Anda di halaman 1dari 30

Kajian Ilmiah

Gangguan Somatoform
Disusun oleh:
Kelompok I
Nur Dewi Anggraini, S.Ked 04061001016
Sepika !ena "lida, S.Ked 040610010#4
$enni Arisa, S.Ked 040610010#%
Kaedi, S.Ked 04061001044
Almu&di 'a(a, S.Ked 0406100111)
Inan Noor Indah, S.Ked 0406100111*
Dud( 040%+1000,1
BAGIAN ILMU KESEHATAN JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAA
!"#"
DAFTAR ISI
-A!A.AN '/D/! ........................................................................................ i
DA01A2 ISI .................................................................................................... ii
3A3 1 4"NDA-/!/AN................................................................................ 1
3A3 # ISI ......................................................................................................... #
3A3 + 4"N/1/4 ........................................................................................... #4
DA01A2 4/S1AKA ...................................................................................... #%
Ba$ I
%&n'a(u)uan
5angguan somao6orm adalah suau kelompok gangguan (ang memiliki
gejala 6isik 7se&agai 8onohn(a, n(eri, mual, dan pusing9 di mana idak dapa
diemukan penjelasan medis (ang adekua. Suau diagnosis gangguan somao6orm
men8erminkan penilaian klinis &ahwa 6akor psikologis adalah suau pen(um&ang
&esar unuk onse, keparahan, dan durasi gejala. 5angguan somao6orm idak
dise&a&kan oleh kepura:puraan (ang disadari aau gangguan &uaan 74ardamean
", #00,9.
5am&aran (ang pening dari gangguan somao6orm adalah adan(a gejala
6isik, dimana idak ada kelainan organik aau mekanisme 6isiologik. Dan unuk hal
erse&u erdapa &uki posii6 aau perkiraan (ang kua &ahwa gejala erse&u
erkai dengan adan(a 6akor psikologis aau kon6lik.
4ada gangguan ini sering kali erliha adan(a perilaku men8ari perhaian
7hisrionik9, eruama pada pasien (ang kesal karena idak &erhasil mem&ujuk
dokern(a unuk menerima &ahwa keluhann(a memang pen(aki 6isik dan &ahwa
perlu adan(a pemeriksaan 6isik (ang le&ih lanju. 744D5' III, 1**+9.
4ada DS.:I; ada 4 kaegori pening dari somatoform disorder, (aiu
hipokhondriasis, gangguan somaisasi, gangguan kon<ersi dan gangguan n(eri
somao6orm 7Iskandar $, #00*9.
1
BAB II
ISI
I* DEFINISI
Kaa somao6orm ini di am&il dari &ahasa $unani soma, (ang &erari
=u&uh>. Dalam gangguan somao6orm, orang memiliki simpom 6isik (ang
mengingakan pada gangguan 6isik, namun idak ada a&normalias organik (ang
dapa diemukan pen(e&a&n(a.
5angguan somao6orm 7somatoform disorder9 adalah suau kelompok
gangguan, diandai dengan keluhan enang masalah aau simpom 6isik (ang idak
dapa dijelaskan oleh pen(e&a& kerusakan 6isik 7Ne<id, dkk, #00%9.
5ejala dan keluhan somaik men(e&a&kan penderiaan
emosional?gangguan pada kemampuan pasien unuk &er6ungsi di dalam peranan
sosial aau pekerjaan. 5angguan somao6orm idak dise&a&kan oleh pura:pura
(ang disadari aau gangguan &uaan.
II* E%IDEMIOLOGI
4en(aki ini sering didapakan , &erkisar anara #:#0 dari 1000 penduduk.
!e&ih &an(ak pada wania. 4asien pada umumn(a mempun(ai riwa(a keluhan
6isik (ang &an(ak. 3iasan(a dimulai se&elum &erumur +0 ahun. Se&elumn(a
pasien elah &an(ak mendapa diagnosis, makan &an(ak o&a, dan &an(ak
menderia alegi. 4asien ini erus men8ari penerangan medis unuk gejala (ang
diderian(a dan &ersedia unuk melakukan &er&agai es medis, pem&edahan, uji
klinik, walaupun dia ahu hal erse&u jarang (ang mem&erikan hasil, &iasan(a
hasiln(a adalah normal, aau ada gangguan ke8il.
0enomena ini dapa &erupa spe8rum (ang ringan (ang akan memper&era
gangguan somaisasi, pasien (ang &enar &enar masuk krieria &iasan(a elah
hidup dengan didominasi dengan pengalaman medik dan mungkin elah
mengalami gangguan hu&ungan inerpersonal. 2iwa(a keluarga &iasan(a
menunjukkan hal (ang sama eruama pada wania, dan riwa(a ani sosial pada
pria.
2
III* ETIOLOGI
1erdapa 6akor psikososial &erupa kon6lik psikologis di &awah sadar (ang
mempun(ai ujuan erenu. 4ada &e&erapa kasus diemukan 6akor geneik dalam
ransmisi gangguan ini. Selain iu, dihu&ungkan pula dengan adan(a penurunan
mea&olisme 7hipomea&olisme9 suau @a erenu di lo&us 6ronalis dan hemis6er
non dominan
Se8ara garis &esar, 6akor:6akor pen(e&a& dikelompokkan se&agai &eriku 7Ne<id,
dkk, #00%9:
a. 0akor:6akor 3iologis
0akor ini &erhu&ungan dengan kemungkinan pengaruh geneis 7&iasan(a
pada gangguan somaisasi9.
&. 0akor !ingkungan Sosial
Sosialisasi erhadap wania pada peran (ang le&ih &erganung, seperi
=peran saki> (ang dapa diekspresikan dalam &enuk gangguan
somao6orm.
8. 0akor 4erilaku
4ada 6akor perilaku ini, pen(e&a& ganda (ang erli&a adalah:
: 1er&e&as dari anggung jawa& (ang &iasa aau lari aau menghindar dari
siuasi (ang idak n(aman aau men(e&a&kan ke8emasan 7keunungan
sekunder9.
: Adan(a perhaian unuk menampilkan =peran saki>
: 4erilaku kompulsi6 (ang diasosiasikan dengan hipokondriasis aau
gangguan dismor6ik u&uh dapa se8ara se&agian mem&e&askan
ke8emasan (ang diasosiasikan dengan keerpakuan pada kekhawairan
akan kesehaan aau kerusakan 6isik (ang dipersepsikan.
d. 0akor "mosi dan Kognii6
4ada 6akor pen(e&a& (ang &erhu&ungan dengan emosi dan kognii6,
pen(e&a& ganda (ang erli&a adalah se&agai &eriku:
: Salah inerpreasi dari peru&ahan u&uh aau simpom 6isik se&agai
anda dari adan(a pen(aki serius 7hipokondriasis9.
