Anda di halaman 1dari 21

Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains

Keperawatan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyakit kronis dapat didefinisikan sebagai kondisi sakit yang
menimbulkan berkurang atau hilangnya fungsi sehari-hari lebih dari 3 bulan
dalam 1 tahun atau mengalami hospitalisasi lebih dari 1 bulan dalam 1 tahun.
(Hockenberry, 2007). Hal ini menjadikan individu/ anak dengan penyakit kronik
mengalami berbagai masalah keterbatasan sehingga individu/ anak tersebut
mempunyai kebutuhan akan perawatan khusus, komprehensif dan berkelanjutan.
Thalasemia merupakan salah satu kondisi kronik karena adanya ketergantungan
akan pengobatan yang intermiten dan sepanjang kehidupannya kecuali jika anak
dilakukan transplantasi sumsum tulang. Kondisi kronis ini akan menimbulkan
dampak fisiologis dan psikologis yang sama dengan kondisi kronik lain.
Penyakit kronik memberikan efek yang penting bagi berjalannya fungsi keluarga.
Salah satunya adalah efek yang substansial pada fungsi keluarga dimana keluarga
akan mendapatkan tugas keluarga yang lebih kompleks, tanggung jawab yang
lebih besar, perhatian yang lebih besar, tugas identifikasi kebutuhan anak seperti
kebutuhan akan alat bantu, akses pendidikan yang sesuai, pembiayaan,
ketidakpastian masa depan, kehilangan secara emosional, reaksi terhadap stigma
dalam masyarakat, isolasi sosial, dan kehilangan kesempatan dalam
bermasyarakat secara normal. Berdasarkan hal ini orang tua menjadi orang yang
sangat terpengaruh dengan kondisi yang terjadi pada anak
Salah satu pengaruh yang besar pada orang tua adalah perasaan berduka atau
kehilangan disebabkan karena orang tua mempersepsikan adanya perbedaan
anaknya dengan anak normal lain. Perasaan berduka atau kehilangan ini akan
muncul dalam respon emosional seperti putus asa, menyesal, tidak percaya,
menyalahkan diri sendiri, permusuhan, cemas, ragu-ragu, disorientasi dan
perasaan terisolasi. Keadaan ini berlangsung lama disebabkan respon emosional
itu akan selalu muncul pada saat-saat dimana terjadi kejadian-kejadian yang

1
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

memicu keadaan yang mengkhawatirkan dan managemen emosional yang tidak


efektif

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum :

Tujuan umum dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan

gambaran konsep dasar teori keperawatan chronic sorrow dan

penerapannya pada asuhan keperawatan di tatanan pelayanan kesehatan

2. Tujuan Khusus :

Tujuan khusus penulisan makalah ini adalah :

1. Agar perawat yang bekerja di rumah sakit dapat menerapkan teori

chronic sorrow pada klien

2. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat tentang konsep

teori chronic sorrow

3. Mampu menerapkan teori chronic sorrow pada asuhan keperawatan

dengan pendekatan proses keperawatan

2
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

BAB II
LANDASAN TEORI

Teori Middle Range, merupakan level kedua dari teori keperawatan,


abstraknya pada level pertengahan, inklusif, diorganisasi dalam lingkup terbatas,
memiliki sejumlah varibel terbatas, dapat diuji secara langsung. Teori Middle-
Range memiliki hubungan yang lebih kuat dengan penelitian dan praktik.
Hubungan antara penelitian dan praktik menurut Merton (1968), menunjukkan
bahwa Teori Mid-Range amat penting dalam disiplin praktik, selain itu Walker
and Avant (1995) mempertahankan bahwa mid-range theories menyeimbangkan
kespesifikannya dengan konsep ekonomi secara normal yang nampak dalam
grand teori. Akibatnya mid-range teori memberikan manfaat bagi perawat,
mudah diaplikasikan dalam praktik dan cukup abstrak secara ilmiah. Chinn dan
Kramer (1995, p 216) mengatakan bahwa mid-range theory sesuai dengan
lingkup fenomena yang relatif luas tetapi tidak mencakup keseluruhan fenomena
yang ada dan merupakan masalah pada disiplin ilmu.Contoh yang mewakili mid-
range teori adalah teori meredakan nyeri dalam keperawatan. Teori ini lebih luas
dari theori neural conduction terhadap rangsangan nyeri tetapi lebih sempit dari
tujuan mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Jadi fenomena nyeri
terkait pada konsep mid-range pada keperawatan, karena nyeri adalah salah satu
dari fenomena yg terdiri dari konsep global suatu disiplin.
Mid-range theories berfokus pada konsep peminatan perawat dan
mencakup nyeri, empati, berduka, konsep diri, harapan, kenyamanan, martabat
dan kualitas hidup. Contoh dalam keperawatan middle range theories adalah :
Rogers’ Theory dari akselerasi perubahan, Roy’s Theory dari teori
adaptasi,King’s Theory dari pencapaian tujuan.
Teori chronic sorrow merupakan teori mid-range karena dalam teori ini
membahas tentang fenomena yang spesifik yaitu tentang masalah- masalah yang
timbul dari penyakit kronis mencakup proses berduka, kehilangan, faktor pencetus
dan metoda manajemennya. Karena kespesifikan teori tersebut, maka teori ini
mudah diaplikasikan dalam praktik keperawatan.

