Anda di halaman 1dari 9

Modul Biologi Kelas XI, Sistem Ekskresi Hal.

21

BAB VIII
SISTEM EKSKRESI


Sistem ekskresi ~ sistem pengeluaran
= pengeluaran sisa metabolism dari dalam tubuh, ex : urin, keringat, urea, dll.
Sistem pengeluaran dibedakan menjadi :
1. Defakasi : proses pengeluaran sisa pencernaan (feses) melalui rectum lalu menuju anus
2. Sekresi : proses pengeluaran getah oleh sel atau kelenjar tubuh yang berguna bagi
metabolism sel, ex : enzim dan hormon
3. Ekkresi : proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi, ex : urin,
keringat, CO2

A. SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
ORGAN-ORGAN EKSKRESI PADA MANUSIA :
1. PARU-PARU
Jumlah 2 (1 pasang); kiri dan kanan
Fungsi utamanya sebagai organ pernapasan
Berperan dalam sistem ekskresi yaitu mengekskresikan CO2 dan uap air melalui
serangkaian proses yang kompleks, yang disebut mekanisme pertukaran klorida. 75%
CO2 diangkut dalam bentuk asam bikarbonat (HCO3
-
) yang larut dalam plasma darah
dan 25% dalam bentuk HbCO2 (karboksi hemoglobin).
2. HATI
Terletak di rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma
Fungsi hati :
a. Menghasilkan empedu ( l) per hari
Empedu :
cairan kehijauan yang terasa pahit
disimpan dalam kantong empedu (vesica fellea)
kandungan : kolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin dan biliverdin
pH : 7 7,6
fungsi :
1) mencerna lemak
2) mengaktifkan enzim lipase
3) membantu daya absorpsi lemak di usus
4) mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi larut dalam air
5) berperan dalam pembentukan urea
b. Menyimpan gula dalam bentuk glikogen (gula otot)
c. Tempat perombakan eritrosit yang telah tua
Dilakukan oleh-oleh sel khusus yang disebut sel-sel histiosit
Eritrosit dirombak menjadi :
1) Fe (zat besi) disimpan di hati di kirim ke sumsum merah tulang pembentukan
sel darah merah baru
2) Globin metabolism protein dan pembentukan Hb baru
3) Hemin = heme menjadi zat warna empedu
a) Bilirubin warna : hijau kebiruan teroksidasi menjadi urobilin ( di usus dua
belas jari) memberi warna pada urin dan feses
b) Biliverdin
d. Penawar racun
e. Tempat pembentukan dan perombakan protein tertentu
f. Menghasilkan enzim arginase yang mengubah arginin menjadi ornitin dan urea
reaksinya disebut Siklus Krebs Ornitin atau Siklus Krebs Urea
CO2 + H2O ornitin sitrulin + NH3 arginin enzim arginase CO(NH2)2 (urea) +
H2O menuju ginjal
g. Menyimpan vitamin (A. D, E, dan B12)

Modul Biologi Kelas XI, Sistem Ekskresi Hal. 22

3. KULIT
Merupakan lapisan terluar tubuh.
Fungsi :
a. Pelindung tubuh terhadap kerusakan fisik karena pengaruh lingkungan, misalnya
gesekan, penyinaran, kuman, panas, zat kimia, dll.
b. Mengatur suhu tubuh dan menjaga agar pengeluaran air tidak berlebihan(mengurangi
penguapan) berkaitan dengan fungsi kulit sebagai organ ekskresi
c. Sebagai organ ekskresi mengeluarkan limbah metabolism berupa garam-garam
(terutama garam dapur) dan sedikit urea yang dibuang melalui keringat.
Mekanisme :
Kelenjar keringat menyerap air dan larutan garam serta urea dari pembuluh darah di
sekitarnya diuapkan ke luar tubuh efeknya : menyerap panas tubuh (menurunkan
suhu tubuh).
Banyak sedikitnya keringat yang dikeluarkan dipengaruhi oleh :
Aktivitas tubuh semakin tinggi aktivitas fisik, jumlah keringat yang dihasilkan
semakin banyak
Suhu lingkungan jika suhu lingkungan tinggi, keringat yang dihasilkan banyak, dan
sebaliknya
Makanan
Kondisi kesehatan
Keadaan emosi
Jika terjadi pengeluaran keringat yang berlebihan (misal karena berjemur di terik
matahari) maka akan terjadi lapar garam yang bias berakibat kejang-kejang dan
pingsan.
Kerja kelenjar keringat dikendalikan oleh sistem saraf pusat
d. Sebagai organ penerima rangsang (indra peraba) reseptor nyeri, panas, tekanan,
sentuhan, rasa sakit, dan dingin.
e. Tempat penyimpanan cadangan makanan berupa lemak