3
: Dalam eori 0reudian radisional, energi psikis (ang erpoong dari
impuls:impuls (ang idak dapa dierima dikon<ersikan ke dalam
simpom 6isik 7gangguan kon<ersi9.
: .en(alahkan kinerja &uruk dari kesehaan (ang menurun mungkin
merupakan suau sraegi self-handicaping 7hipokondriasis9.
IV* MANIFESTASI KLINIS
.ani6esasi klinis gangguan ini adalah adan(a keluhan:keluhan gejala
6isik (ang &erulang diserai perminaan pemeriksaan medik, meskipun sudah
&erkali:kali er&uki hasiln(a negai6 dan juga elah dijelaskan dokern(a &ahwa
idak ada kelainan (ang mendasari keluhann(a 7Kapia Seleka, #0019. 3e&erapa
orang &iasan(a mengeluhkan masalah dalam &erna6as aau menelan, aau ada (ang
=menekan di dalam enggorokan>. .asalah:masalah seperi ini dapa
mere6leksikan aki<ias (ang &erle&ihan dari 8a&ang simpais sisem sara6
oonomik, (ang dapa dihu&ungkan dengan ke8emasan. Kadang kala, sejumlah
simpom mun8ul dalam &enuk (ang le&ih idak &iasa, seperi =kelumpuhan> pada
angan aau kaki (ang idak konsisen dengan kerja sisem sara6. Dalam kasus:
kasus lain, juga dapa diemukan mani6esasi dimana seseorang &er6okus pada
ke(akinan &ahwa mereka menderia pen(aki (ang serius, namun idak ada &uki
a&normalias 6isik (ang dapa diemukan 7Ne<id, dkk, #00%9.
4ada gangguan ini sering kali erliha adan(a perilaku men8ari perhaian
7hisrionik9, eruama pada pasien (ang kesal karena idak &erhasil mem&ujuk
dokern(a unuk menerima &ahwa keluhann(a memang pen(aki 6isik dan &ahwa
perlu adan(a pemeriksaan 6isik (ang le&ih lanju 744D5' III, 1**+9. Dalam kasus:
kasus lain, orang &er6okus pada ke(akinan &ahwa mereka menderia pen(aki
serius, namun idak ada &uki a&normalias 6isik (ang dapa diemukan.
5am&aran keluhan gejala somao6orm:
Neuropsikiari:
: =Kedua &agian dari oak sa(a idak dapa &er6ungsi dengan &aik> A
: =Sa(a idak dapa men(e&ukan &enda di sekiar rumah keika dian(a>
4
Kardiopulmonal:
: = 'anung sa(a erasa &erde&ar de&arB. Sa(a kira sa(a akan mai>
5asroinesinal:
: =Sa(a pernah dirawa karena saki maag dan kandung empedu dan &elum
ada doker (ang dapa men(em&uhkann(a>
5eniourinaria:
: =Sa(a mengalami kesulian dalam mengonrol 3AK, sudah dilakukan
pemeriksaan namun idak di emukan apa:apa>
.us8uloskeleal
: =Sa(a elah &elajar unuk hidup dalam kelemahan dan kelelahan sepanjang
waku>
Sensoris:
: =4andangan sa(a ka&ur seperi &erka&u, eapi doker mengaakan ka8amaa
idak akan mem&anu>
3e&erapa ipe uama dari gangguan somao6orm adalah gangguan
kon<ersi, hipokondriasis, gangguan dismor6ik u&uh, dan gangguan somaisasi.
V* KLASIFIKASI DAN DIAGNOSIS
5angguan Somao6orm &erdasarkan 44D5' III di&agi menjadi :
0.4%.0 gangguan somaisasi
0.4%.1 gangguan somao6orm ak erperin8i
0.4%.# gangguan hipokondriasis
0.4%.+ dis6ungsi oonomik somao6orm
0.4%.4 gangguan n(eri somao6orm meneap
0.4%.% gangguan somao6orm lainn(a
0.4%.6 gangguan soma(o6orm $11
DS.:I;, ada ujuh kelompok, lima sama dengan klasi6ikasi awal dari
44D5' diam&ah dengan gangguan kon<ersi, dan gangguan dismor6ik u&uh.
4ada &agian psikiari, gangguan (ang sering diemukan di klinik adalah
gangguan somaisasi dan hipokondriasis.
5
F* +,*" Gangguan Somat-.a.-
D&f-n-.-
5angguan somaisasi 7somatization disorder9 di8irikan dengan keluhan
somaik (ang &eragam dan &erulang (ang &ermula se&elum usia +0 ahun 7namun
&iasan(a pada usia remaja9, &erahan paling idak selama &e&erapa ahun, dan
&eraki&a anara menunu perhaian medis aau mengalami henda(a (ang &erari
dalam memenuhi peran sosial aau pekerjaan.
Keluhan:keluhan (ang diuarakan &iasan(a men8akup sisim:sisim organ
(ang &er&eda seperi n(eri (ang samar dan idak dapa dide6inisikan, pro&lem
mensruasi?seksual, orgasme erham&a, pen(aki:pen(aki neurologik,
gasroinesinal, geniourinaria, kardiopulmonar, perganian saus kesadaran (ang
suli diandai dan lain se&again(a. 'arang dalam seahun &erlalu anpa mun8uln(a
&e&erapa keluhan 6isik (ang mengawali kunjungan ke doker. Crang dengan
gangguan somaisasi adalah orang (ang sanga sering meman6aakan pela(anan
medis. Keluhan:keluhann(a idak dapa dijelaskan oleh pen(e&a& 6isik aau
mele&ihi apa (ang dapa diharapkan dari suau masalah 6isik (ang dikeahui.
Keluhan erse&u juga ampak meragukan aau di&esar:&esarkan, dan orang iu
sering kali menerima perawaan medis dari sejumlah doker, erkadang pada saa
(ang sama.
Et-o)og-
3elum dikeahui. 1eori (ang ada (aiu eori &elajar, erjadi karena indi<idu
&elajar unuk mensomaisasikan dirin(a unuk mengekspresikan keinginan dan
ke&uuhan akan perhaian dari keluarga dan orang lain
E/-'&m-o)og-
: Dania : pria E 10 :1, &ermula pada masa remaja aau dewasa muda
: 2asio eringgi usia #0: +0 ahun
: 4asien dengan riwa(a keluarga pernah menderia gangguan somao6orm
7&erisiko 10:#0 kali le&ih &esar di&anding (ang idak ada riwa(a9.
