Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Bp.

S
DENGAN TAHAP PERKEMBANGAN LANJUT USIA DI RT 23
DUSUN GROJOGAN WIROKERTEN NANGGULAN KULON PROGO

I. PENGKAJIAN
I. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga : Bp. S
2. Alamat dan no telepon : RT 01 Dusun Grojogan Wirokerten
Banguntapan Bantul
3. Pekerjaan BP. S : tani
4. Pendidikan BP. S : SD
5. Komposisi kepala keluarga
No Nama
Jenis
Kelamin
Hub
dgn
BP.
S
Umur Pendidikan
Riwayat
imunisasi
1. Tn. S Laki - laki BP.
S
65 th SD -
2. Ny. M Perempuan IK 83 th Tidak
sekolah
-
3. Ny. J perempuan anak 36 th SMP -
4. An. M perempuan cucu 15 th SMA Lengkap
5. An. R Laki-laki cucu 7 th SD
6. An. A Perempuan cucu 2 bl - Bcg, Hib




6. Genogram






7. Tipe keluarga
Tipe keluarga Bp. S adalah extended family yang dalam satu rumah
terdapat beberapa generasi (ayah, anak, dan cucu). Dalam keluarga
ini,BP. S sebagai pencari nafkah yang bekerja sebagai petani.
Sedangkan IK tidak bekerja, hanya sebagai ibu rumah tangga. BP. S
dan IK memiliki 6 orang anak, namun sudah menikah semua. Ny J
merupakan satu-satunya anak yang tinggal satu rumah dengan BP. S.
8. Latar belakang kebudayaan / suku bangsa
Bp. S dan istrinya sama sama berasal dari Kulon Progo. Sedangkan
Ny. J berasal dari Kulon Progo dan suaminya berasal dari lampung.
Namun, mereka mengatakan tidak ada masalah dalam kehidupan rumah
tangga terkait dengan budaya. Bahasa yang digunakan sehari-hari dalam
kehidupan keluarga adalah bahasa Jawa. Sebagian besar tetangganya
adalah orang Jawa.Ny. J juga mengatakan bahwa tidak ada budayanya
yang bertentangan dengan kesehatan.
9. Kegiatan keagamaan
BP. S mengatakan semua anggota keluarganya beragama Islam dan
selalu rajin melakukan shalat 5 waktu. Bp. S mengatakan keluarga
selalu berusaha menjalankan perintah agama seperti puasa dan tidak
melanggar peraturan yang diharamkan.
10. Status sosial ekonomi keluarga
Pendapatan keluarga setiap bulan sekitar Rp. 1.000.000,-.
.
Bp. S
mengatakan setiap bulan mendapatkan uang dari bertaninya sebesar Rp.
300.000,- dan Ny. J mendapatkan kiriman dari suami sirinya sebesar
500.000,- serta memperoleh nafkah dari mantan suaminya sebesar Rp.
200.000,- per bulan. Bp. S mengatakan pendapatan yang diperoleh ini
cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari karena sebagian
kebutuhan pangan didapat dari hasil panen sawah dan berkebun. Bp. S
mengatakan tidak mempunyai tabungan. Bp. S mengatakan memiliki
jaminan kesehatan sehingga jika dalam keadaan sakit tidak perlu
membutuhkan biaya untuk pengobatan dan perawatan.
11. Kegiatan waktu luang/ rekreasi
Bp. S mengatakan setiap malam biasanya nonton TV. IK mengatakan
dengan nonton TV bersama,maka keluarga dapat saling berceritera dan
berkumpul bersama.
12. Kebiasaan hidup sehari-hari
Bp. S dan keluarganya hari bangun jam 04.30 untuk sholat subuh.
Setelah itu, Ny.M dan NY. J menyiapkan sarapan pagi, serta
membersihkan rumah. Jam 06.00 BP. S berangkat ke sawah sampai
dengan pukul 12.00. Sore hari sekitar jam 18.00, BP. S dan BP. S
berkumpul di ruang tengah untuk berbincang bincang dan menonton
TV. Sekitar jam 20.00, keluarga sudah mulai tidur.
Ny. J mengatakan selalu masak sendiri dan hampir tidak pernah beli
makanan dari warung. Kebiasaan makan keluarga tiga kali sehari dengan
sayur dan lauk seadanya. Namun, Ny. J mengatakan Ny. J dapat
makan 5 kali sehari dan selalu makan dengam sayur supaya ASInya
banyak. Sedangkan buah dimakan tiap + 1-2 kali seminggu. Tb.
Smengatakan tidak ada pantangan makanan pada seluruh
keluarganyaBp. S mengatakan seluruh anggota keluarga mandi dua
kali sehari dengan sabun dan keramas tiap dua hari. Kebiasaan gosok gigi
dua kali sehari bersamaan saat mandi pagi dan sore.
II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Bp. S berada pada tahap perkembangan keluarga lanjut usia,
dimana BP. S dan Ny. M sudah memasuki usia lanjut.
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
BP. S mengatakan saat ini merasa bahagia dengan kehidupannya karena
anak anaknya sudah menikah dan BP. S hidup rukun bersama dengan
istri dan keluarganya.


