Anda di halaman 1dari 42

PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL, PROTOKOL DAN

LAPORAN AKHIR PENELITIAN




Tahun 2012






















KEMENTERIAN KESEHATAN RI
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Jl. Percetakan Negara No.29, Jakarta 10560
i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Allah SAW karena berkat kasih dan karuniaNya, Panduan Penyusunan
Proposal, Protokol dan Laporan Akhir Penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Panduan ini
merupakan penyempurnaan dari Edisi I dan Edisi II yang dilakukan oleh Komisi Ilmiah Badan Litbang
Kesehatan dengan komitmen untuk mewujudkan visi dan misi Badan Litbangkes. Buku ini terdiri dari 3
(tiga) bagian yaitu panduan penyusunan proposal penelitian, panduan penyusunan protokol penelitian
dan panduan penyusunan laporan akhir penelitian. Diharapkan dengan panduan ini penelitian yang
diusulkan lebih berkualitas dan menghasilkan output, outcome, benefit dan impact yang sesuai dengan
kebutuhan stakeholders serta mendukung program pembangunan kesehatan.

Mengingat IPTEK bidang kesehatan memiliki sifat yang dinamis dan berkembang sesuai dengan
peradaban manusia, maka senantiasa diperlukan pemikiran dan upaya pengembangan panduan ini.
Panduan yang disempurnakan ini menjadi wujud dari sifat dinamis.

Kepada seluruh anggota Komisi Ilmiah yang telah bekerja bersungguh-sungguh menyempurnakan
panduan ini kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya. Semoga Allah SAW
senantiasa melimpahkan rahmat dan memberi petunjuk serta kekuatan kepada kita semua dalam
melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan.

Jakarta, Desember 2011
Kepala Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan



Dr. dr.Trihono, MSc
NIP.19540214198012100


ii


DAFTAR ISI Hal

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii-iv

Bagian I Panduan Penyusunan Proposal Penelitian
Pendahuluan 1
Elemen Proposal Penelitian 1
1. Judul Penelitian 1
2. Indentitas Pengusul Penelitian 1
3. Ringkasan Penelitian 1
4. Pendahuluan 2
Latar Belakang 2
Perumusan Masalah Penelitian 2
5. Tujuan Penelitian 3
6. Manfaat Penelitian 3
7. Hipotesis 4
8. Metode Penelitian 4
8.1. Kerangka Teori 4
8.2. Kerangka Konsep 4
8.3. Disain Penelitian 5
8.4. Tempat dan Waktu 5
8.5. Populasi dan Sampling 5
8.6. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 6
8.7. Variabel 7
8.8. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data 8
8.9. Pengawasan Kualitas Data 8
8.10. Manajemen Data 8
8.11. Analisis Data 8
8.12. Langkah-langkah Penelitian 9
9. Pertimbangan Etik Penelitian 9
10. Daftar Kepustakaan 9
11. Susunan Tim Peneliti 10
12. Jadwal Kegiatan Penelitian 10
13. Rincian Rencana Anggaran 10
14. Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti 10
15. Persetujuan Atasan yang Berwenang 11
16. Lampiran 11

PENILAIAN PROPOSAL PENELITIAN 12
1. Relevansi 12
2. Metoda 12
3. Kelayakan 12
4. Cara Penulisan 13

Bagian II Panduan Penyusunan Protokol Penelitian 14
Pendahuluan 15
Elemen Protokol Penelitian 15
1. Judul Penelitian 15
2. Indentitas Pengusul Penelitian 15
iii

3. Daftar Isi 15
4. Ringkasan Penelitian 15
5. Pendahuluan 16
5.1. Latar Belakang 16
5.2. Perumusan Masalah Penelitian 17
6. Tujuan Penelitian 18
6.1. Tujuan Umum 18
6.2. Tujuan Khusus 18
7. Manfaat Penelitian 18
8. Hipotesis 19
9. Metode Penelitian 19
9.1. Kerangka Teori 19
9.2. Kerangka Konsep 19
9.3. Tempat dan Waktu 20
9.4. Disain Penelitian 20
9.5. Populasi dan Sampel 21
9.6. Besar Sampel, Cara Pemilihan atau Penarikan
Sampel
21
9.7. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 21
9.8. Variabel 22
9.9. Definisi Operasional 22
9.10. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data 22
9.11. Bahan dan Prosedur Kerja 23
9.12. Managemen dan Analisis Data 23
10. Pertimbangan Ijin Penelitian 24
11. Pertimbangan Etik Penelitian 24
12. Daftar Kepustakaan 24
13. Susunan Tim Peneliti 25
14. Jadwal Penelitian 25
15. Rincian Rencana Anggaran 25
16. Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti 25
17. Persetujuan Atasan yang Berwenang 26
18. Lampiran 26

Lampiran 1 27

Bagian III Panduan Penyusunan Laporan Akhir Penelitian 29
Pendahuluan 30
Elemen Laporan Akhir Penelitian 30
1. Judul Penelitian 30
2. Susunan Tim Peneliti 31
3. Surat Keputusan Penelitian 31
4. Kata Pengantar 31
5. Ringkasan Eksekutif 31
6. Abstrak 31
7. Daftar Isi 32
8. Daftar Tabel/Gambar/Grafik/Peta 32
9. Daftar Lampiran 32
Isi Laporan Penelitian 32
1. Pendahuluan 32
2. Tinjauan Pustaka 32
3. Tujuan dan Manfaat 32
iv

4. Hipotesis 33
5. Metode 33
6. Hasil 33
7. Pembahasan 33
8. Kesimpulan dan Saran 34
9. Ucapan Terima Kasih 34
10. Daftar Kepustakaan 34
11. Lampiran 35

Aspek Lain yang Perlu Diperhatikan 35
Menghindari Plagiat 35
Daftar Kepustakaan 37

1

Pendahuluan
Proposal merupakan suatu rencana kerja tertulis yang disusun secara sistematis, dan diajukan untuk
memperoleh dana. Proposal adalah garis besar (outline) yang menjelaskan tentang siapa (who), apa
(what), mengapa (why), bagaimana (how), di mana (where), kapan (when), dan untuk siapa (for
whom) penelitian itu akan dilaksanakan. Kajian proposal dilakukan terhadap relevansi, perumusan
masalah, metodologi, kelayakan dan kompetensi peneliti. Proposal merupakan dasar untuk
penyusunan protokol.
Garis besar penulisan proposal penelitian terdiri dari (1) indentitas pengusul penelitian, (2) judul
penelitian, (3) ringkasan penelitian, (4) pendahuluan, (5) tujuan penelitian, (6) manfaat penelitan, (7)
hipotesis (bila diperlukan), (8) metode penelitian, (9) pertimbangan etik penelitian, (10) pertimbangan
ijin penelitian, (11) daftar pustaka, (12) susunan tim peneliti dan kompetensinya, (13) jadual kegiatan
penelitian, (14) rincian rencana anggaran penelitian, (15) biodata ketua pelaksana dan anggota
peneliti, (16) persetujuan atasan yang berwenang, (17) lampiran-lampiran

Elemen Proposal Penelitian

1. Judul Penelitian
Judul mencerminkan topik dan tujuan penelitian, yang menggambarkan secara cepat kepada
pembaca ide kunci dari penelitian yang akan dilaksanakan. Judul harus singkat, jelas, dan maksimal
terdiri dari 20 kata. Bila diperlukan menggunakan anak judul (sub judul)

2. Identitas Pengusul Penelitian
Pengusul penelitian adalah Ketua pelaksana penelitian. Identitas terdiri dari: nama pengusul, gelar
akademik, jabatan fungsional (khusus untuk peneliti dari Balitbangkes), instansi, alamat,
telepon/faksimili instansi dan e-mail. Bagi pengusul proposal DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran) Badan Litbangkes, disyaratkan Ketua Pelaksana telah menduduki jabatan fungsional
peneliti aktif. Bagi usulan proposal untuk sumber dana lain harus mengikuti panduan masing-masing
penyandang dana.

3. Ringkasan Penelitian
Ringkasan penelitian adalah uraian singkat dari latar belakang, masalah yang akan diteliti, tujuan,
metode, tempat dan waktu penelitian serta data/informasi/ pengetahuan teknologi yang akan
dihasilkan. Penulisan ringkasan harus padat, singkat dan jelas, kurang lebih 250-300 kata.

2

4. Pendahuluan
4.1. Latar Belakang
Latar belakang penelitian mencakup komponen-komponen masalah yang perlu diteliti berdasarkan
pengamatan peneliti, kajian pustaka dan hasil-hasil penelitian terdahulu, yang merupakan bahan
pertimbangan (justification) penetapan fokus penelitian dan hipotesis bila diperlukan. Suatu penelitian
penting untuk dilakukan apabila (a) mengacu pada agenda riset Badan Litbangkes, (b) permasalahan
yang belum pernah/sangat jarang diteliti, (c) penelitian tetapi hasilnya belum lengkap atau kurang
tajam, (d) hasil penelitian masih kontradiktif dan belum konsisten, (e) isu yang berkaitan dengan
validitas eksternal dan (f) isu-isu penting lainnya

4.2. Perumusan Masalah Penelitian
Masalah penelitian adalah kesenjangan antara yang terjadi (fakta) dengan yang seharusnya terjadi,
jelas, relevan, nalar, terdokumentasi. Masalah penelitian dapat common sense atau intuitif tetapi
harus berdasarkan data, yang identifikasi/pemecahannya hanya dapat dicari melalui penelitian.
Tidak semua masalah kesehatan memerlukan penelitian, misalnya ada masalah kesehatan yang
dapat diselesaikan melalui perbaikan manajemen, peningkatan koordinasi, pelatihan, dan pemenuhan
ketersediaan sumber daya.
Setelah masalah teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah membatasi/ memfokuskan/mendefinisikan
masalah dengan formulasi yang memuat antara lain:
- Kelayakan masalah
- Besar dan luas masalah
- Urgensi dari masalah
- Wilayah geografis yang terpengaruh,
- Karakteristik populasi/ sampel penelitian,
- Faktor-faktor yang mempengaruhi masalah,
- Upaya yang pernah dilakukan untuk mengatasi masalah, keberhasilan dan kekurangan upaya
tersebut.
- Prediksi terhadap keberhasilan penelitian,
- Masalah penelitian tidak merupakan item-item tetapi suatu deskripsi

Pertanyaan Penelitian
Pertanyan penelitian diharapkan dapat terjawab dari hasil penelitian. Telaah pustaka dapat membantu
untuk merumuskan pertanyaan penting, terutama bila telah menguasai topik dan masalahnya.
Pertanyaan penelitian digunakan untuk merancang penelitian
Contoh 1. Sejumlah besar penderita TB tidak menyelesaikan secara tuntas pengobatannya.