Struktur Kulit

Gb. 1 Struktur kulit manusia

Kulit terdiri atas 2 bagian :
1) Epidermis/kulit ari (lapisan luar)
Epidermis tersusun atas (dari luar ke dalam) :
a) Stratum korneum/lapisan tanduk tersusun dari sel-sel mati yang mudah
mengelupas
b) Stratum lusidum sel-sel penyusunnya tidak berinti dan berwarna bening hanya
ada pada bagian kulit yang tebal, missal di telapak kaki dan telapak tangan
c) Lapisan Malpighi, terdiri atas :
1) Stratum spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar
2) Stratum germinativum lapisan sel yang aktif membelah dan membentuk sel-sel
baru ke arah luar
d) Stratum granulosum sel-selnya mengandung butir-butir melanin (pigmen warna)

Modul Biologi Kelas XI, Sistem Ekskresi Hal. 23

2) Dermis/Korium (lapisan dalam)
Pada dermis terdapat :
a) Akar rambut
b) Kelenjar keringat (glandula sudorifera)
c) Kelenjar minyak (glandula sebacea) mencegah kekeringan pada kulit dan
pengerutan kulit serta rambut
d) Pembuluh darah
e) Serabut saraf

4. GINJAL
Jumlah sepasang, terletak di dekat tulang pinggul, dalam rongga perut pada dinding tubuh
dorsal. Bentuk seperti kacang ercis.
a. Fungsi :
1) Mengekskresikan zat-zat yang membahayakan tubuh, ex : urea, asam urat, dan garam-
garam.
2) Mengatur keseimbangan air mempertahankan tekanan osmosis cairan
ekstraselluler
3) Mengatur keseimbangan asam basa
b. Struktur Anatomi Ginjal

Gb. 2 Struktur anatomi ginjal

Ginjal terdiri dari dua lapisan :
1) Korteks/Kulit Ginjal (lapisan luar)
Korteks terdiri atas jutaan nefron (unit penyaring darah). Nefron terdiri atas :
a) Badan Malpighi, badan Malpighi terdiri dari :
- Glomerolus
- Simpai/kapsula Bowman
b) Tubulus/saluran, yang terdiri dari :
- Tubulus kontortus proksimal
- Lengkung Henle
- Tubulus kontortus distal
- Tubulus kolektivus
2) Medula/Sumsum Ginjal (lapisan dalam)
Tersusun atas tubulus/saluran (sama dengan pada korteks) dan pelvis renalis yang
berhubungan dengan ureter dan vesica urinaria (kandung kemih)


c. Proses Pembentukan urin
Proses pembentukan urine melalui tiga tahap :
1) Filtrasi (penyaringan)
Tempat terjadi : kapsula Bowman dan glomerolus
Sel-sel penyaring pada kapsula Bowman disebut sel-sel podosit
Modul Biologi Kelas XI, Sistem Ekskresi Hal. 24

Hasil : urine primer (filtrat glomerolus) masih ditemukan zat-zat yang dibutuhkan
oleh tubuh seperti glukosa dan asam amino serta ion-ion
Zat-zat yang disaring (tidak dibuang) : sel-sel darah dan protein
2) Reabsorpsi (penyerapan kembali)
Tempat terjadi : tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, dan sebagian tubulus
kontortus distal
Hasil : urine sekunder (urin sebenarnya)
Zat-zat yang diserap kembali : glukosa, asam amino, dan ion-ion organic (Na
+
, K
+
, Cl,
Ca
2+
, HCO3
-
, HbO4
2-
.
3) Sekresi penambahan zat-zat
4) Augmentasi (penambahan zat dan pengumpulan)
Tempat terjadi : sebagian tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus
Zat-zat yang ditambahkan : H
+,
NH3, kreatinin, urea, obat-obatan, getah empedu
(sebagai pewarna)

