Anda di halaman 1dari 13

AIR UNTUK BETON

Oleh:Noviar Ismael
1. SUMBER AIR
Hujan
Danau
Laut
Sungai
Air Tanah / Mata air
2. SYARAT AIR UNTUK
BETON
Umum : Air untuk beton harus
air bersih dan dapat diminum
3. Persyaratan Dari
Pemerintahan Belanda Tahun
1950
1. Air harus bebas dari minyak dan bahan
terapung
2. Air harus bersifat netral lakmus atau
bersifat basa lemah
3. Air boleh mengandung maksimum:
Sulfat dihitung sebagai SO3 = 0,5% ( 5
gr /liter )
Chlorida dihitung Cl = 1,5% ( 15
gr / liter )
4. Bila direaksikan dengan KmnO4 utk
oksida bahan organik atau benda lain yang
larut, tidak lebih dari 1000 mg / liter air
4. Persyaratan yang tercantum
dalam buku Einflusse auf beton
:
Didasarkan pada penelitian, bahwa dengan air ini , kekuatan beton
tidak turun kurang dari 85% dibanding bila beton menggunakan air
bersih.
a. Air dapat dipakai bila :
Kadar SO3 kurang dari 1%
( Bila kadar sulfat 0,5 %, kekuatan turun kl 4 %, dan bila kadar sulfat
1 %, kekuatan turun kl 10 % )
Kadar Na 0.15% dan NaCl = 0,15%
Air tambang (terkecuali air tambang batu bara) juga air tambang gips.
Air limbah dari pemotongan (rumah pemotongan hewan)
Air limbah dari pabrik bir, pabrik gas, pabrik sabun.
Air laut dengan kandungan garam kurang dari 3%
b. Air tidak dapat dipakai :
1. Air laut dengan kadar
garam lebih dari 3,5 %
2. Air dengan kadar sulfat
lebih dari 3,5 %
3. Air dengan kadar NaCl
lebih dari 3 %
4. Air dari pabrik kulit, cat
dan pabrik galvanisir
5. Air yang mengandung
gula
6. Air limbah dari pabrik
kokas
Persyaratan dari Deutsche Reinhsbahn
Gesellschaft, Mortel und Beton
Air minum dan air murni
Air sumber yang tidak dimurnikan,
air sungai dan air danau
Air yang bebas CO2
Air dengan kadar SO3 kurang dari 0,3
%
Air dengan kadar NaCl dan MgCl
kurang dari 1 %
6. Persyaratan Britis Standar BS 3148-59:
Larutan padat tidak lebih
dari 2000 ppm
Alkali karbonat atau
bikarbonat tidak lebih dari
1000 ppm
Kadar SO3 tidak melebihi
dari 1000 ppm dan Cl
tidak melebihi 500 ppm
( Air seperti itu, bila dibuat
kubus percobaan beton,
tidak turun kekuatannya
lebih dari 20 %
dibandingkan bila memakai
air bersih )
3. PENGARUH ZAT ZAT YANG
TERKANDUNG DALAM AIR TERHADAP
BETON
a. Air yang mengandung larutan padat,
hingga air keruh, adanya partikel dalam
air, akan mempengaruhi sifat
pengerasan semen, sehingga
memungkinkan kekuatan beton
berkurang atau rendah
b. Air yang mengandung minyak dan
mengandung zat organik, juga akan
menurunkan kekuatan beton
c. Air yang mengandung garam Cl (
CaCl2 atau MgCl2 ), karena sifat
garam hidroskopis, beton akan basah
atau lembab, akan terjadi bercak putih
dan tumbuh lumut.
d. Bila mengandung sulfat ( ferro
sulfat, natrium sulfat dan
magnesium sulfat ),akan
mengganggu ketahanan / keawetan
beton. Karena sulfat mempengaruhi
atau bereaksi dengan C3A
e. Air yang mengandung senyawa besi
larut seperti ferro sulfat akan
berubah menjadi ferri oksida dan
sulfatnya bersenyawa dengan kapur,
ini akan menimbulkan warna kuning
pada beton.
Disamping itu air ini juga tidak baik
untuk pemeliharaan beton dan
merendam beton dan bata

PERSYARATAN KHUSUS
Menurut ACI 318-83
1. Air yang digunakan untuk mengaduk beton harus bersih, dan bebas dari
bahan yang merugikan seperti minyak,alkali, garam, bahan organik
yang dapat membahayakan beton dan tulangan
2. Air untuk beton pratekan tidak boleh mengandung Chlorida
Bentuk Konntruksi Maks % Cl ion
Terhdp berat
semen
Beton Pratekan
0,06
Beton bertulang yg
berhubungan dg Cl
0,15
Beton bertulang yg terlindung
1,0
Beton bertulang biasa
0,30
3. Bukan air minum tidak boleh digunakan untuk pembetonan , bila:
Uji adukan standar yang dilakukan seperti cara dalam
ASTM C 109, dimana kuat tekan beton umur 7 dan 28
hari , tidak kurang dari 90% dibandingkan kuat tekan
kubus yang dibuat dengan air minum.
Semoga bermanfaat
Terima Kasih