Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Diabetes sering disebut sebagai the great imitator, karena penyakit ini
dapat mengenai seluruh organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam
keluhan.gejalanya bervariasi. Gejala Diabetes Melitus dapat timbul secara
berlahan lahan sehingga pasien tidak menyadari akan adanya perubahan seperti
minum yang menjadi lebih banyak, BAK yang sering atau pun BB menurun.
Diabetes Melitus jika tidak di tangani dengan baik akan mengakibatkan
timbulnya komplikasi pada berbagai organ tubuh seperti Mata, Ginjal, antung,
!embuluh Darah Kaki, syara" dll.
Diabetes mellitus yang terdapat pada usia lanjut gambaran klinisnya
bervariasi luas dari tanpa gejala sampai dengan komplikasi nyata yang kadang#
kadang menyerupai penyakit atau perubahan yang biasa ditemui pada usia lanjut.
!revalensi DM pada lanjut usia cenderung meningkat, hal ini
dikarenakan DM pada lanjut usia bersi"at mukti"aktorial yang dipengaruhi "aktor
intrinsik dan ekstrinsik. $mur ternyata merupakan salah satu "aktor yang bersi"at
mandiri dalam pengaruhnya terhadap perubahan toleransi tubuh terhadap
glukosa. $mumnya pasien diabetes de%asa &'( termasuk diabetes tipe ). Dari
jumlah tersebut dikatakan *'( adalah pasien berumur + ,' tahun.
umlah penduduk dunia yang sakit diabetes mellitus cenderung
meningkat dari tahun ke tahun. -al ini berkaitan dengan jumlah populasi
meningkat, pola hidup, prevalensi obesitas meningkat dan kegiatan "isik kurang .
.aporan dari /-0 mengenai studi populasi DM di berbagai 1egara, jumlah
penderita diabetes mellitus pada tahun )''' di 2ndonesia menempati urutan ke#3
terbesar dalam jumlah penderita diabetes mellitus dengan prevalensi 4,3 juta
ji%a. $rutan diatasnya adalah 2ndia 567,8 juta ji%a9, :hina 5)',4 juta ji%a9, dan
Amerika ;erikat 578,8 juta ji%a9. !ada tahun )'7' jumlah penderita DM di
2ndonesia minimal menjadi * juta dan di dunia )6&,& juta penderita.
Diperkirakan pada tahun )'6' prevalensi diabetes mellitus di 2ndonesia
meningkat menjadi )7,6 juta. Angka kesakitan dan kematian akibat DM di
2ndonesia cenderung ber"luktuasi setiap tahunnya sejalan dengan perubahan
gaya hidup masyarakat yang mengarah pada makanan siap saji dan sarat
karbohidrat 5Depkes <2, )'',9.
$ntuk menentukan diabetes usia lanjut baru timbul pada saat tua,
pendekatan selalu dimulai dari anamnesis, yaitu tidak adanya gejala klasik
seperti poliuri, polidipsi atau poli"agi. Demikian pula gejala komplikasi seperti
neuropati, retinopati dan sebagainya, umumnya bias dengan perubahan "isik
karena proses menua, oleh karena itu memerlukan kon"irasi pemeriksaan "isik,
kalau perlu pemeriksaan penunjang. !ada pemeriksaan "isik, pasien diabetes
yang timbul pada usia lanjut kebanyakan tidak ditemukan adanya kelainan#
kelainan yang sehubungan dengan diabetes seperti misalnya kaki diabetik, serta
tumbuhnya jamur pada tempat#tempat tertentu.
0leh karena itu, .ansia dengan Diabetes Melitus memerlukan asuhan
kepera%atan yang baik untuk mencegah hal#hal yang tidak diinginkan terjadi.
Makalah ini menggambarkan bagaimana asuhan kepera%atan pada lansia
dengan diabetes melitus.
