Anda di halaman 1dari 18

TEORI DASAR

( M
0
)
Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang belum
diketahui dengan besaran acuan atau besaran standar baik lokal, standar
nasional maupun standar internasional. Besaran standar ini biasanya
terdapat atau terpasang pada alat ukur, dan alat ukur ini harus di
kalibrasikan agar bisa mengukur dengan baik dan tepat. Besaran merupakan
sesuatu yang mempunyai nilai massa dan satuan, sedangkan satuan adalah
lambang dari besaran.
Syarat - syarat besaran :
Dapat didefinisikan secara fisik.
Jelas dan tidak berubah terhadap waktu.
Dapat digunakan dimana saa.
Besaran terdiri dari :
Besaran pokok
!aitu Besaran yang nilai satuannya telah ditetapkan terlebih
dahulu dan tidak diturunkan dari besaran yang lain.
Tabel 1 "abel Besaran Pokok
Besaran Standar Nama Satuan Dasar Simbol
Dimensi
Panjang Meter m l
Massa Kilogram kg
m
Waktu Detik s
t
Arus Listrik Ampere A
I
Temperatur Kelvin K
T
Jumlah Zat Mol mol
n
Intensitas Cahaya Canela ! i
Besaran turunan
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
!aitu besaran yang diperoleh dari beberapa *ariabel besaran
pokok dalam bentuk persamaan.
Tabel 2 "abel Besaran "urunan
Besaran Nama Satuan Dasar Simbol
Luas "iang meterpersegi m#
$olume meterku%ik m&
Per!epatan meterperetik m's
(aya ne)ton *+kg m's#
Tekanan pas!al Pa+*'m#+kg',m s-#
.nergi joule J+kg m#'s#
Daya )att W+kg m#'s&
Potensial Listrik volt $+kg m#',s# A-
Pengukuran dapat ditinau dari + aspek yaitu:
(. $spek ,isik
-ontoh :
- Berat
- %assa
- "emperatur
- "ekanan
- Densitas, dll
Pengukuran aspek fisik dipelaari dalam pengukuran teknik
(engineering measurement).
.. $spek %ekanik
-ontoh :
- 'ekuatan (strength)
- 'euletan (ductility)
- 'ekerasan (hardness)
- 'etangguhan, dll
Laboratorium Metrologi Industri .
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
Pengukuran aspek mekanik dipelaari dalam material teknik
(materials science and engineering)
+. $spek /eometrik
Pengukuran aspek geometrik dipelaari dalam metrologi industri.
"erdiri dari :
- Dimensi, contoh : diameter, panang, lebar, dll
- Bentuk, contoh : keseaaran, kelurusan, kedataran,
kemiringan atau sudut, kebulatan, ketegaklurusan, dll
- 'ekasaran permukaan
%etrologi merupakan disiplin ilmu yang mempelaari tentang cara-
cara pengukuran besaran teknik, sedangkan %etrologi industri adalah ilmu
yang mempelaari pengukuran karateristik geometri suatu produk hasil
proses produksi dengan menggunakan alat ukur tertentu dan cara
pengukuran tertentu untuk mendapatkan hasil pengukuran yang mendekati
nilai sebenarnya.
$gar bisa diukur, maka suatu produk teknik harus mempunyai
karakteristik geometri seperti :
dimensi
kualitas permukaan
bentuk
posisi
'arakteristik geometri ini akan mempengaruhi karakteristik
fungsional dari produk.
Beberapa enis pengukuran dalam metrologi :
(. Pengukuran linear adalah suatu pengukuran besaran panang yang
menggunakan alat ukur langsung yang telah terkalibrasi dan hasil
pengukuran dapat diperoleh secara langsung.
-ontoh : menggunakan angka sorong
Laboratorium Metrologi Industri +
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
.. Pengukuran sudut adalah suatu pengukuran sudut yang
menggunakan alat ukur sudut yang telah terkalibrasi dan hasil
pengukuran dapat diperoleh secara langsung
-ontoh : menggunakan batang sinus,angle decor
+. Pengukuran profil adalah suatu pengukuran yang membandingkan
bentuk suatu produk dengan bentuk acuan 0standar1 pada layar dari
alat ukur proyeksi
-ontoh : menggunakan profile proyector
2. Pengukuran ulir adalah suatu pengukuran yang mengukur arak antar
ulir pada suatu produk
-ontoh : menggunakan mikrometer ulir, sikat ulir,dll.
