Anda di halaman 1dari 19

Tinjauan Pustaka

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana


Jalan Arjuna Utara no.6 Jakarta 11510
Telepon : 01!56"# 061$ Fa% : 01!56&1'&1
Penda(uluan
Kelu(an dispepsia )erupakan keadaan klinik *an+ serin+ diju)pai dala) praktek se(ari!
(ari. ,iperkirakan -a(.a (a)pir &0/ kasus pada praktek u)u) dan 60/ pada praktek
+astroenterolo+ist )erupakan kasus dispepsia. 0stila( dispepsia )ulai +encar dike)ukakan sejak
ak(ir ta(un 10an2 *an+ )en++a)-arkan kelu(an atau ku)pulan +ejala 3sindro)4 *an+ terdiri dari
n*eri atau rasa tidak n*a)an di epi+astriu)2 )ual2 )unta(2 ke)-un+2 cepat ken*an+2 rasa perut
penu(2 senda.a2 re+ur+itasi dan rasa panas *an+ )enjalar di dada. 5indro)a atau kelu(an ini dapat
dise-a-kan atau didasari ole( -er-a+ai pen*akit2 tentun*a ter)asuk pula pen*akit pada la)-un+2
*an+ diasu)sikan ole( oran+ a.a) se-a+ai pen*akit )aa+6la)-un+. Tujuan )e)pelajari dispepsia
ini adala( untuk pe+an+an dala) penan+anan dala) praktek se(ari 7(ari nantin*a.
5kenario
8*. T2 50 ta(un datan+ -ero-at ke poliklinik u)u) den+an kelu(an -ila )akan cepat
ken*an+2 -e+a( dan n*eri ulu (ati kadan+ disertai ke)-un+ -ila )akan a+ak -an*ak. 9ila )akan
dipaksakan2 perut penu( sekali (in++a sa)pai ke dada dan sesak2 )unta( keluar cairan asa).
Kelu(an seperti ini dirasakan suda( kira!kira # -ulan. 99:50 k+2 T9:1#" c) saat ini 99 )enjadi
## k+. Pasien )e)iliki ke-iasaan )inu) so;t drink dan ja)u setiap (ari sekali.
,ispepsia )erupakan ku)pulan kelu(an6+ejala klinis *an+ terdiri dari rasa tidak enak6sakit
di perut -a+ian atas *an+ )enetap atau )en+ala)i keka)-u(an. Kelu(an re;luks +astroeso;a+us
klasik -erupa rasa panas di dada 3(eart-urn4 dan re+ur+itasi asa) la)-un+2 kini tidak la+i ter)asuk
dispepsia. Pen+ertian dispepsia ter-a+i dua2 *aitu :
1. ,ispepsia or+anik2 -ila tela( diketa(ui dan*a kelainan or+anik se-a+ai pen*e-a-n*a. 5indro)a
dispepsi or+anik terdapat kelainan *an+ n*ata ter(adap or+an tu-u( )isaln*a tukak 3luka4 la)-un+2
usus dua -elas jari2 radan+ pankreas2 radan+ e)pedu2 dan lain!lain.
1
. ,ispepsia nonor+anik atau dispepsia ;un+sional2 atau dispesia nonulkus 3,8U42 -ila tidak jelas
pen*e-a-n*a. ,ispepsi ;un+sional tanpa disertai kelainan atau +an++uan struktur or+an -erdasarkan
pe)eriksaan klinis2 la-oratoriu)2 radiolo+i2 dan endoskopi 3teropon+ saluran pencernaan4.
,e;inisi lain2 dispepsia adala( n*eri atau rasa tidak n*a)an pada perut -a+ian atas atau
dada2 *an+ serin+ dirasakan se-a+ai adan*a +as2 perasaan penu( atau rasa sakit atau rasa ter-akar di
perut.5etiap oran+ dari -er-a+ai usia dapat terkena dispepsia2 -aik pria )aupun .anita. 5ekitar satu
dari e)pat oran+ dapat terkena dispepsia dala) -e-erapa .aktu.
Ana)nesis
! <enan*akan identitas pasien 3na)a2 ala)at2 TT=2 status sosial2 pekerjaan2 a+a)a4
! <enan*akan kelu(an uta)a *an+ dirasakan pasien
! <enan*akan ri.a*at pen*akit sekaran+
! <enan*akan ri.a*at terda(ulu
! <enan*akan ri.a*at kese(atan keluar+a
! <enan*akan ri.a*at )inu) o-at ter)asuk )inu)an *an+ )en+andun+ alko(ol dan ja)u *an+
dijual -e-as di )as*arakat.
! <enan*akan apaka( ada tanda dan +ejala >alar)? 3perin+atan4 seperti dis;a+ia2 -erat -adan
turun2 n*eri )enetap dan (e-at2 n*eri *an+ )enjalar ke pun++un+2 )unta( *an+ san+at serin+2
(e)ate)esis2 )elena atau jaudice
! Perlu ditan*akan (al!(al *an+ -er(u-un+an den+an stresor psikososial )isaln*a: )asala( anak
3)enin++al2 nakal2 sakit2 tidak pun*a42 (u-un+an antar )anusia 3oran+ tua2 )ertua2 tetan++a2
adik ipar2 kakak42 (u-un+an sua)i!istri 3istri si-uk2 istri )uda2 di)adu2 -erten+kar2 cerai42
pekerjaan dan pendidikan.
Pe)eriksaan Fisik
Pe)eriksaan a-do)en palin+ -aik dilakukan pada pasien dala) keadaan -er-arin+ dan
relaks2 kedua len+an -erada disa)pin+2 dan pasien -ernapas )elalui )ulut. Pasien di)inta untuk
)enekukan kedua lutut dan pin++uln*a se(in++a otot!otot a-do)en )enjadi relaks. ,okter *an+
)e)eriksa (arus )erasa n*a)an dan relaks2 dan ole( se-a- itu ranjan+ (arus dinaikkan arau
pe)eriksa -erlutut disa)pin+ te)pat tidur. Tan+an pe)eriksa (arus (an+at untuk )en+(indari
terjadin*a re;leks ta(anan otot ole( pasien.
