Anda di halaman 1dari 8

1.

Leflunomide ( Arava)
Farmakologi : Merupakan pro-drug yang dalam tubuh diubah menjadi metabolit aktif
dan bekerja menghambat sintesis pirimidin sintase. Obat ini aktif pada
pemberian per oral dengan waktu paruh beberapa minggu. Oleh karena
itu, obat ini diberikan dengan dosis muat (loading dose) sampai tercapai
kadar mantap, selanjutnya diberikan sekali sehari. (farmakologi UI)
Indikasi : Penggunaanya masih terbatas untuk arthritis rheumatoid.
Dosis dan cara pemberian
Oral : 100 mg/ hari selama 3 hari, kemudian 10 20 mg/ hari.m-sum tulang,
KontraIndikasi : Wanita yang sedang atau mungkin hamil, laktasi. Status imunodefisiensi
berat, gangguan fungsi sum-sum tulang atau anemia yang jelas,
leucopenia, trombositopenia, atau neutropenia karena sebab lainnya
selain AR, ineksi serius, insufisiensi ginjal dari sedang sa,api dengan
berat, gangguan fungsi hati, hipoproteinemia berat.(MIMS)
Interaksi Obat : Obat hepatotoksik, atau hematotoksik, alcohol, fenitoin.
Efek Samping : Peningkatan enzim hati, gangguan fungsi ginjal, dan efek
teratogenik.(farmakologi UI)
Perhatian dan peringatan
Pasien dengan hepatotoksik atau hematotoksik DMARD. Anemia,
lekopenia, trombositopenia, gangguan fungsi sumsum tulang atau
berisiko mengalami supresi sumsum tulang, insufisiensi ginjal. Bayi
dan usia lanjut. Anak <18 tahun. Dapat mempengaruhi kemampuan
mengendarai atau menjalankan mesin. (MIMS)
Bentuk sediaan Obat : Tablet
Sediaan Obat jadi : Arava 10mg, 20mg, dan 100mg
2. Siklosporin.
Farmakologi : berkhasiat imunosupresif istimewa dengan jalan menghambat secara
spesifik respon-imun seluler. Proliferasi T-helpercells dan cytotoxic sel
dihambat secara selektif dan reversible. Juga menghambat sintesis IL-2
dan sitokin sel T lainnya. (OOP dan PAPDI)
Indikasi : bermanfaat pada beberapa penyakit autoimun seperti sindrom Behcet,
Uveitis endogen, psoriasis, dermatitis atopik rematoid arthritis, dan
sindrom nefrotik. (farmakologi UI)
Dosis dan cara pemberian
Oral : 2,5 -5 mg/kgbb/ hari terbagi dalam 2 dosis selama 6 minggu. Maksimal
4mg/kgbb. (mims)
KontraIndikasi : Hipersensitifitas pada siklosporin, hipertensi abnormal, infeksi tak
terkendali atau keganasan. (MIMS)
Interaksi Obat : pemeberian bersama fenobarbital, fenotoin, trimetropim-
sulfametoksazol dan rimfampisin mempercepat eliminasidan menurunkan
kadar siklosporin. (Farmakologi UI)
Efek Samping : Mual parestesia, tremor, sakit kepala, hipertrofi gusi, hpertrikosis,
hipertensi, gangguan ginjal, sepsis.(PAPDI)
Perhatian dan peringatan
Fungsi dan ginjal harus di pantau secara ketat, monitor skilosporin
melalui kadar darah, kreatinin serum dan tekanan darah. Laktasi dan
anak. (MIMS)
Bentuk sediaan Obat : Ampul , kapsul, suspensi
Sediaan Obat jadi : Sandimmun Neoral Ampul 50mg/ml, Kapsul 25mg dan 50 mg,
Suspensi 100mg/ml.
3. D- Penicillamine (Cuprimine)
Farmakologi : merupakan zat anti radang dan anti erusif. penisilamin diabsorpsi secara
baik dari saluran cerna (40-70%), diekskresi secara cepat melalui urin,
ini merupakan kelebihan penisilamin. Kadar puncak dalam darah
diperoleh antara 1-2jam setelah obat diberikan. Waktu paruhnya 1 jam.
Biotransformasi penisilamin sebagian besar terjadi dalam hati, dan
sedikit sekaliyang diekskresi dalam bentuk asal. Bentuk metabolt yang
dijumpai dalam urin dan tinja. (farmakologi UI, OOP)
Indikasi : penisilamin digunakan untuk mengobati keracunan tembaga, merkuri,
timbal, dan mengobati penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikular
karena kelebihan tembaga), sistinuira dan untuk arthritis rheumatoid.
Dosis dan cara pemberian
Oral : 250-750 mg/ hari
KontraIndikasi : Wanita Hamil, pasien yang oernah mengalami agranulositosis atau
anemia aplastik akibat penisilamin, dan insufisiensi ginjal.
Interaksi Obat : penisilamin agak resisten terhap sistein desulfhidrase atau L-asam
amino oksidase. Penisilamin menghambat fungsi sel T-helper dan
angiogenesis. farmakologi UI, PAPDI)
Efek Samping : mual, hilangnya rasa kecap, penurunan trombosit yang reversible.
(PAPDI)
Perhatian dan peringatan
Hati-hati dengan pasien insufisiensi ginjal dan pasien dengan anemia.
farmakologi UI
Bentuk sediaan Obat : Kapsul dan Tablet
Sediaan Obat jadi : Kapsul 125mg atau 250mg, Tablet 250mg.