Tugas perkembangan keluarga disesuaikan dengan teori:
I Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan
Bp. S mengatakan saat ini tinggal di rumah milik sendiri dan merasa
sangat puas dan nyaman karena bebas melakukan apa saja tanpa
mengganggu anak anaknya.
II Menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun
Bp. S mengatakan saat ini pendapatan yang diterima memang
sedikit, namun merasa sudah cukup karena pengeluaran setiap hari
juga hanya sedikit, yaitu untuk biaya lauk dan sekolah cucunya.
Sedangkan untuk biaya kesehatan, Bp. S mengatakan tidak khawatir
karena sudah memiliki Jamkesmas.
III Mempertahankan hubungan perkawinan
Bp. S mengatakan saat ini dapat hidup rukun tidak ada masalah
dalam perkawinannya. Walaupun kadang sering berselisih paham atau
berbeda pendapat dengan Bp. S, namun hal ini tidak mengganggu
hubungan perkawinannya
IV Menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan
Bp. S dan istrinya mengatakan sudah selalu menyiapkan diri apabila
sewaktu waktu dipanggil menghadap Tuhan dengan rajin berdoa dan
sholat serta mendekatkan diri pada Tuhan.
V Mempertahankan ikatan keluarga antargenerasi
Ny.M mengatakan saat ini masih aktif mengikuti kegiatan arisan
dasawisma dan pengajian rutin. Sedangkan Bp. S kadang mengikuti
kegiatan pertemuan RT. Bp. S menganggap bahwa saat ini harus
tetap menjalin persaudaraan dengan tetangga. Ny. M mengatakan
bahwa hubungan antara Bp. S, Ny. M, dan anak cucu baik-baik
saja dan tidak ada masalah. Ny. M bahagia melihat keberhasilan
anak dan cucunya serta selalu berdoa supaya anak dan cucunya selalu
sehat dan sukses hidupnya.