2
0nspeksi
5etela( )elakukan inspeksi )en*eluru( dan keadaan sekitarn*a secara cepat2 per(atikan
a-do)en untuk )e)eriksa (al -erikut ini:
! Apaka( a-do)en dapat -er+erak tanpa (a)-atan ketika pasien -ernapas@
! Apaka( pasien )enderita n*eri a-do)inal *an+ n*ata@
! Apaka( pasien )enderita iritasi peritoneu)2 *aitu per+erakan a-do)en )enjadi ter-atas@
! Apaka( terdapat jarin+an parut aki-at operasi se-elu)n*a@
! Apaka( terdapat distensi a-do)inal *an+ n*ata@
! Apaka( terdapat vena!vena *an+ -erdilatasi@
! Apaka( terdapat +erakan peristaltic *an+ dapat terli(at@
! Apaka( terdapat kelainan!kelainan lain *an+ dapat terli(at@
,istensi *an+ )en*eluru( -iasan*a dise-a-kan ole( le)ak2 cairan2 janin2 atau udara2
sedan+kan pen*e-a- dari -en+kakan *an+ terlokalisasi antara lain (ernia atau pe)-esaran or+an
tertentu. Pada distensi a-do)en *an+ )en*eluru(2 teruta)a jika dise-a-kan ole( asites2 u)-ilicus
dapat )enonjol keluar.
Kelainan!kelainan lainn*a pada inspeksi dapat )eliputi -ercak!-ercak kecil )akulopapular
-er.arna )era( *an+ tidak -er)akna 3-ercak Aa)p-ell de <or+an42 dan tanda!tanda pancreatitis2
seperti )e)ar periu)-ilikus 3tanda Aullen4 atau )e)ar pada -a+ian -elakan+ a-do)en 3tanda
Bra* Turner4.
Peristaltik *an+ terli(at 3+elo)-an+ kontraksi usus4 dapat diju)pai pada individu nor)al
*an+ kurus2 tetapi se-alikn*a2 pada oran+ *an+ +e)uk +erakan peristaltik (an*a terli(at se-a+ai
proksi)al dari letak lesi o-strukti; usus.

Cena!vena *an+ )en+ala)i dilatasi dapat diju)pai jika dara( *an+ ke)-ali dari saluran
cerna )enuju (ati tidak dapat )elalui (ati karena terjadi penin+katan tekanan atau tro)-osis pada
vena porta 3ketika dara( )en+alir dari saluran cerna ke dala) (ati4. Aliran dara( pada vena *an+
-erdilatasi akan )enjau(i u)-ikulus2 dan )enin+kat seara( den+an s*ste) vena kava superior atau
)enurun seara( den+an siste) vena kava in;erior.
Jika terdapat o-struksi vena kava in;erior2 dara( secara keseluru(an akan )en+alir ke ara(
atas )ele.ati tepi kostal. 0denti;ikasi aliran dara( ke atas den+an )elakukan penekanan pada
-a+ian -a.a( vena den+an )en++unakan jari2 koson+kan vena terse-ut den+an )elakukan
pe)ijatan ke ara( atas den+an jari *an+ lain2 ke)udian per(atikan adan*a ke+a+alan pen+isian vena
ole( dara( dari atas. Untuk )e)astikan -a(.a dara( )en+alir dari -a.a( ke atas2 lakukan tindakan
3
se-alikn*a 3tekan -a+ian atas vena den+an jari2 lalu pijat dara( ke -a.a( den+an jari *an+ lain42 dan
an+kat jari *an+ )enekan -a+ian -a.a( vena ke)udian per(atikan -a(.a vena *an+ se-elu)n*a
koson+ )ulai terisi ole( dara(.
Palpasi
A-do)en (arus diperiksa secara siste)atis2 teruta)a jika pasien )enderita n*eri a-do)en.
5elalu tan*akan kepada pasien letak n*eri *an+ dirasa )aksi)al dan periksa -a+ian terse-ut palin+
ak(ir. 0si a-do)en dapat -er+erak2 se)i!solid2 terse)-un*i di -alik or+an lain2 pada dindin+
posterior a-do)en2 dapat dira-a )elalui otot!otot a-do)en2 atau keli)a!li)an*a.
=akukan palpasi pada setiap kuadran secara -erurutan2 *an+ a.aln*a dilakukan tanpa
penekanan *an+ -erle-i(an dan dilanjutkan den+an palpasi secara dala) 3jika tidak terdapat area
n*eri *an+ diderita atau diketa(ui4. Ke)udian2 lakukan palpasi secara k(usus ter(adap -e-erapa
or+an.
Ketika )era-a or+an intra!a-do)en *an+ )e)-esar2 -a+ian tepi or+an le-i( serin+ tera-a
daripada >-adan? or+an!konsistensi antara or+an terse-ut den+an or+an di sekitarn*a serin+kali
)uda( di-edakan (an*a den+an )era-a -a+ian tepin*a. Tepi or+an dapat diketa(ui den+an le-i(
)uda( jika pe)eriksa )e)inta pasien untuk )en+a)-il napas a+ak dala) se(in++a or+an terse-ut
-er+erak. Ketika )era-a or+an!or+an intra!a-do)en *an+ sedan+ -er+erak saat pasien -ernapas2
jan+an )enekan tan+an *an+ )era-a terlalu dala) pada saat pasien -ernapas a+ar )e)un+kinkan
or+an *an+ -er+erak terse-ut )en*entu( jari anda.
5e-alikn*a2 ketika )era-a or+an *an+ -er+erak saat pasca -ernapas2 )inta pasien untuk
)en+eluarkan napas -ila anda )en+in+inkan )ereka untuk )enarik napas. Pasien2 k(ususn*a
pasien pria2 serin+ kali )ene+an+kan otot!otot a-do)enn*a sela)a )en+a)-il napas dala) setela(
)elakukan ekspirasi dala).
Ta(anan a-do)en )erupakan suatu re;leks pene+an+an otot!otot a-do)inal *an+
terlokalisasi *an+ tidak dapat di(indari ole( pasien den+an sen+aja. Adan*a ta(anan terse-ut
)erupakan tanda iritasi peritoneu) peri;er atau tanda n*eri tekan *an+ taja) dari or+an di
-a.a(n*a. Pastikan adan*a ta(anan a-do)en den+an )elakukan perkusi rin+an di atas area *an+
terkena.
Perkusi
4
Perkusi -er+una 3k(ususn*a pada pasien *an+ +e)uk4 untuk )e)astikan adan*a
pe)-esaran -e-erapa or+an2 k(ususn*a (ati2 li)pa2 atau kandun+ ke)i(. =akukan selalu perkusi
dari daera( resonan ke daera( pekak2 den+an jari pe)eriksa *an+ sejajar den+an -a+ian tepi or+an.