3
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

Banyak penelitian yang telah dilakukan sebagai aplikasi teori ini terkait
dengan penyakit kronik seperti pada pasien multiple sklerosi, diabetes mellitus
pada anak, anemia sickle cell pada anak, epilepsy, sindrom down, spina bifida,
dan lain-lain.

A. Konsep Utama dan Definisi Teori


1. Penderitaan/ duka cita kronis
Penderitaan/ duka cita kronis adalah suatu perbedaan yang
berkelanjutan sebagai hasil dari suatu kehilangan, dengan karakteristik dapat
menyebar dan bisa juga menetap. Gejala berduka berulang pada waktu
tertentu dan gejala ini berpotensi progresif.
Studi NCRCS (The Nursing Consortium for Research on Chronic
Sorrow) ini meliputi :
a. Individu dengan kanker (Eakes, 1993), infertility (Eakes et al., 1998),
Multiple Sclerosis (Hainsworth, Burke, Lindgren, & Eakes, 1993 ;
Hainsworth, 1994), dan Penyakit Parkinson (Lindgren, 1996)
b. Spouse caregivers/ individu yang memiliki pasangan hidup dengan
penyakit mental kronik (Hainsworth, Busch, Eakes, & Burke, 1995),
Multiple Sclerosis (Hainsworth, 1995), dan Penyakit Parkinson (Lindgren,
1996)
c. Parent caregivers/ orang tua yangmemiliki anak dewasa dengan
penyakit mental kronik (Eakes, 1995)

2. Kehilangan
Kehilangan terjadi akibat dari perbedaan antara suatu “ideal” atau
harapan dan situasi nyata atau pengalaman.
Kehilangan (Loss) adalah situasi aktual atau potensial dimana seseorang
atau objek yang dihargai tidak dapat dicapai atau diganti sehingga di
rasakan tidak berharga seperti semula

4
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

3. Peristiwa Pencetus
Peristiwa pencetus adalah situasi, keadaan dan kondisi-kondisi
berbeda atau perasaan kehilangan yang berulang (kambuh)atau baru mulai
yang memperburuk perasaan berduka.
NCRCS membandingkan dan membedakan pencetus pada individu
dengan kondisi kronik, family caregivers, pada orang yang kehilangan
(Burke, Eakes, & Hainsworh, 1999).

4. Metode Manajemen
Metode manajemen adalah suatu cara bagaimana individu
menerima penderitaan kronis. Bisa secara internal (strategi koping
individu) atau eksternal (bantuan tenaga kesehatan atau intervensi orang
lain).
Penderitaan kronis tidak akan membuat individu melemah bila
efektif dalam mengatur perasaan bisa secara internal maupun ekternal.
Strategi manajemen perawatan diri diatur melalui strategi koping internal.
NCRCS ditunjuk lebih lanjut untuk mengatur strategi koping internal
seperti tindakan, kognitif, interpersonal dan emosional
Mekanisme tindakan koping digunakan untuk semua subjek
individu dengan kondisi kronis dan pemberi perawatannya. (Eakes , 1993,
1995, Eakes at al., 1993, 1999; Hainsworth et al., 1995; Lindgren, 1996),
Kognitif koping contohnya berpikir positif, membuat sesuatu
dengan sebaik-baiknya, tidak memaksakan diri bila tidak mampu (Eakes,
1995; Hainsworth, 1994, 1995)

