Anda di halaman 1dari 10

R RR Ri ii iy yy ya aa an nn na aa a F FF Fa aa ai ii ir rr ru uu us ss s K KK Kh hh ho oo ol ll li ii is ss sa aa a, ,, , STKIP BBM

Nim : 2202110062
Page | 1

BAB II
PEMBAHASAN
SUB ALJABAR, HOMOMORFISMA DAN FUNSI BOOLE

2.1 SUB ALJABAR
Misalkan ( B, , , , 0, 1 ) adalah aljabar Boole dan S B, S
disebut Sub Aljabar Boole dari B jika ( S, , , , 0, 1 ) aljabar Boole.
Dengan kata lain s disebut sub aljabar booledari b jika S memuat elemen
0 dan 1serta tertutup terhadap operasi , , dan .
Dalam pemeriksaan apakah S merupakan sub aljabar boole dari B
atau bukan, kita tidak perlu memeriksa ketertutupan terhadap operasi ( ,
) atau (, ) sudah cukup untuk menjamin bahwa S sub aljabar boole
dari B. Hal ini disebabkan untuk setiap a,b
B
a b = ( a * b ) juga 1 = (a * a ) dan 0 = a * a
Sehingga ketertutupan terhadap * dan 1 menjamin ketertutupan terhadap
operasi serta eksistensi elemen 0 dan 1 dalam sub aljabar.
Dari definisi subaljabar Boole dapat kita , lihat bahwa sebuah subaljabar
Boole adalah aljabar Boole. Sebuah himpunan bagian dari suatu
subaljabar Boole dapat berupa aljabar Boole . Himpunan bagian tersebut
mungkin bukan sebuah subaljabar Boole karena tidak tertutup terhadap
operasi-operasi dalam B.
R RR Ri ii iy yy ya aa an nn na aa a F FF Fa aa ai ii ir rr ru uu us ss s K KK Kh hh ho oo ol ll li ii is ss sa aa a, ,, , STKIP BBM
Nim : 2202110062
Page | 2

pada suatu aljabar Boole ( B, , , , 0, 1 ) himpunan bagian (0,1)
dan B kedua-duanya merupakan subaljabar Boole. Pandang a B
sedemikian hingga a 0 dan a 1, dan pandang pula himpunan { a, a, 0,
1 }. Jelaslah bahwa himpunan ini merupakan subaljabar Boole dari
aljabar Boole yang diberikan. Setiap elemen dari B menghasilkan sebuah
subaljabar boole. Secara umum, suatu himpunan bagian dari B
membentuk sebuah subaljabar Boole.
contoh 1 :
pandang aljabar Boole yang disajikan dalam gambar . 1. Misalkan
himpunan bagian-bagiannya adalah sebagai berikut :
S
1
= { a, a, 0,1 }
S
2
= { a + b, a*b, 0,1 }
S
3
= { a*b, b, a,1 }
S
4
= { a, b, 0,1 }
Himpunan bagian S
1
dan S
2
adalah subaljabar boole. Himpunan bagian S
3
dan

S
4
adalah aljabar Boole, akan tetapi bukan subaljabar Boole dari
aljabar yang diberikan. Himpunan bagian S
5
bukan aljabar Boole.



R RR Ri ii iy yy ya aa an nn na aa a F FF Fa aa ai ii ir rr ru uu us ss s K KK Kh hh ho oo ol ll li ii is ss sa aa a, ,, , STKIP BBM
Nim : 2202110062
Page | 3

2.2 HOMOMORFISMA BOOLE
Definisi
Misalkan ( B
1
, *
1
,
1
,
1
, 0
1
, 1
1
) dan (b
2
, *
2
,
2
,
2
, 0
2
, 1
2
) adalah
Aljabar Boole . Fungsi f : B
1
B
2
disebut homomorfisma boole jika
untuk setiap a,b B
1
berlaku
f(a*
1
b) = f(a) *
2
f(b)
f(a
2
b) = f(a)
2
f(b)
f(a
1
) = f(a)
2
f(0
1
) = 0
2
dan f(1
1
) = 1
2
jika f : 1-1 pada, maka f disebut isomorfisma Boole serta B
1
dan B
2
disebut isomorfik
Contoh 2
Misalkan B
1
= {(x,y) x,y = 0,1} dan B
2
= { , A, , S }
Fungsi f : B
1
B
2
didefinisikan sebagai berikut :
( 0,0) Z
( 0,1) A
R RR Ri ii iy yy ya aa an nn na aa a F FF Fa aa ai ii ir rr ru uu us ss s K KK Kh hh ho oo ol ll li ii is ss sa aa a, ,, , STKIP BBM
Nim : 2202110062
Page | 4

( 1,0)
(1,1) S
Diagram dari B
1
dan B
2
adalah sebagai berikut :

Dengan operasi , * dan ,dapat diperiksa bahwa f adalah
homomorfisma Boole
2.3 FUNGSI BOOLE
Definisi
Misalkan B adalah aljabar Boole dan x
1
, x
2, .
x
n
adalah variable
variabel pada B. Ekspresi Boole dalam n variable x
1
, x
2, .
x
n
di B
adalah ekspresi yang dibangun oleh x
1
, x
2, .
x
n
, 0,1 melalui sejumlah
hingga pengulangan operasi-operasi * ; dan .

R RR Ri ii iy yy ya aa an nn na aa a F FF Fa aa ai ii ir rr ru uu us ss s K KK Kh hh ho oo ol ll li ii is ss sa aa a, ,, , STKIP BBM
Nim : 2202110062
Page | 5

Contoh 3
Berikut adalah beberapa contoh ekspresi Boole.
a) 0
b) 1
c) x
1

d) x
1
x
2

e) (x
1
x
2
) * (x
1
x
2
)

Definisi
Misalkan B adalah aljabar Boole. Fungsi : f : B
2
B
1
disebut Fungsi
Boole jika f (x
1, .
x
n
) adalah ekspresi Boole.
contoh 4
Berikut adalah empat contoh fungsi Boole dalam variabel x, y dan z
1) f
1
(x, y, z ) = (x

y) * z
2) f
2
(x, y, z ) = (x

y) ( y * 1)
3) f
3
(x, y, z ) = (x

( y * z )) ( x * (y * 1))
4) f
4
(x, y, z ) = (x

( y * z )) (( x * z ) (y * 0))

Definisi
Dua ekspresi Boole f (x
1
, x
2, .
x
n
) dan g (x
1
, x
2, .
x
n
) disebut ekivalen
jika f dan g mendefinisikan fungsi Boole yang sama untuk setiap aljabar
Boole B.
R RR Ri ii iy yy ya aa an nn na aa a F FF Fa aa ai ii ir rr ru uu us ss s K KK Kh hh ho oo ol ll li ii is ss sa aa a, ,, , STKIP BBM
Nim : 2202110062
Page | 6

contoh 5
Dengan menggunakan sifat-sifat aljabar Boole dapat ditunjukkan bahwa
empat ekspresi Boole dibawah ini satu dengan lainnya saling ekivalen.

1) (x

y) * (0

z) * (y

z)
2) (x

* z )

(x * y) ( y * z )
3) (x

y) * (x

z)
4) ( x * y) (x * z)
Bukti ekivalen (2) dan (3)
(x y) * (x

z) = ((x

y)*x) (( x y )* z
= (x

* x )

( y * x ) ( x * z ) ( y * z )
= 0 ( y * x) ( x * z ) ( y * z )
= ( x * z ) ( x * y ) ( y * z )
jika B kita pilih sebagai B = { x
1
, x
2,
x
3
) x
1
= 0, 1 ; 1 = 1,2,3 }, maka
kesamaan fungsi-fungsi yang diberikan oleh masing-masing ekspresi
dapat diperiksa melalui tabel ekivalensi berikut ini .


R RR Ri ii iy yy ya aa an nn na aa a F FF Fa aa ai ii ir rr ru uu us ss s K KK Kh hh ho oo ol ll li ii is ss sa aa a, ,, , STKIP BBM
Nim : 2202110062
Page | 7

x y z x y x' z y z (A) (3) x*z x'*y y*z (2)
0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0
0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0
0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1
0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0
1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1
1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0
1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0

Tabel -1
Dari tabel ini jelas terlihat bahwa ekspresi boole (3) ekivalen dengan
ekspresi Boole (2).
contoh 6
Buktikan kesamaan berikut
(a * (b c) * (b

(a * c)) = a
penyelesaian :
(a * (b c) * (b

(a * c)
= a (b + c) * b (a c)
= a (b * c) * (b c) a
R RR Ri ii iy yy ya aa an nn na aa a F FF Fa aa ai ii ir rr ru uu us ss s K KK Kh hh ho oo ol ll li ii is ss sa aa a, ,, , STKIP BBM
Nim : 2202110062
Page | 8

= a (b *c) * (b c)
a (b * c) * (b * c)
=a 0
= a

contoh 7
Sederhanakan ekspresi berikut
(a b) * (a

b)

penyelesaian :
(a b) * (a

b) = (a *b) * (a b)
= ((a * b ) * a) ((a * b ) * b )
= ((b * a ) * a ((a * b ) * b)
= ( b (a * a) (a * (b*b))
= (b * 0 ) (a * 0 )
= 0 0
= 0


R RR Ri ii iy yy ya aa an nn na aa a F FF Fa aa ai ii ir rr ru uu us ss s K KK Kh hh ho oo ol ll li ii is ss sa aa a, ,, , STKIP BBM
Nim : 2202110062
Page | 9

contoh 8
buatlah tabel evaluasi dan ekspresi berikut
(x y) * ( x z ) * ( y z )
penyelesaian :

x y z x y x' z y z ( x y)*(x' z)*(y*z)

0 0 0 0 1 0 0

0 0 1 0 1 1 0

0 1 0 1 1 1 1

0 1 1 1 1 1 1

1 0 0 1 0 0 0

1 0 1 1 1 1 1

1 1 0 1 0 1 1

1 1 1 1 1 1 1






R RR Ri ii iy yy ya aa an nn na aa a F FF Fa aa ai ii ir rr ru uu us ss s K KK Kh hh ho oo ol ll li ii is ss sa aa a, ,, , STKIP BBM
Nim : 2202110062
Page | 10

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Misalkan ( B, , , , 0, 1 ) adalah aljabar Boole dan S B,
S disebut Sub Aljabar Boole dari B jika ( S, , , , 0, 1 )
aljabar Boole.


Misalkan B adalah aljabar Boole. Fungsi : f : B
2
B
1
disebut Fungsi Boole jika f (x
1, .
x
n
) adalah ekspresi
Boole.


Dua ekspresi Boole f (x
1
, x
2, .
x
n
) dan g (x
1
, x
2, .
x
n
)
disebut ekivalen jika f dan g mendefinisikan fungsi Boole
yang sama untuk setiap aljabar Boole B.