Anda di halaman 1dari 25

SH TERATE

Powered by Translate
Rabu, 15 Mei 2013
Diposkan oleh aji prasetya di 18.13 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest

Jumat, 09 November 2012
Arti sabuk dalam psht
arti sabuk polos/hitam= Sabuk polos atau hitam secara mendasar mengandung
arti bahwa siswa yg berada di tingkat polos adalah siswa yg buta atau tidak
mengetahui dgn baik organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Warna hitam
menunjukkan warna dasar dari pakaian SH Terate sehingga warna sabuk polos
dapat berarti juga siswa polos adalah siswa yg baru blajar dan baru mengenal
Persaudaraan Setia Hati Terate dan tidak boleh ditunjukan kepada orang lain.
~Arti sabuk jambon/merah muda
Sabuk jambon atau merah muda secara mendasar mengandung maksud bahwa
siswa jambon adalah siswa yg mulai mengenal SH Terate dan mengenal arah yg
benar. Warna jambon atau merah muda mengandung arti warna keragu-raguan,
jadi sifat ragu-ragu selalu ada di siswa tingkatan jambon. Dalam berbagai
sumber, jambon juga mengandung maksud adalah sifat matahari yg terbit atau
sifat matahari yg terbenam, yaitu sifat yg mulai mengarah ke suatu kepastian
tetapi masih dalam taraf mengantung dan belum tetap wataknya.
~Arti sabuk hijau
Sabuk hijau secara mendasar mengandung maksud bahwa siswa hijau adalah
siswa yg sudah mantap/tenang hatinya. Warna hijau mengandung arti warna
keadilan dan keteguhan dalam menjalani sesuatu. Sifat inilah yg di harapkan
terbentuk pada siswa hijau, dimana siswa tersebut maupun berbuat adil, mulai
dididik untuk madep, karep, mantep, dengn mengutamakan ajaran SH Terate.
~Arti sabuk putih
Sabuk putih atau putih kecil adalah tingkatan siswa yg terakhir dalam latihan
Persaudaraan Setia Hati Terate. Sabuk putih berarti bahwa seseorang yg telah
mencapai tingkatan ini adalah orang yg telah mengerti arah yg sebenarnya dan
telah mengetahui perbedaan antara benar dan salah. Pada tingkatan ini, seorang
siswa akan menamatkan pelajaran SH Terate baik pelajaran olah kanuragan
(beladiri) maupun pelajaran kerohanian/ke-SH-an.
Warna putih melambangkan kesucian, oleh karena itu sifat dan watak yg
diharapkan dari siswa tingkat putih adalah siswa tersebut dapat bertindak
berdasarkan prinsip kebenaran, dan bersikap tenang seperti air yg mengalir.
Dalam suatu pepatah SH Terate disebutkan "tiniti liring, tindak ing ati".
Diposkan oleh aji prasetya di 15.48 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest

Kamis, 08 November 2012

Empat Tingkatan Ban / Sabuk Untuk Jenjang Siswa Sbb :
1. Ban / Sabuk Tingkat Polos (Hitam)
Pengertiannya adalah suatu keadaan yang masih lugu. Tingkatan Polos adalah
siswa yang belum mengenal atau belum mengerti apa apa tentang Ilmu
Persaudaraan Setia Hati Terate.Waluapun mereka pernah masuk / berguru
pencak silat kepada lain perguruan dan mereka disini sudah mendapat sebutan
bisa bermain pencak silat tetapi untuk materi pencak silat Persaudaraan Setia
Hati Terate mereka belum mengenal dan belum mengerti apa apa.
2. Ban / Sabuk Tingkat Jambon ( Merah Muda )
Warna ban / Sabuk tingkat ini adalah jambon(bahas jawa) artinya merah muda.
Disini dikandung suatu pengertian bahwa warna merah(tanda muda) adalah
melambangkan suatu kebernian. Sedangkan merah muda melambangkan suatu
keberanian yang memakai perhitungan. Jadi diharapkan siswa tingkat ini
dituntut untuk memiliki suatu keberanian yang memakai perhitungan dalam
menghadapi penyelesaian suatu masalah. Tidak asal berani tanpa memakai
perhitungan diaman akan menyebabkan suatu kegagalan dalam menyelesaikan
masalah.

3. Ban / Sabuk Tingkat Hijau
4. Ban / Sabuk Tingkat Putih Keci
Diposkan oleh aji prasetya di 20.33 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest

Rabu, 07 November 2012
Riwayat RM.Imam koesoepangat
Masa Riwayat RM. Imam Koesoepangat
By
aji prasetya saudara SH ranting kingkang kab.klaten
Sebelum melihat jauh kedepan mengenai perkembangan Persaudaraan Setia
Hati Terate sekarang ini, kita ingatkan julukan : PENDHITA WESI
KUNING. Siapa kah Pendhita Wesi Kuning itu? Ia dikenal seorang yang
berdedikasi tinggi, dalam kamus hidupnya tidak ada kata menyerah dalam
menghadapi tantangan. Pola hidupnya sederhana meskipun ia sendiri dilahirkan
dari keluarga yang bermartabat, penerus trah kusumah rembesing madu
amaratapa wijiling handanawarih. Kiatnya Sepiro gedhening Sengsoro Yen
Tinompo Amung dadi Cobo dan kiat itu dihayatinya dijabarkan dalam lakunya
sampai akhir hayatnya.
Ia teguh dalam pendiriannya yakni mengabdi pada sesama maka orang-
orangpun memberi julukan PENDHITA WESI KUNING (konon julukan ini
mengacu pada warna wesi kuning sebagai senjata kedewataan yang
melambangkan ketegaran, kesaktian, kewibawaan sekaligus keluhuran). Ketika
ia di tanya, siapakah orang yang paling dicintainya di dunia ini ?. ia akan
menjawab dengan tegas IBU . Dan ketika ia di tanya organisasi apakah yang
paling ia cintai selama di dunia ini ?. maka ia pun akan mengatakan
PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE.
Dua jawabpan di atas, pertanyaan yang mengacu pada kedalaman rasa itu, telah
di buktikan tidak hanya ucapan belaka tetapi dengan kerja nyata. Hampir
sepanjang hidupnya waktu, tenaga, pikiran dan jiwanya dipersembahkan demi
baktinya kepada keduanya itu. Yakni ibu, seorang yang telah berjasa atas
keberadaan di dunia ini, dan persaudaraan setia hati terate sebuah organisasi
tempat menemukan jati diri, sekaligus ajang darma baktinya dalam rangka
mengabdi kepada sesama. Dialah RADEN MAS IMAM KOESOEPANGAT.
Putra ketiga dari pendawa lima. Yang lahir dari garba : Raden Ayu
Koesmiyatoen dengan RM AMBAR KOESSENSI. Bertepatan pada hari jum`at
pahig tanggal 18 november 1938, di Madiun kakek beliau (Kanjeng Pangeran
Ronggo Ario Koesnoningrat) adalah bupati Madiun VI dan neneknya (Djuwito)
atau (RA Pangeran Ronggo Ario Koesnoningrat), merupakan figur yang di
segani pada saat itu.
Menurut keterangan dari pihak keluarganya, trah Kanjeng Pangeran Ronggo
Ario Koesodiningrat selain di kenal sebagai penerus darah biru juga dikenal
sebagai bangsawan yang suka bertapa brata satu laku untuk mencari hakikat
hidup dengan jalan meninggalkan larangan-larangan Tuhan Yang Maha Esa
serta membentengi diri dari pengaruh keduniawian. Bakat alam yang mengalir
dalam darah kakeknya ini , di kemudian hari menitis ke dalam jiwa RM IMAM
KOESOEPANGAT. Dan mengantarkan menjadi seorang Pendekar yang punya
Kharisma dan di segani sampai ia sendiri di juluki. Pandhita Wesi Kuning.
Masa Kecil
Masa kecil RM IMAM KOESOEPANGAT di lalui dengan penuh suka dan
duka, ia seperti hal nya saudara-saudara kandungnya (RM Imam Koesoenarto
dan RM Imam Koesenomihardjo, dan RM Koesenomihardjo kakak serta RM
Imam Koeskartono dan RM Abdullah Koesnowidjodjo,adik) hidup dalam
asuhan kedua orang tuanya, menempati tempat tinggal kakeknya di lingkungan
kabupaten Madiun . (menurut sumber terate) semasa kecilnya, RM Imam
Koesoepangat belum menunjukan kelebihan yang cukup berararti. Di
sekolahnya (SD latihan duru satu : sekarang SDN Indrakila Madiun) ia bukan
tergolong siswa yang paling menonjol, salah satu nilai lebih yang di miliknya
barangkali hanya karena keberanianya. Selain ia sendiri sejak kecil sudah di
kenal sebagai bocah yang jujur dan suka membela serta suka menolong teman-
teman sepermainanya.
Ketika berumur 13 tahun, semasa ia haus damba kasih dari ayahanda nasib
berbicara lain RM Ambar Koesensi (ayahanda tercinta) di panggil ke Hadirat
Tuhan yang maha Esa, tepatnya pada tanggal 15 maret 1951 , sewaktu ia masih
duduk di kelas 5 SDN. RM Imam Koesoepangat kecilpun seperti tercerabut dari
dunia kana-kanaknya, sepeninggalnya orang yang di cintainya itu sempat
menggetarkan jiwanya. Namun kematian tetap kematian tidak seorangpun
mampu menolak kehadiranya. Begitu juga yang terjadi pada RM Ambar
Koesensie.
Hari-hari berikutnya RM Imam Koeseopangat diasuh langsung oleh ibunda RA
Koesmiatoen Ambar Koesmiatoen. Di waktu-waktu senggang ibunda sering
kali mendongeng tentang pahlawan-pahlawan yang dikenalnya dan tidak lupa
memberi petuah hidup. Berawal dari tatakrama pergaulan, tatakrama menembah
(bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) sampai merambah pada pengertian
budi luhur dan mesubrata.
Masuk Persaudaraan Setia Hati Terate
Benih luhur yang di tanamkan ibundanya itu lambat laun ternyata mampu
mengendap dan mengakar di dalam jiwa RM Imam Soepangat, ia lebih akrab
dengan panggilan ARIO perhatianya terhadap nilai-nilai budi luhur kian
mekar bagai bak terate di tengah telaga. Semenjak kecil sudah menyukai laku
tirakat, seperti puasa dll sejalan dengan itu sikapnya mulai berubah ia mulai bisa
membawa diri menempatkan perasaan serta menyadari keberadaannya.
Gambaran seorang Ario kecil, sebagai bocah ingusan, sedikit demi sedikit mulai
di tinggalkannya.
Rasa keingintahuan terhadap berbagai pengetahuan terutama ilmu kanuragan
dan kebatinan yang menjadi idaman semenjak kecil kian hari semakin
membakar semangatnya. Melecut jiwanya untuk segera menemukan jawabanya,
barang kali terdorong oleh rasa keingintahuanya itulah ketika umurnya bejalan
enam belas tahun RM Imam Koeseopangat mulai mewujudkan impianya. Di
sela-sela kesibukanya sebagai siswa di SMP 2 Madiun, ia mulai belajar pencak
silat di bawah panji-panji Persaudaraan Setia Hati terate. Kebetulan yang
melatih saat itu adalah mas IRSAD (murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo) selang
lima tahun kemudian 1959 setelah tamat dari SMA Nasional Madiun ia berhasil
menyelesaikan Pelajaran di Persaudaraan Setia Hati Terate dan berhak
menyandang gelar pendekar tingkat satu
Diposkan oleh aji prasetya di 22.09 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest

