Anda di halaman 1dari 6

Merie Octavia

PR Tumbuh Kembang
11.2012.096/ FK UKRIDA
1. Cara mengukur perkembangan anak yang praktis ?
a. Melalui Kartu KMS / kartu KKA


b. Tabel perkembangan anak (seperti tertera pada buku KIA)







2. Perbedaan ASI dan susu formula
Kandungan colostrum berbeda dengan air susu yang mature, karena colostrum
mengandung berbeda dengan air susu yang mature, karena colostrum dan hanya
sekitar 1% dalam air susu mature, lebih banyak mengandung imunoglobin A (IgA),
laktoterin dan sel-sel darah putih, terhadap, yang kesemuanya sangat penting untuk
pertahanan tubuh bayi, terhadap serangan penyakit (Infeksi) lebih sedikit mengandung
lemak dan laktosa, lebih banyak, mengandung vitamin dan lebih banyak mengandung
mineral-mineral natrium (Na) dan seng (Zn) (Roesli, 2005).
Berdasrkan sumber dari Food and Nutrition Boart, National research Council
Washington tahun 1980 diperoleh perkiraan komposisi kolostrum ASI dan susu sapi
untuk setiap 100 ml seperti tertera pada tabel berikut:


Perbandingan komposisi kolostrum, ASI dan susu sapi dapat dilihat pada tabel 1.
Dimana susu sapi mengandung sekitar tiga kali lebih banyak protein daripada ASI.
Sebagian besar dari protein tersebut adalah kasein, dan sisanya berupa protein whey
yang larut. Kandungan kasein yang tinggi akan membentuk gumpalan yang relatif
keras dalam lambung bayi bila bayi diberi susu sapi, sedangkan ASI walaupun
mengandung lebih sedikit total protein, namun bagian protein wheynya lebih
banyak, sehingga akan membetuk gumpalan yang lunak dan lebih mudah dicerna
serta diserapoleh usus bayi. Sekitar setengah dari energi yang terkandung dalam ASI
berasal dari lemak, yang lebih mudah dicerna dan diserap oleh bayi dibandingkan
dengan lemak susu sapi, sebab ASI mengandung lebih banyak enzim pemecah lemak
(lipase). Kandungan total lemak sangat bervariasi dari satu ibu ke ibu lainnya, dari
satu fase lakatasi air susu yang pertama kali keluar hanya mengandung sekitar 1 2%
lemak dan terlihat encer. Air susu yang encer ini akan membantu memuaskan rasa
haus bayi waktu mulai menyusui. Air susu berikutnya disebut Hind milk,
mengandung sedikitnya tiga sampai empat kali lebih banyak lemak. Ini akan
memberikan sebagian besar energi yang dibutuhkan oleh bayi, sehingga penting
diperhatikan agar bayi, banyak memperoleh air susu ini (Roesli, 2005).

Referensi : diunduh dari
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22283/4/Chapter%20II.pdf

3. Kriteria AFASS
Bayi dari ibu penderita HIV positif
WHO mengajukan kriteria AFASS untuk pemberian PASI pada bayi yang lahir dari
ibu penderita HIV positif, yaitu :
Acceptable (diterima)
Ibu tidak mempunyai hambatan sosial budaya untuk memilih makanan alternatif atau
tidak ada rasa takut akan stigma dan diskriminasi
Feasible (terlaksanakan)
Ibu atau keluarga punya cukup waktu, pengetahuan, ketrampilan dan lainnya untuk
menyiapkan dan memberikan makan pada bayinya. Ibu mendapat dukungan bila ada
tekanan keluarga, masyarakat dan sosial.
Affordable (terjangkau)
Ibu dan keluarga mampu melakukan pembelian, pembuatan, dan penyiapan makanan
pilihan, termasuk bahan makanan, bahan bakar dan air bersih. Tidak menggunakan
dana untuk kesehatan dan gizi keluarga.
Sustainable (bersinambungan)
Makanan pengganti yang diberikan kepada bayi harus setiap hari dan atau malam
(tiap 3 jam) dan dalam bentuk segar. Distribusi makanan tersebut harus berkelanjutan
sepanjang bayi membutuhkan.
Safe (aman, bersih berkualitas) Makanan pengganti harus disimpan secara benar,
hygienis dengan kuantitas nutrisi yang adekuat.
Secara umum, pemberian makanan pada bayi yang berasal dari ibu penderita HIV
positif dapat diuraikan sebagai berikut:
Bila ibu memilih tetap memberikan ASI, maka ASI diberikan hanya selama 6 bulan
dan kemudian dihentikan. ASI diperah dan dihangatkan 56C selama 30 menit.
Bila ibu memilih untuk memberikan susu formula, maka susu formula harus diberikan
dengan memenuhi 5 kriteria AFASS
Tidak boleh memberikan ASI secara bersamaan dengan susu formula
Sumber : http://idai.or.id/public-articles/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-hak-bayi.html
4. Pada usia berapa tidak diperlukan koreksi usia?
Koreksi usia adalah untuk penyesuaian prematuritas; dilakukan pada anak yang lahir
lebih 2 minggu sebelum hari perkiraan lahir dan mereka yang berumur sebelum 2
tahun.
Referensi : Frakenburg WK, Josiah Dodds, Philip Archer, et al. Denver II Training
Manual.
5. Alasan memberikan PASI usia 6 bln ?
Ada 4 alasan yang mendasari dimulainya pemberian MPASI pada usia 6 bulan ini.
Pertama, setelah 6 bulan, bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada
yang tersedia di dalam ASI. Kedua, sebelum usia 6 bulan, enzim pencernaan bayi
belum sempurna sehingga bayi belum dapat mencerna zat tepung dan protein. Ketiga,
sebelum usia 6 bulan, sistem kekebalan usus bayi pun belum sempurna. Akibatnya,
sistem kekebalan usus yang berfungsi melindungi usus dari makanan sumber protein,
belum cukup diproduksi, sehingga banyak protein yang masuk ke dalam sel-sel usus
malah merangsang reaksi alergi dan intoleransi. Keempat, usia 6 bulan adalah saat
bayi mulai belajar mengunyah dan mulai bisa menelan makanan padat sehingga risiko
tersedak menjadi berkurang.

Sumber : WHO. 2004. Pemberian makanan tambahan (makanan untuk anak
menyusui). EGC