Anda di halaman 1dari 16

Oleh :

Suryani Jati R k2311075


UNS/ FKIP/ Fisika
Keberada
annya
Sifat sifat
nya
Unsur-
unsur nya
Kestabilan
monoatomik
Helium
Merupakan unsur pertama gas mulia dalam tabel periodik
dan memiliki nomor atom 2, Konfigurasi elektron : 1s
2
Helium memiliki sifat-sifat unik lainnya, yaitu sebagai satu-
satunya benda cair yang tidak bisa diubah bentuknya
menjadi benda padat hanya dengan menurunkan suhu.
Campuran helium dan oksigen digunakan sebagai udara
buatan untuk para penyelam dan para pekerja lainnya yang
bekerja di bawah tekanan udara tinggi.
Helium digunakan dalam kryogenik, sistempernafasan laut
dalam untuk mendinginkan magnet superkonduktor.Sebagai
pengisi balon-balon raksasa yang memasang berbagai iklan.
sebagai gas pelindung untuk penggunaan industri Sebagai
pendingin reaktor nuklir.
Neon
Neon memiliki lambang Ne dengan nomor
atom 10
Memiliki konfigurasi elektron [He] 2s
2
2p
6
Neon termasuk kelompok gas mulia yang tak
berwarna dan lembam (inert ).
Neon digunakan untuk pengisi bola lampu
dilandasan pesawat terbang, karena Ne
menghasilkan cahaya terang denganintensitas
tinggi apabila dialiri arus listrik. Neon cair
digunakan sebagai zat pendingin. Neon
digunakan sebagai penangkal petir danpengisi
tabung-tabung televisi.
Argon
Argon adalah suatu unsur kimia dalamsistem
periodik yang memiliki lambang Ar dan nomor
atom 18.
Sekitar 1% dari atmosfer bumi adalahArgon.
Jumlahnya terus bertambah karena Kalium
yang radioaktif berubah menjadi Argon.
argon dimanfaatkan untu mengisi bola lampu,
karena Argon tidakbereaksi dengan filamen
walaupun pada temperatur tinggi. Pengisi
tabung pemadam kebakaran.
Kripton
Kripton adalah suatu unsur kimia dalam
sistem periodik yang memiliki lambang Kr
dan nomor atom 36
Konfigurasi elektron : [Ar] 3d
10
4s
2
4p
6
Kegunaan : pengisi bola lampu blitz pada
kamera. Kripton dapat digabungkan
dengan gas lainuntuk membuat sinar hijau
kekuningan yangdapat digunakan sebagai
kode dengan melemparkannya ke udara.
Dicampurkan dengan Argon untuk
mengisilampu induksi
Xenon
Xenon adalah unsur dengan lambang kimia Xe
,nomor atom 54 dan massa atom relatif 131,
29; berupa gas mulia, tak berwarna, tak berbau
dan tidak ada rasanya.
Konfigurasi elektron : [Kr] 5s
2
4d
10
5p
6
Xenon tidak beracun tapi senyawanya sangat
beracun karena sifat oksidatornyayang sangat
kuat.Xenon digunakan nutuk mengahsilkan
cahaya terang pada lampu blitz (flash gun).
Karenamempunyai sifat anestesi (pemati rasa),
gas xenon juga digunakan untuk membius
pasien pada proses pembedahan.
Radon
Radon adalah suatu unsur kimia dalam
sistemperiodik yang memiliki nomor atom 86
Konfigurasi elektron : [Xe] 4f
14
5d
10
6s
2
6p
6
Radon termasuk Gas Mulia dan radioaktif
Radon kadang digunakan oleh beberapa rumah
sakit untuk kegunaan terapeutik radon juga
digunakan dalam penyelidikan hidrologi yang
mengkaji interaksi antara air bawah tanah, anak
sungai dan sungai. Radon adalah bahan
beradioaktif, sangat berbahaya untuk