5 dasar PSHT
MATERI PSHT (Panca Dasar)
Materi Persaudaraan Setia Hati Terate (Panca Dasar) adalah materi Pencak silat
yang ada dan diberikan kepada siswa PSHT. Meskipun demikian bukan siswa
saja yang harus mempelajari dan memahami apa sebenarnya makna yang
terkandung dalam Materi Persaudaraan Setia Hati Terate atau Lima Panca Dasar
PSHT. Berikut Adalah penjelasan dan makna dari pada Materi pelajaran bagi
siswa Persaudaraan Setia Hati Terate yang terdiri terdiri dari :

1. Persaudaraan
2. Olah raga
3. Kesenian
4. Beladiri
5. Mental kerohanian (ke-sh-an)
1. Persaudaraan
Sejarah telah mengungkap, sejak Ki Ngabehi Suro Diwirjo mendirikan pencak
silat dengan nama Djojo Gendilo dan hubungan batin antar saudara bernama
Sedulur Tunggal Ketjer sampai perkembangan yang dibawa oleh Ki Ngabehi
Hadjar Hardjo Oetomo dengan nama Persaudaraan Setia Hati Terate, bahwa
persaudaraan adalah suatu hal yang diutamakan bagi warga dan siswanya,
memberi kekuatan hidup serta membimbingnya dalam memperoleh
kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin.
Persaudaraan adalah hubungan batin yang erat antara seorang dengan orang
lain, dalam hal ini antara warga dengan warga atau antara warga dengan
segenap umat manusia pada umumnya. Persaudaraan ditanamkan sejak siswa
pertama kali mengecap pertama kali pelajaran SH. Dengan persaudaraan,
manusia diperlakukan dan diakui sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa, yang sama derajatnya, yang sama haknya dan
kewajiban-kewajiban asasinya, tanpa membedakan suku, keturunan, agama dan
kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.

