Anda di halaman 1dari 2

xiii

DAFTAR SIMBOL

A = Luas penampang benda uji (cm
2
)
A
c
= Luas tampang komposit (cm
2
)
A
m
= Luas tampang mortar dalam komposit (cm
2
)
A
r
= Luas tampang penulangan (cm
2
)
A
s
= Luas penampang baja (cm
2
)
A
w
= Luas tampang wiremesh (cm
2
)
b = Lebar bagian badan (mm)

B = Lebar keseluruhan (mm)
c = Tinggi garis netral (mm)
d = Jarak tulangan ke serat terluar (mm)
E

= Modulus elastisitas (kg/cm
2
)
E
c
= Modulus elastisitas komposit (MPa)
E
cn
= Modulus elastisitas beton (MPa)
E
cu
= Modulus elastisitas komposit sebelum retak (kg/cm
2
)
E
m
= Modulus elatisitas mortar (kg/cm
2
)
E
r
= Modulus elastisitas penulangan (kg/cm
2
)
E
rw
= Modulus elastisitas wiremesh (kg/cm
2
)
E
s
= Modulus elastisitas baja (kg/cm
2
)
f
c
= Kuat tekan benda uji (kg/cm
2
)
f
s
= Tegangan baja (kg/cm
2
)
h = Tinggi bagian sayap (mm)
xiv

H = Tinggi keseluruhan (mm)
i
x, y
= Jari jari inersia (mm)
I = Momen inersia penampang (mm
4
)
I
tr cr
= Momen inersia penampang transformasi setelah retak (mm
4
)
l

= Panjang daerah yang diamati (mm)
L = Panjang bentang profil (mm)
N = Besar beban ( kg )
NDs = Gaya tekan pada baja tekan (N) {fs As}
NDc = Gaya tekan pada blok tekan mortar (N) {0,5 fc a b}
NT = Total gaya tarik (N) { As . fy}
n = Rasio modulus elastisitas
P = Beban (kg)
t = Tebal (mm)
v
m
= Volume mortar (%)
v
rL
= Volume fraksi penulangan (%)
W = Momen tahanan (mm
3
)
Z = Lengan momen (mm) {d - (a/2)}

SIMBOL

mu,

ri,

s,

w
= Regangan beton, penulangan, baja, wiremesh (%)

k
= Garis tengah karakteristik ( mm )

r
= Tegangan tarik ( kg/cm
2
)
= Lendutan (mm)
l = Perpanjangan dalam daerah beban (mm)