VI Meneruskan untuk memahami eksistensi mereka (penelaahan dan
integrasi hidup)
Bp. S mengatakan saat ini dianggap sebagai panutan bagi
keluarganya. Walaupun BP. S hidup pas pasan namun masyarakat
tetap menghargai dan menghormatinya.
c. Riwayat kesehatan keluarga saat ini
Bp. S mengatakan dalam keluarganya penyakit yang sering diderita
adalah penyakit
batuk pilek. Hal tersebut dapat segera disembuhkan karena jika ada salah
satu keluarga yang sakit langsung diperiksakan di pelayanan kesehata
terdekat.
d. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Bp S mengatakan dalam keluarganya tidak ada riwayat penyakit
keturunan
1. Pengkajian Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Rumah yang ditempati keluarga Bp.S saat ini merupakan rumah pribadi,
dengan konstruksi semi permanen. Lingkungan tempat tinggal Bp. S
berada di dataran tinggi. Luas tanah Bp. S sekitar 60 m
2
dan luas
bangunan 20 m
2
yang terdiri dari 1 teras, 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, dan
1 dapur. Di luar rumah terdapat 1 buah sumur, kamar mandi, dan WC.
Lantai rumah terbuat dari plester. Rumah keluarga Bp. S memiliki dua
buah pintu dengan ukuran pintu pertama 2m x 1m, pintu kedua dan ketiga
masing masing berukuran 2m x 0,8m. Rumah Bp. S memiliki 1jendela
yang dapat dibuka dan terbuat kayu. Di dapur dan kamar tidur, ada cahaya
matahari langsung yang masuk dan asap dapur dapat keluar dari rumah.
Pada siang hari ruangan-ruangan tersebut terlihat terang. Namun pada
malam hari, cahaya lampu di rumah hanya remang remang.
Bp. S mengatakan sumber air yang digunakan untuk kebutuhan rumah
tangga dan sumber air minum adalah air tanah dari sumur milik pribadi.
Keluarga memiliki empat ruangan, dimana terdapat dua kamar tidur
dengan masing - masing satu kasur. Ny. J mengatakan menjemur kasur
biasanya satu bulan sekali.
Kondisi rumahterlihat kurang rapi. Lantai rumah tampak kotor, perabotan
rumah tampak berdebu. Pada dapur terdapat peralatan makan yang kurang
tertata rapi serta terdapat satu buah kompor. Asap dari dapur dapat keluar
dengan baik. Lantai kamar mandi dan sumur tampak berlumut.Tak tampak
handrail atau pegangan di sepanjang dinding kamar mandi. Untuk
memenuhi kebutuhan eliminasi.
Ny. J mengatakan setiap hari menyapu rumahnya. IK mengatakan cukup
puas dengan rumah yang dimiliki sekarang, namun masih berharap agar
anaknya ada yang mau membersihkan lumut di lantai kamar mandi dan
sumur sehingga tidak menyebabkan terpeleset.
2. Denah rumah






Pintu
B
Tera
s
Ruang
tamu
Ruang
makan /
ruang
keluarga
Dapu
r
Pintu
Tempat
cuci
pakaian
dan sumur
U
S
T
3. Karakteristik lingkungan rumah (tetangga dan komunitas RT/RW)
Keluarga Bp. Mtinggal di RT 01 dusun Grojogan Wirokerten Banguntapan
Bantul. 150 meter dibelakang rumah terdapat sungai. Sebelah utara dan
selatan rumah keluarga Bp. M merupakan bangunan rumah yang berhimpit
- himpitan. Di depan rumah terdapat sebuah gang kecil yang hanya bisa
dilalui sepeda. Rumah Bp. M merupakan rumah yang dibangun sendiri
namun tanahnya merupakan warisan orangtua. Di lingkungan sekitar tidak
terdapat sekolah, dekatdengan mushola dan jauh dari pasar. Terdapat 1
buah warung kelontong di sebelah selatan rumah Bp. M, serta terdapat
tempat praktek obat alternatif yang berjarak 100meter dari rumah Bp. S.
Keluarga tidak memiliki kendaraan, sehingga apabila akan bepergian, akan
meminta tolong anak atau cucunya untuk mengantarkan. IK mengatakan
tidak ada budaya warga masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya yang
mempengaruhi kesehatan.
4. Mobilitasdan geografi keluarga
IK berasal dari daerah Kotagede Yogyakarta sedangkan BP. S berasal
dari dusun Grojogan Wirokerten.Rumah yang ditempati saat inidibangun
sendiri oleh keluarga Bp. M, dan tanahnya merupakan warisan orangtua
Bp. M. Setelah menikah, keluarga Bp. Mtinggal di tempat asal IK yaitu
daerah Kotagede. 2 tahun setelah menikah, keluarga Bp. Mpindah ke
dusun Grojogan sampai dengan saat ini. IK mengatakan nyaman dengan
lingkungan sekitar rumahnya dan tidak ada masalah dengan tetangga.
5. Asosiasi dan transaksi keluarga dengan komunitas
IK mengatakan walaupun tidak sebagai pengurus kampung, mereka senang
dengan komunitas disini khususnya RT 01 karena warganya ramah dan
jika ada kesulitan dapat saling membantu. IK mengatakan selalu
menggunakan kartu Jamkesmas apabila berobat kePuskesmas atau Rumah
Sakit. IK mengatakan aktif dalam kegiatan di RT seperti pengajian, kerja
bakti, arisan baik ibu-ibu, dan pertemuan dasa wisma.
6. Jaringan dukungan sosial keluarga
IK mengatakan hubungan BP. S dan IK dengan anak-anaknya baik. Dari
5 orang anak yang dimiliki, semuanya sudah menikah. Ada 4 anak yang
tempat tinggal berdekatan dengan IK dan BP. S, sedangkan 1 anaknya
tinggal di Jepara Jawa Tengah. Namun BP. S dan IK tetap menjalin
komunikasi yang baik dengan semua anaknya. IK dan BP. S mengatakan
seluruh anak dan cucunya hidup rukun, saling mendukung dan membantu.
Setiap lebaran dan libur sekolah, seluruh anak dan cucu berkumpul di
rumah BP. S dan IK.