5(i;tin+ dullness 3pekak -erali(4 adala( suatu daera( pekak *an+ terdapat di-a.a(
per)ukaan (oriDontal cairan intra!peritoneal 3asites4. 5(i;tin+ dullness palin+ -aik di(asilkan pada
sisi *an+ -erla.anan dari (ati atau li)pa *an+ )en+ala)i pe)-esaran den+an tujuan a+ar tidak
)en+an++u te)uan *an+ didapatkan dari perkusi aki-at pe)-esaran or+an terse-ut: untuk alasan
*an+ sa)a2 kandun+ ke)i( (arus dikoson+kan terle-i( da(ulu se-elu) )elakukan pe)eriksaan
asites. Perkusi dilakukan )elalui dari +aris ten+a( den+an posisi jari *an+ diperkusi sejajar den+an
-atas cairan *an+ diperkirakan dan dilakukan perkusi ke ara( lateral sa)pai )uncul nada pekak
*an+ jelas2 ke)udian jari *an+ diperkusi diletakkan ke)-ali ke daera( *an+ kuran+ pekak. ,en+an
)e)perta(ankan jari terse-ut pada posisin*a2 )inta pasien untuk -er+ulin+ secara perla(an keara(
jari terse-ut. Tun++u sekitar 0!&0 detik untuk )e)-erikan kese)patan kepada cairan asites untuk
-er+erak ke -a.a( dan ke)udian perkusi jari terse-ut ke)-ali. Jika terdapat asites2 nada perkusi
*an+ di(asilkan le-i( pekak keti)-an+ perkusi se-elu)n*a.
1
Untuk )e)-an+kitkan +etaran pada cairan asites2 pe)eriksa )eletakkan sala( satu
tan+ann*a pada sisi a-do)en dan ke)udian )en+etuk sisi *an+ lain se(in++a +elo)-an+ cairan
di(antarkan. Untuk )en+(indari terjadin*a kesala(pa(a)an *an+ diaki-atkan (antaran )elalui
dindin+ a-do)en2 tepi tan+an asisten 3atau pasien4 )enekan di sepanjan+ +aris ten+a( a-do)en.
Kadan+!kadan+ pada asites *an+ -esar2 (ati terkesan >)en+a)-an+? dala) a-do)en dan keadaan
ini )e)un+kinkan jari *an+ sedan+ )e)palpasi untuk >)en+etuk? (ati.
Auskultasi
Auskultasi pada pe)eriksaan +astrointestinal -iasa di+unakan untuk )enden+arkan -isin+
usus.
9isin+ usus *an+ )enin+kat dapat dite)ukan pada :
! 5etiap keadaan *an+ )en*e-a-kan penin+katan peristaltic
! E-struksi usus
! ,iare
5
! Jika terdapat dara( dala) pencernaan *an+ -erasal dari saluran cerna atas 3)en*e-a-kan
penin+katan +erakan peristaltik4
9isin+ usus )enurun atau )en+(ilan+ dite)ukan pada :
! Paralisis usus 3ileus4
! Per;orasi
! Peritonitis +eneralisata
Pasien den+an n*eri a-do)en *an+ (e-at aki-at +astroenteritis dapat )en*erupai peritonitis2
tetapi adan*a -isin+ usus *an+ -erle-i(an )enunjukkan per-edaan dari peritonitis +eneralisata
3den+an -isin+ usus *an+ se(arusn*a tidak terden+ar4.
1
9isin+ sistolik aorta atau arteri ;e)oralis dapat terden+ar di atas arteri *an+ )en+ala)i
aneuris)a atau stenosis. 9isin+ arteri renalis dapat terden+ar di -a+ian lateral a-do)en atau di
pun++un+. 9isin+ sistolik *an+ terden+ar di atas (ati (a)pir tidak perna( terden+ar2 tetapi keadaan
terse-ut )enunjukkan adan*a neoplas)a vaskular2 an+io)a2 kanker (ati pri)er2 atau (epatitis
alko(olik.
,en+un+an vena *an+ kontinu dapat )enunjukkan adan*a o-struksi vena ka;a in;erior atau
o-struksi vena porta.
Pe)eriksaan Penunjan+
Pe)eriksaan untuk penan+anan dispepsia ter-a+i -e-erapa -a+ian2 *aitu :
1. Pe)eriksaan la-oratoriu) *an+ -iasan*a )eliputi (itun+ jenis sel dara( *an+ len+kap dan
pe)eriksaan dara( dala) tinja2 dan urine. ,ari (asil pe)eriksaan dara( -ila dite)ukan
lekositosis -erarti ada tanda!tanda in;eksi. Pada pe)eriksaan tinja2 jika ta)pak cair -erlendir atau
-an*ak )en+andun+ le)ak -erarti ke)un+kinan )enderita )ala-sorpsi. 5eseoran+ *an+ didu+a
)enderita dispepsia tukak2 se-aikn*a diperiksa asa) la)-un+. Pada karsino)a saluran
pencernaan perlu diperiksa petanda tu)or2 )isaln*a du+aan karsino)a kolon perlu diperiksa
AFA2 du+aan karsino)a pankreas perlu diperiksa AA 1"!".
. 9ariu) ene)a untuk )e)eriksa keron+kon+an2 la)-un+ atau usus (alus dapat dilakukan pada
oran+ *an+ )en+ala)i kesulitan )enelan atau )unta(2 penurunan -erat -adan atau )en+ala)i
n*eri *an+ )e)-aik atau )e)-uruk -ila penderita )akan.
&
6
&.

Fndoskopi -isa di+unakan untuk )e)eriksa keron+kon+an2 la)-un+ atau usus kecil dan untuk
)endapatkan conto( jarin+an untuk -iopsi dari lapisan la)-un+. Aonto( terse-ut ke)udian
diperiksa di-a.a( )ikroskop untuk )en+eta(ui apaka( la)-un+ terin;eksi ole( Gelico-acter
p*lori. Fndoskopi )erupakan pe)eriksaan -aku e)as2 selain se-a+ai dia+nostik sekali+us
terapeutik. Pe)eriksaan *an+ dapat dilakukan den+an endoskopi adala( :
! A=E 3rapid urea test4
! Patolo+i anato)i 3PA4
! Kultur )ikroor+sanis)e 3<E4 jarin+an
! PAH 3pol*)erase c(ain reaction42 (an*a dala) ran+ka penelitian
#. Pe)eriksaan penunjan+ )eliputi pe)eriksaan radiolo+i2 *aitu E<, 3oesop(a+us )aa+
duodenu)4 den+an kontras +anda2 serolo+i Gelico-acter p*lori2 dan urea -reat( test. Pe)eriksaan
radiolo+is dilakukan ter(adap saluran )akan -a+ian atas dan se-aikn*a den+an kontras +anda.