6
Kr-t&r-a '-agno.t-0 untu0 Gangguan Somat-.a.-
/nuk gangguan somaisasi, diagnosis pasi memerlukan semua hal &eriku:
Adan(a &an(ak keluhan:keluhan 6isik (ang &erma8am:ma8am (ang idak
dapa dijelaskan aas dasar adan(a kelainan 6isik, (ang sudah &erlangsung
sedikin(a # ahun
1idak mau menerima naseha aau penjelasan dari &e&erapa doker &ahwa
idak ada kelainan 6isik (ang dapa menjelaskan keluhan:keluhann(a.
1erdapa disa&ilias dalam 6ungsin(a di mas(araka dan keluarga, (ang
&erkaian dengan si6a keluhan:keluhann(a dan dampak dari perilakun(a.
aau:
Keluhan 6isik dimulai se&elum usia +0 ahun, erjadi selama periode
&e&erapa ahun
1iap krieria &eriku ini harus diemukan,
: 4 gejala n(eri: sekurangn(a empa empa aau 6ungsi (ang &erlainan
7misaln(a kepala, peru, punggung, sendi, anggoa gerak, dada, rekum,
selama mensruasi, selama hu&ungan seksual, aau selama miksi9
: # gejala gasroinesinal: sekurangn(a dua gejala selain n(eri 7misaln(a
mual, kem&ung, munah selain dari selama kehamilan, diare, aau inoleransi
erhadap &e&erapa jenis makanan9
: 1 gejala seksual: sekurangn(a sau gejala selain dari n(eri 7misaln(a
indi6erensi seksual, dis6ungsi erekil aau ejakulasi, mensruasi idak eraur,
perdarahan mensruasi &erle&ihan, munah sepanjang kehamilan9.
: 1 gejala pseudoneurologis: sekurangn(a sau gejala aau de6isi (ang
mengarahkan pada kondisi neurologis (ang idak er&aas pada n(eri
7gangguan koordinasi aau keseim&angan, paralisis, suli menelan, reensi
urin, halusinasi, hilangn(a sensasi aau n(eri, pandangan ganda, ke&uaan,
keulian, kejangA gejala disosiai6 seperi amnesiaA aau hilangn(a kesadaran
selain pingsan9.
Salah sau 719 aau 7#9:
7
: Seelah peneliian (ang diperlukan, iap gejala dalam krieria 3 idak dapa
dijelaskan sepenuhn(a oleh se&uah kondisi medis umum (ang dikenal aau
e6ek langsung dan suau @a 7misaln(a e6ek 8edera, medikasi, o&a, aau
alkohol9
: 'ika erdapa kondisi medis umum, keluhan 6isik aau gangguan sosial aau
pekerjaan (ang diim&ulkann(a adalah mele&ihi apa (ang diperkirakan dari
riwa(a pen(aki, pemeriksaan 6isik, aau emuan la&oraorium.
5ejala idak diim&ulkan se8ara sengaja aau di&ua:&ua 7seperi gangguan
&uaan aau pura:pura9.
Tata)a0.ana
Tu1uan /&ngo$atan
1. .en8egah adopsi dari rasa saki, in<alidasi 7idak mem&enarkan
pemikiran?me(akinkan &ahwa gejala han(a ada dalam pikiran idak unuk
kehidupan n(aa
#. .eminimalisir &ia(a dan komplikasi dengan menghindari es:es diagnosis,
reamen, dan o&a:o&aan (ang idak perlu
+. .elakukan konrol 6armakologis erhadap sindrom komor&id 7memperparah
kondisi9
Strat&g- 'an t&0n-0 /.-0ot&ra/- 'an /.-0o.o.-a)
1. 4engo&aan (ang konsisen, diangani oleh doker (ang sama
#. 3ua jadwal regular ddengan iner<al waku kedaangan (ang memadai
+. .em6okuskan erapi se8ara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah
sosial
Strat&g- 'an t&0n-0 farma0o)og-0a) 'an f-.-0
1. Di&erikan han(a &ila indikasin(a jelas
#. -indari o&a:o&aan (ang &ersi6a adiksi
+. Ani anFieas dan anidepressan
%rogno.-.
8
Du&ia e malam. 4asien susah sem&uh walau sudah mengikui pedoman
pengo&aan. Sering kali pada pasien wania &erakhir pada per8o&aan &unuh diri.

F*+,*# Gangguan Somatoform Ta0 T&r/&r-n2-
Et-o)og-
1idak dikeahui
E/-'&m-o)og-
3er<ariasi, di /SA 10G:1#G erjadi pada usia dewasa dan #0 G men(erang
wania.
Kr-t&r-a D-agno.t-0 untu0 Gangguan Somatoform 3ang ta0 t&r/&r-n2-
Keluhan:keluhan 6isik &ersi6a mulipel, &er<ariasi dan meneap, akan eapi
gam&aran klinis (ang khas dan lengkap dari gangguan somaisasi idak
erpenuhi
Kemungkinan ada aaupun idak 6akor pen(e&a& psikologis &elum jelas,
akan eapi idak &oleh ada pen(e&a& 6isik dari keluhan:keluhann(a.
aau :
: Sau aau le&ih keluhan 6isik 7misaln(a kelelahan, hilangn(a na6su makan,
keluhan gasroinesinal aau saluran kemih9
: Salah sau 719 aau 7#9
H Seelah pemeriksaan (ang epa, gejala idak dapa dijelaskan sepenuhn(a
oleh kondisi medis umum (ang dikeahui aau oleh e6ek langsung dari suau
@a 7misaln(a e6ek 8edera, medikasi, o&a, aau alkohol9
H 'ika erdapa kondisi medis umum (ang &erhu&ungan, keluhan 6isik aau
gangguan sosial aau pekerjaan (ang diim&ulkann(a adalah mele&ihi apa
(ang diperkirakan menuru riwa(a pen(aki, pemeriksaan 6isik, aau
emuan la&oraorium.
9
: 5ejala men(e&a&kan penderiaan (ang &ermakna se8ara klinis aau
gangguan dalam 6ungsi sosial, pekerjaan, aau 6ungsi pening lainn(a.
Durasi gangguan sekurangn(a enam &ulan.
: 5angguan idak dapa dierangkan le&ih &aik oleh gangguan menal lain
7misaln(a gangguan somao6orm, dis6ungsi seksual, gangguan mood,
gangguan ke8emasan, gangguan idur, aau gangguan psikoik9.