2. Struktur Keluarga
1. Pola dan proses komunikasi
Bahasa yang digunakan keluarga Bp. M dalam berkomunikasi adalah
bahasa Jawa. IK mengatakan komunikasi dalam keluarga baik. Jika ada
masalah, IK dan BP. S selalu membicarakannya. Saat pengkajian,
tampak proses komunikasi BP. S dan IK berjalan baik dan tidak ada
masalah.
2. Struktur kekuatan
IK mengatakan jika ada masalah dalam keluarga, selalu didiskusikan
bersama antara BP. S dan IK. Untuk masalah ekonomi, yang berperan
dalam mencari nafkah adalah BP. S dan yang memutuskan dalam
penggunaan keuangan keluarga adalah IK. Tidak ada yang dominan dalam
pengambil keputusan.
3. Struktur peran
BP. S berperan sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah bagi
anggota keluarga sedangkan IK berperan sebagai ibu rumah tangga.
4. Nilai-nilai dan norma-norma keluarga
IK mengatakan nilai yang dianut keluarganya adalah saling menyayangi
dan menghargai antar anggota keluarga. Semua anak - anaknya telah
ditanamkan nilai-nilai keluarga sejak kecil dan anggota keluarga
menjalankannya dengan baik. IK mengatakan menyadari bahwa dengan
nilai saling menyayangi yang telah ditanamkan keluarga membantu
keluarga dalam pemecahan masalah.BP. S dan IK mengatakan bahagia
karena anak anaknya telah menikah semua sehingga tugas BP. S dan
IK sebagai orangtua sudah dianggap selesai.

