Anda di halaman 1dari 7

RETNO AYU LESTARI Page 1

1. Buatlah gambaran kondisi sosial budaya pada salah satu daerah tingkat II di Prov.
Sumatera Utara. Seperti; Organisasi sosial kemasyarakatan, Agama dan
Kepercayaan yang dianut.
SOSIAL BUDAYA DI KOTA MEDAN
Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Kota Medan memiliki beragam pola
sosial kebudayaannya meliputi : organisasi sosial kemasyarakatan, agama, dan juga
kepercayaan.
A. ORGANISASI SOSIAL KEMASYARAKATAN
Di kota Medan ada banyak terdapat organisasi sosial kemasyarakatan, beberapa
diantaranya adalah sebagai berikut :
1. LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN KNPI (KOMITE NASIONAL
PEMUDA INDONESIA)
Bertugas mengimplementasikan kegiatan-kegiatan pendidikan dan pengabdian,
meliputi koneksi unit lembaga masyarakat, menjalin kerjasama dengan instansi
masyarakat, menyoroti ketiadaan aktivitas dan kreatifitas pengabdian pemuda.
2. LSM (LEMBAGA SOSIAL MASYARAKAT) GALATEA
Berperan dalam mengurangi dampak buruk penyalah-gunaan napza dan
pengendalian HIV/AIDS.
3. FORUM PEMBELA ISLAM (FPI)
Berperan dalam hal pengkaderan sosial kemasyarakatan islam
4. PIMANSU (PUSAT INFO MASYARAKAT ANTI NARKOBA SUMATRA
UTARA)
Berperan dalam pengendalian dampak buruk penyalah-gunaan narkoba
5. PEMUDA PANCASILA
Bergerak di bidang organisasi dan kaderisasi, ideologi dan politik , ekonomi,
agama dan sosial budaya, dan lingkungan hidup pemuda yang berlandaskan
pancasila.


RETNO AYU LESTARI Page 2

6. IKATAN PEMUDA KARYA
Merupakan himpunan pelajar, mahasiswa, dan wanita sebagai kekuatan sosial
yang punya persamaan semangat dan kehendak sesuai dengan kedudukan di
tengah masyarakat untuk beramal, berbakti kepada masyarakat, serta
melaksanakan pembaharuan di segala bidang.
7. LSM PERINTIS
Berperan pengawasan terhadap jalannya pembangunan di Indonesia serta
kepedulian terhadap masalah Hukum, Sosial, Lingkungan, Pendidikan,
Kesehatan, dan masalah Buruh Tani & Nelayan.
8. GERAKAN ANGKATAN MUDA KRISTEN INDONESIA (GAMKI)
Merupakan organisasi pengkaderan yang mempersiapkan anggotanya dalam
berbagai bidang pelayanan ( pendidikan, sosial budaya, politik,
kemasyarakatan,dll) di Indonesia.
9. HMI (HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM)
Bergerak di bidang pengkaderan , sosialisasi mahasiswa beragama islam
10. PERWARI (PERSATUAN WARIA INDONESIA)
Menaungi para waria untuk tetap merasakan kodrat sebagai manusia yang bisa
berkreasi tanpa dipandang sebelah mata sebagai oknum yang hina.
11. SECI (SEMPURNA COMMUNITY INDONESIA)
Menaungi para gay
12. AMPI (ANGKATAN MUDA PEMBAHARUAN INDONESIA)
Bermisi dalam konsolidasi kelembagaan dan program untuk masyarakat yang
demokratis serta menjamin hubungan baik vertikal ataupun horizontal dengan
seluruh elemen pemuda kekaryaan sebagai potensi politik partai Golkar.
13. FOPIN (FORUM PEDULI INDONESIA)
14. LSM (LEMBAGA SOSIAL MASYARAKAT) MEDAN PLUS
Bergerak di bidang penanganan napza dan juga HIV/Aids
15. SETARA INSTITUTE
bergerak di bidang penghapuskan atau pengurangan diskriminasi dan
intoleransi atas dasar agama, etnis, suku, warna kulit, gender, dan strata sosial
lainnya serta peningkatan solidaritas atas mereka yang lemah dan dirugikan.
RETNO AYU LESTARI Page 3

16. LEMBAGA SOSIAL MASYARAKAT MEDAN PLUS
Bergerak di bidang penangangan HIV/Aids, dan juga Napza

17. LSM GAFATAR
Bergerak di bidang budaya, sosial, dan IPTEK. Perlu di ketahui LSM ini tidak
bergerak di bidang politik.

18. POLMAS (POLISI MASYARAKAT)
Berperan serta membantu aparat kepolisian dalam tugasnya

19. LSM CARITAS
Berperan dalam menangani korban tsunami, dsb.

20. LSM CORDIA
Berperan dalam lembaga kemanusiaan dalam penanggulangan narkoba dan
HIV/Aids

21. PMK (PEMUDA MITRA KAMTIBNAS)
Bergerak di dalam bidang pengkaderan pemuda dalam masyarakat

22. HIKMA (HIMPUNAN KELUARGA MANDAILING)
Menjadi sebuah wadah perkumpulan agar lebih mempererat rasa kekeluargaan
di antara suku batak mandailing.

23. IKANAS (IKATAN KELUARGA MARGA NASUTION)
Organisasi masyarakat yang didasarkan pada marga nasution, organisasi ini
tidak saja beranggotakan marga Nasution melainkan juga menerima marga
lainnya sesuai dengan kontribusi yang di berikan pada organisasi.