Contoh koping interpersonal adalah pergi memeriksakan diri ke


psikiater, masuk dalam suatu kelompok atau group dan bicara atau
berkomunikasi dengan orang lain (Eakes, 1993; Hainsworth, 1994, 1995)
Strategi emosional contohnya menangis atau ekspresi emosi
lainnya (Eakes, et al., 1998; Hainsworth, 1995)

5
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

Manajemen eksternal adalah intervensi yang diberikan oleh tenaga


kesehatan (Eakes et al., 1998). Pelayanan kesehatan yang diberikan secara
profesional dapat membantu memberikan rasa nyaman bagi mereka,
caring dan tenaga profesional yang kompeten lainnya.

B. Asumsi Utama
1. Keperawatan
Diagnosis penderitaan kronik dan memberikan intervensi sesuai dengan
lingkup praktik keperawatan, perawat dapat memberikan antisipasi
berduka pada individu yang beresiko. Peran utama perawat meliputi
menunjukan rasa empati, ahli / profesional, caring dan pemberi asuhan
keperawatan yang kompeten
2. Manusia
Manusia mempunyai persepsi yang idealis pada proses kehidupan dan
kesehatan. Orang membandingkan pengalamanya dengan kedua kenyataan
tadi sepanjang kehidupannya. Walaupun setiap orang pengalaman dengan
kehilangan adalah unik dan umumnya kehilangan dapat diramalkan atau
diketahui sehingga dapat diantisipasi reaksi dari kehilangan tersebut.
3. Kesehatan
Kesehatan adalah bila seseorang berfungsi normal, kesehatan seseorang
tergantung atas bagaimana seseorang beradaptasi terhadap kehilangan.
Koping yang efektif akan menghasilkan respon yang normal akibat dari
kehilangan.
4. Lingkungan
Interaksi yang terjadi di dalam suatu masyarakat, yang mana meliputi
lingkungan keluarga, sosial, lingkungan kerja dan lingkungan perawatan
kesehatan. Respon individu di kaji berdasarkan hasil interaksi individu
terhadap norma-norma sosial. (Eakes, Burke, & Hainsworth, 1998)

C. Dampak Kehilangan
1. Masa kanak-kanak
a. Mengancam kemampuan anak untuk berkembang

6
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

b. Kadang – kadang regresi


c. Merasa takut ditinggalkan dibiarkan kesepian
2. Remaja dan dewasa muda
a. Disintegrasi dalam keluarga
b. Kematian pada orang tua “wajar“
3. Dewasa tua
a. Kematian pasangan
b. Masalah kesehatan meningkat

D. Berduka (Grieving)
Berduka adalah reaksi emosi terhadap kehilangan, biasanya akibat
perpisahan dimanifestasikan dalam perilaku, perasaan dan pemikiran.

E. Reaksi kehilangan & berduka


1. KUBLER – ROSS’ MODEL
Kubler Ross (1969) mengemukakan 5 tahapan pada berduka :
a. Menolak (denial)
b. Marah (anger)
c. Tawar menawar (bargaining)
d. Depresi (depression)
e. Menerima (acceptance)
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehilangan dan berduka
a. Sumber Personal dan stressor
Setiap orang melalui situasi kehilangan dengan kombinasi khusus pada
sumber personal dan stressor seperti :
1. Keterampilan koping
2. Pengalaman sebelumnya dengan kehilangan
3. Kestabilan emosi
4. Agama
5. Family developmental stage
6. Status sosial ekonomi
b. Sumber Sosial Kultural dan Stressor

7
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

Sumber sosial kultural meliputi dukungan sosial yang didapatkan dari


keluarga, teman, teman sekerja dan lembaga formal

8
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

BAB III
TINJAUAN KASUS PEMBAHASAN

A. Kasus
An.S seorang wanita umur 9 tahun sejak kecil mengalami Retardasi mental
sekarang dia sekolah di SLB kelas III, kemajuan yang didapat belum
menunjukkanhal- hal lebih baik, masih harus dibantu oleh keluarga terutama
ibunya dalam hal berpakaian, makan, toilet, mandi belum bisa mandiri masih
harus dibantu. Ibunya kadang dengan senang hati membantu anaknya, namun
kadang merasa jenuh, marah-marah, kadang menyesal mempunyai anak
seperti bila An.S susah untuk diatur, apalagi sekarang An.S telah mengalami
menarche tentu saja perawatan ketika haid harus diberikan tetapi namanya
An.S emang susah untuk diatur ibunya semakin khawatir dengan keadaan
tersebut takut terjadi apa-apa, khawatir dengan pergaulannya, kebersihannya
apalagi sekarang ibunya sering mengalami migrain, kadang tekanan darah
naik.