3. Fungsi Keluarga
a) Fungsi afektif
IK mengatakan semua anggota keluarga saling memiliki dan merasa
dimiliki oleh keluarga. IK mengatakan walaupun ekonomi keluarganya
pas-pasan tetapi keluarga saling menghargai dan selalu tercipta kehangatan
antar anggota keluarga.
b) Fungsi sosialisasi
IK mengatakan hubungan antar anggota keluarganya baik. BP. S
menanamkan budaya disiplin, jujur, menepati janji dan mengajarkan hidup
mandiri kepada anak - anaknya. IK merasa bahagia karena semua anaknya
berbakti pada orangtua.
c) Fungsi perawatan kesehatan
1). Mengenal masalah kesehatan
BP. S mengatakan menderita hipertensi sejak tahun 2002 dengan
tekanan darah tertinggi 180/100mmHg. BP. S menganggap penyakit
hipertensi adalah penyakit yang wajar diderita oleh orangtua dan bukan
merupakan hal yang membahayakan bagi dirinya. IK pernah
mengalami patah tulang kaki pada tahun 1998 karena jatuh saat masih
bekerja di Jakarta. Sampai saat ini, BP. S sering mengeluh pegal
pada kakinya.
2). Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat
BP. S mengatakan jarang merasa sakit, walaupun saat diperiksa
tekanan darahnya ternyata tinggi. BP. S hanya periksa ke dokter
apabila merasa sangat pusing dan tidak bisa beraktifitas seperti
biasanya. Apabila sakitnya masih dianggap ringan dan tidak
mengganggu aktifitasnya, maka BP. S tidak mau periksa ke dokter.
IK mengatakan BP. S sulit diberitahu mengenai penyakitnya, karena
BP. S menganggap dirinya sehat. IK menyadari bahwa kesehatan
adalah hal yang utama.
IK sering periksa ke Puskesmas apabila pegal pegal pada kakinya
kambuh. IK rajin minum obat yang diberikan oleh dokter.
3). Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
IK mengatakan tidak ada pantangan makanan dalam keluarga. BP.
S tidak mau melakukan diit rendah garam karena menganggap
bahwa makanan yang tidak asin itu rasanya tidak enak. BP. S tidak
mau mengkonsumsi kopi. Setiap hari IK menyiapkan sayur dan lauk
untuk memenuhi kebutuhan gizi. IK sering mengoleskan minyak
angin ke kakinya atau menempelkan koyo apabila kakinya terasa
pegal. Saat kakinya terasa pegal, IK mengurangi aktifitasnya karena
takut terjatuh.
4). Kemampuan keluarga memelihara atau memodifikasi lingkungan
rumah yang sehat.
Menurut IK, rumah mereka termasuk kotor dan kurang terawat karena
IK merasa lelah dan kakinya sakit kalau membersihkan rumah. IK
mengatakan hati hati bila berjalan karena takut jatuh atau terpeleset
di kamar mandi yang lantainya licin dan ada lumut disekitar sumur.
Menurut BP. S stress atau beban yang dirasakannya dapat
meningkatkan tekanan darahnya, namun sangat susah untuk
mengurangi stress tersebut.

5). Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di
masyarakat.
IK mengatakan bahwa disekitar tempat tinggal mereka terdapat
praktek dokter, bidan dan perawat. BP. S mempunyai dokter
langganan di daerah Pleret, namun jarang memeriksakan diri, kecuali
bila sakitnya cukup berat dan mengganggu aktifitasnya. Sedangkan IK
sering berkunjung ke Puskesmas untuk memeriksakan kakinya.
d) Fungsi reproduksi
IK mengatakan bahwa dia bahagia memiliki 5 orang anak dan 12 orang
cucu. IK mengatakan dulu memakai kontrasepsi IUD, namun sudah
diambil kira kira 20 tahun yang lalu.
B. Fungsi sosial ekonomi
Bp. S mengatakan bahwa penghasilan keluarga pas-pasan untuk
memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penghasilan BP. S per bulan
rata rata sebesar Rp.300.000,-, kemudian ada uang kiriman dari suami
sirinya sebesar Rp. 500.000,- serta dari mantan suaminya Rp. 200.000,-.
IK mengatakan bahwa pendapatnnya cukup untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya sehari hari dan bersyukur atas rejeki yang selalu Tuhan
berikan untuk keluarganya.

VI. Stres dan Koping Keluarga
a) Stressor keluarga jangka pendek dan jangka panjang
BP. S mengatakan saat ini tidak mempunyai masalah apapun. Mereka
sudah merasa bahagia dengan kehidupannya dan hanya bisa
memasrahkan diri pada Tuhan serta selalu berbuat baik dan beribadah
dengan lebih khusuk.
b) Respons keluarga terhadap stressor
Dalam menghadapi masalah yang ada, Bp. S selalu
mengkomunikasikan dengan istri dan anaknya serta mencari pemecahan
masalah secara bersama.
c) Penggunaan strategi koping
Dalam menghadapi permasalahan-permasalahan ini, keluarga berdiskusi
dengan anggota keluarga yang lain secara langsung dan sangat jarang
meminta bantuan baik pemikiran maupun dana dari oranglain.
d) Koping yang berhasil dilakukan oleh keluarga
Bp. S mengatakan cukup sehat dan jarang mengalami gangguan
kesehatan asalkan Bp. S dapat menjaga pikirannya dan tidak stres
dalam mengahdapi masalah.
e) Koping yang disfungsional
Mekanisme koping yang diambil oleh Bp. S merupakan mekanisme
koping yang tepat

f) Pemeriksaan Fisik An. A
A.

