P. 1
New Microsoft Office Power Point 97-2003 Presentation,Junipresentation1a11

New Microsoft Office Power Point 97-2003 Presentation,Junipresentation1a11

|Views: 716|Likes:
Dipublikasikan oleh junianto_telekomunikasi048414
pengenalan Radio Sagem Link
pengenalan Radio Sagem Link

More info:

Published by: junianto_telekomunikasi048414 on Nov 23, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

JUDUL LAPORAN KERJA PRAKTEK SISTEM KOMUNIKASI RADIO LINK SAGEM

Di PT. Industri Telekomunikasi (INTI) Bandung Laporan Disusun Oleh : Nama : Junianto Sitanggang NIM :13104040

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK DA ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA 2008

PENDAHULUAN

JUDUL LAPORAN KERJA PRAKTEK SISTEM KOMUNIKASI RADIO LINK SAGEM
Di PT. Industri Telekomunikasi (INTI) Bandung Laporan Disusun Oleh : Nama : Junianto Sitanggang NIM :13104040

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK DA ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA 2008

TUJUAN METODE PENGUMPULAN DATA BATASAN MASALAH 1PENDAHULUAN SISTEMATIKA LAPORAN
BAB II PROFIL PT. INTI BAB III DASAR TEORI BAB IV PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK BAB V PENUTUP

BAB

BAB II PROFIL PT. INTI SEJARAH PT. INTI Eksistensi dan Perkembangan INTI (1974-2004) (LPPI-POSTEL) Dasar awal terbentuknya (SISTELNAS) setelah menjadi bagian BUMN

PABRIK PERAKITAN TELEPON. PABRIK PERAKITAN TRANSMISI. LABORATORIUM SOFTWARE KOMUNIKASI DATA. Pabrik Konstruksi dan Mekanik. Kerjasama Teknologi yang pernah dilakukan pada era ini antara lain dengan siemen, BTM, PRX, JRC, dan NEC. Pada era tersebut produk Pesawat Telepon Umum Koin (PTUK) INTI menjadi standar Perumtel (sekarang Telkom).   Pabrik Konstruksi dan Mekanik. Kerjasama Teknologi yang pernah dilakukan pada era ini antara lain dengan siemen, BTM, PRX, JRC, dan NEC. Pada era tersebut produk Pesawat Telepon Umum Koin (PTUK) INTI menjadi standar Perumtel (sekarang Telkom). Fasilitas produksi terbaru yang dimiliki INTI pada masa ini, di samping fasilitas-fasilitas yang sudah ada sebelumnya, antara lain adalah Pabrik Sentral Telepon Digital Indonesia (STDI) pertama di Indonesia denga teknologi produksi Trough Hole Technology (THT) dan Surface Mounting Technology (SMT). Kerjasama Teknologi yang pernah dilakukan pada era ini antara lain adalah: Bidang sentral (switching), dengan Siemens. Bidang transmisi dengan Siemens, NEC, dan JRC. Bidang CPE dengan Siemens, BTM, Tamura, Shapura, dan TatungTEL Pada era ini, INTI memiliki reputasi dan prestasi yang signifikan, yaitu: Menjadi pionir dalam proses digitalisasi system jaringan Telekomunikasi di Indonesia. Bersama Telkom telah berhasil dalam proyek otomatisasi telepon di hamper seluruh ibu kota kabupaten dan ibu kota kecamatan di seluruh wilayah Indonesia.