3

Pertanyaan penelitiannya:
a. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi seorang penderita TB tidak kembali lagi ke Puskesmas
untuk mengambil obatnya ?
b. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi seorang penderita TB tidak minum obatnya ?
c. Faktor-faktor apa yang dapat mendorong seorang penderita TB menyelesaikan
pengobatannya secara tuntas ?

Contoh 2. Banyak anak gizi buruk ditemukan pada keluarga-keluarga mampu

Pertanyaan penelitian :
a. Determinan apa yang terkait dengan gizi buruk pada keluarga-keluarga mampu?
b. Apakah faktor pola asuh merupakan faktor utama penyebab gizi buruk pada keluarga-
keluarga mampu ?
c. Apakah gaya hidup (life style) merupakan faktor utama penyebab gizi buruk pada keluarga-
keluarga mampu?

Contoh 3. Terjadinya disparitas pada pemanfaatan pelayanan kesehatan

Pertanyaan penelitian :
a. Determinan apa yang terkait dengan disparitas pada pemanfaatan pelayanan kesehatan ?
b. Apakah tingkat pendapatan masyarakat merupakan faktor utama penyebab disparitas pada
pemanfaatan pelayanan kesehatan ?
c. Apakah ketersediaan dan penyebaran fasilitas pelayanan kesehatan mempengaruhi
pemanfaatan pelayanan kesehatan ?

5. Tujuan Penelitian
Tujuan terdiri dari dua bagian yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah
pernyataan spesifik yang menggambarkan luaran yang akan dihasilkan dari penelitian yang diusulkan.
Tujuan khusus : (a) merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum, (b) harus spesifik dan
dapat dicapai dalam waktu yang telah ditentukan, (c) dinyatakan dengan tindakan yang menggunakan
kata kerja aktif (to), misalnya mengukur (to assess, to measure), mengidentifikasi (to identify),
menentukan (to determine), membandingkan (to compare).

6. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh pemangku kebijakan (stakeholders), masyarakat ilmiah dan
pelaksana program
- Program, sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan dan program pembangunan
kesehatan (redesign program) atau merumuskan program baru
- Iptek, sebagai masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
4

- Masyarakat umum, misalnya dapat diterapkan dalam keluarga, atau untuk bahan penyuluhan
kesehatan kepada masyarakat,
- Industri, dalam proses, produk dan teknologi baru
- Peneliti dan institusi penelitian, untuk memperoleh HAKI

7. Hipotesis
Tidak semua penelitian membutuhkan hipotesis. Hipotesis merupakan suatu pernyataan sementara
yang harus dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan uji statistik yang sesuai. Hipotesis
diperlukan untuk penelitian eksperimen dan analitik. Hipotesis dalam penelitian ini harus operasional
dalam bentuk narasi (bukan hipotesis nol). Hipotesis juga memberi petunjuk tentang tipe data yang
harus dikumpulkan dan tipe analisis yang harus dilakukan. Hipotesis perlu memikirkan masalah pokok
yang menjadi sasaran penelitian (variabel terikat), dan faktor-faktor yang mungkin menyebabkan,
menentukan, atau mempengaruhi situasi masalah (variabel bebas).
Contoh hipotesis :
1. Status gizi anak pada ibu dengan pola asuh baik, lebih baik dari status gizi anak pada pola
asuh tidak baik
2. Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada keluarga dengan tingkat pendapatan lebih baik,
akan lebih tinggi dibandingkan dengan berpendapatan rendah

8. Metode Penelitian

8.1. Kerangka Teori
Kerangka teori merupakan kerangka yang dibangun dari berbagai teori yang ada dan saling
berhubungan sebagai dasar untuk membangun kerangka konsep. Kerangka teori perlu diungkapkan,
dan merupakan kerangka acuan komprehensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan
sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Kerangka teori dipaparkan dengan
maksud untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya pengembangan dengan upaya-upaya lain
yang mungkin sudah pernah dilakukan para ahli untuk mendekati permasalahan yang sama atau
relatif sama, sehingga pengembangan yang dilakukan memiliki landasan empiris yang kuat. Kerangka
teori dapat dituliskan dalam bentuk narasi dan atau gambar.

8.2. Kerangka Konsep
Kerangka konsep atau kerangka pikir merupakan bagian dari kerangka teori yang akan diteliti, untuk
mendeskripsikan secara jelas variabel yang dipelajari (variabel dependent) dan variabel faktornya
(variabel independent). Kerangka konsep dikembangkan dari suatu kerangka teori, permasalahan
yang akan diteliti dalam hubungannya dengan masalah, pertanyaan, tujuan, hipotesis, variabel, disain
dari suatu penelitian. Kerangka konsep harus dinyatakan dalam bentuk diagram dengan disertai
5

penjelasannya (narasi) yang mencakup identifikasi variabel, jenis serta hubungan antar variabel.
Kerangka konsep bukan alur rencana kerja/kegiatan.

Contoh :

8.3. Disain Penelitian
Disain penelitian yang dipilih, harus dapat menjawab tujuan penelitian, meminimalkan kesalahan
dengan memaksimalkan reliabilitas (kepercayaan) dan validitas (kesahihan) hasil penelitian. Jenis
disain penelitian ada dua, observasional dan eksperimen. Disain observasional seperti cross
sectional, cohort, case control, time series, repeated survey, sedangkan disain eksperimen terdiri dari
eksperimen murni, dan kuasi eksperimen.
Disain penelitian yang tepat akan menghasilkan kesimpulan penelitian yang dapat dipercaya (reliable)
dan sahih (valid)
Ada disain lain yaitu uji klinik, yaitu suatu disain yang digunakan untuk uji obat, vaksin baru dan lain-
lain. Disain uji klinik harus mengikuti pedoman GCP (Good Clinical Practice) atau CUKP (Cara Uji
Klinik yang Benar).

8.4. Tempat dan Waktu
Tempat penelitian daerah atau lokasi di mana penelitian akan dilakukan, sedangkan waktu penelitian
adalah bulan, tahun dan periode lamanya penelitian berlangsung sejak awal penelitian yaitu sejak
penyusunan protokol sampai laporan akhir (laporan ilmiah) selesai.

8.5. Populasi dan Sampel
a. Pengertian
Populasi penelitian adalah keseluruhan atau himpunan obyek dengan ciri sama (manusia, hewan,
senyawa, sistem, fasilitas, bahan biologi tersimpan/BBT, organisasi dll). Target population adalah
6

kepada siapa (about which) kesimpulan akan diberlakukan atau digeneralisasikan. Cara menentukan
populasi penelitian, tergantung pada masalah yang di teliti.
Sampel penelitian adalah himpunan bagian atau sebagian dari populasi, sedangkan sample
population adalah dari mana (from which) sampel akan diambil

b. Besar sampel
Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus yang sesuai dengan tujuan penelitian, dapat
melalui perhitungan sendiri, tabel, atau bantuan piranti lunak komputer. Bila tujuannya untuk
menghitung perbedaan proporsi maka gunakan rumus perhitungan sampel untuk beda proporsi. Bila
tujuannya untuk menghitung perbedaan rata-rata, gunakan rumus perhitungan sampel untuk beda
rata-rata. Besar sampel hasil perhitungan biasanya di tambah 5-10% untuk antisipasi kemungkinan
gagal (drop out)

c. Cara Penarikan Sampel (sampling)
1) Untuk mendapatkan sampel yang sesuai, maka populasi harus memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi.
2) Cara penarikan sampel tergantung dari metode penelitian yang dipakai (kualitatif, kuantitatif
dan kombinasi) dan kelayakan (SDM, kondisi lapangan). Untuk metode kuantitatif dasar
penarikan sampel adalah probability samping, sedangkan metode kualitatif didasarkan pada
non probability samping. Probability sampling meliputi (a) simple random sampling, (b)
sistematik random sampling, (c) stratified random sampling, (d) cluster random sampling dan
(e) multistage random sampling. Non probability sampling terdiri dari (a) convenience atau
accidental sampling, (b) purposive sampling, (c) judgment sampling, (d) expert sampling dan
(e) quota sampling

8.6. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
Kriteria inklusi dan eksklusi dari populasi harus dinyatakan dengan jelas dan logis. Kriteria inklusi
merupakan persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh subyek penelitian/populasi agar dapat
diikutsertakan dalam penelitian. Kriteria eksklusi, disebut juga kriteria penolakan, adalah keadaan
yang menyebabkan subyek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi tetapi tidak dapat diikutsertakan
dalam penelitian. Kriteria eksklusi bukan kebalikan dari kriteria inklusi.
Contoh :
a. Pasien dengan diagnosis malaria, kriteria inklusinya : umur 15-50 tahun, tidak hamil/menyusui,
tidak alergi pada obat yang sedang diuji dan bersedia berpartisipasi, sedangkan kriteria
eksklusinya : menderita penyakit lain
b. Pasien penderita DBD, kriteri inklusinya : umur 7-16 tahun, sedangkan kriteria eksklusinya :
penderita DBD dengan shock syndrome
7

c. Pasien peserta Jamkesmas, kriteria inklusinya : anggota keluarga miskin, umur remaja (12-20 th),
sedangkan kriteria eksklusinya : remaja tidak tinggal dengan ibunya

8.7. Variabel
a. Pengertian
Variabel adalah karakteristik dari subyek penelitian, atau fenomena yang dapat memiliki beberapa
nilai (variasi nilai). Variabel yang dikumpulkan harus mengacu pada tujuan, dan kerangka konsep.
Variabel yang diteliti harus jelas mana variabel bebas (independent) dan mana variabel terikatnya
(dependent). Variabel bebas adalah faktor yang tidak terpengaruh oleh perlakuan atau faktor yang
dapat mempengaruhi. Variabel terikat adalah faktor yang dapat berubah karena perlakuan atau
variabel outcome
Contoh variabel bebas lebih dari satu :
1) Diet untuk penderita DM: diet (kalori), umur, olah raga adalah variable bebas, kadar gula darah
adalah variabel terikat
2) Status terinfeksi HIV atau tidak terinfeksi HIV adalah variabel terikat, sedangkan variabel bebasnya
adalah pemakaian kondom, perilaku seksual bebas, penggunaan jarum suntik
3) Pertumbuhan balita adalah variabel terikat, dan variabel bebasnya adalah intake gizi, dan tingkat
keparahan penyakit infeksi yang diderita
4) Kinerja Jamkesmas adalah variabel terikat, dan variabel bebasnya adalah status kepesertaan
jamkesmas, kualitas pelayanan kesehatan, klaim biaya kesehatan, kelas rumah sakit dan
kepemilikan rumah sakit

b. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional (DO) variabel disusun dalam bentuk matrik, yang berisi : nama dan deskripsi
variabel, indikator, skala yang digunakan (nominal, ordinal, interval dan rasio), rujukan dan cara
mengukurnya. Definisi operasional dibuat untuk memudahkan dan menjaga konsistensi pengumpulan
data, menghindarkan perbedaan interpretasi serta membatasi ruang lingkup variabel. Variabel yang
dimasukkan dalam definisi operasional adalah semua variabel yang dikumpulkan, dapat diukur secara
operasional dan dapat dipertanggung jawabkan, sedapat mungkin menggunakan referensi yang
sudah baku.