B. RUMUSAN MASALAH
7. Apa de"inisi diabetes melitus=
). Apa saja etiologi diabetes melitus=
6. Bagaimanakah klasi"ikasi diabetes melitus=
3. Bagaimanakah mani"estasi klinis diabetes melitus=
*. Apa saja komplikasi diabetes melitus=
,. Bagaimanakah pato"isiologi diabetes melitus=
8. Bagaimnakah pemeriksaan diagnostik diabetes melitus=
4. Bagaimanakah penatalaksanaan diabetes melitus=
&. Bagaimanakah asuhan kepera%atan yang tepat pada pasien lanjut usia dengan
diabetes melitus=
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
>ujuan umum dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui
asuhan kepera%atan pada pasien lanjut usia dengan Diabetes Melitus
2. Tujuan Khusus
7. Mahasis%a mengetahui pengertian diabetes melitus
). Mahasis%a mengetahui etiologi diabetes melitus
6. Mahasis%a mengetahui klasi"ikasi diabetes melitus
3. Mahasis%a mengetahui mani"estasi klinis diabetes melitus
*. Mahasis%a mengetahui komplikasi diabetes melitus
,. Mahasis%a mengetahui pato"isiologi diabetes melitus
8. Mahasis%a mengetahui pemeriksaan diagnostik diabetes melitus
4. Mahasis%a mengetahui pentalaksanaan diabetes melitus
&. Mahasis%a mengetahui asuhan kepera%atan pada pasien lanjut usia
dengan diabetes melitus
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI
Diabetes melitus adalah sekelompok kelainan yang ditandai oleh
peningkatan kadar glukosa darah 5hiperglikemia9. >erdapat penurunan dalam
kemampuan tubuh untuk berespon terhadap insulin dan atau penurunan atau tidak
terdapatnya pembentukan insulin oelh pankreas. 5 Baughman, )'''9
Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang dikarakteristikkan oleh
hiperglikemia, dandiakibatkan dari kerusakan produksi insulin, sekresi, atau
penggunaan. 2nsulin adalah hormon yang disekresi oleh sel beta dari pulau
langerhans pada pankreas. 51ettina, )''79
Diabetes melitus adalah suatu sindrom gangguan metabolisme dengan
hiperglikemia yang tidak semestinya sebagai akibat suatu de"isiensi sekresi
insulin atau berkurangnya e"ektivitas biologis dari insulin 5atau keduanya9.
5Greenspan, )'''9
Diabetes Melitus sesuai kriteria diagnosis DM dapat mengacu pada
rekomendasi ADA 5American Diabetes Association,2004), yang tidak
menunjukkan adanya pertimbangan spesi"ik umur. Diagnosis DM dibuat setelah
dua kali pemeriksaan gula darah puasa + 7), mg?dl 5dengan sebelumnya puasa
paling sedikit 4 jam9. !asien perlu dipastikan tidak dalam kondisi in"eksi akti"
atau sakit akut dalam pemeriksaan ini. Atau gula darah acak + )'' mg?dl dengan
gejala#gejala diabetes.
B. ETIOLOGI
DM disebabkan oleh karena peningkatan kadar gula dalam darah
5hiperglikemi9 akibat kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relati".
Absolut berarti tidak ada insulin sama sekali sedangkan relati" berarti jumlahnya
cukup?memang sedikit tinggi atau daya kerjanya kurang. 5Direktur Gi@i
Masyarakat Direktorat enderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen
Kesehatan <2. )''69
7. DM type 2 atau disebut DM yang tergantung pada insulin.
DM ini disebabkan akibat kekurangan insulin dalam darah yang
terjadi karena kerusakan dari sel beta pancreas. Gejala yang menonjol adalah
terjadinya sering kencing 5terutama malam hari9, sering lapar dan sering haus,
sebagian besar penderita DM type ini berat badannya normal atau kurus.
Biasanya terjadi pada usia muda dan memerlukan insulin seumur hidup.
). DM type 22 atau disebut DM yang tak tergantung pada insulin.
DM ini disebabkan insulin yang ada tidak dapat bekerja dengan baik,
kadar insulin dapat normal, rendah atau bahkan bahkan meningkat tetapi
"ungsi insulin untuk metabolisme glukosa tidak ada?kurang. Akibatnya
glukosa dalam darah tetap tinggi sehingga terjadi hiperglikemia, 8*( dari
penderita DM type 22 dengan obersitas atau ada sangat kegemukan dan
biasanya diketahui DM setelah usia 6' tahun.
Kegemukan atau obesitas salah satu "aktor penyebab penyakit DM,
dalam pengobatan penderita DM, selain obat#obatan anti diabetes, perlu
ditunjang dengan terapi diit untuk menurunkan kadar gula darah serta
mencegah komplikasi#komplikasi yang lain.
C. FAKTOR RESIKO
Adapun "aktor resiko dari diabetes melitusA 5American Diabetes
Association, )''89
7. <i%ayat keluarga dengan diabetes mellitus
). 0besitas
6. Gaya hidup dan kebiasaan "isik yang tidak akti"
3. <as?etnis 5A"rican American, latin, native American, asian american, paci"ic
islander9
*. <i%ayat Gestational Diabetes Mellitus 5GDM9 atau melahirkan bayi dengan
berat +3 kg
,. -ipertensi 5B73'?&' mm-g9
8. .evel kolesterol -D. C6* mg?d. 5'.&' mmol?.9 dan atau level trigliserida
+)*' mg?d. 5).4) mmol?.9
4. ;indrom polikistik ovarium atau nigrikan akantotik
&. <i%ayat penyakit vaskuler
D. KLASIFIKASI
Klasi"ikasi Diabetes Melitus adalah sebagai berikutA5Baughman, )'''9
7. >ipe 2 A 2nsulin#Dependent#Diabetes Melitus 52DDM9
a. *( sampai 7'( penderita diabetic adalah tipe 7. ;el#sel beta dari
pancreas yang normalnya menghasilkan insulin dihancurkan oleh proses
autoimun. Diperlukan suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula
darah.
b. A%itan mendadak biasanya terjadi sebelum usia 6' tahun.