d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Urin
1) Jumlah air yang diminum semakin banyak air yang diminum, produksi urin
meningkat
2) Hormon antidiuretik (ADH) semakin tinggi konsentrasi ADH maka jumlah urin
yang dihasilkan akan turun/sedikit
3) Zat-zat diuretik zat-zat yang mempengaruhi produksi hormon ADH (menurunkan)
jika konsentrasi zat ini tinggi, konsentrasi ADH akan turun sehingga produksi urin
meningkat
4) Suhu udara suhu meningkat, produksi urin turun/sedikit (air lebih banyak
dikeluarkan melalui keringat)
5) Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari darah menjaga tekanan homeostatis
darah
6) Konsentrasi hormon insulin jika konsentrasi hormone insulin rendah maka
produksi urin akan meningkat (terkait dengan banyaknya zat yang harus dikeluarkan)
7) Gejolak emosi dan stress

Jika dibuat dalam sebuah rangkuman tentang organ ekskresi dan zat yang diekskresikan maka
akan nampak seperti pada tabel berikut :
NO NAMA ORGAN ZAT YANG DIEKSKRESIKAN
1 Paru-paru CO2 (utama) dan H2O (uap air)
2 Kulit Garam-garam (utama), urea, dan uap air
3 Hati Urea, bilirubin dan biliverdin (getah empedu), antibiotik, logam
berat, dan narkotik (fungsi menetralkan racun)
4 Ginjal H2O, garam mineral, sampah metabolisme yang mengandung unsur
N (urea, amoniak, asam urat), CO2


B. GANGGUAN DAN KELAINAN PADA SISTEM EKSKRESI
1. Gangguan pada ginjal
a. Nefritis
Penyebab : infeksi bakteri Streptococcus pada glomerolus
Akibat : uremia (ureum yang masuk ke dalam darah melebihi batas normal)
menyebabkan edema (penimbunan air di kaki, kaki menjadi bengkak)
b. Albuminaria
Penyebab : kegagalan filtrasi pada ginjal (kerusakan alat filtrasi)
Akibat : adanya molekul albumin (protein) dalam urin
c. Polyuria menurunnya kemampuan nefron untuk melakukan penyerapan air sehingga
produksi urin menjadi banyak dan encer



Modul Biologi Kelas XI, Sistem Ekskresi Hal. 25

d. Gagal ginjal kerusakan ginjal secara total
Penyebab : pendarahan, luka bakar, keracunan, adanya tumor atau batu ginjal
Akibat : oligouria (produksi urin sangat sedikit) dan anuria (tidak dapat memproduksi
urin sama sekali)
e. Batu ginjal
Penyebab : kurang minum, sering menahan kencing
Akibat : penumpukan garam kalsium dan asam urat menjadi batu ginjal
f. Glikosuria
Penyebab : kerusakan pada tubulus ginjal
Akibat : adanya glukosa pada urin
g. Hematuria
Penyebab : peradangan pada vesica urinaria, akibat batu ginjal
Akibat : ditemukan darah merah dalam urin
h. Ketosis
Penyebab : diet karbohidrat yang berlebihan
Akibat : ditemukan senyawa keton dalam urin
2. Gangguan pada sistem hormon
a. Diabetes mellitus (kencing manis)
Penyebab : kekurangan hormone insulin
Akibat : glukosa dalam darah meningkat (glukosuria)
Dampak ; sering buang air kecil, cepat haus dan lapar, gangguan pada proses metabolisme
b. Diabetes insipidus
Penyebab : kekurangan hormon ADH
Akibat : jumlah urin meningkat (polyuria)
Dampak ; sering buang air kecil, cepat haus dan lapar, gangguan pada proses metabolisme
3. Kerusakan dan gangguan pada paru-paru (sudah dibahas pada sistem pernapasan)
4. Gangguan pada kulit lapar garam karena pengeluaran keringat yang berlebihan
5. Kerusaan/gangguan pada hati
a. Penyakit kuning
Penyebab : pembuluh empedu tersumbat
Akibat : darah berwarna kekuning-kuningan karena empedu masuk ke darah
b. Serosis hepatis (pengerasan hati)
Penyebab : banyak minum-minuman keras dan makan makanan yang beracun
Akibat : kerusakan dan kematian sel-sel hati

C. SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN
1. INVERTEBRATA
a. Protozoa osmosis (untuk air) dan difusi (CO2) secara langsung lewat membran sel atau
lewat vakuola berdenyut/vakuola kontraktil
b. Pada cacing pipih (Platyhelminthes) menggunakan sistem protonefridium
Protonefridium terdiri dari saluran longitudinal yang berujung pada sel-sel api (frame
sel/solenosit) dan nefridiofor (saluran ke luar tubuh)

Gb. 3 sistem ekskresi pada cacing pipih (Planaria sp)
Modul Biologi Kelas XI, Sistem Ekskresi Hal. 26


c. Pada Annelida (misal : cacing tanah) menggunakan sistem nefridium
Nefridium terdiri dari : nefrostoma (corong bersilia pada pseudoselom), duktus
ekskretorius (pipa halus yang berliku), dan nefridiofor (lubang ke luar)

Gb. 4 Sistem ekskresi pada Annelida (cacing tanah)

d. Pada serangga
Alat ekskresi : buluh Malpighi dan sistem trakea (berfungsi sebagai paru-paru)
Zat buangan : asam urat dalam bentuk butiran dan feses dan CO2
e. Pada ikan
Alat ekskresi : sepasang ginjal mesonefros yang bermuara pada kloaka
Zat yang diekskresikan : ammonia
f. Pada Amphibia
Alat ekskresi : sepasang ginjal mesonefros yang bermuara pada kloaka, memiliki kandung
kemih (vesica urinaria)
Zat yang diekskresikan : ammonia (fase larva), urea (fase dewasa)
g. Pada Reptilia
Alat ekskresi : sepasang ginjal metanefros yang bermuara pada kloaka, memiliki kandung
kemih
Zat yang diekskresikan : asam urat, garam, dan feses
h. Pada burung
Alat ekskresi : sepasang ginjal metanefros yang bermuara pada kloaka, tidak memiliki
kandung kemih
Zat yang diekskresikan : asam urat berbentuk kristal putih, garam, dan feses

Gg
Gb 5 Perbandingan organ ekskresi pada ikan, Amfibia, Reptile, dan Aves












Modul Biologi Kelas XI, Sistem Ekskresi Hal. 27


LATIHAN SOAL

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat
!
1. Hasil ekskresi di bawah ini yang benar
adalah ....
a. enzim d. saliva
b. keringat e. hormon
c. HCl lambung
2. Kelebihan protein dalam tubuh tidak
dapat disimpan, tetapi ....
a. diekskresikan melalui organ ekskresi
b. disintesis menjadi senyawa lemak
untuk disimpan
c. dirombak dalam usus menjadi senyawa
lain yang mengandung unsur lain

d. dirombak dalam hati menjadi urea dan
senyawa lain yang bermanfaat
e. dirombak menjadi senyawa lain yang
bermanfaat
3. Ginjal mempunyai jutaan nefron yang
terletak di bagian ....
a. korteks d. badan malpighi
b. medulla e. korteks dan medulla
c. piramida ginjal
4. Penyakit ginjal yang ditandai adanya
albumin dan protein dalam urin
adalah
a. albuminaria d. glukosuria
b. uremia e. hidronefrosis
c. diabetes melitus
5. Kelebihan asam amino akan mengalami
deaminasi dan selanjutnya membentuk
urea melalui daur ....
a. ornitin d. urea
b. arginin e. sitrulin
c. krebs
6. Tiga zat yang kenaikannya dalam urin
paling tinggi adalah ....
a. kreatin, SO4, dan urea
b. SO4, NH4, dan K
c. NH4, Cl, dan K
d. PO4, SO4, dan NH4
e. SO4, Cl, dan urea
7. Kelainan pada ginjal dapat
mengakibatkan penimbunan air ke kaki
karena reabsorpsi air terganggu.
Kelainan yang dimaksud adalah ....
a. oedema d. albuminaria
b. glikosuria e. nefritis
c. diabetes insipidus
8. Zat-zat diuretika seperti kopi dan alkohol
dapat meningkatkan volume urin karena
...
a. meningkatkan sekresi ADH
b. memacu kerja ADH
c. menghambat reabsorpsi air
d. memacu filtrasi di kapsul Bowman
e. menghambat reabsorpsi Na
+
9. Tempat perombakan sel darah merah
yang rusak menjadi empedu adalah di ...
a. ginjal d. kolon
b. kulit e. hati
c. paru-paru
10. Alat ekskresi berupa nefridia dan saluran
Malpighi terdapat pada hewan ....
a. Planaria dan katak
b. Planaria dan belalang
c. kecoa dan belalang
d. cacing tanah dan belalang
e. cacing perut dan kecoa
11. Olahraga yang murah dan dapat
dilakukan secara massal adalah gerak
jalan dan lari jarak jauh. Untuk
mencegah agar tidak mudah pingsan dan
kejang setelah berolahraga yaitu
dianjurkan untuk minum minuman
dengan kandungan garam dapur yang
sedikit lebih tinggi. Fungsi garam dapur
ini adalah untuk ...,,
a. menimbulkan energi
b. menurunkan suhu badan
c. mencegah timbulnya keringat
berlebihan
d. mencegah timbulnya kelelahan
e. mengganti garam dapur yang
dikeluarkan melalui keringat
12. Akibat kecelakaan beberapa bagian kulit
kepala seseorang lecet atau terkelupas.
Setelah sembuh pada beberapa bekas
luka tumbuh rambut secara normal,
tetapi ada pula bekas yang tidak tumbuh
rambut. Hal ini disebabkan luka tersebut
telah menghancurkan bagian kulit yang
disebut
a. stratum lusidum
b. stratum korneum
c. stratum germinativum
d. stratum granulosum
e. epidermis luar
13. Alat ekskresi dan bahan yang
diekskresikan insekta adalah ....
a. sel api dan amonia
b. pembuluh malpighi dan asam urat
c. opistonefros dan asam urat
d. pronefros dan amonia
e. nefridium dan asam urat
14. Keuntungan dari transplantasi ginjal
adalah ....
Modul Biologi Kelas XI, Sistem Ekskresi Hal. 28

