicantumkan tanggal kadaluwarsa. Untuk selanjutnya produk jamu tersebut disimpan di
dalam gudang penyimpanan produk.

2. Diagram Alir Proses
Diagram Proses Pembuatan Jamu


3. PENGENDALIAN MUTU ( QUALITY CONTROL)
Pengendalian mutu merupakan suatu tindakan yang bertujuan untuk mempertahankan mutu
pada tingkat yang masih dapat diterima oleh konsumen, tetapi dengan biaya produksi seminimal
mungkin. Pengendalian mutu sangat penting dalam proses produksi untuk melindungi dan menjaga
mutu produk sehingga produk yang dihasilkan mempunyai mutu yang baik, dan memiliki harga
jual yang masih dapat dijangkau oleh konsumen. Dengan demikian antara konsumen dan produsen
sama-sama mendapatkan keuntungan.

Diagram Proses Penanganan Bahan Baku


Pengendalian Mutu Pada Produk Jamu
Langkah ini bertujuan untuk mempertahankan kualitas produk produk di PT. Sido Muncul
dan untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk produk PT. Sido Muncul.
Perusahaan menerapkan sistem CPOB ( Cara Pembuatan Obat Yang Baik) dalam proses
produksinya. Sistem CPOB sendiri berarti Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bertujuan
untuk menjaminobat dibuat secara konsisten, memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan sesuai
dengan tujuan penggunaannya. CPOB mencakup seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu.

Sumber : Puspitasari, Endri. 2010. Laporan Magang di PT. SIDO MUNCUL BERGAS, Semarang (Proses Pengolahan
Jamu dan Sistem Sanitasi di PT.SIDO MUNCUL). Surakarta : Universitas Sebelas maret.
LABELLING
a. Nama Obat
Tolak Angin , Tolak Angin Flu

b. Daftar bahan aktif dan jumlah masing-masing yang digunakan dengan menyatakan isi netto
(berat bersih) contohnya angka dosis, berat volume.
Komposisi Tolak Angin :
Oryza sativa, Foeniculi Fructus, Isorae Fructus, Zingiberis Rhizoma, Bahan-bahan lain.
Dosis : Diminum 2 kali sehari @ 1 bungkus sampai sembuh.
Kemasan :
10 Sachet Serbuk
12 Sachet @ 15 ml
10 cacth cover @ 2 kaplet

Komposisi Tolak Angin Flu :
Tiap 15 ml terdiri dari :
Tolak Angin Extract 4.9 gr (Minyak Adas/Foeniculli Fructus 10%, Kayu Ules/Isorae
Fructus 10%, Daun Cengkeh/ Caryophylli Folium 10%, Jahe/Zingiberis Rhizoma 10%,
Daun Mint/Menthae arvensitis Herba 10%), Phyllanthi Herba Extract 100 mg, Valerianae
Radix Extract 100 mg, Echinacea Extract 100 mg, Ginseng Extract 100 mg, Fructose,
Sucrose, Honey
Dosis: Diminum 3x sehari 1 sachet setelah makan. Jika dalam 3 hari tidak sembuh, hubungi
dokter.
Kemasan :
12 Sachet @ 15 ml
c. Kode produksi dari perusahaan
Selalu tercantum pada setiap bungkus yang di produksi, terletak di bagian belakang
kemasan
d. Tanggal kadaluarsa
Terdapat di bagian belang kemasan, selalu ada pada setiap kemasan.

e. Kondisi penyimpanan yang direkomendasikan atau penanganan tindakan pencegahan yang
mungkin diperlukan
Keterangan mengenai penyimpanan obat penanganan tindakan pencegahan, efek samping/
reaksi yang terjadi setelah mengkonsumsi obat (tolak angin) tercantum pada kemasan again
belakang.
f. Sifat dan jumlah zat yang digunakan dalam penyusunan produk biologis yang mungkin
menimbulkan reaksi yang merugikan pada beberapa penerima.
Tolak Angin Flu :
Perhatian : Tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui.
g. Nama dan alamat produsen atau perusahaan dan / atau orang yang bertanggung jawab untuk
menempatkan obat di pasaran