). >ipe 22 A 1on#2nsulin#Dependent Diabetes Melitus 512DDM9
a. &'( sampai &*( penderita diabetic adalah tipe 22. Kondisi ini
diakibatkan oleh penurunan sensitivitas terhadap insulin 5resisten insulin9
atau akibat penurunan jumlah pembentukan insulin.
b. !engobatan pertama adalah dengan diit dan olahragaD jika kenaikan kadar
glukosa darah menetap, suplemen dengan preparat hipoglikemik
5suntikan insulin dibutuhkan jika preparat oral tidak dapat mengontrol
hiperglikemia9.
c. >erjadi paling sering pada mereka yang berusia lebih dari 6' tahun dan
pada mereka yang obesitas.
E. MANIFESTASI KLINIS
Adapun mani"estasi klinis dari Diabetes Melitus yaituA 5Baughman,)'''9
Da!"#"s T$" I
7. -iperglikemia berpuasa
). Glukosuria, dieresis osmotic, poliuria, polidipsia, dan poli"agia.
6. Gejala#gejala lain termasuk keletihan dan kelemahan.
3. Ketoasidosis diabetic 5DAK9 menyebabkan tanda#tanda dan gejala
gejala nyeri abdomen, mual muntah, hiperventilasi, napas bau buahD jika
tidak ditangani, perubahan tingkat kesadaran, koma, kematin.
Da!"#"s T$" II
7. .ambat 5selama tahunan9, intoleransi glukosa progresi".
). Gejala#gejala seringkali ringan dan dapat mencakup keletihan, mudah
tersinggung, poliuria, polidipsia, luka pada kulit yang sembuhnya lambat,
in"eksi vaginal, atau penglihatan kabur 5jika kadar glukosa sangat tinggi9.
6. Komplikasi jangka panjang jika diabetes tidak terdeteksi dalam %aktu
selama beberapa tahun 5mis., penyakit mata, neuropati peri"er, penyakit
vascular peri"er9, yang mungkin telah terjadi sebelum diagnose actual
ditetapkan.
F. KOMPLIKASI
Komplikasi yang berkaitan dengan kedua tipe diabetes digolongkan
sebagai akut dan kronis. 5Baughman, )'''9
7. Komplikasi akut
Komplikasi akut terjadi sebagai akibat dari ketidakseimbangan jangka pendek
dalam glukosa darah.
a. -ipoglikemia
b. Ketoasidosis diabetic 5DKA9
c. ;indrom hiperglikemia hiperosmolar non#ketotic 5--1K9
). Komplikasi kronis
$mumnya terjadi 7'#7* tahun setelah a%itan.
a. Makrovaskular 5penyakit pembuluh darah besar9A mengenai sirkulasi
koroner, vaskular peri"er dan vaskular serebral
b. Mikrovaskular 5penyakit pembuluh darah kecil9A mengenai mata
5retinopati9 dan ginjal 5ne"ropati9. Kontrol glukosa darah untuk
memperlambat atau menunda a%itan baik komplikasi mikrovaskular
maupun makrovaskular
c. !enyakit neuropatiA mengenai sara" sensorik motorik dan autonomi serta
menunjang masalah seperti impotensi dan ulkus pada kaki
G. PATOFISIOLOGI
!roses penuaan, gaya hidup, in"eksi,
keturunan, obesitas
Kelainan hormon tiroid, prolaktin, dan
hormon pertumbuhan
Ketidake"ekti"an insulin !eningkatan hormon jangka
panjang
DM
!engeluaran insulin berlebih oleh sel
beta pulau langerhans pankreas
Gangguan permeabilitas glukosa
dalam darah
!enurunan respon terhadap
insulin
!eningkatan hormon glukagon
Glukogenesis
-iperglikemia
-iperosmolaritas
Kalori keluar
MK% &"#'a&s"m!an(an
Nu#)s% Ku)an( Da)
K"!u#uhan Tu!uh
;el kelaparan
-ilang protein tubuh !roduksi energi
metabolisme
<espon peredaran
darah lambat
Kelelahan
MK% R"s&* In+"&s
MK% K","#han
Glukosaria
Diuretik osmotik
!oliuri
MK% R"s&*
C'")a
!roduksi urin meningkat
;ering ke kamar kecil
<asa lapar
meningkat
>ubulus ginjal idak mampu
mereabsorbsi air
!oli"agi
>rombosis
Aterosklerosis
-emokonsentrasi
MK% In#*,")ans a&#-#as
Makrovaskuler Mikrovaskuler
;irkulasi koroner ;irkulasi serebral
;irkulasi peri"er
antung ;erebral Ekstremitas
Gangren ;troke 2n"ark miokard
MK% K")usa&an
In#"()#as Ku,#
<etina Ginjal
<etinopati diabetik 1europati
<etinopati diabetik Gagal ginjal
Gangguan
penglihatan
MK% R"s&*
C'")a
!enyakit ne"ropati
Mengenai sara"
sensorik motorik
MK% Ham!a#an
M*!,#as Fs&
H. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
!emeriksaan diagnostik Diabetes Melitus diantaranyaA 51ettina, ;andra
M. )''7. pedoman prktek keperawatan. akartaA EG: 9
7. !eningkat kadar serum glukosa
a. ;ampel darah puasa 5FB;9 glukosa lebih dari 73'mg?dl, pada dua
kejadian memastikan DM.