Syarat Persaudaraan :
Adapun syarat terjalinnya tali persaudaraan yang kekal dan abadi dalam
kehidupan warga Persaudaraan Setia Hati Terate adalah :
Saling Pengertian
Saling Mengasihi
Saling Bertanggung Jawab
Sedangkan untuk menunjang terbentuknya tali persaudaraan diperlukan adanya
rasa :
Saling Membutuhkan
Saling Menghargai
Saling Mempercayai
Pertentangan politik sering terjadi dimana-mana, dari golongan tingkat atas
sampai golongan paling bawah. Malahan bisa juga terjadi antara kakak dan adik
sekandung yang berdiam disatu atap. Tetapi di bawah ikatan persaudaraan
pertentangan politik tidak akan pernah ada. Pertentangan politik tidak pernah
dibawa kedalam kehidupan saudara-saudara Persaudaraan Setia Hati Terate,
juga tidak pernah mempengaruhi jalannya latihan pencak silat. Di bawah
bendera Persaudaraan Setia Hati Terate masing-masing anggota menangggalkan
baju kedinasan, baju politik, baju partai, baju bisnis dan sebagainya. Masing-
masing hanya mengenakan baju persaudaraan. Mereka merasa solider,mereka
merasakan ikatan tali persaudaraan lebih mendalam dari ikatan tali hubungan
keluarga atau saudara.
Hal ini tidak berarti dikarenakan si atasan dan si bawahan adalah sama-sama
Warga Persaudaraan Setia Hati Terate, maka si bawahan boleh seenaknya
sendiri. Misalkan si bawahan njangkar kepada atasannya/pimpinannya. Atau
dikarenakan kita sebagai seorang warga maka boleh seenaknya dengan
pimpinan suatu instansi diluar lingkungan kita karena dia juga seorang warga.
Bukan itu yang dikehendaki oleh persaudaraan tetapi yang dikehendaki oleh
persaudaraan adalah yang satu dan lainnya saling membutuhkan, saling
menghormati dan saling mempercayai. Masing-masing merasa dan mengakui
benar-benar sebagai saudara Warga Persaudaraan Setia Hati Terate yang
lainnya.
Perwujudan persaudaraan
Selain pengertian tersebut di atas, perwujudan dari Persaudaraan dalam
perbuatan antara lain :
1. Berjabat tangan
Berjabat tangan pada saat bertemu dengan seorang lain atau saudara sendiri di
luar acara-acara tertentu (misalnya menyampaikan ucapan selamat) oleh
sementara orang yang menganggap dirinya berpendidikan dan berintelek adalah
perilaku atau adat kebiasaan orang-orang desa. Tetapi bagi orang-orang
Persaudaraan Setia Hati Terate, baik yang sarjana maupun yang tidak , baik
yang berpangkat maupun yang tidak, berjabatan tangan adalah perwujudan tali
persaudaraan, bahkan bisa merupakan ciri khas dari orang Persaudaraan Setia
Hati Terate.
Berjabat tangan ini di lakukan pada setiap kali bertemu atau akan berpisah
dengan saudara SH yang lain, sebelum dan sesudah latihan, serta pada saat
sebelum dan sesudah sambung.
Arti berjabatan tangan sebelum sambung, mereka (yang berjabatan tangan)
ikhlas untuk di pukul dan diminta keikhlasan saudara (lawan sambung) untuk
dipukul.
2. Sambung
Dilihat sepintas, sambung adalah suatu perkelahian dengan mengeluarkan
kepandaian bermain pencak silat. Bukankah dengan bersambung akan di cari
suatu kemenagan ? mau menang sendiri seperti halnya perkumpulan bulu
tangkis, catur, dan sebagainya justru suatu pertandingan sewaktu masih atau
sesudah tidak berada dalam suasana latihan di perkumpulan.
Sambung berlangsung di dalam dua keadaan, yaitu :
a. Sambung dalam latihan
- Sesama pelatih
Di sini sambung merupakan peragaan bagi pelatih untuk memberikan contoh
menggunakan teknik pencak silat yang baik kepada siswa.
- Antara pelatih dengan siswa
Sambung jenis ini kebanyakan siswa di wilayah cabang Malang dan sekitarnya
merupakan suatu pelajaran yang menakutkan, bahkan sempat menjadi momok
dan merupakan salah satu penyebab siswa keluar / tidak mengikuti latihan.
Sebenarnya sambung jenis ini mengandung pengertian sebagai berikut :
1. Melatih keberanian siswa untik melawan seseorang di atas tingkatnya.
2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeluarkan segenap
kemampuan yang dimiliki, hal ini tidak bisa dilakukan bila siswa tersebut
sambung dengan sesama siswa.
- Sesama siswa
Sambung sesama siswa dilaksanakan secara bertahap dengan pengertian
membimbing siswa berani menghadapi lawan dengan kesiapan penuh.
b. Sambung di luar latihan
Sambung jenis ini dilaksanakan pada saat :
- Pertemuan antar warga
Sifat sambung di sini adalah merupakan tombo kangen suatu pertemuan antar
warga walaupun telah dimeriahkan oleh beberapa atraksi atau hiburan, hidangan
dan lain sebagainya, namun tidak akan cukup memuaskan apabila tidak diisi
dengan acara sambung antar warga, biasanya diiringi dengan instrumen,
dilaksanakan secara bergantian yang sering dinamakan dengan Sambung
Ganding atau Sambung Galang.
SHT Cup.
walaupun sambung di sini dituntut untuk mencari suatu kemenangan (angka)
sesuai peraturan yang telah ditentukan, tetapi pesilat melakukannya seperti
halnya sewaktu dia masih menjadi siswa dalu ,hanya karena kewajiban belaka
karena dia sebagai atlit. Selesai melaksanakan sambung, kedua pesilat tersebut
masih tetap merasa dan mengakui benar-benar sebagai saudaranya.
3. Anjangsana
Anjangsana adalah mengunjungi tempat kediaman (rumah) atau lokasi tempat
tinggal seseorang atau saudaranya. Macam anjangsana adalah :
a Perorangan
Anjangsana perorangan yang lazimnya berlaku di lingkungan warga PSHT
adalah kedatangan saudaranya yang muda ke kediaman (rumah) saudaranya
yang lebih tua (sowan).
Faedah dari anjangsana ini banyak , khususnya bagi saudara yang lebih muda
antara lain:
- Menambah ilmu / pengetahuan PSHT
Pelajaran di dalam PSHT sulit untuk dilukiskan banyaknya. Ibarat kedalaman
air kalau seseorang menyelam bertambah dalam dia tidak akan segera menemui
dasarnya. Demikian pula dengan pelajaran PSHT baru bisa disajikan lepada
calon warga hanya sebagian saja. Maksud dari anjangsana ini adalah harapan
bagi si adik untuk menerima atau memperoleh tambahan pelajaran dari si
kakaknya. Sayangnya di jaman sekarang ini si adik setelah mengalami saat-saat
pengeceran memiliki fildadah rumongso biso pada hal semestinya biso-o
rumongso atau ibarat yang lain adalah ketidakmungkinan si sumur mencari
sumber untuk dituangi airnya.
- Mempercepat doa-nya terkabul
Mengapa anjangsana dikaitkan dengan terkabulnya doa ? dengan anjangsana
kita berusaha lebih mempererat tali persaudaraan sehingga apabila tali
persaudaraan ini telah terjalin erat hal-hal yang bersifat memutuskan tali
persaudaraan baik disadari maupun tidak akan sulit dimiliki seorang pendekar
PSHT. Hal ini diperkuat pula oleh ajaran dalam agama Islam mengenai salah
satu syarat terkabulnya doa manusia adalah ..tiada seorang muslim yang
berdoa kepada Allah dimana doa itu tidak dicampuri dengan dosa dan
memutuskan tali kekeluargaan (persaudaraan),.
- Kemajuan lahiriah
Dengan anjangsana ini bisa juga terjadi penambahan ilmu, selain ilmu SH
(misalnya ilmu dagang) atau aktifitas-aktifitas tertentu yang dapat
meningkatkan taraf hidup si adik.

