Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyakit Tuberkolosis (TB) paru telah dikenal lebih dari satu abad yang
lalu, yakni sejak ditemukannya bakteri Myobacterium tubercolosis sebagai
penyebab Tuberkolosis oleh Robert Koch tahun 188! "amun sampai saat ini
penyakit Tuberkolosis masih tetap menjadi problema kesehatan di dunia dan
sebagai penyebab kematian utama yang diakibatkan oleh penyakit in#eksi! $ata
%&' (World Health Organization) tahun (() menyatakan bah*a +ndonesia
sebagai penyumbang TB terbesar nomor tiga di dunia setelah +ndia dan ,ina
dengan jumlah kasus baru sekitar -./!(( kasus dan jumlah kematian sekitar
1(1!((( orang pertahun! TB paling banyak terjadi di negara berkembang
diantaranya 0-1 penderita berada pada usia produkti# yaitu (23/ tahun! &al ini
disebabkan oleh padatnya penduduk di negara berkembang dan tingginya
pre4alensi, sehingga lebih dari )-1 dari kasus TB terjadi di 5sia ($epKes, ((8)!
$ata terbaru dari %&' tahun ((/ menyatakan bah*a angka kejadian TB di
+ndonesia sebanyak 861((!((( penduduk pertahun, dengan tingkat pre4alensi
mencapai 3361((!((( penduduk, dan tingkat kematian sebanyak ./61((!(((
penduduk!
7eningkatnya kasus TB, terutama pada negara yang berkembang
termasuk +ndonesia, maka pada tahun 1//- %&' merekomendasikan
penggunaan program nasional penaggulangan TB melalui strategi $'T8 atau
Directly Observed Treatment Shortcourse. Pengobatan TB di +ndonesia telah
dilakukan sejak tahun 1/)/ melalui Program Pemberantasan Tuberkolosis
(PTB) oleh $epKes, dan sejak tahun 1//- lebih diintensi#kan dengan cara
pengobatan menggunakan strategi $'T8 yang telah direkomendasikan oleh
%&'! $'T8 merupakan pengobatan TB jangka pendek dengan penga*asan
secara langsung! 8trategi ini sangat berman#aat untuk menurunkan angka
kesakitan dan kematian TB, memutuskan rantai penularan, mencegah terjadinya
resistensi obat, dan kesembuhan!
8alah satu komponen $'T8 adalah pengobatan '5T jangka pendek
selama enam bulan dengan *aktu yang teratur, yang dilakuakn dengan
panduan dan penga*asan langsung! Penga*asan langsung dilakukan oleh
penga*as menelan obat (P7') yang dalam hal ini orang yang tinggal dekat
1
2
dengan penderita dan dihormati ($epKes, (1()! P7' bertugas untuk
menga*asi dan dan memberikan dukungan kepada pasien untuk mengkonsumsi
obat secara teratur dengan dosis yang tepat selama enam bulan! 9ika penderita
TB tidak patuh untuk melaksanakan pengobatan TB secara teratur selama enam
bulan, maka pengobatan yang telah dijalankan dapat dikatakan gagal dan
pengobatan harus dimulai kembali dari a*al!
Pada kenyataannya setelah berjalan delapan belas tahun program $'T8,
angka keberhasilan pengobatan masih belum mencapai target yang ditetapkan
yaitu dapat menyembuhkan 1((1 dari penderita TB dengan BT5 (:) yang
diobati! &asil sur4ey secara global bahkan melaporkan bah*a telah terjadi
resistensi kuman TB terhadap '5T sebesar 1,)1! Resistensi ini terjadi karena
ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat selama masa pengobatan!
Ketidakpatuhan ini menjadikan kuman menjadi resisten!
Banyak #aktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien
TB! $iantaranya adalah umur, pendidikan, penghasilan, tingkat pengetahuan,
sikap, peran penga*as minum obat (Budiman, (1()! $ari penelitian yang sudah
pernah dilakukan sebelumnya menyebutkan bah*a #aktor yang paling dominan
yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien TB adalah sikap, yaitu terkait
bagaimana pasien merespon pengobatan terhadap penyakitnya! 8elain itu,
dukungan keluarga juga diperlukan bagi pasien TB, keluarga tidak hanya
berperan sebagai penga*as minum obat tetapi juga harus memberikan
dukungan moril! Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan sebesar
,31 menyatakan bah*a anggota keluarga menghindar setelah mengetahui
jika ia menderita TB paru! Pengaruh dukungan keluarga dalam keberhasilan
pengobatan berbagai penyakit banyak diteliti para peneliti, antara lain; &utapea
(((/) menemukan dukungan dukungan keluarga yang dilakukan anggota
keluarga mendorong penderita berobat secara teratur!
$ukungan keluarga dianggap sebagai penentu penting dari perilaku
kesehatan pasien TB paru dalam hal ini terkait dengan tingkat kepatuhan minum
obat! $ukungan keluarga mengacu pada dukungan untuk kebutuhan yang
dirasakan seseorang terkait moral, emosional, serta kebutuhan akan in#ormasi
dan umpan balik! &al tersebut dapat dipenuhi oleh keluarga! $ukungan keluarga
dapat mempengaruhi perilaku pera*atan diri indi4idu melalui peningkatan
moti4asi, memberikan in#ormasi, dan memberikan umpan balik (Procidano <
&eller (()! Toljamo (((1) menemukan bah*a menerima dukungan emosional
3
dan instrumental menyebabkan perilaku pera*atan diri yang lebih baik! 5da
empat jenis dukungan keluarga, emosional, penghargaan, in#ormasi, dan materi!
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk
meneliti hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum
obat pasien TB Paru di poli penyakit dalam R885 7alang!
1.2 Rumusan Masalah
5dakah hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan
minum obat pasien TB paru di poli paru R885 7alang!
1.3 Tujuan Peneltan
1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan
keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat
1.3.2 Tujuan !husus
1! 7engidenti#ikasi dukungan keluarga pada pasien TB paru di Poli Paru
R885 7alang
! 7engidenti#ikasi tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru
di Poli Paru R885 7alang
.! 7enganalisis perbedaan proporsi antara dukungan keluarga dan
tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Poli Paru
R885 7alang
1." Man#aat Peneltan
5dapun man#aat yang ingin di dapat dari penelitian ini adalah;
1.".1 Man#aat Te$rtk
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber bahan kajian tambahan
dalam lingkup kepera*atan serta dapat menambah bahan in#ormasi sehingga
dapat dilakukan penelitian lebih luas tentang penyakit TB Paru!
1.".2 Man#aat Praktk
a) Bagi pasien
$iharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan pasien yang
menderita TB paru!
4
b) Bagi Peneliti
8ebagai *adah penerapan ilmu pengetahuan yang didapat selama
kuliah dan menambah pengetahuan tentang pengobatan TB paru!
c) +nstitusi Pelayanan Kesehatan
8ebagai bahan in#ormasi untuk meningkatkan pelayanan
kepera*atan dalam menangani pasien TB paru, serta memberikan
masukan dan in#ormasi kepada institusi pelayanan kesehatan tentang
kepatuhan meminum '5T ('bat 5nti Tuberkolosis)!
d) Bagi Keluarga
Bahan pertimbangan dan masukan bagi keluarga pasien TB paru
akan pentingnya mematuhi dan menjalankan terpai obat sehingga
dapat menjadi masukan bagi keluarganya untuk memberi moti4asi
sikap kepatuhan minum obat!
e) Bagi 7asyarakat
7emberikan pengetahuan bagi massyarakat terutama bagi keluarga
pasien dengan TB paru bah*a dukungan keluarga merupakan #aktro
yang penting dalam membantu pasien TB paru untuk patuh meminum
obat!