: 5ejala idak diim&ulkan dengan sengaja aau di&ua:&ua 7seperi pada
gangguan &uaan aau &erpura:pura9
Tata)a0.ana
Tu1uan /&ngo$atan
1. .en8egah adopsi dari rasa saki, in<alidasi 7idak mem&enarkan
pemikiran?me(akinkan &ahwa gejala han(a ada dalam pikiran idak unuk
kehidupan n(aa
#. .eminimalisir &ia(a dan komplikasi dengan menghindari es:es diagnosis,
reamen, dan o&a:o&aan (ang idak perlu
+. .elakukan konrol 6armakologis erhadap sindrom komor&id 7memperparah
kondisi9
Strat&g- 'an t&0n-0 /.-0ot&ra/- 'an /.-0o.o.-a)
1. 4engo&aan (ang konsisen, diangani oleh doker (ang sama
#. 3ua jadwal regular dengan iner<al waku kedaangan (ang memadai
+. .em6okuskan erapi se8ara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah
sosial
Strat&g- 'an t&0n-0 farma0o)og-0a) 'an f-.-0
1. Di&erikan han(a &ila indikasin(a jelas
#. -indari o&a:o&aan (ang &ersi6a adiksi
+. Ani anFieas dan anidepressan 7kalau perlu9
%rogno.-.
3er<ariasi, suli diprediksi karena prognosisn(a &erganung pada gejala
(ang le&ih dominan.
10
11
F*+,*! Gangguan H-/o0on'r-a.-.
D&f-n-.-
-ipokondriasis adalah keerpakuan 7preokupasi9 pada keakuan
menderia, aau ke(akinan &ahwa seseorang memiliki pen(aki medis (ang serius,
meski idak ada dasar medis unuk keluhan (ang dapa diemukan. 3er&eda
dengan gangguan somaisasi dimana pasien &iasan(a memina pengo&aan
erhadap pen(akin(a (ang seringkali men(e&a&kan erjadin(a pen(alahgunaan
o&a, maka pada gangguan hipokondrik pasien malah aku unuk makan o&a
karena dikira dapa menam&ah keparahan dari sakin(a.
Iiri uama dari hipokondriasis adalah 6okus aau keakuan &ahwa
simpom 6isik (ang dialami seseorang merupakan aki&a dari suau pen(aki serius
(ang mendasarin(a, seperi kanker aau masalah janung. 2asa aku eap ada
meskipun elah di(akinkan se8ara medis &ahwa keakuan iu idak &erdasar.
5angguan ini paling sering mun8ul anara usia #0 dan +0 ahun, meski dapa
erjadi di usia &erapapun.
Crang dengan hipokondriasis idak se8ara sadar &erpura:pura akan
simpom 6isikn(a. .ereka umumn(a mengalami keidakn(amanan 6isik,
seringkali meli&akan sisem pen8ernaan aau 8ampuran anara rasa saki dan
n(eri. 3er&eda dengan gangguan kon<ersi (ang &iasan(a diemukan sikap
keidakpedulian erhadap simpom (ang mun8ul, orang dengan hipokondriasis
sanga peduli, &ahkan &enar:&enar erlalu peduli pada simpom dan hal:hal (ang
mungkin mewakili apa (ang ia akukan.
4ada gangguan ini, orang menjadi sanga sensii6 erhadap peru&ahan
ringan dalam sensasi 6isik, seperi sediki peru&ahan dalam deak janung dan
sediki saki sera n(eri. 4adahal ke8emasan akan simpom 6isik dapa
menim&ulkan sensasi 6isik iu sendiri, misaln(a keringa &erle&ihan dan pusing,
&ahkan pingsan. .ereka memiliki le&ih lanju kekhawairan akan kesehaan, le&ih
&an(ak simpom psikiarik, dan mempersepsikan kesehaan (ang le&ih &uruk
daripada orang lain. Se&agian &esar juga memiliki gangguan psikologis lain,
eruama depresi ma(or dan gangguan ke8emasan.
12
Et-o)og-
.asih &elum jelas
E/-'&m-o)og-
3iasan(a erjadi pada usia dewasa, rasio anara wania dan pria sama
Kr-t&r-a D-agno.t-0 untu0 H-/o0on'r-a.-.
/nuk diagnosis pasi gangguan hipokondrik, kedua hal ini harus ada:
Ke(akinan (ang meneap adan(a sekurang:kurangn(a sau pen(aki 6isik
(ang serius (ang melandasi keluhan:keluhann(a, meskipun pemeriksaan
(ang &erulang:ulang idak menunjang adan(a alasan 6isik (ang memadai,
aaupun adan(a preokupasi (ang meneap kemungkinan de6ormias aau
peru&ahan &enuk penampakan 6isikn(a 7idak sampai waham9
1idak mau menerima naseha aau dukungan penjelasan dari &e&erapa
doker &ahwa idak diemukan pen(aki aau a&normalias 6isik (ang
melandasi keluhan:keluhann(a
4-r-52-r- '-agno.t-0 'ar- (-/o0on'r-a.-.6
: 4erokupasi 7keerpakuan9 dengan keakuan menderia, ide &ahwa ia
menderia suau pen(aki serius didasarkan pada inerpreasi keliru orang
erse&u erhadap gejala:gejala u&uh.
: 4erokupasi meneap walaupun elah dilakukan pemeriksaan medis (ang
epa.
: 1idak diserai dengan waham dan idak er&aas pada kekhawairan enang
penampilan 7seperi pada gangguan dismor6ik u&uh9.
: 4reokupasi men(e&a&kan penderiaan (ang &ermakna se8ara klinis aau
gangguan dalam 6ungsi sosial, pekerjaan, aau 6ungsi pening lain. !ama
gangguan sekurangn(a 6 &ulan.
: 4reokupasi idak dapa dierangkan le&ih &aik oleh gangguan ke8emasan
umum, gangguan o&sesi6:kompulsi6, gangguan panik, gangguan depresi6
&era, 8emas perpisahan, aau gangguan somao6orm lain.
13
Tata)a0.ana
Tu1uan /&ngo$atan
1. .en8egah adopsi dari rasa saki, in<alidasi 7idak mem&enarkan
pemikiran?me(akinkan &ahwa gejala han(a ada dalam pikiran idak unuk
kehidupan n(aa
#. .eminimalisir &ia(a dan komplikasi dengan menghindari es:es diagnosis,
reamen, dan o&a:o&aan (ang idak perlu
+. .elakukan konrol 6armakologis erhadap sindrom komor&id 7memperparah
kondisi9
Strat&g- 'an t&0n-0 /.-0ot&ra/- 'an /.-0o.o.-a)
1. 4engo&aan (ang konsisen, diangani oleh doker (ang sama
#. 3ua jadwal regular dengan iner<al waku kedaangan (ang memadai
+. .em6okuskan erapi se8ara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah
sosial
4. 1herapi kognii6:&eha<iour
Strat&g- 'an t&0n-0 farma0o)og-0a) 'an f-.-0
1. -indari o&a:o&aan (ang &ersi6a adiksi
#. /sahakan unuk mengurangi gejala hipokondriasis dengan SS2I 70luoFeine
60:)0 mg? hari9 di&andingkan dengan o&a lain.
