Anda di halaman 1dari 5

http://nur-agustinus.blogspot.com/2013/06/business-model-canvas-bmc_16.

html
http://emmawidiya.blogspot.com/2014/02/bisnis-model-canvas.html
http://www.asus.co.id/thread/00000000000000001!"#2243/business-model-canvas-
$6!"$6!"--"2!2-%angan-mulai-bisnis-sebelum-baca-ini-"2!2/3
http://&a.yimg.com/'/groups/2#312#3#/20#6"32"0#/name/(ahan)a%ar)ewirausahaan!-
(usiness*odel+anvas.ppt
Apa itu Business Model ?
Buat kita yang akan memulai suatu bisnis baru atau sedang menjalankan bisnis kadang kita sering
bertanya sama diri sendiri atau sama orang kenapa sih bisnis saya ga maju, apa yang salah dengan
bisnis saya. Atau saya mendapatkan hasil yang bagus dari bisnis saya saat ini, tapi bagaimana saya
mengembangkan bisnis saya? Apa yang bisa saya lakukan untuk mengembangakan bisnis ini? Atau
bagi yang lebih advance lagi akan bertanya apa strategi bisnis saya yang akan datang? Bagaimana
rupa organisasi saya ke depan?
Pertanyaan2 diatas kadang sulit kita jawab karena kita ga punya alat untuk memotret usaha kita.
Untuk mengevaluasi rencana bisnis atau bisnis yang kita sedang jalani kta perlu melihat dari sudut
pandang yang jelas dan utuh mengenai model bisnis kita. Nah Business Model Canvas adalah salah
satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa usaha yang sedang atau kita
akan jalani. Dengan tool ini kita seakan melihat bisnis dari gambaran besar namun tetap lengkap
dan mendetail apa saja elemen2 kunci yang terkait dengan bisnis kita. Dengan demikian kt bisa
melihat gambaran utuh yang sangat membantu dalam menjawab pertanyaan2 seputar bisnis kita.
Dengan mengevaluasi satu demi satu elemen2 kunci kita jadi lebih mudah menganalisis apa yang
kurang tepat, dan pada akhirnya kita bisa mengambil langkah untuk mencapai tujuan bisnis kita.
Business model canvas
Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework
yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan bisnis kita yaitu Business Model
Canvas. Pada business model canvas ini ada sembilan kotak yang merepresentasikan elemen2
kunci yang secara umum akan ada pada semua model bisnis. Kesembilan hal tersebut adalah:
1. Customer segments
2. Value proposition
3. Channel
4. Customer relationship
5. Revenue stream
6. Key resource
7. Key activities
8. Key partners
. Cost
1. Customer segment
Customer segment adalah kelompok target konsumen yang akan atau sedang kita bidik untuk
menjadi pelanggan kita. Hal yang harus diperhatikan dalam segmentasi pelanggan adalah, kita
harus benar2 bisa mendefinisikan secara spesifik siapa segment target pelanggan kita. Segmen
target bisa dibedakan berdasarkan hal2 seperti:
1. !ing"at e"onomi #menengah$ atas atau "alo mau le%ih spesi&i" lagi 'i segmentasi %er'asr"an
pen'apatan atau uang (a(an %ulanan target "onsumen "ita)
2. *mur
3. Komunitas tertentu #misalnya "omunitas sepe'a$ "omunitas pecinta he+an tertentu atau "omunitas
i%u2 penga(ian 'll.)
4. ,erila"u "husus 'ari target "onsumen "ita #misalnya rea"sinya terha'ap harga %arang$ "a'ang a'a
perila"u tertentu yang malah su"a 'engan %arang2 mahal$ a'a (uga yang %enar2 sensiti& terha'ap harga
pengen yang murah 'll.)
Yang penting adalah kita benar2 bisa membagi (segmentasi) target customer kita, karena dengan
membagi kita lebih bisa mengerti dan menangkap kebutuhan khusus dan sifat2 target konsumen
kita. Inilah yang harus kita tangkap dari calom konsumen kita.. .kebutuhan konsumen
2. Value Proposition
*kalo bingung dengan arti value proposition boleh sementara diganti dengan istilah Produk
Value proposition atau mudahnya produk, adalah hal yang kita tawarkan ke target konsumen kita.
