Anda di halaman 1dari 60

TRANSMISI IMPULS SARAF

Pendahuluan
Sistem saraf adalah sistem yang mengatur
dan mengendalikan semua aktivitas tubuh
kita, mis. berjalan, menggerakkan tangan,
mengunyah makanan dan lainnya.
Fungsi sel saraf adalah mengirimkan
pesan (impuls) yang berupa
rangsangan atau tanggapan.
Sistem Saraf tersusun dari jutaan serabut
sel saraf (neuron) yang berkumpul
membentuk suatu berkas (fasikulum).
Neuron adalah komponen utama dalam
sistem saraf.
-Setiap neuron terdiri dari satu badan
sel yang di dalamnya terdapat
sitoplasma dan inti sel.
-Dari badan sel keluar dua macam
serabut saraf, yaitu dendrit dan akson
(neurit).
-Dendrit berfungsi mengirimkan impuls
ke badan sel saraf, sedangkan akson
berfungsi mengirimkan impuls dari
badan sel ke jaringan lain.
- Akson biasanya sangat panjang,
sebaliknya dendrit pendek.
Struktur Sel Saraf

Selaput pembungkus akson maupun dendrit
disebut selaput myelin yang dibuat oleh sel
schwann. Di sebelah luarnya dibungkus oleh
neurillema. Bagian dari akson yang tidak
terbungkus mielin disebut nodus Ranvier,
yang berfungsi mempercepat
penghantaran impuls.
Jenis Sel Saraf
Terdapat 5 (lima) jenis sel saraf berdasarkan
bentuk, yaitu:
A. Unipolar neuron
B. Bipolar neuron
C. Interneuron
D. Pyramidal cell
E. Motor neuron

1. Sel Saraf Sensorik
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari
reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum
tulang belakang.

2. Sel Saraf Motorik
Berfungsi menghantarkan impuls motorik
dari susunan saraf pusat ke efektor.

3. Sel Saraf Penghubung
Merupakan penghubung sel saraf yang satu
dengan sel saraf yang lain/ saraf sensoris ke
saraf motoris.
Jenis Sel Saraf
Terdapat 3 (tiga) jenis sel saraf berdasarkan
fungsi, yaitu:
JENIS SEL SARAF
BERDASARKAN FUNGSI
Transmisi Impuls Saraf
Neuron mengirimkan impuls seperti serangkaian
sinyal listrik.
Sebuah neuron memiliki potensial istirahat
/resting potential - 70 mV .
Depolarisasi menyebabkan potensial aksi
ditransmisikan sepanjang akson


Transmisi impuls dapat melalui dua cara
:
Transmisi Impuls melalui Sel Saraf
dapat terjadi karena adanya perbedaan
potensial listrik antara bagian luar dan
bagian dalam sel.
Transmisi Impuls melalui Sinapsis
adalah titik temu antara terminal akson
salah satu neuron dengan neuron lain.
Prinsip Transmisi Impuls
Resting Potential/ Potensial
Istirahat
Percobaan telah dilakukan dgn menggunakan
akson Giant Squid
Mikroelektroda dimasukkan ke dalam akson utk
mengukur perubahan muatan listrik.
Satu elektroda dimasukkan ke dalam akson dan
yg lain ditempatkan di bagian luar membran sel.



Perbedaan antara kedua muatan potensial ini
disebut potensial istirahat / resting potential.
Membran neuron bagian dalam bermuatan negatif
dibanding bagian luarnya.
menghasilkan beda potensial sekitar -50-90 mV
(potensial istirahat)

Resting Potential
Dua faktor penting yang berpengaruh terhadap
terjadinya potensial membran adalah
(1) konsentrasi ion-ion di dalam cairan ekstraseluler
dan intraseluler.
(2) permeabilitas membran sel saraf terhadap ion.

Di dalam plasma sel termasuk di dalam plasma akson
konsentrasi ion kalium (K+) lebih tinggi daripada di
dalam cairan ekstraseluler. Sebaliknya konsentrasi ion
natrium (Na+) lebih rendah daripada di dalam cairan
ekstraseluler.