b. ;ampel darah acak glukosa lebih dari )''mg?dl pada keberadaan gejala
klasik 5poliuria,polidipsia, poli"agia, dan penurunan berat badan9
memastikan DM.
c. ;ampel darah dua jam post prandial mengevaluasi metabolisme
glukosa, membantu kontrol.
). >estoleransi glukosa 5 0G>> 9 mungkin di indikasikan A
a. FB; didapatkan sebelum mengkonsumsi *' sampai )''g beban glukosa,
dan sampel darah di ambil pada G, 7,),6 dan kemungkinan 3 dan * jam
b. 1ilai darah diagnostik adalahA FB; kurang dari 73' mg?dl dan hasil )
jam serta satu nilai lain lebih dari )''mg?dl setelah beban glukosa 8*g.
6. -emoglobin glikosilat mengukur kontrol glikemik lebih dari periode ,'
sampai 7)' per hariD pengukuran assay "ruktosamin mengontrol lebih dari )'
hari.
I. PENATALAKSANAAN
!enatalaksanaan Diabetes melitus diantaranyaA 5Baughman, )'''9
>ujuan utama dari pengobatan yaitu untuk mencoba menormalisasi
aktivitas insulin dan kadar gula darah unuk menurunkan perkembangan
komplikasi neuropati dan vaskuler.tujuan terapeuitk pada masing#masing tipe
diabetes adalah untuk mencapai kadar glukosa darah 5euglikemia9 tanpa
mengalami hipoglikemia dan tanpa mengganggu akti"itas sehari#hari pasien
dengan serius.
>erdapat * komponen penatalaksanaan untuk diabetesA diit, latihan
5olahraga9, pemantauan, obat#obatan 5sesuai kebutuhan9, dan penyuluhan.
1. Fa)ma&*,*(s
!engobatan "armakologis diantaranyaA 5Greenspan, )'''9
Apabila terapi tanpa obat 5pengaturan diet dan olahraga9 belum
berhasil mengendalikan kadar glukosa darah penderita, maka perlu dilakukan
langkah berikutnya berupa terapi obat, baik dalam bentuk terapi obat
hipoglikemik oral, terapi insulin atau kombinasi keduanya.
a. T")a$ *!a# h$*(,&"m& *)a, .OHO/
Dibagi menjadi 3 golongan A
79 Golongan 0bat yang bekerja memicu sekresi insulin
a9 ;ul"onilurea
E"ek utama golongan ini meningkatkan sekresi insulin
oleh sel beta pankreas. ;ul"onilurea sebaiknya tidak diberikan
pada penyakit hati, ginjal dan tiroid. >ermasuk golongan ini A
579 Khlorpropamid
5)9 Glibenklamid
569 Gliklasid
539 Glikuidon
5*9 Glipisid
5,9 Glimepirid
b9 Glinid
Merupakan obat generasi baru ,cara kerjanya sama dengan
sul"onilurea dengan meningkatkan sekresi insulin "ase pertama.
Golongan obat ini terdiri dari ) macam obat, yaituA
579 <epaglinid
5)9 1ateglinid
)9 !enambah sensitivitas terhadap insulin
a9 Biguanid
Biguanid tidak merangsang sekresi insulin dan terutama
bekerja di hati dengan mengurangi hepatic glucose output dan
menurunkan kadar glukosa dalam darah sampai normal
5euglikemia9 serta tidak pernah menyebabkan hipoglikemia.
:ontoh golongan ini adalah met"ormin.
b9 >hia@olindion?glita@on
>hia@olindion berikatan pada peroHisome proli"erator
activated receptor gamma 5!!A<I9 suatu reseptor inti di sel otot
dan sel lemak. 0bat golongan ini memperbaiki sensiti"itas
terhadap insulin dengan memperbaiki transpor glukosa kedalam
sel. :ontoh golongan ini A pioglita@on 5Acto@9 dan <osiglita@on
5Avandia9.
69 !enambah al"a glukosidase ? acarbose
0bat ini bekerja secara kompetiti" menghambat kerja en@im
al"a glukosidase di dalam saluran cerna sehingga dengan demikian
dapat menurunkan penyerapan glukosa dan menurunkan glikemia
postprandial. 0bat ini bekerja di lumen usus dan tidak menyebabkan
hipoglikemia dan juga tidak berpengaruh pada kadar insulin.
39 Golongan inkretin
a9 2nkretin mimetik
579 enis A suntikan, belum masuk pasaran indonesia.
5)9 Mekanisme A menurunkan glukosa darah dengan cara
merangsang sekresi insulin dan menghambat sekresi
glucagon.
b9 !enghambat D!! 2J
579 Mekanisme A 0bat golongan baru ini mempunyai cara kerja
menghambat suatu en@im yang mendegradasi hormon
inkretin endogen yang berasal dari usus, sehingga dapat
meningkatkan sekresi insulin yang dirangsang glukosa,
mengurangi sekresi glukagon dan memperlambat
pengosongan lambung.
5)9 DosisA tunggal tanpa perlu penyesuaian dosis .dapat diberikan
monoterapi tetapi juga dapat dikombinasi dengan met"ormin,
glita@on atau sul"onylurea.
2ndikasi pemakaian 0bat -ipoglikemi 0ral A
79 Diabetes sesudah umur 3' tahun
)9 Diabetes kurang dari * tahun
69 Memerlukan insulin dengan dosis kurang dari 3' unit sehari
39 DM tipe ), berat normal atau lebih.
!. T")a$ Insu,n
Adapun pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung pada A
79 Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya.
)9 Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan
menyesuaikan dosisnya.
69 Aktivitas harian penuh penderita.
39 Kecekatan penderita dalam mempelajari dan mahami penyakitnya.
*9 Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari.
2. N*n0Fa)ma&*,*(s
!engobatan non "armakologis diantaranyaA 55Greenspan, )'''9, 5ay, )''79
a. P")"n1anaan Ma&an .'"#/
79 Kelompokan semua unsur makanan yang penting 5misalnya
vitamin, mineral9
)9 !encapaian dan pemeliharaan berat badan idealD pemenuhan
kebutuhan energi
69 !encegahan "luktuasi kadar gula darah sehari#hari yang luasD
pertahankan sedekat dan seaman mungkin pada kadar gula darah
normal
39 Kurangi kadar lemak darah, jika terjadi peningkatan
*9 !asian yang membutuhkan insulin untuk membantu mengontrol
kadar gula darahnya harus mempertahakan konsistensi dalam jumlah
kalori dan karbohidrat yang dimakan pada %aktu makan yang
berbeda
,9 $ntuk pasien obesitas 5terutama diabetes tipe )9 penurunan berat
badan merupakan kunci keberhasilan pengobatan dan "aktor
pencegahan utama untuk perkembangan diabetes
!rinsip !erencanaan Makan bagi !enyandang DM
79 Kebutuhan Kalori
Kebutuhan kalori sesuai untuk mencapai dan mempertahankan
Berat Badan ideal. Komposisi energiA
a9 KarbohidratA 3*#,*(
b9 !roteinA 7'#)'(
c9 .emakA )'#)*(
Makanan dibagi 6 porsi makanan utamaA 5pagi )'(9, siang 56'(9,
sore 5)*(9 dan ) kali makanan selingan 57'#7*(9.
Ta!", K"!u#uhan Ka,*) P"n2an'an( Da!"#"s
Ka,*)3&( BB '"a,
S#a#us (4 K")ja san#a S"'an( B")a#
Berat )* 6' 6*
1ormal 6' 6* 3'
Kurus 6* 3' 3'#*'
)9 Kebutuhan @at gi@i
a9 !rotein
Menurut konsensus pengelolaan diabetes di 2ndonesia
tahun )'',, kebutuhan protein untuk penyandang diabetes 10-
20% energi. !erlu penurunan asupan protein menjadi ',4
g?kgBB perhari atau 7'( dari kebutuhan energi dengan
timbulnya ne"ropati pada orang de%asa dan ,*( hendaknya
bernilai biologik tinggi.
b9 >otal lemak
Asupan lemak dianjurkan C8( energi dari lemak jenuh
dan tidak lebih dari 7'( energi dari lemak tidak jenuh ganda,
sedangkan selebihnya dari lemak tidak jenuh tunggal. Anjuran
asupan lemak di 2ndonesia adalah )'#)*( energi.
c9 .emak dan kolesterol
>ujuan utama pengurangan konsumsi lemak jenuh dan
kolesterol adalah untuk menurunkan risiko penyakit
kardiovaskuler. 0leh karena itu C8( asupan energi sehari
seharusnya dari lemak jenuh dan asupan kolesterol makanan
hendaknya dibatasi tidak lebih dari 6'' mg perhari.
d9 Karbohidrat dan pemanis
Anjuran konsumsi karbohidrat untuk orang dengan
diabetes di 2ndonesia adalah 45-5%!