%rogno.-.
10 G pasien &isa sem&uh, 6% G &erlanju menjadi kronik dengan onse
(ang &er6lukuasi, #% G prognosisn(a &uruk.
F*+,*7 Gangguan D-.fung.- Otonom-0 Somatoform
Krieria diagnosik (ang diperlukan :
: Ada gejala &angkian oonomik seperi palpiasi, &erkeringa, remor, muka
panas, (ang si6an(a meneap dan mengganggu
: 5ejala su&jeki6 am&ahan menga8u pada sisem aau organ erenu 7idak
khas9
14
: 4reokupasi dengan penderiaan mengenai kemungkinan adan(a gangguan
(ang serius (ang menimpan(a, (ang idak erpengaruh oleh hasil
pemeriksaan maupun penjelasan dari doker
: 1idak er&uki adan(a gangguan (ang 8ukup &erari pada srukur?6ungsi
dari sisem?organ (ang dimaksud
: Krieria ke %, diam&ahkan :
0.4%.+0 E 'anung dan Sisem Kardio<askular
0.4%.+1 E Saluran 4en8ernaan 3agian Aas
0.4%.+# E Saluran 4en8ernaan 3agian 3awah
0.4%.++ E Sisem 4ernapasan
0.4%.+4 E Sisem 5enio:/rinaria
0.4%.+) E Sisem aau Crgan !ainn(a
F* +,*+ * Gangguan N3&r- ang M&n&ta/
D&f-n-.-
5angguan n(eri diandai oleh gejala n(eri (ang semaa:maa &erhu&ungan
dengan 6akor psikologis aau se8ara &ermakna dieksaser&asi oleh 6akor
psikologis. 4asien sering wania (ang merasa mengalami n(eri (ang pen(e&a&n(a
idak dapa diemukan. .un8uln(a se8ara i&a:i&a, &iasan(a seelah suau sres
dan dapa hilang dalam &e&erapa hari aau &erlangsung &erahun:ahun. 3iasan(a
diserai pen(aki organik (ang walaupun demikian idak dapa menerangkan
se8ara adekua keparahan n(erin(a 71om&, #0049.
Indi<idu (ang merasakan n(eri aki&a gangguan 6isik, menunjukkan lokasi
rasa n(eri (ang dialamin(a dengan le&ih spesi6ik, le&ih deail dalam mem&erikan
gam&aran sensoris dari rasa n(eri (ang dialamin(a, dan menjelaskan siuasi
dimana rasa n(eri (ang dirasakan menjadi le&ih saki aau le&ih &erkurang 7Adler
e al., dalam Da<idson, Neale, Kring, #0049. Sedangkan pada n(eri somao6orm,
pasien malah &erindak se&alikn(a.
Et-o)og-
1idak dikeahui
15
E/-'&m-o)og-
1erjadi pada semua ingkaan usia, di /SA 10:1%G pasien daang dengan keluhan
n(eri punggung.
Kr-t&r-a D-agno.t-0 untu0 Gangguan N3&r-
: N(eri pada sau aau le&ih empa anaomis
: N(eri men(e&a&kan penderiaan (ang &ermakna se8ara klinis aau gangguan
dalam 6ungsi sosial, pekerjaan, aau 6ungsi pening lain.
: 0akor psikologis dianggap memiliki peranan pening dalam onse,
kemarahan, eksaser&asi aau &erahann(a n(eri.
: 5ejala aau de6isi idak diim&ulkan se8ara sengaja aau di&ua:&ua 7seperi
pada gangguan &uaan aau &erpura:pura9.
: N(eri idak dapa dierangkan le&ih &aik oleh gangguan mood, ke8emasan,
aau gangguan psikoik dan idak memenuhi krieria dispareunia.
Tata)a0.ana
Tu1uan /&ngo$atan
1. .en8egah adopsi dari rasa saki, in<alidasi 7idak mem&enarkan
pemikiran?me(akinkan &ahwa gejala han(a ada dalam pikiran idak unuk
kehidupan n(aa
#. .eminimalisir &ia(a dan komplikasi dengan menghindari es:es diagnosis,
reamen, dan o&a:o&aan (ang idak perlu
+. .elakukan konrol 6armakologis erhadap sindrom komor&id 7memperparah
kondisi9
4. 'ika n(erin(a aku 7J 6 &ulan9, am&ahkan o&a simpomaik unuk gejala
(ang im&ul
%. 'ika n(eri &ersi6a kronik 7K6 &ulan 9, 6okus pada perahankan 6ungsi dan
moilias u&uh daripada 6okus pada pen(em&uhan n(eri
16
Strat&g- 'an t&0n-0 /.-0ot&ra/- 'an /.-0o.o.-a)
1. 4engo&aan (ang konsisen, diangani oleh doker (ang sama
#. 3ua jadwal regular dengan iner<al waku kedaangan (ang memadai
+. .em6okuskan erapi se8ara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah
sosial
4. N(eri kronik: perim&angkan erapi 6isik dan pekerjaan, sera erapi
kognii6:&eha<ioural
Strat&g- 'an t&0n-0 farma0o)og-0a) 'an f-.-0
1. Di&erikan han(a &ila indikasin(a jelas
#. -indari o&a:o&aan (ang &ersi6a adiksi
+. Aku: a8eaminophen dan NSAIDS 7idak di8ampur9 aau se&agai am&ahan
pada opioid
4. Kronik: 1risiklik ani depresan, a8eaminophen dan NSAID
%. 4erim&angkan akupunkur
%rogno.-. 6
'ika gejala erjadi J 6 &ulan, 8enderung &aik, dan jika gejala erjadi K 6
&ulan, 8enderung &uruk 78enderung menjadi kronik9.
F*+,*8 Gangguan Somatoform La-nn3a
4edoman Diagnosik :
: Keluhan (ang ada idak melalui sara6 oonom, er&aas se8ara spesi6ik pada
&agian u&uh?sisem erenu
: 1idak ada kaian dengan adan(a kerusakan jaringan
: 1ermasuk didalamn(a, prurius psikogenik, >glo&us hiseri8us>7perasaan
ada &enjolan di kerongkonganKKKdis6agia9 dan dismenore psikogenik
17
TAMBAHAN DSM IV
#* Gangguan Kon9&r.-
D&f-n-.-
Adalah suau ipe gangguan somao6orm (ang diandai oleh kehilangan
aau kendala dalam 6ungsi 6isik, namun idak ada pen(e&a& organis (ang jelas.
