Anda di halaman 1dari 11

DIALOG LAYANAN BK

KEBINGUNGAN MURID UNTUK MELANJUTKAN STUDI












OLEH :
1. WAHYU RISMANTO (KONSELOR) NIM.12144200123
2. SITI HARIYANI (KONSELI) NIM.12144200051
3. ABDUROZAQ R. (NOTULEN) NIM.12144200004


PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012/2013

Topik : BK Karier
Sub topic : Kebingungan murid untuk melanjutkan studinya

Seorang siswa SMA tiba- tiba datang ke ruang guru BK pada waktu
istirahat untuk membicarakan studi lanjutnya, karena siswa tersebut merasa
bingung pengen mengambil jurusan fotografi sedangkan dengan orangtuanya
yang tidak menyetujui untuk mengambil jurusan tersebut dan orangtuanya lebih
menyetujui jika dia masuk kependidikan untuk menjadi seorang guru, karena
menurut orangtuanya jurusan untuk menjadi guru lebih menjajikan dari pada
menjadi seorang fotografer.

ATTENDI NG
Klien : Permisi, selamat siang Pak.
Konselor : Selamat siang, mari nak silakan duduk !
Klien : Mohon maaf bu sedikit menggangu, apakah ibu ada waktu, ada
sesuatu yang ingin saya konsultasikan dengan ibu
Konselor : iya, silahkan.sebelumnya ibu minta maaf karena ibu hanya dapat
memberikan waktu konsultasi 20 menit
Klien : iya bu, tidak apa apa. Terima kasih atas waktu yang telah ibu
berikan. yang penting saya bisa meluapkan perasaan ini dengan
ibu.
Konselor : Baiklah kalau begitu nak, sebelum kita berkonsultasi ibu ingin
tahu siapa namamu?
Klien : Anne Pak.







PERTANYAAN TERBUKA
Konselor : Adakah sesuatu yang membuat Anne tampak tidak bersemangat
dan terlihat murung seperti ini, apa ada sesuatu yang mengganjal
difikiranmu ?
Klien : iya bu, ada sesuatu hal yang membuat diri saya kacau, hari hari
yang saya lalui terlihat suram, tidak memiliki semangat untuk
melakukan aktivitas dan masalah yang saya hadapi ini sangat
menggangu, dan saya bingung apa yang harus saya lakukan?.
Konselor : Masalah apa yang kamu alami ini? Sehingga membuat kamu
kehilangan semangat dan diri kamu merasa kacau.
Klien : Ini masalah tentang studi lanjut saya bu, sekarang kan saya sudah
kelas XII sebentar lagi juga saya akan (UN) ujian nasional, jadi
saya sekarang mulai berfikir untuk ke depanya.
PERTANYAAN TERTUTUP
Konselor : Memang kamu pengen jadi apa nak roni ?
Klien : Dari kecil saya suka dengan fotografi, saya bercita cita untuk
menjadi fotografer terkenal, saya sudah berangan-angan untuk
menjadi seperti itu.
KLARI FIKASI
Konselor : Apakah orang tua menyetujui dengan apa yang kamu inginkan ?
Klien : (klien sejenak terdiam menunduk kan kepalanya)
Konselor : Kok kamu diam saja nak, tak menjawab pertanyaan ibu ?