KERJASAMA TEKNOLOGI MASIH BERLANGSUNG DENGAN SIEMENS SECARA SINGLE-SOURCE. ERA 2000-2004 PADA ERA INI KERJASAMA TEKNOLOGI TIDAK LAGI BERSIFAT SINGLE-SOURCE, TETAPI DILAKUAN SECARA MULTI SOURCE DENGAN BEBERAPA PERUSAHAAN MULTINASIONAL DARI EROPA DAN ASIA. AKTIVITAS MANUFAKTUR TIDAK LAGI DITANGANI SENDIRI OLEH INTI, TETAPI SECARA SPIN-OFF DENGAN MENDIRIKAN ANAK-ANAK PERUSAHAAN DAN USAH PATUNGAN, SEPERTI: BIDANG CPE, DIBENTUK ANAK PERUSAHAAN BERNAMA PT. INTI PISMA INTERNATIONAL YANG BEKERJASAMA DENGAN JITECH INTERNATIONAL, BERTEMPAT DI CILEUNGSI BOGOR. BIDANG MEKANIK DAN PLASTIC, DIBENTUK USAHA PATUNGAN DENGAN PT PINDAD BERNAMA PT. IPMS, BERKEDUDUKAN DI BANDUNG. BIDANG-BIDANG SWITCHING, AKSES DAN TRANSMISI, DIRINTIS KERJA SAMA DENGAN BEBERAPA PERUSAHAAN MULTINASIONAL YANG MEMILIKI KAPABILITAS MEMADAI DAN ADAPTIF TERHADAP KEBUTUHAN PASAR. BEBERAPA PERUSAHAAN MULTINASIONAL YANG TELAH MELAKUKAN KERJASAMA PADA ERA INI, ANTARA LAIN : SAGEM, DI BIDANG TRANSMISI DAN SELULAR MOTOROLA, DI BIDANG CDMA ALCATEL, DI BIDANG FIXED DAN OPTICAL NETWORK ERICSSON, DI BIDANG AKSES HUA WEI, DI BIDANG SWITCHING DAN AKSES.

2005-sekarang INTI bertekad untuk menjadi mitra terpercaya di bidang penyediaan jasa professional dan solusi total yang focus pada Infocom System dan TTechnology Integration (ISTI). Visi Perusahaan “MIMPI” menjadi “REALITA”. Misi Perusahaan Focus bisnis tertuju pada kegiatan jasa engineering yang sesuai dengan spesifikasi dan permintaan konsumen. Memaksimalkan value(nilai) perusahaan serta mengupayakan growth (pertumbuhan) yang berkesinambungan. Berperan sebagai penggerak utama bangkitnya industri dalam negeri. Strategi Perusahaan Strategi INTI dalam periode 2006-2010 difokuskan pada jasa pelayanan infokom dengan penekanan pada pengembangan “Infocom system dan Technology Integration (ISTI)”. Bisnis INTI dalam kurun waktu 2006-2010 akan dipusatkan untuk memenuhi kebutuhan customer yang berbadan hukum.

•Sruktur Organisasi
BOARD Of D IRECTOR S

PRESIDENT DIRECTOR

BUSSINES & PRODUCT DEVELOPMENT

DIRECTOR for OPERATION & TECHNICS

MARKETING DIRECTOR

DIRECTOR for ADMINISTRATOR & FINANCE

Social Responsibility

INTERNAL AUDIT

FINANCE

HR & CORP SECRETARY

RICE PROJECT

JIT DIVISION

JTT DIVISION

JTS DIVISION

JTP DIVISION

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. INTI.
•Sifat dan Cakupan Bisnis Ruang lingkup bisnis INTI difokuskan pada penyediaan jasa dalam bidang informasi dan telekomunikasi atau infokom, yang terdiri dari: •Infrastructure Development Support. •Infocom Operations dan Maintenance Support. •Infocom System dan Technology Integration. •Infocom Total Solution Provider. Selain itu, INTI juga melakukan penjualan produk software dan produk dan jasa multimedia. Sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar, INTI membagi kegiatan bisnisnya menjadi empat bidang kegiatan sebagai berikut: Jaringan Telekomunikasi Tetap (JTT). Jaringan Telekomunikasi seluler (JTS). Jasa Integrasi Teknologi (JIT). Jaringan Telekomunikasi Privat (JTP).

PRODUK, PASAR, DAN KOMPETENSI PT. INTI Produk Pasar TABLE 2.1 PRODUK, PASAR, DAN KOMPETENSI ngan Telekomunikasi Tetap (JTT) Operator Telekomunikasi PT. INTI
Tetap

Kompetensi

Integrasi Sistem •Jaringan Tetap. •Pita Sempit dan Pita Lebar.

ngan Telekomunikasi Seluler S)

Operator Telekomunikasi Seluler

Integrasi Sistem •Jaringan Seluler. •Pita Sempit dan Pita Lebar.

a Integrasi Teknologi (JIT)

Operator Telekomunikasi, Korporasi dan Publik

Produk Asli dan Kapabilitas •Disain Rekayasa. •Network Managenent Tools. •CPE(Customer Premises Equipment). •CME (Civil, Mechanical and Electrical). •Solusi Teknologi.

ngan Telekomunikasi Privat P)

Non Operator Telekomunikasi Tetap dan Non Operator Telekomunikasi Seluler.