Pemeliharaan Potensial Istirahat/
Resting Potential
Pompa Kation (pompa Na) mempertahankan
transpor aktif ion K
+
dan Na
+
dari neuron.
3 ion Na
+
dipompa ke luar pada waktu yang sama
2 ion K
+
dipompa ke dalam sel.
Hal ini dilakukan oleh pompa Natrium-Kalium
ATPase.

Pompa Natrium - Kalium
Pada saat istirahat membran saraf 50-
70 kali lebih permeable terhadap ion
K+, sedangkan permeabilitasnya
terhadap ion Na+ dan Cl- sangat
rendah.
Karena konsentrasi K+ di dalam sel
lebih tinggi daripada di luar sel, maka
beberapa K+ berdifusi keluar mengikuti
gradien konsentrasinya.

Difusi K+ keluar sel juga ditolak oleh ion-ion
positif di luar sel, yg secara cepat mencapai
suatu tingkat dimana kecenderungan K+ ke
luar seimbang dengan kecenderungannya ke
dalam sel.
Dalam keadaan seimbang ini membran
dikatakan istirahat dan muatan dalam
keadaan polarisasi, sebelah dalam
membran bermuatan negatif dan sebelah
luar membran positif.
Potensial Aksi
Potensial Aksi
dihasilkan bila membran sel saraf/neuron
dirangsang/distimulasi muatan terbalik :
Bagian dalam akson -70 mV berubah menjadi
+40 mV dan membran disebut terdepolarisasi.

Sebuah impuls saraf dapat dimulai dengan
stimulasi secara mekanik, kimiawi, thermal atau
listrik.
Percobaan menunjukkan bahwa ketika arus listrik
kecil diterapkan pada akson terjadi perubahan
potensial istirahat dari - 70 mV menjadi + 40 mV.
Perubahan potensial ini disebut potensial aksi.

Potensial Aksi dihasilkan karena peningkatan
permeabilitas membran terhadap ion Na
+
secara
mendadak.
Ion Na
+
bergegas ke neuron melalui saluran Na
+
untuk mendepolarisasi membran, kemudian
meningkatkan permeabilitas terhadap ion Na
+


Hal ini menyebabkan masuknya ion Na+ lebih
banyak & depolarisasi lebih lanjut umpan balik
positif.

Ion Na+ bergerak ke dalam akson menyebabkan
perubahan muatan menjadi +40mV.
Perubahan/pembalikan muatan ini menyebabkan
potensial aksi.

Ketika di dalam sel cukup bermuatan positif,
permeabilitas untuk ion Na
+
mulai menurun.
Pada saat yang sama ion Na
+
mulai bergerak ke
dalam, K
+
mulai bergerak ke arah yang
berlawanan sepanjang gradien difusi, perlahan-
lahan sampai terjadi repolarisasi membran.

Dalam waktu sekitar 2 milidetik, bagian membran
yang sama kembali ke potensial istirahat -70 mV
di bagian dalam atau terjadi perubahan dari
Depolarisasi ke Polarisasi.
disebut Repolarisasi.
Potensial aksi dapat terjadi bila stimulus melebihi
nilai tertentu (nilai ambang batas).


All or none response
Di atas nilai ambang batas, ukuran Potensial Aksi
tetap konstan, terlepas dari ukuran stimulusnya.
Ukuran Potensial Aksi yang ditransmisikan
sepanjang neuron tidak menurun, tetapi selalu
tetap sama.
Potensial aksi timbul secara maksimal sebagai
respon terhadap rangsangan atau tidak sama
sekali .

Progresi Impuls
Bila impuls saraf mencapai setiap titik pada
akson dihasilkan potensial aksi.
Ion natrium bergerak menuju daerah bermuatan
negatif.
Ini menimbulkan eksitasi bagian selanjutnya dari
akson sehingga potensial aksi berlanjut.

Periode Refrakter
Periode Refrakter Absolut :
Hal ini berlangsung selama sekitar 1 milidetik
dimana tidak ada impuls disalurkan meskipun
stimulus kuat.

Periode Refrakter Relatif :
Hal ini berlangsung selama sekitar 5 milidetik
dimana impuls baru hanya dapat dihasilkan
jika stimulus lebih kuat dari ambang batas
normal.

