Anda di halaman 1dari 28

Akademis IMTK 2014

Bersatu dan Peduli


Menebar Manfaat
MEKANIKA
FLUIDA
Soal 1 Boundary Layer
Diketahui:
Penggambaran Sistem
Persamaan Sinusoidal:

Ditanya:
a. Korelasi

dan


b.
c. *
d. kaitan perpindahan massa
e. total friction force (F)
Jawaban:
Sebelum menyelesaikan soal kita harus menentukan profil kecepatan pada boundary layer,
yaitu :
1. Kecepatan pada dinding pelat adalah 0
2. Kecepatan di luar boundary layer ialah U
3. Tidak ada perubahan kecepatan di luar boundary layer (seragam)


LANGKAH-LANGKAH:
1. Menentukan Profil Kecepatan



2. Menentukan Persamaan awal yang digunakan


3. Menghubungkan Pers. Von Karman dan Pers. Newton
Persamaan Von Karman meninjau shear stress dari sumbu x sedangkan
Newton meninjau shear stress dari sumbu y. Kedua persamaan ini dapat digunakan
dan dihubungkan karena persoalan yang kita miliki adalah aliran fluida di atas pelat
dimana fluida mempunyai gradien kecepatan pada bagian boundary layer. Sebelum
menghubungkannya keduanya, kita harus mencari terlebih dahulu du/dy dan .





a) Korelasi

dan


Hubungkan hasil diatas kedalam persamaan Von Karman




b) Mencari Ketebalan Boundary Layer ()
Persamaan Von Karman dan Newton setelah dihubungkan menjadi:





c) Mencari *
Menggunakan Persamaan Displacement Thickness





d) Mencari kaitan perpindahan massa
Displacement Thickness menunjukkan ketebalan dimana terjadi perubahan besaran nilai
kecepatan aliran fluida hingga mencapai kecepatan 99% dari stream awal. Berdasarkan rumus
yang disediakan pada jawaban b, terlihat bahwa semakin jauh jarak aliran leading edge maka
aliran akan bersifat semakin turbulen. Berdasarkan teori, semakin besar nilai Re maka
kecendungan suatu aliran fluida untuk tertahan di permukaan suatu plat akan semakin kecil
sehingga itu menyebabkan boundary yang terbentuk semakin tipis. Begitu pula sebaliknya,
untuk aliran laminer, pelannya aliran menyebabkan aliran lebih cenderungtertahan oleh gaya
gesek dengan permukaanplat sehingga distribusi kecepatannya pada boundary layer lebih
beragam dibandingkan distribusi kecepatan pada boundary layer turbulen.

e) Mencari total friction force (F)
Menggunakan Persamaan Gaya Friksi


















2. Particle Separaon by Cyclone



Ditanya:
a. kecepatan rotasi udara ()?
b.
o
relatif dan
o
sebenarnya untuk partikel de = 40?
c. V tangensial udara pada 0,5 r
siklon
?
d.
o
relatif dan
o
sebenarnya untuk partikel de = 40 pada 0,5 r
siklon
?
e. perbandingan b dan d?
Jawab
a.






b.

= 2,1
melihat tabeluntuk hasil log =2,1 maka nilai log (Re) = 0,817
Re = 10
0,817
= 6,56

o
sebenarnya =
o
relatif V
tangensial udara

= 4,5 m/s 16 m/s
= - 11,5 m/s (berlawanan arah)
0,5 m
D
0,5 D
4,5 m/s
2,6 m/s
c. konsep kecepatan radial tetap

di R
=
di 0,5 R



d.

= 1,8
melihat tabeluntuk hasil log =1,8 maka nilai log (Re) = 0,577
Re = 10
0,577
= 3,78

o
sebenarnya =
o
relatif V
tangensial udara

= 2,6 m/s 8 m/s
= - 5,4 m/s (berlawanan arah)
e. Jawaban b (R),
o
relatif = 4,5 m/s ;
o
sebenarnya = -11,5 m/s
Jawaban d (0,5R),
o
relatif = 2,6 m/s ;
o
sebenarnya = -5,4 m/s

Hal ini berarti saat partikel dari lintasan yang berjarak 0,5R mengalami perlambatan
dibandingkan saat di R.

15

UAS MEKANIKA FLUIDA

1. Diketahui suatu nosel yang ditunjukkan di gambar di bawah ini dilalui udara (k=1,4)dari
reservoir dengan tekanan 100 psia ke atmosfir (tekanan 14,7 psia). Nol
0
F = 460
0
R.

Ditanya :
No 1.1. Berapa Mach number di mulut nosel?
No 1.2. Berapa tekanan di mulut nosel (p
c
) (dalam psia)?
No 1.3. Berapa velocity di mulut nosel (Vc) (dalam ft/detik)?
No 1.4. Berapa luas penampang mulut nosel (Ac) (dalam in
2
)?
JAWABAN:
Jawab sendiri ya

2. Helikopter mempunyai 3 baling-baling yang berotasi 200 rpm. Masing-masing baling-
baling dianggap pelat tipis empat persegi panjang dan mempunyai panjang 12 ft dan lebar
1,5 ft. Setiap baling-baling dianggap pelat datar. Satu lb
f
= 32,2 lb
m
.ft/det
2
. Pada kondisi
standard (60
0
F dan 1 atm), udara = 0,07677 lb
m
/ft
3
, v udara = 1,61.10
-4
ft
2
/det, udara
= 0,0183 cp. Satu cp = 6,72 lb
m
/(ft.det) = 2,09.10
-5
lb
f
.det/ft
2
.
Ditanya (3 pertanyaan):
No 2.1. Gambarkan secara skematis suatu luasan diferensial pada permukaan baling-
baling dan jaraknya dari pusat baling-baling, yang akan dipakai utnuk perhitungan
pernyataan-pernyataan berikut.
No 2.2. Formulasikan tegangan gesek (
o
) di luasan diferensial
No 2.3. Berapa total torsi yang dibutuhkan untuk mengatasi friksi pada baling-baling
(dalam lb
f.
ft)?


16


Jawab :
2.1. Gambar plat tipis
= 200 rpm

2.2. Tegangan geser (
o
) di luasan diferensial


o
=


Gaya di keseluruhan permukaan plat:
F = C
f
x x V
2
x A
df = C
f
x x V
2
x dA


1.328

/


1
2
.


1.328


1
2
.


1.328

. r. x


1
2
.


1.328
/
2

/


17


1.328
2

/


1.328
2
1,61 x 10

0,07677 2
200
60

0,062



2.3. Total torsi
dF = 0,062 x r
3/2
x
/
dA
F = 0,062 x
/
x
/
dA
= 0,062
/
x
/
dA
= 0,062
/
x
/
dA
,


= 0,062
/
x
/
]


= 0,062
/
x 1,225


= 0,076

r
5/2
]


= 15,164

x 32,2



= 488,2808 lb
f
Total torsi = 3


= 3 488,2808


= 3 x 488,2808 x r ]


= 3 x 488,2808 x 12
= 17578,1088 lb
f
ft

3. Tes filtrasi di laboratorium menggunakan plate and frame press pada slurry CaCO
3

(filtrasi berlangsung dari 2 sisi). Luas penampang filter = 0,283 ft
2
dan ketebalannya =
1,18 inch. Semua tes dilakukan pada temperature 66
0
F dengan konsenrasi slurry = 0,0723
fraksi berat CaCO
3
. Densitas cake = 100 lb/ft
3
, padatan CaCO3 =183 lb/ft
3
, air = 62,4
lb/ft
3
, v air = 1,08.10
-5
ft
2
/det, air = 1 cp. P konstan = 40 psi. Satu Darcy =
(1 cm/det).Cp/(atm/cm) = 0,99.10
-8
cm
2
= 1,06.10
-11
ft
2
. Satu ft
3
= 28,316 liter. Data hasil
tes sbb:

18

Volume filtrat, liter Waktu, detik
0,2 1,8
0,4 4,2
0,6 7,5
0,8 11,2
1,0 15,4
1,2 20,5
1,4 26,7
1,6 33,4
1,8 41,0
2,0 48,8
2,2 57,7
2,4 67,2
2,6 77,3
2,8 88,7

Ditanya (4 pertanyaan)
No 3.1. Buatlah tabulasi dan plotting t/V (dalam detik/ft
3
) vs V (dalam ft
3
) di kertas
grafik untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut
No 3.2. Berapa porositas cake?
No 3.3. Berapa tahanan medium filter?
No 3.4. Berapa permeabilitas cake (dalam darcy)?
Jawab:
Kerjain sendiri aja..

4. Kompresor tiga tahap digunakan untuk mengkompresi 180 standar ft3/min metana dari 14
ke 900 lbf/in
2
abs. Kompresor dirancang secara adiabatik dengan minimal kebutuhan
listrik. Temperatur masuk ke masing-masing kompresor 80
0
F. Untuk cakupan temperatur
di kompresor, Cp metana = 9,3 Btu/(lbmol.
0
F) dan k metana = 1,31. Satu lbmol = 378,7
standar ft
3
. Satu Btu/lbmol = 2,3247 Joule/mol.

19

Ditanya (4 pertanyaan)
No 4.1. Berapa rasio tekanan luar terhadap tekanan masuk di masing-masing kompresor?
No 4.2.Berapa brake kW masing-masing kompresor kalau efisiensi mekanis = 80% (dalam
Kw)?
No 4.3. Berapa temperatur metana keluar dari masing-masing kompresor (dalam 0F)?
No 4.4. Berapa beban panas di masing-masing intercooler (antar kompresor) (dalam
Btu/jam)?
Konstanta gas = 1,987 Btu/lbmol.
0
R) = 1,987 kal/(mol.K)

Jawab :
Diketahui:
Kompresor 3 tahap
Q = 180 ft3/min metana = 0,475 lbmol/min = 7,605 lb/min = 3,449,55 gr/min
P1 = 14 psia
P4 = 900 psia
T in = 80
0
F
Cp metana = 9,3 BTU/(lbmol.
0
F)
k metana = 1,31
M metana = 16 lb/lbmol = 16 gr/mol
Jawab:
Untuk soal ini sketsa gambarnya adalah seperti ini:

4.1 Rasio tekanan luar terhadap tekanan masuk di masing-masing kompresor:
Total power yang dibutuhkan akan minimum jika ratio tekanan di setiap stage sama:


900
14

4,0059 4
Dengan demikian, rasio antara

4
20

Jika kita ingin menghitung tekanan masuk, maupun keluar pada masing-masing
kompresor, maka kita akan memperoleh:

14
4

56
900

225

4.2. Brake kW masing-masing kompresor kalau efisiensi mekanis = 80%

1
Persamaan diatas adalah persamaan utnuk kerja pompa secara adiabatis. Karena rasio
kompresor (nilai P in / P out) sama dan temperatur fluida masuk fluida ke setiap
kompresor adalah sama, maka kerja dari ketiga pompa adalah sama.




300 . 8,314 . 1,4
16

. . . 0,4
4
,
,
1




3449,55

65,16

914682,678

.

.

15244,7113 15,224



15,244


0,8
15,244


Brake = 19,055 Kw
Jadi brake atau kerja sesungguhnya dari masing-masing komresor tersebut adalah sebesar
19,055 kw.a
4.3 Temperatur metana keluar dari masing-masing kompresor


4.4 Beban panas di masing-masing intercooler (antar kompresor)







21

5. Udara mengalir secara steady state dan secara isentropik dalam nosel konvergen divergen
sebagai berikut

Pada throat (kerongkongan), udara pada tekanan 140 kPa (abs) dan temperatur 60. Luas
penampang throat = 0,05 m2. Pada posisi 1 bagian divergen, tekanan= 70 kPa (abs).
Cp/Cv = 1,4; R=287 J/(kg.K); densitas udara = 1,4 kg/m3. Titik 0 diangap posisi reservoir.
Tentukan:
a. Po (kPa)
b. To ()
c. Mach number di titik 1 (Ma
1
)
d. T
1
()
e. V
1
(m/detik)
f. A
1
(m
2
)
Jawab:
Diketahui: steady state, isentropic
P
th
= 140 kPa
T
th
= 60 = 333 K
A
th
= 0,05 m
2
= 1,4 kg/m
3
P1 = 70 kPa
K = Cp/Cv = 1,4
R = 287 J/kg.K
Jawab:
a. Po=...?
P1<P
th
chocked flow Ma
th
= 1
Hubungan antara tekanan dengan suhu pada aliran gas satu dimensi adalah