menghirup unsur ini karena Radon
menghasilkan partikel alpha
Gas mulia adalah unsurunsur yang
terdapat pada golongan VIIIA dalam
sistem periodik, yaitu Helium (He), Neon
(Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon
(Xe), dan Radon(Rn). Disebut gas mulia
karena sifatnya yang sangat sukar untuk
bereaksi. Unsur-unsur gas mulia
semuanya terdapat di alam, kecuali
radon yang hanya terdapat sebagai
isotop radioaktif berumur pendek.
Kelimpahanunsur gas muliadi
udara
SIMBOL NAMAUNSUR KELIMPAHAN
(ppm per volume)
He Helium 5,24
Ne Neon 18,20
Ar Argon 9,340
Kr Kripton 1,14
Xe Xenon 0,087
Rn Radon -
Dengan konfigurasi elektron yang sangat
penuh, gas mulia termasuk unsur
yangstabil, artinya sukar bereaksi dengan
unsur lain, sukar untuk menerima elektron
maupun untuk melepaskan elektron. Gas
mulia umumnya tidak berbau, tidak
berwarna, tidak berasa dan sedikit larut
dalam air. Mempunyai elektron valensi 8,
khusus untuk helium memiliki elektron
valensi 2
SIFAT He Ne Ar Kr Xe Rn
No Atom 2 10 18 36 54 86
Elektron Valnsi 2 8 8 8 8 8
J ar i-jar i Atom 0,50 0,65 0,95 1,10 1,30 1,45
Titik Leleh (C) -272,2 -248,8 -189,4 -157,2 -111,8 -71
Titik Didih (C) -268,9 -246,0 -185,9 -153,4 -108,1 -62
Ener gi Ionisasi
(KJmol
-1
)
2640 2080 1520 1350 1170 1040
Ainitas Elektron
(KJmol
-1
)
21 29 35 39 41 41
Densitas 0,178 0,9 1,78 3,37 5,89 9,73
Dari tabel di atas diketahui bahwa gas mulia mempunyai titik
leleh serta titik didih sangat rendah. Titik didih helium
mendekati nol absolut (0 K), titik didih gas mulia
hanya beberapa derajat di atas titik lelehnya. Rendahnya titik
didih gas mulia dapat diterangkan karena gas mulia gas mulia
terdapat sebagai gas monoatomik. Gaya tarik menarik antara
molekulnya hanya gaya London (gaya dispersi) yang sangat
lemah. Dari tabel dapat dilihat titik didih dan titik leleh gas
mulia makin tinggi dengan makin besarnya nomor atom. Hal itu
menunjukkan bahwa gaya tarik menarik antar atom (ikatan
vanderwaals) sangat lemah. Gas mulia hanya akan mencair
atau menjadi padat jika energi molekul-molekulnya menjadi
sangat dilemahkan yaitu pada suhu yang sangat rendah. Dari
atas ke bawah seiring bertambahnya massa atom relatif gaya
dispersinya. Semakin besar potensial ionisasinya makin kecil
titik didih dan titik leleh makin besar
Gas mulia yang diisolasi diketahui sebagai gas monoatomik
(atom-atom yang berdiri sendiri).Hal itulah yang
menyebabkan gas mulia sukar bereaksi (bersifat inert). Dari
konfigurasi elekton gas mulia, dua elektron dari He membuat
subkulit s menjadi penuh dan unsur-unsur gas mulia lain
pada kulit terluarnya terdapat 8 elektron. Karena kulit
terluarnya telah penuh maka gas mulia bersifat stabil
(Rahayu, 2010). Kestabilan dari gas mulia ini terlihat dari
energi ionisasinya yang besar dan afinitas elektron yang
kecil. Hal ini berarti gas mulia sukar melepaskan electron
dan mempunyai kecenderungan yang kecil untuk
menangkap elektron. Dengan demikian gas mulia sukar
bereaksi dengan zat lain atau kereaktifan gas mulia sangat
rendah