Periode Refraktori menjamin bahwa :
Impuls dapat menyebar hanya satu arah.
Ini membatasi frekuensi di mana impuls berturut-
turut bisa lewat sepanjang akson.
Mekanisme Transmisi Impuls
1. Transmisi Impuls Dalam Sel Saraf.

Rangsang /pesan yang diterima sel saraf
dapat berasal dari dalam tubuh maupun
luar tubuh. Rangsang yang merambat
disebut impuls. Impuls diterima oleh
reseptor kemudian akan dihantarkan oleh
dendrit menuju badan sel saraf. Saat
impuls sampai pada akson, impuls akan
diteruskan ke dendrit neuron lain.
Dalam sel saraf terjadi proses transmisi impuls
secara konduksi.
Apabila tidak ada rangsang maka sel saraf disebut
dalam keadaan istirahat. Dalam keadaan ini saraf
tidak menghantarkan impuls. Membran luar sel
saraf bermuatan positif karena kelebihan kation
atom Na+. Membran dalam sel saraf bermuatan
negatif karena banyak ion K+ yang keluar akson.
Keadaan seperti ini disebut polarisasi
Polarisasi terjadi karena peran pompa Na K dan
sifat membran akson yang lebih permeabel
terhadap K+ dan kurang permeabel terhadap
Na+.
Na+ dipompa ke luar. K+ dipompa ke dalam, karena
sifat membran akson yang permeabel terhadap K,
maka K + dapat keluar lagi.

Jika terjadi stimulus/ rangsang kuat
permeabilitas membran akan berubah. Akibatnya
polarisasi membran juga berubah. Polarisasi
mengalami pembalikan pada lokasi tertentu yang
disebut depolarisasi.
Selanjutnya proses depolarisasi diulang hingga
menyebabkan rantai reaksi. Dengan demikian,
impuls berjalan sepanjang akson.
Setelah impuls berlalu, membran neuron memulihkan
keadaannya seperti semula. Selama masa
pemulihan ini, impuls tidak bisa melewati neuron
tersebut. Waktu ini disebut waktu/pereode
refraktori.

2. Transmisi Impuls Antar Sel
Saraf/Sinapsis

Titik - titik (celah) pertemuan antara neuron
satu dengan neuron lain disebut sinapsis.
Akson pada setiap neuron berakhir membentuk
tonjolan kecil yang disebut tombol sinapsis.
Permukaan tombol sinapsis disebut membran
pre-sinapsis. Membran pre-sinapsis berfungsi
meneruskan rangsang.
Membran pre-sinapsis akson neuron satu akan
bertemu dengan dendrit neuron yang lain.
Permukaan dendrit neuron itu disebut membran
post-sinapsis.
Fungsi membran post-sinapsis sebagai penerima
rangsang. Di antara kedua membran tersebut
terdapat suatu celah yang disebut celah
sinapsis.

Bila impuls telah berada di ujung akson, ujung
akson akan mengeluarkan neuro hormon
yang disebut juga neurotransmiter. Zat ini
bersifat memacu dan menghantarkan impuls
ke ujung dendrit neuron yang lain.
Ada beberapa neurotransmiter yang dikenal yaitu
asetilkolin, serotonin dan dopamin.
Jika impuls tiba di tombol membran pre-sinapsis,
akan terjadi peningkatan permeabilitas membran
pre-sinapsis terhadap ion Ca2+. Akibatnya ion
Ca2+ masuk dan gelembung sinapsis melebur
dengan membran pre-sinapsis sambil
melepaskan neurotransmiternya ke celah
sinapsis.
Neurotransmiter ini membawa impuls ke
membran post-sinapsis.
Setelah menyampaikan impuls, selanjutnya
neurotransmiter dihidrolisis oleh enzim yang
dikeluarkan oleh membran post-sinapsis,
misalnya asetilkolinesterase.
Hasil hidrolisis ini akan disimpan di gelembung
sinapsis untuk dipergunakan lagi.