Misalnya kita jualan bahan makanan organik ke komunitas vegetarian, jualan kreasi dari batik untuk
anak muda, jualan aplikasi untuk android misalnya, atau kita menawarkan jasa pelatihan bisnis ke
mahasiswa dan UKM, atau arsitek yang jualan jasa desain ke pelanggan yang mau renovasi
rumahnya dll.
Kenapa lebih cocok disebut value proposition adalah biar kita ga terjebak sama istilah produk yang
selalu identik dengan barang, sementara value proposition kan ga selalu tentang barang, dia
sifatnya lebih luas seperti jasa arsitek atau jasa konsultasi n pelatihan bisnis, atau jasa fotografi,
bahkan gabungan produk dan jasa seperti kalo masang kawat gigi dll.
3. Channel
Ok, saat ini kita udah punya customer segment dan value proposition/produk yang siap ditawarkan
untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sekarang adalah bagaimana kita bisa memberikan
produk/jasa yang konsumen butuhkan untuk sampai ke tangan mereka?
Untuk menyampaikan value proposition ke konsumen kita perlu channel. Channel adalah cara yang
digunakan untuk memberikan value proposition kita ke konsumen. Cara ini bisa sangat bermacam2
tergantung dari segmen konsumen yang kita bidik. Chanel ini adalah salah satu hal yang sangat
perlu diperhatikan, karena kalo kurang tepat kita ga bisa meraih target segmen kita. Channel bisa
juga disebut bagaimana cara kita menyampaikan produk kepada konsumen. Channel tersebut bisa
berupa penjualan langsung, bisa juga melalui distributor, melalui tenaga marketing, bisa juga melalui
website, bisa melalui forum jual beli, atau melalui thread kaskus.
4. Customer Reationship
Salah satu misi marketing adalah untuk terus menambah lagi konsumen yang bisa dilayani. Hal ini
tentunya berarti semakin banyak penjualan. Cara untuk mendapatkan, menambah jumlah konsumen
dan untuk mempertahankan konsumen agar terus setia dengan kita adalah dengan membuat
hubungan baik dengan pelanggan. Ini yang dimaksud dengan customer relationship, yaitu wadah
untuk terus berhubungan dan semakin mempererat hubungan dengan pelanggan kita.
Di era nya teknologi informasi dan komunikasi sangat banyak cara untuk membuat hubungan
dengan konsumen. Sebut aja website, facebook, twitter, kaskus, thread n forum, bbm, ym, whatsapp
dll. Semua itu bisa dijadikan cara untuk menjalin hubungan dengan konsumen. Dengan hubungan
yang lancar tersebut kita bisa dengan mudah menyampaikan sesuatu kepada konsumen kita
misalnya produk baru, diskon, penawaran khusus dll. Dan yang ga kalah penting adalah kita bisa
dapet info tentang apa yang jadi keinginan dari konsumen kita.
Ok, sampai disini kita udah mengisi empat elemen dari sembilan elemen dari bisnis model. Dari
empat elemen ini sebetulnya kita sudah bisa merancang dan mengevaluasi apakah bisnis kita ini
sudah tepat antara value proposition yang kita tawarkan, segment target yang kita bidik dan channel
yang digunakan. semua faktor itu harus selaras dan saling mendukung, keterkaitan dari semua
faktor tersebut adalah salah satu faktor kunci dalam keberhasilan bisnis kita.
5. Revenue Stream
-uote."sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat
jelas dan masuk akal"
Oke, setelah kita mengisi lalu mengutak atik keempat elemen di atas kita mulai isi lagi kotak ke lima
yaitu revenue stream. Revenue stream ini adalah salah satu yang sangat penting karena inilah
nafas yang membut usaha kita tetap hidup.