a) Pola Kesehatan Fungsional
a. Pola persepsi pemeliharaan kesehatan
BP. S mengetahui bahwa dirinya menderita hipertensi, namun tidak
mengetahui cara mengendalikan tekanan darahnya. BP. S jarang
meminum obat, tidak pernah mengkonsumsi alkohol dan kopi, namun
merokok sejak muda. BP. S jarang memeriksakan dirinya ke dokter
b. Pola nutrisi metabolik
Keluarga tidak menyediakan diit khusus rendah garam untuk BP. S,
walaupun sudah mengetahui bahwa BP. S menderita hipertensi.
c. Pola eliminasi
Keluarga tidak mengalami gangguan dalam eliminasi urine dan feses. IK
mengatakan BAK 3-5x/hari dan BAB 1x/hari. Sedangkan BP. S
mengatakan BAK 4-5x/hari, dan BAB tiap 2 hari sekali.
d. Pola aktivitas dan latihan
BP. S mengatakan jarang berolahraga dan belum pernah jatuh.
Sedangkan IK pernah jatuh (tahun 1998) dan kaki kanannya bengkak.
Sampai saat ini, IK mengeluh kaki kanannya sering sakit.
e. Pola istirahat dan tidur
Bp. S dan IK tidak mengalami masalah dalam hal istirahat dan tidur.
Nyeri kaki yang dialami IK tidak sampai mengganggu tidurnya.
f. Pola persepsi kognitif
S tidak mengalami kemunduran dalam hal ingatan dan pengambilan
keputusan.
g. Pola persepsi konsep diri
Keluarga mengatakan bahagia dengan hidup mereka saat ini, bisa
beradaptasi dan menerima semua perubahan yang terjadi pada mereka.
h. Pola peran dan tanggungjawab
Keluarga mengatakan tanggungjawab mereka saat ini sudah jauh
berkurang karena anak anaknya sudah menikah. Keluarga melaksanakan
perannya sebagai anggota masyarakat dengan baik dan aktif mengikuti
kegiatan kampung.
i. Pola seksual reproduksi
Ny. M mengatakan sudah menopause lama, sekitar tahun 2000-an.
j. Pola koping dan toleransi stress
BP. S mengatakan saat ini tidak mempunyai masalah yang berat. Bila
ada masalah, pasti dibicarakan dengan anak dan istrinya sehingga dapat
segera diselesaikan.
k. Pola nilai dan keyakinan
Keluarga mengatakan rajin berdoa dan sholat. Keluarga meyakini bahwa
hidup ini adalah anugerah Tuhan dan harus selalu disyukuri, terlebih
karena di usia tua ini Bp. S dan istrinya tetap diberi kesehatan dan umur
panjang.





b) Pengkajian Fungsi Kognitif Dengan Menggunakan MMSE
No Tes Skor Bp. M Skor Ny. M
1. Orientasi waktu dam tempat 10 8
2. Registrasi 3 2
3. Perhatian dan perhitungan 2 3
4. Mengingat kembali 1 1
5. Bahasa 2 1
6. Pengulangan 1 1
7. Pengertian verbal 2 1
8. Perintah tertulis 1 1
9. Menulis kalimat 1 1
10. Menggambar / konstruksi 1 1
Jumlah skor 24 20
Interpretasi Kognitif normal Gangguan kognitif
ringan

c) PengkajianStatus Fungsional
No Fungsi Kriteria kemandirian
Bp. M Ny. M
1. Mandi Mandiri Mandiri
2. Berpakaian Mandiri Mandiri
3. Toileting Mandiri Mandiri
4. Berpindah Mandiri Mandiri
5. Kontinen Mandiri Mandiri
6. Makan Mandiri Mandiri
Skala Penilaian A (mandiri penuh) A (mandiri penuh)