Klien : Kedua orangtua saya tidak setuju kalau jadi fotografer.
REFLEKSI
Konselor : Kenapa ? Apa alasan orangtuamu sehingga tidak mendukung apa
yang kamu inginkan?
Klien : Kata orangtua saya profesi fotografer tidak menjanjikan untuk
kehidupan di masa mendatang.
Konselor : Terus apa yang akan kamu lakukan? Sedangkan orangtuamu saja
tidak mendukung yang kamu mau, memang kedua orangtuamu
menginginkan kamu menjadi apa ?
Klien : Kedua orangtuaku menginginkan aku untuk menjadi seorang guru,
tetapi aku bersikeras untuk menjadi fotografer, karena fotografer
adalah hobi dan menjadi cita-citaku sejak kecil. Saya tidak habis
pikir kenapa orangtua begitu memaksa saya untuk mengikuti
keinginan mereka agar saya memilih fakultas keguruan. Padahal
saya merasa memiliki bakat dan kemampuan lebih di bidang
broadcast terutama fotografi.
Konselor : Kamu benar-benar bingung dengan kemauan orang tua kamu?
Klien : iya bu saya juga kesal kenapa saya tidak bisa menentukan
pilihan saya sendiri, padahal saya sudah dewasa.
Konselor : Jadi kamu merasa kesal karena tidak bisa menentukan pilihan
sendiri, sementara kamu merasa sudah dewasa.
Klien : Begitu kira kira bu
Konselor : Selain faktor bakat yang lebih besar di bidang fotografi, apa yang
mendorong kamu sama sekali tidak ingin masuk fakultas
keguruan? Bukankah fakultas keguruan mempunyai masa depan
yang cukup menjanjikan?
Klien : emmsaya sebenarnya setuju dengan apa yang ibu katakan tadi,
bahwa fakultas keguruan masa depannya cukup menjanjikan
Konselor : Lalu?
Klien : Saya hanya merasa tidak siap dan mengerikan sekali rasanya jika
membayangkan suatu saat saya menjadi guru bu.
Konselor :Tidak siap, Mengerikan ?
Klien : Iya bu, Sebenarnya saya bukannya membenci fakultas keguruan.
Saya menyukainya, tapi saya hanya tidak yakin dengan
kemampuan saya untuk mengajar siswa/siswi nantinya. Saya
merasa tidak pantas saja. Belum tentu siswa dan siswi saya
nantinya akan mengerti apa yang saya jelaskan.
Konselor : Uuumm..sepertinya kamu belum yakin dengan kemampuan kamu.
Benar begitu?
Klien : hemmm, iya bu kira kira seperti itu.
Konselor : Kamu merasa tidak yakin dengan kemampuan kamu untuk
mengajar, karena itu kamu tidak mau mengikuti keinginan
orangtua kamu.
Klien : iya bu
Konselor : Baik lah kalu seperti itu, bagaimana kalu kita perbincangkan ini
besok,karena waktu istirahatmu sudah berakhir, sekarang kamu
kembali ke kelasmu, dan ingat, jangan patah semangat untuk terus
belajar ya nak !!
Klien : Ya bu, terima kasih atas sarannya, kalau begitu saya permisi dulu
(bersalaman )
Konselor : iya sama-sama nak.