- Dan lain-lain
b. Perkelompok
Anjangsana yang dilakukan lebih dari seorang ketempat saudaranya ditempat
lain seorang atau lebih bermanfaat :
- Tukar pengalaman
Merupakan perwujudan lawatan antar Cabang dengan sarana pelatih tanding
olah raga (volley ball, sepak bola, dsb).
- Sarasehan ke-SH-an
Perusak Persaudaraan
Walaupun demikian dengan persaudaraan bisa juga menyebabkan kehancuran
hubungan, kerenggangan hubungan batin bahkan putusnya ikatan batin sesama
warga dan hancurnya organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate yang sudah
berusia 85 tahun lebih ini.
Hal ini bisa terjadi apabila persaudaraan tersebut dinodai oleh :
- Ingin mencari menangnya sendiri
- Merasa paling super sendiri
Rasa tersebut hanya dimiliki oleh seseorang yang masih terikat dan didorong
rasa ke-aku-annya yang tinggi AKU bisa timbul pada diri seseorang apabila
dia merasa telah memiliki segalanya,tidak perlu menghormati orang lain karena
dia merasa paling terhormat dan tidak perlu memberi kepercayaan kepada orang
lain timbul rasa ingin mencari menangnya sendiri dan paling super sendiri bisa
mendorong jauh kebelakang rasa kepentingan bersama, persatuan, dan
pengorbanan untuk organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate.
Akibat dari ternodanya Persaudaraan maka akan menyebabkan :
- Timbulnya ketidak disiplinan
- Tidak tertib administrasi dan
- Tidak tertib organisasi
Demikian juga halnya mengapa organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate tidak
mencantumkan kata-kata Pencak Silat dalam nama organisasi walaupun
organisasi tersebut mengajarkan pencak silat kepada murid-muridnya. Karena
kalau ditulis dengan nama Persaudaraan Pencak Silat Setia Hati Terate, maka
yang ada di dalam organisasi/kumpulan tersebut hanyalah orang-orang atau
sekumpulan orang yang bisa bermain pencak silat. Kalau demikian apakah di
dalam tubuh Persaudaraan Setia Hati Terate juga terdapat orang-orang atau
sekumpulan orang-orang yang tidak bisa bermain pencak silat ? jawabannya
juga tidak. Kalau yang di maksud dengan orang-orang tersebut adalah seorang
Warga. Tetapi bagi seseorang yang yang diangkat sebagai Warga Kehormatan
(seperti misalnya Bapak Abdul Gafur), maka belum tentu dan tidak harus
memiliki kemampuan bermain pencak silat SH TERATE. Lalu mengapa nama
organisasi tidak mencantumkan kata-kata pencak silat ? Persaudaraan Setia
Hati Terate tidak mengutamakan pelajaran pencak silat, juga tidak lainnya, yang
diutamakan adalah Persaudaraan yang memberi kekuatan serta bimbingan
dalam memperoleh kesejahteraan dan kebahagian lahir batin.
Aspek Pembinaan Persaudaraan
aspek pembinaan persaudaraan dengan melihat kondisi usia siswa, dibedakan
sebagai berikut :
1. Siswa Kanak-kanak
Pengenalan dan pengembangan sikap terhadap kehidupan keluarga dan
lingkungan.
2. Siswa Remaja & taruna
Pengembangan sikap terhadap kehidupan keluarga
Pengembangan sikap terhadap kehidupan lingkungan
Pengembangan sikap terhadap masyarakat
Rasa tanggung jawab terhadap lingkungan
3. Siswa Dewasa & Khusus
Peresapan azas persaudaraan
Laku, penghayatan hakekat persaudaraan
Penghayatan sebagai insane kamil/mahkluk sosial
2. Olah Raga
persaudaraan adalah dalam bentuk pemahaman dan pendalaman pelajaran
pencak silat. Pengertian olah raga pada pencak silat adalah mengolah raga
dengan gerakan-gerakan pencak silat yang ada pada Persaudaraan SH Terate.
Pada saat mempelajari permainan pencak silat, selain memperoleh kemampuan
bisa bermain pencak silat dengan baik maka raga atau tubuh sendiri
memperoleh manfaat,antara lain :
1) Memperbaiki Suasana Hati
a Peningkatan Kadar Norepinefrin
Para ahli tidak dapat menerangkan dengan tepat mengapa atau bagaimana olah
raga menyebabkan hal ini. Beberapa penelitian mengungkap hal ini dapat
disebabkan oleh peningkatan kadar norepinefrin (suatu hormon yang penting
untuk menghantarkan pesan-pesan otak melalaui saraf-saraf tertentu di tubuh) di
dalam otak. Perbedaan ini jelas terlihat pada suatu kelaian kejiwaan yang
disebut psikosis manik depresif, dimana suasana hati pasien berubah-ubah di
antara bahagia dan sedih. Selama fase manik (gembira), kadar norepinefrin
pasien meningkat, dan selama fase depresi, kadar norepinefrin turun secara
tajam.
b. Peningkatan Suplai Darah Ke Otak
Dengan olah raga suplai darah ke otak akan meningkat. Dengan demikian maka
otak tidak akan menerima lebih banyak oksigen. Orang-orang lanjut usia yang
diberi oksigen seringkali dapat berfikir dengan lebih jelas dan suasana hatinya
membaik.
c. Penurunan Kadar Garam Di Otak
Penurunan kadar garam di otak dapat memperbaiki suasana, Dr. Robert Brown
telah berhasil menggunakan olah raga dan diuretic untuk mengobati wanita-
wanita yang menjadi depresi tepat sebelum masa haid mereka. Ketegangan
sebelum haid dan depresi dapat disebabkan oleh tertahannya garam dalam tubuh
karena tingginya kadar hormon.
Selain itu, dengan olah raga dapat meningkatkan produksi keringat dan drmgam
diurotik mrningkatlah produksi air seni, sehingga akan menurunkan jumlah
garam didalam tubuh.
d. Membuat Tidur Lebih Nyenyak
Dr. Fred Baekland dari State University of New York, pada tahun 1966
merupakan orang pertama yang membuktikan secara ilmiah bahwalatihan fisik
yang keras membuat tidur menjadi lebih nyenyak.
Sedangkan Dr. Colin Shapiro dari Johannesburg, Afrika Selatan dan Dr. R.B.
Zloty dari University of Manitoba di Canada dalam penelitiannya secara
sendiri-sendiri telah memperlihatkan jumlah tidur nyenyak adalah sebanding
dengan mengeluarkan energi di waktu siang hari. Makin banyak berolah raga,
maka tidurpun makin nyenyak.
e. Meningkatkan Perasaan Berprestasi
Partisipasi dalam program olahraga yang teratur memberikan kepada banyak
orang perasaan telah menyelesaikan suatu tugas sulit dengan baik Setiap
perasaan baik mengenai diri anda sendiri memperbaiki suasana hati anda. (Dr.
Fred Goodwin dari National Institute of Mental Healt).
2) Mengurangi Gangguan Jiwa
Tidak hanya orang sehat yang memperoleh keuntungan dari program olahraga
yang teratur, tetapi menurut para ahli penyakit jiwa, orang dengan berbagai
tingkat penyakit jiwa pun mendapatkan manfaat dari olahraga.
Dalam penelitian terkontrol tentang jogging sebagai terapi untuk pasien
dengan depresi klinis, Dr. John H. Greist, seorang ahli ilmu jiwa dari University
of Wisconsin, mengobati mereka dengan lari atau psikoterapi. Para peserta
mengisi daftar gejala yang dipakai secara luas untuk mengukur derajat depresi.
Setelah sepuluh minggu, Greist melaporkan bahwa pelaripelari tersebut
mengalami perbaikan besar. Sedangkan banyak pasien yang mendapat
psikoterapi tidak merasa baik daripada sebelumnya.
Kelainan jiwa sering kali diikuti kelainan fungsi (Dr. Edward Greenwood
Menigger Foundation di Topeka, Kansas). Itulah sebabnya orang-orang dengan
gangguan emosional seringkali membuat gerakan-gerakan aneh dengan tubuh
mereka. Tetapi penyakit jiwa dan fisik adalah sejalan. Beberapa bentuk olahraga
dapat membantu penderita neurotik dan bahkan psikhotik yang paling beratpun.
3) Membantu Jantung
Bagaimana olahraga membantu jantung ?
- Olahraga memperbesar semua arteri koronaria yangmemberi makan jantung.
- Olahraga meningkatkan peredaran darah koletarial (tambahan) sehingga ada
lebih dari satu pembuluh darah yang akan mensuplay darah dari satu pembuluh
nadi terhalang, darah dari pembuluh nadi lain akan memberi makan daerah
tersebut mencegah terjadinya serangan jantung.
- Olahraga menurunkan konsentrasi lemak darah. Tonjolan lemak yang
meyumbat arteri konoria menyebabkan serangan jantung.
Kadar lemak (trigliserida) dapat diturunkan dengan aktifitas disik yang keras
(John Holloszy St. Louis). Penurunan kadar lemak darah mengurangi
kecindrungan pembentukan tonjolan lemak yang menyumbat pembuluh darah.
- Olahraga membantu jantung untuk mengambil oksigen dari darah lebih
efektif.
- Olahraga menurunkan tekanan darah.
4) Tidak Membesarkan Atau Memburuk Otot
Biasanya banyak wanita merasa takut bahwa setelah mereka mengikuti pencak
silat maka ototnya akan membesar dan buruk. Ini tidak mungkin akan terjadi,
otot bisa membesar apabila melakukan beban latihan ketahan seperti angkat
beban. Sedangkan olahraga pada pencak silat justru akan membentuk oto-oto
yang panjang dan bentuk badan yang kuat dan menarik.
5) Menghilangkan Lemak Yang Tidak Diinginkan
Berlatih atau berolahraga selam sekurang-kurangnya 30 menit sehari akan
membantu anda menghilangkan lemak yang tidak diinginkan.
Dr. Michael Pollock dari Wake Forest University, memeriksa 32 pria, yang rata-
rata berumur 47 tahun dan telah melakukan jogging selama beberapa tahun.
Pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa lemak mereka10-15 % dibawah
tingkat populasi umum pada kelompok umur yang sama.
Ketika melakukan latihan (senam/jurus), lemak dalam tubuh akan berubah
menjadi energi dan menambah massa otot. Otot jauh lebih berat daripada lemak.
Itulah sebabnya mengapa ukuran tubuh anda akan berkurang sebelum
penurunan berat badan. Daerah-daerah yang akan terbebaskan dari lemak
diantaranya adalah perut, paha, pantat, dan pinggul.
Aspek pembinaan olahraga :
Aspek pembinaan kesenian dengan melihat kondisi usia siswa, dibedakan
sebagai berikut :
1) Siswa Kanak-kanak
Senam pagi
Senam dasar
Senam massal
2) Siswa Remaja & Taruna
Jurus reflek, olahraga
Pertandingan pencak silat berat
3) Siswa Dewasa & Khusus
Olah raga nafas pencak silat