Integrasi Sistem •Enterprise. •Private Network.

Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem Transmisi
Keterangan: MUX = Multiplexer MOD = Modulator U/C HPA = Up Counter = High Power Amplifier DEMUX DEMOD D/C LNA = Demultiplexer = Demodulator = Down Converter = Low Noise Amplifier

REDAMAN PROPAGASI - REDAMAN RANG BEBAS - REDAMAN FEEDER - REDAMAN HUJAN Multipath Fading G=17,8+20log f+20 log D Dimana: G=gain antena (dB) F=frekuensi(Ghz) D=diameter antena(m) Gain Antena UnAv = 0,61 a.b.f.d Dimana: Un Av = 1-Avability (Av) a = keadan permukaan bumi = 4; bila rata, berair =1; bila kondisi agak kasar = 0,25; bila pegunungan, saat kasar dan kerin b = keadaan cuaca/iklim =0,5; untuk daerah lembab, pantai = 0,25; untuk daerah normal, panas dan agak kering = 0,125; untuk daerah pegunungan, kering dan tidak ada pantulan f = frekuensi (Ghz) d = jarak lintasan dari pemancar ke penerima (Km) F = fade margin
Dengan memperhatikan persamaan diatas, maka fading margin atau margi alur (ma) dapat ditulis sebagai berikut:

MODULASI QPSK MERUPAKAN MODULASI YANG MEMILIKI or EMPAT LEVEL SINYAL, YANG MEMPRESENTASIKAN 4 KODE BINER YAITU ”00”, ”01”, ”10”, ”11”. MASING-MASING LEVEL SINYAL DISIMBOLKAN PADA PERBEDAAN PHASA SEBESAR 90°. SEHINGGA SEBAGAI SALAH SATU CONTOH SINYAL QPSK DAPAT DIPRESENTASIKAN DALAM PERSAMAAN MATEMATISNYA SEBAGAI BERIKUT:

 

   SQPSK (t ) =    

A 2 cos(wct + 315°) : untuk biner "00" A 2 cos(wct + 225°) : untuk biner "01" or A 2 cos(wct + 135°) : untuk biner "11" A 2 cos(wct + 45°) : untuk biner "10"

untuk lebih jelasnya bentuk-bentuk sinyal pada gambar berikut ini yang merupakan proses tahap di beberapa bit-batas waktu.

Pengirim [ QAM pengirim, dengan frekuensi carrier f H 0 dan t frekuensi respon dari transmitter dari filter:

Penerima

Penerima hanya melakukan proses kebalikan dari transmitter. yang terlihat pada gambar di bawah ini dengan H r yang menerima penyaring dari frekuensi Tanggapan:

Rectangular QAM

Diagram konstelasi untuk rectangular 16-QAM

BAB IV PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
Antena IDU(Indoor Unit), dan ODU(Outdoor Unit). pengenalan Perangkat Sagem Radio Link

Spesifikasi IDU Frekuensi band yang digunakan : 7 GHz 7.1 - 7.7 GHz; 8 GHz 8.025 - 8.5 GHz;   13 GHz 12.75 - 13.25 GHz; 15 GHz 14.4 - 15.35 GHz; 18 GHz 17.7 - 19.7    GHz; 23 GHz 21.2 - 23.6 GHz; 26 GHz 24.5 - 26.5 GHz; 38 GHz 37 - 39.5    GHz,
Gambar 4.1 IDU Bagian Depan 2x2/4x2 Mbit/s Gambar 4.2 IDU Bagian Belakang 2x2/4x2 Mbit/s

Gambar 4.3 Skema Diagram IDU 2x2/4x2 Mbit/s A.3.a.1. IMT card mempunyai fungsi : Multiplexing dan demultiplexing. Pengaturan lokal dan konfigurasi pada IDU dan ODU melalui LT. Interface dengan NMI card. A.3.a.2. power supply (conv 1) mempunyai fungsi : Mempunyai tegangan antara -36 V sampai -72 V. Sebagai optional terdapat conv 2 sebagai cadangan pada konfigurasi 1+1. A.3.a.3. NMI card mempunyai fungsi : Untuk pengaturan perangkat lain. Mempunyai Ethernet port, port MGMT1 MGMT2.