B. Analisis Teori Chronic Sorrow


Teori ini menghubungkan konsep dasar chronic sorrow yang murni dari
Olshansky dengan dengan model stress adaptasi dari Lazarus dan Folkman

1. Tingkat Kejelasan (Clarity)


Teori ini secara jelas menggambarkan fenomena yang terjadi pada area klinik
ketika terjadi kehilangan. Diagnosa keperawatan Chronic sorrow juga terdapat
pada nursing textbook yang diartikan sebagai sesuatu yang berkelanjutan,
berulang (kambuh) dan potensial menjadi progresif. Kondisi yang muncul
pada teori ini konsisten dengan apa yang ada pada teori. Konsep kunci dan
hubungan antar konsep juga diartikan secara jelas.Hubungan antar konsep
juga berdasarkan intuisi. Sebagai contoh, jelas bahwa manajemen yang efektif
baik internal maupun eksternal, akan menghasilkan kenyamanan dan
sebaliknya manajemen yang tidak efektif akan meningkatkan

9
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

ketidaknyamanan dan intensitas dari duka cita yang kronis. Sebagai kelompok
middle range, wilayah teori dibatasi pada penjelasan satu fenomena, respon
kehilangan dan hal ini sesuai dengan pengalaman praktik klinik. Seperti yang
dinyatakan oleh Eakes, keunggulan dari middle range teori ini memberi
penjelasan secara benar bagi praktisi perawat, pelajar/ mahasiswa perawat dan
pendidik sebagai bukti komunikasi yang berkelanjutan secara nasional dan
internasional
Satu aspek yang belum jelas dari teori ini adalah penjelasan tentang mengapa
tidak semua individu dengan ketidakmampuan mengatasi kehilangan
mengalami chronic sorrow. Beberapa, sekalipun pandangan, wawancara
NCRCS tidak berpengalaman dalam menjelaskan gejala chronic sorrow.
Tidak ada data lebih jauh yang bisa membuktikan tentang individu yang tidak
mengalami kronik sorrow ini, apakah mereka memiliki karakteristik
kepribadian yang berbeda, misalnya memiliki ketabahan, atau mereka
menerima intervensi yang berbeda saat mengalami kehilangan? Apa data yang
diinginkan dari individu terkait koping dengan kehilangan yang terus menerus.
Konsep lain yang perlu dilakukan klarifikasi adalah perkembangan (progress)
dari chronic sorrow. Meskipun digambarkan bahwa chronic sorrow potensial
berkembang, apa perkembangannya dan apakah perkembangannya secara
alami menjadi patologis?
Perlu klarifikasi strategi manajemen internal. Dalam hal ini belum jelas
perbedaan problem oriented dengan cognitive strategies. Demikian juga
emotive-cognitive, emotional dan strategi interpersonal belum digambarkan
secara jelas. Beberapa overlap yang nyata antara manajemen internal dan
eksternal terjadi ketika kata “interpersonal” digunakan untuk menggambarkan
bantuan professional
Teori ini memiliki kesamaan dengan teori lainnya, yakni memandang bahwa
fokus dari perawatan adalah individu, keluarga (caregiver), kelompok (peer
group), hanya kurang memandang masyarakat yang dalam kondisi chonic
sorrow ini bisa dijadikan sebagai support system (manajemen eksternal), teori
ini hanya memandang profesi kesehatan sebagai sumber manajemen eksternal

10
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

untuk meningkatkan kenyamanan melalui peran empatik, pengajaran, caring


dan memberikan asuhan yang profesional.