Contoh:
Variabel status obesitas, DOnya adalah status gizi yang diukur dengan indeks massa tubuh (IMT)
yang merupakan berat badan (kg) dibagi tinggi badan (cm) kaudrat. Batasannya adalah IMT> 30
termasuk obesitas sedangkan IMT < 30 tidak obesitas (WHO 2007)

8

8.8. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data dan instrumen yang digunakan harus dijelaskan secara rinci. Untuk
penelitian kuantitatif dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen terstruktur, pengukuran, dan
pemeriksaan. Pengumpulan data pada penelitian kualitatif dapat dilakukan melalui wawancara
mendalam (indepth interview), diskusi kelompok terarah (focus group discussion), observasi
partisipatif dan penelusuran dokumen.
Instrumen untuk penelitian kuantitatif harus divalidasi/kalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan
untuk pengumpulan data. Instrumen untuk penelitian kualitatif harus terstandarisasi
Instrumen berbentuk kuesioner dapat dikembangkan sendiri atau menggunakan kuesioner dari
sumber lain yang sudah merupakan milik publik (public domain), namun demikian tetap harus melalui
proses ujicoba yang sesuai dengan target subyek penelitian. Dalam penelitian etnografis, instrumen
penelitian adalah peneliti itu sendiri.

8.9. Pengawasan Kualitas Data
Pengawasan kualitas data dilakukan dengan berbagai cara antara lain :
a. Standarisasi petugas pengumpul data (melalui pelatihan)
b. Validasi, standarisasi dan kalibrasi instrumen
c. Uji reliabilitas antar pengukur/pengamat (Inter observer reliability check, khususnya untuk
pengumpulan data dalam waktu cukup lama atau pengukuran berulang
d. Supervisi dan monitoring
e. Logbook dari ketua pelaksana penelitian dan anggota penelitinya
f. Verifikasi data, edit data dan pembersihan data (data cleaning)

8.10. Manajemen Data
Rencana manajemen data harus dipersiapkan sebelum data dikumpulkan. Rencana yang perlu
dipersiapkan mencakup penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras, dan analisis data,
misalnya secara manual atau menggunakan komputer. Manajemen data dilakukan sejak di
lapangan/laboratorium/klinik untuk memeriksa kelengkapan dan ketepatan pengumpulan data,
termasuk pengkodean (coding). Proses manajemen data dimulai dari verifikasi dan editing data
(untuk mengecek kelengkapan dan konsistensi data yang dikumpulkan), entri data, pembersihan data
(data cleaning) sampai data siap untuk diolah dan dianalisis. Untuk penelitian kualitatif dilakukan
verifikasi dan transkrip data yang dikumpulkan

8.11. Analisis Data
Dalam analisis data, tidak dibenarkan hanya ditulis data akan diolah menggunakan komputer dengan
perangkat lunak SPSS/Stata/Epi Info dll
9

Analisis data dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian, dimulai dengan deskripsi karakteristik data
(frekuensi distribusi). Dalam analisis data, perlu menyebutkan jenis uji (parametrik dan atau non-
parametrik), teknik analisis seperti chi square, t-test, anova, dan regresi yang di sesuaikan dengan
jenis data (kategori, kontinyu, dll) dan tujuan penelitian. Analisis data kualitatif dilakukan dengan cara
kategorisasi dan konseptualisasi, naratif, content, taxonomy, dll.
Contoh:
a. Analisis hubungan antara TB ibu dan TB anak umur 5 thn dilakukan dengan korelasi koefisien
Pearson;
b. Analisis hubungan antara kepadatan populasi nyamuk dan curah hujan dilakukan dengan regresi
linier
Pengertian analisis data kuantitatif meliputi (1) univariat untuk menilai sebaran dan normalitas data
dari variabel yang dikumpulkan, (2) uji perbedaan rata-rata atau proporsi, (3) bivariat untuk menilai
hubungan antar dua variabel, (4) multivariat untuk tujuan menilai efek intervensi digunakan analisis of
covariance (anakova), sedangkan untuk mengembangkan model digunakan regression analysis
(misalnya linear descriptive discriminant). (5) canonical atau factor analysis untuk mendapatkan
hubungan antar beberapa kelompok variabel dapat digunakan canonical atau factor analysis

8.12. Langkah-langkah Penelitian
Langkah-langkah Penelitian, meliputi (a) persiapan : penyusunan protokol, ijin etik, ijin lokasi,
rekrutmen enumerator, pelatihan enumerator, pengadaan bahan, alat dan instrumen, uji coba
instrumen, dan ethical clearance (b) pelaksanaan pengumpulan data dan supervisi, (c) manajemen
data, (d) analisis data, (e) penulisan laporan, (f) diseminasi, dan (g) penulisan artikel, bila perlu
sampai memperoleh HAKI

9. Pertimbangan Etik Penelitian
Semua penelitian yang mengikutsertakan manusia sebagai subyek penelitian dan/atau menggunakan
hewan coba, harus mendapatkan persetujuan etik penelitian dari Komisi Etik. Persetujuan Etik harus
diperoleh sebelum pelaksanaan penelitian. Informed Consent diperoleh dari subyek setelah
mendapatkan penjelasan penelitian. Format Naskah Penjelasan dan Persetujuan setelah Penjelasan
dapat dibaca dalam Buku Pedoman Operasional Komisi Etik Penelitian Kesehatan, Badan Litbangkes
atau etik penelitian setempat. Permohonan persetujuan etik diajukan dengan melampirkan protokol
penelitian dan kelengkapannya (instrumen dan lain-lain)

10. Pertimbangan Ijin Penelitian
Ijin penelitian diperoleh dari instansi pemerintah terkait (Kemendagri, Pemerintah Provinsi, Pemerintah
Kab/Kota) dan lokasi tempat penelitian dilakukan (Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Puskesmas),
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
10

11. Daftar Kepustakaan
Semua publikasi yang digunakan sebagai rujukan tersebut harus dituliskan sesuai dengan kaidah
ilmiah. Rujukan pustaka yang dituliskan di dalam Daftar Kepustakaan hanya yang terkait langsung
dengan isi proposal. Penulisan rujukan dilakukan dengan metode Vancouver (penomeran menurut
urutan rujukan yang digunakan).
Text book
Lorrie, James H., and Harry V.Roberts. Basic Methods of Marketing Research. New York:
McGraw-Hill, 1951.


Artikel dari jurnal
Clements JD, Stanton BF, Chakraborty J, Chowdury S, Rao MR, Ali M, et al. Measles vaccination
and childhood mortality in rural Bangladesh. American Journal of Epidemiology 1998; 128:
13309., 1951.

Referensi publikasi elektronik
MYERS, Michael P.; YANG, Jay; and STAMPE, Per. Visualization and functional analysis of a
maxi-K channel (mSlo) fused to green fluorescent protein (GFP). EJB Electronic Journal of
Biotechnology (online). 15 December 1999, vol.2, no.3 (cited 21 March 2000). Available from:
http://www.ejb.org/content/vol2/issue3/full/3/index. html. ISSN 07173458

12. Susunan Tim Peneliti
Susunan tim peneliti disajikan dalam bentuk tabel yang menguraikan tentang nama anggota tim,
kedudukan di dalam tim penelitian, keahlian dan uraian tugasnya. Tim peneliti terdiri dari seorang
Ketua Pelaksana/Peneliti Utama, sejumlah Peneliti dan Pembantu Peneliti menurut kebutuhan serta
Konsultan apabila diperlukan. Ketua Pelaksana/ Peneliti Utama bertanggung jawab atas semua
aspek penelitian. Para Peneliti bertanggung jawab terhadap salah satu aspek sesuai dengan bidang
keahliannya. Setiap anggota tim peneliti inti perlu memberikan tanda tangan persetujuan bersedia
berpartisipasi dalam penelitian. Hal ini merupakan dokumen pelengkap dalam menerbitkan Surat
Keputusan Susunan Anggota Tim Penelitian. Untuk anggota Peneliti Daerah (NN) persetujuan
diberikan pada waktu pengumpulan data.

13. Jadwal Kegiatan Penelitian
Jadwal kegiatan biasanya disajikan dalam bentuk tabel yang berisi uraian kegiatan yang akan
dilaksanakan, tolok ukur beserta masing-masing satuannya, dan target kegiatan per triwulan dalam
jumlah dan persennya. Uraian kegiatan perlu dituliskan secara berurutan mulai dari persiapan
(pengurusan ijin, pengadaan bahan dan alat, persiapan lapangan, penyusunan kuesioner, dan lain-
lain), pelaksanaan penelitian, pengolahan dan analisis data, dan pembuatan laporan.

14. Rincian Rencana Anggaran
Rincian rencana anggaran disusun berdasarkan jenis pengeluaran yaitu gaji/upah, bahan (habis
pakai), alat-alat, perjalanan, dan lain-lain pengeluaran yang layak sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Untuk setiap pembelian, harus disebutkan macam/jenis (spesifikasi), jumlah yang diperlukan,
11

harga satuan dan harga keseluruhan. Dalam rencana biaya untuk perjalanan, harus menyebutkan
jumlah orang yang akan bepergian, tempat tujuan, frekuensi, lama dan kategori transportasi yang
akan digunakan.
Rencana pembiayaan yang belum disebutkan diatas, dapat dituliskan dalam biaya lain-lain, seperti
lembur, pengolahan data, bantuan bensin, dan komunikasi (dalam pelaksanaannya disesuaikan
dengen ketentuan yang berlaku). Rencana anggaran harus mencakup semua tahapan kerja seperti
yang diuraikan dalam rincian prosedur kerja, yang terdiri dari (a) belanja honor output kegiatan, (b)
belanja non operasional, (c) belanja bahan, (d) belanja perjalanan, (e) belanja jasa profesi (untuk nara
sumber paket meeting lintas sektor).

15. Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti
Biodata Ketua Pelaksana/Peneliti Utama penelitian ditulis secara berurutan: nama dilengkapi dengan
gelar kesarjanaan, alamat yang mudah dihubungi melalui pos surat, telepon, faksimili dan e-mail,
riwayat pendidikan profesional, riwayat pekerjaan, riwayat penelitian dan publikasi dalam majalah
ilmiah (nama majalah, judul artikel, volume, nomor, halaman dan tahun). Penelitian dan publikasi
dalam majalah ilmiah 5 (lima) tahun terakhir, diutamakan yang berhubungan atau terkait dengan
materi permasalahan penelitian yang diusulkan agar dapat dilihat sebagai track record.

16. Persetujuan Atasan Yang Berwenang
Proposal penelitian harus ditandatangani oleh Ketua Pelaksana/Peneliti Utama dan disetujui oleh
Ketua Panitia Pembina Ilmiah (PPI) dari Satuan Kerja dan atasan yang bersangkutan, serendah-
rendahnya eselon II. Kepala Balai, Loka, UPF sebagai atasan langsung Ketua Pelaksana/Peneliti
Utama, memberikan paraf pada tanda tangan Pejabat eselon II sebagai atasannya.

17. Lampiran
Berkas yang dilampirkan dalam proposal antara lain:
- Persetujuan penyandang dana
- Rekomendasi dari stakeholder,
- Kuesioner
- Porsedur pemeriksaan/penentuan analisis laboratorium
- Prosedur penanganan efek samping untuk uji klinik
- Naskah penjelasan kepada responden
- Inform consent

12

PENILAIAN PROPOSAL PENELITIAN
Pembinaan termasuk penilaian dan seleksi proposal dilakukan supaya proposal tersebut lebih
bekualitas dan terarah, sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk pembangunan kesehatan.
Setiap proposal yang diusulkan oleh peneliti di lingkungan Balitbangkes harus sudah dinilai, diseleksi
dan dibina oleh Panitia Pembina Ilmiah (PPI) di tingkat Pusat (eselon II). Komisi Ilmiah (KI) di tingkat
Balitbangkes bertugas mendampingi pembinaan proposal dan protokol yang dilakukan oleh PPI
Pusat. Penilaian proposal meliputi aspek relevansi, metode, kelayakan dan cara penulisan.

1. Relevansi
Penilaian dari aspek relevansi yang merupakan kebaruan masalah penelitian, harus mengacu pada
Rencana Pembangunan Bidang Kesehatan, Renstra Bidang Kesehatan, Prioritas dan Agenda Riset
Kesehatan Nasional dan masalah bidang kesehatan yang mendesak.
Aspek relevansi meliputi urgensi kebutuhan data, kebutuhan program, masukan bagi Iptek, orisinalitas
penelitian, dan/atau merupakan dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Penting untuk
mengetahui apakah topik penelitian yang diusulkan tersebut sebelumnya sudah pernah diteliti, baik di
lokasi seperti yang diusulkan maupun di lokasi lain dengan kondisi yang sama. Apakah telah ada
ulasan tentang kemungkinan pemecahan yang belum tuntas, sehingga masih memerlukan penelitian
lebih lanjut. Apabila telah ada pemecahannya, maka topik ini tidak perlu diteliti lagi dan penilaian tidak
perlu dilanjutkan.

2. Metode
Aspek metoda meliputi tempat dan waktu penelitian, jenis dan disain, populasi dan sampel, estimasi
besar sampel, cara pemilihan dan penarikan sampel, variabel, instrumen dan cara pengumpulan data,
bahan dan prosedur kerja, manajemen dan analisis data, serta perlu tidaknya pertimbangan etik.

3. Kelayakan
Aspek kelayakan meliputi kompleksitas sumber daya yang dibutuhkan seperti susunan tim peneliti,
waktu, peralatan yang tepat, bantuan teknis dan sumber dana (pembiayaan) serta dana lokal yg
tersedia. Kelayakan dikaji dari segi kecukupan, efisiensi, dan kepatutan.
Penilaian aspek kelayakan dalam sumber daya manusia, maka penilaiannya adalah:
(a) Ketua Pelaksana penelitian harus sudah mempunyai jabatan fungsional peneliti dan masih
berlaku.
(b) Topik penelitian harus sesuai dengan bidang keahlian Ketua Pelaksana/ Peneliti Utama.
(c) Anggota Tim Peneliti harus mempunyai latar belakang keilmuan yang berkaitan dengan topik
penelitian dan mempunyai peranan yang jelas serta nyata dalam pelaksanaan penelitian.
(d) Keahlian konsultan harus sesuai dengan topik penelitian dan mempunyai peranan yang jelas
dan nyata dalam pelaksanaan penelitian
13

4. Cara Penulisan
Cara penulisan proposal juga menjadi pertimbangan dalam penilaian, termasuk kejelasan dan
kerapihan penulisan, contohnya: susunan bahasa harus baik, benar dan sistematis. Selain itu, cara
perujukan dan penulisan kepustakaan juga harus konsisten dan sistematis.



















14

Bagian II

PANDUAN PENYUSUNAN PROTOKOL
PENELITIAN

15

Pendahuluan
Pada dasarnya sistematika penyusunan protokol peneltian sama dengan penyusunan proposal. Yang
membedakan adalah penyusunan protokol harus merinci prosedur dari setiap kegiatan pokok
penelitian. Protokol menjelaskan tentang siapa atau apa, mengapa, bagaimana, di mana, kapan, dan
untuk siapa penelitian itu akan dilaksanakan.
Protokol disusun dengan menggunakan format yang terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut: 1)
judul penelitian, 2) indentitas pengusul penelitian, 3) daftar isi, 4) ringkasan penelitian, 5) latar
belakang (yang terdiri dari: masalah, topik, pertanyaan penelitian, dan pertimbangan/justification)
penelitian), 6) tujuan penelitian, 7) manfaat penelitian, 8) metoda penelitian (yang terdiri dari: kerangka
konsep, tempat dan waktu penelitian, disain penelitian, populasi dan sampling, estimasi besar
sampel, cara pemilihan dan penarikan sampel, variabel, instrumen dan cara pengumpulan data,
bahan dan prosedur kerja, manajemen dan analisis data, definisi operasional), 9) pertimbangan izin
penelitian, 10) pertimbangan etik penelitian, 11) daftar kepustakaan, 12) susunan tim peneliti, 13)
jadwal penelitian, 14) rekapitulasi biaya, 15) biodata ketua pelaksana dan peneliti, 16) persetujuan
atasan yang berwenang dan 17) lampiran.

Elemen Protokol Penelitian

1. Judul Penelitian
Judul mencerminkan tujuan penelitian, dan menggambarkan secara cepat kepada pembaca ide kunci
dari penelitian yang akan dilaksanakan. Judul harus singkat, jelas, mencerminkan tujuan penelitian
dan maksimal terdiri dari 20 kata.

2. Identitas Pengusul Penelitian
Pengusul penelitian adalah Ketua Pelaksana Penelitian. Identitas terdiri dari: Nama Pengusul, Gelar
Akademik, Jabatan Fungsional (khusus untuk peneliti dari Balitbangkes), Instansi/Kantor, Alamat,
Telepon/Faksimili Kantor dan e-mail. Bagi pengusul protokol DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran) Badan Litbangkes, disyaratkan Ketua Pelaksana telah menduduki jabatan fungsional. Bagi
usulan protokol untuk sumber dana lain dapat melihat panduan masing-masing penyandang dana.

3. Daftar Isi
Untuk memudahkan pembaca menemukan berbagai BAB, bila diperlukan gunakan Sub-bab

4. Ringkasan Penelitian
Ringkasan penelitian adalah uraian singkat dari latar belakang, masalah yang akan diteliti, metoda
pengumpulan data yang akan dilakukan, tempat dan waktu penelitian serta
data/informasi/pengetahuan teknologi yang akan dihasilkan. Penulisan ringkasan harus padat,
singkat dan jelas, maksimal 250-300 kata, tanpa sub-judul.

16

5. Pendahuluan
5.1. Latar Belakang
Penjabaran latar belakang penelitian mencakup komponen-komponen masalah teridentifikasi yang
perlu diteliti berdasarkan kajian pustaka dan hasil penelitian, topik penelitian, pertanyaan penelitian,
pertimbangan (justification) fokus penelitian dan kajian pustaka. Suatu penelitian penting untuk
dilakukan apabila ada masalah yang belum pernah diteliti atau sangat jarang diteliti, ada penelitian
tetapi hasilnya belum lengkap atau kurang tajam analisisnya, atau hasil penelitian masih kontradiktif
dan belum konsisten, atau isu-isu penting lainnya yang belum teridentifikasi permasalahannya.

a. Topik Penelitian
Di dalam pendahuluan juga harus disebutkan alasan pemilihan topik penelitian, dan topik penelitian
harus:
- Relevan dengan masalah yang dihadapi, sesuai dengan urgensi dan aktualitas malasah
kesehatan,
- Tidak merupakan duplikasi dengan penelitian lain dalam kondisi atau nlokasi yang serupa,
- Layak untuk diteliti/ditinjau dari ketersediaan sumber aya manusia, peralatan, dana, dan
kemungkinan menemukan responden,
- Memberikan hasil yang dapat dimanfatkan oleh stakeholders, mempertimbangkan aspek etik
penelitian,
- Memperhatikan kebijakan pemerintah dalam bidang tersebut
Pemilihan topik seharusnya tidak terlalu sempit yang dapat menyebabkan tidak ditemukan informasi
apapun mengenai topik tersebut.

b. Pertimbangan/Justifikasi Fokus Penelitian
Merupakan alasan/argumentasi mengapa pengusul memilih fokus penelitian tersbut yang disusun
berdasarkan urgensi masalah, hasil-hasil penelitian terdahulu, prioritas program ataupun pendana,
ketersediaan dana dan sarana, atau untuk melengkapi khasanah ilmu pengetahuan.

c. Kajian Pustaka
Kajian pustaka merupakan analisis peneliti terhadap hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti
sebelumnya, dan dapat dipakai untuk menunjukkan apakah penelitian sebelumnya sudah mampu
menjawab masalah, atau menjawab sebagian sehingga memerlukan penelitian. Bisa juga dipakai
untuk menunjukkan apakah hasil-hasil penelitian sebelumnya saling mendukung atau justru
kontradiktif satu dengan lainnya.