3. Kesenian
Kesenian sebagai salah satu aspek dalam Persaudaraan SH Terate merupakan
bagian unsure latihan yang perlu dikembangkan dari tingkat polos. Masam atau
bentuk kesenian terdiri dari permainan tunggal, permainan ganda dan pagelaran
massal, yang diwujudkan dalam paket-paket latihan sebagai pedoman dasar
1. Sasaran
-Memelihara kaidah pencak silat yang baik dengan menumbuhakan kelenruran,
keluwesan dan keindahan gerak ynag di hubungkan ddengan keserasian irama
- Sebagai latihan bagi siswa dalam pengembangan aspek pengembanagn
keserasian dan keselarasan yang diharapkan dapat berpengaruh dalam sikap dan
laku kehidupan
2. Pelaksanaan Kegiatan Kesenian
1. pola dasar gerak (lihat materi pembinaan teknik )
2. pola dasar teknik (lihat materi pembinaan teknik )
3. keserasian irama dan penjiwaan :ketepatan irama dan penjiwaan gerak.
4. penguasaan arena : pengembangan pola dasar gerakan dan variasi pola gerak
5. tahapan penilaian :
- pendahuluan
- inti permainan
- penutupan
pedoman dan unsurunsur dasar latihan untuk tiingkatan siswa di susun dalam
matriks.
6.Waktu Latihan
Latihan dilkukan secara teratur dan periodik
7. Jenis Penampilan dan Pagelagelaran
- penampilan di arena tertutup
- penampilan di arena terbuka
- penampilan di panggung
- pagelaran massal