3. Pengukuran roda gigi adalah suatu pengukuran yang mengukur arak
antar pitch pada roda gigi
-ontoh : menggunakan apper gauge
4. Pengukuran posisi adalah suatu pengukuran yang menggunakna
sensor yang dapat digerakkan dalam ruang yang digunakan untuk
menentukan posisi
-ontoh : menggunakan coordinate measuring machine (CMM)
5. Pengukuran kerataan dan kedataran adalah suatu pengukuran yang
mengukur kerataan dan kedataran suatu produk hasil proses produksi
-ontoh : menggunakan water pas,square level
). Pengukuran kekasaran permukaan suatu pengukuran yang mengukur
kekasaran permukaan suatu produk hasil proses produksi
-ontoh : menggunakan surface roughness tester
Dari ke delapan enis pengukuran di atas, pengukuran linear adalah
pengukuran yang paling sering digunakan. 'arena bermacam-macam
masalah keteknikan atau pengukuran dapat diselesaikan dengan pengukuran
linear. %isalnya pengukuran dimensi dan toleransinya.
Laboratorium Metrologi Industri 2
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
-ara--ara Pengukuran Dalam %etrologi :
(. Pengukuran langsung
Dilakukan dengan menggunakan alat ukur langsung, dimana hasil
pengukuran dapat langsung diperoleh.
-ontoh : Jangka Sorong dan %icrometer
.. Pengukuran tak langsung
Dilakukan dengan menggunakan alat ukur pembanding, alat ukur
standar dan alat ukur bantu.
-ontoh : Spirit le*el
+. Pemeriksaan kaliber batas
Dilakukan dengan menggunakan alat ukur kaliber batas, dimana
tidak mengukur dimensi suatu produk tetapi untuk memeriksa
apakah suatu produk berada didalam6diluar daerah toleransinya.
-ontoh : Blok ukur
2. %embandingkan dengan bentuk standar atau acuan
Dilakukan dengan membandingkan bentuk produk yang dihasilkan
dengan bentuk standarnya6acuan.
3. Pengukuran geometri khusus
Pengukuran dengan memperlihatkan imainasi daerah toleransinya,
alat ukur dan prosedur pengukuran dirancang dan dilaksanakan
secara khusus.
-ontoh 7 Dial &ndicator
Jenis-Jenis $lat 8kur
a1 berdasarkan sifat aslinya:
(. $lat ukur langsung
$lat ukur ini dilengkapi dengan skala ukur sehingga hasil
pengukuran bisa langsung di baca atau diperoleh hasil pengukuran.
Laboratorium Metrologi Industri 3
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
$lat ukur ini cukup luas pemakaiannya dan banyak enisnya.
%isalnya: angka sorong, mikrometer, threebore
Gambar 1 Jangka Sorong
.. $lat ukur pembanding atau comparator
$lat ukur ini tidak bisa menunukkan hasil pengukuran dengan skala
ukur, tetapi hanya bisa membandingkan ukuran atau beda ukuran
dari obek ukur. %isalnya: Dial Indicator, Dial est Indicator,
Comparator.