a. bahaya infeksi sesudah operasi
minimal
b. umur pasien dapat bertahan 810
tahun
c. umumnya menghilangkan kebutuhan
akan dialisis
d. tidak membahayakan donor
e. efek samping mudah diobati dengan
kortikosteroid
15. Pada kasus pencangkokan ginjal, donor
yang paling tinggi keberhasilannya
berasal dari ....
a. saudara sepupu
b. saudara perempuan
c. orang yang tak dikenal
d. orang tua
e. nenek
16. Penyakit kuning disebabkan oleh
tersumbatnya saluran empedu sehingga
getah empedu masuk ke dalam
peredaran darah. Empedu dihasilkan
oleh organ ekskresi yaitu
a. hati d. kulit
b. paru-paru e. ginjal
c. usus besar
17. Berikut ini yang tidak termasuk hasil
ekskresi dari Mammalia adalah..
a. ammonia dalam urin
b. karbondioksida hasil ekspirasi
c. makanan yang belum dicerna di
dalam feses
d. urea di dalam keringat
e. semua benar
18. Penyakit diabetes mellitus disebabkan
oleh kekurangan hormon
a. adrenalin d. insulin
b. epinefrin e. tiroksin
c. melatonin
19. Berikut pasangan yang tepat antara
hewan dan alat ekskresinya yaitu
a. cacing tanah metanefridium
b. tawon buluh Malpighi
c. ikan ginjal opistonefros
d. kadal metanefros
e. katak metanefros
20. Kelebihan panas harus dikeluarkan dari
tubuh karena dapat menyebabkan
makhluk hidup mati kepanasan. Panas
dilepaskan dari tubuh dengan
mekanisme-mekanisme berikut kecuali
a. menguap melalui kulit
b. melalui feses dan urin
c. udara ekspirasi dari paru-paru
d. melalui hormon
e. melalui keringat
21. Organ tubuh yang mempunyai fungsi
filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi
adalah
a. hati d. paru-paru
b. kulit e. usus halus
c. ginjal
22. Ammonia adalah zat sisa metabolisme
dari.
a. amilum d. vitamin
b. glukosa e. lemak
c. protein
23. Seseorang yang menderita gagal ginjal
dapat dibantu dengan cara
a. dialisis darah
b. cangkok alat dialisis
c. operasi ginjal
d. cangkok ginjal buatan
e. memakai ginjal tiruan
24. Berikut ini adalah organ-organ ekskresi
mamalia :
1. paru-paru 3. kulit
2. ginjal 4. hati
Organ yang mengekskresikan kelebihan
air adalah
a. 2 d. 1, 2
b. 1, 2, 3 e. 2, 3
c. 1, 2, 3, 4
25. Proses pembentukan urin di dalam ginjal
terjadi menurut urutan
a. Filtrasi, reabsorpsi, augmentasi
b. Filtrasi, augmentasi, reabsorpsi
c. Augmentasi, filtrasi, reabsorpsi
d. Augmentasi, reabsorpsi, filtrasi
e. Filtrasi, reabsorpsi, ekskresi
26. Banyak sedikitnya pigmen melanin dapat
menyebabkan perbedaan wrna kulit.
Pigmen melanin dihasilkan di
lapisan..pada kulit
a. Stratum korneum/lapisan tanduk
b. Dermis
c. Epidermis
d. Malpighi
e. Stratum lusidum
27. Tubulus Malpighi pada serangga
berfungsi sebagai alat..
a. Peredaran d. Indra
b. Pernapasan e. Ekskresi
c. Pencernaan
28. Sel api (flame cell) adalah alat ekskresi
pada
a. Cacing tanah d. Lintah
b. Cacing hati e. Belalang
c. Cumi-cumi
29. Urea dalam tubuh manusia dihasilkan
oleh organ X, difiltrasi oleh Y, dan
disimpan dalan Z sebelum dikelurkan
oleh tubuh. Organ-organ X, Y, Z adalah
Modul Biologi Kelas XI, Sistem Ekskresi Hal. 29