Pada re;luks +astroeso;a+eal akan ta)pak peristaltik di eso;a+us *an+ )enurun teruta)a di
-a+ian distal2 ta)pak anti!peristaltik di antru) *an+ )enin++i serta serin+ )enutupn*a pilorus2
se(in++a sedikit -ariu) *an+ )asuk ke intestin. Pada tukak -aik di la)-un+2 )aupun di
duodenu) akan terli(at +a)-ar *an+ dise-ut nic(e2 *aitu suatu ka.a( dari tukak *an+ terisi
kontras )edia. 9entuk nic(e dari tukak *an+ jinak u)u)n*a re+uler2 se)isirkuler2 den+an dasar
licin. Kanker di la)-un+ secara radiolo+is2 akan ta)pak )assa *an+ ire+uler tidak terli(at
peristaltik di daera( kanker2 -entuk dari la)-un+ -eru-a(. Pankreatitis akuta perlu di-uat ;oto
polos a-do)en2 *an+ akan terli(at tanda seperti terpoton+n*a usus -esar 3colon cut o;; si+n42 atau
ta)pak dilatasi dari intestin teruta)a di jejunu) *an+ dise-ut sentinal loops. Kadan+ dilakukan
pe)eriksaan lain2 seperti pen+ukuran kontraksi keron+kon+an atau respon keron+kon+an
ter(adap asa).
&
,ia+nosis ,i;;erensial
1. BFH, dan 8FH,
Bastroesop(a+eal re;lu% disease 3BFH,4 )erupakan pen*akit saluran pencernaan )ena(un *an+
terjadi jika asa) la)-un+ atau e)pedu naik atau )e)-alik 3re;luks4 ke keron+kon+an. BFH,
dapat ju+a )erupakan ;eno)ena ;isiolo+is nor)al *an+ diala)i se-a+ian -esar oran+ teruta)a
setela( )akan. BFH, dapat dise-a-kan ole( ketidaksei)-an+an asa) la)-un+2 dilatasi la)-un+2
tonus =F5 -erkuran+ ataupun karena pen+oson+an la)-un+ *an+ ter(a)-at. BFH, )e)iliki
+ejala seperti -erikut :
7
! 8*eri dada atau epi+astriu) *an+ )enjalar.
! 5ensasi atau rasa ter-akar6a)at n*eri di dada 3(eart-urn42 terkadan+ )en*e-ar ke keron+kon+an.
! Hasa asa) atau kecut di )ulut.
! <unta( asa)
! 5ulit untuk )enelan 3d*sp(a+ia4
! 5akit untuk )enelan 3odinop(a+ia4
! 5esak na;as seperti as)a.
! <e)-alikn*a 3re+ur+itasi4 cairan asa) atau )akanan.
Terjadin*a re;luks -ervariasi ter+antun+ kandun+an isin*a2 volu)e2 la)an*a2 dan
(u-un+ann*a den+an )akan. Pada proses terjadin*a re;luks2 s;in+ter eso;a+us -a.a( dala)
keadaan relaksasi atau )ele)a( ole( penin+katan tekanan intra a-do)inal se(in++a ter-entuk
ron++a diantara eso;a+us dan la)-un+. 0si la)-un+ )en+alir atau terdoron+ kuat ke dala)
eso;a+us. Jika isi la)-un+ )encapai eso;a+us -a+ian proksi)al dan s;in+ter eso;a+us atas
-erkontraksi2 )aka isi la)-un+ terse-ut tetap -erada di eso;a+us dan peristaltik akan
)en+e)-alikann*a ke dala) la)-un+. Jika s;in+ter eso;a+us atas relaksasi se-a+ai respon ter(adap
distensi eso;a+us )aka isi la)-un+ akan )asuk ke ;arin+2 larin+2 )ulut atau naso;arin+.
Gambar 1. Peristiwa refluks ((ttp:66uva(ealt(.co)6services6di+estive!(ealt(!16conditions!and!
treat)ents615&4
8
Ba)-ar I &. Fso;a+us nor)al dan 9arret
3(ttp:66....a)c.edu6patient6services6+astroenterolo+*69AHHJ6-arrettsKesop(a+usKde;inition.(t)l
4
9ila pada penderita den+an kelu(an BFH, tern*ata tidak terdapat kelainan pada endoskopi saluran
cerna -a+ian atasn*a2 )aka dia+nosisn*a )enjadi 8FH, 38on Frosive He;lu% ,isease4. Kesulitan
dapat terjadi dala) )e)-edakan dispepsia ;un+sional den+an 8FH,2 karena sa)a!sa)a
)e)pun*ai (asil endoskopi nor)al. Apala+i dala) klinis BFH,68FH, sendiri )e)pun*ai
si)pto) *an+ tu)pan+ tindi( den+an sindro)a dispepsia2 dan dapat )uncul -ersa)aan den+an
dispepsia.
. Bastritis
Bastritis adala( peradan+an pada lapisan perut2 dan )e)iliki -an*ak ke)un+kinan pen*e-a-.
Pen*e-a- akut uta)a adala( konsu)si alko(ol -erle-i(an atau pen++unaan jan+ka panjan+ o-at
Pen*e-a- kronis adala( in;eksi den+an -akteri2 teruta)a >Gelico-acter p*lori?. Bejala *an+ palin+
u)u) adala( +an++uan atau sakit perut. Bejala lainn*a adala( +an++uan pencernaan2 perut
ke)-un+2 )ual2 dan )unta(. 9e-erapa oran+ )un+kin )e)iliki perasaan penu( atau ter-akar di
perut -a+ian atas. Fndoskopi2 tes dara(2 tes (itun+ dara( len+kap2 atau tes tinja dapat di+unakan
untuk )endia+nosis +astritis. Pera.atan ter)asuk )en+a)-il antasid atau o-at lainn*a2 seperti
in(i-itor po)pa proton atau anti-iotik2 dan )en+(indari )akanan panas atau pedas dapat
)eredakan +ejala +astritis.
9
Ba)-ar #. Keadaan )ukosa la)-un+ dala) keadaan +astritis.
3(ttp:66....+astrointestinalatlas.co)6AcuteBastr".jp+4
&. Ulkus Peptik
Ulkus peptik adala( erosi )ukosa +astro intestinal *an+ dise-a-kan ole( terlalu -an*akn*a asa)
(idroklorida dan pepsin. <eskipun ulkus dapat terjadi pada eso;a+us2 lokasi palin+ u)u) adala(
duodenu) dan la)-un+. Ulkus kronis dapat )ene)-us dindin+ )uskular. Pe)uli(an
)en+aki-atkan pe)-entukan jarin+an ;i-rosa dan ak(irn*a jarin+an parut per)anen. Ulkus dapat
puli( atau se)-u(. Pen*e-a- ulkus peptiku) adala( :
1. <enin+katn*a produksi asa) la)-un+.