Gambar 2 Dial Indicator
+. $lat ukur standar
!aitu alat ukur yang dilengkapi dengan satu skala nominal, tidak
dapat memberikan hasil pengukuran secara langsung dan digunakan
untuk kalibrasi alat ukur lainnya. %isalnya: Blok ukur
Laboratorium Metrologi Industri 4
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
Gambar 3 !atang "#ur
2. $lat ukur kaliber batas
!aitu alat ukur yang berfungsi untuk menunukkan apakah dimensi
suatu produk berada di dalam atau di luar daerah toleransi produk
tersebut. %isalnya: 'aliber #ubang dan 'aliber Poros
Gambar 4 $lat "#ur %aliber !atas
3. $lat ukur bantu
$lat ukur bantu bukan merupakan alat ukur tetapi mempunyai
peranan penting dalam menentukan baik atau tidaknya hasil
pengukuran. %isalnya: mea rata ,blok 9 dan stand magnetic
Laboratorium Metrologi Industri 5
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
Gambar 5 &tand Magnetic
b1 Berdasarkan sifat turunannya, dibedakan atas :
(. $lat ukur khas, suatu alat ukur yang mempunyai metode dan alat
ukur khusus,
contohnya alat ukur roda gigi (edge gauge)
Gambar 6 'dge gauge
.. $lat ukur koordinat, suatu alat ukur yang menggunakan sensor yang
dapat digerakkan dalam ruang yang digunakan untuk menentukan
posisi. contohnya alat ukur posisi (CMM)
Gambar 7 CMM
c1 Berdasarkan prinsip keranya, dibedakan atas :
Laboratorium Metrologi Industri )
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
(. $lat ukur mekanik, suatu alat ukur yang menggunakan prinsip
mekanik. contoh : neraca6timbangan dua lengan, dial indicator
Gambar 8 Dial Indicator
.. $lat ukur elektrik, suatu alat ukur yang menggunakan prinsip
elektrik. contoh : multi tester
Gambar 9 Multi tester
+. $lat ukur optik, suatu alat ukur yang menggunakan prinsip
optik6cahaya contoh : profile proyector
Laboratorium Metrologi Industri :
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
Gambar 10 (rofile (royector
2. $lat ukur pneumatik, suatu alat ukur yang menggunakan prinsip
fluida. contoh : "ire /auge
Gambar 11 ire )auge
3. $lat ukur hidrolik dan aerodinamik, suatu alat ukur yang
menggunakan prinsip fluida 0cair1. contoh : anemometer
Gambar 12 $nemometer
$dapun sifat dari alat ukur adalah :
(. ;antai 'alibrasi 0 race ability 1
'alibrasi adalah mencocokan harga < harga yang tercantum pada
skala alat ukur dengan harga < harga standar.
;antai kalibrasi adalah sifat mampu usut alat ukur berdasarkan
tingkatan kalibrasinya.
Laboratorium Metrologi Industri (=
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
"ingkatan kalibrasi alat ukur :
a. $lat ukur kera 0contoh: %ikrometer1 di kalibrasi dengan alat
ukur standar kera 0contoh: Blok ukur kualitas +1
b. $lat ukur standar kera di kalibrasi dengan alat ukur standar
c. $lat ukur standar di kalibrasi dengan alat ukur standar
nasional
d. $lat ukur standar nasional di kalibrasi dengan alat ukur
standar internasional.
.. 'epekaan ( sensitivity )
!aitu kemampuan alat ukur untuk merasakan suatu perbedaan yang
relatif kecil dari harga yang diukur.
Gambar 13 Sifat kepekaan 0sensitivity1
+. 'emudahan Baca ( read ability )
!aitu kemampuan dari sistem pembaca untuk menunukkan hasil
pengukuran dengan elas dan benar.
2. Penyimpangan ( histerisis )
Laboratorium Metrologi Industri ((
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
!aitu penyimpangan yang teradi pada hasil pengukuran, dimana
pengukuran dilakukan secara kontinu dari dua arah yang
berlawanan.
Gambar 14 %urva *isterisis
3. 'epasifan atau #ambat Bereaksi ( passivity )
!aitu sensor telah merasakan perubahan tetapi penunuk belum
mengisyaratkan adanya perubahan.
4. Pergeseran ( shifting )
!aitu sistem penunuk telah menunukkan adanya perubahan tetapi
sensor belum mengisyaratkan adanya perubahan.
5. 'estabilan >ol ( +ero stability )
!aitu kemampuan dari sistem penunuk untuk kembali ke posisi
semula 0nol 1 bila benda ukur diambil seketika, setelah dilakukannya
pengukuran.
). Pengambangan ( floating ).
!aitu keadaan dimana arum penunuk data6angka digital selalu
berubah < rubah yang diakibatkan perubahan kecil pada sensor.
'onstruksi 8mum $lat 8kur :
Laboratorium Metrologi Industri (.
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
a. Sensor
Bagian yang berkontak langsung dengan benda ukur
Sensor terbagi atas ., yaitu :
Sensor 'ontak
!aitu sensor yang memberikan gaya atau tekanan
pengukuran. %isalnya: sensor mekanik
Sensor non 'ontak
!aitu sensor yang tidak memberikan gaya atau penekanan
pengukuran. %isanya: sensor optik, sensor pneumatik.
b. Pengubah 0tranducer 1
Berfungsi mengubah besaran yang dirasakan oleh sensor menadi
besaran yang terukur, dan diteruskan ke sistem penunuk.