a. Ginjal, kantong kemih, hati
b. Ginjal, hati, kantong kemih
c. Hati, kantong kemih, ginjal
d. Hati, ginjal, kantong kemih
e. Kantong kemih, ginjal, hati
30. Cacaing tanah memiliki alat ekskresi
berupa
a. Ginjal d. Tubulus Malpighi
b. Vakuola e. Epinefridium
c. Sel api
31. Dalam urin orang normal banyak
terdapat
a. Asam amino d. Ureum
b. Albumin e. Glukosa
c. Asam lemak dan gliserol
32. Substsnai yang disaring ginjal adalah..
a. Air seni d. Air
b. Cairan limfa e. Darah
c. Cairan lemak
33. Apabila terjadi keracunan, organ yang
terutama berperan untuk menetralkan
racun adalah
a. Hati d. Paru-paru
b. Ginjal e. Jantung
c. Limfa
34. Infeksi kuman pada glomerolus
menimbulkan penyakit
a. Uremia d. Diabetes insipidus
b. Nefritis e. Diabetes mellitus
c. Albuminaria
35. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi
karena
a. Melindungi tubuh dari gesekan
b. Melindungi tubuh dari kuman
penyakit
c. Mempunyai ujung saraf reseptor
d. Mempunyai kelenjar keringat
e. Melindungi tubuh dari cahaya
matahari
36. Faktor yang tidak mempengaruhi jumlah
pengeluaran urin adalah
a. Jumlah air yang diminum
b. Hormon ADH
c. Banyak garam yang dikeluarkan
d. Banyak protein yang difiltrasi
e. Hormon insulin
37. Kadar glukosa, protein, dan senyawa
organik lain yang masih berguna bagi
tubuh paling tinggi terdapat pada
a. Urin primer
b. Urin sekunder
c. Filtrat tubulus
d. Cairan pada tubulus kolektivus
e. Cairan pada tubulus kontortus distal
38. Fungsi ginjal yang berkaitan dengan
usaha untuk menjaga keseimbangan
kadar cairan tubuh adalah
a. Menyekresikan zat-zat yang
membahayakan tubuh
b. Mempertahankan keseimbangan
asam basa
c. Mengekskresikan zat-zat racun
d. Melakukan filtrasi dan reabsorpsi
e. Mempertahankan tekanan osmosis
cairan ekstraselluler
39. Alat ekskresi yang digunakan oleh
Planaria adalah..
a. Nefridia d. Nefrostom
b. Sel api e. Nefridiofor
c. Badan Malpighi
40. Proses pembentukan urin di dalam ginjal
dimulai dengan ppenyaringan di..
a. Kandung kemih
b. Uretra
c. Badan Malpighi
d. Tubulus kontortus
e. Ruang ginjal



Saya yakin
Semuanya diawali oleh niat
yang baik
Saya tahu
Tak semuanya bisa dilewati
dengan baik
Saya ingin
Segalanya nanti akan menjadi
lebih baik
Karena itu
SAYA HARUS !!!!
SELALU MENGUPAYAKAN
YANG TERBAIK