2. Tingkat Kesederhanaan (SIMPLICITY)


Model teori Chronic Sorrow memperjelas pemahaman hubungan antara
variabel. Melalui model ini, jelas bahwa chronic sorrow terjadi terus menerus
secara alami, menyebar dan potensial berkembang. Lebih jauh dengan
subkonsep internal versus manajemen eksternal dan manajemen inefektif
versus manajemen efektif, ini jelas apa tipe pengkajian dan intervensi yang
tepat oleh perawat dan pemberi pelayanan kesehatan lainnya, apa yang terbaik
untuk mencegah chronic sorrow menjadi progressif. Dengan jumlah variabel
yang terbatas, teori ini lebih mudah dimengerti. Sebagai kelompok middle
range, teori ini berguna untuk panduan praktik dan desain penelitian
selanjutnya

3. Tingkat Generalitas
Konsep chronic sorrow dimulai dengan studi pada orang tua dengan anak
yang mengalami gangguan fisik atau kognitif. Melalui pembuktian secara
empiris, teori diperluas untuk memasukkan berbagai pengalaman dari
kehilangan. Teori ini menerapkan secara jelas bagaimana rentang kehilangan
dan dapat diaplikasikan untuk mempengaruhi individu seperti halnya pemberi
perawatan. Sebagai tambahan, teori ini berguna untuk berbagai praktisi
pelayanan kesehatan. Dengan konsep ini keunikan yang alami dari
pengalaman digambarkan kurang luas seperti halnya pemicu. Pemicu dan
strategi manajemen unik pada setiap situasi individu dan bisa diaplikasikan
pada situasi yang lebih beragam

4. Ringkasan Empiris
Karakteristik dari middle range teori, wilayahnya yang terbatas akan lebih
mudah bagi peneliti untuk mempelajari fenomena. Dengan jumlah variabel
yang terbatas, peneliti dapat melakukan generalisasi hipotesa berhubungan
dengan studi pada intervensi keperawatan yang meningkatkan efektivitas

11
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

strategi manajemen pada chronic sorrow. Hasil dari studi ini dapat menambah
kekuatan dasar pada praktik berdasarkan hasil pembuktian (evidence based
practice)
Karena teori ini berasal dari pembuktian secara empiris, maka kegunaannya
jelas untuk penelitian lebih lanjut. Definisi yang jelas dari chronic sorrow
membuat hal ini dapat dipelajari pada individu dengan kehilangan yang
beragam dan situasi yang umumnya menghasilkan chronic sorrow. Melalui
penelitian yang lebih lanjut, peneliti dapat memikirkan alat pengkajian untuk
perawat klinik

5. Konsekuensi Yang Diperoleh


Sebagai konsekuensi dari penelitian, penomena dari chronic sorrow dapat
diterima lebih luas dapat dibuktikan pada diagnosa NANDA. Perawat dan
pemberi pelayanan kesehatan profesional lain menemukan validitas pada
pengalaman kehilangan pada area klinik.Eakes menyatakan “chronic sorrow
sama halnya dengan pengalaman hamil ini merupakan proses normal dimana
klien mendapatkan keuntungan bantuan dan support dari tenaga kesehatan
profesional (G.Eakes, personal communication, December 2004).Secara lebih
jauh Eakes bahwa pengalaman ini unik pada masing- masing individu dan
pada masing- masing situasi.

C. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
a. Tahap perkembangan ;
- An.S berada pada umur 9 tahun mengalami
penurunan pada perkembangan mental
- An.S sudah memgalami Menarche
- Ibunya berada dalam chronic sorrow selama
9 tahun
b. Kebudayaan/ kebiasaan-kebiasaan ; Kebutuhan sehari- hari dibantu
oleh ibunya
c. Kepercayaan/ spiritual; Ibunya memang sudah pasrah kepada Tuhan

12
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

yang Maha esa, namun kadang merasa putus asa dan menyesal
mempunyai anak seperti itu
d. Kondisi sosial ekonomi sebagai support sistem ; Keluarga An.S orang
yang cukup berada terbukti An.S disekolahkan di SLB
e. Kondisi psikologis :
− Ibu mengalami chronic sorrow, merasa jenuh, kadang
menyesal
dengan keadaan anaknya
− Ibunya ketakutan terhadap An.S karena sudah mengalami
menarche, takut dan khawatir terhadap kebersihan ketika datang
bulan dan pergaulannya