PERTEMUAN DI HARI KEDUA
Di hari kedua Anne kembali untuk mengkonsultasikan masalahnya dengan
guru BK nya karena pertemuan kemarin menurut Anne waktunya terlalu singkat
sedangkan masalah yang di hadapi sekarang perlu waktu yang banyak untuk
menceritakanya atau mengkonsultasikanya. Anne merasa belum puas dengan
jawaban kemarin.

ATTENDI NG
Klien : Permisi, selamat siang Pak.
Konselor : Selamat siang, mari nak silakan duduk !
Klien : Iya bu, terima kasih sebelumnya.
Konselor : Bagaimana keadaan mu hari ini ?
Klien : Saya baik baik saja, bagaimana dengan ibu sendiri ?
Konselor : Alhmdulilah ibu sehat,seperti yang kamu lihat hari ini di ruangan
ini syukur lah nak kalau kamu baik-baik saja.
Klien : Apakah ibu ada waktu untuk berkonsultasi hari ini ?
Konselor : Ada nak tapi hanya sebentar kira-kira 15 menit soalnya ibu ada
janji dengan Bapak Kepala Sekolah.
Klien : Ya bu tidak apa-apa, kan masih ada lain waktu.
Konselor : Bagaimana dengan perasaan mu hari ini sudahkah lebih baik dari
hari kemarin?
Klien : Iya Pak.. sudah lebih baik dari hari kemarin bu.
Konselor : Waahh, pasti nya itu sudah kelihatan dari raut wajahmu yang sudah
agak fresh.
Klien : Yaa bu memang benar begitu, walaupun muka saya terlihat fresh
tapi di dalam hati kecil ini masih ada yang harus saya
konsultasikan dengan ibu.
PERTANYAAN TERBUKA
Konselor : Apa yang mengganjal di hatimu sekarang nak, ya sudah silakan
ceritakan kepada ibu tentang masalah kemarin yang masih
mengganjal di dirimu nak !!
Klien : Saya kemarin sudah mencoba untuk berbicara lagi dengan kedua
orang tua saya tapi mereka masih bersikukuh untuk menuntut agar
saya mengambil jurusan fakultas ilmu kependidikan.
PERTANYAAN TERTUTUP
Konselor : Apakah kamu masih bersikukuh untuk menjadi seorang
fotografer?
Klien : Iya bu, saya masih mempunyai angan-angan seperti itu bahkan
kemarin hampir beranten dengan kedua orang tua saya.
Konselor : Kok bis begitu nak bisa sampe mau berantem !!
Klien : Iya bu, karena pada saat itu kedua orang tua saya masih bersikukuh
pada keinginanya sebaliknya dengan saya, karena memang orang
tua saya mempunyai sifat keras.
DORONGAN MI NI MAL
Konselor : Ya coba kamu menenangkan diri kamu dan sempatkan waktu untuk
berfikir kedepanya apakah fotografer lebih baik dari fakultas
kependidikan.
Klien : Ya bu, Saya sudah pernah mencoba begitu tapi banyak orang bilang
bahwa masa depan itu ada pada diri kita yang menjalankanya.
Apabila kita menyenangi sesuatu dengan sangat suka walaupun
pekerjaan itu susah tapi kita akan bisa menjalaninya dengan rasa
dan perasaan yang senang.
REFLEKSI
Konselor : Iya memang benar apa yang kamu ucapkan tadi tapi semua orang
tua sudah mempunyai pengalaman hidup yang realistis. Dan orang
tua pasti tahu mana yang lebih baik untuk masa depan anaknya
dimana pengalaman hidup yang baik maupun pengalaman yang
tidak baik.
Klien : Iya bu mungkin memang bener begitu.
Konselor : Apakah kamu masih bersikukuh untuk mengambil jurusan
fotografi?
Klien : (Terdiam sejenak sambil menundukan kepala)
Konselor : Kok tidak menjawab pertanyaan ibu nak kenapa ?
Klien : Saya merasa bingung, Galau bahasa sekarangnya.
Konselor : Apa yang membuat pikiran mu bingung? Sedangkan ibu tadi
sudah memberi sedikit saran untukmu.
Klien : Lah itu perkataan ibu yang menjadi bingung sekarang,
Konselor : Bingung kenapa nak,jangan di bikin binggung nanti akan membuat
susah dirimu sendiri.
Klien : Iya bu saya mencoba untuk mengambil saran-saran yang menurut
saya perlu disimpan dipikiran saya.
Konselor : Nah begitu nak. Tetap semangat yah untuk menjalani hari harimu,
Maaf ya nak Anne, ibu sudah menerima SMS dari Pak Kepala
Sekolah untuk segera bertemu dengan beliau.
Klien : Iya bu, mungkin belakangan ini saya sering merepotkan ibu dan
mungkin juga besok saya akan kesini lagi untuk menyelesaikan
masalah ini dan itu pun bila ibu berkenan.
Konselor : Oh sudah sewajarnya ibu membantu, dan itu salah satu tugas dari
ibu untuk meringankan masalah kamu bahkan ibu lebih senang jika
banyak murid seperti kamu. Jangan sungkan sungkan untuk datang
ke sini yah.
Klien : Iya bu, terima kasih atas sarannya.
Konselor : Iya sama sama nak, ya sudah nak ibu mau langsung menemui pak
kepala sekarang.
Klien : Iya bu saya juga mau keluar.

PERTEMUAN DI HARI KETIGA
Di hari ketiga ini, Anne datang ke ruang BK lagi karena bingung untuk
mengambil keputusannya, lagi pula ujian nasional makin dekat dan masalah yang
kemarin belum sempat terselesaikan.