. 5tres.
&. Bolon+an dara(.
#. Asap rokok.
5. ,a*a ta(an la)-un+ *an+ renda(.
Asa) la)-un+ dala) kondisi *an+ nor)al akan )e)-antu dala) pencernaan den+an
produksi *an+ sesuai den+an keperluan se(in++a akan -er;un+si secara ;isiolo+is tapi dala)
keadaan sekresi *an+ -erle-i(an akan )enjadikan la)-un+ teriritasi atau .alaupun sekresi asa)
la)-un+ nor)al tapi da*a ta(an )ukosa la)-un+ renda( ju+a akan )en*e-a-kan iritasi.
Bejala ulkus peptiku) dapat -erupa :
! Perut n*eri2 epi+astriu) klasik den+an kepara(an *an+ -erkaitan den+an )akan2 setela( sekitar &
ja) untuk )en+a)-il )akan 3ulkus duodenu) klasik (ilan+ +ejalan*a setela( )akan2
sedan+kan ulkus la)-un+ +ejalan*a se)akin -uruk setela( )akan4$
! Perut ke)-un+ dan kepenu(an$
10
! <ual2 dan )unta( -erle-i(an$
! Ke(ilan+an na;su )akan dan penurunan -erat -adan$
! Ge)ate)esis 3)unta( dara(42 (al ini dapat terjadi karena pendara(an lan+sun+ dari ulkus
la)-un+.
Ba)-ar 5. Keadaan )ukosa +aster pada ulkus peptik.
3(ttp:66....dokter-eda((err**ud(a.co)60160'6dia+nosa!dan!)anaje)en!perdara(an.(t)l4
#. ,ispepsia Fun+sional
Untuk )enentukan dia+nosis dispepsia diperlukan ana)nesis *an+ cer)at2 se-a- tindakan!
tindakan *an+ perta)a ter+antun+ pada kelu(an *an+ dike)ukakan penderita. Untuk len+kapn*a
diajukan pula pertan*aan *an+ )un+kin dapat )en*atakan keadaan keji.aan penderita. Perlu
ditan*akan pula ke)un+kinan adan*a dispepsia or+anik. Pe)eriksaan ;isik dan la-oratoris -iasan*a
tidak )enunjan+ -an*ak untuk dispepsia ;un+sional.
5eperti dike)ukakan diatas -a(.a kasus dispepsia setela( ekplorasi penunjan+ dia+nostik2
akan ter-ukti apaka( dise-a-kan +an++uan patolo+is or+anik atau -ersi;at ;un+sional. ,ala)
konsensus Ho)a 000 3ta(un 0064 *an+ k(usus )e)-icarakan tentan+ kelainan +astrointestinal
;un+sional2 dispepsia ;un+sional dide;inisikan se-a+ai adan*a satu atau le-i( kelu(an rasa penu(
setela( )akan2 cepat ken*an+2 n*eri ulu (ati6 epi+astrik2 rasa ter-akar di epi+astriu).
Tidak ada -ukti kelainan struktural 3ter)asuk didala)n*a pe)eriksaan endoskopi saluran
cerna -a+ian atas4 *an+ dapat )eneran+kan pen*e-a- kelu(an terse-ut. Kelu(an ini terjadi sela)a &
-ulan dala) .aktu 6 -ulan terak(ir se-elu) dia+nosis dite+akkan.
Jadi disini ada -atasan .aktu *an+ ditujukan untuk )e)ini)alisasikan ke)un+kinan
adan*a pen*e-a- or+anik. 5eperti dala) al+orit)e penan+anan dispepsia2 -a(.a -ila ada alar)
11
s*)pto)s seperti penurunan -erat -adan2 ti)-uln*a ane)ia2 )elena2 )unta( *an+ persisten2 )aka
)erupakan petunjuk a.al ke)un+kinan adan*a pen*e-a- or+anik *an+ )e)-utu(kan pe)eriksaan
penunjan+ dia+nostik secara le-i( intensi; seperti endoskopi dan se-a+ain*a.
,ia+nosis
,ispepsia )elalui +ejalan*a saja tidak dapat )e)-edakan antara dispepsia ;un+sional dan
dispepsia or+anik. ,ia+nosis dispepsia tipe re;luks adala( dia+nosis *an+ tela( ditetapkan2 di)ana
perta)a sekali pen*e-a- kelainan or+anik atau struktural (arus disin+kirkan )elalui pe)eriksaan.
,ispepsia tipe re;luks ini -ila di-iarkan dapat -erlanjut )enjadi BFH,. Pe)eriksaan *an+ perta)a
dan -an*ak )e)-antu adala( pe)eriksaan endoskopi. Ele( karena den+an pe)eriksaan ini dapat
terli(at kelainan di oesop(a+us2 la)-un+ dan duodenu)2 diikuti den+an U5B 3Ultra5onoBrap(*4
dapat )en+un+kapkan kelainan pada saluran -ilier2 (epar2 pankreas2 dan pen*e-a- lain *an+ dapat
)e)-erikan peru-a(an anato)is. Pe)eriksaan (e)atolo+i dan ki)ia dara( akan dapat
)en+un+kapkan pen*e-a- dispepsia seperti dia-etes2 pen*akit t(*roid dan +an++uan saluran -ilier.
Pada karsino)a saluran pencernaan perlu diperiksa petanda tu)or.
Ftiolo+i
0stila( dispepsia )ulai +encar dike)ukakan sejak ak(ir ta(un 10!an2 *an+ )en++a)-arkan
kelu(an atau ku)pulan +ejala 3sindro)4 *an+ terdiri dari n*eri atau rasa tidak n*a)an di
epi+astriu)2 )ual2 )unta(2 ke)-un+2 cepat ken*an+2 rasa perut penu(2 senda.a2 re+ur+itasi dan
rasa panas *an+ )enjalar di dada. 5indro)a atau kelu(an ini dapat dise-a-kan atau didasari ole(
-er-a+ai pen*akit atau +an++uan dala) lu)en saluran cerna2 tentun*a ter)asuk pula pen*akit pada
la)-un+2 *an+ diasu)sikan ole( oran+ a.a) se-a+ai pen*akit )aa+6 la)-un+. Pen*akit (epato!
pancreato!-ilier 3(epatitis2 pankreatitis kronik2 kolesitis kronik dll4 )erupakan pen*akit terserin+
setela( pen*akit *an+ )eli-atkan +an++uan patolo+ik pada eso;a+o!+astroduodenal 3tukak peptik2
+astritis dll4. 9e-erapa pen*akit di luar siste) +astrointestinal dapat pula -er)ani;estasi dala)
-entuk sindro)a dispepsia2 seperti *an+ cukup kita (arus .aspadai adala( +an++uan kardiak
3 in;erior iske)ia6 in;ark )iokard 42 pen*akit tiroid2 o-at!o-atan dan se-a+ain*a. ,ispepsia dapat
-ersi;at ;un+sional jika dispepsia *an+ terdapat pada kasus *an+ tidak ter-ukti adan*a kelainan atau
+an++uan or+anik6 struktural -ioki)ia.