17

5.2. Perumusan Masalah Penelitian
a. Definisi Masalah Penelitian
Tidak semua masalah kesehatan memerlukan penelitian, misalnya ada masalah kesehatan yang
dapat diselesaikan melalui perbaikan manajemen, peningkatan koordinasi, pelatihan, dan pemenuhan
ketersediaan sumberdaya
Setelah masalah teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah membatasi/ memfokuskan/mendefinisikan
masalah dengan formulasi yang memuat antara lain:
- Kelayakan masalah
- Besar dan luas masalah
- Urgensi dari masalah
- Wilayah geografis yang terpengaruh,
- Karakteristik populasi/ sampel penelitian,
- Faktor-faktor yang mempengaruhi masalah,
- Upaya yang pernah dilakukan untuk mengatasi masalah, keberhasilan dan kekurangan upaya
tersebut.
b. Pertanyaan Penelitian
Pertanyan penelitian adalah pertanyaan yang diharapkan dapat terjawab dari hasil penelitian.
Telaahan pustaka dapat membantu untuk melihat pertanyaan mana yang penting, terutama bila telah
menguasai topik dan masalahnya. Sebagai contoh sejumlah besar penderita TB tidak menyelesaikan
secara tuntas pengobatannya.
Pertanyaan penelitiannya:
1) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi seorang penderita TB tidak kembali lagi ke Puskesmas
untuk mengambil obatnya ?
2) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi seorang penderita Tb tidak meminum obatnya ?
3) Faktor-faktor apa yang dapat mendorong seorang pendeita TB menyelesaikan
pengobantannya secara tuntas ?
4) Bagaimana cara menaikkan cakupan pengobatan ?
Pertanyaan penelitian dapat dijadikan pedoman untuk merancang penelitian. Pertanyaan penelitian
dapat merupakan pertanyaan ulangan dari penelitian yang sudah ada, apabila masih berlaku untuk
masa kini, tempat atau populasi.

18

6. Tujuan Penelitian
Tujuan terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan harus logis dan sistematis sesuai dengan
identifikasi dan batasan masalah, serta pertimbangan penting masalah penelitian tersebut.

6.1. Tujuan Umum
Tujuan umum merupakan pernyataan spesifik yang menggambarkan luaran yang akan dihasilkan dari
penelitian yang diusulkan.

6.2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus merupakan cerminan komponen atau unsur yang harus dipenuhi untuk mencapai
tujuan umum. Tujuan khusus tergambar dalam kerangka konsep dan searah dengan variabel yang
digunakan. Tujuan ini langsung berkaitan dengan masalah penelitian dan menunjukkan variabel-
variabel yang akan diperiksa/diukur, merupakan penjelasan dari apa yang akan dilakukan dalam
penelitian, dimana, dan untuk keperluan apa. Tujuan khusus harus diukur, nyata, spesifik dan dapat
dicapai dalam waktu yang telah ditentukan.
Tujuan khusus dinyatakan dengan tindakan yang menggunakan kata kerja (to), yang tentu saja sesuai
dengan permasalahannya, misalnya mengukur (to assess, to measure), mengidentifikasi (to identify),
menentukan (to determine), membandingkan (to compare).

7. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kebijakan (stakeholders), masyarakat
ilmiah dan pelaksana program:
- Penentu kebijakan sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan dan program pembangunan
kesehatan (evidenced base policy)
- Iptek, sebagai masukan untuk penelitian lebih lanjut untuk pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi
- Masyarakat umum, misalnya dapat diterapkan dalam keluarga, atau untuk bahan penyuluhan
kesehatan kepada masyarakat,
- Masyarakat industri, dalam nemtuk paten atau merek, termasuk proses dan produk, serta
penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan,
- Masyarakat ilmiah
- Peneliti, institusi penelitian untuk memperoleh HAKI
Hasil-hasil yang akan diperoleh dari penelitian ini perlu disebutkan secara spesifik, dan dengan cara
bagaimana hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh berbagai stakeholders diatas.

19

8. Hipotesis
Hipotesis tidak selalu ada dalam suatu protokol penelitian, kecuali dalam suatu penelitian untuk
mencari pembuktian. Hipotesis merupakan suatu pernyataan tentang hubungan antara variabel
bebas (independent) dan vriabel terikat (dependent) yang menjadi pusat perhatian. Hipotesis juga
memberi petunjuk tentang tipe data yang harus dikumpulkan dan tipe analisis yang harus dilakukan
untuk mengukur hubungan yang ada. Dalam menuliskan hipotesis pertama-tama perlu dipikirkan
tentang masalah pokok yang menjadi sasaran penelitian (variabel terikat), kemudian perlu
dipertimbangkan faktor-faktor yang mungkin menyebabkan, menentukan, atau mempengaruhi situasi
masalah (variabel bebas).

9. Metode Penelitian
9.1. Kerangka Teori
Penelitian apa pun tidak akan terlepas dari kerangka teori. Penelitian tidaklah berarti tanpa teori sama
sekali. Paling tidak sebagai pegangan atau pedoman untuk memberikan asumsi atau postulat, prinsip,
teori, konsep, preposisi dan definisi operasional. Kerangka teori merupakan kerangka yang dibangun
dari berbagai teori yang ada dan saling berhubungan sebagai dasar untuk membangun kerangka
konsep. Kerangka teori perlu diungkapkan kerangka acuan komprehensif mengenai konsep, prinsip,
atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Kerangka
teori dipaparkan dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya pengembangan
dengan upaya-upaya lain yang mungkin sudah pernah dilakukan para ahli untuk mendekati
permasalahan yang sama atau relatif sama. Dengan demikian pengembangan yang dilakukan
memiliki landasan empiris yang kuat.

9.2. Kerangka Konsep
Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal khusus, sehingga konsep
tidak dapat langsung diamati atau diukur. Konsep hanya dapat diamati atau diukur melalui konstruk
atau yang lebih dikenal dengan nama variabel. Melalui pengembangan kerangka kerja konseptual,
memungkinkan kita untuk menguji beberapa hubungan antar variabel, sehingga kita dapat
mempunyai pemahaman yang komprehensif atas masalah yang sedang kita teliti.
Kerangka konsep penelitian merupakan uraian tentang hubungan antara variabel yang terkait dalam
masalah terutama yang akan diteliti, sesuai dengan rumusan masalah dan kajian pustaka. Kerangka
konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin
diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan. Kerangka konsep penelitian
harus dinyatakan dalam bentuk skema atau diagram. Penjelasan kerangka konsep penelitian
diperlukan dalam bentuk narasi mencakup identifikasi variabel, jenis serta hubungan antar variabel.
Kerangka konsep bukan alur rencana kerja/kegiatan.
20

Contoh :

Kerangka konsep penelitian di atas dapat dilihat bahwa di sana ada 4 konsep yaitu konsep tentang
faktor predisposisi, faktor pendukung, faktor pendorong terhadap terjadinya perilaku, dan konsep
faktor perilaku pemberian ASI itu sendiri. Tiap konsep, masing-masing mempunyai variabel-variabel
sebagai indikasi pengukuran masing-masing konsep tersebut. Misalnya untuk mengukur faktor
predisposisi maka dapat melalui variabel pengetahuan, pendidikan, sikap, dan persepsi. Perilaku
pemberian ASI sebagai variabel dependen (variabel tergantung) di sini dapat diukur melalui variabel
praktek menyusui. Artinya perilaku pemberian ASI oleh ibu-ibu dapat diobservasi atau diukur dari
praktek ibu-ibu dalam memberikan ASI kepada anak atau bayi mereka. Mereka memberikan ASI
kepada bayi-bayi mereka atau tidak, bila memberikan bagaimana frekuensinya, caranya dan
sebagainya.

9.3. Tempat dan Waktu
Tempat penelitian adalah lokasi dan institusi dimana data akan diperoleh (subyek penelitian,
bahan/sampel diambil/diperiksa). Waktu penelitian dimulai sejak awal penelitian sampai laporan akhir
penelitian selesai.

9.4. Disain Penelitian
Disain penelitian yang dipilih, harus dapat menjawab tujuan penelitian, meminimalkan kesalahan
dengan memaksimalkan reliabilitas dan validitas. Disain penelitian sangat tergantung pada masalah
penelitian, sejauh mana telah diketahui masalah tersebut, dan sejauh mana kemungkinan sumber
data bisa didapatkan.
Disain penelitian untuk jenis intervensi adalah eksperimen dan kuasi eksperimen dimana peneliti
dapat menciptakan kondisi dan mengukur pengaruh dari setiap kondisi. Disain penelitian untuk jenis
non-intervensi adalah eksploratif, deskriptif, dan analitik/komparatif. Penelitian eksploratif dapat
dilakukan dengan rancangan studi kualitatif atau etnografis. Penelitian deskriptif dapat dilakukan
dengan rancangan survei (potong lintang), laporan kasus atau survei cepat. Penelitian
21

analitik/komparatif dapat dilakukan dengan rancangan potong lintang komparatif (cross sectional
comparative), kohort (cohort), kasus kontrol (case control).
Disain penelitian yang tepat akan menghasilkan kesimpulan penelitian yang benar (sahih), dapat
diandalkan (reliable), karena metode yang digunakan dalam situasi permasalahan yang sama dapat
diulang oleh orang lain.

9.5. Populasi dan Sampel
Populasi penelitian adalah kumpulan individu subyek penelitian (manusia, hewan, senyawa atau
sistem). Cara menentukan populasi penelitian, tergantung pada masalah yang di teliti.
Sampel penelitian adalah unit yang mewakili populasi penelitian, dapat berupa individu, keluarga,
hewan coba, tumbuhan dll.dapat berupa individu, keluarga, hewan coba, tumbuhan, dll.

9.6. Besar Sampel, Cara Pemilihan atau Penarikan Sampel
a. Besar Sampel
Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus yang sesuai dengan tujuan penelitian, dapat
melalui perhitungan sendiri, tabel, atau bantuan piranti lunak komputer. Bila tujuannya untuk
menghitung perbedaan proporsi maka gunakan rumus perhitungan sampel untuk beda proporsi. Bila
tujuannya untuk menghitung perbedaan rata-rata, gunakan rumus perhitungan sampel untuk beda
rata-rata. Besar sampel hasil perhitungan biasanya di tambah 5-10% untuk antisipasi kemungkinan
gagal (drop out). Dalam memilih rumus perhitungan besar sampel harus diperhatikan jenis data yang
akan diuji apakah memiliki skala ratio, interval, ordinal atau nominal.

b. Cara Pemilihan atau Penarikan Sampel
Untuk mendapatkan sampel yang sesuai harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi
maupun eksklusi harus dinyatakan dengan jelas dan logis. Cara penarikan sampel tergantung dari
metode penelitian yang dipakai (kualitatif, kuantitatif dan kombinasi) dan kelayakan (SDM, kondisi
lapangan). Untuk metode kuantitatif dasar penarikan sampel adalah probability samping, sedangkan
metode kualitatif didasarkan pada non probability samping. Probability sampling meliputi (a) simple
random sampling, (b) sistematik random sampling, (c) stratified random sampling, (d) cluster random
sampling dan (e) multistage random sampling. Non probability sampling terdiri dari (a) convenience
atau accidental sampling, (b) purposive sampling, (c) judgment sampling, (d) expert sampling dan (e)
quota sampling

9.7. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
Kriteria inklusi dan eksklusi dari populasi harus dinyatakan dengan jelas dan logis. Kriteria inklusi
merupakan persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh subyek agar dapat diikutsertakan dalam
penelitian. Persyaratan ini biasanya mencakup karakteristik subyek, termasuk demografis dan
22

geografis, serta periode waktu yang ditentukan. Kriteria eksklusi, disebut juga kriteria penolakan,
adalah keadaan yang menyebabkan subyek yang memenuhi kriteria inklusi tidak dapat diikutsertakan
dalam penelitian. Kriteria eksklusi bukan kebalikan dari kriteria inklusi.
Contoh untuk penelitian klinis uji coba malaria, kriteria inklusi dapat terdiri dari: pasien dengan
diagnosis malaria tanpa komplikasi, berumur 15-50 tahun, tidak sedang hamil/menyusui, tidak alergi
pada obat yang sedang diuji dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Kriteria eksklusi dapat
mencakup adanya penyakit lain yang menyertai.