5angguan ini dinamakan kon<ersi karena adan(a ke(akinan psikodinamika
&ahwa gangguan erse&u men8erminkan pen(aluran, aau kon<ersi, dari energi
seksual aau agresi6 (ang direpresikan ke simpom 6isik. Simpom:simpom iu
idak di&ua se8ara sengaja aau (ang dise&u malingering. Simpom 6isik &iasan(a
mun8ul i&a:i&a dalam siuasi (ang penuh ekanan. 1angan seorang enara dapa
menjadi =lumpuh> saa perempuran (ang he&a, misaln(a.
Dinamakan gangguan kon<ersi karena adan(a ke(akinan psikodinamika
&ahwa gangguan erse&u men8erminkan pen(aluran, aau kon<ersi, dari energi
seksual aau agresi6 (ang direpresikan ke simpom 6isik. 5angguan ini
se&elumn(a dise&u neurosis hiserikal aau hiseria dan memainkan peranan
pening dalam perkem&angan psikoanalisis 0reud.
.enuru DS., simpom kon<ersi men(erupai kondisi neurologis aau
medis umum (ang meli&akan masalah dengan 6ungsi moorik 7gerakan9 (ang
<oluner aau 6ungsi sensoris. 3e&erapa pola simpom (ang klasik meli&akan
kelumpuhan, epilepsi, masalah dalam koordinasi, ke&uaan, dan unnel <ision
7han(a &isa meliha apa (ang &erada epa di depan maa9, kehilangan indra
pendengaran aau pen8iuman, aau kehilangan rasa pada anggoa &adan 7anasesi9.
Simpom:simpom u&uh (ang diemukan dalam gangguan kon<ersi sering
kali idak sesuai dengan kondisi medis (ang menga8u. .isaln(a kon<ersi epilepsi,
idak seperi pasien epilepsi (ang se&enarn(a, dapa memperahankan konrol
pem&uangan saa kam&uhA kon<ersi ke&uaan, orang (ang penglihaann(a
seharusn(a mengalami henda(a dapa &erjalan ke kanor doker anpa mem&enur
me&elA orang (ang menjadi =idak mampu> &erdiri aau &erjalan di lain pihak
dapa melakukan gerakan kaki lainn(a se8ara normal.
18
Et-o)og-
: 1eori psikoanalisis, 71)*%?1*)#9, 3reuer dan 6reud: dise&a&kan keika
seseorang mengalami perisiwa (ang menim&ulkan peningkaan emosi (ang
&esar, namun a6ekn(a idak dapa diekspresikan dan ingaan enang
perisiwa erse&u dihilangkan dari kesadaran.
: 1eori &eha<ioral, /llman L Krasner 7dalam Da<idson, Neale, Kring, #0049,
erjadi karena indi<idu mengadopsi simpom unuk men8apai suau ujuan.
Indi<idu &erusaha unuk &erperilaku sesuai dengan pandangan mereka
mengenai &agaimana seseorang dengan pen(aki (ang mempengaruhi
kemampuan moorik aau sensorik, akan &ereaksi.
E/-'&m-o)og-
1erjadi pada 11:%00 per 100.000 penduduk. 3iasan(a erjadi pada usia
anak:anak 7akhir9 hingga dewasa 7awal9. 'arang erjadi se&elum usia 10 ahun dan
seelah +% ahun.
Kr-t&r-a '-agno.t-0 untu0 Gangguan Kon9&r.-
Iiri:8iri diagnosik dari gangguan kon<ersi adalah se&agai &eriku:
4aling idak erdapa sau simpom aau de6isi (ang meli&akan 6ungsi
moorik <olunern(a aau 6ungsi sensoris (ang menunjukkan adan(a
gangguan 6isik.
0akor psikologis dinilai &erhu&ungan dengan gangguan erse&u karena
onse aau kam&uhn(a simpom 6isik erkai dengan mun8uln(a
Crang erse&u idak dengan sengaja men8ipakan simpom 6isik erse&u
aau &erpura:pura memilikin(a dengan ujuan erenu.
Simpom idak dapa dijelaskan se&agai suau riual &uda(a aau pola
respon, juga idak dapa dijelaskan dengan gangguan 6isik apa pun melalui
landasan pengujian (ang epa.
19
Simpom men(e&a&kan disres emosional (ang &erari, henda(a dalam sau
aau le&ih area 6ungsi, seperi 6ungsi sosial aau pekerjaan, aau 8ukup unuk
menjamin perhaian medis.
Simpom idak er&aas pada keluhan n(eri aau masalah pada 6ungsi
seksual, juga idak dapa dise&a&kan oleh gangguan menal lain. Akan
eapi, &e&erapa orang dengan gangguan kon<ersi menunjukkan
keidakpedulian (ang mengejukan erhadap simpom:simpom (ang
mun8ul, suau 6enomena (ang diisilahkan se&agai la &elle indi66eren8e
7=keidakpedulian (ang indah>9.
Tata)a0.ana
Tu1uan /&ngo$atan
1. .en8egah adopsi dari rasa saki, in<alidasi 7idak mem&enarkan
pemikiran?me(akinkan &ahwa gejala han(a ada dalam pikiran idak unuk
kehidupan n(aa
#. .eminimalisir &ia(a dan komplikasi dengan menghindari es:es diagnosis,
reamen, dan o&a:o&aan (ang idak perlu
+. .elakukan konrol 6armakologis erhadap sindrom komor&id 7memperparah
kondisi9
Strat&g- 'an t&0n-0 /.-0ot&ra/- 'an /.-0o.o.-a)
1. 4engo&aan (ang konsisen, diangani oleh doker (ang sama
#. 3ua jadwal regular dengan iner<al waku kedaangan (ang memadai
+. .em6okuskan erapi se8ara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah
sosial
4. Aku: (akinkan, sugesi pasien unuk mengurangi gejala
%. 4erim&angkan nar8oanalisis 7sedai6 hipnoik9, hipnoerapi, &eha<ioural
erapi
6. Kronik: "ksplorasi le&ih lanju mengenai kon6lik (ang &ersi6a inerpersonal
pada pasien
Strat&g- 'an t&0n-0 farma0o)og-0a) 'an f-.-0
1. Di&erikan han(a &ila indikasin(a jelas
20
#. -indari o&a:o&aan (ang &ersi6a adiksi
+. 4erim&angkan nar8oanalisis 7sedai6 hipnoik9
%rogno.-.
3aik, jika onse awal ada 6akor presipiasi (ang jelas, inelegensia masih &aik,
segera dilakukan reamen. 4rognosis &uruk jika erjadi hal se&alikn(a.