5ecara +aris -esar2 dispepsia dise-a-kan ole( (al!(al di -a.a( ini2 *aitu :
1. <enelan udara 3aero ;a+i4.
. He+ur+itasi 3re;luks4 asa) dari la)-un+.
12
&. E-at!o-atan anti in;la))ator*.
#. 0ritasi la)-un+ rin+an 3+astritis rin+an4.
5. 5tress psikolo+is2 kece)asan atau depresi.
6. 0n;eksi Gelico-acter p*lori 3Gp4.
Fpide)olo+i
Pada dispepsia ;un+sional2 u)ur penderita dijadikan perti)-an+an2 ole( karena #5 ta(un ke
atas serin+ dite)ukan kasus ke+anasan2 sedan+kan dispepsia ;un+sional diatas 0 ta(un jaran+
dite)ukan ke+anasan. 9e+itu pula .anita le-i( serin+ dari pada laki!laki . 9erdasarkan penelitian
pada populasi u)u) didapatkan -a(.a 157&0 / oran+ de.asa perna( )en+ala)i (al ini dala)
-e-erapa (ari. 0nsiden dispepsia perta(un diperkirakan antara 1 7 1 /. 5ekitar # / penderita
-erkunjun+ ke dokter u)u)n*a )e)pun*ai kelu(an dispepsia. ,i daera( Asia Pasi;ik2 dispepsia
ju+a )erupakan kelu(an *an+ -an*ak diju)pai2 prevalensin*a sekitar 10 7 0 /.
&
Faktor Hesiko
1. <inu) alko(ol
. Terlalu -an*ak )inu) kopi
&. <akan -erle-i(an
#. <akan terlalu cepat
5. <akan )akanan -erle)ak
6. <akan )akanan pedas
'. <akan tidak teratur
1. Terlalu -an*ak )akan coklat
". <inu)an -erkar-onasi
10. 5tress atau ;aktor psikis
Pato;isiolo+i
9er-a+ai (ipotesis )ekanis)e tela( diajukan untuk )eneran+kan pat(o+enesis terjadin*a
+an++uan ini. Proses pato;isiolo+ik *an+ palin+ -an*ak di-icarakan dan potensial -er(u-un+an
den+an dispepsia ;un+sional adala( (ipotesis asa) la)-un+ dan in;la)asi2 (ipotesis +an++uan
)otorik2 (ipotesis (ipersensitivitas visceral2 serta (ipotesis tentan+ adan*a +an++uan psikolo+ik
atau psikiatrik.
&
13
! 5ekresi asa) la)-un+
Kasus den+an dispepsia ;un+sional2 u)un*a )e)pun*ai tin+kat sekresi asa) la)-un+2 -aik
sekresi -asal )aupun sti)ulasi penta+astrin2 *an+ rata!rata nor)al. ,idu+a adan*a penin+katan
sensitivitas )ukosa la)-un+ ter(adap asa) *an+ )eni)-ulkan rasa tidak enak di perut.
! Gelico-acter p*lori 3Gp4
Peran in;eksi Gelico-acter p*lori pada dispepsia ;un+sional -elu) sepenu(n*a di)en+erti
dan diteri)a. ,ari -er-a+ai laporan kekerapan Gp pada dispepsia ;un+sional sekitar 50/ dan tidak
-er-eda -er)akna den+an an+ka kekerapan Gp pada kelo)pok oran+ se(at. <e)an+ )ulai ada
kecenderun+an untuk )elakukan eradikasi Gp pada dispepsia ;un+sional den+an Gp positi; *an+
+a+al den+an pen+o-atan konservati; -aku.
! ,is)otilitas Bastrointestinal
Perla)-atan pen+oson+an la)-un+ terjadi pada 5!10/ kasus dispepsia ;un+sional2 tetapi
tidak ada korelasi antara -eratn*a kelu(an den+an derajat perla)-atan pen+oson+an la)-un+.
Pe)eriksaan )ano)etri antro!duodenal )e)perli(atkan adan*a a-nor)alitas dala) -entuk post
antral (ipo)otilitas prandial2 disa)pin+ ju+a dite)ukann*a dis;un+si )otorik usus (alus. Pada
kasus dispepsia ;un+sional *an+ )en+ala)i perla)-atan pen+oson+an la)-un+ -erkorelasi den+an
kelu(an )ual2 )unta( dan rasa penu( di ulu (ati2 sedan+kan kasus den+an (ipersensitivitas
ter(adap distensi la)-un+ -iasan*a akan )en+elu( n*eri2 senda.a dan adan*a penurunan -erat
-adan.
Hasa cepat ken*an+ dite)ukan pada kasus *an+ )en+ala)i +an++uan ako)odasi la)-un+
.aktu )akan. Pada keadaan nor)al2 .aktu )akanan )asuk la)-un+ terjadi relaksasi ;undus dan
korpus +aster tanpa )enin+katkan tekanan dala) la)-un+. Konsep ini *an+ )endasari adan*a
pe)-a+ian su- +rup dispepsia ;un+sional )enjadi tipe dis)otilitas2 tipe seperti ulkus dan tipe
ca)puran.
&
! A)-an+ ran+san+ persepsi
,indin+ usus )e)pun*ai -er-a+ai reseptor2 ter)asuk reseptor ki)ia.i2 reseptor )ekanik
dan nociceptor. Penelitian den+an )en++unakan -alon intra+astrik didapatkan (asil -a(.a 50/
populasi dispepsia ;un+sional suda( ti)-ul rasa n*eri atau tidak n*a)an di perut pada in;lasi -alon
den+an volu)e *an+ le-i( renda( di-andin+kan volu)e *an+ )eni)-ulkan rasa n*eri pada
populasi kontrol.