8. Irama Pengiring
- gamelan
- gendang pencak
- jidor
- musik
- keroncong
- alat musik/ tabuhan lainnya
9. aspek pembinaan kesenian
Aspek pembinaan kesenian dengan melihat kondisi usia siswa, dibedakan
sebagai berikut:
siswa kanak kanak
~pengenalan irama
siswa remaja dan taruna
~perpaduan gerak dan irama (masal berirama )
siswa dewasa dan khusus
~penghayatan keselarasan
4. Bela diri
Dengan pelajaran pencak silat, dengan kejiwaan untuk mengenal sang
penciptadan mengenal diri pribadi maka pencak silat berfungsi sebagai alat
/senjata untuk membela diri / untuk mempertahankan kehormatan bukan untuk
membela seseorang, tetapi hanya melayani seseorang apabila keadaaan memang
terpaksa dan diperlukan. Persaudaraanb setia hati terate ti dak mengajarkan seni
bela diri lainnya kecuali pencak silat karena pencak silat adalah seni
membeladiri asli dari bangsa indonesia yang mutunya tidak kalah dengan
beladiri yang lain. Dengan demikinan persaudaraan SH terate juga
memperrtahankan dan mengembangkan kepribadian bangsa indonesia. Karena
nilai nilai kemerdekaan berkepribadian indonesia, karrena bangsa yang terjajah
apabila bangsa tersebut tidak mmeliki kepribadian.
5. Mental kerohanian (ke-sh-an)
Merupakan tujuan akhir persaudaraan SH Terate. Disini ment5al kerohanian/
keshan berpedoman pada mengenal diri sendiri sebaik-baiknya. Tujuan dari
pelajaran persaudaraan SH Terate adalah mendidik manusia dalam menempuh
kehidupan ini memproleh kebaahagian dan kesejahteraan dunia akhirat.
Setelah pribadi manusia persaudaraan SH Terate sudah amntap berjiwa PSHT
barulah dia baru bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya di alam mayapada
ini, yaitu memayu hayuning bawono. Selama manusia Persaudaraan SH
Terate, mustahil kalau dia bisa mengemban tugas memayu hayuning bawono.
Mental kerohanian dan Ke-sh-an adalah sumber asas ketuhanan Yang Maha
Esa. Kita harus sadar bahwa sesungguhnya manusia sebagai individu itu tidak
hidup dengan sendirinya tanpa ada yang menghidupkan atau dapat pula di
katakan bahwa sebagai individu itu sesungguhnya hanyalah suatu objekdari
pada subjek mutlak. Yaitu yang maha esa.
Tanpa memberikan mental kerohanian, ibaratnya hanya mencetak tukang
pukul. Ini hanyalah suatu hal yang keliru dan tidak dinginjkan ooleh
Persaudaraan SH terate. Perlu diingat, bahwa pencak silat hanyalah merupakan
sarana / pelajaran sampingan, yang diutamakan adalah membentuk manusia
persaudaraan SH Terate dan bisa memayu hayuning bawono
Diposkan oleh aji prasetya di 21.51 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest

arti dan makna lambang PSHT

By
aji prasetya
8 november 2012

1. Segi empat panjang
- Bermakna Perisai.
2. Dasar Hitam
- Bermakna kekal dan abadi.
3. Hati putih bertepi merah
- Bermakna cinta kasih ada batasnya.
4. Merah melingkari hati putih
- Bermakna berani mengatakan yang ada dihati/kata hati
5. Sinar
- Bermakna jalannya hukum alam/hukum kelimpahan
6. Bunga Terate
- Bermakna kepribadian yang luhur
7. Bunga terate mekar, setengah mekar dan kuncup.
- Bermakna dalam bersaudara tidak membeda-bedakan latar belakang
8. Senjata silat
- Bermakna pencak silat sebagai benteng Persaudaraan.
9. Garis putih tegak lurus ditengah-tengah merah
- Bermakna berani karena benar, takut karena salah
10. Persaudaraan Setia Hati Terate
- Bermakna mengutamakan hubungan antar sesama yang tumbuh dari hati yang
tulus, ikhlas, dan bersih.
- Apa yang dikatakan keluar dari hati yang tulus.
- Kepribadian yang luhur.
11. Hati putih bertepi merah terletak ditengah-tengah lambang
- Bermakna netral
Diposkan oleh aji prasetya di 21.41 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest

pendiri psht
Sejarah singkat KI Hajar Harjo Utomo

Sejarah singkat Ki Hajar Hardjo Oetomo sangat diperlukan bagi para kadang
PSHT . Bukan hanya sekedar menambah wawasan pengetahuan, melainkan
juga bahan renungan guna meyakini kebaikan dan kebenaran ajaran luhur PSHT
.

Jiwa patriotisme yang tinggi ditunjukkan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, salah
seorang Saudara Tertua Setia Hati, dengan bantuan teman-temannya dari Pilang
Bango, Madiun dengan berani menghadang kereta api yang lewat membawa
tentara Belanda atau mengangkut perbekalan militer. Penghadangan,
pelemparan, dan perusakkan yang terjadi berulang-ulang sampai akhirnya ia
ditangkap PID Belanda dan mendapat hukuman kurungan di penjara Cipinang
dan dipindahkan ke Padang, Sumatera Barat. Setelah dibebaskan, Ki Hadjar
Hardjo Oetomo yang telah mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club yang
kemudian mengaktifkan kembali perguruannya sampai akhirnya berkembang
dengan nama Persaudaraan Setia Hati Terate.

Persaudaraan Setia Hati Terate dalam perkembangannya dibesarkan oleh RM
Imam Koesoepangat murid dari Mohammad Irsyad kadhang (saudara) Setia
Hati Pencak Sport Club (SH PSC) yang merupakan murid dari Ki Hadjar
Hardjo Oetomo.