Karena nilai To tidak diketahui, Nilai To/Tth diperoleh dengan persamaan, yaitu


1
2
1

1,4 1
2
1
Nilai To/T
th
, kemudian dimasukkan dalam persamaan dan diperoleh Po, yaitu

1,2
,
,

22

1,2
,
,
165,01
b. To = ...?
Dengan menggunakan nilai To/T
th
, nilai To dapat diketahui, yaitu sebagai berikut
To = 1,2 T
th
= 399,6 K
c. Ma
1
= ...?
Dengan menggunakan persamaan, yaitu

1
2
1


Nilai Ma
1
dapat dicari, yaitu sebagai berikut


2
1


2
1,4 1


265,01
70
,
,
1 6,7
T
1
= ...?
Nilai T1 dapat ditentukan pula dengan persamaan, yaitu sebagai berikut

399,6
70
265,01
,
,
273,2
d. V
1
= ...?
Dengan mengasumsikan udara yang mengalir merupakan gas ideal, besar kecepatan
suara dalam udara ditentukan dengan persamaan, yaitu


Dimana M udara=29. Besarnya c kemudian digunakan untuk menentukan kecepatan
aliran udara dengan persamaan
V
1
= c Ma
1
Sehingga kecepatan aliran adalah sebagai berikut



23

6,7
1,4 287

.
273,2
29

412,21
m
s

e. A
1
=...?
Dengan menggunakan bilangan Mach dan nilai k, besarnya luas penampang A
1
dapat
ditentukan dengan persamaan, yaitu sebagai berikut

1
2
1
1
2
1


0,05

6,7

6,7

1,4 1
2
1
1,4 1
2
1

,
,
4,29



6. Udara pada kondisi 25, 1 atm mengalir melalui pelat dengan kecepatan free-stream
(V) = 3m/detik. Profil kecepatan pada pelat memenuhi persamaan V/V = 3/2
3
,
dimana = y/ dan = tebal boundary layer, pada sembarang x dari ujung depan pelat.
Untuk udara, v = 1,5x 10
-5
m
2
/detik; = 1,23 kg/m
3
. Tentukan pada x = 1 meter
a. Re
x

b. (dalam m)
c.
w
(dalam Newton/m
2
)
Jawab:
Diketahui:
T= 25
P = 1 atm
V 3 /
= y/
= tebal boundary layer
V= 1,5 x 10
-5
m
2
/s

Jawab:
V/V = 1,5 0,5
3
x = 1 m
= 1,23 kg/m
3
a. Re
x
=...?


3 1
1,5 10

2 10


b. =...?
Tebal boundary layer dapat ditentukan dengan persamaan
24

5

,
5
1,5 10

3
0,5

c.


Shear stress ditentukan dengan persamaan, yaitu


Nilai V=V(1,5 0,5
3
) dan kemudian disubstitusi dalam persamaan dan
diperoleh

V

1,5 0,5 3

1,5

0,5

1,5

0,5
3


Pada dinding, y=0 sehingga diperoleh
V

1,5


1,5 10

1,23 3
1,5
0,011
0,0075

.



7. Sebuah pompa yang dites di lab utnuk menyedot air. Kavitas terjadi ketika jumlah head
tekanan statik dan kecepatan pada inlet pompa = 3,5 m pada tekanan atmosfir 150 mm Hg
dan tekanan uap 1,8 kPa. Jika diameter dalam pipa 2 inch dan panjang pipa 10 m
digunakan dari reservoir air ke inlet pompa dan densitas air = 9,98 kg/m
3
; densitas air
raksa 13600 kg/m
3
; viskositas = 1,1 x 10
-3
kg/(m.detik) dan g = 9,81 m/detik
2
, tentukan
kavitas terjadi
a. Kecepatan air pada inlet pompa (V
1
) dalam m/detik
b. Friction loss head (h
f1
) dalam m pada pipa
c. Posisi pompa di atas reservoir air (z
1
) dalam m
d. Sebutkan minimum 3 cara untuk bisa menaikkan posisi pompa tanpa terjadi kavitas
Jawab :
Diketahui :

25

Po = 750 mm Hg = 100 kPa
P
0
= 1,8 kPa
D = 2 = 0,0508 m
L = 10 m
Head inlet = 3,5 m

w
= 998 kg/m
3

Hg
= 13600 kg/m
3
= 1,1 x 10
-3
kg/m.s
g = 9,81 m/s
2