Kita sudah rancang dengan cermat empat elemen yaitu value proposition (jasa/produk) yang kita
tawarkan, lalu dengan jelas kita telah menentukan target segmen (customer segment) yang kita tuju,
lalu kita juga telah menentukan channel penjualan kita dan menentukan bagaimana membangun
hubungan dengan konsumen (customer relationship). Pertanyaan berikutnya dan salah satu yang
terpenting adalah bagaimana bsnis kita bisa menghasilkan uang?
Pada umumnya bisnis, terutama perdagangan menghasilkan uang dari keuntungan penjualan, atau
kadang disebut laba atau profit. Laba atau profit adalah salahsatu model revenue stream yang
sederhana. Profit didapat dari selisih semua pendapatan penjualan (omzet) dikurangi semua biaya.
Conto kalo kita jualan makanan buka puasa misalnya es teler, berarti profit secara sederhana
adalah semua uang dari penjualan dikurangi biaya bahan+upah kerja+biaya listrik+sewa
tempat+kemasan.
Namun demikian tidak semua model bisnis menghasilkan uang dari selisih penjualan-biaya (profit)
aja. Misalnya bisnis jasa. Model bisnis perusahaan yang menawarkan jasa tentu tidak menghasilkan
uang dari profit (saja) tapi yang lebih utama adalah dari pembayaran atas jasa yang diberikan.
Contoh model bisnis jasa ini ada jasa konsultasi, jasa pembuatan desain arsitektur, desain web, biro
iklan, jasa fotografi produk dan masi banyak lagi. Ada juga beberapa model usaha yang
menghasilkan uang dari komisi, biaya iklan, atau ada juga model pay per click kalo di web
advertising ada juga yang menghasilkan uang dari royalty fee, frenchise fee ada juga yang revenue
stream nya beberapa dia dapet bayaran jasa + komisi juga dari supplier, misalnya dokter, dia dapet
dari pembayaran jasa nya dan juga dapet dari perusahaan obat karena sudah menuliskan resep
obat dengan merk tersebut dan banyak model lain dari revenue stream ini.
6. Key Resource
Kalo di translate Resource kira2 artinya Sumber daya (sumber daya yang utama), maksudnya
resource2 yang kt punya, atau kita harus punya. Key resource ini adalah syarat yang harus dipenuhi
atau resource yang harus kita miliki untuk melakukan aktivitas utama bisnis kita, kalo kita kehilangan
key resource ini bisnis kita ga jalan bro. Mungin ane coba jelasin pake conto aja yah:
misal kmu mulai buka usaha kantin di deket kampus, maka key resource adalah yang harus dimiliki
untuk kantin itu jalan, seperti:
tempat usaha/gerai nya, pegawai n juru masak, alat2 masak.
kira2 penjelasan key resource ga terlalu panjang, kayanya akan lebih jelas kalo sambil ngebahas
key activities dan key partner, karena ketiga elemen ini saling berhubungan dan bisa juga dibilang
ketiga elemen ini adalah kegiatan produksi, atau kegiatan operasi. Inilah kegiatan2 yang bikin usaha
kita menghasilkan value proposition.
7. Key Activiteis
Nah ini adalah apa saja kegiatan utama yang perlu dilakukan agar bisnis kita berjalan, kalo kegiatan
ini ga bisa dilakukan ya bisnis ga jalan alias mandek gan. Ini menentukan bisnis kita ini ngapain aja
sih kegiatan nya, kalo dilist lumayan banyak lho dan ketauan ntar berarti harus ada orang yang
ngerjainnya. dan pertanyaan yang mesti bisa dijawab adalah ..bisakah semua item pekerjaan itu
kita lakukan?
Misalnya kita bisnis makanan unik berbahan dasar tempe. nah tentunya kegiatan2 yang perlu
dilakukan adalah: beli bahan2, memasak (produksi), mengepak produk tersebut, lalu bikin kemasan,
itu dari kegiatan produksi, dari kegiatan marketingjuga kita perlu bikin iklan, ngurus social media
marketing nya, lalu melayani pesanan..dan lain2