Sebelum menjadi kadhang SH dan mendirikan SH PSC, Ki Hadjar Hardjo
Oetomo magang sebagai guru di SD Banteng Madiun. Tidak betah menjadi
guru, bekerja di Leerling Reambate di SS (PJKA) Bondowoso, Panarukan dan
Tapen. Tahun 1906 keluar dari PJKA dan bekerja menjadi Mantri Pasar Spoor
Madiun di Mlilir dengan jabatan terakhir sebagai Ajudan Opsioner Pasar Mlilir,
Dolopo, Uberan dan Pagotan (wilayah selatan Madiun). Pada tahun 1916
bekerja di pabrik gula Redjo Agung Madiun. Tahun 1917 masuk menjadi
saudara SH dan dikecer langsung oleh Ki Ngabei Soerodiwirjo, pendiri
Persaudaran Setia Hati. Pada tahun ini bekerja di stasiun kereta api Madiun
hingga menjabat Hoof Komisaris. Tahun 1922 bergabung dengan Sarekat Islam
dan mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club di Desa Pilangbango, Madiun,
yang kemudian berkembang sampai ke daerah Nganjuk, Kertosono, Jombang,
Ngantang, Lamongan, Solo, dan Yogyakarta.

Tahun 1925, ditangkap oleh Pemerintah Belanda dan dipenjara di Cipinang,
kemudian dipindahkan ke Padang, Sumatra Barat selama 15 tahun. SH PSC
dibubarkan Belanda karena terdapat nama "pencak". Setelah pulang dari masa
tahanan mengaktifkan kembali SH PSC dan untuk menyesuaikan keadaan, kata
"pencak" pada SH PSC menjadi "pemuda". Kata "pemuda" semata-mata hanya
untuk mengelabui Belanda agar tidak dibubarkan. Bertahan sampai tahun 1942
bersamaan dengan datangnya Jepang ke Indonesia.

Tahun 1942, atas usul saudara SH PSC Soeratno Soerengpati tokoh pergerakan
Indonesia Muda, nama SH Pemuda Sport Club diubah menjadi Setia Hati
Terate. Pada waktu itu SH Terate bersifat perguruan tanpa organisasi.

Tahun 1948, atas prakarsa Soetomo Mengkoedjojo, Darsono,dan lain-lain
mengadakan konferensi di rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di desa
Pilangbango, Madiun. Hasil konferensi menetapkan Setia Hati Terate yang
dulunya bersifat perguruan diubah menjadi organisasi Persaudaraan Setia Hati
Terate dengan diketuai oleh Oetomo Mangkoewidjojo dengan wakilnya
Darsono. Kemudian secara berturut-turut:

Tahun 1950, Ketua Pusat oleh Mohammad Irsyad.
Tahun 1974, Ketua Pusat oleh RM Imam Koesoepangat.
Tahun 1977-1984, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan
Ketua Umum Pusat oleh Badini.
Tahun 1985, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua
Umum Pusat oleh Tarmadji Boedi Harsono.
Tahun 1988, Ketua Dewan Pusat RM Imam Koesoepangat meninggal dunia
dan PSHT dipimpin oleh Ketua Umum Tarmadji Boedi Hardjono sampai
sekarang.
Untuk menjadi saudara pada Persaudaraan Setia Hati "Terate" ini, sebelumnya
seseorang itu terlebih dahulu harus mengikuti pencak silat dasar yang dimulai
dari sabuk hitam, merah muda, hijau dan putih kecil. Pada tahap ini seseorang
tersebut disebut sebagai siswa atau calon saudara.

Selama dalam proses latihan pencak silat, seorang pelatih/warga (saudara SH)
juga memberikan pelajaran dasar ke-SH-an secara umum kepada para siswa.

Setelah menamatkan pencak silat dasar tersebut, seseorang yang dianggap
sebagai warga atau saudara SH adalah apabila ia telah melakukan pengesahan
yang dikecer oleh Dewan Pengesahan. Dewan pengesahan ini termasuk saudara
SH yang "terbaik dari yang terbaik" yang dipilih melalui musyawarah saudara-
saudara SH. Proses kecer tersebut berlangsung pada bulan Syura. Adapun sarat
yang harus disediakan dalam pengeceran antara lain: Ayam jago, mori, pisang,
sirih, dan lain sebagainya sarat-sarat yang telah ditentukan.

Dalam proses pengeceran ini, kandidat diberi pengisian dan gemblengan
jasmani dan rohani dan ilmu ke-SH-an serta petuah-petuah, petunjuk-petunjuk
secara mendalam dan luas. Saudara SH yang baru disahkan tersebut, dalam
tingkatan ilmu disebut sebagai saudara tingkat I (erste trap). Pada Persaudaraan
Setia Hati Terate juga dibagi dalam tiga jenis tingkatan saudara yaitu saudara
SH Tingkat I (ester trap), Tingkat II (twede trap), tingkat III (derde trap).

Pada Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan 36 jurus pencak silat yang
merupakan warisan dari Ki Ngabei Soerodiwirjo di erste trap serta pelajaran
ilmu ke-SH-an yang dapat diperoleh pada tingkatan twede trap dan derde trap.
Jurus-jurus tersebut merupakan ramuan dari beberapa aliran pencak silat yang
berada di nusantara, di antaranya dari Jawa Barat, Betawi (Jakarta), dan
Minangkabau
Diposkan oleh aji prasetya di 18.39 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest

Posting Lama Beranda
Langganan: Entri (Atom)

Pengikut


animasi bergerak gif
" target="_blank" title="Cara Memasang Widget Animasi">Ekspresi



Arsip Blog
2013 (1)
Mei (1)
2012 (7)
Mengenai Saya
Foto Saya
aji prasetya

Lihat profil lengkapku
Template Awesome Inc.. Diberdayakan oleh Blogger.

Anda mungkin juga menyukai