Crossing a synapse
Jenis sinaps
Excitory synapses
Pengikatan neurotransmitter ke neuron
postsynaptic membuka
saluran Na +
diffuses Na+ masuk sel
depolarisasi
potensial aksi
sehingga impuls saraf dapat terus sekitar sirkuit
saraf .
Inhibitory synapses
Pengikatan neurotransmitter ke neuron
postsynaptic membuka saluran ion K +
diffuses K+ ke luar
dalam neuron menjadi lebih negatif dan tidak
terjadi depolarisasi.
tidak ada potensial aksi
sehingga impuls saraf tidak dapat dilanjutkan
sekitar sirkuit saraf.






Efek eksitasi atau inhibisi pada membran
pascasinaps neuron bergantung pada jumlah
respons pascasinaps pada sinaps yang berbeda.
Jika efek keseluruhannya adalah depolarisasi,
neuron akan terstimulasi dan potensial aksi akan
dibangkitkan pada segmen inisial akson dan
impuls saraf dihantarkan sepanjang akson.
Sebaliknya, jika efek keseluruhannya adalah
hiperpolarisasi, neuron diinhibisi dan tidak
timbul impuls saraf.

Kecepatan konduksi impuls saraf
Kecepatan transmisi dapat berkisar dari 0,5 m per detik
- lebih dari 100 m per detik.
Transmisi impuls dapat dipercepat oleh:
-peningkatan diameter akson
-adanya selubung mielin; impuls melompati bagian
saraf yang
diselubungi mielin, tampak potensial aksi untuk
'melompat' dari nodus ke nodus konduksi saltatory.



Banyak lipid (disebut myelin) yang membuat akson
tdk mudah dilewati ion sehingga mereka tidak
dapat menyebar antara cairan jaringan dan
neuron.
potensial aksi tidak dapat dihasilkan oleh
daerah myelinated (bertindak sebagai insulator)
Potensial aksi hanya dapat dihasilkan pada nodus
Ranvier arus lokal yang terlibat dalam aliran
saraf transmisi impuls jarak yang lebih jauh
tampak potensial aksi untuk 'melompat' dari
nodus ke nodus (ini disebut konduksi saltatory).


-suhu mempengaruhi laju difusi dan tingkat
pelepasan energi oleh respirasi untuk transpor
aktif (karena dikendalikan oleh enzim).
Konsekuensinya adalah bahwa transmisi impuls
saraf lebih cepat pada hewan endotermik yang
mempertahankan suhu tubuh yang tinggi.
Kepentingan Klinis
Anesthesia : obat yang digunakan dengan
tujuan menghambat pengahantaran impuls
nyeri sehingga interpretasi rasa nyeri tidak
terjadi (mati rasa /kebas), hilangnya sensasi
nyeri (rasa sakit) yang disertai maupun yang
tidak disertai hilangnya kesadaran.
Kebas : ketidakmampuan tubuh untuk merasakan
rangsangan dari luar /apabila mekanisme
interpretasi sensasi nyeri dihambat.
Contohnya anestesi lokal mengahambat
pengeluaran ion Na+ dengan memblokir
saluran Na+.

Sensasi rasa nyeri dapat kita rasakan karena
adanya suatu mekanisme penghantaran
impuls dalam tubuh kita.
Nyeri berasal dari adanya jaringan yang rusak.
Jaringan yang rusak menginduksi biosintesis
phospolipase menjadi asam arachidonat.
Kemudian asam arachidonat menghasilkan
enzim Cyclooxygenase (COX) yang akan
merangsang pelepasan mediator nyeri berupa
prostaglandin dan Tromboxant.
Prostaglandin (PGE2) kemudian mengaktifkan
voltage gated channel sehingga terjadi
perubahan potensial membran (Ion Na+ masuk
kedalam sel), perubahan ini menghasilkan action
potential, terjadi depolarisasi nociceptor pada
Free Nerve Ending.
Transmisi impuls menjalar sepanjang saraf
sensoris sampai ke dorsal horn di spinal cord,
bersilangan di medulla spinalis dan menuju
Neospinothalamic tract (fast pain) atau
Paleospinothalamic tract (slow pain). Impuls
kemudian masuk ke thalamus (yang merupakan
pusat emosi). Impuls kemudian menuju cortex
cerebrum dan Interpretasi rasa nyeri pun terjadi.
Analgesik Obat yang digunakan untuk
mengurangi rasa sakit
Selamat belajar

Terima kasih