2. Diagnosa Keperawatan
a. Tidak efektif koping keluarga
b. Kurang pengetahuan keluarga tentang tumbuh kembang anak
berhubungan dengan kurangnya informasi
3. Rencana Tindakan
a. Tidak efektif koping keluarga
1) Bantu keluarga mengenal masalah yang terjadi dalam keluarga
2) Bantu keluarga mengidentifikasi cara menelesaikan masalah yang
sudah dilakukan
3) Bantu keluarga memilih alternatif pemecahan masalah secara sehat
4) Latih keterampilan keluarga dalam manajemen konflik
5) Komunikasi terbuka dan memenuhi kebutuhan anggota keluarga
yang bermasalah
b. Kurang Pengetahuan keluarga tentang tumbuh kembang anak
berhubungan dengan kurangnya informasi
Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang tumbuh kembang anak
Berikan pendidikan kesehatan tentang tumbuh kembang anak
Libatkan orang tua dalam meningkatkan kesehatan anak
Bantu klien dalam memperoleh pengetahuan

13
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Penyakit kronis dapat didefinisikan sebagai kondisi sakit yang menimbulkan


berkurang atau hilangnya fungsi sehari-hari lebih dari 3 bulan dalam 1 tahun
atau mengalami hospitalisasi lebih dari 1 bulan dalam 1 tahun. (Hockenberry,
2007). Hal ini menjadikan individu/ anak dengan penyakit kronik mengalami
berbagai masalah keterbatasan sehingga individu/ anak tersebut mempunyai
kebutuhan akan perawatan khusus, komprehensif dan berkelanjutan.
Penderitaan kronis tidak akan membuat individu melemah bila efektif dalam
mengatur perasaan bisa secara internal maupun ekternal. Strategi manajemen
perawatan diri diatur melalui strategi koping internal. NCRCS ditunjuk lebih
lanjut untuk mengatur strategi koping internal seperti tindakan, kognitif,
interpersonal dan emosional
Mekanisme tindakan koping digunakan untuk semua subjek individu dengan
kondisi kronis dan pemberi perawatannya. (Eakes , 1993, 1995, Eakes at al.,
1993, 1999; Hainsworth et al., 1995; Lindgren, 1996),
Strategi emosional contohnya menangis atau ekspresi emosi lainnya (Eakes, et
al., 1998; Hainsworth, 1995). Manajemen eksternal adalah intervensi yang
diberikan oleh tenaga kesehatan (Eakes et al., 1998). Pelayanan kesehatan
yang diberikan secara profesional dapat membantu memberikan rasa nyaman
bagi mereka, caring dan tenaga profesional yang kompeten lainnya.

B. SARAN

1. Orang tua harus memahami kondisi anak yang mengalami suat


penyakit kroniis salah satunya adalah meningkatkan fungsi keluarga
dimana keluarga akan mendapatkan tugas keluarga yang lebih kompleks,
tanggung jawab yang lebih besar, perhatian yang lebih besar, tugas

14
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

identifikasi kebutuhan anak seperti kebutuhan akan alat bantu, akses


pendidikan yang sesuai, pembiayaan, ketidakpastian masa depan,
kehilangan secara emosional, reaksi terhadap stigma dalam masyarakat,
isolasi sosial, dan kehilangan kesempatan dalam bermasyarakat secara
normal.
2. Salah satu pengaruh yang besar pada orang tua adalah perasaan
berduka atau kehilangan disebabkan karena orang tua mempersepsikan
adanya perbedaan anaknya dengan anak normal lain. Untuk itu koping
yang efektif keluarga sangat di perlukan dalam menerima kondisi anak
3. Perasaan berduka atau kehilangan ini akan muncul dalam respon
emosional seperti putus asa, menyesal, tidak percaya, menyalahkan diri
sendiri, permusuhan, cemas, ragu-ragu, disorientasi dan perasaan
terisolasi, sehingga diperlukan managemen emosional yang efektif dari
keluarga atau orang tua.

15
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

D AFTAR PUSTAKA

Alligood-Tomey, A. (2006). Nursing theorists and their work. Sixth edition.


Toronto: Mosby

Kozier, B & Erb. (2000). Fundamental of Nursing. St Louis Toronto : Mosby


Company.

