Anda di halaman 1dari 20

TEKNIK PANTAI

TEKNIK PANTAI
TEKNIK PANTAI

Presentase Kejadian Angin Tahun 1996 2005.

Kec.

Angin

(Knot)

0 - 5

6 -10

11-15

16-20

> 21

Jumlah

 

Arah Angin (%)

 

Ket.

U

TL

T

TG

S

BD

B

BL

Jumlah

9.81

2.12

  • 19.29 4.57

13.97

2.27

5.17

  • 5.77 62.97

5.69

1.81

  • 7.64 0.68

2.24

0.62

4.38

  • 8.93 31.98

0.71

0.16

  • 0.89 0.05

0.25

0.06

0.88

  • 1.48 4.47

0.05

0.00

  • 0.06 0.03

0.03

0.01

0.17

  • 0.14 0.49

0.01

0.00

  • 0.02 0.00

0.01

0.00

0.02

  • 0.01 0.09

16.28

4.10

  • 27.90 5.34

16.50

2.95

10.61

16.32

100.00

WINDROSE

WINDROSE
WINDROSE

FETCH

FETCH
F Xi α = fetch efektif. panjang segmen fetch yg diukur dari titik observasi gelombang ke

F eff

Xi

α

=

fetch efektif.

panjang segmen fetch yg diukur dari titik observasi gelombang ke ujung akhir fetch. = deviasi pada kedua sisi arah angin, dengan menggunakan pertambahan 6 o _ 42 o pada kedua sisi arah angin.

=

α (º)

Cos α

X (km)

X. Cos α

  • 42 0.7431

108

80.26

  • 36 0.8090

140

113.26

  • 30 0.8550

186

116.68

  • 24 0.9135

217

198.23

  • 18 0.9511

280

266.31

  • 12 0.9781

311

304.20

  • 6 0.9945

299

297.26

  • 0 1

332

332.00

  • 6 0.9945

295

293.38

  • 12 0.9781

315

308.11

  • 18 0.9511

280

266.31

  • 24 0.9135

31

28.32

  • 30 0.8550

23

19.92

  • 36 0.8090

15

12.14

  • 42 0.7431

15

11.15

TOTA

13.5106

2646.88

PROFIL ANGIN

PROFIL ANGIN daerah pembentuk gelombang U ( z )  U   0.4  
PROFIL ANGIN daerah pembentuk gelombang U ( z )  U   0.4  

daerah pembentuk

gelombang

U ( z )

U

0.4

ln    z

z

o

PROFIL ANGIN daerah pembentuk gelombang U ( z )  U   0.4  

      z  

L

Keterangan :

U * = kecepatan geser Z o = kekasaran permukaan = efek stabilitas udara/angin L = panjang proses pencampuran dan tergantung oleh perbedaan suhu air laut dan udara

DATA ANGIN

DATA ANGIN Kecepatan angin (U) diukur dengan alat Anemometer, sedangkan arah angin (  ) diukur

Kecepatan angin (U) diukur dengan alat Anemometer, sedangkan arah angin () diukur dengan alat Wind Shock

Bila data angin diukur tidak pada elevasi 10 meter, maka kecepatan angin harus dikoreksi sebagai berikut :

 

10

1 / 7

 

U

(10)

(

U z

).

z

 

dimana :

 

U(10)

: kecepatan angin pada elevasi 10 meter.

U(z)

: kecepatan angin yang diukur pada elevasi z

KOREKSI DATA ANGIN

KOREKSI DATA ANGIN 1. Koreksi Stabilitas (R ) yaitu koreksi akibat perbedaan temperatur antara udara dan
  • 1. Koreksi Stabilitas (R T ) yaitu koreksi akibat perbedaan temperatur antara udara dan air.

2. Koreksi Lokasi (R L )

Pada umumnya data angin yang tersedia adalah hasil pengukuran di daratan yang terdekat dengan lokasi peramalan. Sehingga data angin tersebut perlu dikoreksi menjadi data angin di atas air.

U = R L .R T .U(10)

R T

: faktor koreksi stabilitas, (bila tdk ada data, gunakan = 1,1)

R L : faktor koreksi lokasi

KOREKSI DATA ANGIN

KOREKSI DATA ANGIN
KOREKSI DATA ANGIN

GRAFIK HUB. KEC. ANGIN LAUT - DARAT

GRAFIK HUB. KEC. ANGIN LAUT - DARAT
GRAFIK HUB. KEC. ANGIN LAUT - DARAT

WIND STRESS FACTOR (U A )

WIND STRESS FACTOR (U ) Dalam peramalan gelombang, kecepatan angin diubah menjadi wind stress factor (U

Dalam peramalan gelombang, kecepatan angin diubah menjadi wind

stress factor (U A )

Ket :

U A = 0,71 U 1,23

(m/det)

U = kecepatan angin (m/det)

1 knot = 0,5144 m/det

H = 0,786 m

T =

4,7 dt

UA = 5,647

Fetch = 75

PENCATATAN GELOMBANG

PENCATATAN GELOMBANG
PENCATATAN GELOMBANG

STATISTIK GELOMBANG

STATISTIK GELOMBANG Untuk perenc. bang2 pantai perlu dipilih tinggi dan periode gel. Individu yg dpt mewakili

Untuk perenc. bang2 pantai perlu dipilih tinggi

dan periode gel. Individu yg dpt mewakili

suatu spektrum gel. Gel. tsb. dikenal sbg gel. representatif

Urutkan pencatatan tinggi gel. dari nilai tertinggi ke terendah, mk dpt ditentukan tinggi H n , yaitu rerata dr n persen gel. tertinggi.

Dg cara ini dpt dinyatakn karakteristik gel. Alam dlm bentuk gel. tunggal. Misal H 10 , H 33

No.

H

T

No.U

H

T

G

(m)

(dtk)

r

(m)

(dtk)

  • 1 7,4

2,32

1

3,25

8,4

  • 2 2,3

0,24

2

3,05

8,3

  • 3 6,5

1,85

3

2,89

7,4

  • 4 7,3

2,41

4

2,45

7,8

  • 5 7,4

2,89

5

2,41

7,3

  • 6 4,1

0,47

6

2,38

7,7

1,87

  • 7 5,7

7

2,32

7,4

  • 8 6,2

1,92

8

2,31

7,4

  • 9 5,1

1,00

9

2,05

6,9

  • 10 6,9

2,05

10

2,05

7,1

  • 11 7,7

2,38

11

2,00

7,2

  • 12 6,2

1,05

12

1,92

6,2

  • 13 7,2

2,00

13

1,89

6,8

  • 14 7,1

2,05

14

1,87

5,7

  • 15 6,4

1,63

15

1,85

6,5

  • 16 8,3

3,05

16

1,63

6,4

  • 17 8,4

3,25

17

1,05

6,2

  • 18 7,4

2,31

18

1,00

5,1

  • 19 6,8

1,89

19

0,47

4,1

PERHITUNGAN ?

PERHITUNGAN ? H n Gel 10 % : H H H 33 ? T n =

H n Gel 10 % :

H 10

H 10

H 33 ?

T 10

n = 10 % x 20 = 2 data

= (3,25 + 3,05 ) / 2 = 3,15 m

= (8,4 + 8,3 ) / 2

= 8,35 dtk

See you ….