!* Gangguan D-.morf-0 Tu$u(
D&f-n-.-
5angguan dismor6ik u&uh 7body dismorphic disorder9 diandai oleh
keper8a(aan palsu aau persepsi (ang &erle&ihan &ahwa suau &agian u&uh
mengalami 8a8a. Crang dengan gangguan ini erpaku pada kerusakan 6isik (ang
di&a(angkan aau di&esar:&esarkan dalam hal penampilan mereka. .ereka dapa
mengha&iskan waku &erjam:jam unuk memeriksakan diri di depan 8ermin dan
mengam&il indakan (ang eksrem unuk men8o&a memper&aiki kerusakan (ang
dipersepsikan, seperi menjalani operasi plasik (ang idak di&uuhkan, menarik
diri se8ara sosial aau &ahkan diam di rumah saja, sampai pada pikiran:pikiran
unuk &unuh diri. Crang dengan gangguan dismor6ik u&uh sering menunjukkan
pola &erdandan aau men8u8i, aau menaa ram&u se8ara kompulsi6, dalam rangka
mengoreksi kerusakan (ang dipersepsikan. Ionoh lain, seseorang merasa
wajahn(a seperi piringan, erlalu raa, sehingga idak mau di6oo. .ereka dapa
melakukan apa saja unuk memper&aiki keadaan (ang =rusak> erse&u.
4ada gangguan dismor6ik u&uh, indi<idu dilipui dengan &a(angan
mengenai kekurangan dalam penampilan 6isik mereka. .em&uan(a &isa &erlama:
lama &erka8a di depan 8ermin memandang &enuk u&uh (ang dianggapn(a
kurang, sering pasien mendaangi spesialis &edah dan ke8anikan.
Et-o)og-
1idak Dikeahui
E/-'&m-o)og-
21
.un8ul ke&an(akan pada wania, &iasan(a dimulai pada akhir masa
remaja, dan &iasan(a &erkaian dengan depresi, 6o&ia sosial, gangguan
kepri&adian 74hillips L .8"lro(, #000A ;eale e al.,1**6 dalam Da<idson, Neale,
Kring, #0049.
Kr-t&r-a D-agno.t-0 untu0 Gangguan D-.morf-0 Tu$u(
: 4reokupasi dengan &a(angan 8a8a dalam penampilan. 'ika diemukan
sediki anomali u&uh, kekhawairan orang erse&u menjadi &erle&ihan.
: 4reokupasi men(e&a&kan penderiaan (ang &ermakna se8ara klinis aau
gangguan dalam 6ungsi sosial, pekerjaan, aau 6ungsi pening lainn(a.
: 4reokupasi idak dapa dierangkan le&ih &aik oleh gangguan menal lain
7misaln(a, keidakpuasan dengan &enuk dan ukuran u&uh pada anoreFia
ner<osa9.
Tata)a0.ana
Tu1uan /&ngo$atan
1. .en8egah adopsi dari rasa saki, in<alidasi 7idak mem&enarkan
pemikiran?me(akinkan &ahwa gejala han(a ada dalam pikiran idak unuk
kehidupan n(aa
#. .eminimalisir &ia(a dan komplikasi dengan menghindari es:es diagnosis,
reamen, dan o&a:o&aan (ang idak perlu
+. .elakukan konrol 6armakologis erhadap sindrom komor&id 7memperparah
kondisi9
4. Khususn(a menghindari pem&edahan
Strat&g- 'an t&0n-0 /.-0ot&ra/- 'an /.-0o.o.-a)
1. 4engo&aan (ang konsisen, diangani oleh doker (ang sama
#. 3ua jadwal regular dengan iner<al waku kedaangan (ang memadai
+. .em6okuskan erapi se8ara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah
sosial
4. 1erapi kognii6:&eha<ioural
Strat&g- 'an t&0n-0 farma0o)og-0a) 'an f-.-0
22
1. Di&erikan han(a &ila indikasin(a jelas
#. -indari o&a:o&aan (ang &ersi6a adiksi
+. /sahakan unuk mengurangi gejala hipokondria8al dengan SS2I
70luoFeine 60:)0 mg? hari9 di&andingkan dengan o&a lain
%rogno.-.
3er<ariasi
VI* %ENDEKATAN %ENANGANAN
3e&erapa pendekaan (ang digunakan unuk menangani gangguan
somao6orm adalah se&agai &eriku:
: 4enanganan 3iomedis
4ada penanganan &iomedis dapa digunakan anidepresan (ang er&aas
dalam menangani hipokondriasis (ang &iasan(a diserai dengan depresi.
: 1erapi Kognii6:3eha<ioral
1erapi ini dapa &er6okus pada menghilangkan sum&er:sum&er
rein6or8emen sekunder 7keunungan sekunder9, memper&aiki perkem&angan
keerampilan 8oping unuk mengaasi sres, dan memper&aiki ke(akinan (ang
&erle&ihan aau erdisorsi mengenai kesehaan aau penampilan seseorang. 1erapi
ini &erusaha unuk menginegrasikan eknik:eknik erapeuik (ang &er6okus unuk
mem&anu indi<idu melakukan peru&ahan:peru&ahan, idak han(a pada perilaku
n(aa eapi juga dalam pemikiran, ke(akinan dan sikap (ang mendasarin(a.
1erapi kognii6:&eha<ioural, unuk mengurangi pemikiran aau si6a
pesimis pada pasien. 1eknik &eha<ioral, erapis &ekerja se8ara le&ih langsung
dengan si penderia gangguan somao6orm, mem&anu orang erse&u &elajar
dalam menangani sress aau ke8emasan dengan 8ara (ang le&ih adapi6. 1erapi
kognii6, erapis menanang ke(akinan klien (ang erdisorsi mengenai
penampilan 6isikn(a dengan 8ara me(emangai mereka unuk menge<aluasi
ke(akinan mereka dengan &uki (ang jelas.
23
Man-f&.ta.- K)-n-. Gangguan Somatoform
D-agno.-. 4)-n-2a)
%r&.&ntat-on
D&mogra/(-2
an'
E/-'&m-o)og-2a)
F&atur&.
D-agno.t-2
F&atur&.
Manag&m&nt
Strat&g3
Somat-:at-on
'-.or'&r
4ol(s(mpomai8
2e8urren and
8hroni8
Si8kl( &( hisor(
$oung age
0emale
predominan8e #0
o 1
0amilial paern
%G:10G
in8iden8e in
primar( 8are
populaions
2e<iew o6
s(sems
pro6usel(
posii<e
.uliple
8lini8al
8ona8s
4ol(surgi8al
1herapeui8
allian8e
2egular
appoinmens
Irisis
iner<enion
4on9&r.-on
'-.or'&r
.onos(mpomai8
.osl( a8ue
Simulaes disease
-ighl( pre<alen
0emale
predominan8e
$oung age
2ural and low
so8ial 8lass
!ile:edu8aed
and
ps(8hologi8all(
unsophisi8aed
Simulaion
in8ompai&le
wih known
ph(siologi8al
me8hanisms
or anaom(
Suggesion
and persuasion
.uliple
e8hniMues
H3/o2(on'r-
a.-.