Patricia, AP & Anne, GP.(1996). Fundamental of Nursing. St. Louis Toronto :


Mosby Company
Perry & Potter, (2005). Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik,
Edisi 4 Volume 1, EGC : Jakarta
Perry & Potter, (2006). Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik,
Volume 2, Edisi 4, EGC : Jakarta

16
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

RENCANA MUTU PEMBELAJARAN

Nama Dosen : Rika Damayanti


Program Studi : S2 Keperawatan
Kode Mata Kuliah : Kep. 70633
Nama Mata Kuliah : Sains Keperawatan
Jumlah SKS : 4 (3; teori, 1 : Praktek lab)
Kelas/Semester : 408/1
Pertemuan : II
Alokasi Waktu : 100 menit

I. Standar Kompetensi
Mahasiswa dapat mengetahui, memahami, dan menguasai konsep dasar,
filosofi, dan tujuan middle range theory.

II. Kompetensi Dasar


Memahami kerangka konsep, filosofi, dan tujuan chronic sorrow theory
dalam keperawatan

III. Indikator
Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan, mahasiswa dapat:
1. menjelaskan pengertian cronic sorrow theori
2. menjelaskan konsep umum chronic sorrow theory
3. menjelaskan metode manajemen chronic sorrow theory
4. menjelaskan asumsi utama chronic sorrow theory
5. menjelaskan proses kehilangan
6. menjelaskan dampak dan reaksi kehilangan
7. menjelaskan faktor-fakor yang mempengaruhi kehilangan
8. menerapkan chronic sorrow theory pada tatanan pelayanan kesehatan
9. menerapkan askep klien dengan penyakit chronic sorrow theory

IV. Materi Ajar


1. Pengertian chronic sorrow theory
2. Konsep umum chronic sorrow theory

17
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

3. Metode manajemen chronic sorrow theory


4. Asumsi utama chronic sorrow theory
5. Proses kehilangan
6. Dampak dan reaksi kehilangan
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehilangan
8. Askep chronic sorrow theory

Metode/Strategi Pembelajaran
Ceramah, Tanya jawab, diskusi

Tahap Pembelajaran
A. Kegiatan Awal
a.Dosen memberi salam dan membuka pelajaran dengan ucapan
Bismillahirrahmanirrahim secara bersamaan
b. Dosen melakukan review singkat tentang materi
sebelumnya

B. Kegiatan Inti
a. Dosen menerangkan tentang materi ajar
b. Memberi ruang bertanya

C. Kegiatan Akhir
a. Mereview pemahaman mahasiswa dengan mengajukan beberapa
pertanyaan
b. Membuat Kesimpulan.

Alat/Bahan/Sumber Belajar
A. Alat/Media
LCD, Laptop, White board

B. Bahan/Sumber Belajar
Alligood-Tomey, A. (2006). Nursing theorists and their work. Sixth
edition.
Toronto: Mosby
Kozier, B & Erb. (2000). Fundamental of Nursing. St Louis Toronto :
Mosby
Company.
Patricia, AP & Anne, GP.(1996). Fundamental of Nursing. St. Louis
Toronto :

18
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

Mosby Company
Perry & Potter, (2005). Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan
Praktik,
Edisi 4 Volume 1, EGC : Jakarta
Perry & Potter, (2006). Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan
Praktik,
Volume 2, Edisi 4, EGC : Jakarta

Penilaian
A. Teknik dan Instrumen
1. Absensi kehadiran
2. Keaktifan
3. Tugas kelompok
4. Ujian
B. Kriteria Penilaian
1A + 1TK + 2 P + 3UTS + 3UAS
= NA
10
Keterangan:
A = Absensi
TK = Tugas Kelompok
P = Ujian Praktek Lab
UTS = Ujian Tengah Semester
UAS = Ujian Akhir Semester
NA = Nilai Akhir

19
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

KONSEP MIDDLE RANGE THEORY


CHRONIC SORROW THEORY

Disusun untuk memenuhi tugas mata ajar


Sains Dalam Keperawatan

Oleh
Kelompok V :

Cau Kim Jiu


Laeli Mahmudah
Muhammad Ali
Neni Nuraeni
Rika Damayanti
Yanti Puspita Sari

20
Middle Range Theory Mata Kuliah : Sains
Keperawatan

PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
2008

21