d) Pengkajian Fungsi Sosial
No Aspek Skor Bp. M Skor Ny. M
1. Adaptation 2 2
2. Partnership 1 2
3. Growth 2 1
4. Affection 2 1
5. Resolve 2 2
Jumlah skor 9 8
Interpretasi Fungsi keluarga sehat Fungsi keluarga sehat

e) Harapan Keluarga
BP. S berharap dapat selalu sehat sehingga mampu bekerja mencari nafkah.
IK berharap pegal pegal di kakinya dapat berkurang sehingga tidak
mengganggu aktifitasnya.
ANALISA DATA
No Tanggal, Jam Data (DO/DS) Etiologi Masalah
1. 30 April 2013
Jam 13.00
DS:
- BP. S mengetahui bahwa dirinya menderita
hipertensi sejak tahun 2002 dengan TD tertinggi
180/100 mmHg.
- BP. S mengatakan tidak pernah mengontrol
hipertensinya dengan berobat atau cek tensi secara
teratur.
- BP. S mengetahui bahwa dirinya menderita
hipertensi namun belum mengetahui tentang
beberapa faktor yang dapat mencetuskan
peningkatan tekanan darah dan berbagai cara untuk
mencegahnya serta komplikasi dari hipertensi.
- BP. S mengatakan bahwa setahu BP. S,
penyebab hipertensi adalah keturunan, kurang
istirahat dan stress, sedangkan penyebab lain belum
diketahui.
- BP. S mengatakan pencegahan hipertensi adalah
dengan istirahat dan menghindari stress.
- BP. S menanyakan makanan apa yang bisa
dimakan dan tidak bisa dimakan terkait penyakit
hipertensi.
- BP. S mengatakan sering merasakan pusing dan
untuk mengatasinya, jika BP. S merasa pusing
maka segera beristirahat dan setelah bangun tidur
biasanya pusing akan berkurang dan dapat
beraktivitas seperti biasa.
- BP. S mengatakan tidak pernah membatasi
konsumsi garam.
DO:

Ketidakmampuan
keluarga mengenal
masalah

Ketidakefektifan regimen
manajemen terapetik :
hipertensi pada keluarga
Bp. M khususnya BP. S
- Hasil pengukuran tekanan darah:
- Kunj. I (27-4-2013) : 150/90 mmHg.
- Kunj II (29-4-2013): 160/90 mmHg.
- Kunj III (30-4-2013) : 170/100 mmHg.
- Tidak tampak obat antihipertensiyang diminum oleh
BP. S.
2. 30 April 2013
Jam 13.30
DS :
- IK mengatakan tahun 1998 pernah jatuh dan kaki
kanannya bengkak.
- IK mengatakan saat ini kesulitan dalam merubah
posisi dari duduk dan jongkok ke posisi berdiri
karena kaki kanannya terasa pegal.
- IK mengatakan tidak berani jalan jauh karena takut
kakinya akan semakin pegal.
- IK mengatakan harus hati hati saat ke kamar mandi
karena licin dan takut jatuh.
- IK mengatakan penglihatannya sudah berkurang dan
pandangannya sering kabur.
DO :
- IK tampak berjalan secara pelan.
- Saat merubah posisi dari duduk ke berdiri, IK
berpegangan pada meja atau dinding.
- Lantai kamar mandi dan sumur tampak berlumut.
- Pada malam hari, cahaya lampu di rumah hanya
remang remang.
- Tak tampak handrail/ pegangan di sepanjang dinding
kamar mandi.
- Tidak dapat membaca angka dengan font 12 Type
Times New Roman pada jarak baca 30cm tanpa
kacamata.

Ketidakmampuan
keluarga menciptakan
lingkungan yang aman

Resiko terjadi cidera : jatuh
pada keluarga Bp. M
khususnya IK
PRIORITAS MASALAH
1. Diagnosa Keperawatan :Ketidakefektifan regimen manajemen terapetik: hipertensi pada keluarga Bp.
M khususnya BP. S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah