Anda di halaman 1dari 9

Rangakaian clock berfungsi untuk pembentuk/membangkitkan pulsa/gelombang kotak secara

terus-menerus dan rangkaian ini tidak mempunyai kondisi stabil/setimbang. Rangkaian clock
termasuk golongan Astabil Multivibrator dengan IC 555. Output rangkaian clock digunakan
untuk input rangkaian-rangkaian logika yang sekuensial (berhubungan dengan waktu). Yang
termasuk rangkaian logika sekuensial contohnya: Flip-Flop, Shift Register, dan Counter. Adapun
fungsi rangkaian clock yaitu, untuk mengatur jalannya data dalam penggeseran ke kanan atau ke
kiri, maupun dalam perhitungan/pencacahan bilangan biner. Yang dimaksud rangkaian Astabil
Multivribator Adalah multivribator yang tidak stabil tegangan output-nya (tegangan
pengeluarannya berubah-ubah) tanpa adanya sinyal masukan yang diberikan. Rangakaian clock
dengan IC 555 besrta pulsa-pulsa pada pin 3 dan pin 6 ditunjukkan pada gambar ini

Pengertian Rangkaian Clock adalah
Cara kerja rangkaian diatas
Pada saat C diisi tegangan ambang naik melebihi + (2/3) Vcc.
Kini Kapasitor C dikosongkan melalui Rb oleh karena itu tetapan waktu pengosongan
dapat ditentukan dengan rumus T = Rb x C.
Bila tegangan C sudah turun sedikit sebesar + (Vcc/3) maka keluaran menjadi tinggi.

Pewaktu IC 555 mempunyai tegangan yang naik dan turun secara exponensial. Keluarannya
berbentuk gelombang segi empat. Karena tetapan waktu pengisian lebih lama daripada tetapan
waktu pengosonngan, maka keluarannya tidak simetri. Keadaan keluaran yang tinggi lebih lama
dari keadaan keluaran yang rendah. Untuk dapat menentukan ketidak simetrian ssuatu pulsa
keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian multivibrator jenis astabil ini dipergunakan suatu siklus
kerja yang dirumuskan sebagai berikut:
W = 0.693 (RA + Rb ).C
t = 0.693 . Rb. C
T = W + t
Dimana : W = lebar pulsa ; T = waktu periode
Besarnya frekuensi ditentukan oleh
F = 1/T ( dimana T = detik ; F = Hertz )

http://elektronikaindustri.com/pengertian-rangkaian-clock-adalah/















Multivibrator Astabil IC 555 merupakan rangkaian pembangkit gelombang yang sering dijumpai
pada perangkat digital maupun perangkat analog. Pada perangkat digital rangkaian Multivibrator
Astabil IC 555 berfungsi sebagai pembangkit pulsa clock. Sedangakan pada rangkaian analog
Multivibrator Astabil IC 555 dapat digunakan sebagai pembangkit gelombang sebauh nada. Pada
dasarnya Multivibrator astabil merupakan multivibrator yang mempunyai dua keadaan namun
tidak stabil pada salah satu keadaannya selama sesaat dan kemudian berpindah ke keadaan yang
lain, disini multivibrator astabil menetap untuk sesaat sebelum berpindah kembali ke keadaan
semula. Perpindahan keadaan pada output multivibrator astabil yang berkesinambungan ini
menghasilkan suatu gelombang segi empat dengan waktu naik yang sangat cepat. Karena tak
dibutuhkan sinyal masukan untuk memperoleh suatu keluaran, maka multivibrator astabil ini
kadang kadang disebut multivibrator bekerja bebas ( free running multivibrator ). Multivibrator
yang akan kita buat pada artikel ini menggunakan IC 555 sebagai pembangkitnya. IC 555
merupakan IC timer yang didesain spesial untuk pembuatan bermacam jenis multivibrator, salah
satunya multivibrator astabil ini. Dalam IC 555 terdapat 2 komparator tegangan dan rangkaian
pembagi tegangan yang berfunsi sebagai pembuat referensi 1/3 vcc dan 2/3 vcc.
Rangkaian Multivibrator Astabil IC 555
Berdasarkan fungsinya IC 555 digolongkan menjadi tiga, antara lain :

1. Monostable Circuit

Rangkaian monostable banyak digunakan sebagai pencacah waktu dan dapat juga digunakan
untuk menghilangkan bounce pada rangkaian saklar (switch). Berikut gambar rangkaian dari
circuit monostable IC 555

Rangkaian circuit monostable memberikan waktu (t) dengan besaran waktu berbanding lurus
dengan nilai Resistor (R) dan Capasitor (T) dimana besarnya nilai waktu adalah :



Pencacah waktu akan bekerja apa bila TRIG (Gate 2) mendapat inpulse High, dan Pin 3 (Out)
akan mengeluarkan inpulse High selama t detik. Berikut diagram kerja dari rangkaian
monostable.


2. Bistable Circuit

Rangkaian bistable merupakan rangkaian sederhana yang memiliki fungsi dasar flip flop, gate
(5) dihubungkan ke capasitor 10 nF, Gate (6) disambungkan ke ground. Seperti dapat dilihat
pada gambar berikut



Diagram Output dari rangkaian Bistable adalah sebagai berikut:





3. Astable Circuit

Rangkaian astable circuit menghasilkan signal High-Low secara continue, nilai besaran frekuensi
yang di bangkitkan dari rangkaian tersebut merupakan perhitungan hasil tahanan (R1), R2 dan
Capasitor (C).
Dengan formulasi dibawah ini dapat dihitung besarnya nilai flekuensi yang di bangkitkan oleh
IC 555.






Led berjalan atau running led merupakan rangkaian aplikatif dasar yang penggunaannya dapat
dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat membentuk huruf berjalan, gambar atau karakter
berjalan dengan menuyusun led sesuai dengan keinginan kita. Sedikit berbeda dengan running
LED dengan IC 74LS164 (Shift Register), 10 running led ini menyala secara bergiliran, tetapi
yang sudah nyala sebelumnya akan mati ketika led setelahnya menyala. Sedang pada running led
(shift register), sistem nyala led bergeser. IC 4017 merupakan Ic decade counter yang
keluarannya bernilai high (logic 1) secara bergantian dengan jangka waktu sesuai dengan
timer/clock yang masuk ke dalam IC tersebut, sebagai pembangkit clock kita gunakan IC 555
dengan rangkaian dasar asatable multivibrator circuit, lamanya clock ini dapat kita atur dengan
memutar variabel resistor (Potensiometer).





Rangkaian lampu berjalan adalah merupakan rangkaian elektronika yang sering dijadikan
sebagai hiasan. Baik itu sebagai hiasan dirumah pribadi ataupun di tempat-tempat komersial
seperti restaurant, taman, caf serta tempat-tempat lain yang dianggap lebih cocok dan menarik
jika ditamhkan dengan kerlap-kerlip lampu hias. Lampu berjalan juga sudah dijadikan sebagai
hiasan kota pada saat malam hari. Sehingga kota tersebut kelihatan lebih indah dan menarik.
Pada dasarnya semua rangkaian lampu hias menggunakan prinsip kerja yang sama dengan lampu
berjalan, yakni memanfaatkan kondisi keluaran yang bergantian atau shift register sehingga
dengan kondisi tersebut bisa dibuat kombinasi yang bervariasi antara lampu yang satu dengan
yang lain. Apalagi jika kombinasi tersebut bisa dicocokkan dengan penataan warna yang sesuai,
sehingga akan tercipta keindahan yang sedap untuk dipandang mata. Untuk membuat rangkaian
lampu hias sebenarnya bisa dibilang cukup mudah. Karena anda tidak perlu menguras pikiran
untuk melakukan analisa kerja pada rangkaian dan juga tidak perlu melakukan penyesuaian-
penyesuaian pada rangkaian untuk memperoleh hasil yang maksimal. Yang anda butuhkan
hanyalah rangkaian penghasil sinyal clock dan rangkaian shift register atau rangkaian penghasil
keluaran yang bergantian. Anda bisa menggunakan rangkaian apa saja sebagai penghasil sinyal
clock tersebut, seperti rangkaian oscillator transistor atau rangkaian astable IC 555. Kemudian
untuk mendapatkan keluaran yang mempunyai logika bergilir anda bisa menggunakan IC 4017
yang sering dikenal sebagai Jhonson Counter dan paling sering digunakan pada rangkaian lampu
berjalan. IC 4017 mempunyai 10 keluaran yang tercacah secara bergilir, yaitu mulai dari O0 (pin
3) sampai dengan O9 (pin 11).

Jika kaki nomor 2 dan kaki nomor 6 saling dihubungkan, 555 akan dapat diaktifkan apabila C1
sudah netral kembali. Sekarang tegangan pada kondensator akan bertukar tukar antara 1/3 dan
2/3 Vcc. Pada Pin 5 IC timer 555 dipasang sebuah kapasitor yang berfungsi sebgai kompensator
tegangan sebesar 10nF. Kapasitor 10 nF tersebut tidak berpengaruh terhadap frekuensi output
Multivibrator Astabil ini. Penentu frekuensi output multivibrator ini adalah konfigurasi R1,R2
dan C1 dimana frekuensinya output multivibrator astabil dapat dirumuskan sebagai berikut.







Rangkaian Counter adalah rangkaian yang dapat berfungsi sebagai penghitung angka secara
cepat, baik itu penghitungan maju maupun mundur. Penghitungan maju adalah hitungan yang di
mulai dari angka yang kecil ke angka yang lebih besar, sedangkan penghitungan mundur adalah
hitungan yang dilakukan dari angka yang besar ke angka yang kecil. Dalam penghitungan bisa
mecapai jumlah yang tidak terbatas tergantung dari rangkaian yang kita buat dan juga kebutuhan.
Counter biasanya disebut sebagai pencacah yang tersusun dari sederet flip flop dan kemudian
diperbarui sedemikian rupa dengan menggunakan karnough, sehingga angka yang masuk
nantinya dapat dihitung sesuai rangcangan yang kita buat. Dalam penyusunan rangkaian counter
terdiri atas semua jenis flip flop, tergantung model dari masing-masing flip flop itu sendiri.
Jenis dari rangkaian pencacah (counter) dibedakan menjadi dua, yaitu rangkaian pencacah naik
(up counter) dan rangkaian pencacah turun (down counter). Yang dimaksud pencacah naik atau
up counter adalah cacahan dari kecil ke besar kemudian kembali ke cacahan awal secara
otomatis. Sedangkan pencacah turun atau down counter adalah pencacah dari besar ke arah yang
kecil kemudian kembali ke cacahan yang awal.

Contoh dari rangkaian counter diatas hanya menggunakan IC decade counter dan satu buah
seven segmen sehingga hanya mewakili angka satuan. Apabila anda ingin membuat fungsi yang
lebih banyak, anda hanya tinggal menambahkan IC dan seven segmennya sesuai dengan
kebutuhan yang anda inginkan. IC yang digunakan sebagai pencacah merupakan IC 4026.
Di dunia ini ada banyak sekali IC pencacah yang dapat anda gunakan untuk membuat rangkaian
counter, baik itu IC dari keluarga TTL maupun CMOS. Perbedaan dari kedua IC yaitu dari angka
awal dimana untuk keluarga IC TTL mempunyai awal seri 74 sedangkan untuk keluarga IC
CMOS adalah 40. IC yang paling sering digunakan pada setiap rangkaian adalah IC dari jenis
TTL.
Pada gambar skema di atas, IC yang digunakan adalah jenis CMOS. Karena IC jenis CMOS bisa
menggunakan tegangan maksimal 15 volt, sedangkan pada jenis TTL hanya mensupplay
tegangan maksimal 5 volt. Keuntungan lain dari penggunakan IC 4026 anda tidak perlu lagi
menggunakan IC decorder sebagai interface seven segmen. Karena output yang dihasilkan sudah
sesuai dengan kondisi dan fungsi dari seven segmen.
Skema rangkaian counter diatas sengaja menggunakan gerbang penyulut schmiit trigger karena
berfungsi sebagai peredam bounching dari hentakan saklar mekanik. Anda juga bisa
menggunakan gerbang schmitt trigger dan menghubungkan langsung saklar input ke pin clock IC
4026. Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian counter, semoga rangkaian kali ini
berguna dan dapat bermanfaat bagi pembaca setia rangkaianelektronika.biz. Baca juga artikel
menarik lainnya, seperti Rangkaian ADC dan Rangkaian TV.
http://rangkaianelektronika.biz/rangkaian-counter.htm