9.8. Variabel
Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan
oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu. Variabel adalah karakteristik dari
subyek penelitian, atau fenomena yang dapat memiliki beberapa nilai. Variabel penelitian yang
dikumpulkan harus jelas antara variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent).
Variabel bebas adalah variabel yang dianggap mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas dapat
berupa jenis perlakuan, faktor risiko, prediktor, dan kausa. Variabel terikat adalah variabel yang
dipengaruhi. Contohnya status terinfeksi HIV atau tidak terinfeksi HIV, merupakan variabel terikat.
Pengukuran variabel dikelompokkan menjadi 4 skala pengukuran, yakni: a) skala nominal, b) skala
ordinal, c) skala interval dan d) skala ratio

9.9. Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan batasan atau pengertian tentang variabel yang akan diukur, dan
ditetapkan oleh peneliti (bukan definisi dari kamus bahasa). Definisi operasional dibuat untuk
memudahkan dan menjaga konsistensi pengumpulan data, menghindarkan perbedaan interpretasi
serta membatasi ruang lingkup variabel. Variabel yang dimasukkan dalam definisi operasional adalah
semua variabel yang dikumpulkan dan dianalisis, dapat diukur secara operasional dan dapat
dipertanggung jawabkan (sedapat mungkin menggunakan referensi yang sudah baku).
Untuk memudahkan sebaiknya dibuat matriks, mencakup nama variabel, penjelasan tentang variabel
tersebut, metoda pengukuran, skala ukur dan pengkategorian.

9.10. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data
Instrumen dan cara pengumpulan data harus dijelaskan secara rinci. Instrumen pengumpulan data
penelitian dapat berupa alat (harus memenuhi syarat untuk peralatan penelitian), kuesioner atau
formulir untuk observasi. Alat untuk kegiatan pengumpulan data harus divalidasi/kalibrasi terlebih
dahulu sebelum digunakan untuk pengumpulan data.
Kuesioner dapat dikembangkan sendiri atau menggunakan kuesioner dari sumber lain yang sudah
merupakan milik publik (public domain), namun demikian tetap harus melalui proses ujicoba yang
sesuai dengan target subyek penelitian. Dalam penelitian etnografis, instrumen penelitian adalah
peneliti itu sendiri.
23

Cara pengumpulan data:
1) Data primer dikumpulkan dengan cara :
- Pengamatan/pemeriksaan/pengukuran dengan menggunakan alat. Misalnya jam, skala,
mikroskop, spektrofotometer, dan timbangan berat badan
- Wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara, tape recorder, voice recorder .
- Cara pengambilan spesimen (darah, sisa biologis lainnya), peralatan yang digunakan, SDM,
cara pengambilan, jumlah spesimen yang diambil (dalam cc) dan proses selanjutnya
- Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Discussion) menggunakan pedoman diskusi dan
tape recorder.
- Teknik pengumpulan data lain yang relevan (misalnya delphi technique, life history, mapping,
nominal group technique).
2) Data sekunder dikumpulkan antara lain dengan cara menggunakan daftar isian, formulir
kompilasi data, rekam medik dll.
Pelatihan tenaga pengumpul data diperlukan untuk memaksimalkan kualitas data yang
dikumpulkan dan mengurangi adanya bias pengumpul data. Tenaga pengumpul data harus
memenuhi kelayakan dan uji profesi atau ketrampilan khusus lainnya,

9.11. Bahan dan Prosedur Kerja
Bahan penelitian adalah zat, obat, alat dan suplai yang dibutuhkan dalam penelitian. Prosedur kerja
harus menggunakan metoda yang baku atau modifikasi, dan kemungkinan untuk dapat dikerjakan
(feasible). Tahapan kerja diuraikan dengan jelas dan rinci, serta dianjurkan untuk menyertakan bagian
alur kerja. Misalnya penelitian yang menggunakan spesimen manusia atau hewan perlu diuraikan:
cara pengambilan spesimen antara lain peralatan yang digunakan, tempat pengambilan pada bagian
tubuh, tenaga yang melakukan, frekuensi pengambilan, perlakuan terhadap spesimen (pengawetan,
pengemasan, penyimpanan, pengiriman) dan prosedur pemeriksaan/penentuan laboratorium yan
digunakan dan tenaga yang melaksanakan.

9.12. Manajemen dan Analisis Data
Rencana manajemen dan analisis data harus dipersiapkan sebelum data dikumpulkan. Rencana
yang perlu dipersiapkan mencakup penggunaan perangkat proses dan analisis data, misalnya secara
manual atau menggunakan komputer. Manajemen data dilakukan sejak di
lapangan/laboratorium/klinik dengan memeriksa kelengkapan dan ketepatan pengumpulan data,
termasuk penyandian (coding). Proses manajemen data selanjutnya meliputi entri, verifikasi
kategorisasi dan ringkasan data (untuk kualitatif).
Analisis data dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian dimulai dengan deskripsi karakteristik data
(frekuensi distribusi). Perlu disebutkan jenis uji (parametrik dan atau non-parametrik), teknik analisis
seperti chi square, t-test, anova, regresi, korelasi dan sebagainya di sesuaikan dengan jenis data
(kategori, kontinyu, dll) dan tujuan penelitian. Piranti lunak (software) pengolah atau penganalisis data
24

dan versi yang digunakan perlu disebutkan misalnya Fox-Base, SPSS, Epi Info, dan program lain
yang relevan.
Analisis data kualitatif dilakukan dengan cara kategorisasi dan konseptualisasi, naratif, content, dan
taxonomy atau dengan pendekatan kualitatif lainnya.

10. Pertimbangan Ijin Penelitian
Ijin penelitian diperoleh dari instansi pemerintah terkait (Kemendagri, Pemerintah Provinsi, Pemerintah
Kab/Kota) dan lokasi tempat penelitian dilakukan (Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Puskesmas),
sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ijin penelitian diajukan ke Pemerintah Provinsi cq Bakesbang
Linmas dan diteruskan ke Pemerintah Kab/Kota lokasi penelitian

11. Pertimbangan Etik Penelitian
Semua penelitian yang menggunakan manusia atau hewan sebagai subyek penelitian harus
mendapatkan persetujuan etik penelitian dari Komisi Etik. Perlakuan pada subyek yang
menggunakan manusia dan hewan, dampak dan cara mengatasi dampak juga menjadi pertimbangan
Komisi Etik. Selain itu, sebelum penelitian dimulai juga harus mendapatkan persetujuan dari subyek
penelitian setelah yang bersangkutan mendapatkan penjelasan dari peneliti (persetujuan setelah
penjelasan atau informed consent). Format Naskah Penjelasan dan Persetujuan setelah Penjelasan
dapat dibaca dalam Buku Pedoman Operasional Komisi Etik Penelitian Kesehatan, Badan Litbangkes
atau etik penelitian setempat). Permohonan persetujuan etik diajukan dalam bentuk protokol oleh
pimpinan Satuan Kerja.

12. Daftar Kepustakaan
Semua publikasi yang digunakan sebagai rujukan tersebut harus dituliskan sesuai dengan kaidah
ilmiah. Rujukan pustaka yang dituliskan di dalam Daftar Kepustakaan hanya yang terkait langsung
dengan isi proposal. Penulisan rujukan dilakukan dengan metode Vancouver (penomeran menurut
urutan rujukan yang digunakan).
Text book
Lorrie, James H., and Harry V.Roberts. Basic Methods of Marketing Research. New York:
McGraw-Hill, 1951.

Artikel dari jurnal
Clements JD, Stanton BF, Chakraborty J, Chowdury S, Rao MR, Ali M, et al. Measles vaccination
and childhood mortality in rural Bangladesh. American Journal of Epidemiology 1998; 128:
13309., 1951.

Referensi publikasi elektronik
MYERS, Michael P.; YANG, Jay; and STAMPE, Per. Visualization and functional analysis of a
maxi-K channel (mSlo) fused to green fluorescent protein (GFP). EJB Electronic Journal of
Biotechnology (online). 15 December 1999, vol.2, no.3 (cited 21 March 2000). Available from:
http://www.ejb.org/content/vol2/issue3/ full/3/index. html.ISSN 07173458

25

13. Susunan Tim Peneliti
Susunan tim peneliti disajikan dalam bentuk tabel yang menguraikan tentang nama anggota tim,
kedudukan di dalam tim penelitian, keahlian yang relevan dan uraian tugasnya. Tim peneliti terdiri
dari seorang Ketua Pelaksana, Peneliti Utama, sejumlah Peneliti dan Pembantu Peneliti menurut
kebutuhan serta Konsultan apabila diperlukan. Ketua Pelaksana bertanggung jawab atas semua
aspek penelitian. Peneliti Utama membantu Ketua Pelaksana dalam semua aspek penelitian. Para
Peneliti bertanggung jawab terhadap salah satu aspek sesuai dengan bidang keahliannya. Setiap
anggota tim peneliti inti perlu memberikan tanda tangan persetujuan berpartisipasi. Hal ini merupakan
dokumen pelengkap dalam menerbitkan Surat Keputusan Susunan Anggota Tim Pelaksana
Penelitian. Untuk anggota Peneliti Daerah (NN) persetujuan diberikan pada waktu pengumpulan data.

14. Jadwal Penelitian
Jadwal kegiatan disajikan dalam bentuk tabel berisi uraian kegiatan yang akan dilaksanakan, tolok
ukur beserta masing-masing satuannya, dan target kegiatan per triwulan dalam jumlah dan
persennya. Uraian kegiatan perlu dituliskan secara berurutan mulai dari persiapan (pengurusan ijin,
pengadaan bahan dan alat, persiapan lapangan, penyusunan kuesioner, dan lain-lain), pelaksanaan
penelitian, pengelohan dan analisis data, dan pembuatan laporan.