Disease 8on8ern or
preo88upaion
4re<ious ph(si8al
disease
.iddle or old age
.ale:6emale
raio eMual
Disease
8on<i8ion
ampli6ies
s(mpoms
C&sessional
Do8umen
s(mpoms
4s(8hoso8ial
re<iew
4s(8hoherape
ui8
Bo'3
'3.mor/(-2
'-.or'&r
Su&je8i<e 6eelings
o6 ugliness or
8on8ern wih &od(
de6e8
Adoles8en8e or
(oung adul
0emale
predominan8e
4er<asi<e
&odil(
8on8erns
1herapeui8
allian8e
Sress
managemen
4s(8hoherapi
es
Anidepressan
medi8aions
%a-n '-.or'&r 4ain s(ndrome
simulaed
0emale
predominan8e #
o 1
Clder: 4h or %h
de8ade
0amilial paern
/p o 40G o6
Simulaion
or inensi(
in8ompai&le
wih known
ph(siologi8al
me8hanisms
or anaom(
1herapeui8
allian8e
2ede6ine goals
o6 reamen
Anidepressan
medi8aions
24
pain populaions
%rogno.-. A..o2-at&'
D-.tur$an2&.
%r-mar3
D-ff&r&nt-a)
%r&.&ntat-on
%.32(o)og-2a)
%ro2&..&.
4ontr-$ut-ng to
S3m/tom.
Mot-9at-on
for
S3m/tom
%ro'u2t-on
4oor o
6air
-isrioni8
personali(
disorder
Aniso8ial
personali(
disorder
Al8ohol and oher
su&san8e a&use
.an( li6e
pro&lems
Ion<ersion
disorder
4h(si8al disease
Depression
/n8ons8ious
Iulural and
de<elopmenal
/n8ons8ious
ps(8hologi8a
l 6a8ors
"F8ellen
eF8ep in
8hroni8
8on<ersio
n disorder
Al8ohol and oher
su&san8e
dependen8e
Aniso8ial
personali(
disorder
Somai@aion
disorder
-isrioni8
personali(
disorder
Depression
S8hi@ophrenia
Neurologi8al
disease
/n8ons8ious
4s(8hologi8al
sress or 8on6li8
ma( &e presen
/n8ons8ious
ps(8hologi8a
l 6a8ors
0air o
good
DaFes
and wanes
C&sessi<e:
8ompulsi<e
personali(
disorder
Depressi<e and
anFie( disorders
Depression
4h(si8al disease
4ersonali(
disorder
Delusional
disorder
/n8ons8ious
SressNO=&erea<em
en
De<elopmenal
6a8ors
/n8ons8ious
ps(8hologi8a
l 6a8ors
5uarded AnoreFia ner<osa
4s(8hoso8ial
disress
4lasi8 surger(
addi8ion
Delusional
disorder
Depressi<e
disorders
Somai@aion
disorder
/n8ons8ious
Sel6:eseem 6a8ors
/n8ons8ious
ps(8hologi8a
l 6a8ors
5uarded,
<aria&le
Depressi<e
disorders
Al8ohol and oher
su&san8e a&use
Dependen or
hisrioni8
personali(
Depression
4s(8hoph(siolo
gi8al
4h(si8al disease
.alingering and
disa&ili(
s(ndrome
/n8ons8ious
A8ue sressor and
de<elopmenal
4h(si8al rauma
ma( predispose
/n8ons8ious
ps(8hologi8a
l 6a8ors
25
disorder
26
Ba$ III
%&nutu/
5angguan somao6orm adalah suau kelompok gangguan (ang memiliki
gejala 6isik 7se&agai 8onohn(a, n(eri, mual, dan pusing9 di mana idak dapa
diemukan penjelasan medis (ang adekua. 5am&aran (ang pening dari gangguan
somao6orm adalah adan(a gejala 6isik, dimana idak ada kelainan organik aau
mekanisme 6isiologik. Dan unuk hal erse&u erdapa &uki posii6 aau perkiraan
(ang kua &ahwa gejala erse&u erkai dengan adan(a 6akor psikologis aau
kon6lik.
.ani6esasi klinis gangguan ini adalah adan(a keluhan:keluhan gejala
6isik (ang &erulang diserai perminaan pemeriksaan medik, meskipun sudah
&erkali:kali er&uki hasiln(a negai6 dan juga elah dijelaskan dokern(a &ahwa
idak ada kelainan (ang mendasari keluhann(a.
5angguan Somao6orm &erdasarkan 44D5' III di&agi menjadi: gangguan
somaisasi, gangguan somao6orm ak erperin8i, gangguan hipokondriasis,
dis6ungsi oonomik somao6orm, gangguan n(eri somao6orm meneap, gangguan
somao6orm lainn(a, dan gangguan soma(o6orm $11. Sedangkan pada DS.:I;,
ada ujuh kelompok, lima sama dengan klasi6ikasi awal dari 44D5' diam&ah
dengan gangguan kon<ersi, dan gangguan dismor6ik u&uh.
27
DAFTAR %USTAKA
1. Kaplan, -.l dan Saddo8k 3.'. 1**+. Iomprehensi<e 1eF&ook o6 4s(8hiar(
<ol.# 6h ediion. /SA: Dilliams and Dilikins 3alimore.
#. Deparemen Kesehaan 2.I. 1**+.Pedoman Penggolongan dan Diagnosis
Gangguan Jiwa di Indonesia III cetakan pertama. Direkora 'enderal
4ela(anan .edik Deparemen Kesehaan 2I : 'akara
+. Diguna, Imade 7edior9. 1**,. Sinopsis 4sikiari jilid #. 'akra:
3inanupaAksara.
4. .aramis, D.0. #00%. Catatan Ilmu edokteran Jiwa cetakan kesembilan.
Airlangga /ni<ersi( 4ress : Sura&a(a
%. Ne<id, '.S., dkk. #00%. Psikologi !bnormal Jilid I""disi %. 4ener&i"rlangga
: 'akara
6. 4ardamean ". #00,. #imposium #ehari esehatan Jiwa Dalam $angka
%enyambut &ari esehatan Jiwa #edunia ' Gangguan #omatoform. Ikaan
Doker Indonesia Ia&ang 'akara 3ara.
,. 1om&, D. A. #004.(uku #aku Psikiatri. "disi 6. "5I : 'akara
28