579 ;ukrosa A Bukti ilmiah menunjukkan bah%a penggunaan
sukrosa sebagai bagian dari perencanaan makan tidak
memperburuk kontrol glukosa darah pada individu diabetes
tipe 7 dan ).
5)9 !emanis A Fruktosa menaikkan glukosa plasma lebih kecil
daripada sukrosa dan kebanyakan karbohidrat jenis tepung#
tepungan.
e9 ;erat
<ekomendasi asupan serat untuk orang dengan diabetes
sama dengan untuk orang yang tidak diabetes yaitu dianjurkan
mengkonsumsi )'#6* g serat dari berbagai sumber bahan
makanan.
"9 1atrium
Anjuran asupan untuk orang dengan diabetes sama
dengan penduduk biasa yaitu tidak lebih dari 6''' mg,
sedangkan bagi yang menderita hipertensi ringan sampai
sedang, dianjurkan )3'' mg natrium perhari.
69 Makanan yang dianjurkan dan dihindari
a9 Bahan makanan yang dianjurkan
579 ;umber karbohidrat kompleks A nasi, roti, mie, kentang,
singkong, ubi dan sagu.
5)9 ;umber protein rendah lemak A ikan, ayam tanpa kulit, susu
skim, tempe, tahu, dan kacang#kacangan
569 ;umber lemak dalam "umlah terbatas yaitu makanan yang
mudah dicerna. Makanan terutama diolah dengan cara
dipanggang , dikukus, disetup, direbus, dibakar.
539 #uah, contohA pepaya, apel, pisang 5pisang ambon sebaiknya
dibatasi9, kedondong, salak, semangka, apel, pir, jeruk,
belimbing, buah naga.
5*9 $a%uran dibagi ) golonganA sayur golongan A dan B
5a9 ;ayur golongan A bebas dikonsumsi, sangat sedikit
mengandung energy, protein, karbohidrat. enis
sayuran gol AA oyong, lobak, selada, jamur segar,
mentimun, tomat, sa%i, tauge, kangkung, kembang kol,
kol, lobak, labu air
5b9 ;ayur golongan B boleh dikonsumsi, tapi hanya 7''
gram?hari. enis sayuran gol B diantaranyaA buncis,
daun melinjo, daun pakis, daun singkong, daun pepaya,
labu siam, nangka muda, jagung muda, genjer, kacang
kapri, jantung pisang, daun beluntas, bayam, kacang
panjang, %ortel.
b9 Bahan makanan yang tidak dianjurkan 5dibatasi?dihindari9
579 Mengandung banyak gula sederhana seperti A
5a9 Gula pasir, gula ja%a
5b9 ;irup, jam, jeli, buahn#buahan yang dia%etkan dengan
gula , susu kental manis, minuman botol ringan dan es
cream
5c9 Kue#kue manis , dodol, cake, dan tarcis
5)9 Mengandung banyak lemak A cake, makanan siap saji,
goreng#gorengan.
569 Mangandung banyak natrium A ikan asin, telur asin, makanan
yang dia%etkan
!. La#han Jasman
79 !rinsip
!rinsip olah raga pada DM sama saja dengan prinsip olahraga
secara umum, yaitu memenuhi hal berikut ini 5F.I.T.T9 A
F)"&u"ns A jumlah olah raga perminggu sebaiknya dilakukan secara
teratur
In#"ns#asA ringan dan sedang yaitu ,' ( # 8'( M-<
Tm" 5durasi9A 6' ,' menit
T$" 5jenis9A olahraga endurance 5aerobic9 unuk meningkatkan
kemampuan kardiorespirasi seperti jalan, jogging, berenang, dan
bersepeda.
)9 enis
enis olah raga yang baik untuk pengidap DM adalah olah
raga yang memperbaiki kesegaran jasmani. 0leh karena itu harus
dipilih jenis olah raga yang memperbaiki semua komponen
kesegaran jasmani yaitu yang memenuhi ketahanan, kekuatan,
kelenturan tubuh, keseimbangan, ketangkasan, tenaga dan kecepatan.
:ontoh jenis#jenis olah raga yang di anjurkan utuk penderita
DM, adalah A
a9 ogging
b9 ;enam aerobic
c9 Bersepeda
d9 Berenang
e9 alan santai
"9 ;enam kesehatan jasmani 5;K9
69 !enga%asan selama latihan
a9 Monitor denyut nadi 5diperiksa setiap selesai tahap pemanasan,
latihan inti dan pendinginan.
b9 Monitor keluhan seperti A pusing, lemas, sesak, dll 5periksa
kembali kadar gula darah9.