Klien : Selamat pagi bu
Konselor : Selamat pagi juga nak. Bagaimana sekarang sudah agak
mendingan?
Klien : Ya bu lebih mendingan dari pada hari kemarin.
Konselor : Syukurlah kalau begitu nak, Ibu jadi ikut senang mendengarnya.
Klien : Saya mau tanya kepada ibu ?
Konselor : Tanya apa nak ?
Klien : Apakah ibu ada waktu untuk berkonsultasi hari ini ?
Konselor : Oh iya hari ini ibu ada waktu luang buat kamu nak sehingga kamu
bisa bercerita, dan kamu bisa menentukan jalan keluar yang terbaik
buat kamu nak. Apakah masih ada yang mengganjal di hatimu
tentang permasalahan kemarin?
Klien : Sebenarnya saya masih bingung untuk mencari jalan keluar
permasalahan ini bu ?
Konselor : Apa yang kamu bingungkan nak? Perasaan ibu kemarin sudah
sedikit membantu permasalahan kemarin itu.
Klien : Iya bu, tapi dalam hati kecil ini saya tetap masih bersikukuh untuk
menjadi seorang fotografer.
Konselor : Apa menurutmu untuk menjadi seorang fotografer itu terbaik buat
kamu ?
Klien : Iya bu,
Konselor : Apakah kamu pernah berfikir buat ke depannya.
Klien : Maksud ibu berfikir seperti apa
Konselor : Ya kamu berfikir jika kamu sudah tua apa kamu masih mau
menjadi seorang fotografer ? Menurut ibu fotografi adalah hobimu
bukan cita-cita.
Klien : Ya bu saya tau, tetapi dalam hati kecil ini saya merasa sudah jatuh
cinta pada dunia fotografi bu. Saya masih sulit menghilangkan
perasaan untuk menghilangkan dari dunia fotografi, tak semudah
membalikan telapak tangan.
Konselor : Apa alasanmu sehingga kamu tidak menturuti apa yang orang
tuamu inginkan padahal orang tua selalu ingin yang terbaik buat
anaknya ?
Klien : Iya bu betul sekali. Tetapi bagaimana saya menghilangkan sifat
kecintaan saya pada dunia fotografi bu? Apa yang harus saya
lakukan menurut ibu?
Konseler : Sesungguhnya sangat gampang sekali untuk menghilangkannya
asalkan kamu mau menghilangkan perasaanmu atas kecintaan
kamu pada dunia fotografi.
Klien : Tapi tak semudah apa yang ibu fikir ?
Konseler : Iya betul sekali nak Ibu mau tanya menurut kamu, apa yang
menjadi keuntungan kamu apabila kamu memilih bidang fotografi.
Klien : Sebenarnya sederhana saja bu. Saya menyenangi fotografi dan
berharap bisa menjalani profesi yang sesuai dengan hobi saya.
Konseler : Keinginan kamu untuk berprofesi sebagai fotografer di picu hobi
dan rasa tidak yakin dengan kemampuan kamu apabila kamu
memilih profesi sebagai guru. Coba kamu pikirkan matang matang,
mana yang sebenarnya lebih efektif untuk dijadikan profesi ke
depannya.

Klien : Maksud ibu saya harus lebih menyakinkan hati saya mana yang
lebih baik untuk masa depan saya ?
Konseler : Yaa..bagus! pertanyaan kamu menunjukkan kalau kamu ingin
penyelesaian yang bersifat efektif. Dan membawa kita maju
selangkah dalam proses konseling ini.
Klien : Jadi apa yang harus saya lakukan bu ?
Konseler : Begini saja tidak ada salahnya kan kalau kamu mengikuti keinginan
orang tua kamu karena kamu sendiri pun merasa bahwa fakultas
keguruan tidak kalah bagusnya dengan fotografi. Fotografi hanya
sebuah hobi dan biarlah tetap menjadi hobi, karena suatu saat kamu
merasa jenuh dengan rutinitas kamu, hobi bisa jadi obat yang
paling ampuh untuk mengatasi kejenuhan, kalau kamu mengatakan
kurang percaya diri mengajari siswa siswi nantinya, hal itu wajar di
alami setiap pemula. Kalau kamu membiasakan diri berbicara di
depan umum, rasa percaya dirimu akan timbul dengan sendirinya.
Bagaimana dengan kamu nak ?
Klien : Saya rasa ibu ada benarnya, tidak ada salahnya mencoba pilihan
orang tua yang memang menjanjikan, sambil saya tetap menekuni
hobi saya.
Konselor : Bagus kalau kamu sudah bisa memilih dan berfikir lebih realistis
dari sebelumnya.
Klien : Iya bu.. Terima kasih banyak sudah membantu saya menghadapi
masalah ini bu. Mohon maaf bu beberapa hari ini saya sudah
sering merepotkan ibu dan membuang waktu ibu.
Konselor : Iya nak, sudah sewajarnya tugas ibu membantu masalah masalah
siswa. Sekarang ibu mau tanya satu kali lagi, apakah kamu sudah
mantap dengan keputusan mu itu ?
Klien : Iya bu, setelah ibu memberi saran, saya merasa lega dan saya
mulai berani mengambil keputusan itu untuk meraih masa depan.

Konselor : Syukurlah kalu begitu nak, ibu juga ikut merasa senang ketika
melihat wajahmu yang kembali tersenyum lagi.
Klien : Yaa bu sebelumnya saya ucapkan terima kasih yang sebesar
besarnya karena ibu telah banyak membantu menyelesaikan
masalah ini.
Konselor : Iya sama sama nak.
Klien : Ya sudah bu kalu begitu,hari ini saya sudah benar benar
mendapatkan jawaban yang pas dari ibu.
Konselor : Ya sudah, masih adakah pertanyaan yang akan kamu tanyakan lagi
nak ?
Klien : Tidak bu, kalau begitu saya mau pamit untuk keluar.
Konselor : Iya silakan nak.