Nama Produsen
PT. Sido Muncul
Alamat Produsen
Jl. Soekarno Hatta Km. 28
Kec. Bergas - Klepu, Semarang Indonesia



Pemasaran atau Marketing Mix
Dilakukan melalui penyaluran ke agen-agen.PT Sidomuncul memiliki 4 konsep pemasaran
yaitu (product,promotion,price and place).Di PT Sido Muncul apabila ada produk yang tidak terjual di
gudang sementara sudah mendekati masa ED (expired data) atau sudah ED maka perusahaan akan
segera menukarkan kembali ke kantor pusat dengan produk baru yang sejenis dalam jumlah yang
sama.

STRATEGI MARKETING PT. SIDO MUNCUL
Pemilihan dan pelaksanaan strategi pemasaran yang tepat adalah salah satu hal penting dilakukan
PT. Sido Muncul untuk bertahan di dalam kompetisi industri jamu tradisional dalam negeri dan juga
menghadapi serbuan jamu tradisional dari luar. Oleh karena itu, PT Sido Muncul tidak hanya
mengembangkan satu strategi pemasaran akan tetapi beberapa strategi pemasaran sekaligus secara
terintegrasi. Beberapa strategi pemasarannya antara lain :
1. PT. Sido Muncul melakukan market research yang menunjukkan bahwa jamu kurang bisa
bersaing dengan obat-obatan farmasi karena tidak memiliki pengobat yang dapat menjadi
patner bagi industry jamu untuk memasarkan produknya. Jika farmasi punya dokter sebagai
patner dan obat-obatan dari China punya sinshe sebagai pengobat, namun tidak demikian
dengan jamu. Untuk mengatasi hal tersebut, PT. Sido Muncul membangun kepercayaan publik
bahwa jamu juga mempunyai kredibilitas dari segi kebersihan dan uji toksisitas. Sido muncul
mencanangkan pembangunan pabrik dengan sertifikasi industri farmasi dan laboratorium yang
terstandarisasi hingga akhirnya Sido Muncul mampu mencapai CPOTB (Cara Pembuatan Obat
Tradisional yang Baik) dan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan sertifikat inilah yang
menjadikan Sido Muncul sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi.
2. Sido Muncul memilih segmen pasar (market segmentation) masyarakat yang tidak menyukai
obat-obatan zat kimia akan menimbulkan efek samping terhadap tubuh dan lebih memilih
produk herbal atau alami. Penulis berpendapat bahwa pemilihan segmen ini sangat tepat
mengingat dewasa ini masyarakat sudah mulai aware terhadap bahaya efek samping obat-
obatan dari bahan zat kimia sehingga permintaan terhadap obat-obat herbal dan tradisional
meningkat. Peningkatan permintaan obat herbal dan tradisional ini terlihat dari peningkatan
omset jamu nasional tahun 2011 naik 10% menjadi 10,12 Triliun dibandingkan tahun 2010
yang hanya 9,2 Triliun.
3. Sido Muncul juga mengembangkan marketing mix yang meliputi product strategy, distribution
strategy, pricing strategy dan promotion strategy.

a. Product Strategy
Peningkatan kualitas produk dengan dicapainya sertifikasi CPOTB dan CPOB mampu
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap jamu. Selain itu, Sido Muncul tidak hanya terpaku
pada pemasaran jamu-jamu tradisional tetapi mengembangkan produk-produk lain seperti minuman
kesehatan, food supplemen dan permen. Produknya pun dikembangkan, contohnya jamu tolak angin
tidak lagi berbentuk serbuk akan tetapi dikembangkan dalam bentuk sirup manis di dalam kemasan
sachet yang memudahkan konsumen untuk mengkonsumsinya. Konsumen tidak perlu lagi menyeduh
air hangat untuk meminum tolak angin tapi cukup dengan meminum tolak angin sirup dalam kemasan
sachet. Produk ini sangat diterima masyarakat sehingga mampu meraih topbrand setiap tahunnya.
b. Promotion Strategy
PT.Jamu Sido Muncul dalam memasarkan tolak angin menggunakan iklan melalui media
massa terutama di Televisi. Iklan tolak angin sangat dikenal dengan taglinenya orang pintar pilih
tolak angin. Tagline ini diperkuat dengan visual orang-orang yang sukses dan pintar.
sekaligus cukup terkenal seperti Rhenald Kasali (seorang akademisi dan tokoh pemasaran), Lula
Kamal (seorang artis dan dokter), Agnes Monica yang dikenal orang masyarakat sebagai muda
berbakat dan memiliki prestasi akademik dan yang terakhir Anggito Abimanyu, seorang akademisi.
Selain mengunakan media iklan juga menggunakan strategi promosi penjualan (Sales Promotion).
Salah satu bentuk sales promotion yang dilaksanakan oleh Sido Muncul adalah event sponsorship,
antara lain menjadi sposor utama seperti Reality Superstar di Indosiar dan sponsor acara musik
Karnaval di SCTV. Sales Promotion lainnya adalah juga menyediakan beberapa stand tolak angin di
beberapa Posko Mudik Lebaran. Selain itu, PT. Jamu Sido Muncul memfasilitasi para pemudik dengan
memberikan pelayanan angkutan gratis untuk pulang kampung yang kebanyakan pesertanya adalah
para penjual jamu. Kegiatan ini secara jangka pendek memang tidak terlalu nampak hasilnya tetapi
dalam jangka panjang dapat membentuk loyalitas yang tinggi konsumen.
c. Distribution Strategy
Salah satu distribution strategy yang dilaksanakan oleh Sido Muncul adalah melakukan
intensive distribution sehingga membuat produk Sido Muncul mudah diperoleh. Kita saat ini sangat
mudah memperoleh produk Sido Muncul dimana saja tidak hanya di toko jamu tapi juga di apotik,
toko kelontong, dan juga toko retail seperti Indomaret dan Alfamart.
d. Pricing Strategy
Sido Muncul meningkatkan produktivitas dan efisiensi pabrik jamunya sehingga mampu
menekan biaya produksi. Biaya produksi yang rendah memudahkan Sido Muncul untuk memperkuat
pricing strategy-nya dengan menetapkan harga yang bersaing dibandingkan dengan produk-produk
kompetitornya.
Kualifikasi Sumber Daya Manusia PT.Sido Muncul
Saat ini PT. SidoMuncul didukung lebih dari 2000 karyawan dengan tingkat pendidikan
bervariasi dan ditempatkan sesuai dengan keahlian, kemampuan dan kapasitasnya masing-masing.
Sebagai pendukung, SidoMuncul juga memilki tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu, seperti biologi,
ekonomi, farmasi, pertanian, hukum, teknologi pangan, teknik kimia, teknik elektro, dll. Untuk
mengembangkan kemampuan, pada waktu-waktu tertentu kepada karyawan diberikan kesempatan
mengikuti pelatihan, kursus, maupun seminar. Untuk mendukung pengembangan, PT. SidoMuncul
juga merekrut konsultan yang ahli di bidangnya, misalnya : apoteker, dokter umum, dokter gigi dan
spesialis.



Daftar Pustaka

http://hmakuii.wordpress.com/2011/12/02/kunjungan-industri-pt-sido-muncul-semarang-
30-juni-2011-universitas-islam-indonesia/
http://smf-al-furqan.blogspot.com/2013/09/a-sido-muncul.html
http://www.sidomuncul.com/randd2.php
http://seputarsemarang.com/pabrik-jamu-pt-sido-muncul/