Pengubah terbagi atas :
Pengubah elektrik berfungsi untuk menaikkan atau
menurunkan tegangan listrik
-ontoh: pengubah dengan prinsip induktif 0transformator1.
Gambar 15 Contoh &istem (engubah 'le#tri#
Pengubah mekanik
-ontoh: sistem roda gigi dan batang bergigi dari am ukur
pada dial indikator.
Laboratorium Metrologi Industri (+
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
Gambar 16 &istem (engubah (ada Dial Indi#ator
Pengubah optomekanik
-ontoh: pengubah alat ukur optomekanik
Gambar 17 Contoh (engubah ,ptome#ani#
Pengubah optic
-ontoh: prinsip pengubah pada mikroskop
Laboratorium Metrologi Industri (2
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
Gambar 18 Contoh &istem (engubah (ada Mi#ros#op
Pengubah ?ptomekanik
Gambar 19 Contoh &istem (engubah ,ptome#ani#
c. Sistem penunuk6pencatat
Bagian yang menunukan hasil dari pengukuran yang dilakukan.
Sistem penunuk terbagi atas :
penunuk berskala
- skala linear, contohnya: Jangka Sorong dan %ikrometer
- skala melingkar, contohnya: Dial Indicator
penunuk digital
- mekanik
- elektrik 0#@D1
'arateristik $lat 8kur
(. 'etelitian ( accuracy )
Laboratorium Metrologi Industri (3
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
'emampuan alat ukur untuk menghasilkan nilai yang mendekati
nilai sebenarnya.
Gambar 20 %etelitian
.. 'etepatan ( precition )
'emampuan alat ukur untuk menghasilkan nilai yang relatif sama
dari beberapa pengukuran pada titik yang sama.
Gambar 21 %etepatan
+. 'ecermatan (resolution)
Skala terkecil yang dimiliki oleh suatu alat ukur.
@mpat kemungkinan hasil pengukuran
(. "epat dan teliti

.. "epat dan tidak teliti
Laboratorium Metrologi Industri (4
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()

+. "idak tepat dan teliti

2. "idak tepat dan tidak teliti

Gambar 22 %emung#inan *asil (engu#uran
Penyimpangan Dalam Proses Pengukuran
(. Penyimpangan dari alat ukur
Aal ini disebabkan oleh karena alat ukur yang belum dikalibrasi.
.. Penyimpangan dari benda ukur
Aal ini diakibatkan oleh defleksi pada benda ukur akibat :
- pengaruh tekanan kontak karena benda ukur lunak
- pengaruh tekanan kontak pada benda ukur yang berselinder
tipis
+. Penyimpangan posisi pengukuran
Biasanya garis pengukuran harus seaar dengan garis
dimensi. 'alau garis pengukuran membuat sudut B dengan garis
dimensi 0akibat posisi pengukuran yang salah1 maka akan
menimbilakan kesalahan kosinus 0cosine error1.
Laboratorium Metrologi Industri (5
#aporan $khir Praktikum %etrologi &ndustri 'elompok ()
# C % cosD-d cosD
Gambar 23 Penyimpangan Posisi Pengukuran
2. Penyimpangan akibat lingkungan
!ang perlu diperhatikan adalah pengaruh temperatur pada
proses pengukuran, dimana benda padat terutama logam berubah
dimensinya apabila temperatur berubah 0E# C #o / E" sifat
pemuaian logam1. E#C Perubahan Panang, #oC Panang awal, FC
'oefisien pemuaian, E"C Pertambahan panang. Supaya hasil
pengukuran sama maka secara internasional sudah disetuui
temperatur standar untuk pengukuran geometris adalah .=G-.
3. Penyimpangan dari si pengukur
Dua orang yang melakukan pengukuran dengan alat ukur dan
obek ukur yang sama berkemungkinan menghasilkan pengukuran
yang berbeda. Aal ini dapat diakibatkan oleh pengalaman praktek
mengukur, cara melakukan pengukuran yang salah akibat tidak
mengetahui dasar-dasar pengukuran yang benar.
Laboratorium Metrologi Industri ()