Gambar 4.13 Skema Diagram IDU 1+0

Gambar 4.14.Skema Diagram IDU 1+1

1+0 (ODU yang tidak memiliki back up) 1+1 (ODU yang memiliki back up)

ODU memiliki card-card dan modul-modul sebagai berikut :

Gambar 4.16 Diagram ODU 1+0

Gambar 4.15 Tampilan ODU 1+0

Gambar 4.17 Tampilan ODU 1+1
•HotStandby

Gambar 4.18 Diagram ODU 1+1 HSTDBY

Gambar 4.19 Proteksi Switching HotStandby

Vertikal Horisontal Gambar 4.23 Arah polarisasi

Gambar 4.24 Pemasangan ODU 1+0 Gambar 4.25 Pemasangan Perangkat ODU 1+1

Gambar 4.27 Tampilan Software SAGEM-LINK PILOT

ANTARA LAIN : PEMAKAIAN SOFTWARE SAGEM LINK PILOT MEMUDAHKAN PENGGUNA UNTUK MEMONITOR KEADAAN DARI PERANGKAT SAGEM RADIO LINK. PENGGUNAAN SYSTEM PROTEKSI SWITCHING SEPERTI SPACE DIVERSITY, HOSTSTANDBY, DAN FREKUENSI DIVERSITY PADA PERANGKAT SAGEM RADIO LINK, DISESUAIKAN DENGAN KEADAAN ALAM SEKITAR. SAAT PENULIS MELAKUKAN SIMULASI INSTALASI DAN MAINTENANCE PADA PERANGKAT SAGEM-LINK, DIPEROLEH HASIL PENGUKURAN RSSI (RECEIVE SIGNAL STRENGTH INDICATION) YANG BERBEDA DENGAN HASIL PERHITUNGAN RSSI YANG TERDAPAT PADA TEORI, HAL INI BISA TERJADI KARENA PADA SIMULASI TERSEBUT, MEDIA YANG MENGHUBUNGKAN ANTARA OUTDOOR UNIT (ODU) DI POSISI LOCAL DENGAN ODU DI POSISI REMOTE BUKANLAH SEBUAH RADIO-LINK MELAINKAN SEBUAH KABEL COAKXIAL, SEHINGGA MEMUNGKINKAN TERJADINYA REDAMAN YANG LEBIH BESAR PADA PERANGKAT TERSEBUT. BILA DIGUNAKAN PERANGKAT RADIO LINK, HASILNYA AKAN LEBIH JAUH LEBIH BAIK KETIKA POSISI RADIO DALAM LINK DALAM KEADAAN LINE OF SIGHT (LOS) KARENA AKAN MEMBERIKAN DAYA SINYAL TERIMA YANG BESAR. SARAN AGAR PEMAHAMAN MENGENAI SAGEM-LINK DAPAT DIPEROLEH SECARA OPTIMAL, PERLU DILAKUKAN PRAKTEK SECARA LANGSUNG DI LAPANGAN, BAGAIMANA PEMELIHARAAN DAN PENAGANAN YANG TERJADI BILA TERJADI TROUBLE PADA SYSTEM PEERANGKAT SAGEM RADIO LINK. KETERSEDIAAN PERANGKAT KERAS SAGEM-LINK F DIRUANGAN KERJA PRAKTEK SANGAT DIBUTUHKAN, SELAIN DAPAT DIPELAJARI SECARA LEBIH MENDALAM MENGENAI PRODUK HASIL PENGEMBANGAN SAGEM-LINK INI. JUGA AKAN MEMPERMUDAH PENGGUNA DALAM MELAKUKAN SIMULASI INSTALASI DAN MAINTENANCE PERANGKAT TERSEBUT.  

DAFTAR PUSTAKA

1. Freeman. L, Roger, Jhon Wiley, “Telekommunication Transmisi Handbook”, 4th, 2001. 2. “Manual Book SAGEM LINK”, 1999.

SELESAI

TERIMAKASIH

PENULIS SUDAH MEMPRESENTASIKAN LAPORAN KERJA PRAKTEK

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->