Anda di halaman 1dari 30

Perekam Medis dan Informasi Kesehatan

Ibnu Mardiyoko, SKM, MM


PENGERTIAN :
Etika berasal dari bhs Yunani ethicos yg berarti :
kebiasaan, yg baik, yg layak.
-> Pengertian mula-mula yg dikatakan baik = apabila
sesuai dg kebiasaan masyarakat Etika adalah suatu
ilmu yg membicarakan masalah perbuatan atau tingkah
laku manusia.
Etika merupakan norma-norma , nilai-nilai atau pola
tingkah laku kelompok profesi tertentu dlm meberikan
jasa kepada masyarakat.


2 macam
Pengetahuan tentang moral manusia
Falsafah hidup
Kekuatan moral
Sistem nilai
Kesepakatan
Himpunan hal-hal yg diwajibkan
Larangan untuk suatu kelompok/masyarakat
Bukan hukum atau undang-undang.


NORMA AGAMA :
Berpangkal pada kepercayaan adanya yg maha kuasa
Melanggar norma agama berarti pelanggaran thd perintah
Tuhan
NORMA KESUSILAAN :
Norma yg berpangkal pada hati nurani manusia agar
melakukan perbuatan yg baik
NORMA KESOPANAN :
Norma yg timbul dlm masyarakat yg mengatur sopan
santun & perilaku
Pelanggaran norma akan dicela anggota masyarakat.
NORMA HUKUM :
Kumpulan norma dlm masyarakat yg terbentuk karena
pergaulan manusia atau yg diciptakan oleh yg berwenang.

KESUSILAAN :
Asal : bahasa sangsekerta
Su : bagus, indah , cantik
Sila : adab, kelakuan, perbuatan, ahlak,
moral
Susila : sepadan dengan kaidah, norma atau
peraturan hidup yang ada.
ETIKA :
Ilmu yg menyelidiki mana yg baik dan mana
yg buruk dan memperhatikan amal
perbuatan manusia sejauh yg dapat diketahui
oleh akal pikiran. (Hamzah Yakub, 1983).

Persamaan dan Perbedaan antara Etik profesi dan Hukum
Etik Profesi Hukum

Persamaan
Keduanya mrpk norma yg mengatur perilaku manusia dlm
kehidupan bersama/masyarakat





Perbedaan
1. Mengatur perilaku
pelaksana/pengemban
profesi
2. Dibuat berdasarkan
konsensus diantara para
pelaksana
3. Sifat sanksinya moral
psikologis
4. Macam sanksinya dapat
berupa diskreditasi
profesi
5. Kontrol dan penilaian
atas pelaksanannya
dilakukan oleh ikatan
profesi tsb.
1. Mengatur perilaku manusia
pd umumnya
2. Dibuat oleh lembaga resmi
negara yg berwenang bg
setiap orang
3. Sifat sanksinya berupa
derita jasmani/material
4. Macam sanksinya dpt
berupa pidana,
perdata/tindakan
5. Kontrol penilaian dilakukan
oleh masyarakat dan
lembaga resmi penegak
hukum.
PROFESI
Profesio berarti pengakuan
Ciri-ciri pekerjaan profesi :
Mengikuti pendidikan sesuai standar nasional
Pekerjaannya berlandaskan etika profesi
Mengutamakan panggilan kemanusiaan dari pada
keuntungan pribadi
Pekerjaannya legal (melalui perijinan)
Angota-anggotanya belajar sepanjang hayat
Anggota-anggotanya bergabung dalam suatu organisasi
profesi.
TENAGA PROFESI
Pend. tinggi (llmu & tek spesialis)
Wajib dikuasai menjalankan
profesinya
Bertg jawab secara hukum
kegiatannya
Terikat Kode Etik Profesi (OP)
Menjaga, meningkatkan citra &
kemampuan profesi & sesuai
idealisme
Meningkatkan pengetahuan
Kemampuan keprofesiannya:
harus dibuktikan m/ suatu sistem pengujian
formal & diakui o/ yg berwenang atau
perhimpunan keprofesian yg bersangkutan
Para profesional bertgg jawab:
secara hukum terhadap kegiatan keprofesian yg
dijalankannya (profesional liability)
Seorang profesional/tenaga
kesehatan:
Menambah pengetahuan/
wawasan
Meningkatkan kemampuan
Merubah sikap dan perilaku
Mengamalkan & menambah
pengalaman
Unsur-unsur Keprofesian
Pengetahuan & ketrampilan
(Knowledge & Skill)
Sikap & perilaku (Attitude &
Behavior)
Pengamalan & pengalaman
(practice)