15. Rincian Rencana Anggaran
Rincian rencana anggaran disusun berdasarkan jenis pengeluaran yaitu (a) belanja honor output
kegiatan, (b) belanja non operasional, (c) belanja bahan, (d) belanja perjalanan, (e) belanja jasa
profesi (untuk nara sumber paket meeting lintas sektor) yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Untuk setiap pembelian, harus disebutkan macam/jenis (spesifikasi), jumlah yang diperlukan, harga
satuan dan harga keseluruhan. Dalam rencana biaya untuk perjalanan, harus menyebutkan jumlah
orang yang akan bepergian, tempat tujuan, frekuensi, lama dan kategori transportasi yang akan
digunakan. Rencana anggaran harus mencakup semua tahapan kerja seperti yang diuraikan dalam
rincian prosedur kerja.

16. Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti
Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti Utama penelitian ditulis secara berurutan: nama dilengkapi
dengan gelar kesarjanaan, alamat yang mudah dihubungi melalui pos surat, telepon, faksimili dan e-
mail, riwayat pendidikan profesional, riwayat pekerjaan, riwayat penelitian dan publikasi dalam
majalah ilmiah (nama majalah, judul artikel, volume, nomor, halaman dan tahun). Penelitian dan
publikasi dalam majalah ilmiah 5 (lima) tahun terakhir, diutamakan yang berhubungan atau terkait
dengan materi permasalahan penelitian yang diusulkan agar dapat dilihat sebagai track record.

26

17. Persetujuan Atasan Yang Berwenang
Protokol penelitian harus ditandatangani oleh Ketua Pelaksana dan disetujui oleh atasan yang
bersangkutan, serendah-rendahnya eselon II. Ketua Panitia Pembina Ilmiah (PPI) untuk Pusat dan
Balai Besar, Kepala Balai, Kepala Loka atasan langsung memberikan paraf mengetahui/menyetujui
pada tanda tangan Ketua Pelaksana. Hal tersebut dimaksudkan agar protokol yang dibuat oleh Tim
peneliti dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan administratif.

18. Lampiran
Berkas yang dilampirkan dalam protokol penelitian antara lain:
- Persetujuan penyandang dana
- Rekomendasi dari stakeholder,
- Laporan kemajuan penelitian (untuk penelitian lanjutan)
- Kuesioner
- Naskah penjelasan
- Formulir persetujuan setelah penjelasan
- Porsedur pemeriksaan/penentuan analisis laboratorium
- Prosedur penanganan efek samping untuk uji klinik

27

Lampiran 1

PLAGIAT
Plagiarisme atau plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya
dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap
sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiat dapat
mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai
plagiator.
Hal-hal berikut sebagai tindakan plagiat:
Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-
usulnya
Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya,
dan
Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan
pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.
Yang digolongkan sebagai plagiat:
menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya
dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil
persis dari tulisan lain
mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya
Yang tidak tergolong plagiat:
menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan
memberikan sumber jelas.
mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas
28

Plagiat terkadang disebabkan oleh buruknya membuat/melakukan pencatatan atau paraphrasing
tanpa menyebut rujukannya dengan layak. Plagiat dapat dihindari dengan:
- Menyebut rujukannya
- Merujuk dengan benar
- Mencatat langsung kutipan dan paraphrasing dengan benar ketika melakukan pencatatan.

Kutipan:
Kutipan adalah menggunakan kata-kata yang persis sama, ide atau pandangan orang lain, berarti
mengutip. Jika tidak menggunakan tanda kutip ( ...) diantara kata asli dan mengutipnya maka
disebut juga plagiat.

Paraphrasing:
Paraphrasing adalah mengambil konsep orang lain ke dalam tulisan tanpa meribah artinya. Bahkan
tidak perlu menggunakan kata-kata yang sama tetap saja harus menyebut dari mana konsep itu
berasal.

Pencatatan:
Pencatatan yang buruk dapat mengarah kepada plagiat. Selalu berhati-hati:
- Catat semua informasi rujukan secara benar
- Gunakan tanda kutip (...) jika menggunakan kata aslinya
- Paraphrase dengan benar
- Bedakan dengan jelas antara ide sendiri dari ide orang lain dan peneliti








29

Bagian III

PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN AKHIR
PENELITIAN


30

Pendahuluan
Laporan akhir penelitian adalah laporan ilmiah lengkap dari suatu penelitian setelah kegiatan
penelitian berakhir, sebagai pertanggungjawaban ilmiah dan sebagai dokumen tertulis lengkap dari
kegiatan penelitian. Laporan akhir penelitian merupakan bagian penting dari proses penelitian yang
meliputi : perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, penulisan laporan, pemanfaatan dan publikasi
hasil penelitian, serta evaluasi penelitian.
Menyusun laporan penelitian merupakan suatu keharusan bagi peneliti yang melaksanakan
penelitian, dengan berprinsip pada kejujuran, etikat, kaidah ilmiah, berdasar pada data dan hasil, serta
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat laporan penelitian :
- Pemahaman terhadap kerangka teori dan kerangka konsep penelitian
- Kecukupan bahan pustaka sebagai acuan dan bahan pembahasan
- Kelengkapan data
- Analisis data sudah dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian

Elemen Laporan Akhir Penelitian
Secara garis besar, elemen laporan akhir penelitian disusun menurut urutan sebagai berikut: 1) Judul
Penelitian, 2) Susunan Tim Peneliti, 3) Surat Keputusan Penelitian, 4) Kata Pengantar, 5) Ringkasan
Eksekutif, dibuat apabila hasil penelitian bisa memberikan masukan untuk kebijakan dan program, 6)
Abstrak, 7) Daftar Isi, 8) Daftar Tabel/Gambar/Grafik/Peta, 9) Daftar Lampiran.
Isi laporan penelitian terdiri dari : 1) Pendahuluan, 2) Tujuan dan Manfaat, 3) Tinjauan Pustaka, 4)
Hipotesis (bila ada), 5) Metode, 6) Hasil, 7) Pembahasan, dan 8) Kesimpulan dan Saran, 9) Ucapan
Terima Kasih, 10) Daftar Pustaka, dan 11) Lampiran.
Laporan hasil penelitian harus diketik 1,5 spasi di kertas putih ukuran A4 (212 x 297 mm) dengan
bagian tepi (margin) kiri dan bawah minimal 3,0 cm, tepi kanan dan atas 2,5 cm, dengan jenis huruf
Times New Roman (font 12), dan dibuat hanya pada satu halaman, tidak bolak balik. Setiap halaman
diberi nomor halaman secara berurutan, dimulai dari kata pengantar dengan menggunakan angka
Romawi kecil (contoh i, ii, iii dan seterusnya), sedangkan mulai pendahuluan menggunakan angka
Arabik (contohnya 1, 2, 3 dan seterusnya). Penulisan nomor halaman pada bagian tengah bawah
sampai pada Daftar Pustaka.

1. Judul Penelitian
Halaman judul berisi:
- Bagian atas: laporan akhir penelitian dan judul penelitian
- Bagian tengah: nama penyusun laporan (hanya peneliti yang terlibat dalam penulisan laporan)
- Bagian bawah: nama dan alamat instansi, serta tahun penulisan laporan
31

Judul laporan penelitian harus sesuai dengan judul di dalam dokumen protokol. Walaupun demikian,
judul laporan penelitian bisa berubah karena suatu hal yang tidak dapat dielakkan, dan harus
dijelaskan dalam kata pengantar dan pendahuluan. Tuliskan nama penyusun yang bertanggung
jawab dalam penulisan laporan penelitian. Sebagai penulis utama umumnya adalah Ketua Pelaksana
penelitian. Tata letak (lay out) halaman muka perlu diperhatikan.
Laporan penelitian yang bersifat rahasia (untuk pengajuan hak paten, masalah yang menimbulkan
keresahan sosial, masalah yang menyangkut rahasia negara dan sebagainya) diberi tulisan rahasia
untuk kalangan terbatas.
2. Susunan Tim Peneliti
Susunan Tim Peneliti sesuai dengan yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Pusat
tentang pembentukan tim pelaksana penelitian. Hal ini berlaku bagi tim peneliti yang terlibat dalam
penelitian di Balitbangkes
3. Surat Keputusan Penelitian
Adalah Surat Keputusan (SK) Kepala Pusat atau Kepala Balitbangkes tentang Pelaksanaan
Penelitian.
4. Kata Pengantar
Kata pengantar berfungsi untuk menjelaskan secara singkat maksud laporan penelitian, topik
penelitian, manfaat hasil penelitian dan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung
penelitian dan sumber pembiayaan. Jika ada perubahan judul, maka harus dijelaskan di dalam kata
pengantar.
5. Ringkasan Eksekutif
Ringkasan eksekutif merupakan bagian dari laporan penelitian yang ditujukan untuk para pengambil
keputusan serta diletakkan di halaman paling depan sesudah halaman muka. Ringkasan eksekutif
adalah laporan singkat hasil penelitian teknis/ilmiah yang disajikan dalam bahsa eksekutif. Di dalam
ringkasan eksekutif tidak ada tabel, grafik, dan kepustakaan. Jumlah halaman sekitar 2-3 halaman,
dengan isi sebagai berikut:
- Judul dan nama penyusun
- Latar belakang dan tujuan
- Hasil utama dan relevansi
- Kesimpulan dan saran yang mempunyai implikasi bagi pengelola program.
Ringkasan eksekutif hanya ditulis untuk penelitian yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh pengelola
program.

32

6. Abstrak
Abstrak merupakan ringkasan isi laporan penelitian. Abstrak laporan penelitian harus singkat, padat
dan jelas, dengan jumlah kata antara 200-250. Abstrak umumnya mencakup latar belakang, masalah
yang diteliti, metode penelitian, tempat dan waktu penelitian, data/pengetahuan/teknologi yang
dihasilkan serta kesimpulan. Di dalam abstrak tidak ada tabel, grafik, dan kepustakaan. Untuk
memudahkan penelusuran perlu ditambahkan kata kunci, antara 3 - 5 kata, dan diletakkan di bagian
bawah.