14
! ,is;un+si autono)
,is;un+si pers*ara;an va+al didu+a -erperan dala) (ipersensitivitas +astrointestinal pada
kasus dispepsia ;un+sional. Adan*a neuropati va+al ju+a didu+a -erperan dala) ke+a+alan relaksasi
-a+ian proksi)al la)-un+ .aktu )eneri)a )akanan2 se(in++a )eni)-ulkan +an++uan ako)odasi
la)-un+ dan rasa cepat ken*an+.
&
! Aktivitas )ioelektrik la)-un+
Adan*a disrit)ia )ioelektrik la)-un+ pada pe)eriksaan elektro+astro+ra;i -erupa
tac(*+astria2 -radi+astria pada le-i( kuran+ #0/ kasus dispepsia ;un+sional2 tapi (al ini -ersi;at
inkonsisten.
! Gor)onal
Peran (or)onal -elu) jelas dala) pato+enesis dispepsia ;un+sional. ,ilaporkan adan*a
penurunan kadar (or)on )otilin *an+ )en*e-a-kan +an++uan )otilin *an+ )en*e-a-kan
+an++uan )otilitas antroduodenal. ,ala) -e-erapa perco-aan2 pro+esteron2 estradiol dan prolaktin
)e)pen+aru(i kontraktilitas otot polos dan )e)perla)-at .aktu transit +astrointestinal.
&
! ,iet dan ;aktor lin+kun+an
Adan*a intoleransi )akanan dilaporkan le-i( serin+ terjadi pada kasus dispepsia ;un+sional
di-andin+kan kasus kontrol.
!Psikolo+is
Adan*a stress akut dapat )e)pen+aru(i ;un+si +astrointestinal dan )encetuskan kelu(an
pada oran+ se(at. ,ilaporkan adan*a penurunan kontraktilitas la)-un+ *an+ )enda(ului kelu(an
)ual setela( sti)ulus stress sentral.
&
<ani;estasi Klinis
Karena -ervariasin*a jenis kelu(an dan kuantitas6kualitasn*a pada setiap pasien2 )aka
-an*ak disarankan untuk )en+klasi;ikasikan dispepsia ;un+sional )enjadi -e-erapa su- +rup
didasarkan pada kelu(an *an+ palin+ do)inan.
! 9ila n*eri ulu (ati *an+ do)inan dan disertai n*eri pada )ala) (ari dikate+orikan se-a+ai
dispepsia ;un+sional tipe seperti ulkus 3ulcer like d*spepsia4.
15
! 9ila ke)-un+2 )ual2 cepat ken*an+ )erupakan kelu(an *an+ palin+ serin+ dike)ukakan2
dikate+orikan se-a+ai dispepsia ;un+sional tipe seperti dis)otilitas 3dis)otilit* like d*spepsia4
! 9ila tidak ada kelu(an *an+ -ersi;at do)inan2 dikate+orikan se-a+ai dispepsia non spesi;ik.
Perlu ditekankan -a(.a pen+elo)pokan terse-ut (an*a untuk )e)per)uda( diperole(
+a)-aran klinis pasien *an+ kita (adapi serta pe)ili(an alternati; pen+o-atan a.aln*a.
&
Penatalaksanaan
! 8on!)edika)entosa
Pada penatalaksanaan non-medika mentosa kita perlu menjelaskan tentang perlunya dietetik
kepada pasien. Walaupun, tidak ada dietetik baku yang menghasilkan penyembuhan keluhan secara
bermakna. Prinsip dasar menghindari makanan pencetus serangan merupakan pegangan yang lebih
bermanfaat. Makanan yang merangsang, seperti pedas, asam, tinggi lemak, kopi sebaiknya dipakai
sebagai pegangan umum secara proporsional dan jangan sampai menurunkan/mempengaruhi
kualitas hidup penderita. Bila keluhan cepat kenyang, dapat dianjurkan untuk makan porsi kecil tapi
sering dan rendah lemak.
1,
Penatalaksanaaan non ;ar)akolo+is *aitu )eliputi:
1. Atur pola )akan
. Ela( ra+a teratur
&. Gindari )akanan -erle)ak tin++i *an+ )en+(a)-at pen+oson+an isi la)-un+ 3coklat2 keju2 dll4
#. Gindari )akanan *an+ terlalu pedas
5. Gindari )inu)an den+an kadar ca;;ein2 alko(ol2dan kuran+i rokok
6.Gindari o-at *an+ )en+iritasi dindin+ la)-un+
'.Kelola stress psikolo+i see;isien )un+kin
! <edika)entosa
! Antasida
Antasida )erupakan o-at *an+ palin+ u)u) dikonsu)si ole( penderita dispepsia2 )erupakan suatu
o-at *an+ -ekerja lokal2 )enetralkan asa) la)-un+ den+an )enurunkan aktivitas pepsin dan
)enaikkan pG la)-un+ L # dan )erupakan suatu -asa le)a(.
! Pen*ekat G reseptor6 anta+onis reseptor (ista)in 7 G
E-at ini ju+a di-erikan pada penderita dispepsia. U)u)n*a )an;aatn*a untuk )en+(ilan+kan rasa
n*eri ulu (ati *an+ ti)-ul pada )ala) (ari aki-at dispepsia or+anik seperti ulkus peptik dan
+astritis.
16
! Pen+(a)-at po)pa proton 3 PP0 4
E-at ini ta)pakn*a cukup superior di-andin+ plase-o pada dispepsia ;un+sional. Hespons -aik
terli(at pada dispepsia ;un+sional tipe ulkus. Palin+ e;ekti; )enekan sekresi asa) la)-un+ dan
)erupakan suatu pro!dru+ *an+ )e)-utu(kan suasana asa) se(in++a (arus di)inu) se-elu)
)akan. F;ekn*a akan )enurun jika di-eri -ersa)a G 7 reseptor anta+onis dan antasida.
Preparat : o)epraDole2 lanDopraDole2 pantopraDole dan ra-epraDole.
! Prokinetik
Ter)asuk +olon+an ini adala( )etoklopra)id 3anta+onis reseptor dopa)in ,4 dan do)peridon.
,ala) -er-a+ai studi )etaanalisis2 -aik do)peridon dan cisapride )e)pun*ai e;ektivitas *an+ -aik
di-andin+kan plase-o dala) )en+uran+i n*eri epi+astrik2 cepat ken*an+2 distensi a-do)en dan
)ual.
<etoklopra)id *an+ ta)pakn*a cukup -er)an;aat pada dispepsia ;un+sional2 tapi ter-atas studin*a
dan (a)-atan e;ek sa)pin+ ekstrapira)idaln*a.