1. P"n2u,uhan .E'u&as/
Edukasi merupakan bagian integral asuhan pera%atan diabetes.
Edukasi diabetes adalah pendidikan dan latihan mengenai pengetahuan
dan ketrampilan dalam pengelolaan.
!enyuluhan diabetes bagi penyandang diabetes dan keluarganya
dapat dilakukan dengan tatap muka dan didukung dengan penyediaan
bahan#bahan edukasi. >atap muka dapat dilaksanakan secara
perseorangan atau secara berkelompok. !enyuluhan bagi masyarakat atau
komunitas yang lebih luas dapat dilakukan melalui media massa,
sedangkan untuk komunitas yang lebih kecil misalnya di lingkup rumah
sakit, puskesmas, atau dokter praktek s%asta, dapat dibuat brosur atau
li&let yang disediakan untuk keluarga penyandang diabetes, masyarakat
pengunjung "asilitas kesehatan dan masyarakat pada umumnya.
'. P"man#auan .m*n#*)n(/
Monitoring adalah salah satu tindakan kepera%atan yang
digunakan untuk menilai man"aat pengobatan dan sebagai pegangan
penyasuaian diet, latihan jasmani, dan obat#obatan untuk mencapai kadar
glukosa darah senormal mungkin, terhindar dari keadaan hiperglikemia
ataupun hipoglikemia.
BAB III
PEMBAHASAN
PROSES ASUHAN KEPERA5ATAN
1. PENGKAJIAN
a. Fokuskan pada tanda#tanda dan gejala#gejala hiperglikemia yang
berkepanjangan dan "aktor#"aktor "isik , sosial, dan emosional yang
mempengaruhi kemampuan untuk belajar serta melakukan aktivitas
pera%atan diri sehubungan dengan diabetes.
b. Minta pasien untuk mendiskripsikan gejala#gejala yang mendahului diagnos,
misalnyaD poliria, polodipsi, poli"agia, kulit kering, penglihatan kabur,
penurunan berat badan, gatal pada vagina, dan luka yang tidak sembuh#
sembuh.
c. Kaji terhadap tanda#tanda DKA termasuk ketonuria, pernapasan kussmaul,
hipotensi ortostatik , dan letargi.
d. Ajukan pertanyaan#pertanyaan mengenai gejala#gejala DKA termasuk mual,
muntah, nyeri abdomen.
e. !antau hasil pemeriksaan laboratorium terhadap tanda#tanda asidosis
metabolik5 penurunan !-, penurunan bikarbonat9 dan terhadap tanda#tanda
ketidakseimbangan elektrolit.
". Kaji diabetes tipe 22 terhadap tanda#tanda sindrom --1K A hipotensi,
perubahan sensorium, kejang, penurunan turgor kulit, hiperosmolaritas, dan
ketidakseimbangan elektrolit.
g. Kaji "aktor#"aktor "isik yang merusak kemampuan untuk belajar atau
melakukan keterampilan pera%atan diri, misalnyaD kelainan penglihatan,
kelainan koordinasi motorik dan kelainan neurologis.
h. Evaluasi situasi sosial pasien terhadap "aktor#"aktor yang mempengaruhi
pengobatan diabetik dan pendidikn pasien seperti kurang kemampuan
membaca, keterbatasan sumber "inansial, atau kurangnya asuransi kesehatanD
ada atau tidaknya dukungan keluargaD jadual sehari#hari misalnya bekerja,
makan, olahraga, dan rencana melakukan perjalanan.
i. Kaji status emosional melalui pengamatan cara bertindak yang umum.
j. Kaji keterampilan koping dengan menanyakan bagaimana pasien mengatasi
situasi yang sulit pada masa lalu.
2. DIAGNOSA KEPERA5ATAN
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b?d kalori keluar
b. Kerusakan integritas kulit b?d gangren akibat gangguan sirkulasi peri"er
c. -ambatan mobilitas "isik b?d gangguan sara" sensorik motorik
d. Keletihan b?d produksi energi metabolisme
e. 2ntoleransi aktivitas b?d keletihan
". <esiko cidera b?d gangguan penglihatan dan sering ke kamar mandi
g. <esiko in"eksi b?d respon peredaran darah lambat
6. PRIORITAS DIAGNOSA
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b?d r
b. Kerusakan integritas kulit b?d gangren akibat gangguan sirkulasi peri"er
c. -ambatan mobilitas "isik b?d gangguan sara" sensorik motorik
7. INTER8ENSI KEPERA5ATAN
N*. Da(n*sa NOC NIC
7.