4. Garam Emas Thiomalate (Myochrysine)
Farmakologi : mekanisme kerjanya makrofag angiogenesisi dan protein kinase C.
Indikasi : digunakan dalam terapi arthritis rheumatoid
Dosis dan cara pemberian
I.M : 25 50mg setiap 2-4 minggu
KontraIndikasi :
Interaksi Obat :
Efek Samping : ulkus mulut, ruam, gejala vasomotor setelah injeksi, leucopenia,
trombositopenia, proteinuria, kolitis.
Perhatian dan peringatan

Bentuk sediaan Obat : Vial
Sediaan Obat jadi :









5. Auranofin (Ridaura)
Farmakologi : merupakan anti-erosif (mengehentikan atau memperlambat progress
kerusakan tulang rawan) terutama menghambat makrofag dan fungsi PMN. ( OOP,
Papdi)
Indikasi : pilihan kedua setelah sulfasalazin atau hidroksiklorokuin kurang
berhasil (OOP)
Dosis dan cara pemberian
Oral : 2 kali/ hari atau 6 mg/hari. farmakologi UI, PAPDI)
KontraIndikasi : Wanita Hamil, pasien yang pernah mengalami agranulositosis atau
anemia aplastik akibat penisilamin, dan insufisiensi ginjal.
Interaksi Obat : penisilamin agak resisten terhap sistein desulfhidrase atau L-asam
amino oksidase. Penisilamin menghambat fungsi sel T-helper dan
angiogenesis. farmakologi UI, PAPDI)
Efek Samping : karena tidak bekerja analgetis , maka biasanya dikombinasi dengan
NSAIDs. (OOP)
Perhatian dan peringatan
Bentuk sediaan Obat
Sediaan Obat jadi .






6. Infliximab (Remicade)
Farmakologi : meningkatkan TNF- dan menghambat sitokin lain seperti IL-1, IL-6,
dan molekul-molekul adesi yang berperan pada migrasi dan aktivasi leukosit. Masa
paruhnya panjang sekali 8-9 hari dan efeknya baru Nampak setelah 2-3 minggu.
(Farmako UI, Papdi,OOP)
Indikasi : pengobatan arthritis rheumatoid dan arthritis psoriatic, dan dapat
digunakan dalam kombinasi dengan Metotreksat. (Farmako UI)
Dosis dan cara pemberian
Injeksi : 3 mg/kgBB, IV (Infus Pelan) pada minggu ke 0,2 dan 6 kemudian
setiap 8 minggu (PAPDI)
KontraIndikasi : pasien dengan infeksi kronik aktif atau terlokalisir. Sepsis atsu resiko
sepsis.
Interaksi Obat : biasanya digunakan sebagai obat tambahan pada MTX guna mengurangi
erosi sendi. (OOP)
Efek Samping : Reaksi infuse, peningkatan resiko infeksi termasuk reaktivasi TB,
gangguan demyelinisasi(PAPDI)
Perhatian dan peringatan : riwayat infeksi berulang atau dengan kondisi yang mendasari
(Tambahan terhadap AR), yang merupakan presdiposisi terhadap
timbulnya infeksi. Hamil dan Laktasi. Riawayat diskrasia darah;
eavluasi perlu dilakukan segera jika pasien menunjukkan tanda dan
gejala diskrasia darah atau infeksi.
Bentuk sediaan Obat : Vial (MIMS)
Sediaan Obat jadi : Enbrel 50mg/mL


7. Rituximab (Rituxan, Mabthera)
Farmakologi : antibodi anti sel- (CD-20) Papdi,
Indikasi : LimfoMA Non Hodgkin dengan sel non aktif yang kemoresisiten
atau mengalami relaps. Artritis rheumatoid. MIMS)
Dosis dan cara pemberian
Injeksi : 1000mg setiap 2 minggu x 2 dosis (PAPDI)
KontraIndikasi : infeksi aktif dan berat seperti TB atau sepsis dan infeksi oppurtunistik
atau pada pasien dengan gangguan sistem imun yang berat.
Interaksi Obat :
Efek Samping : reaksi infuse, aritmia jantung, hipertensi, infeksi reaktivitas hepatitis B,
sitopenia, reaksi hipersensitivitas(PAPDI)
Perhatian dan peringatan : sindrom pelepasan sitokin yang berat, sondrom lisis tumor,
pasien dengan riwayat penyakit paru yang sudah ada sebelumnya,
riwayat penyakit jantung, reaksi infus, infeksi, penggunaan bersama
DMARD lain, Hamil dan laktasi (MIMS)
Bentuk sediaan Obat : Vial
Sediaan Obat jadi : Mabethra : Vial 100mg/10mL






8. Abatacept (Orencia)
Farmakologi : menghambat aktivitas Sel T (costimulation blockers). (PAPDI)
Indikasi : Artritis rheumatoid.
Dosis dan cara pemberian
Oral : 10mg/kgBB setiap 4 minggu. (PAPDI)
KontraIndikasi :
Interaksi Obat :
Efek Samping : reaksi infus, infeksi, reaksi hipersensitivitas, Eksasebasi COPD(PAPDI)
Perhatian dan peringatan :
Bentuk sediaan Obat : Tablet
Sediaan Obat jadi : 500mg, 750 mg dan 1000mg.

Anda mungkin juga menyukai