Aisapride ter+olon+ a+onist reseptor 5!GT# dan anta+onis 5!GT&2 *an+ secara )etaanalisis
)e)perli(atkan an+ka ke-er(asilan dua kali lipat di-andin+kan plase-o. 9eraksi pada pen+oson+an
la)-un+ dan disrit)ia la)-un+. <asala( saat ini adala( setela( diketa(uin*a e;ek sa)pin+n*a
pada arit)ia jantun+2 teruta)a perpanjan+an )asa M!T2 se(in++a pe)akaiann*a -erada dala)
pen+a.asan.
5
Ko)plikasi
Penderita sindro)a dispepsia sela)a -erta(un!ta(un2 dapat )e)icu adan*a ko)plikasi *an+
tidak rin+an. 5ala( satun*a ko)plikasi Ulkus Peptiku)2 *aitu luka di dindin+ la)-un+ *an+ dala)
atau )ele-ar2 ter+antun+ -erapa la)a la)-un+ terpapar ole( asa) la)-un+. 9ila keadaan Ulkus
Peptiku) ini terus terjadi luka akan se)akin dala) dan dapat )eni)-ulkan ko)plikasi pendara(an
saluran cerna *an+ ditandai den+an terjadin*a )unta( dara(. <unta( dara( ini se-enarn*a pertanda
*an+ ti)-ul -elakan+an. A.aln*a penderita pasti akan )en+ala)i -uan+ air -esar -er.arna (ita)
terle-i( dulu. Nan+ artin*a suda( ada perdara(an a.al.Tapi ko)plikasi *an+ palin+ dikuatirkan
adala( terjadin*a kanker la)-un+ *an+ )en+(aruskan penderitan*a )elakukan operasi.
Pence+a(an
<odi;ikasi +a*a (idup san+at -erperan dala) )ence+a( terjadin*a dispepsia -a(kan )e)per-aiki kondisi
la)-un+ secara tidak lan+sun+. 9erikut ini adala( )odi;ikasi +a*a (idup *an+ dianjurkan untuk )en+elola
dan)ence+a( ti)-uln*a +an++uan aki-at dispepsia.
17
1. Atur pola )akan seteratur )un+kin
. Gindari )akanan -erle)ak tin++i *an+ )en+(a)-at pen+oson+an isi la)-un+ 3coklat2 keju2 dan lain!lain4
&. Gindari )akanan *an+ )eni)-ulkan +as di la)-un+ 3kol2 ku-is2 kentan+2 )elon2 se)an+ka2 dan lain!lain4
#. Gindari )akanan *an+ terlalu pedas
5. Gindari )inu)an den+an kadar ca;;ein dan alko(ol
6. Gindari o-at *an+ )en+iritasi dindin+ la)-un+2 seperti o-atanti! in;la))ator*2 )isaln*a *an+
)en+andun+ i-upro;en2 aspirin2 napro%en2 dan ketopro;en. Aceta)inop(en adala( pili(an *an+ tepat untuk
)en+o-ati n*eri karena tidak )en+aki-atkan iritasi pada dindin+ la)-un+
'. Kelola stress psikolo+i se!e;isien )un+kin
1. Jika anda perokok2 -er(entila( )erokok
". Jika anda )e)iliki +an++uan re;luks asa)2 (indari )akan se-elu) .aktu tidur
10. Gindari ;aktor!;aktor *an+ )e)-uat pencernaan ter+an++u2 seperti )akan terlalu -an*ak2 teruta)a
)akanan -erat dan -er)in*ak2 )akan terlalu cepat2 atau )akan sesaat se-elu) ola(ra+a
11. Perta(ankan -erat -adan se(at
1. Ela(ra+a teratur 3kuran+ le-i( &0 )enit dala) -e-erapa (ari se)in++u4 untuk )en+uran+i stress dan
)en+ontrol -erat -adan2 *an+ akan )en+uran+i dispepsia
1&. 0kuti reko)endasi dokter Anda )en+enai pen+o-atan dispepsia2 -aik itu antasid2 PP02 pen+(a)-at
(ista)in! reseptor2 dan o-at )otilitas
Pro+nosis
,ispepsia ;un+sional *an+ dite+akkan setela( pe)eriksaan klinis dan penunjan+ *an+ akurat
)e)pun*ai pro+nosis *an+ -aik.
#
Kesi)pulan
,ispepsia )erupakan istila( *an+ di+unakan untuk suatu sindro) atau ku)pulan +ejala6
kelu(an *an+ terdiri dari n*eri atau rasa tidak n*a)an di ulu (ati2 ke)-un+2 )ual2 )unta(2
senda.a2 rasa cepat ken*an+2 perut rasa penu(6-e+a(. 8*eri ulu (ati dan ke)-un+ adala( +ejala
dispepsia. ,ia+nosis dispepsia ;un+sional didasarkan pada kelu(an dispepsia di)ana pada
pe)eriksaan penunjan+ -aku dapat disin+kirkan pen*e-a- or+anik6 -ioki)ia.i2 se(in++a )asuk
dala) kelo)pok pen*akit +astrointestinal ;un+sional. ,ispepsia )elalui +ejalan*a saja tidak dapat
)e)-edakan antara dispepsia ;un+sional dan dispepsia or+anik. ,ia+nosis dispepsia tipe re;luks
18
adala( dia+nosis *an+ tela( ditetapkan2 di)ana perta)a sekali pen*e-a- kelainan or+anik atau
struktural (arus disin+kirkan )elalui pe)eriksaan. ,ispepsia tipe re;luks ini -ila di-iarkan dapat
-erlanjut )enjadi BFH,.
,a;tar Pustaka
1. Aru W. 5udo*o2 9a)-an+ 52 0drus A2 <arcellus si)adi-rata2 5iti 5 OeditorP. 9uku ajar il)u
pen*akit dala) jilid 000. Fdisi C. Jakarta: Pusat in;or)asi dan Pener-itan -a+ian 0l)u Pen*akit
,ala) FKU0$ 00".(.##1!5&&.
. 5*lvia Anderson P2 =orraine <cAart* W. Pato;isiolo+i: konsep!konsep klinis pen*akit. Fdisi 6.
Jakarta: FBA$ 005.(.&5!#0.
&. Fauci et all. GarissonQs principles o; internal )edicine. 1't( ed. U5A: <cBra.!Gill Ao)panies$
001.p.5'5!5"0.
#. Tack j. Pat(op(*siolo+* and treat)ent o; ;unctional d*spepsia. Bastroenterolo+*$ 00#.p.&5!#0.
5. 5ulistia B2 Hianto 52 Fl*sa-et( 3dkk4. Far)akolo+i dan terapi. Fdisi 5. Jakarta: FBA$
005.(.10!5.
19