Anda di halaman 1dari 2

Interaksi Obat dan Makanan

Pemberian obat-obatan merupakan bagian dari terapi medis terhadap pasien. Ketika
dikonsumsi, obat dapat mempengaruhi status gizi seseorang dengan mempengaruhi
makanan yang masuk (drug-food interaction). Hal sebaliknya juga dapat terjadi, makanan
yang masuk juga dapat mempengaruhi kerja beberapa obat-obatan (food-drug
interaction).
Interaksi antara obat dan makanan disini dapat dibagi menjadi :
. !bat-obatan yang dapat menurunkan na"su makan, mengganggu penge#apan dan
mengganggu traktus gastrointestinal$ saluran pen#ernaan.
%. !bat-obatan yang dapat mempengaruhi absorbsi, metabolisme dan eksresi zat gizi
Obat dan penurunan nafsu makan
&"ek samping obat atau pengaruh obat se#ara langsung, dapat mempengaruhi na"su
makan. Kebanyakan stimulan '() dapat mengakibatkan anore*ia. &"ek samping obat
yang berdampak pada gangguan '() dapat mempengaruhi kemampuan dan keinginan
untuk makan. !bat-obatan penekan na"su makan dapat menyebabkan terjadinya
penurunan berat badan yang tidak diinginkan dan ketidakseimbangan nutrisi.
Obat dan perubahan pengecapan/ penciuman
+anyak obat yang dapat menyebabkan perubahan terhadap kemampuan merasakan$
dysgeusia, menurunkan ketajaman rasa$ hypodysgeusia atau membaui. ,ejala-gejala
tersebut dapat mempengaruhi intake makanan. !bat-obatan yang umum digunakan dan
diketahui menyabapkan hypodysgeusia seperti: obat antihipertensi (#aptopril),
antriretro-iral ampena-ir, antineoplastik #isplastin, dan antikon-ulsan phenytoin.
Obat dan gangguan gastrointestinal
!bat dapat menyebabkan perubahan pada "ungsi usus besar dan hal ini dapat berdampak
pada terjadinya konstipasi atau diare. !bat-obatan narkosis seperti kodein dan mor"in
dapat menurunkan produkti-itas tonus otot halus dari dinding usus. Hal ini berdampak
pada penurunan peristaltik yang menyebabkan terjadinya konstipasi.
Absorbsi
!bat-obatan yang dikenal luas dapat mempengaruhi absorbsi zat gizi adalah obat-obatan
yang memiliki e"ek merusak terhadap mukosa usus. .ntineoplastik, antiretro-iral,
().I/ dan sejumlah antibiotik diketahui memiliki e"ek tersebut. 0ekanisme
penghambatan absorbsi tersebut meliputi: pengikatan antara obat dan zat gizi (drug-
nutrient binding) #ontohnya 1e, 0g, 2n, dapat berikatan dengan beberapa jenis
antibiotik3 mengubah keasaman lambung seperti pada anta#id dan antiul#er sehingga
dapat mengganggu penyerapan +%, "olat dan besi3 serta dengan #ara penghambatan
langsung pada metabolisme atau perpindahan saat masuk ke dinding usus.
Metabolisme
!bat-obatan dan zat gizi mendapatkan enzim yang sama ketika sampai di usus dan hati.
.kibatnya beberapa obat dapat menghambat akti"itas enzim yang dibutuhkan untuk
memetabolisme zat gizi. )ebagai #ontohnya penggunaan metotre*ate pada pengobatan
kanker menggunakan enzim yang sama yang dipakai untuk mengakti"kan "olat. )ehingga
e"ek samping dari penggunaan obat ini adalah de"isiensi asam "olat
Ekskresi
!bat-obatan dapat mempengaruhi dan mengganggu eksresi zat gizi dengan mengganggu
reabsorbsi pada ginjal dan menyebabkan diare atau muntah
)ehingga jika dirangkum, e"ek samping pemberian obat-obatan yang berhubungan
dengan gangguan ,I (gastrointestinal) dapat berupa terjadinya mual, muntah, perubahan
pada penge#apan, turunnya na"su makan, mulut kering atau in"lamasi$ luka pada mulut
dan saluran pen#ernaan, nyeri abdominal (bagian perut), konstipasi dan diare. &"ek
samping seperti di atas dapat memperburuk konsumsi makanan si pasien. Ketika
pengobatan dilakukan dalam 4aktu yang panjang tentu dampak signi"ikan yang
memperngaruhi status gizi dapat terjadi.
)umber:
+ruyne, 5. K., et al. %667. Nutrition and Diet Therapy. 8).:9hompson.
0ahan, 5. K. and &s#ott-)tump, ). %66%. Krauses Food, Nutrition and Diet Therapy.
8).: &lse-ier.
ml.scribd.com/doc/44688958/Interaksi-Obat-Dengan-Makanan