7. Daftar Isi
Untuk memudahkan pembaca menemukan berbagai Bab, bila diperlukan gunakan Sub-bab.

8. Daftar Tabel/Gambar/Grafik/Peta
Berisi judul-judul dari Tabel/Grafik/Peta/Gambar sesuai dengan urutan nomornya.

9. Daftar Lampiran
Berisi judul-judul dari lampiran yang ada beserta halaman sesuai dengan urutan nomornya.

Isi Laporan Penelitian:

1. Pendahuluan
Pendahuluan harus mengacu pada protokol penelitian, antara lain latar belakang masalah dan
tinjauan pustaka yang mendukung penelitian dilakukan. Tuliskan kepustakaan yang terkait saja.
Tambahan informasi dalam bagian ini diperlukan apabila pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan
dokumen protokol penelitian atau ada suatu perubahan/penyesuaian yang tidak dapat dielakkan.
Alasan mengapa tidak sesuai perencanaan perlu dikemukakan dalam bagian ini.

2. Tinjauan Pustaka
Tinjauan atau kajian pustaka merupakan analisis peneliti terhadap hasil-hasil penelitian yang
dilakukan oleh peneliti sebelumnya, dan dapat dipakai untuk menunjukkan apakah penelitian
sebelumnya sudah mampu menjawab masalah, atau menjawab sebagian sehingga memerlukan
penelitian. Tinjauan pustaka dalam laporan penelitian bisa sama atau lebih lengkap dari yang tertulis
dalam protokol penelitian.

3. Tujuan dan Manfaat
Tujuan umum dan tujuan khusus harus sesuai dengan yang ada dalam protokol penelitian. Manfaat
penelitian dapat dirinci yaitu manfaat bagi penentu kebijakan, iptek, masyarakat umum, masyarakat
industri dan masyarakat ilmiah,
33


4. Hipotesis
Hipotesis tidak selalu ada dalam suatu penelitian, kecuali dalam suatu penelitian untuk mencari
pembuktian. Jika dalam penelitian terdapat hipotesis dituliskan sesuai dengan yang ada dalam
protokol penelitian.

5. Metode
Metoda penelitian diuraikan secara jelas dan sistematis sesuai dengan protokol penelitian. Apabila
ada perubahan yang dilakukan atau penyimpangan dari protokol atau disain penelitian semula, perlu
dijelaskan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah maupun administrasi. Penelitian
menggunakan subyek manusia dan/atau hewan coba harus melampirkan fotokopi persetujuan komisi
etik penelitian (ethical clearence).

6. Hasil
Hasil penelitian harus disajikan secara sistematis untuk mencapai tujuan dan diberi keterangan jelas
mengapa hipotesis penelitian (bila ada) ditolak atau diterima. Penyajian hasil penelitian dapat
dilengkapi dengan tabel, grafik dan gambar, atau narasi verbatim (penuturan dari responden) untuk
mendukung dan saling melengkapi, diuraikan secara naratif. Narasi untuk tabel hanya memberi
penekanan hasil pengamatan yang penting, tidak merupakan pengulangan tabel. Tabel dibuat
dengan spasi ganda. Penomoran tabel sesuai dengan urutan penampilan dalam laporan. Judul tabel
singkat dan informatif. Penjelasan lebih lanjut ditempatkan pada catatan kaki di bawah tabel, bukan
pada judul. Singkatan dalam tabel dijelaskan pada catatan kaki dengan menggunakan simbol secara
berurutan sebagai berikut: *, , , **, , , , . Judul tabel diletakkan di atas tabel dan judul atau
keterangan gambar diletakkan dibawah gambar.
Hasil penelitian yang bersifat rahasia (untuk pengajuan hak paten, masalah yang menimbulkan
keresahan sosial, masalah yang menyangkut rahasia negara, dan sebagainya) diperlakukan secara
khusus untuk kalangan terbatas.

7. Pembahasan
Pembahasan hasil dimaksudkan untuk mengemukakan analisis terhadap hasil/temuan yang
diarahkan untuk mendapatkan kesimpulan guna memenuhi tujuan penelitian. Dalam bagian ini perlu
dilakukan interpretasi terhadap hasil/temuan yang diperoleh.
Pembahasan dapat dilakukan dengan cara:
- Melakukan analisis mendalam terhadap hasil penelitian yang diperoleh untuk menjawab
pertanyaan penelitian atau hipotesis yang dirumuskan.
34

- Melakukan pembandingan antara hasil yang diperoleh dengan masalah yang akan
dipecahkan.
- Melakukan pembandingan dengan hasil penelitian sebelumnya dan referensi yang dibaca
- Keterbatasan hasil penelitian dalam menjawab pertanyaan penelitian.

8. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan diambil atas dasar hasil dan pembahasan yang terkait dengan masalah dan tujuan
penelitian. Saran dalam suatu laporan penelitian hendaknya terkait dengan kesimpulan dan
implikasinya. Perlu dijelaskan apakah saran tersebut ditujukan kepada masyarakat umum, pengelola
program dan ilmiah. Juga harus dituliskan implikasinya, apakah pada implikasi kebijakan, implikasi
peningkatan kualitas permodelan/program, formula, paten dan sebagainya
Kesimpulan dan saran sebaiknya ditulis sesuai urutan tujuan khusus dan umum.

9. Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih adalah penghargaan yang diberikan kepada penyandang dana, perorangan dan
institusi yang telah membantu penelitian dan mereka yang memungkinkan terlaksananya penelitian
anggota tim peneliti.
Ucapan terima kasih sedapat mungkin dituliskan dengan jelas (nama dan institusi). Tidak perlu
menyebutkan semua nama yang telah memberi kontribusi atas terlaksananya penelitian tersebut,
cukup yang penting saja.

10. Daftar Kepustakaan
Daftar kepustakaan harus dituliskan dalam setiap laporan penelitian. Rujukan yang dicantumkan
hanya yang terkait langsung dengan isi laporan. Penulisan rujukan dilakukan dengan cara
Vancouver. Contoh cara Vancouver:
a) Text book
Lorrie, James H., and Harry V.Roberts. Basic Methods of Marketing Research. New York: McGraw-
Hill, 1951.

McCall, George J., and J.L.Simmons (eds.). Issues in Participant Observation. Reading, Mass.:
Addison-Wesley, 1969.
b) Artikel dari jurnal
Clements JD, Stanton BF, Chakraborty J, Chowdury S, Rao MR, Ali M, et al. Measles vaccination and
childhood mortality in rural Bangladesh. American Journal of Epidemiology 1998; 128: 13309., 1951.

c) Referensi publikasi elektronik
35

MYERS, Michael P.; YANG, Jay; and STAMPE, Per. Visualization and functional analysis of a maxi-K
channel (mSlo) fused to green fluorescent protein (GFP). EJB Electronic Journal of Biotechnology
(online). 15 December 1999, vol.2, no.3 (cited 21 March 2000). Available from:
http://www.ejb.org/content/vol2/issue3/ full/3/index.html.ISSN 07173458.

11. Lampiran
Laporan akhir penelitian, dapat dilengkapi dengan data atau berbagai tabel dan gambar penting yang
dapat dimanfaatkan untuk menelusuri kembali hasil penelitian tersebut, apabila diperlukan.
Kelengkapan berbagai data dan/atau tabel penting tersebut dapat disertakan sebagai lampiran dalam
dokumen laporan akhir. Selain itu, apabila perlu untuk melengkapi laporan penelitian dapat juga
dilampirkan berbagai teknik, perhitungan, atau rumus yang digunakan, dan berbagai keterangan lain
yang dianggap perlu sebagai informasi. Lampiran diberi nomr urut lampiran dan apabila ada lampiran
yang terdiri lebih dari satu halaman harus diberi nomor halaman sendiri.

Aspek Lain yang Perlu Diperhatikan
Setelah konsep laporan dibuat, perlu dilakukan evaluasi secara keseluruhan dengan memperhatikan
beberapa hal berikut (sebaiknya dibuat checklist) :
- Apakah semua hasil/temuan penelitian yang penting telah dimasukkan ?
- Apakah sudah menjawab tujuan penelitian ?
- Apakah ada hasil yang kontradiktif dari temuan-temuan tersebut ?
- Apakah data dalam teks/narasi sesuai dengan data dalam tabel ?
- Apakah gambar dan tabel yang dirujuk telah benar ?
- Apakah kesimpulan telah dibuat secara logis menurut hasil penelitian dan tersusun menurut
urutan kepentingannya ?
- Apakah kelemahan dari penelitian telah diungkapkan dan dijelaskan ?
- Apakah masih mungkin untuk membuat laporan penelitian ini menjadi lebih padat, tanpa
menurunkan kualitas dan menghilangkan temuan-temuan yang penting ?
- Apabila merasa harus ada penghargaan, perlu disampaikan penghargaan/penghormatan
kepada siapa saja yang membantu, dan dituliskan dalam bagian ucapan terima kasih.
- Data mengenai subyek penelitian harus dirahasiakan.

Menghindari Plagiat
Plagiat terkadang disebabkan oleh buruknya membuat/melakukan pencatatan atau paraphrasing
tanpa menyebut rujukannya dengan layak. Plagiat dapat dihindari dengan:
- Menyebut rujukannya
- Merujuk dengan benar
- Mencatat langsung kutipan dan paraphrasing dengan benar ketika melakukan pencatatan.
36

Kutipan:
Ketika menggunakan kata-kata yang persis sama, ide atau pandangan orang lain, berarti mengutip.
Jika tidak menggunakan tanda kutip ( ...) diantara kata asli dan mengutipnya maka disebut juga
plagiat.

Paraphrasing:
Paraphrasing ketika mengambil konsep orang lain ke dalam tulisan tanpa meribah artinya. Bahkan
tidak perlu menggunakan kata-kata yang sama tetap saja harus menyebut dari mana konsep itu
berasal.
Pencatatan:
Pencatatan yang buruk dapat mengarah kepada plagiat. Selalu berhati-hati:
- Catat semua informasi rujukan secara benar
- Gunakan tanda kutip (...) jika menggunakan kata aslinya
- Paraphrase dengan benar
- Bedakan dengan jelas antara ide sendiri dari ide orang lain dan peneliti
37

DAFTAR PUSTAKA

1. Varkevisser CM., Pathmananthan I., Brownlee A. Designing and conducting health system
research projects. HSR Series Volume 2 Part 1. Ottawa, Canada, International
Development Research Center, 1995.
2. Niehof A. Household, family, and nutrition research: writing a proposal agriculture university,
household and consumer studies, Wageningen, Netherland, H & C Publications, 1999.
3. Attig GA., Winichagoon P. Effective Proposal Writing. Mahidol University, Thailand, Institute
of Nutrition, 1993.
4. Kleinbum DG., Kupper LL., Morgenstren H. Epidemiologic research: principles and qualitative
methods. New York. Van Nostrand Reinhold. 1982.
5. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1997:775
6. Utorodewo, Felicia, dkk. Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah. Jakarta.
Lembaga Penerbit FEUI. 2007.