RETNO AYU LESTARI Page 4

B. AGAMA
a. Islam (67,83%)
Agama islam menjadi agama mayoritas di kota Medan. Tempat ibadah bagi
penganut agama ini adalah Mesjid. Di kota Medan sendiri, kita bisa temukan keberadaan
Mesjid Gang bangkok yaitu sebagai mesjid tertua di kota medan sementara Mesjid Raya
adalah mesjid terbesar di kota medan . Adapun aliran agama muslim meliputi
Muhamadiyah dan NU
b. Kristen
Katolik (2,89%)
Tempat ibadah yang terbesar bagi umat katolik di kota medan adalah gereja
katolik katedral
Protestan (18,13%)
Tempat Ibadah umat kristen protestan yang terbesar di kota medan adalah
HKBP Jenderal Sudirman.
Pentakosta
Advent
c. Buddha (10,4%)
Tempat ibadah penganut agama ini adalah vihara. Di kota medan sendiri, tempat
ibadah Vihara Cemara adalah tempat ibadah agama Buddha yang terbesar di kota ini.
d. Hindu (0,68%)
Kuil Shri Mariamman merupakan Kuil Hindu tertua di Kota Medan.
e. Konghucu
Tempat ibadah masyarakat penganut agama ini adalah kelenteng dan yang terbesar
di kota medan adalah Vihara Gunung Timur yang bertempat di jalan Hang Tuah

RETNO AYU LESTARI Page 5


C. KEPERCAYAAN
Ada beberapa kepercayaan menurut beberapa suku yang masih di anut kota Medan.
i. Suku Batak
Kepercayaan mula Batak asli adalah agama parmalim. Ada juga kepercayaan
sipele begu. Kepercayaan ini yang di yakini dianut oleh raja Sisingamangaraja. Uniknya,
kepercayaan parmalim ini juga mendapat pengaruh dari agama kristen, juga islam.
Kepercayaan pada Dewa Mulajadi Nabolon juga pada arwah-arwah menunjukkan
suatu karakter animisme pada ritual-ritual memohon berkat.
Tidak jauh berbeda pada batak karo juga menganut kepercayaan agama pemena
yang menonjolkan sifat animismenya.
ii. Suku Jawa
Meski tidak menjadi suku mayoritas di kota Medan, suku Jawa juga masih
memiliki kepercayaan yang masih melekat di kota perantauan ini. Ada kepercayaan suku
Jawa yang disebut sebagai agama Kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan
kepercayaan animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa
terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya.
iii. Suku Tionghoa
Kepercayaan Tionghoa tidak mempunyai kitab suci resmi dan sering merupakan
sinkretisme antara beberapa kepercayaan atau filsafat antara lain Buddhisme,
Konfusianisme dan Taoisme. Kepercayaan tradisional Tionghoa ini juga mengutamakan
lokalisme seperti dapat dilihat pada penghormatan pada datuk di kalangan Tionghoa di
Sumatera sebagai pengaruh dari kebudayaan Melayu.
Secara umum, kepercayaan tradisional Tionghoa mementingkan ritual penghormatan
yaitu:
RETNO AYU LESTARI Page 6

Penghormatan leluhur: Penghormatan kepada nenek moyang merupakan intisari
dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Ini dikarenakan pengaruh ajaran
Konfusianisme yang mengutamakan bakti kepada orang tua termasuk leluhur jauh.
Penghormatan dewa-dewi: Dewa-dewi dalam kepercayaan tradisional Tionghoa
tak terhitung jumlahnya, ini tergantung kepada popularitas sang dewa atau dewi.
Mayoritas dewa atau dewi yang populer adalah dewa-dewi yang merupakan tokoh
sejarah, kemudian dikultuskan sepeninggal mereka karena jasa yang besar bagi
masyarakat Tionghoa di zaman mereka hidup.
iv. Suku Minangkabau
Dalam kepercayaan minangkabau, dikenal adanya Palasik yang bukanlah hantu
tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Palasik juga terkenal dengan
nama Pelesit. Pelesit sangat ditakuti oleh ibu-ibu di Minangkabau yang memiliki balita
karena makanan pelesit adalah anak bayi/balita, baik yang masih dalam kandungan
ataupun yang sudah mati (dikubur), tergantung dari jenis pelesit tersebut.
Ilmu palasik dipercayai sifatnya turun-temurun. Apabila orang tuanya adalah
seorang palasik maka anaknya pun akan jadi palasik. Pada umumnya palasik bekerja
dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badannya yang berjalan mencari makan dan
ada pula yang kepalanya yang melayang-layang mencari makan.
Dan uniknya kepercayaan ini masih bertumbuh di masyarakat kota Medan. Itu sebabnya
kebanyakan orang tua lebih waswas menjaga bayinya ketika berpergian dan bertemu
dengan orang asing.




RETNO AYU LESTARI Page 7

v. Suku Melayu
Sisa-sisa unsur agama Hindu dan animisme masih dapat dilihat dalam sistem
kepercayaan mereka. Islam sebagai agama mayoritas pada suku ini tidak dapat
menghapuskan seluruh unsur kepercayaan tersebut. Proses sinkretisme terjadi di mana
unsur kepercayaan sebelum Islam ada secara laten atau disesuaikan dengan unsur Islam.
Proses ini jelas dapat ditemukan dalam ilmu pengobatan Melayu (pengobatan
tradisional), dan dalam beberapa upacara adat.
vi. Suku Sunda
Adanya kepercayaan berupa PROSESI SEREN TAUN merupakan acara
penyerahan hasil bumi berupa padi yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun untuk
disimpan ke dalam lumbung yang menjadi wahana untuk bersyukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas segala hasil pertanian yang dilaksanakan pada tahun ini, seraya berharap
hasil pertanian mereka akan meningkat pada tahun yang akan datang.