Perhimpunan Profesional perekam Medis dan
Informasi Kesehatan Indonesia
PORMIKI
Berdiri : 18 Februari 1989
DPP Berkedudukan di Jakarta
Kongres :
I : Jakarta : 11 Agustus 1992
II : Yogyakarta : 5 7 Desember 1995
III : Surabaya : 21-23 Nopember 1999
IV : Denpasar, 3 4 September 2003
V : Semarang, 2006 (rencana)
Tujuan PORMIKI
1. Membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
melalui peningkatan sistem kesehatan nasional dengan
membina dan mengembangkan sistem rekam medis dan
informasi kesehatan
2. Mengembangkan ilmu rekam medis dan sistem informasi
kesehatan
3. Memperjuangkan kepentingan organisasi serta
meningkatkan profesi anggota.
DPD PORMIKI
1. DPD DKI Jakarta
2. DPD Daerah Istimewa Yogyakarta
3. DPD Jawa Barat
4. DPD Jawa Timur
5. DPD Jawa Tengah
6. DPD Sumatra Utara
7. DPD Sumatra Barat
8. DPD Sumatra Selatan
9. DPD Kalimantan Barat
10. DPD Sulawesi Selatan
11. DPD Nusa Tenggara Barat
12. DPD Bali
Kode Etik
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia
MUKADIMAH
I. Kewajiban Umum (Pasal 1 - 3)
II. Kewajiban Profesi (Pasal 4)
III. Kewajiban dalam berhubungan
dengan profesi dan instansi lain (Pasal 5)
IV. Kewajiban untuk diri sendiri ( Pasal 6)
V. Penutup (Pasal 7 )

Mukadimah
Bahwa memajukan kesejahteraan umum adalah salah
satu tujuan nasional yg ingin diwujudkan oleh bangsa
Indonesia. Kesehatan merupakan salah satu wujud
dari kesejahteraan nasional dan mempunyai andil
yang besar dalam pembangunan sumber daya manusia
berkualitas yg mendukung kelangsungan kehidupan
bangsa dan terwujudnya cita-cita nasional yaitu
masyarakat adil dan makmur.
Rekam Medis dan Informasi Kesehatan merupakan
aspek penting untuk mendukung keberhasilan
pembangunan kesehatan
. Oleh karena itu pengembangan sistem dan penerapannya
didukung oleh tenaga profesi yang berkualitas. Karena
Rekam Medis dan Informasi Kesehatan menyangkut
kepentingan kerahasiaan pribadi pasien dan rahasia
jabatan, maka profesi rekam medis/ kesehatan merasa
perlu untuk merumuskan pedoman sikap dan perilaku
profesi, baik anggota Perhimpunan Profesional Perekam
Medis dan Informasi Kesehatan ( PORMIKI ) maupun
pelaksana Rekam Medis dan Informasi Kesehatan lainnya
dalam mempertanggung jawabkan segala tindakan
profesinya, baik kepada profesinya, pasien maupun
masyarakat luas.
Pedoman sikap dan perilaku profesi Rekam Medis dan
Informasi Kesehatan dalam pembangunan nasional
khususnya pembangunan kesehatan. Maka berdasarkan
pemikiran di atas, Konggres I PORMIKI menyepakati
Kode Etik Profesi Rekam Medis dan Informasi
Kesehatan.
.
Pasal 1
1. Di dalam melaksanakan tugas profesi, t iap
pelaksana rekam medis dan Informasi
Kesehatan selalu bertindak demi kemuliaan diri ,
profesi dan organisasi PORMIKI.
2. Setiap Pelaksana rekam medis dan informasi
kesehatan selalu menjalankan tugas
berdasarkan ukuran profesi yang tertinggi
Pasal 1
3. Setiap pelaksana rekam medis dan informasi
kesehatan lebih mengutamakan pelayanan
daripada pendapatan material dan selalu
memberikan pelayanan yang sesuai dengan
kebutuhan pelayanan kesehatan yang
bermutu.
4. Setiappelaksana rekam medis dan
Informasi Kesehatan selalu menyimpan
dan menjaga rekam medis serta informasi
yang terkandung di dalamnya sesuai
dengan ketentuan prosedur manajemen,
ketetapan pimpinan institusi dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
Pasal 1
5. Setiap Pelaksana rekam medis dan
informasi kesehatan selalu menjunjung
tinggi doktrin kerahasiaan dan hak atas
informasi pasien yang terkait dengan
identitas individu atau sosial.
6. Setiap Pelaksana rekam medis dan informasi
kesehatan selalu melaksanakan tugas yang
dipercayakan pimpinan kepadanya dengan
penuh tanggungjawab, teliti dan akurat.

Pasal 2
Perbuatan / tindakan yang bertentangan
dengan kode etik :
1. Menerima ajakan kerjasama seseorang
/organisasi untuk melakukan pekerjaan
yg menyimpang dari standar profesi yg
berlaku.
2. Menyebarluaskan informasi yg
terkandung dalam rekam medis yg dapat
merusak citra profesi rekam medis dan
informasi kesehatan.
3. Menerima imbalan jasa dalam bentuk
apapun, di luar yg semestinya.
Pasal 3
Peningkatan pengetahuan dan kemampuan
profesional, baik anggota maupun organisasi
dituntut untuk meningkatkan pengetahuan,
kemampuan profesi melalui penerapan ilmu dan
teknologi yg berkaitan dengan disiplin ilmu
rekam medis dan informasi kesehatan.
Pasal 4
1. Setiap pelaksana rekam medis dan
informasi kesehatan wajib mencegah
terjadinya penyimpangan Kode Etik Profesi
2. Setiap pelaksana rekam medis dan
informasi kesehatan wajib meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan
3. Senantiasa berpartisipasi aktif dalam upaya
mengembangkan dan memperkuat anggota
profesi untuk mewakili penampilan profesi
secara baik di masyarakat
Pasal 4
4. Menyerahkan jabatan / kedudukan dalam suatu
posisi dalam organisasi secara terhormat
kepada pejabat baru yang dipilih.
Pasal 5
1. Secara jujur memberikan informasi tentang
identitas diri, kredensi profesi, pendidikan
dan pengalaman serta rangkapan minat
dalam setiap pengadaan perjanjian kerja atau
pemberitahuan yang berkaitan.
2. Menjalin hubungan yang baik dengan
organisasi pemerintah dan organisasi profesi
lainnya dalam rangka peningkatan mutu
profesi rekam medis dan informasi kesehatan
dan mutu pelayanan kesehatan.
Pasal 6
1. Setiap pelaksana dan atau profesi rekam
medis dan informasi kesehatan harus selalu
menjaga kesehatan dirinya agar dapat
bekerja secara baik
2. Setiap pelaksana atau profesi rekam emdis
dan informasi kesehatan harus selalu
mengikuti perkembangan rekam medis dan
informasi kesehatan khususnya dan praktek
kesehatan pada umumnya.
Pasal 7
Setiap pelaksana dan profesi perekam medis dan
infromasi kesehatan wajib menghayati dan
mengamalkan Kode Etik Profesi Perekam Medis
dan Informasi Kesehatan demi pengabdiannya
yang tulus dalam pembangunan bangsa dan
negara.

Terima Kasih