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh b?d
S#a#us G4A Asu$an
Nu#)s
D"+ns% Asupan nutrisi
untuk memenuhi
kebutuhan metabolik
Manaj"m"n Nu#)s
D"+ns% membantu memberikan
atau menyediakan intake makanan
dan minuman yang seimbang
K)#")a%
7. Berat badan pasien
terkendali 539
). Asupan gi@i sesuai 539
6. !asien mampu
menjaga diit yang
sesuai 539
7. Menanyakan apakah pasien
memiliki alergi makanan
). Bekerjasama dengan ahli gi@i
untuk menentukan jumlah kalori
dan nutrisi yang diperlukan
pasien
6. Mengajarkan pasien menjaga
makanan harian
3. Memantau asupan gi@i pasien
sesuai kebutuhan kalori
*. Menimbang berat badan pasien
secara berkala
,. Mendorong peningkatan
konsumsi protein, besi, dan
vitamin c
8. Mena%arkan makanan
tambahan seperti jus dan buah
4. Memberikan gula pengganti
&. Mena%arkan tumbuhan atau
rempah#rempah sebagai
pengganti garam
7'. Berikan makanan tinggi serat
untuk mencegah sembelit
). Kerusakan integritas
kulit b?d gangren
akibat gangguan
sirkulasi peri"er
P"n2"m!uhan Lu&a%
S"&un'")
D"+ns% tingkat
regenerasi sel dan
jaringan pada luka
terbuka
K)#")a%
7. .uka bersih 5*9
). Dressing sesuai
dengan tipe luka 5*9
6. >idak terjadi in"eksi
539
3. !asien dan keluarga
memahami prosedur
pera%atan luka 539
P")a9a#an ,u&a
D"+ns% Mencegah komplikasi
luka dan mempercepat proses
penyembuhan luka
7. Memantau karakteristik luka
). Menentukan tipe
dressing?kassa sesuai tipe luka
6. Mengganti kassa sesuai dengan
jumlah eksudat dan drainase
3. Memeriksa luka setiap
penggantian kassa
*. Membandingkan dan mencatat
secara teratur setiap perubahan
luka
,. <eposisi pasien setiap ) jam
8. Menginstruksikan keluarga
dan pasien untuk melakukan
pera%atan luka sesuai prosedur
4. Dokumentasikan tanda dan
gejala in"eksi, lokasi luka,
ukuran dan penampilan
&. Menggunakan teknik steril
setiap pera%atan luka
7.

BAB I8
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Diabetes melitus adalah sekelompok kelainan yang ditandai oleh
peningkatan kadar glukosa darah 5hiperglikemia9. >erdapat penurunan dalam
kemampuan tubuh untuk berespon terhadap insulin dan atau penurunan atau
tidak terdapatnya pembentukan insulin oelh pancreas.
Diabetes melitus terbagi menjadi ) yaitu DM tipe 7 dan DM tipe 22. !ada
DM tipe 2 disebabkan akibat kekurangan insulin dalam darah yang terjadi karena
kerusakan dari sel beta pancreas. ;edangkan DM tipe 22 disebabkan insulin yang
ada tidak dapat bekerja dengan baik, kadar insulin dapat normal, rendah atau
bahkan bahkan meningkat tetapi "ungsi insulin untuk metabolisme glukosa tidak
ada?kurang.
$ntuk penatalaksanaan pada diabetes melitus bisa dilakukan dengan
pengaturan diet dan kalori untuk mengontrol kadar glukosa darah.
B. SARAN
;etelah penulisan makalah ini, kami mengharapkan masyarakat pada
umumnya dan mahasis%a kepera%atan pada khususnya mengetahui diabetes
melitus, pencegahan, penanganan, serta mengetahui asuhan kepera%atan pada
klien dengan DM. 0leh karena penyandang Diabetes Melitus rata#rata memiliki
komplikasi penyakit yang lain, maka penanganan yang tepat sangat diperlukan
agar menghindari hal#hal yang tidak diinginkan terutama pada lansia yang telah
mengalami penurunan "ungsi.
DAFTAR PUSTAKA
Diane :, Baughman dan oAnn :. -ackley. )'''. 'eperawatan medikal bedah
buku saku dari brunner ( suddart. akartaA EG:
Direktur Gi@i Masyarakat Direktorat enderal Bina Kesehatan Masyarakat
Departemen Kesehatan <2. )''6. )eran Diit dalam )enanggulanagn
Diabetes. Depkes <2
Dochterman, oanne Mc:loskey ,dkk. )''4. *ursing +nter,ention -lassi&ication.
$;AA Mosby
Greenspan, Francis ; dan ohn D. BaHter.)'''..ndokrinologi dasar dan
klinik!akartaA EG:
Moorhead, ;ue !hD, <1. dkk. )''4. *ursing /utcomes -lassi&ication.$;AA Mosby
1A1DA 2nternational. )'7'. Diagnosis 'eperawatan0De&inisi dan 'lasi&ikasi )''&#
)'77. akartaA EG:
;tein, ay -.)''7.+lmu pen%akit Dalam edisi 1!akartaA EG: